My Housemate – Part 3

MY HOUSEMATE – CHAPTER 3

2013-12-01-19-26-15_deco

Author : Vanesa.Choi aka Choi.Eun.Soo

Main Cast : Choi Eun Soo (OC),Lee Jinki

Support Cast : Mason Moon as Lee Soo Jin,Choi Hyin Woo(OC),Kim Jonghyun,dan Lee Taemin.

Genre : Romance,Friendship,Comedy

Rate : PG17

Lenght : Chaptered

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Matahari sudah bersinar tinggi dilangit namun seorang lee jinki masih nyenyak tertidur didalam selimut tebal yang menutupi hampir seluruh tubuhnya tak peduli dengan cahaya yang mulai menembus masuk melalui tirai-tirai yang berada di jendela kamarnya.

Hingga beberapa saat hingga dirasakan jinki sesuatu mulai mengusik tidur nyenyaknya.

“Eung.. “gumamnya serak khas orang yang baru saja bangun tidur.

Ia pun segera mendudukan tubuhnya dan mencoba membuka matanya perlahan.

Hingga akhirnya ia bisa melihat sesutu disebelahnya dengan jelas.

“MWO!!!NE..NEO Ke…kenapa bisa berada dikamarku?!!!”teriak jinki histeris sambil menunjuk seseorang yang masih betah terduduk disebelah jinki sambil menatapnya bingung.

Bukannya menjawab orang itu malah mendekat membuat jinki refleks memundurkan tubuhnya menjauhinya.

“Eun soo” pikirnya “YA!!! CHOI EUN SOO TOLONG AKU!!!!”dan kemudian jinkipun langsung berteriak keras kearah pintu kamarnya berharap eun soo akan segera datang dan menolongnya.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Eun Soo POV

Ketika aku tengah asik bersenandung sambil menyisir rambutku tiba-tiba saja kudengar suara jinki yang berada disebelah kamarku tengah berteriak-teriak aneh.

”Aigoo… ulah apa lagi yang dilakukan ayam itu pagi-pagi begini sih?!”grutuku pelan dan mengabaikannya.

‘Suaranya itu benar-benar merusak gendang telingaku lama-lama aku bisa tuli dibuatnya’.

Namun seketika aku terdiam mengingat sesuatu….

MWO!!!jangan-jangan ia berteriak karena soo jin.

Akupun sontak langsung berlari kekamar jinki untuk memastikan apa yang terjadi padanya dan soo jinku.

”Pabbo..pabbo bisa-bisanya aku melupakan soo jin yang kutitipkan dikamar jinki” runtuku dalam hati.

#cklek

Akupun segera masuk kedalam kamar jinki tanpa sempat mengetuknya terlebih dahulu dan bersamaan dengan itu kulihat jinki yang malang terjatuh kelantai karena ketakutan oleh soo jin yang terus merangkak kearahnya.

#Bruk

“Appo…”keluh jinki sambil mengusap bokongnya pelan .

Akupun langsung berjalan menghampirinya sambil menahan tawaku melihat tingkah bodohnya tadi.

“Kajja kubantu bangun”ucapku sambil mengulurkan kedua tangaku kearahnya.

Iapun menyambut uluran tanganku sambil menggembungkan pipinya yang menurutku terlihat lucu.

Eun Soo POV End

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Karena tidak dapat menahan beban tubuh jinki eun soo pun tertarik dan malah ikut terjatuh.

“Apa yang kau lakuk,-“seketika protes eun soo terhenti ketika menyadari posisinya yang sekarang tengah menindih jinki.

Sedangkan jinki masih menutup matanya sambil mengusap kepalanya yang terbentur kelantai.

Ketika jinki membuka matanya ia langsung bertatapan dengan wajah eun soo.

Jarak mereka bergitu dekat hingga membuat keduanya membeku.

“Ka..karena tu..tubuhmu berat aku jadi terjatuh tau”keluh eun soo sambil mengalihkan pandangannya kearah lain.

“Mi..mianhe” sahut jinki gugup sambil menatap wajah eun soo.

Sesaat keduanya terdiam hingga akhirnya suara soo jin menyadarkan keduanya.

“Ma…eom…ma..”seru soo jin dengan nada khas balita yang belum lancar berbicara.

“Eun soo-ssi mau sampai kapan kita terdiam dengan posisi seperti ini?”tanya jinki polos membuat wajah eun soo langsung memerah malu.

Eun soo pun segera bangun dari atas tubuh jinki dan menggendong tubuh mungil soo jin.

“Sejak kapan dia memanggilmu eomma?”tanya jinki yang kini sudah duduk dilantai.

“Tadi pagi” sahut eun soo dan akhirnya iapun menceritakan apa yang terjadi padanya dan soo jin hingga ia dipanggil dengan sebutan eomma.

Flashback On

Setelah selesai memandikan soojin eun soo pun segera membuatkan susu untuk bayi itu.

“Cha!!ige nuna buatkan susu untukmu”seru eun soo semangat sambil menyerahkan sebotol susu kearah soo jin yang tengah terduduk diatas tempat tidurnya.

“Eo…ma”ucap soo jin kemudian sambil menggengam botol susu yang eun soo berikan padanya.

“Panggil aku eun soo nu..na arachi?

Kajja ulangi nu…na”ucap eun soo sambil mengajarkan soojin untuk memanggilnya nuna.

“Ma…”balas sojin lagi kembali eun soo mencoba mengajari soo jin untuk memanggilnya nuna.

Namun hasinya nihil soo jin tetap memanggilnya eomma dan menolak meminum susu yang dibuatkan eun soo untuknya.

Hingga akhirnya eun soo pun menyerah “Aish… baikalah sekarang soo jin bisa memanggilku eomma.kau puas kajja cepat minum susumu ya”.

Setelah itu soo jin pun tersenyum lebar dan langsung meminum susunya.

Flashback Off

“Eomma… hem,kupikir pantas juga kau dipanggil begitu”sahut jinki setelah mendengar semua cerita eun soo.

“Ah…pasti karena sikap keibuan yang kumiliki kan”ucap eun soo bangga membuat jinki langsung menggeleng-gelengkan kepalanya tak setuju.

“Karena wajahmu terlalu tua untuk dipanggil nuna” sontak eun soo pun langsung menatap jinki tajam setelah mendengar pernyataan jinki tadi.

“Dasar namja kurang ajar kalau aku tua kau mau disebut apa?! manula? renta? Apa tua bangka?!!” sahut eun soo kesal.

“Napeun yeoja.sekarang jelaskan padaku kenapa mahluk mengerikan ini ada di kamarku?” tanya jinki sambil melipat keduatangannya serius.

“Karena aku mau mandi jadi tidak ada pilihan lain selain menitipkannya dikamarmu”sahut eun soo enteng membuat jinki langsung berdesis kesal.

“Tapikan kau tau aku takut padanya.jangan-jangan kau sengaja ya ingin mengerjaiku?”tuding jinki membuat eun soo langsung geram.

“Jangan menuduh sembarangan lee jinki pabbo!!!”teriak eun soo kesal.

“Kau kan memang usil jadi bisa saja semua ini disengaja”balas jinki tak mau kalah.

“Daripada aku meladenimu lebih baik aku pergi saja.kajja soo jin sayang kita pergi meninggalkan jinki haraboji yang bawel ini”ucap eun soo dengan nada mengejek dan langsung melangkah pergi meninggalkan jinki.

“YA eun soo-ssi kau tau saat kau jatuh menimpaku tadi aku hampir mati sesak karena berat tubuhnya yang mirip seperti seekor sapi”seru jinki meledek eun soo.

Dengan cepat eun soo segera berbalik dan menendang tulang kering kaki jinki hingga membuat pemiliknya langsung berteriak kesakitan.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Tak terasa beberapa minggu berlalu dengan ‘cukup’ lancar dan ‘tenang’ karena eun soo masih cuti kuliah ia jadi bisa menjaga soo jin seharian sambil sesekali bekerja partime.

Jinki pun sudah mulai membiasakan dirinya berada didekat soo jin karena ulah eun soo yang selalu mendekatkan soo jin padanya dengan ‘alasan’ bersosialisasi.

Soal soo jin teman-teman eun soo mengenalnya sebagai bayi yang diasuh oleh nya karena sekarang ia mengaku tengah bekerja part time menjadi seorang baby siter disebuah keluarga.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

“Aigoo…sepertinya hari ini kita harus ke super market soo jin-ah” ucap eun soo sambil memeriksa isi kulkas yang sudah kosong dari bahan-bahan makanan.

Mendengar ucapan eun soo,soo jinpun hanya tersenyum-senyum seakan mengeri ucapan ‘eommanya’ itu.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

“Jinki-ssi sepertinya hari ini kita harus berbelanja ke super market.kulihat persediaan makanan dikulkas sudah habis”seru eun soo yang tiba-tiba muncul di sebelah jinki yang tengah asik menonton tv diruang tamu.

“Kita?kenapa bukan kau saja sendiri?”sahut jinki acuh membuat eun soo menatapnya tajam hingga sebuah seringai muncul di wajah yeoja itu.

“Oh baiklah kalau begitu kau jaga soo jin dirumah dan aku akan berbelanja sendiri ke supermarket .otte?ide yang bagus bukan”.

Mendengar ucapan eun soo jinki pun langsung menoleh dengan wajah pucat sesekali melirik soo jin ngeri.

“A…andwae eun soo-ssi.ba..baiklah kalau begitu aku ganti baju dulu sebentar”tanpa menunggu jawaban eun soo jinki pun langsung melesat ke arah kamarnya.

“Dasar namja menyebalkan masa harus ku ancam dulu baru dia bersedia”desis eun soo sambil menatap kepergian jinki “kajja soo jin-ah kita bersiap juga”lanjut eun soo kearah soo jin yang sejak tadi berada digendongannya.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

“YA!!!eun soo-ssi untuk apa kita menggunakan semua ini? Kitakan hanya akan berbelanja ke supermarket bukannya berpergian jauh”protes jinki kearah eun soo yang tengah sibuk mengenakan syal serta kaca mata hitamnya.

“Aish… pabbo ini namanya sedia payung sebelum hujan tau.kita menyamar untuk menutupi identitas kita”.

“Menyamar?untuk apa menyamar memangnya kita seorang penjahat atau teroris dinegara ini.sampai-sampai mau ke supermarket saja harus menyamar begini “protes jinki lagi membuat eun soo bertambah sebal.

“Bagaimana kalau kita bertemu salah seorang teman kita di supermarket?apa yang akan kau katakan pada mereka tentang aku dan soo jin?” Seru eun soo keras membuat jinki terdiam sejenak mencerna semua ucapan eun soo.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Jinki POV

Kalau dipikir-pikir ucapan yeoja ini benar juga.

Bagaimana kalau aku bertemu teman kampusku disini apa yang akan mereka pikirkan jika melihatku bersama eun soo dan soojin?pasti akan muncul gosip-gosip aneh nantinya.

Terkadang yeoja ini aneh ini pintar juga ya.

“Araso,yasudah ayo kita berangkat”sahutku kemudian.

Sepanjang jalan kami benar-benar menjadi pusat perhatian orang-orang.

Ini pati karena gaya kami yang benar-benar aneh.

“Aigooo…. aku benar-benar malu”batinku sambil mencoba mengabaikan orang-orang yang memperhatikanku.

Kualihkan pandanganku kearah eun soo yang entah sadar atau tidak sejak tadi dipertikan orang-orang karena kegiatannya bersama bocah monster itu->Lee Soo Jin (¤.¤)

Tak terasa aku tersenyum melihat tingkah eun soo yang sejak tadi terus saja mengoceh ke arah soo jin yang belum tentu mengerti semua ucapannya itu.

Bocah itu juga kenapa sejak tadi terus mengangguk seakan mengerti ucapan ‘eommanya’.

Pasangan eomma dan anak yang aneh ditambah penampilan mereka yang cukup ajaib seperti di film-film detektif saja# loe juga kalee jinki oppa (#,#)

“YA!!!apa yang kau tertawakan sih?cepat bantu aku ambilkan troli untuk belanjaan” seru yeoja itu ketus.

Yeoja menyebalkan seenaknya saja menyuruh-nyuruh ku.

Jinki POV End

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

“Popok,susu,bedak,mie instan,sampo,pasta gigi,dan bla…bla…bla…”gumam eun soo mengabsen barang-barang yang dibutuhkannya.

Sedangkan jinki sibuk mendorong troli yang mulai dipenuhi barang-barang yang mereka perlukan.

Tidak lupa soo jin kecil yang tengah sibuk menggenggam mainan yang eun soo belikan untuknya tadi.

“Jinki-ssi cepat kekasir kita harus segera membayarnya sekarang”seru eun soo ketika menyadari jinki tidak berada didekatnya dan malah berjalan santai jauh dibelakangnya.

Karena kurang berhati-hati eun soo tidak sengaja menabrak seseorang didepannya.

“Mian..mian,-“seketika mata eun aoo membulat kaget ketika melihat seseorang yang tidak sengaja ditabraknya tadi.

“Matilah kau eun soo-ah kenapa aku bisa bertemu hyun woo di sini apalagi ketika aku tengah bersama jinki pula”runtuk eun soo dalam hati sambil memandang namja dihadapannya gugup.

“Oh gwenchana”sahut hyun woo sesaat hingga matanya menatap kearah eun soo.

“Eun soo-ah benarkah ini kau?”tanya hyunwoo curiga sambil menatap penampilan eun soo aneh.

Mendengar ucapan hyun woo seketika tubuh eun soo membeku menyadari penyamaran benar-benar tidak berhasil menutupi identitasnya.

Namun tiba-tiba dirasakan eun soo seseorang merangkul tubuhnya pelan hingga ia menyadari jinkilah yang ternyata telah berada disisinya.

“Aigoo…kenapa jinki merangkulku begini?apa dia sengaja ingin memberitaukan hyun woo tentang kami “pikir eun soo dalam hati.

“Chagi,gwenchana?”tanya jinki santai membuat eun soo menganga kaget mendengar jinki yang memanggilnya’CHAGI’.

“Tunggu apa kau mengenal namja ini”lanjut jinki sambil menatap hyin woo yang terlihat kebingungan.

Eun soo hanya bisa menggeleng pelan.

“A..anio yeobo-ah”sahut eun soo pelan.

“MWO!!!yeobo?eun soo-ah jangan bicara yang tidak-tidak”hardik hyun woo sambil melirik eun soo.

“Maaf tuan kurasa kau salah mengenali orang.

dia istriku han yora dan yang ada di gendongannya adalah putra kami yoojin”jelas jinki setenang mungkin.

Namun hyun woo masih terlihat tidak percaya hingga beberapa saat akhirnya jinki memutuskan untuk segera membawa eun soo dan soo jin segera pergi.

“Kalau tidak ada hal lain yang ingin kau ucapkan kami akan pergi sekarang”ucap jinki tegas membuat hyun woo tersadar dari lamunannya.

“Ah…ne ka..kalau begitu mianhe atas kesalah pahaman yang ku timbulkan ini”sahut hyun woo pelan dengan mimik yang masih terlihat bingung.

Jinki pun segera memabawa eun soo meninggalkan hyun woo.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

“Hah…hampir saja ketahuan”ucap eun soo lega ketika mereka telah meninggalan super market tersebut.

#Pluk

Seketika eun soo langsung mengusap keningnya yang baru saja menerima jitakan dari jinki tadi.

“Untung tadi aku langsung bertindak cepat kalau tidak pasti semua ini sudah terbongkar oleh sahabatmu itu”seru jinki sambil melipat kedua tangannya dan menatap eun soo tajam.

“Mianhe,tadi aku benar-benar panik karena hyun woo terlihat benar-benar yakin mengenali ku”.

“Yasudah yang penting semua itu sudah beres.sekarang lebih baik kita makan siang saja dulu sebelum pulang kerumah.

Ternyata berekting juga menguras tenaga membuatku jadi lapar saja”seru jinki sambil berjalan mendahului eun soo.

“Aish… alasan bilang saja memang sudah kelaparan sejak tadi”grutu eun soo sambil menatap punggung jinki yang telah berjalan jauh didepannya.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Eun Soo POV

Kenapa tadi aku mengikutinya makan disini sih.

Harusnya aku bisa menebak jalan pikiran namja ini.

Ia,dia mengajakku dan soo jin makan ayam goreng dan kalian harus tau namja ini benar-benar maniak ayam goreng.

Karena selama ini setiap makan diluar bersamanya pasti ia mengajakku makan ayam goreng catat ya AYAM GORENG!!!!.

“A… makan yang banyak ya soo jin sayang biar cepat besar”ucapku sambil menyuapi soo jin bubur.kalian pasti bisa menebak bubur apa yang sedang dimakan soo jin.Yap,BUBUR AYAM!!!

Jadi pantas saja kalau aku memanggilnya Chicken karena ia memang benar-benar terobsesi dengan segala macam makanan dari bahan ayam.

“Aish…dasar rakus”grutuku sambil menatap jinki yang tengah makan dengan begitu lahap sejak tadi.

“Apwa(apa) yang kuawakatakan (kau katakan)?”tanya jinki tidak jelas karena mulutnya yang masih dipenuhi dengan makanan.

#Kriuk….

Hening seketika…

“Kenapa perutku harus berbunyi sih membiatku malu sekali.pasti jinki akan menertawakanku”runtuku dalam hati sambil menundukan kepalaku malu.

“Hahahaha… jadi kau kelaparan ya sejak tadi”seru namja itu sambil tertawa kearahku.

“Ne,aku kelaparan tau sedangkan sejak tadi aku harus menyuapi soo jin dan kau malah sibuk makan sendiri”seruku kesal sambil mengalihkan wajahku kearah lain.

“Aigoo…. kasihannya nona eun soo.kajja ku suapi”serunya yang kukira hanya meledeku saja.

Rupanya namja ini benar-benar mengarahkan suwiran?ayam goreng pesananku kearah mulutku.

“Sudah makan lah jangan takut tadi sebelum makan aku sudah mencuci tanganku terlebih dahulu”serunya meyakinkanku.

Dan akhirnya akupun menerima suapan ayam darinya.

Rupanya namja ini baik juga kukira ia malah akan menertawakan ku.

“Minta sambalnya banyakan”seruku kearah jinki yang sibuk menghabiskan makanannya sambil sesekali menyuapiku.

“Ne nona choi”sahutnya segera menyuapkan potongan ayam dengan sambal yang cukup banyak.

“Hahaha….ternyata dia penurut juga”gumamku dalam hati.

“Jinki-ssi aku tinggal dulu ya sepertinya aku harus membersihkan sisa-sisa makanan di bibir soo jin”seruku sambil menggendong soo jin kearah toilet.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

“Jinki-ah kau sedang apa disini apalagi dengan penampilan seaneh ini”seru sebuah suara mengagetkan jinki.

“MWO!!!ke..kenapa aku harus bertemu jonghyun disaat-saat seperti ini sih.”

grutu jinki sambil menatap sahabatnya jonghyun.

“Mi..mian,anda sepertinya salah mengenali orang na..namaku bukan jinki”sahutku setenang mungkin sambil membenatkan kacamata hitam yang tengah kukenakan.

“Ah mana mungkin aku salah mengenali orang.sudahlah jangan berbohong padaku jinki-ah.cepat lepaskan kacamata hitamu itu”seru jonghyun mencoba melepaskan kacamata hotam yang dikenakan jinki.

“YA!!!apa yang kau lakukan pada suamiku tuan!!!”seru eun soo sambil mendorong jonghun menjauhi jinki.

“Su..suami mu?anio,jangan bicara yang tidak-tidak nona.dia sahabatku jinki”sahut jonghyun kemudian.

“Jinki?siapa itu jinki aku tidak kenal .

Dia suamiku ji hoon”sahut eun soo tak mau kalah.

“Coba lepas kacamata mu.maka semuanya akan terbukti”tantang jonghyun membuat jinki panik setengah mati.

“Apa kau bilang?! Yeobo,jangan lepas kacamata mu ingat dokter bilang matamu masih sakit dan tidak boleh terkena cahaya matahari langsung”seru eun soo sambil memandang jinki lembut.

“Ma..matanya sakit?”gumam jonghyun tak percaya.

“Ne,aku dan suami serta putra kami sedang sakit mata tau makanya kami mengenakan kaca mata hitam begini”seru eun soo galak membuat jonghyun seketika ciut.

“Oh,ka..kalau begitu mianhe sepertinya aku salah”seru jonghyun sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Yasudah,kalau begitu.kajja yeobo-ah kita segera pulang kerumah” tanpa menunggu jawaban jinki eun soo pun segera menarik tangan jinki keluar restoran.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Back Eun Soo POV

Tak ku sangka kami bisa bertemu 2 orang yang mengenali kami .

Pertama hyun woo dan yang kedua jonghyun sunbae.

“Gomawo,sudah menolongku tadi”ucap jinki terdengar tulus sambil menatapku.

Sebuah senyum pun muncul diwajahku.

“Cheonma,bukankah tadi kau juga menolongku.jadi kita seri kan?”.

“Ne,ternyata kau baik juga eun soo-ssi”tak ku sangka namja disebelahku ini bisa jiga memujiku.

“Kau juga ternyata namja yang baik buktinya mau menolongku dan menyuapiku tadi”sahutku membalas pujiannya.

Sesaat kami terdiam dan keadaan tiba-tiba menjadi terasa sangat aneh.

“Jin,-“,”eun,-” disaat bersamaan kami saling memanggil nama masing-masing membuat kami jadi tertawa.

“Kau duluan”ucapku mempersilahkannya bicara duluan.

“Baiklah,eun soo-ah apa kau tidak bosan bertengkar terus denganku?!bagaimana kalau mulai sekarang kita berdamai dan mencoba bersahabat?”ucapnya sambil menatapku penuh harap.

“Ne,kurasa juga begitu.kita mulai dengan saling memanggil nama secara informal.otte?”tanyaku yang direspon anggukan setuju olehnya.

“Eun soo-ah”gumamnya sambil tersenyum kearahku.

“Jinki-ssi”lanjutku kemudian sambil membalas senyumnya.

“Mari kita bersahabat dan memulai semuanya dari awal lagi”ucap jinki sambil mengulurkan tangannya kearahku.

“ne”sahutku dan membalas uluran tangannya.

Tiba-tiba saja tangan mungil soo jin menyetuh tanganku dan jinki yang masih berjabatan seakan ikut menyetujui usul kami.

“Kuharap semuanya akan menjadi lebih baik lagi nantinya”gumamku dalam hati sambil menatap jinki dan soo jinku .

Eun Soo POV End

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

“Ma…ma…”ucap soo jin sambil menggoyang-goyangkan mainan yang dipegangnya kearah eun soo dan jinki yang tengah asik mengobrol.

“Ne,baby-ah waeyo?”tanya eun soo lembut sambil mengelus rambut soo jin pelan.

Diam-diam jinki memandangi eun soo dan soo jin sambil tersenyum kecil.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Ketika mereka baru saja memasuki halaman depan rumah suara seseorang tiba-tiba muncul dan memanggil jinki.

“Hyung…..”teriak sebuah suara yang spontan membuat tubuh jinki membeku.

“Aigoo…hyung aku benar-benar merindukanmu”seru namja tersebut sambil memeluk tubuh jinki.

“Ne,ta…taemin-ah aku juga merindukanmu”sahut jinki kemudian .

“Jinki-ah nugu?”tanya eun soo pelan sambil menatap kearah namja yang masih memeluk tubuh jinki.

Seketika suasana menjadi sangat hening hingga akhirnya namja dihadapan jinki mulai membuka suaranya.

“Annyeong haseyo lee taemin imnida.aku adalah adik dari jinki hyung”jelas taemin sambil menatap eun soo dan soo jin bergantian.

“MWO!!!adiknya jinki?”seru eun aoo tak percaya sambil melorik jinki yang masih betah berdiam diri.

“Ne,eun soo-ah di…dia adik ku taemin.dan taemin kenalkan ini choi eun soo teman serumahku”jelas jinki santai.

Mendengar ucapan hyungnya taemin pun langsung membulatkan matanya kaget ‘TEMAN SERUMAH’ kata-kata itu seakan terngiang terus dalam benak taemin.

“Lebih baik kita bicara didalam saja”seru eun soo segera berjalan memasuki rumah diikuti jinki dan taemin dibelakangnya.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

“Jinki-ah gendong soo jin sebentar.aku akan membuatkan minum untuk taemin”seru eun soo segerah menyerahkan soo jin kegendongan jinki.

“Jangan bergerak-gerak terus ya”ucap jinki kearah soo jin yang sibuk memainkan mainan barunya digendongan jinki.

Taemin masih terdiam tanpa mampu mengucapkan sepatah katapun dan hanya memandangi hyungnya yang sibuk menggendong bayi yang tadi eun soo gendong.

“Hyung,kurasa kau harus menceritakan semuanya padaku”gumam temin sambil menatap jinki.

“Baiklah,kurasa aku tidak bisa mengelak lagi darimu kali ini”sahut jinki yang akhirnya menceritakan semuanya pada taemin.

“Ige,minuman untuk mu taemin-ssi”seru eun soo yang baru muncul dari arah dapur sambil membawakan 3 gelas teh hangat.

“Ma..eoma…”seru soo jin girang sambil bergerak-gerak dipangkuan jinki.

“Ne,kajja sama eomma “segera eun soo mengangkat tubuh mungil soo jin kepelukannya.

“Ja…jadi ba..bayi ini bukan anak kalian kan”tanya taemin ragu-ragu membuat eun soo dan jinki segera menggeleng.

“Tenang saja taemin-ssi bayi ini bukan anak kami.dia kami temukan didepan rumah ini san karena kasihan kami merawatnya”jelas eun soo tenang membuat taemin dapat bernafas lega.

“Syukurlah kalau begitu.kalau dia benar-benar anak hyung aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika appa mengetahuinya”seru taemin memuat jinki terdiam mengingat appanya.

“Sudahlah jangan membahasnya lagi”sahut jinki ketus dan segera berjalan kerah kamarnya.

“Hyung,ayolah jangan seperti itu”seru taemin sambil mengikuti jinki kearah kamarnya.

Eun soo tau ada ada banyak hal yang sebenarnya jinki sembunyikan darinya dan orang-orang disekitarnya terutama tentang latar belakang keluarganya yang hingga sekarang tidak pernah ia ketahui sedikitpun.

Baru detik ini ia mengetahui kalau jinki masih memiliki seorang saudara.

Dan mendengar dari percakapan taemin tadi jinki sepertinya memiliki masalah dengan appanya.

Buktinya,setelah mendengar taemin membahas soal appanya mimik wajah jinki langsung berubah dan langsung meminta adiknya itu membahas hal lainnnya.

“Apa dia memiliki masalah yang sama denganku?”gumam eun soo dalam hati ketika mengingat masalahnya dengan appnya yang hingga detik ini belum bisa ia selesaikan.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Setelah menempuh jarak yang cukup jauh namja itupun akhirnya tiba disebuah tempat yang ia ketahui sebagai tempat tinggal yeoja yang selama ini dirindukannya.

Dengan cepat ia melangkahkan kakinya kedepan sebuah pintu rumah sewa kecil didaerah tersebut.

#tok….tok…tok…

Tak ada sahutan dari dalam rumah hingga akhirnya sebuah suara mengagetkannya.

“Maaf,tuan mencari siapa ya?”tanya seorang ahjjuma pada namja itu.

Namja itu pun segera melepas kacamata hitam yang dikenakannya sejak tadi dan membungkukan tubuhnya sopan.

“Apa choi eun soo benar tinggal disini?”tanya si namja dengan pendangan penuh harapan.

“Oh… yeoja itu rupanya.ia sudah ku usir dari sini beberapa bulan yang lalu karena menunggak uang sewa padaku”jelas ahjjuma tersebut dengan nada jengkel.

“Apa kau mengusirnya?”sahut si namja tak percaya dengan apa yang didengarnya tadi.

“Ia,biar ia tau rasa karena sudah berhutang padaku”seru si ahjjuma sinis.

Tanpa mengucapkan sepatah katapun si namja segera berjalan meninggalkan tempat itu dan kembali ke mobilnya sambil menggeram kesal.

“Bisa-bisanya kau memperlakukan eun soo ku seperti itu. lihat saja apa yang akan ku lakukan untuk membalas semua ini”seru namja itu marah sebelum ia masuk kedalam mobilnya dan pergi dari sana.

TBC

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Mian kalau typonya masih merajalela dan ceritanya tidak sesuai keinginan kalian ya…

Maklumilah kemampuan saya yang masih pas-pasan ini (*.*)

Gomawo,buat semua yang telah menyediakan sedikit waktu kalian untuk membaca ff ini ya.

Annyeong(^.^)chapter 4nya kususahakan segera deh dan semoga tambah seru.

Amin(#.#)

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

9 thoughts on “My Housemate – Part 3

  1. akhirnyaaaaaaaa… part 3 di post jg
    setelah penantian lebih dr setahun…
    hehehehehe…
    musuhan—> sahabatan —-> pacaran —> menikah
    sbnr nya alur yg sudah biasa sih tp ttp seru dan penasaran dan gregetan
    apa lg kl feel nya buat kita agak gimana gitu..
    next part nya di tunggu ya thor…😉

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s