Pair

Title                 : Pair

Author             : Chrysalis

Casts               : SHINee Key & me

Length             : Drabblet [527 words]

Genre              : Fluff

Rating              : PG

Disclaimer       : I own nothing but the plot. Non-profit works but don’t try to plagiarize nor steal it.

“Kenapa?”

Aku menggeleng sambil menggigit cookie yang kupegang. Bum mendengus kecil, sepertinya kesal karena ia jelas-jelas melihatku sedang memperhatikannya. Tiga, ya. Bum punya tiga lubang tindik di telinga sebelah kirinya. Di bagian percabangan anthelix; bagian dari daun telinga yang berbentuk y, ada sebuah anting berbentuk sayap, yang kedua berbentuk bintang di cuping telinga dekat anthelix sementara yang ketiga berbentuk bulat kecil persis yg kupakai, berjarak beberapa mili di bawah anting kedua. Ia tidak pernah memakai antingnya di sekolah. Uhm, hanya satu, untuk menutup tindik bagian anthelix-nya yang juga sering ditutup dengan rambut. Sementara yang di kanan ada dua dengan posisi sama seperti dua anting terakhir yang kusebut. Total lima. Sementara aku hanya tiga.

Dan kurasa tidak pernah ada yang terpikir untuk couple earrings dengan pacarmu, kan?

“Ada apa? Kau melihatku sejak tadi seperti ada sesuatu di wajahku.”

“Kau, pernah berpikir punya barang yang sama denganku tidak?”

Bum mengerutkan dahinya. “Payung. Kita punya payung yang sama persis, kan?”

“Maksudku barang untuk pasangan, couple. Kau tahu misalnya couple ring, couple-

“Aku tidak mau terlihat sama dengan orang lain,” Bum menyentuh lenganku ketika melihat ekspresiku berubah. “Maksudku, mereka menjual barang-barang itu dalam jumlah yang besar. Tidak akan menyenangkan ketika kita sedang jalan-jalan dan menemukan pasangan lain memakai hal yang sama. See?

“Aku tidak ingin kita punya cincin atau pakaian yang sama.”

“Lalu?”

“Anting yang sama.”

Are couple earrings sounds that weird? Kurasa Bum sedang menautkan alisnya sekarang.

“Maksudku, kita beli sepasang anting. Satu untukmu dan satu untukku. Uhm, ya sejenis itu.”

“Berbagi anting?”

“Hmm. Aku tidak tahu apakah sudah ada pasangan lain yang melakukannya, tapi aku ingin melakukannya denganmu, Bum.”

Hening. Bum menatapku sejenak, sejurus ia tertawa kemudian mengacak rambutku. Jika dilihat dari ekspresinya, he’s pretty amused.

Yeah, kita akan pergi dan beli bersama.”

“Yang bentuknya sayap, seperti milikmu.”

“Ini?” ia menyentuh antingnya. “Kurasa aku membawa pasangannya.”

Bum meraih tasnya, membuka kantong depan, mengacaknya sebentar sebelum berseru ‘aduh’ dan mengangkat anting pasangannya. “Kau tidak masalah jika anting kanan dan kirimu berbeda?”

“Aku punya satu lagi,” bisikku. “Di telinga sebelah kiri.”

Bum meraih rahangku cepat hingga aku nyaris menubruknya. Pelan-pelan ia menyibakkan helaian rambut yang menutupi telinga kiriku dan menemukan sebuah anting bermata putih beberapa senti di atas antingku yang biasa. Pegangannya mengendur, aku menatapnya dengan bingung karena rautnya berubah. Sejenis panik, marah, takut, kesal.

“Kapan?”

“Dua minggu lalu. Appa dan Eomma tidak tahu, jangan bilang.”

“Kenapa kau melakukannya?” desisnya sambil mencengkeram lenganku. “Kau tahu jika kau akan dimarahi, kan?”

“Karena aku ingin punya couple earrings denganmu, Bum. Jika kedua antingku harus diganti untuk suatu acara, maka aku tidak bisa memakai anting yang sama jika aku hanya punya dua lubang tindik.”

No need to do that, kau bisa memakainya lagi setelah acaranya selesai dan-” ucapannya terhenti tepat ketika aku menangkup kedua pipinya.

“Bum, terlanjur. Sudah berlubang, meskipun kau dan Eomma memarahiku, daun telingaku sudah terlanjur berlubang. See?

Bum tidak bisa menyembunyikan raut kesalnya karena tindakanku yang gegabah.  “Kau tidak perlu mengikutiku, sudah tahu rasanya sakit, kan?”

Aku mengangguk. Bum melepaskan tanganku kemudian memasangkan antingnya dengan hati-hati. Aku menyentuhnya sambil mengulum senyum, suka.

“Sekarang sudah penuh. Satu sayap Bum tidak bisa terbang, tapi jika ditambah sayapku kita bisa terbang sama-sama.”

09.07

13.09.13

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

21 thoughts on “Pair

  1. Bum??? nama panggilannya manis baget!!! suka… suka…
    oo…. couple earrings tho?? g keliatan c, tapi suka kalimat terakhir” “Sekarang sudah penuh. Satu sayap Bum tidak bisa terbang, tapi jika ditambah sayapku kita bisa terbang sama-sama.”
    itu manis bgt!!! so sweet….

  2. enak ya, bisa pake couple earring. lubang pun ga punya :I

    kok bayanginnya si sewek ngelubangi sendiri ya, ga pake jasa apa gitu. jadi makin ngeri sih, tapi entah kenapa terbayang gitu, haha. suka suka yang ini. ditunggu next fic ^^

    1. sesungguhnya, melubangi telinga sendiri itu rasanya lebih enak daripada pake alat tembak
      ada jeda panas dan perih kalo pake alat tembak hahaha
      makasih udah mampir ya ^^

  3. Maaf ya, untuk Author yang ini. Aku jadi kasih komen terus di setiap drabblenya. Habis drabble-drabblenya manis sih! Soal tindik ya… aku punya empat malah. For me, piercing and tatoo are art. I have both. Both, just like stories and poems. And anyway, ‘Bum’ sounds cute! Seriously, dia punya berapa tindik?

    1. Eh yaampun enggak apa-apa kok merusuh di setiap tempatku
      aku malah terharu ada yang bela-belain baca tiap drabbleku dan komen kayak begini *peluk citra sampai gepeng*
      aku tiga!!! well, harusnya empat tapi yang satunya mengalami kecelakaan hingga terpaksa ditutup huhuhu
      waaaw, aku pengen punya tato juga tapi takut ditendang dari rumah ==”
      thanks to jjong’s ktalk convo with the members, secara nama bum nongol sebagai display name punya Key
      kalo bum dulu sih lima ya, sekarang mungkin tujuh atau delapan
      beberapa di tulang yang rasanya kaya agak ngilu juga waktu pertama dilubangin

      anyway makasih banget ya sudah komen di drabble2 sebelumnya
      ditunggu kedatangannya lagi ^^

    1. kepikiran gegara liat lubang tindik bum yang bahkan sekarang nggak bisa dihitung lagi zzz
      berkorban sedikit demi bum kayaknya nggak masalah kok biar bisa lucu begini hahaha
      makasih udah mampir kemana-mana hehehehe😀

  4. aduh sweet banget FF nya. si mblo jadi envy nih.. panggilan sayangnya Bum pula… gemes sama couple ini…

    aku jadi pengen punya banyak tindik gitu, tapi pasti sakit. /kok jadi ngomongin tindikan

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s