Hello Girl [2.2]

Hello Girl [2.2]

Chapter            : Hello Girl [2.2]

Author              : Shinsongmi

Main Cast        : Lee Taemin, Han songji

Support Cast    : Lee Jinki, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Choi Mianho etc…

Genre               : Romance, Comedy, Sad

Length : Two Shoot

Rating               : General

Summary          : “Hal romantic tidak harus mengatakan kata-kata manis atau melakukan hal yang manis, tapi hal romantic bagiku adalah cukup kau selalu ada untukku dan membuatku tertawa ketika aku sedih, dan membuatku bahagia dengan ketulusanmu”

A/N                 : Anyeong….!!!! I’m back.. back… back…., gomawo yang sudah menngikuti FF yang amat biasa ini, seperti biasa FF aku in masih banyak sekali kekurangan dari penulisan dan alur cerita, jadi jangan lupa kritik sarannya ya chingudeul… selamat memebaca!!! ^^

Sudah 3 hari Songji dan Taemin tidak jalan bersama, karena mereka berdua sibuk akan tugas kelompok yang mendadak dari kim sosaengni. Dan mereka berdua tentunya tidak berada dalam satu kelompok, minimal dalam 3 hari itu mereka hanya saling menyapa . Sebenarnya Taemin sudah berkali-kali mencoba untuk mengajak Songji jalan, tapi selalu saja ada halangan. Seperti saat ini, ia ditugaskan oleh ketua kelompoknya untuk mencari bahan referensi diperpustakaan. Taemin menyusuri rak  buku dan membaca beberapa judul buku disana, sampai akhirnya diapun menangkap sebuah judul buku yang dia cari, Taeminpun mengambilnya dengan senyum yang mengembang diwajahnya. Ia pun berbalik untuk berjalan kemeja.

“Hua….” Taemin berteriak kecil dan memegang dadanya kaget karena sudah Ada songji didepannya yang sedang menyeringai.

“Bisa kita baca itu berdua??” Songji menunjuk buku yang dipegang Taemin,

“Tentu saja” Mereka berduapun menuju meja yang ada didekat jendela. Mereka bergantian membaca buku itu dan sesekali mendiskusikannya dengan serius. Setelah beberapa menit, mereka berdua selesai mendiskusikan isi buku tersebut.

“Baiklah, karena materi kita sama jadi kita bagi saja ox, kelompokmu membahas point ini dan kelompokku point ini, othe??” Taemin berpikir sejenak dan akhirnya mengangguk. Songjipun membereskan beberapa buku yang ia pinjam untuk bahan referensinya, begitupun taemin. Mereka berjalan keluar perpustakaan beriringan.

“Taemin-shi,, sekarang kau mengerjakan tugas dimana??” Songji memulai pembicaraan

“Ditaman kampus, wae??”

“Ani… oia, aku duluan yach… kau tau sendiri khan ketua kelompokku bagaimana??” Songji memang mendapatkan ketua kelompok yang sudah terkenal dengan julukan sang perfeksionis dikelasnya. Jadi, mau tidak mau songji harus extra kerja keras dalam tugas kelompok ini, karena ketuanya ingin tugasnya selesai sebelum 4 hari dikumpulkan. Taeminpun hanyan mengangguk, matanya terus menatap punggung songji yang sedikit demi sedikit menjauh dari pandangannya. Taemin berjalan dengan lemas, karena baru saja dia ingin membahas kejadian tentang kepergian songji yang tanpa pamit dari apartementnya, sekarang sirna lagi.

Kelompok Taemin berbeda dengan songji, kelompok Taemin lebih santai, dan malah setelah mendapatkan bahan untuk tugasnya bukannya langsung mengerjakan, akan tetapi mereka malah saling bercanda sambil memakan snack. Tidak jauh dari sana, Taemin melihat Minho yang sudah siap akan bertanding dilapangan bola. Taeminpun berpamitan pada teman sekelompoknya itu untuk menuju lapangan. Baru berjalan beberapa langkah seseorang menepuknya dari belakang.

“Hai….” Songji mengangkat tangan kanannya, Taemin melihat Songji menenteng sebuah handbag berwarna biru, Taemin menyeringai. ia yakin isi yang dihandbag itu untuknya. Dan tebakan taemin benar Songji menyerahkan handbag itu pada Taemin.

“Hehehe,,, jadi sekarang kau sudah mulai menyukaiku??” Taemin mengambil handbag itu dan membukannya, sedangkan Songji mengerutkan keningnya.

“Gomawo… maaf aku baru bisa mengembalikannya sekarang” Songji melanjutkan perkataannya yang sempat terpotong oleh Taemin. Taemin yang sudah membuka handbag itu dan melihat isinya, langsung menutupnya dengan kasar dan mengerucutkan bibirnya.

“Taemin-shi jangan terlalu cepat menyimpulkan, masih ada waktu yang lama untuk memastikan aku menyukaimu??” Songji tersenyum dengan gayanya seperti biasa melipat tangan didadanya.

“Ne… arraseo…” Jawab Taemin lemas

“Kalau begitu aku pergi dulu yah, aku harus keperpustakaan lagi,” Songji menghela napas, karena menurut ketuanya, referensi untuk tugasnya itu masih kurang. Alhasil songji harus mencarinya lagi.

“Perlu bantuan???” tawar taemin

“Tidak usah, temanku sudah disana, lagipula kau pasti sudah muak melihat buku-buku disana”

“Kalau begitu, bawa ini” Taemin menyerahkan sebotol banana milk pada Songji yang ada didalam tasnya, Songji memandang botol itu dan akhirnya memasukannya kedalam tasnya

“Gomawo.. Anyeong..” songjipun pergi sambil melambaikan tanggannya kepada Taemin.

—–^^—-

Songji menimbang-nimbang kertas yang ada ditangannya, dia melihat teman-temannya sedang sibuk dengan ponselnya untuk menguhubungi pacarnya . Untuk mengatakan bahwa akan ada birthday party pada malam minggu nanti. Biasanya Songji tidak datang pada acara seperti itu, karena diacara seprti ini teman-temannya pasti selalu membawa namja chingunya, tapi karena party ini yang mengadakan temannya  yang lumayan dekat , mau tidak mau dia harus datang. Songji menengok kebangku dibelakangnya,  sudah 2 hari ini taemin tidak masuk, sebenarnya dia ingin sekali menghubungi Taemin atau mendatangi apartementnya, untuk mengetahui Taemin sebenarnya sakit apa?. Akan tetapi no ponselnya hilang karena ponsel songji rusak parah akibat terjatuh dari tangga, jadi ia tidak bisa menghubungi Taemin. Setelah berfikir lama akhirnya dia sudah memutuskan apa yang harus ia lakukan.

Songji duduk dikursi penonton agak belakang, dilapangan bola sudah ada beberapa pemain yang bersiap untuk bertanding. Beberapa menit sudah berlalu, akan tetapi belum ada satupun yang mencetak gol, songji yang sudah lama tidak menonton bola lumayan ikut terbawa emosi ketika seorang pemain gagal mencetak gol.

“Kau suka bola juga??” Suara lembut yang terdengar disampingnya itu membuat Songji agak terkejut.

“Jinki sunbaenim, anyeonghaseyeo…” Songji membungkuk dan Jinki membalasnya.

“Eyy…. jangan panggil kami sunbae, panggil saja oppa” tiba-tiba Jonghyun datang dan duduk disamping Songji, sambil mengerjap-ngerjapkan matanya menggoda Songji, dan Songji yang melihatnya tidak tergoda sama sekali dan malah mengalihkan pandangannya kelapangan.

“Ternyata benar kau itu tidak mudah tergoda” Komentar Jonghyun yang tersenyum dan songji hanya tersenyum masam pada Jonghyun.

“Apa kau kesini untuk bertemu minho??” Tebak Jinki, Songji hanya mengangguk sambil menopang dagunya

“Untuk menanyakan Taemin??” Tambah Jinki, Songji menoleh pada Jinki

“Sudah kuduga, kenapa kau tidak datang padaku saja, padahal khan kelas kita tidak pernah jauh?” gerutu Jonghyun, dan sekarang Songji menengok kearah Jonghyun

“Apa Minho lebih popular dariku??” Jonghyun membenarkan poninya, Songji yang melihatnya menahan tawa.

“Han Songji, kalau mau tertawa, tertawa saja” ujar Jinki sambil melirik Jonghyun, yang sedang sibuk merapikan rambutnya dan bajunya agar dia dapat mengalahkan kepopuleran Minho

“Hahahhahhahahahaahhh….. “ Songji tertawa dengan puasnya sampai mengeluarkan air mata. Jonghyun yang bingung, hal apa yang ditertawakan Songji? hanya dapat menatapnya bingung

“Sunbaenim, rasa percaya dirimu itu sangat tinggi, hhahaha…” Sonhji menunjuk kearah Jonghyun

“Maksudmu??” Jonghyun masih bingung, kemudian menatap Jinki yang juga sedang menahan tawanya,. Songji melambai-lambaikan tangannya

“Tidak usah dibahas, oia, alasan aku mencari Minho sunbae, karena dia yang paling mudah untuk ditemui dan juga karena ada temanku yang mengaguminya, dan satu hal lagi,  jujur saja aku baru tau kalau kelas sunbae dekat kelasku” Jonghyun merasa sangat kalah oleh Minho. Tapi Jonghyun heran, bagaimana bisa?? Songji tidak mengetahui seorang Kim Jonghyun sang vokalis terkenal diantar kampus.

“Mumpung kalian disini aku akan bertanya langsung, bagaimana kabar Taemin??? Sakit apa dia???”

“Dia hanya terkena flu saja, memang kemarin sempat demam tapi sekarang sudah baikan.” Jelas Jinki

“Apa benar sekarang sudah membaik??” Tersirat rasa khawatir pada suara Songji dan juga wajahnya

“Ne,. dan kau tau dia terus-terusan mengecek ponselnya, berharap kau menghubunginya” Balas Jonghyun, Songji mengehela napasnya

“Ah… itu… ponselku rusak parah karena tidak sengaja aku menjatuhkannya ditangga. Jadi, tolong sampaikan pada Taemin semoga lekas sembuh” Songji memainkan jari tangannya, ia jadi merasa sangat bersalah. Karena sudah membuat Taemin menunggunnya

“Kenapa kau tidak mengatakan secara langsung saja” ujar Jonghyun, Songji terdiam, ia sebenarnya juga bingung kenapa tidak mengucapkan langsung saja.

“Ikut saja bersama kami keapartemen, setelah Minho selesai bermain bola, kita akan langsung pulang, ox!!” Jonghyung membuat bulatan dengan jempol dan jarinya, Songji hanya mengangguk.

Diapartemen keadaan lumayan ramai, walaupun disitu hanya ada  2 orang,. “Hyung… aku tidak mau minum obat. Aku sudah sehat kok” Taemin menjauh dari Kibum yang sudah membawakan air dan sebutir pil pada Taemin yang sedang menonton anime jepang.

“Kami pulang” Suara pintu terbuka dan Jonghyun masuk terdahulu kedalam diikuti Minho dan Jinki, Taemin dan Kibum hanya menoleh sedikit

“YAK!!!! LEE TAEMIN!!!! Ini obat terakhirmu, kalau kau tidak meminumnya maka kau akan demam lagi, ARRASEO…!!!.” Suara Kibum menggelegar diseluruh ruangan, tapi hal itu tidak membuat Taemin luluh

“Aniyo…. Aku sudah sehat” Taemin mengangkat barbel disamping sofa.

“Songji-shi letakan saja sepatumu disitu” Taemin menoleh kearah pintu setelah mendengar perkataan Jinki, Jinki dan Minho berjalan kekamar masing-masing , yang akhirnya terlihat jelaslah Songji yang kini sedang berdiri disana.

“Kau tidak mau terlihat malu khan didepan Songji?” Taeminpun dengan patuhnya menerima air dan pil tadi, kemudian meminumnya sambil menatap Songji yang kini sudah mendekat kearahnya.

“Apakah selama sakit kau selalu merepotkan hyung-hyungmu??” Songji memasukan tanganya kedalam saku jaket. Taemin hanya nyengir

“Tolong nasehati dia songji-shi” Kibum merebut gelas yang masih dipegang oleh Taemin

Setelah songji berbincang-bincang dengan mereka dan makan bersama, Songjipun berpamitan untuk pulang, tapi sebelumnya ia memberikan sebuah kertas undangan pada Taemin.

“ige mwoya..??” Taemin membolak-balik kertas itu

“Jangan dibaca dulu, nanti saja kalau aku sudah keluar dari sini, kau baru boleh membacanya. dan juga kau akan mengerti maksudku arraseo?” Taemin hanya menuruti perkataan Songji, ia pun keluar dari apartement itu dengan perasaan yang sudah mulai tidak beraturan. Seperti perintah Songji,  ketika pintu sudah tertutup rapat, Taemin langsung membaca kalimat yang ada didalam kertas itu.

“Apa itu??” Jonnghyun ikut membaca dari belakang Taemin

“Hyung, walau bagaimanapun dia memang tetap wanita, heee…” Taemin memberikan kertas itu pada Jonghyun sambil tersenyum bahagia dan duduk kembali disofa. Jonghyun membaca kertas yang isinya adalah undangan birthday party.

“Kau harus berdandan dengan baik” Timpal Jonghyun yang ikut duduk disofa

“Hyung,.. kau tau… aku adalah pria pertama yang ia ajak sebagai partnernya diacara party seperti itu” Jelas Taeming dengan nada bangga

“darimana kau tau”

“Tentu saja aku tau, aku kan sudah memperhatikan dia dari lama” Taemin memejamkan matanya. Jonghyun hanya tersenyum, karena akhirnya ia tahu alasan taemin yang selalu bersikap biasa dan dingin pada yeoja-yeja yang mengejarnya,  karena dia sebenarnya sudah menyukai songji sejak lama.

—^^—

Party diselenggarakan dibelakang rumah temannya Songji, memang ia adalah orang yang kaya sehingga tidak aneh rumah dan halamannya sangat luas, untuk menunggu para undangan datang alunan music jazz terdengar, Songji terlihat agak kesulitan berjalan karena sepatu high heelsnya, Awalnya Songji dari rumah sudah memakai sepatu biasa, tapi Kibum yang melihatnya terus memprotesinya, sampai-sampai Kibum memaksa Songji ikut dengannya. Kibum membelikan sepatu dan juga gaun berwarna biru , plus mengajak songji kesalon untuk mendandaninya,. Taemin yang menemani mereka hanya terdiam, karena ia tahu walaupun Taemin melarangnya, Kibum tidak akan mendengarnya, apalagi kalau sudah berhubungan dengan fashion.

“Taemin-shi… apa Kibum oppa tidak sayang mengeluarkan uang hanya untuk membuatku seperti ini?” Songji terus berpegangan pada Taemin yang memakai jas berwarna biru, agar tidak terjatuh, Songji sudah mulai memanggil keempat hyung taemin itu dengan sebutan oppa karena mereka memaksa.

“Tenang saja, Kibum hyung itu terlahir dikeluarga kaya, jadi dia tidak akan perduli dengan pengeluarannya, apalagi kalau untuk fashion, kau sudah tau sendiri lah, bagaimana selera fashionnya?” Songji hanya mengangguk sesekali, semua orang yang mengenal mereka berdua menyapa mereka berdua. Akhirnya mereka berduapun duduk dikursi yang sudah tersedia disana, tidak jauh disana ada segerombolan pria melihat Taemin dan Songji.

“Apakah itu Han Songji, dia sangat cantik ternyata. Bukankah dia selalu menolak untuk pergi kepesta seperti ini,? kenapa tiba-tiba dia datang dengan Taemin? apa mereka punya hubungan khusus?”  Salah satu dari mereka berbicara

“Aku sudah tahu mereka akan datang bersama, kalian mau bertaruh denganku??” Seorang pria dengan mata yang menatap sinis kearah Songji dan Taemin, mengeluarkan uang yang lumayan besar dimeja yang mereka tempati, beberapa orang yang ada dimeja situ langsung mengangguk.

Suasana party sudah berubah menjadi lebih ramai apalagi setelah seorang DJ memainkan music, orang-orang yang disitu sudah sibuk bergerak mengikuti irama lagu, Songji sudah berkali-kali diajak berjoget oleh teman-teman yang melewatinya, tapi Songji menolak, ia hanya mengetuk-ngetukan jarinya di meja, ia melirik jam tangannya sudah hampir 15 menit Taemin pergi ketoilet, mungkin Taemin memang benar-benar sakit perut, karena dari tadi ia makan lumayan banyak.

“Han Songji… kau datang?? tumben sekali??” Seorang pria duduk didepannya

“Kai?.. apa kabar??  sudah lama tidak bertemu, kemana saja???”  Kai dulu memang pernah 1 kelas dengan songji, tapi ia di DO karena terbukti menggunakan narkoba dan juga minum-minuman keras, dulu hubungan kai dengan songji cukup baik, karena ketika semua orang dikelasnya menghindarinya, hanya songji yang mau berteman dengannya.

“Baik, sangat baik, biasalah sekarang aku sibuk dikampus baruku, hee….”

“kuliah dimana??”

“tidak jauh dari rumahku, kesini bersama siapa??”

“Oh… aku kesini dengan Taemin, kau??” Songji bertanya balik

“Aku kesini dengan teman-temanku” Kai menunjuk sekumpulan temannya yang sedang minum-minum tidak jauh dari mereka,

“Kau masih,????? Ah tidak jadi” songji meminum orange jusnya sambil mengibas-ngibaskan tangannya

“Masih apa? mabuk? Narkoba? Tenang saja aku sudah tidak melakukan itu, aku sudah sadar, itu semua karena aku selalu ingat dengan perkataanmu kita boleh merasa sangat terluka, kita boleh marah, dan menyalahkan dunia tapi ada satu hal yang tidak boleh yaitu jangan sampai kemarahan, penyesalan, dan rasa terluka itu kau tambah oleh dirimu sendiri, dan juga ingatlah yang membuat diri kita bahagia itu bukan orang lain tapi diri kita sendiri “ Songji terkesiap mendengar perkataan Kai, dia sendiri sudah lupa kalau dia pernah mengatakan hal itu

“Han Songji…aku tidak mau menunda-nunda lagi ” Kai memegang tangan songji

“Aku menyukaimu Han Songji” Songji yang mendengarya bukannya senang atau kaget dia langsung memikirkan Taemin, perlahan Songji melepaskan gengaman tangan Kai

“Mianhe Kai, aku tidak bisa. Aku hanya menganggapmu teman, aku harus pergi, kalau kau butuh bantuanku hubungi aku saja” Songji pergi meninggalkan Kai yang membeku ditempatnya, ia tidak menyangka Songji akan menolaknya dengan cepat. Songji berjalan dengan susah payah menuju toilet untuk menemui Taemin, ia melihat jam sudah hampir 20 menit Taemin pergi dan juga ia tidak bisa menghubunginya karena Taemin menitipkan ponsel padanya.

Sudah berkali-kali Taemin menjelaskan pada para yeoja yang ada dihadapannya, kalau ia tidak tertarik pada mereka. ia melihat jam tanganya sudah 20 menit dia meninggalkan Songji, pasti sekarang Songji sedang menunggunya, akhirnya karena Taemin sudah sangat kesal pada para yeoja yang sekarang terus-terusan merengek dan mendekatinya, iapun mengehela napas panjang, dan kemudian ia berteriak dengan sangat kencang.

“AKU HANYA MENCINTAI HAN SONGJI APA KALIAN PUAS??” para yeoja yang dihadapannya itu langsung terdiam, melihat taemin yang mukanya sudah merah padam dan napasnya yang tersengak-sengal, tidak jauh dari sana Songji yang baru saja akan berbelok, mendengarnya dan menghentikan langkahnya.  Ia tersenyum, akhirnya iapun memutuskan untuk menunggunya disini saja, tapi seseorang menariknya paksa sampai sepatu kirinya terlepas. Taemin sudah berjalan meninggalkan para yeoja yang terpaku itu, ia berhenti ketika ia merasa menendang sesuatu, iapun melihat barang yang ditendangnya, ia langsung mengambil barang itu yang ternyata sepatu Songji. Perasaannya menjadi tidak enak.

“Nuguya” Songji berusaha melepaskan tangan yang mencengkramnya, sekarang ia sudah berada disamping rumah dan disitu tidak ada orang satupun.

“Ini hukuman, karena kau sudah mendekati Taemin” Seorang pria berambut agak panjang datang

“Bukankah kau Kim Jaejong” Songji agak bergidik, mengingat bahwa menurut rumor yang beredar Kim Jaejong adalah seorang gay. Dan dia selalu mencari mangsa dari kampus kekampus

“kau?? Jangan sentuh Taemin” Songji berteriak kearah Jaejong dan Jaejong hanya menyeringai, kemudian Jaejong mendekati Songji

“Taemin milikku, dan kau jangan takut karena sebentar lagi kau akan menjadi milik seseorang” Jaejong berbisik pada telinga Songji, yang membuat Songji merinding dan agak mundur.

“Ingat taruhannya, buat ia menjadi milikmu” Jaejong menepuk pria yang berbadan agak besar yang tadi menarik Songji, Songji sudah bersiap untuk berlari tapi ia kalah cepat, karena Songji sudah didorong merapat kedinding

Taemin cepat-cepat ketempat duduknya dan disana ia tidak menemukan Songji, tapi ia malah menemukan seorang pria yang sedang memainkan jarinya.

“Kai” taemin menepuk Kai.

“ Songji, dimana Songji??” Kai yang mendengarnya bingung tidak mengerti,

“Bukannya tadi ia pergi, sepertinya ia mencarimu” Kai menatap balik Taemin dan ia melihat Taemin memegang sebelah sepatu yang dipakai Songji tadi, Kai berfikir dan Taemin sudah sangat gelisah

“Sial… Taemin kita harus cepat-cepat menemukannya, aku tahu Songji dimana” Kai langsung berlari dan Taeminpun langsung mengikutinya, semua orang yang melihatnya bingung.

Songji benar-benar mengerahkan semua tenaganya, rambutnya sudah berantakan tak karuan sedangkan namja itu masih bersikeras untuk mencium bibir Songji dengan paksa,

“Semakin kau menolak, maka aku semakin bersemangat Chagi” cuh… songji meludahi wajah namja itu

“Jangan banyak membual” Songji berkata sinis, namja itu melepaskan cengkraman pada bahu Songji karena ia tidak menduga akan tindakan Songji. Songji melepaskan sepatunya untuk dijadikan sebagai senjata, namja itu melangkah maju setelah mengusap wajahnya, Songji mundur perlahan, ia sebenarnya ingin sekali berteriak tapi entah kenapa mulutnya seakan terkunci rapat, dan ia juga tidak bisa berlari karena ia tau kalaupun berlari akan percuma, gaun yang panjang itu akan mempersulit ia untuk bergerak, jadi pilihan terakhir adalah menghadapinya.

“Kau sangat menarik” namja itu mendekat, Songji sudah membuat ancang-ancang untuk memukul dengan heelsnya, usaha Songji ternyata sia-sia, namja itu terlalu kuat. Ujung heelsnya hanya membuat goresan dipipinya, dan songji sudah dibuat jatuh terlentang, dan pria itu memeluknya dan tetap berusaha untuk mencium bibir Songji, songji berusaha untuk melepaskan diri, sampai akhirnya ia melihat 2 orang datang dan langsung memukul kepala pria itu, dan melepaskannya dari tubuh Songji. Songji terengah-engah, Taemin lanngsung memeluk Songji, dan Kai terus-menerus memukul namja itu sampai namja itu tidak berdaya.

“Kai cukup!!!!” Songji memegang bahu Kai dengan tangannya yang bergetar, Taemin memakaikan jas pada songji, dia melihat lengan songji agak lebam dan pergelangan tangannya yang memerah,

“Mianhe…” Mata Kai berair, kemudian ia berlutut dihadapan Songji dan Taemin

“Kenapa kau meminta maaf??” Taemin menatap Kai curiga, Kai pun menjelaskan semuanya bahwa sebenarnya ia tau akan hal ini,

“Jaejong memberikan sebuah taruhan, siapapun yang dapat menjauhkanmu  dengan taemin maka akan mendapatkan uang yang lumayan besar, dan aku yang tidak sengaja mendengarnyapun bergabung, alasan ku bergabung adalah karena aku yakin kau akan menerimaku, ” sesal Kai, ia menatap Songji,. bugh… taemin memukul wajah Kai

“Kau tau jaejong itu siapa hah??”  Sekarang Taeminlah yang penuh dengan amarah, sedangkan Songji masih terpaku dengan pengakuan Kai

“Aku sangat tau, oleh karena itu aku mengikuti itu untuk menyelamatkannya, akan tetapi aku salah. karena aku terlalu larut dengan pikiranku,  karena songji menolakku begitu cepat, aku tidak ingat kalau aku kalah, maka jaejong akan menggunakan hal ini. dan aku baru sadar ketika kau datang” Kai menatap Taemin yang membuang napasnya kasar dan sudah bersiap untuk memukulnya tapi songji langsung menahannya.

“ Tapi, Han Songji, aku benar-benar tulus menyukaimu” Songji mengangguk dan tersenyum

“Aku tahu itu, Taemin bisakah kita pulang sekarang” Songji menarik tangan Taemin, tapi ia berhenti sebentar.

“ Kalau kau butuh bantuanku hubungi saja aku, aku akan membantumu sebagai Teman” air mata Kai yang ia tahan sedari tadi akhirnya keluar. Taemin yang mendengarnya menatap Songji takjub.

“Sebelum pulang, antarkan aku ketoilet. tidak mungkin aku keluar dari sini seperti ini” Songji menunjuk rambutnya yang sangat berantakan, Taemin mengangguk dan merekapun berjalan menuju toilet. Didalam toilet Songji bercermin, ketika ia memutar keran, tangannya masih gemetar, dan ia hanya berdecak. Taemin yang menunggu diluar hanya memandang tas dan sepatu Songji, ia menghela napas, air matanya mulai menggenang. Taeminpun bergumam “mianhe songji, aku gagal menjagamu”

Pintu toiletpun terbuka, Songji sudah merapihkan rambutnya walaupun tidak sebaik ketika pertama datang. Taemin menyodorkan sepatu Songji, Songji mengernyit melihat sepatunya yang sekarang heelsnya sudah menghilang, Songji melihat Taemin seolah meminta penjelasan, dan Taemin hanya menunjuk tong sampah, disana terlihat sepasang heels. Mereka pulang tidak berpamitan pada tuan rumahnya, songji hanya mengirimkan sebuah pesan pada temannya itu.

“Malam ini aku akan menginap disini” Taemin mengunci mobilnya secara otomatis

“Mwo??? Ani….Kau pulang saja” Songji membuka pintu flatnya, bukannya pergi, Taemin malah menerobos masuk kedalam flat dan memeletkan lidahnya. Songji hanya mendesah. Songji menuju dapur untuk menuangkan air, “prang” gelas yang dia pegang jatuh karena tangannya masih bergetar

“Istirahatlah…. Jangan terus-menerus bersikap kau baik-baik saja” Taemin menatap mata Songji, Songji memegang ujung meja dan beberapa tetes air jatuh dari wajahnya

“Han Songji…” Taemin mendudukan Songji disofa panjang miliknya, yang berada diruang TV.

“Aku takut” Songji berkata dengan suara serak.

“Arraseo.. mianhe… dari sekarang sampai seterusnya aku akan menjagamu” Taemin memeluk Songji, Songji membalas pelukan Taemin erat, seolah ia tidak ingin ditinggalkan dan Taeminpun mersakan hal itu, tangis Songjipun pecah, baru kali ini taemin merasakan bahwa songji sangat rapuh. Semenjak Songji menginjak disekolah menengahnya, dia tidak pernah menangis didepan orang lain, dia sangat jarang menangis. jika ia menangis, dia hanya akan menangis sendiri dan tidak akan pernah dia memperlihatkan air matanya didepan orang lain, bahkan pada ibunya sendiri. Akan tetapi hari ini,semua rasa kesepian, kesakitan, ketakutan yang selama ini ia sembunyikan keluar dihadapan Taemin, Songji melepaskan pelukannya dan meraih kotak tissue dimeja kemudian ia mengusapkan kehidungnya yang sudah memerah. Taemin menatapnya.

“Wae???” Dengan suara yang masih bindeng Songji membuang tissue bekas yang berisi cairan dihidungnya itu kelantai, Taemin melirik tissue itu dengan tatapan agak jijik

“ah…. Tidak mungkin juga aku mengelap ini dibajumu” Songji menunjuk hidunngya kemudian kebaju Taemin, dan Taemin hanya nyengir.

“Mian, bajumu basah” Taemin melihat baju bagian pundak agak basah karena air mata Songji.

“tidak apa-apa ini Bukan apa-apa” Taemin masih memperhatikan Songji yang masih membuang cairan dihidungnya ketissue. Kemudian ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia berfikir begitu cepatnya Songji kembali kesipat cueknya. Setidaknya dengan suasana seperti tadi, songji akan tertidur di pelukannya untuk beberapa saat , seperti difilm romance yang tanpa sadar taemin lihat ketika Jonghyun menonton.

“Aku akan berganti pakaian, apa benar kau akan menginap disini? aku sudah baik-baik saja kok?” Songji berdiri kemudian menuju kamarnya. Taemin tidak menjawab ia malah menenggelamkan tubuhnyan kesofa dan mengacak-ngacak rambutnya, untuk kesekian kalinya Songji membuatnya bingung. Tidak lama ponsel Taemin berbunyi, iapun mengambil disaku celananya, ia lihat ada sebuah pesan masuk. Iapun membaca pesan tersebut yang ternyata Jinki pengirimnya. Kenapa jam segini belum pulang Taemin menekan ponselnya untuk membalas pesan jinki aku tidak pulang malam ini, Songji sedang tidak enak badan setelah mengirim pesannya Taemin meletakan ponselnya disampingnya.

“Kau berbohong??” Taemin kaget Songji sudah ada dibelakangnya,yang sudah berganti pakaian menggunakan kaos panjang dan celana tidur panjang juga, ia melihat keponselnya kemudian keSongji lagi, dan akhirnya membuat V sign dengan tanganya. Songji hanya memutar bola matanya kemudian masuk kembali kekamar. Taemin langsung berdiri dan mengikuti Songji.

“Jangan marah” Rajuk taemin. Songji melihat kedalam lemari kemudian ia berbalik dan memberikan kaos berwarna hitam. Taemin melebarkan kaos itu, kemudian ia melihat Songji yang tersenyum padanya

“Aku tidak marah, tapi kalau kau berbohong lagi pada mereka hanya karenaku, aku akan benar-benar marah” Seperti seorang kakak yang menasehati adiknya, Taemin mengangguk patuh, Songji berjalan melewati Taemin.

**

Ponsel Taemin berbunyi dan ia menggapai ponsel yang ada dimeja samping sofa yang ia tiduri, Taemin memang tidur disofa dan songji dikamarnya, dengan mata yang menyipit ia melihat nama penelpon, setelah membaca dengan benar ia menekan tombol untuk mengangkatnya.

“Yoboseo…… ada apa hyung..?” Dengan suara serak khas bangun tidur, Taemin mengangkat telpon, setelah mendengar jawaban dari lawan bicaranya posisi Taemin langsung berubah yang tadinya masih terbaring menjadi duduk dengan tegap, ia melihat kearah pintu.

“Kenapa datang??” Jawab Taemin dengan keras, suara pintu kamar terbuka, Taemin menoleh. Songji menatap taemin penuh tanda Tanya, karena pagi-pagi Taemin sudah berteriak-riak, dan ketika itu pula suara bel berbunyi. Taemin langsung mematikan ponselnya dengan kesal, Songji berjalan menuju pintu untuk membuka pintu, tapi taemin langsung menarik songji. Sehingga songji yang tenaga belum pulih sepenuhnya oleng dan refleks Taemin menahan dari belakang, yang akhirnya Songji menindih Taemin, Songji yang merasa baik –baik saja karena diselamatkan oleh tubuh Taemin  langsung melihat kebelakang, dan Taemin sedang meringis kesakitan, Songji langsung bangkit dan membantu Taemin untuk duduk.

“Mian… kepalamu pasti sakit” Songji mengusap-ngusap kepala bagian belakang Taemin, tanpa Songji sadari wajahnya dengan taemin sangat dekat hanya beberapa senti saja. “cup…” Taemin mencium pipi Songji sekilas, Songji langsung menghentikan kegiatannya, sekarang Songji memegang pipi yang dicium singkat oleh Taemin. Dan wajahnya menjadi memerah.

“Biar aku yang membukakan pintunya, itu Kibum hyung dan Jonghyun hyung” Taemin langsung bangkit kemudian membuka pintu, sedangkan Songji berjalan pelan kesofa dengan perasaannya yang campur aduk, karena baru kali ini ia mendapatkan ciuman dipipinya. Namun tidak butuh waktu lama, Songji kembali kealam nyatanya, karena suara gaduh yang terdengar didepan pintunya.

“Songji sudah sehat, jadi lebih baik kita pulang ne….” Taemin masuk untuk mengambil jasnya dan ponsel. Tapi ke2 hyung itu tetap mengikuti Taemin kedalam.

“Anyeong… oppa” Songji menyapa Kibum dan Jonghyun

“See…?? dia sudah baik jadi kita pulang saja, biarkan dia beristirahat, kalau kalian disini hanya akan mengganggunya” Taemin menatap kedua hyungnya itu dengan memohon

“Ye… baiklah, lagipula aku sudah lega kalau dia baik baik saja” Jonghyun menepuk bahu Taemin. Tapi mata Kibum sibuk menelusuri area ruangan itu dengan mata kucingnya.

“Ne… ayo kita pulang, Han Songji,  flatmu sangat rapi aku suka, lain kali aku akan berkunjung lagi ox..” Kibum tersenyum pada Songji, dan Songji mengiyakan.

Akhirnya merekapun pulang, Taemin berjalan paling belakang, Songji mengantar mereka sampai pintu flatnya, dan sebelum Taemin pergi, Taemin menyempatkan diri untuk memberikan wink pada Songji, dan Songji membalas dengan memberikan winknya dan senyuman yang sangat manis sambil melambai, Taemin tidak menyangka reaksi Songji akan seperti itu, sepanjang perjalanan ia terus saja tersenyum. Kibum yang ada disampingnya melihatnya dengan tatapan mengerti, ia tahu Taemin sekarang benar-benar sedang jatuh cinta.

“Oia, Taemin-.. Jaejong sudah ditangkap, tadi malam appanya Jonghyun langsung mencarinya, ia memang sudah lama menjadi incaran polisi” Ujar Kibum, Taemin yang mendengarnya langsung bernapas dengan lega, memang tadi malam setelah Jinki menghubunginya, ia menghubungi jinki kembali dan menceritakan kejadian sebenarnya ketika Songji sudah tertidur. Dan tanpa dipinta, Jinki langsung meminta Jonghyun untuk menghubungi appanya yang bekerja sebagai Polisi.

——^^——-

Songji sedang berjalan-jalan dimyeongdong bersama teman-temannya. Teman-temannya sibuk berbelanja dan melihat segala perhiasan-perhiasan, Songji hanya memperhatikan mereka dan sesekali memberikan pendapatnya akan barang yang mereka beli, ketika menunggu temannya memilih accesoris, mata Songji menangkap sebuah gelang yang membuatnya tertarik, ia melihat gelang itu sangat sederhana, setelah menimbang-nimbangnya, iapun memutuskan untuk membelinya. Songji tersenyum melihat gelang itu kemudian memasukannya kedalam tas. Kemudian ditempat lain Taemin dan Minho sedang sibuk memilih cincin disebuah toko perhiasan. Setelah melihat beberapa cincin akhirnya ia tertarik pada sebuah cincin yang berada diujung etalase. Iapun menunjuk cincin itu dan meminta penjaga toko itu untuk mengambilnya.

“Hyung bagaimana dengan ini?” Taemin menghampiri Minho yang sedang melihat-lihat gelang.

“Aku mau ambil yang ini saja, bagaimana menurutmu” Minho melihat cincin putih bermata satu disertai ukiran yang unik disekelilingnya, sederhana tapi terlihat elegan. Minho mengangguk tanda setuju, Taeminpun langsung membayarnya dan meminta penjaga itu memberikan kotak yang bagus untuk cincin couplenya. Ketika ia keluar dari toko itu, ia mengambil ponsel disaku jaketnya dan menekan tombol panggilan. Setelah menunggu beberapa detik telponnya tersambung.

“Besok jam 4 sore aku tunggu dichoco café” tanpa menunggu jawaban Taemin langsung menutup ponselnya,

Waktu menunjukan pukul 3 sore tapi Songji masih belum siap, ia menghela napas kemudian melihat tanggal yang ada dimejanya, ini adalah keputusannya, semoga saja keputusanku tidak salah. Iapun mengambil pakaian didalam lemari untuk  bersiap-siap.

**

Taemin yang sudah meminum sebotol banana milk masih saja terlihat gugup, ia memandang kursi yang ada didepannya. 3 bulan yang lalu, ditempat ini ia mengungkapkan perasaannya, dan sekarang ia akan melakukannya lagi. Ia bertanya-tanya apakah sekarang ia akan diperlakukan berbeda oleh songji atau tidak? ia mengambil kotak cincin yang dihandbag kecilnya, ia memainkan tutup kotak itu, kadang dibuka kadang ditutup, karena Ia bosan menunggu iapun mengambil cincin itu dan mencobanya dijari telunjuknya dan pas. Kotaknya terus ia biarkan terbuka sampai ia sadar kotak itu diambil seseorang , ketika ia mendongak sudah ada songji yang sedang memperhatikan cincin itu, songji duduk dan meletakan kotak itu dimeja, kemudian cincinya ia masih pegang sambil diperhatikan, Taemin merasa suprisenya akan gagal, dengan lemasnya ia menunduk.

“Cincin itu untukmu, coba apakah cocok untukmu?” Taemin menunjuk cincin itu

“Ini cincin couple” Songji menunjuk cincin yang sudah ada dijari telunjuk Taemin, Taemin hanya mengangguk lemah, padahal dari apartement ia sudah membayangkan, ia akan memakaikan cincin itu pada songji dengan kata-kata romantic yang sudah Jonghyun buat, bahkan Taemin sudah menulis langkah-langkah apa saja yang akan ia lakukan untuk membuat Songji terpana.

“Aku tidak mau,” Songji memasukan cincinya kedalam kotak, Taemin langsung menegang apakah ia ditolak lagi

“Aku tidak mau memakai sendiri, walaupun aku tidak romantic dan kau juga tentunya, setidaknya kau harus pakaikan cincin itu padaku sambil mengucapkan kata-kata romantic” Taemin membulatkan matanya

“Kau tahu dari siapa kalau aku ingin melakukan itu padamu”

“Aku tidak bilang kalau aku tahu, aku mengatakan itu karena ketika aku mendengar cerita teman-temanku hal itu akan terjadi” Taemin menutup mulutnya, karena secara tidak langsung ia sudah mempermalukan dirinya sendiri dihadapan Songji.

“Lee Taemin… ulurkan tanganmu” Taemin yang masih membenahkan rasa malunya menuruti perintah Songji, ia mengulurkan tangan kanannya, Songji mencari-cari sesuatu didalam tasnya.

“Semoga kau suka, aku hanya bisa memberikan ini sebagai symbol rasa terima kasihku, karena selama ini kau sudah berusaha untuk memahami dan mengerti akan sifatku” Songji memakaikan gelang pada pergelangan tangan Taemin. Hati Taemin terenyuh dengan perlakuan Songji, Taemin tidak menyangka kalau songji akan mengatakan dan memeberikan hal semacam ini, menurut Taemin kata-kata yang diucapkan songji sangatlah terdengar tulus dan romantic

“Han Songji..” Taemin menarik tangan Songji yang ada diatas  meja dan mengenggamnya.

“Sudah kesekian kalinya kau mengambil adeganku, harusnya aku yang melakukan hal romantic” songji memiringkan kepalanya tidak mengerti

“Sudahlah sini jarimu, aku tidak mau kalah darimu” Taeminpun memakaikan cincin dijari manis Songji, tapi sepertinya Taemin tidak berhasil berlaku romantic lagi, cincin yang ia beli untuk Songji ternyata kebesaran kalau dipakai dijari manis Songji, dengan hati yang berat, Taemin membukanya lagi dan memakaikan dijari telunjuk Songji. Songji melihat raut wajah Taemin yang sedang kecewa pada dirinya sendiri itu berusaha menahan tawa.

“Hal romantic tidak harus mengatakan kata-kata manis atau melakukan hal yang manis, tapi hal romantic bagiku adalah cukup kau selalu ada untukku dan membuatku tertawa ketika aku sedih, dan membuatku bahagia dengan ketulusanmu. Dan kau tau, akhir-akhir ini kau sudah sering membuat jantungku berdetak berkalikali lipat dan membuat wajahku memerah karena kau sudah melakukan hal itu.” Taemin menatap mata Songji yang tulus itu, iapun tersenyum begitupun Songji.

“Jadi, apakah sekarang kita resmi pacaran??” Taemin bertanya dengan antusias, sedangkan Songji hanya mengangguk santai dengan kaki kanan bertumpu kekaki kirinya. Saat itupun hati Taemin bersorak gembira, dan berkali-kali ia menahan suaranya agar tidak berteriak, akhirnya Taeminpun sekarang sudah diperlakukan berbeda dengan yang lain oleh Songji, sekarang Songji lebih perhatian dan lembut padanya walaupun terkadang sifat cueknya tetap melekat, tapi itulah yang membuat Taemin semakin menyukai Songji, walaupun terkadang sifatnya tidak bisa ditebak, Songji adalah orang yang sangat tulus dan jujur.

Suasana dijalanan berwarna pink semua karena hari ini adalah hari kasih sayang atau hari valentine, Taemin dan Songji sedang berjalan-jalan, Songji dan Taemin sekarang sudah saling mengenggam tangan mereka masing-masing dan terkadang Songji menaruh kepalanya dipundak Taemin. Ketika mereka berjalan, Taemin melihat toko bunga, Taeminpun meminta Songji untuk menunggunya diluar. Tidak butuh lama, Taeminpun keluar dengan membawa sebuket bunga berwarna putih, kemudian ia memberikan bunga itu pada Songji sambil tersenyum tulus, Songji yang menerimanya pun membalas senyuman Taemin dengan senyuman hangat,  kemudian Songji mendekati Taemin dan menjijit sedikit, karena Taemin memang lebih tinggi darinya, “cup” Songji mencium pipi Taemin sekilas didepan toko bunga tersebut, pemilik toko bunga yang melihat adegan tersebut ikut tersenyum bahagia.

“Love U forever” Songji mengeja kata-kata itu dihadapan Taemin

“Nado, SARANHAE HAN SONGJI” Taemin langsung memeluk Songji, kemudian mencium kening Songji. Merekapun berjalan kembali menyusuri jalanan yang bernuansa pink itu dengan saling makin menggenggam erat tangan mereka, dan sesekali Songji mencium bunga yang diberikan Taemin sambil menoleh keTaemin.

End——

Othe?? Apakah cerita ini standar, pastinya iya, hahaha… jadi tolong sekali lagi komentnya yah.. agar aku bisa menyuguhkan FF ku yang lain dengan kualitas tidak standar lagi.. kekekek….. BOW.. jeongmal gomawoyo sudah membaca karya abal ini.. Anyeong… See U all, have a nice day..

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

4 thoughts on “Hello Girl [2.2]

  1. Keren thor ._. Itu ceritanya hampir mirip sama kisah cinta aku T^T btw ff nya keren bngt! Aku suka! Keep writing ya thor ^^ fighting! ‘-‘)9

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s