Behind Their Glasses – Part 6B (End)

[Sequel] Behind Their Galsses…Part 6B [End]

 

Author :

Minnie_14

Main Cast :

  • Choi Soo ri (OC)
  • Lee Taemin

Support Cast :

  • Other Member SHINee

Lenght : Sequel 6B of 6 [End]

Genre : Friendship, Romance, Family.

Rating : General

Summary : Dikala kebenaran harus terhalang kedok yang sungguh mengagumkan, menyembunyikan segala macam dusta dan derita yang sungguh menyakitkan.

A/N : FF ini udah aku post di blog author jadi kalau mau lihat lebih banyak lagi kunjungin aja blog author taeminnie14.wordpress.com mianhae kalau masih banyak typo…^_^

—Behing Their Glasses—

Author POV

2 Week Later….

Sesosok namja kurus namun tampan kini tengah mematut dirinya di depan cermin lengkap dengan seragam sekolah yang pas melekat di tubuhnya. Ini adalah hari ketiga semenjak Taemin keluar dari rumah sakit, ia bersikukuh ingin pergi ke sekolah meskipun Abeoji serta Hyung-nya dengan keras melarangnya karena kondisinya yang memang masih butuh istirahat panjang sesuai perintah dokter. Namun bukan Taemin namanya jika ia harus menuruti perkataan dokter yang menurutnya sangat berlebihan itu. Meskipun ia sudah mulai bertingkah menjadi anak yang bisa dibanggakan namun tetap saja sifat keras kepalanya tak berubah.

Taemin POV

Kutatap pantulan tubuhku didepan cermin, tampan, gagah dan tampak menawan sama seperti Abeoji. Ya, sekarang aku bisa menyebut beliau Abeoji. Sosok yang selama 10 tahun belakangan ini adalah sosok yang paling aku benci dan tak tahu betapa sakitnya aku serta Onew-hyung ternyata justru mengalami hal yang beribu kali lebih menyakitkan dibandingkan kami. Kutatap wajahku yang sudah mulai kembali seperti semula, setelah hampir 2 bulan aku tak sadarkan diri dan kemarin kulihat wajahku yang errrr… aku bahkan sulit untuk mengatakannya, bisa dibilang layaknya mayat hidup. Pucat, kurus dan mmm sungguh sangat menyedihkan. Setelah yakin semua persiapanku selesai, kulangkahkan kakiku menuju ruang makan menemui Hyung serta Abeoji yang sudah hampir 2 minggu ini setiap paginya kami selalu sarapan bersama untuk menebus waktu 10 tahun ini yang kami habiskan hanya untuk saling membenci. Baru beberapa langkah aku menjauhi mejaku, aku merasakan melupakan sesuatu. Segera kubalikkan langkahku menuju mejaku dan megambil kacamata yang hampir setiap hari selalu menemaniku di sekolah.

“Hampir saja aku melupakanmu,” kataku sembari menyematkan kacamata besar itu di hidung mancungku. Kutatap lagi pantulan diriku di depan cermin. “Perfect, kau memang namja tampan, Lee Taemin,” gumamku bangga melihat pantulan diriku di cermin yang kini tengah berdiri tegap dengan wajah serta tubuh yang bisa dibilang cukup proporsional, tapi ini menurutku sih -_-, meskipun hyungdeul-ku sering menyebutku kurus namun menurutku tubuhku cukup ideal. (Dasar Tetem narsis, pasti ketularan Key..-_-“)

Aku berjalan menuruti tangga dari kamarku yang memang terletak dilantai 2 tepat disamping kamar Onew-hyung. Aku berjalan dengan santai karena memang aku bangun sangat pagi karena saking semangatnya masuk sekolah, jam tangan yang kini melingkar di lengan kiriku baru menunjukkan pukul 06.00 pagi, rekor terpagi yang pernah kubuat karena biasanya jam segini aku masih nyaman di alam mimpiku. Saat menuruni tangga dapat kulihat Abeoji dan Onew-hyung sudah duduk tenang di meja makan sembari menikmati sarapan mereka. Segera kupercepat langkahku mendekat ke meja makan dan menyapa dua orang anggota keluargaku itu.

“Pagi Abeoji, Onew-hyung…” sapaku.

“Pagi Minnie, sepertinya kau memang sudah pulih,” sahut Abeoji.

“Tumben kau sudah bangun, sepertinya hari ini akan ada hujan badai,”   sahut Onew-hyung sembari menikmati roti panggangnya.

Aku hanya kesal mendengar ejekan Onew-hyung tanpa berniat membalasnya, ya… hanya sekedar menatapnya tajam tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Kemudian dengan cepat aku menarik kursi yang berhadapan dengan Onew-hyung tepat disamping kanan Abeoji. Baru saja aku mendudukkan tulang ekorku, Abeoji sudah mengajakku bicara.

“Minnie, kami baru saja membicarakan hal yang mungkin saja kau sukai,” kata Abeoji gantung.

“Apa itu, Abeoji?” tanyaku meminta penjelasan.

“Kami sedang membicarakan yeoja yang cocok denganmu,” sahut Onew-hyung dengan mulut penuh roti.

MWO??!!! Apa maksudnya ak– ah, jangan bilang kalian ingin menjodohkanku. Kalau iya, sampai kapanpun aku tak setuju dan tak akan menerima perjodohan itu!” tolakku tegas.

“Benarkah? Apa kau tak menyesal?” goda Onew-hyung.

“Tentu! Untuk apa aku menyesal?” ucapku yakin. ”Lagi pula aku sudah punya yeoja pilihanku sendiri,” tambahku lirih hampir seperti bisikan.

“Wah… sayang sekali padahal yeoja itu sangat manis dan pengertian,” sahut Onew-hyung.

“Aku tak perduli!” kataku sembari mengambil helaian roti panggang yang sedari tadi sudah menggodaku.

“Apa benar kau tak peduli Minnie? Padahal abeoji akan menjodohkanmu dengan yeoja yang sangat mencintaimu,” rayu Abeoji.

“Apa peduliku? Kalau aku tak menyukainya sama saja,” kataku sembari terus mengoleskan selai coklat ke atas helaian rotiku.

“Kalau yeoja itu Soo Ri bagaimana? Apa kau masih mau menolaknya?” sahut Onew-hyung yang berhasil menghentikan kegiatanku yang hendak melahap roti panggangku. “Apa aku tak salah dengar tadi kalau Onew-hyung menyebutkan nama Soo ri, apa benar dia yeoja yang akan Abeoji jodohkan denganku?” pikirku dalam diam.

Ya!! Minnie, kenapa kau diam saja? Apa benar kau mau menolaknya?” tanya Onew-hyung lagi. Aku pun hanya diam.

“Kalau kau diam berarti kau setuju untu dijodohkan,” kata Abeoji yang berhasil membuat wajahku memerah, memikirkan bagaimana wajah Soo Ri saja sudah membuat wajahku memanas.

Ya, Minnie!! Kenapa wajahmu memerah? Ah… kau pasti malu tadi sudah bersikeras menolak sekarang malah menerimanya. Hahahaha, kau lucu sekali Minnie! Hahahahaha,” ejek Onew-hyung.

Hyung!!!” teriakku.

“Sudahlah Jinki, jangan menggoda dongsaeng-mu lagi. Apa kau tak lihat wajahnya sudah semerah tomat?” kata Abeoji sembari menahan tawa.

“Hah.. Abeoji sama saja!” kesalku.” Terserah, aku mau berangkat dulu,” kataku sembari berdiri dari kursiku.

Ya, Minnie! Mau kemana kau? Mobilmu kan masih diperbaiki, apa kau mau berjalan kaki?” teriak Onew-hyung saat aku sudah melangkah meninggalkan meja makan.

Aku pun berbalik dan berdiri menghadap Onew-hyung yang masih menikmati sarapannya.

“Siapa bilang aku berjalan kaki, aku berangkat dengan ini,” kataku sembari menunjukkan kunci mobil dengan gantungan kunci batu berwarna pearl aqua green yang memang merupakan kunci mobil Onew-hyung.”  Annyeong, Hyung! Aku berangkat duluan ya!” kataku sembari berbalik dan menahan tawa mengingat ekspresi Onew-hyung yang terdiam dengan mulut penuh roti.

YA, MINNIE! ITU KUNCI MOBILKU CEPAT KEMBALIKAN!” kudengar teriakan Onew-hyung sesaat aku malangkah mendekati pintu utama diiringi derap kaki yang terburu.

“MINNIE, SUDAH KUBILANG TUNGGU! ABEOJI KAMI BERANGKAT!” terdengar lagi teriakan Onew-hyung yang kini berpamitan pada Abeoji dan menyusulku ke garasi. Aku hanya tersenyum geli melihat tingkah konyol Hyung-ku satu ini yang sudah hampir 10 tahun terakhir tak pernah aku lihat akibat kesalahpahaman dulu. Kesalahpahaman yang berhasil meghancurkan keluarga kami, kesalahpahaman yang disebabkan oleh satu orang yeoja tak tahu diri. Yeoja yang berhasil menjerat Abeoji dengan berbagai cara, yeoja yang telah membunuh Eomma, dan yeoja yang telah merubah dua namja kecil yang manis menjadi liar dan dingin untuk membenci Abeoji-nya. Yeoja sialan bermarga Jung, aku bersumpah sampai ujung dunia pun akan kukejar kau dan membalas semua sakit yang telah diterima oleh Abeoji serta Onew-hyung. Terutama rasa sakit yang diterima oleh Eomma-ku.

@ Seoul Internatonal Hight School Yard

Author POV

Empat buah mobil sport nan mewah memasuki area pekarangan SIHS dan terparkir teratur di tepi gedung utama sekolah. Dari dalam mobil tersebut keluarlah kumpulan namja yang bisa dibilang tampan, bahkan sangat tampan. Siapa lagi kalau bukan Onew serta keempat dongsaeng-nya?

Mereka keluar dengan gagahnya diiringi teriakan histeris dari para yeoja yang memang selalu terobsesi dan ingin dekat dengan kelima namja pujaan SIHS itu, ditambah lagi namja berambut merah yang merupakan namja termuda sekaligus dongsaeng kandung Onew, yakni Taemin yang sudah hampir dua bulan lebih tak muncul di sekolah kini tengah berdiri tegap di samping Hyung-nya. Taemin hanya berdiri memandang sekolahnya yang sudah lama tak ia lihat dan ternyata keadaannya masih sama.

“Kalian selalu saja membuat sekolah ini gempar tiap kali kalian muncul,” kata sesosok yeoja yang berjalan menghampiri kelima namja tampan itu.

“Ahhh… Mianhae, kami tak bermaksud seperti itu, he… he…” jawab Onew cengengesan menunjukkan smile-nya yang berhasil membuat yeoja di sekitarnya semakin histeris.

“Sudahlah, kalian emang seperti itu, oh.. Taemin-ah annyeong kau sudah sembuh rupanya,” kata Soo Ri sesaat melihat Taemin berdiri di samping Onew.

N–ne.. apa kau tak lihat?” jawab Taemin gugup namun ia tutupi dengan perkataan ketusnya, namun mengingat kembali perkataan Abeoji-nya serta Onew membuat wajahnya tiba-tiba memanas.

Ishh… kau ketus sekali! Ahh.. Taemin-ah, ada apa dengan wajahmu apa kau sakit?” tanya Soo Ri khawatir sesaat melihat wajah Taemin yang kembali memerah serta dengan sigap meletakkan punggung tangannya di kening Taemin untuk mengecek apakah Taemin benar-benar sakit. Taemin yang sedari tadi gugup hanya bisa berdiri mematung mendapat perlakuan seperti itu dari Soo Ri, hingga ia melirik ke arah Onew yang kini berdiri di hadapannya di belakang Soo Ri tengah menyeringai, ia akhirnya sadar dan bergegas melepaskan tangan Soo Ri dari dahinya.

“Ah.. a–ani kau cerewet sekali, a–aku baik-baik saja. Aku hanya sedikit kedinginan, mungkin karena cuaca. Oh iya, aku harus cepat ke kelasku,” kata Taemin sembari berlari menjauhi Soo Ri serta Hyung-nya. Soo Ri hanya diam bingung melihat tingkah Taemin.

“Ini kan musim panas, bagaimana mungkin ia kedinginan?” kata Soo Ri bingung sembari melangkah mengikuti Taemin.

Di sisi lain Jonghyun, Key serta Minho hanya memandang aneh ke arah dua dongsaeng mereka, sementara Onew hanya cekikikan menahan tawanya.

Hyung, ada apa dengan bocah itu? Tingkahnya aneh sekali, apalagi saat melihat Soo Ri tadi,” tanya Jonghyun penasaran.

“Mungkin ia malu dan gugup mengingat percakapan tadi pagi dengan Abeoji saat sarapan,”  kata Onew.

“Percakapan apa, Hyung?” tanya Jonghyun lagi

“Hanya masalah perjodohan,” kata Onew.

“Kalau masalah perjodohan ia tak akan segugup itu, apalagi di depan Soo Ri. Kecuali yeoja yang akan dijodohkan dengannya…” sahut Key.

“Ne, ia akan dijodohkan dengan Soo Ri,” jawab Onew santai sembari melangkah meninggalkan area parkir.

MWOOO??!!!” teriak Jonghyun kaget sementara Key dan Minho hanya menutup telinga mereka, karena memang sudah mengira bahwa yeoja yang akan dijodohkan dengan Taemin adalah Soo Ri.

“Berisik…” desis Minho.

“Hehe.. mian aku benar-benar terkejut,” kata Jonghyun meminta maaf.

@ SIHS Student Council Room

Onew kini tengah duduk di bangkunya dengan tangan terpaut di depan dagunya di atas meja. Di seberang mejanya, tepatnya di sofa, Jonghyun, Key, Minho dan Taemin yang sedang duduk kini terdiam menunggu sesuatu.

KRINGGGG…

Di tengah kesunyian itu, tiba-tiba ponsel Jonghyun berbunyi, ia segera mengangkat panggilan itu dan mendengarkan laporan dari sosok di seberang telepon. Setelah beberapa saat mendengarkan penuturan dari orang kepercayaannya, Jonghyun kembali duduk di kursinya dan menatap keempat member lainnya. Terutama kini pandangannya tertuju pada leader mereka, Onew.

“Hyung.. mengenai dugaanmu yang mencurigai bahwa Junho terlibat dalam kasus keluargamu dan yeoja sialan itu, ternyata memang benar. Junho adalah anak dari yeoja yang telah merusak keluarga Lee,”  papar Jonghyun. Langsung saja perkataan Jonghyun membuat emosi Onew serta Taemin yang berhasil teredam kembali memuncak ditambah dengan namja yang selama ini menjadi musuh mereka ternyata terlibat dengan peristiwa hancurnya keluarga mereka.

BRAKKKK….

Onew meluapkan emosinya dengan menggebrak mejanya serta melepas kacamata yang sedari tadi bertengger di wajah tampannya dengan kasar.

“Dasar namja tak tahu diri! ternyata Eomma dan anak sama-sama tak punya hati! Kalian cepat siapkan race untuk nanti malam! Kita akan berburu lagi untuk yang terakhir kalinya!” perintah Onew dengan emosi yang membuncah, sementara Taemin hanya diam mencengkeram kacamatanya hingga hancur dan melukai telapak tangannya hingga darah segar mengalir dari luka itu.

“Junho br******k, akan kubunuh kau!” desis Taemin.

@ Han River Death Race

Onew beserta dongsaeng-nya kini tengah menunggu dengan mobil mereka masing-masing, beruntung mobil Taemin sudah selesai diperbaiki akibat kecelakaan yang ia terima terakhir kali di gudang tua itu, anak buah Junho sengaja menghancurkan mobil Taemin saat Taemin disekap untuk berjaga-jaga agar ia tak kabur. Onew dengan angkuhnya memutar-mutar pisau lipat milik Junho yang berhasil melukai Taemin dulu dan menyebabkan ia koma, sembari mengunyah permen karet di mulutnya. Di sisi lain para dongsaeng-nya tengah bersiap-siap untuk menghadapi anak buah Junho yang biasanya tak sedikit, tampak Jonghyun dan Minho yang kini tengah melilitkan perban di kedua tangan mereka. Sementara Taemin dan Key hanya saling bercanda melihat apa yang Key tunjukkan di ponselnya. Mereka tak merasa resah sama sekali, selama di samping mereka ada Minho dan Jonghyun tak akan ada yang bisa menyentuh mereka. Di samping itu, mereka juga cukup ahli bela diri meskipun tak sebanding jika dibandingkan dengan Jonghyun atau Minho yang memang pemegang medali kejuaraan Judo dan Aikido.

Setelah kurang lebih menunggu selama 15 menit, dari arah depan mereka muncul beberapa sorot lampu yang sudah bisa dipastikan mereka adalah Junho serta anak buahnya. Sesuai perkiraan, Junho memang selalu membawa anak buahnya dalam jumlah besar. Entah ada berapa mobil yang kini mengikutinya, mungkin adalah sekitar sepuluh mobil.

“Dasar pengecut rendahan,” desis Taemin dengan seringaian khas miliknya.

Sesaat Junho sampai di hadapan Onew serta dongsaeng-nya, ia sudah mendapatkan tatapan tajam dari mereka. Dengan wajah meremehkan Junho turun dari mobilnya dan menghampiri Onew dengan jarak kira-kira dua meter dan diikuti oleh anak buahnya.

“Ada urusan apa kau memanggilku? Apa kau belum puas dengan hukuman yang aku berikan dulu?” seringai Junho diiringi tawa dari anak buahnya.

“Ohh… senang sekali kau mau memenuhi undangan kami meskipun ini adalah undangan kemaian untukmu,” sahut Onew dengan wajah yang semula tersenyum berubah menjadi dingin dan meremehkan disertai smirk yang cukup  evil.

“Apa tujuanmu sebenarnya? Aku tahu race ini hanya basa-basimu saja untuk menarikku keluar. Benar ‘kan?” tebak Junho yang ditanggapi tawa oleh kelima namja di hadapannya.

“Heh, ternyata kau cukup pintar juga,” kata Jonghyun meremehkan.

“Cepat katakan apa tujuan kalian sebenarnya!” kata Junho kesal karena merasa diremehkan dan terus diputar-putar dengan percakapan.

Entah bagaimana caranya hingga kehadiran Onew tak disadari oleh Junho yang tiba-tiba berdiri di hadapannya dan kini tengah mengarahkan pisau lipat ke arah dagu Junho.

“Apa kau ingat ini?” tanya Onew dengan smirk andalannya. Anak buah Junho yang melihat boss mereka dalam kondisi mendesak segera bergerak ingin menyelamatkan.

“Kalau kalian masih ingin hidup panjang, diam di tempat dan jangan bergerak atau pisau ini akan kutusukkan tepat di jantungnya!” ancam Onew dan dengan cepat anak buah Junho menghentikan langkah mereka saat melihat Junho mengangkat tangannya meminta mereka menahan serangan. Ditambah lagi kini Jonghyun dan Minho yang berdiri menghadang mereka, sepertinya nyali mereka semakin ciut saat melihat kehebatan duo itu ketika menyelamatkan Taemin dan Soo Ri dulu.

“K–kau, mau apa kau sebenarnya?” tanya Junho gugup, takut pisau yang Onew pegang menggores lehernya.

“Apa kau tuli? Aku bertanya apa kau ingat pisau ini?!” tanya Onew lagi, kini dengan nada penuh ancaman.

“Tentu saja! Itu milikku yang dulu kugunakan untuk menusuk dongsaeng-mu,” kata Junho.

“Ternyata ingatanmu kuat juga, ya. Berkat kau dan pisau ini dongsaeng-ku harus terbaring koma selama dua minggu dan hampir kehilangan nyawanya. Apa kau tahu itu?” kata Onew sembari mengarahkan pisau lipat itu mengintari wajah Junho yang kini tengah berdiri mematung.

“Lalu apa yang kau inginkan? Apa kau ingin balas dendam? Bukankah dongsaeng-mu sudah sadar dan kini ia tengah berdiri di belakangmu?” kata Junho sembari melirik Taemin yang kini tengah berdiri dan menatapnya balik.

“Ya, beruntung sekali dia masih punya kesempatan untuk hidup dan sepertinya Tuhan masih cukup menyayanginya tapi aku tak tahu apakah akan terjadi keajaiban yang sama apabila orang yang berada di posisinya saat itu adalah kau,” kata Onew dengan sedikit menekankan ujung pisaunya pada pipi Junho dan membuat si empunya meringis merasakan perih.

“Apa maksudmu sebenarnya?” tanya Junho.

“Dengarkan aku baik-baik karena aku tak akan mengulangi perkataanku. Apa kau mengenal yeoja yang dulu telah menghancurkan keluargaku? Oh salah, apa kau mengenal yeoja bernama Jung Jessica?” tanya Onew dengan pisau masih mengarah ke arah leher Junho.

Seketika tubuh Junho menegang sesaat Onew menyebutkan nama yeoja yang telah menghancurkan keluarganya.

“Kenapa kau diam? Apa kau tak kenal dengan yeoja itu? Oh… atau kah mungkin kau lupa dengan Eomma-mu sendiri, hah? Jung Junho?” cerca Onew dan kini mendapatkan tatapan tajam dari Junho.

“Heh, apa maksudmu, hah? Aku tak mengerti. Asal kau tahu aku tak pernah mengenal yeoja bernama Jessica atau siapa pun itu. Asal kalian tahu Eomma-ku bernama Jia bukan Jessica seperti yang kau ucapkan tadi.” jawab Junho menyembunyikan rasa gugupnya namun Onew bisa membaca hal itu. Onew kemudian melontarkan tinjunya tepat ke pipi Junho.

“Apa kau pikir aku bodoh? Aku sudah menyelidiki semuanya dan aku tak penah salah. Kau adalah putra tunggal dari Jung Jessica dengan namja dari keluarga terpandang di Jepang. Asal kau tahu, karena ulah Eomma-mu aku kehilangan keluargaku! Karena Eomma-mu, aku harus membenci Abeoji yang tak pernah bersalah pada kami dan karena Eomma-mu juga kami harus kehilangan sosok Eomma kami. Apa kau tahu itu, hah?!” bentak Onew yang kini mencengkeram kerah Junho. Junho hanya memalingkan wajahnya ke samping.

“Heh, tahu apa kau soal keluargaku?” kata Junho lirih.

“Eh?” kata Onew terperanjat.

“Tahu apa kau soal keluargaku, hah? Kau bahkan tak tahu bagaimana perjuangan hidupku selama belasan tahun demi mendapat pengakuan darinya!” bentak Junho yang kini memandang lurus ke arah Onew.

“Apa maksudmu?” tanya Onew mulai mengendorkan cengkramannya pada kerah jaket Junho.

“Wanita itu, dia bahkan tak pernah menganggapku sebagai putranya. Hanya karena aku lahir bukan dengan pria yang ia cintai, ia membenciku. Selama belasan tahun aku berjuang melakukan hal yang bisa membanggakannya namun hasilnya nihil, tetap saja ia membenciku. Ia selalu saja membanding-bandingkan aku dengan kalian, apa kalian tahu bagaimana perasaanku? Aku hancur, Eomma yang telah melahirkanku bahkan lebih mencintai putra orang lain dibandingkan dengan putranya sendiri!” kata Junho.

“Apa maksudmu dengan membandingkan dirimu dan kami?” tanya Taemin yang kini berdiri dihadapan Junho tepat disebelah kanan Taemin.

Eomma selalu saja memuji-muji kalian saat kalian memperoleh hal yang unggul hingga sekarang dan hingga sesaat sebelum ia meninggal karena sakit. Dan hingga saat itu aku tak pernah mendengar ia bangga terhadapku.” papar Junho.

“Apakah itu sebab mengapa kau sangat membenci kami dan hampir menghilangkan nyawaku?” tanya Taemin menyimpulkan dan Junho hanya membuang muka.

Setelah mendengar perkataan Junho, Taemin mulai mengerti mengapa Junho sangat membencinya setelah selama ini ia bingung kenapa Junho begitu membencinya hanya karena kalah dalam pertandingan, dan ternyata inilah alasan yang sebenarnya. Taemin mengulurkan tangannya ke arah Junho dan hanya dipandangi oleh Junho.

“Aku tahu bagaimana perasaanmu. Kau yang berjuang sekuat tenaga memperoleh pengakuan dari Eomma-mu dan sementara kami yang sekuat tenaga melupakan kepedihan atas perginya Eomma kami. Kita sama-sama tahu bagaimana perasaan kesepian tanpa adanya sosok Eomma. Aku hanya tak ingin menambahkan penderitaan dan kepedihan di antara kita. Apa kau mau berusaha bersamaku?” tawar Taemin dengan seulas senyum yang mengembang. Junho hanya memandang uluran tangan Taemin kemudian mengacuhkannya, ia berdiri kemudian memperlihatkan smirk-nya.

“Jangan senang dulu, kalian masih berhutang race padaku dan aku akan menagihnya lain kali. Dan untukmu bocah, …mmm, terima kasih.” kata Junho sembari berbalik setelah berterima kasih pada Taemin dengan seulas senyum terkembang di wajahnya.

Ne.” jawab Taemin singkat dengan terus menatap punggung Junho yang menjauhinya, namun tiba-tiba Junho berhenti dan berbalik ke arahnya.

“Oh, aku lupa. Sampaikan salamku untuk yeojachingu-ku yang manis itu. Dan sampaikan permintaan maafku padanya. Ahh.. sampaikan pula padanya jika ia bosan terhadapmu ia bisa datang kepadaku kapan saja! Hahahahahaha,” kata Junho dengan tawa khasnya. Sontak saja perkataan itu membuat wajah Taemin memerah dan geram dibuatnya.

“Apa katamu? Apa kau mau bermusuhan lagi denganku?!” ancam Taemin yang justru ditanggapi tawa oleh Junho dan keempat Hyung-nya dan tak terkecuali anak buah Junho.

Mobil Junho akhirnya melesat pergi dan tampak Junho melambaikan tangannya.

“Apakah sudah berakhir sekarang?” tanya Taemin.

“Sepertinya…” kata Key menepuk bahu Taemin pelan.

“Ahh, aku lupa. Ini belum berakhir, ada hal penting yang belum kita laksanakan,” kata Jonghyun tiba-tiba.

“Apa maksudmu?” tanya Minho dan ditanggapi kedipan mata oleh Jonghyun.

“Ahh, arrasso. Apa yang kau maksud hal yang terlupa itu… perjodohan Taemin dengan Soo Ri?” tebak Onew dan ditanggapi Taemin dengan terkejut.

“Dari mana kalian tahu?” tanya Taemin pada Jonghyun.

“Tentu saja, apa yang tidak kami ketahui tentang dirimu, hah?” kata Jonghyun mengusap kepala Taemin.

Di lain sisi Onew tengah melangkah menuju mobilnya tanpa sepengetahuan Taemin serta ketiga dongsaeng-nya yang lain.

“ONEW HYUNGGGG…. MULUTMU EMBER SEKALIII!!!” teriak Taemin.

“Mian, Taemin, bagaimana kalau kita race ke rumah, kalau kau menang kau boleh minta apapun padaku,” kata Onew sembari memacu mobilnya meninggalkan sungai Han.

HYUNGGG, KAU CURANGG!!” teriak Taemin lagi dan ditanggapi tawa oleh semuanya.

@ Lee’s Family House

Taemin POV

Hari ini adalah hari paling membahagiakan bagiku, hari ini semua anggota keluargaku tengah berkumpul. Abeoji, Onew-hyung, Jonghyun-hyung, Key-hyung serta Minho-hyung tengah bersenda gurau di aula rumahku ini. Ya, hari ini adalah hari pertunanganku dengan yeoja yang sangat kucintai. Dia adalah yeoja yang sejak awal menerimaku apa adanya dan yang telah merubahku untuk lebih terbuka dan peduli terhadap  perasaan orang lain. Hari ini bahkan Junho-hyung hadir, semenjak insiden di sungai Han itu, kami menjadi akrab. Meskipun sesekali kami berseteru ringan hanya karena kalah dalam race. Baru aku sadari ternyata Junho-hyung sosok yang hangat dan peduli. Kami sadar kami hanyalah korban dari keegoisan orang tua kami dan tidak sepantasnya kami saling membenci karena hal itu. Berkat yeoja di sampingku inilah aku belajar hal itu. Sungguh malam ini ia tampak sangat cantik, dibalut dengan gaun putih gading senada dengan tuxedo yang aku pakai. Kami terlihat sangat serasi. Di samping yeoja-ku ini aku dapat melihat namja yang dulu sempat aku benci. Ya, dia adalah Minwo, sahabat dari yeoja-ku. Tapi aku sadar di mata dan hatinya hanya ada aku.

Taemin-ah, kenapa kau melamun?” tanya Soo Ri.

Ani, aku hanya sedang berpikir aku tak pernah membayangkan akan berada pada posisi seperti ini, di kelilingi oleh orang-orang yang sangat peduli dan sayang kepadaku. Dulu aku selalu berpikir bagaimana caranya balas dendam, namun setelah bertemu denganmu aku sadar bahwa di dunia ini masih ada hal yang penting dibandingkan dengan balas dendam, yakni membuat orang yang ada di sekeliling kita bahagia. Gomawo Soo Ri, kau adalah yeoja terbaik yang pernah kutemui, aku harap kau mau menerimaku yang sungguh tak berguna ini,” kataku.

“Kau bicara apa, chagi? Asal kau tahu. Saat pertama kali bertemu denganmu aku sudah jatuh cinta padamu. Apalagi saat kau mencuri ciuman pertamaku di gudang dulu. Sejak saat itu, aku tak pernah bisa melepaskanmu dari pandanganmu dan asal kau tahu, seperti apapun dirimu aku tetap menerimamu,” kata Soo Ri.

Sungguh yeoja di hadapanku ini bagaikan malaikat. Aku rela kehilangan nyawaku untuk yeoja ini. Aku rela kehilangan kebahagiaanku demi melihat yeoja ini tersenyum. Sungguh akan kulakukan apapun demi membuatnya bahagia. Suasana di antara kami menjadi terasa sunyi, perlahan kudekatkan wajahku ke arah wajahnya yang kini tengah mulai menutup matanya, wajah kami sudah sangat dekat hingga bisa kurasakan hembusan nafasnya di wajahku tinggal sedikit lagi…

“EKHHMMM” deham seseorang, seketika kami menegakkan badan kami.

Kulihat Onew-hyung yang kini tengah berdiri dengan kostum lucu “Stich” di hadapan kami.

“Minnie, apa aku boleh berganti pakaian sekarang? Aku sudah hampir dua jam memakai kostum ini,” tanya Onew-hyung dengan wajah memelas melihat penampilannya.

Ani, Hyung. Ini hukumanmu. Kau ‘kan kalah saat race dulu dan sebagai hukumannya kau akan melakukan apapun yang aku minta,” kataku.

“Tapi aku kalah karena bensinku habis, itu tak bisa dibilang kalah,” protes Onew-hyung.

“Tetap saja, Hyung. Apa Hyung lupa? Hyung juga curang saat itu dengan mencuri start duluan. Sudahlah Hyung, nikmati saja. Kau terlihat lucu dengan kostum ini dan tenang saja kau masih terlihat tampan. Benarkan, Soo Ri?” kataku.

Ne, Oppa. Kau terlihat tampan dan lucu,” sahut Soo Ri.

Ishh, kalian ini sama saja. Setidaknya jangan suruh aku memakai kostum menggelikan seperti ini. Kau ‘kan bisa menuruhku menggunakan kostum vampir atau apa pun yang membuatku terlihat tampan, bukan kostum kartun seperti ini!” protes Onew-hyung lagi.

“Setidaknya aku lebih memilih Stich dibandingkan dengan Lilo, apa Hyung mau memakai kostum Lilo?” tawarku.

MWOO??!! Apa kau gila? Sekarang saja aku sudah malu apalagi kau memintaku memakai kostum yeoja? Ani, aku memakai kostum ini saja!” kata Onew-hyung sembari berlalu pergi dan kami tertawa melihat tingkahnya.

Itulah Onew-hyung, sosok Hyung yang sangat aku banggakan, sosok seorang Hyung yang ceria, konyol, dan baik hati. Namun di sisi lain ialah Leader S’rider yang paling ditakuti oleh Rider seantero Seoul. Aku memasukkan tanganku ke dalam saku celana panjangku. Kuambil kacamata yang selalu menemaniku dan menyembunyikan sosokku yang sebenarnya. Kupandangi kacamata itu dan dengan perlahan kuletakkan di samping vas berisi mawar putih kesukaan Soo Ri.

“Selamat tinggal Taemin yang penuh dengan kepalsuan, selamat datang Taemin yang baru beserta kehidupan baru yang telah menanti,” kataku dalam hati.

::–::–::

Hidup adalah misteri,

terkadang apa yang kita lihat tidak semata-mata adalah hal yang sebenarnya terjadi.

Belajarlah untuk menerima apa yang sebenarnya terjadi

dan berusaha untuk merubah menjadi hal yang lebih baik.

Hal yang bagus diluar tidak selamanya akan menampakkan hal yang bail pula didalamnya, belajarlah untuk mengerti apa yang dirasakan oleh orang lain dan belajar menjadi yang terbaik untuknya.

::–::–::

—The End—

*Maaf tidak bisa insert picture, karena size pict nya terlalu besar ^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

9 thoughts on “Behind Their Glasses – Part 6B (End)

    1. hahaha iya… tiba-tiba aja muncul ide itu pas ngelihat Onew pake kostum stich d SM TOWN tokyo barengan sama Amber pake kostum pikachu… hahaha sumpah lucu banget

  1. Happy Ending
    Onew muncul bukan sebagai keluarga, justru sebagai badut
    ◦”̮◦нαнα◦”̮◦нαнα◦”̮◦‎​​ Lee bersaudara ternyata narsis (¯―¯٥)
    Di tunggu karya lainnya

  2. Happy endinnggggggg!!!!! Authooor daebakk. Suka banget jalan ceritanya tadinya nangis ehh sekarang jadi ga berhenti senyum terus..
    Makasih yaahh udah ngibur pake ni ff.terus berkarya unni~ bc ff like oxygen for reader

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s