Regretter

Regretter

Author: Moogi_Chan

Main Cast: Eun Joo, Minho

Support Cast: Jonghyun

Length: Drabble

Genre: hurt?, romance?

Rating: PG-15

AN: sebenarnya ini bukan ff pertama. Tapi ini pertama kalinya aku ngirim ff ku. Sumpah aku nerveus banget. Apa ff ini di terima atau gak. Semoga aja yang baca pada suka. Dan maaf banget kalau ceritanya gaje.

You are my light

You are my breath

You are my sun

You are my moon.

So, can you explain if you not here? Beside me?

=========================================

“kau keterlaluan”. Kekecewaan nampak jelas diwajah sang pria.

“aku? Seharusnya kau yang keterlaluan. Kau tidak pernah mengerti”. Sang wanita hanya bisa membalas perkataan sang lelaki.

Mereka berdua saling menatap satu sama lain. Tidak mengeluarkan sepatah kata apapun. Keheningan yang membelenggu mereka berdua serasa mencekik mereka secara perlahan. Mungkin, saatnya ia memberitahukan isi hatinya selama ini.

“kau harus tahu, manusia mempunyai batas kesabaran. Dan aku sudah lelah menunggu. Kau kira hati ku ini hanya mainanmu saja? Kau pikir aku hanya sebuah mainan”. Wajah dingin itu tak pernah beranjak dari wajah sang wanita. Perkataan yang hanya di ucapkan pelan namun sangat dingin itu membuat pria yang ada dihadapannya hanya bisa menatap. Tatapan yang tak bisa di artikan.

“KAU TIDAK MENGERTI”. Pria yang dari tadi terdiam, mulai berteriak.

“JANGAN BERTERIAK DIHADAPANKU”. Wanita itu hanya bisa menangis.

Kenapa harus berakhir seperti ini?. Dari awal mereka tidak pernah berharap akan seperti ini. Dan masalahnya sekarang, siapa yang patut di salahkan? Sang wanita kah? Atau sang pria?. Wanita itu mulai jengah dengan keadaan sekarang ini. Ia pun beranjak pergi meninggalkan pria yang tengah duduk termenung.

=========

Apakah ini memang tidak bisa dimaafkan?

Mengetahui kesalahan ini.

Membuatku kehilangan cahayaku.

Membuatku kehilangan nafasku.

Membuatku kehilangan matahariku

Membuatku kehilangan bulanku.

Apa harus seperti ini?

Apa dengan aku menderita.

Kau akan kembali padaku?

Maafkan aku. Maafkan aku.

===========================

“aku tidak akan pernah memaksakanmu Eun Joo. Jika kau masih mencintainya, aku dengan ikhlas menyerahkan mu padanya”.

Minho hanya bisa menatap dan menggenggam tangan sang wanita yang saat ini telah menjadi tunangannya dan sebentar lagi mereka akan menikah.

“ya, aku yakin. Aku hanya butuh kepastian. Dan kau memberikan semua kepastian itu. Aku yakin, aku bisa. Kau, bisa membantuku kan ?”. Eun Joo hanya menatap Minho penuh harap. Minho pun menganggukkan kepalanya.

“kalau begitu, temuilah dia. Kau harus menghadapinya dengan kepala tegak. Dengan begitu kau bisa melewatinya”. Minho hanya bisa memberi semangat, karena ia tahu jika ia ikut campur maka akan menjadi berantakan.

Eon Joo pun melangkahkan kakinya meninggalkan Minho di dalam mobil sendirian. Ia melangkahkan kakinya menuju taman dimana seseorang tengah menunggunya.

“kau sudah datang?”. Tanya laki-laki yang tengah duduk di salah satu bangku taman.

Eun Joo hanya mengangguk sebagai jawaban.

“apa yang ingin kau bicarakan?”. Tanya laki-laki itu lagi.

Eun Joo mengeluarkan sesuatu dari tasnya dan menyerahkannya pada laki-laki yang sedang duduk itu. Laki-laki itu pun mengambil benda yang tengah di ulurkan Eun Joo. Seketika matanya membelalak kaget melihat benda yang ada di tangannya saat ini. Undangan pernikahan.

“aku dan Minho akan segera menikah. Kuharap kau datang, Jonghyun”. Jelas Putri.

Jonghyun hanya bisa terkekeh pelan. Ia masih menatap undangan yang ada di tangannya dengan tatapan nanar.

“aku memang sudah tidak ada lagi”. Lirih Jonghyun.

Eun Joo hanya terdiam mendengar perkataan Jonghyun. Ia pun pergi melangkah menjauh tanpa sepata-katapun. Meninggalkan Jonghyun dalam keheningan. Dengan segera ia masuk kedalam mobil dan langsung memeluk Minho yang dengan sabar menunggunya. Dan kini ia yakin bahwa keputusannya sudah benar.

Jonghyun masih terdiam di taman. Kini undangan itu hanya tergeletak dia atas tanah. Matanya menatap tidak fokus. Tatapan kosong itu kembali menggorogoti matanya. Ia pun hanya bisa menangis. Menangisi kebodohannya. Ia menyesal. Dan sekarang penyesalan itu tidak berguna lagi. Ia hanya bisa menagis histeris di taman yang sepi. Hanya ada dia sendiri. Hanya sendirian.

===========

Entah apa yang ku pikirkan dulu.

Aku membuang mu.

Aku mengabaikan mu.

Tapi kini lihatlah.

Saat aku ingin kembali mengambil mu.

Ternyata kau sudah diambil orang lain.

Dan aku tidak bisa menemukan mu.

Saat itu juga aku hanya bisa menangis.

Meratapi kebodohanku.

Aku sadar, aku sudah terlambat.

Dan aku hanya bisa berharap.

SEMOGA KAU BAHAGIA.

=======

Jonghyun hanya bisa ikut tersenyum melihat orang yang dikasihinya itu bahagia. Jika ia bahagia maka iapun ikut bahagia. Melihatnya tersenyum, Jonghyun hanya bisa ikut tersenyum. Ia tahu bahwa pria yang ada di samping wanita itu akan membahagiakannya. Dengan perlahan ia meninggalkan pesta pernikahan tersebut dan kembali ke apartemen kecilnya.

Dengan perlahan ia menggiring kopernya menuju bagian keberangkatan. Ia hanya bisa menjauh dari sang wanita. Agar sang wanita tidak perlu mengingat masa lalu yang nyakitkan. Perasaannya mengatakan bahwa ia harus pergi jauh agar sang wanita bisa hidup tenang.

==================

Eun Joo hanya bisa menangis menatap makam yang ada di hadapannya ini. Baru saja tubuh sang cinta pertama dimakamkan. Kecelakaan pesawat. Sedangkan Minho hanya memeluk Eun Joo, memberika ia kekuatan.

“aku tidak melarangmu pergi jauh ke Brazil. Tapi kenapa kau harus pergi sejauh ini?. Setidaknya kita bisa menjadi teman. Padahal aku ingin memberitahukanmu bahwa aku sudah memaafkan mu”.

Eun Joo berkata sambil sesekali terisak. Ia pun memeluk Minho. Disaat ia mulai bisa menerima Minho, di saat itulah Jonghyun pergi meninggalkannya.

“ayo kita pulang. Jika kau terus menangis, pasti ia akan ikut sedih. Tersenyumlah, ia sudah bahagia disana”. Hibur Minho. Eun Joo hanya mengangguk. Mereka berdua melangkahkan kaki meninggalkan seseorang yang tengah tertidur tenang selamanya. Mereka berdua tahu bahwa, kehidupan mereka masih panjang. Dan dalam hati kecil mereka berjanji untuk saling mencintai dan menjaga pasangan mereka.

Bayangan Jonghyun hanya bisa tersenyum. Berharap mereka berdua terus bersama. Setidaknya Minho sudah mendapatkan pria yang layak. Pria yang betul-betul mencintainya. Dengan perlahan bayangan itu pun memudar dan lama-kelamaan menghilang dengan senyum yang masing terkembang di bibirnya.

THE END

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

3 thoughts on “Regretter

  1. Halo Moogi
    Maaf ya karena komen di FF kamu begini😦
    Well, jangan jadikan komen sebagai patokan ^^

    Kalau dinilai dari diksi-nya, lumayan loh. Kamu gak amatir banget soal penyusunan kalimat. Nah, mungkin yang kurang EYD nya aja kali ya. Seperti huruf kapital. Walaupun sebelumnya ada tanda petik (“), huruf pertama dalan kalimat tetap ditulis dengan huruf kapital, say. Atau dalam penulisan petikan langsung, setelah tanda petik juga tetap menggunakan huruf kapital pada huruf petama. Dan, tanda petik yang mengakhiri petikan atau pembicaraan itu selalu diletakkan setelah tanda baca ^^.

    Aku juga gak ahli dalam hal EYD. Tapi setidaknya, untuk dua hal ini setiap penulis harus tahu, karena itu mendasar ^^. Aku harap tulisan kamu bisa berkembang lagi yaa… bukan masalah bagus atau enggak. Tapi benar atau salah. Kalau kamu bingung, kamu bisa baca di buku EYD atau lihat di wikipedia sebagai panduannya.

    Jangan kapok nulis ya ^^
    Aku tunggu karya berikutnya~

  2. Hngg…. setuju sama Kak Lana. Udah oke banget kok diksinya, malah ikut terenyuh bacanya. Cuma ya itu, yang bikin mengganggu EYD-nya. Banyak latihan dan baca-baca yaaa xD
    Terus terus, ngg… menurutku alurnya padet banget. Tapi sebenernya gak papa sih, tetep bagus kok ^^
    Keep writing, ditunggu karya selanjutnya yah ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s