Don’t Believe Me – Part 3

Tittle : Don’t Believe Me

Author : ViKeykyulov

Maincast : Lee Taemin, Park Hyunsoo, Choi Minho.

Support cast : SM artis (slight Key-Hyuna, Jonghyun-Hyora)

Genre : Romance, sad, little angst.

Rate : PG 17 (I Warned it)

Length : Sekuel.

Summary : jangan pernah mempercayai sesuatu dari tampilanya. Karena apa yang terlihat dari luar terkadang tak sama dengan isi di dalamnya.

don't belive me

Part 3 :

Hyuna berdiri mengedarkan pandangannya, menelusuri seisi taman dengan dua bola matanya. Hingga dia menemukan sosok kembarannya yang sedang berdiri gelisah tak jauh dari tempat duduk dimana seorang namja sedang sibuk dengan ponsel di tangannya. Yeah, mungkin dia yang bernama Kim Jonghyun. Untuk beberapa alasan, Hyuna dan Hyora memang tidak kenal atau sengaja tidak mengenal member SHINee. Walaupun kenyataannya kehidupan kembar duo Kim itu lebih banyak berkutat dengan orang-orang yang hidup dari dunia seni dan entertainment. Tapi, sejauh ini mereka berusaha untuk tidak berada dekat dengan komunitas dimana member SHINee berada.

“Hyo…” Sapa Hyuna menepuk bahu Hyora membuat gadis itu sedikit terlonjak.

“Kau… mengagetkan saja Hyu…” Gusar Hyora membalas Hyuna dengan plototan.

“Kenapa? Mendadak tegang. Kalau memang kau gugup, kita pergi saja. Batalkan semua janjimu. See, lagipula namja itu berhubungan dengan ‘dia’. Kita pergi saja!” Ujar Hyuna, bersiap menarik lengan Hyora pergi.

“Ih… jangan. Kita jangan langsung pergi begitu saja. Justru ini kesempatan kita. Karena dia member SHINee, kita jadi punya kesempatan untuk menyusup kedalam kehidupan mereka. Kita bisa melakukan sesuatu padanya.” Sedikit senyum atau yang lebih tepat disebut seringai muncul di bibir Hyora, mendekatkan mulut pada telinga Hyuna lalu dia berbisik. “Balas dendam! Kau pernah dengar istilah itu?”

“Kim Hyora…” Sentak Hyuna kaget. Mendengar rencana Hyora, entah kenapa Hyuna merasa itu adalah ide yang buruk. “Kau yakin dengan ucapanmu. Tidak! Aku tidak setuju. Hidup kita sudah nyaman tanpa kehadiran dia. Lupakan Kim Jonghyun , dia dan SHINee. Lalu kita pulang. OK!”

“Ayolah Hyuna sayang, satu kali ini saja. Kita tidak bisa selamanya menghindar. Lima tahun Hyuna. Sudah lima tahun semuanya berlalu. Ini saatnya kita menyelesaikan semuanya. Ya! Please…” Hyora memohon dengan suara memelas. Menggenggam tangan Hyuna erat. Membuat gadis yang terpaut enam menit darinya itu hanya bisa mengangguk setuju.

“Baiklah… lakukan sesuai keinginanmu. Selesaikan dengan cepat.” Hyuna akhirnya mengalah, meskipun dengan berat hati. memilih mengiyakan keinginan kakak kembarnya dengan perasaan was-was. Instingnya mengatakan akan ada kejadian besar yang menanti mereka didepan sana.

“Ah… Kim Hyuna!! Aku sayang padamu.” Girang Hyora, menghambur dalam pelukan Hyuna dan memeluknya dengan kencang.

.

.

.

“Ehem…” Hyora berusaha mengambil alih perhatian namja yang duduk di hadapannya. Berdiri dengan canggung, dia tersenyum manis saat namja yang ia kenal bernama Kim Jonghyun itu mengalihkan pandangannya.

‘Tampannya!!’ girang Hyora dalam hati, sedikit meleleh melihat senyum Jonghyun saat ia berdiri dan menyilahkan Hyora duduk.

“Kim Hyora?” Tanya Jonghyun memastikan. Sedikit menilai penampilan Hyora yang terlihat manis dengan dress sederhana berwarna pink pastel.

“Iya… tapi, sepertinya aku salah orang. Anda, Kim Jonghyun?” Hyora tertawa Kikuk menyadari kesalahannya, sungguh acting yang hebat sekali. Hyora terlihat begitu polos, seperti yeoja pemalu yang langsung tersipu menyadari matanya bertemu pandang dengan tatapan pria setampan Kim Jonghyun.

“Ah, maaf sebelumnya. Aku yang salah. Seharusnya yang duduk disini bukan aku. Tapi Jonghyun dengan marga Lee. Dia minta maaf karena tidak bisa menemuimu.” Sedikit gugup, Jonghyun mengusap tengkuknya. “Jadi, yah Lee Jonghyun memintaku menggantikan dirinya. Terdengar konyol memang, dia bilang ‘Jonghyun, hanya kau yang bisa membantuku. Nama kita sama, dia pasti tidak akan marah’” Urai Jonghyun seraya menirukan ekspresi Lee Jonghyun dengan mimic meyakinkan. Membuat tawa geli mengalun merdu dari bibir mungil Hyora. Untuk sesaat, Jonghyun sedikit tertegun. Begitu terpesona mendengar dan melihat tawa lepas dari lawan jenisnya ini.

“Hahaha… baiklah. Tidak apa-apa. Justru aku bersyukur karena bisa bertemu dengan Jonghyun lainnya. Ternyata apa yang dikatakan fans SHINee tidak salah. Kim Jonghyun idola mereka memang benar-benar orang yang ramah dan menyenangkan.”

“Anda berlebihan nona!” Sahut Jonghyun main-main juga sedikit tersipu. “Aku juga senang bisa bertemu denganmu. Oh iya, Kim Hyora-ssi jangan menganggapku selebritis. Anggap aku temanmu, karena itulah tujuanku menemuimu. Aku harap kita bisa menjadi teman.”

“Baiklah… aku harap juga begitu. Jonghyun~ah, ah bukan oppa. Jonghyun oppa. Boleh aku memanggilmu seperti itu?”

“Ah… ne! tentu saja. Hyora~ya.” Jawab Jonghyun dengan senyum mengembang, melihat Hyora entah kenapa rasanya Jonghyun sungguh bahagia. Tidak sia-sia dia datang menggantikan Lee Jonghyun. Jika tidak mendengar langsung cerita dari beberapa sahabatnya, mungkin Jonghyun tidak akan pernah percaya dengan reputasi Hyora yang cukup mengejutkan. Yah, dia sudah tahu sedikit banyak tentang gadis manis dihadapannya ini. Tapi, entah kenapa namja bermarga Kim itu pura-pura menutup telinga dan menikmati pesona Kim Hyora seutuhnya.

 OoOOoO

“Oh… Taemin. kau sudah pulang?” Onew menyambut kedatangan maknaenya yang baru saja memasuki ruangan. Menghentikan sejenak kesibukannya membaca buku tebal dengan judul berbahasa Inggris di hadapannya itu.

“Oh… ne hyung.” Sahut Taemin. “Sepi, yang lain kemana hyung?” lanjutnya mendudukkan tubuh disamping leader.

“Minho, sejak tadi pagi belum keluar kamar. Kalau Key dan Jonghyun, mereka pergi. Entah kemana hyung tidak tahu.” Onew menjawab pertanyaan Taemin sambil lalu, kembali menaikkan buku dan memasang kacamata bacanya yang berframe coklat.

“Aku kedalam dulu kalau begitu hyung.”

Taemin berjalan memasuki kamar, sembari membuka jaket dan scraft yang melilit lehernya. Sejak menelpon manajernya, Taemin terlihat begitu bersemangat.

Grab!!

“Ya!!” Terkaget, tiba-tiba seseorang menarik lengannya keras. Membuat tubuhnya terhuyung kebelakang saat Taemin membuka pintu kamarnya. Sedikit membentur tembok ruangan kamar yang berwarna broken white.

“Apa yang kau lakukan Tae…” Suara serak seorang Choi Minho terdengar mengintimidasi. Dengan jelas, taemin bisa melihat kemarahan yang tersirat didalam bola mata hyung yang dulu menjadi kesayangannya itu.

“Apa?” Balas Taemin menantang. Tak gentar melawan tatapan Minho yang cukup tajam.

“Berhenti menghindariku Lee Taemin!!” Geram Minho pada akhirnya, menurunkan tensi bicaranya. Pria dengan tinggi lebih dari 180 meter itu sedikit beranjak mendekati Taemin. kini tatapannya berubah sendu. “Aku tidak bisa Tae… Tidak bisa!!” Lalu Minho mendesah putus asa.

“Hyung…” Sedikit rasa iba terbersit dihati Taemin, tak berani beranjak. Pria dengan marga Lee itu hanya bisa terdiam melihat keadaan Minho yang berubah menyedihkan. Sebencinya ia pada Minho, Taemin tidak bisa tidak peduli dengan keadaan hyungnya yang satu ini. Tidak, jika kenyataannya mereka sudah hidup bersama hampir delapan tahun dihitung sejak SHINee belum debut.

Rasa pedulinya itulah yang membuat Taemin diam membisu saat tangan besar Minho merangkulnya. Membawa tubuhnya dalam satu dekapan erat yang begitu posesif. Meninggalkan rasa jijik dalam relung hatinya. Jijik terhadap perasaan terlarang yang dimiliki oleh kakak keempatnya ini. Dan disaat seperti inilah Taemin merasa benar-benar marah pada ketidak berdayaanya untuk menolak dan membenci Minho. Dan ketidakmampuannya untuk mempertahankan harga diri dan identitasnya sebagai seorang laki-laki normal.

OoOOoO

“Ayolah Hyuna… jangan marah begitu.” Hyora menggoyang-goyangkan kaki Hyuna yang bertumpu diatas meja. Duduk santai sambil membaca sebuah novel klasik dari pengarang Inggris. Hyuna hanya mendengus kesal tak menanggapi rengekan Hyora yang sedari tadi merepet untuk meminta maaf.

Oke, tidak berlebihan rasanya jika Hyunan marah besar pada kembarannya itu, disuruh menunggu tanpa kepastian selama hampir Lima jam di tempat parkir ditemani namja menyebalkan yang mobilnya ia tabrak sukses membuat mood-nya turun drastic. Sampai-sampai ia harus mnayun menyambut kemunculan Hyora. Kesabarannya memiliki batas, yang buntutnya dia pulang sendiri meninggalkan kembarannya.

“Pulang dengan siapa?” Tanya Hyuna tanpa mengindahkan permintaan Hyora, sedikit melirikkan matanya untuk melihat ekspresi yeoja berambut panjang yang terlihat ceria.

“Aku? Pulang sendiri. Kenapa memangnya.” Hyora meletakkan tasnya disamping tubuhnya, memutuskan kalau akhirnya Hyuna akhirnya mau memaafkan kesalahannya.

“Kupikir kau diantar Kim siapa? Kim Jongyun…”

“Bukan, namanya Kim Jonghyun.” Hyora membenarkan. “Tidaklah, selama ini belum ada yang tahu tempat tinggal kita ini.” Sambungnya sembari menggelung rambut panjangnya tinggi-tinggi, mengekspos leher jenjangnya yang putih mulus.

“Baguslah…” Sahut Hyuna datar.

“Hyu… Eonni belum pulang? Tumben.”

“Belum memang, jam berapa sekarang.” Meletakkan novelnya, Hyuna meraih ponsel diatas meja. “Jam setengah sebelas. Harusnya eonni sudah pulang.” Imbuhnya, menempelkan ponsel ditelinga menunggu panggilannya tersambung.

.

.

.

.

Menutup ponselnya, Park Hyunsoo menghela nafas panjang. Kemudian menyimpan benda persegi dengan multi fungsi itu kedalam saku jaketnya. Sedikit telat memang jam pulangnya saat ini, dan salahnya dia tidak mengabari Hyuna dan Hyora agar mereka tidak khawatir.

“Menyebalkan… bocah itu benar-benar.” Gerutunya sambil melangkah menyusuri trotoar jalanan kota Seoul. Teringat lagi pertemuannya dengan Han Sajangnim, kepala divisi tari yang menyuruhnya menjadi back dancer SHINee untuk album terbaru mereka. Sudah bukan rahasia lagi, kalau dance dilagu-lagu SHINee memiliki kesulitan dan kerumitan yang cukup tinggi. Belum lagi, harus sering bertemu Lee Taemin yang sangat mengesalkan. Hyunsoo berani bertaruh untuk semua yang ia miliki bahwa dibalik keputusan Han sajangnim pasti ada campur tangan bocah evil itu. Dia berani jamin itu.

Sebelumnya Hyunsoo memang pernah menjadi back dancer SHINee beberapa kali, tapi hanya untuk lagu tertentu. Seperti lagu Ring Ding dong dulu, terus 2 lagu di album Sherlock tahun lalu. Dan sekarang, disaat dia sedang tidak ingin dekat-dekat dengan salah satu member SHINee justru perusahaan menyuruhnya ikut ambil bagian dalam penyusunan album terbaru mereka yang rencana akan dibagi menjadi dua chapter. Rasanya, berdebat dengan Han sajangnimpun percuma. Dia hanya seorang back dancer, bisa apa dia jika atasannnya sudah memberikan job padanya. Jika saja bisa, Hyunsoo ingin sekali memutilasi bibir seksi namja bermarga Lee yang beberapa hari ini terus saja merapat padanya.

 OoOOoO

Suara music bergema diruang latihan SHINee, yah hari ini adalah jadwal latihan kelima namja tampan itu. Album baru SHINee sudah mendekati 80 persen, setelah seminggu kemarin mereka disibukkan dengan rekaman. Maka sekarang mereka semakin intens latihan koreo untuk memantapkan persiapan comeback SHINee dibeberapa acara music Korea.

“Hyung, tadi terlalu cepat. Harusnya kau menungguku mundur dulu.” Protes Taemin pada Jonghyun yang sempat missing dibeberapa part. Sedikit susah memang karena member SHINee harus bernyanyi sambil membawa stand mic yang cukup berat.

“Oh, Ok. Diulang lagi, Mianhe Tae…” Sahut Jonghyun dengan cengiran lebar. Memakai kaos putih tanpa lengan membuat Jonghyun kelihatan begitu maskulin, terlebih dengan tetesan keringat yang membanjir. Disampingnya, Taemin tak kalah basah, keringatnya berucucuran menuruni wajah dan badannya yang sekarang terlihat lebih kekar.

“Baiklah, istirahat dulu setengah jam. Setelah itu kita coba koreo A Side. Back Dancer silahka bersiap. Pelajari gerakannya lalu praktekkan.” Pelatih menyerukan suaranya, menyuruh semua yang ada diruangan untuk beristirahat.

Dari tempatnya duduk, Hyunsoo bisa melihat kalau Taemin beberapa kali melirik padanya. Disana, member SHINee tengah duduk melingkar melepas lelah. Onew malah terlihat begitu lemas, terkapar diatas lantai. Disampingnya, Kim Kibum yang kali ini memakai kaos tipis berwarna kuning cerah tengah membuka tutup botol dan meminumnya dengan rakus sebelum membagikan pada Taemin. dan yang terakhir, Choi Minho tampak tenang sambil mengamati Taemin yang meneguk minuman pemberian Key tak kalah rakus. Sedikit ganjil, saat Hyunsoo menyadari tatapan intes pria galah itu pada maknaenya.

“Hyung, mengamati siapa sih?” Chan Yongdae, parnertnya yang sungguh kepo itu membuyarkan lamunan Hyunsoo. Satu lagi bocah menyebalkan yang selalu want to know urusan orang. Gerutu Hyunsoo dalam hati.

“Tidak ada… sudahlah aku mau ke toilet dulu.” Hyunsoo berdiri dari duduknya. “Apa? Jangan bilang mau ikut ke toilet juga.” Tambahnya bosan, melihat gelagat Chan yang mau mengekornya.

“Ih, kalau melotot begitu hyung seram.” Canda bocah yang tiga tahun lebih muda darinya itu, kembali merapikan duduknya tak jadi beranjak mengikuti Hyunsoo.

.

.

.

.

Hyunsoo mencuci tangannya di westafel setelah selesai dengan urusannya di bilik toilet, untung saja toilet di lantai atas ini cukup sepi dan bersih. Jadi dia tidak perlu risih meyelesaikan hajatnya ditengah-tengah lalu lalang laki-laki.

“Jadi, Chan Yongdae tidak tahu kalau noona perempuan?” Suara baritone mengagetkan gerakan Hyunsoo mencuci tangan.

“Lee Taemin…” Desis Hyunsoo jengah. Menatap sebal namja yang berdiri menyandar dipintu toilet yang sengaja ia tutup.

“Ah, aku jadi penasaran dengan reaksi bocah cerewet itu.” Gumam Taemin dengan pose berpikir yang dibuat-buat. “Kurasa dia akan senang sekali, bahwa ternyata sosok yang dia kagumi adalah seorang yeoja cantik bermata indah.” Sungguh, jika ada palu, ingin rasanya Hyuna membungkam mulut lancang milik maknae SHINee itu. Terlebih melihat seringai yang tercetak sempurna dibibir seksi Taemin itu.

Dalam diam, Hyunsoo mencoba tak terpengaruh. Melanjutkan acara mencuci tangannya tanpa menggubris ucapan Taemin.

“Kurasa kau mendengarku Noona!!” Hyunsoo terkejut saat merasakan tarikan dibahunya, tubuhnya memutar dengan paksa mengikuti renggutan Taemin yang sudah berdiri dibelakangnya.

Sungguh posisi yang berbahaya, karena Taemin semakin mengikis jarak diantara mereka. Terlebih lagi dengan kedua tangan besarnya yang memeluk pinggang Hyunsoo.

“Jangan macam-macam bocah.” Gertak Hyunsoo marah.

“Kuberitahu noona, seorang Lee Taemin paling benci kalau diacuhkan. Terlebih saat ia dipanggil bocah. Kesalahan fatal.” Taemin tertawa mengejek, melepaskan pelukannya dari pinggang Hyunsoo dan menangkap kedua tangan yeoja itu saat si gadis berusaha melawan.

“Aku mendengar ucapan Yongdae yang berkata kalau noona terlihat seram saat marah. Tapi sayangnya aku tidak begitu, menurutku noona terlihat lebih manis saat marah seperti sekarang.”

“Lee Taemin, lepaskan aku. Dasar sinting.”

“Cium aku dulu, baru kulepaskan.” Lagi-lagi Hyunsoo harus melihat seringai menyebalkan itu lagi dibibir Taemin, melotot semakin marah demi mendengar ucapan Taemin barusan.

“Kau benar-benar menakutkan Lee Taemin.”

“Terima kasih, dan noona benar-benar manis dimataku.” Taemin semakin mendekatkan wajahnya hingga jaraknya kini kurang dari 20 centi dari wajah Hyunsoo yang sudah merah padam menahan amarah. Semakin mendekat, semakin mendekat dan…

BRAK!!!

Pintu toilet terbuka, membuat Taemin terkaget dan serta merta menjauhkan wajahnya.

“Apa yang kalian lakukan disini.” Taemin mendengar Suara Key yang melengking demi melihat posisinya dan Hyunsoo yang  dikenalnya bernama Park Hyun tampak begitu dekat dan intim.

Dari tempatnya berdiri, Taemin bisa melihat pria tinggi yang berdiri dibelakang kakak ketiganya itu. Pria berambut coklat yang menatapnya dengan tatapan tajam disertai rahang yang mengeras.

“Hyung… kalian mau ke toilet juga.” Jawab Taemin kalem. Mundur dua langkah yang langsung disambut Hyunsoo dengan berdiri menjauh dari jangkauannya.

“Taemin, kalian tidak melakukan sesuatu yang… yah, kau tahu apa kan Tae?” Taemin tahu, arah perkataan hyungnya yang menyukai warna pink itu. ‘kau beruntung noona’ batin Taemin sambil menatap Hyunsoo.

“Jangan berpikir macam-macam hyung, tadi ada debu masuk kemataku. Dan aku meminta bantuan Hyun hyung untuk meniupnya. Iyakan hyung?” sahut Taemin. wajahnya terlihat begitu datar dan biasa saja.

“Iya… kalau begitu aku permisi.” Sambar Hyunsoo cepat, berjalan melewati Taemin dan Key yang berdiri berhadapan. Sedikit gugup saat ia menyadari tatapan mata Minho yang begitu tajam seakan ingin menelannya bulat-bulat. Dan kenyaataan ini semakin membuat Hyunsoo gusar. Ada apa dengan pria 23 tahun ini. Kenapa ia terlihat seperti memendam amarah yang sewaktu-waktu bisa meledak. Hal yang sangat tidak mungkin, kalau Minho cemburu padanya. Oh what The hell. Itu sangat-sangat tidak mungkin. Lalu. Cemburu pada Taemin? itu hal terakhir yang terlintas dalam benaknya. Tanpa pikir panjang lagi, Hyunsoo buru-buru keluar kamar mandi dan kabur dengan langkah cepat.

“Lee Taemin… ikut aku. Sekarang!” Suara bass Minho menggelegar. Begitu Hyunsoo keluar ruangan. Well, sepertinya Key sedikit paham dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.

“Kendalikan dirimu Choi. Jangan sampai tindakanmu akan membuat segalanya menjadi kacau. Ingat itu baik-baik.” Pesan Key sebelum ia benar-benar beranjak. Menepuk bahu tegap maknaenya sembari memberikan senyuman penyemangat. “Hubungi hyung kalau ada apa-apa.”

“Jadi, pria itu yang membuatmu berubah!” Suara Minho memecahkan lamunan Taemin yang masih mengikuti arah kepergian Key. Menolehkan wajah dengan ekspresi tetap datar.

“Kalau iya kenapa? Aku bosan padamu hyung. Dan aku mencoba lebih dekat dengan Hyun hyung. Kenapa? Ada masalah.” Balas Taemin menantang.

“Kau…” Minho meraung tak percaya. “Jangan coba-coba Lee Taemin!! Kau milikku!!”

Bersambung…

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

10 thoughts on “Don’t Believe Me – Part 3

  1. baca langsung tiga chapter. sebenernya udah pengen baca dari kemarin tapi nggak pernah sempet. tapi nggak kecewa dengan ceritanya. aku ngebayangin Minho itu sangat mengerikan. meski di tengah-tengah agak bingung awalnya Hyun itu namja apa yeoja, dan sempet ngira dia itu namja gara-gara Taemin bilang gay.

    eonie, kok pendek banget? ringkas banget? huh, aku bahkan bingung gimana perasaanku yang sebenarnya tentang shinee, sekarang.

  2. Jederrr!!!!
    Kalimat terakhir Minho yang singkat, udah bisa
    kasih sedikit gambaran sebrengsek apa dia….

    Aku suka banget cerita ini….
    Dan Key udah tahu ‘keanehan’ yang terjadi
    antara dua dongsaengnya?
    Gimana dengan Jonghyun dan suamiku…?
    *diplites MVP
    Apakah mereka juga tahu?

    Kalau ada yang bisa ‘diselamatkan’, tolong, selamatkan Jinki…
    Aiisssh, salah nama, maksudku selamatkan Taemin…
    Minho kayaknya yang jadi biang kerok di sini
    Tapi, kalau dia juga bisa dibuat ‘sadar’, bagus juga, sih…
    *digetok Vkey… heheheee
    Terserah authornya deh, mau dibawa kemana hubungan mereka bertiga.
    Kalau hubunganku sama Jinki oppa, dibawa ke KUA setempat,
    aku gak bakal nolak, kok…

    Sejauh ini, genre dan tema yang diusung masih konsisten.
    Tapi jangan terlalu banyak cabang ceritanya, ya, Vikey…
    khawatir aja, kisah double Kim bakalan sedikit buat cerita utamanya
    rada blur… *apaan tuh, blur? Heheeee… gak tahu, pokoknya asal sebut aja…

    Next part, buruan dipost, ya…
    Gomapta…

  3. Langsung baca 3 part nih jadi review nya dirapel aja ya hehe. Ya ampun, sejujurnya aku suka penggambaran karakter dark taemin, thats cool. Masa minho gay sih? Yang paling maskulin malah begitu yak ckck. Ditunggu lanjutannya. Fighting!! ^^;:

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s