Change

Change-Poster

Cast: Lee Jinki, Jung Eunji                         

Genre: Life, friendship

Rating: General

Length: 943 words

A.N: FF ini tidak ditujukan untuk mengikuti lomba, hanya meramaikan event FFP ini. Selamat membaca ^^

 

***

Lee Jinki tidak pernah nyangka dirinya akan menemukan mata gadis itu lagi. Mata yang selalu dipenuhi kilatan semangat, mata kepunyaan sahabat lamanya sewaktu SMP. Demi melihat mata itu lebih lama, ia sengaja memperlambat gerakannya dalam menyesap cappuchino-nya. Ia menginginkan waktu lima menit saja untuk berbincang dengan kawan lamanya itu.

“Hei, Jinki. Kau melamun? Terpesona padaku?”

Suara besar kepunyaan gadis yang duduk di hadapannya itu menyeruak di antara keramaian kedai kopi langganan Jinki. Jelas saja Jinki tersentak, tangannya refleks menoyor kening gadis itu, “Jung Eunji, sudah kubilang aku benci suaramu yang tak kenal tempat itu!”

“Wah, aku lupa, sekarang kau artis besar. Mengucapkan namamu keras-keras sama dengan menarik serangga-serangga betina di sekitar sini. Baiklah, jangan geli ya,” Eunji mencondongkan wajahnya ke depan agar semakin dekat dengan Jinki, “Lee Jinki, leader SHINee pujaan gadis-gadis,” Eunji berbisik dengan menyisipkan desahan mesra. Rupanya ia sengaja menggoda Jinki.

“Hais!” Jinki menempelkan telapak tangannya ke wajah Eunji dan kemudian mendorong mundur kepala Eunji itu.

“Hei, Onew. Ah, aku lebih suka melafalkan nama aslimu meskipun kau tidak suka. Jinki-ya, tak kusangka kau masih mengingatku. Aku terharuuuuuuu.” Eunji berdiri dan menunjukkan gerakan yang seolah-olah ingin meraih Jinki.

“Bagaimana bisa lupa. Kau sering menaruh wajahmu di depan wajahku begitu aku bangun setelah tertidur selama jam pelajaran. Aku hafal mata garangmu itu, Bodoh!”

“Ya! Jangan isi perjumpaan indah ini dengan menghinaku.” Eunji menggaplok punggung tangan Jinki yang ada di tas meja.

“Hooo, baiklah, Nona. Ei, Nona? Aku tidak salah memanggil? Jangan-jangan kau sudah menjadi Nyonya?”

Eunji terbahak kencang, lebih ditujukan untuk dirinya sendiri, menertawakan kebodohannya di masa lalu, era ketika dirinya masih sering mengoleksi foto-foto pria tampan teman kakak kandungnya yang sudah berkuliah.

“Tidak, tidak. Hanya di masa lalu aku selalu mengumbar bahwa aku ingin menikah setelah lulus SMA dan akan langsung menyetujui ketika salah satu dari pemuda tampan teman kakakku datang melamar. Aku sadar itu konyol sekali,” Eunji mengklarifikasi karena sepertinya Jinki mencibirnya ketika ia terbahak tadi.

“Benarkah. Lalu, sekarang ketika ada orang yang bertanya ‘Jung Eunji, siapa orang yang ingin kau nikahi?’, atau ‘Apa impianmu?’, atau bahkan ‘Seperti apa pria idamanmu?’, apa jawabanmu?”

“Oh, tentu sudah berubah. Aku bukan langit suram yang minta diberi tatapan iba oleh seorang pria,” Eunji mengacungkan telunjuknya dan tersenyum lebar hingga deretan giginya yang rapi itu nampak dari sela bibirnya. Ia melanjutkan, “sekarang aku akan menjawab “Aku ingin punya bisnis karaoke setelah lulus kuliah nanti. Ketika waktunya tiba, kira-kira umurku 28 tahun, aku ingin dinikahi oleh seorang yang tidak seperti Lee Jinki.”

“Apa? Kenapa? Kenapa harus namaku? Apa aku pernah membuatmu merasa jijik?”

“Tidak, kau sama sekali tidak menjijikkan. Hanya saja, kau seperti robot terprogram.”

“Robot? Bagaimana bisa? Apa sorot mataku kosong? Jika yang kau maksud adalah wujudku selama era album Sherlock, sekarang aku sudah normal kembali. Aku sepenuhnya hidup.”

Eunji menggeleng. Sebuah senyuman usil terkembang di wajahnya. Sudah lama ia ingin menyampaikan ini langsung pada Jinki, leader SHINee yang dikenal dengan tingkah bodohnya di depan kamera—padahal Jinki sama sekali tidak bodoh.

“Iya. Coba pikir. Kalau ada yang bertanya ‘Lee Jinki, apa impianmu?’ atau ‘Siapa orang yang paling berharga bagimu selain keluargamu?’, kau akan menjawab ‘Aku berharap SHINee semakin bersinar ke depannya. Tetaplah berikan cinta dan perhatian kalian untuk kami. Kami akan bekerja lebih keras lagi dari sekarang’.”

Minuman yang ada di mulut Jinki tersembur. Ia segera meraih tisu dan buru-buru mengoreksi pernyataan Eunji, “Ya, ya, ya! Memang seperti itu harapanku terhadap SHINee.”

“Iya, aku tahu. Tapi bisakah gunakan kalimat lain, Kreativitas adalah salah satu ciri yang membedakan manusia dengan robot. Kalimat jawaban konvensional seperti itu seolah dirancang oleh manajemenmu dan kau bertingkah seperti robot berotak prosesor. Otak manusia bisa menghasilkan variasi kata yang berbeda meskipun inti yang dikatakannya sama, kan?”

“Beri aku contoh kalau kau mengaku kreatif, Nona Jung.”

Eunji mengambil cangkir kopi milik Jinki karena kopi di gelasnya sendiri sudah habis, gadis itu tidak menjawab permintaan Lee Jinki dan malah menyengir lebar setelah kopi Jinki ludes masuk ke lambungnya.

“Mengaku saja kalau kau tidak punya solusi,” ejek Jinki sambil mengeluarkan ponselnya.

“Aku bukan tidak punya. Tapi kau harus membayar royalti setiap kali kau menggunakan kalimatku. Bagaimana?” Eunji menggerak-gerakkan alisnya ke atas-ke bawah.

“Royalti? Membayar sejumlah uang padamu? Huh, yang benar saja.”

“Bukan dengan uang,” Eunji menyeringai jahil.

“Lalu?”

“Dengan jawaban atas pertanyaan kedua yang tadi kubilang. Kalau ada yang bertanya padamu, kau harus menjawab ‘Member SHINee, fans, dan Jung Eunji yang cerdas’. Bagaimana? Ideku brilian, bukan?”

“Hhhh. Kemarikan ponselmu,” pinta Jinki setelah memutarkan bola matanya.

“Untuk? Menanyakan nomor rekeningku?” Eunji tak mengerti, atau bisa jadi sengaja pura-pura bodoh. Namun tetap saja ia membiarkan ponselnya berada di genggaman Jinki, dan kemudian gadis itu tahu bahwa Jinki sedang memasukkan nomor ponselnya.

“Hei, kau sungguhan menyetujui tentang royalti itu? Aku tidak sungguhan, aku bahkan tidak punya saran untukmu,” Eunji terlihat bengong begitu Lee Jinki mengembalikan ponselnya.

“Untuk mengingatkanmu mandi dengan benar setiap pagi, Bodoh. Di matamu masih ada kotoran.”

Eunji mengerucutkan bibirnya saat menyadari bahwa perkataan Jinki benar, di sudut matanya masih ada kotoran putih dalam jumlah yang bisa dilihat jelas oleh orang lain. Aaaargh, memalukan!

“Sudah ya, manajerku menunggu di parkiran.” Jinki mengenalak kembali topi, kacamata, dan masker wajahnya. Tak lupa menaikkan risleting jaket v-neck yang dikenakannya. Ia melambaikan tangan pada sahabat lamanya, “Bye, jangan rindu aku!”

Jinki masih puas tertawa meski ia sudah nyaris dekat dengan pintu keluar, hingga ia terpikir sesuatu dan membalikkan badannya, “Kalau kau sungguhan punya saran kalimat yang kreatif, boleh juga menghubungiku. Akan kubayar kau dengan menciummu di depan publik, itu pun jika kau tidak takut diserang fans-ku.”

Satu kerlingan maut dari Lee Jinki berhasil membuat Jung Eunji mengerang kesal. Tidak ada perubahan. Lee Jinki masih seperti dulu, jauh lebih pintar darinya dalam hal berkata-kata.

FIN

Note: FF ini merupakan karya yang tidak lolos seleksi pada event FFP 2013 bulan Desember kemarin, namun masih mendapatkan dukungan beberapa juri.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

15 thoughts on “Change

  1. kebayang eunji di reply 1997 deh hahahah
    baguslaaa ringan,ffpkemaren bagus2 banget idenya serius gitu,yg ringan ya book fairy itu kayanya(?) hwaiting authornyaaa

  2. Lee Jinki ini sialan sekali yah hahahah
    Kalau denger nama eunji tuh memang yang kebayang gelagatnya yang kecowokan gitu yah, lugas banget xD
    Aku pikir judul change ini bersangkutan dengan jawaban eunji yang berubah semacem dari kepingin di nikahin sama temen kakaknya, jadi nikah sama Jinki
    kekekek~

    Jangan kapok nulis ya ^o^
    makasih ceritanyaaa~

  3. aaaaaak keren keren keren! Feel nya kerasa bgt bener bener kaya nyata gitu dialog nya wkwkwk
    Duh jinki mengerling tewas kali gue mah

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s