Superman

Superman

Lee Jinki, Choi Minho | Friendship, fluff, bromance | Kids!AU, Vignette | General

Menurut Jinki, siapa saja bisa menjadi Lana Lang. Tapi Superman hanya ada satu, dan ia orangnya.

||||

Kalau kau melihat sosok bocah yang berdiri di depan toko mainan sambil mengusap-usap kacanya, ia Jinki, si bocah tujuh tahun bermata sipit. Jika kau tanya apa yang ia lihat di dalam toko, ia akan selalu bilang Superman. Kau boleh saja bertanya kenapa, tapi ia hanya akan mengunyah bibirnya lantas berlari menjauh—“Ibu bilang tidak boleh berbicara dengan orang asing…”.

Dalam hati menjawab pertanyaan tersebut, menurutnya, Superman itu orang hebat karena ia bisa terbang. Lebih hebat lagi, karena ia bisa mendapat angin ketika kepanasan tapi tidak kedinginin meski terbang ketika musim salju. Karena itu Jinki mau jadi Superman, supaya tidak kepanasan dan tahan dingin. Tapi apa iya ia bisa? Berjalan lurus saja sulit, bagaimana mau terbang?

Tubuh mungilnya melompat-lompat, menyamakan dengan langkah kecil ibunya, kotak mainan berbungkus kertas gambar Superman dalam pelukan. Sepatu boots coklat beludru-nya meninggalkan lubang-lubang mungil pada permukaan salju, membuat jejak yang tidak lebih dalam dari mata kakinya. Tungkai mungilnya berhenti sebentar sementara tangannya, yang terbungkus mitten, susah payah menurunkan syal hijau yang hampir menutupi matanya. Pipi dan hidungnya yang memerah kini terlihat, ia lantas kembali berloncatan menyusul ibunya.

“Jangan loncat-loncat, nanti kau tersandung.” Ibunya bertinggung, melilitkan syalnya kembali. Mengundang protes dari Jinki—“Wajahku panas, ibu…”—yang kemudian mengerucutkan bibir di balik syal. Keduanya kembali melangkah, berencana pulang ke rumah usai membelikan kado ulangtahun untuk Jinki dan tetangga barunya.

Kotak mainannya terlempar, jika bukan karena tangan ibunya yang menggenggam erat telapak mungilnya bocah ini pasti tersungkur di salju. Ibunya kembali berlutut, bermaksud membersihkan wajah beruang pada sepatu Jinki dari salju. Tapi perhatian Jinki teralih pada kotak mainannya yang juga terkena salju, kemudian ia melirik kotak mainan lain dalam pelukan ibunya.

“Jinki, ini untuk tetangga barumu.” Ibunya menegur lembut seraya menyingkirkan tangan Jinki, kemudian meraih kotak Jinki dan mengusapnya hingga bersih.

“Aku hanya ingin pegang…”

Ibunya tertawa. “Kau bisa pegang punyamu sendiri, sayang. Ayo, sepertinya mereka sedang di taman.”

Jinki berlari kecil ketika keduanya tiba di taman, menjatuhkan kotak mainannya seraya menaiki tangga papan seluncur yang belum dibersihkan dari salju. “Ibu…” ia kembali protes ketika tubuhnya melayang, meronta pelan dalam pelukan ibunya. Wajahnya merenggut, ia ingin main papan seluncur!

“Halo,” sapa seorang wanita cantik, sepertinya lebih muda dari ibunya.

Jinki, seperti biasa, akan bersembunyi di balik kaki ibunya ketika bertemu orang baru. Mungkin saja wanita itu orang jahat, dan ia harus segera berubah wujud agar bisa melindungi ibunya. Sejurus kemudian ia baru ingat akan kotak mainannya, yang munkin mulai basah oleh lelehan salju. Tangannya yang terbungkus mitten itu berusaha menarik keliman mantel ibunya, matanya bergerilya mencari kotak itu.

“Kemari, sayang!” Jinki buru-buru memeluk kaki ibunya, ketika suara terlalu riang milik wanita itu terdengar lantang. Pandangannya tertuju pada bocah laki-laki yang tengah berlari kecil ke arah mereka, setengah tubuhnya tertutup kotak besar yang sepertinya tidak asing di mata Jinki. Detik berikutnya, anak laki-laki itu terjatuh dan kotak yang Jinki yakin milikya terlempar.

Kedua wanita dewasa itu menahan langkahnya ketika Jinki sudah lebih dulu berlari menghampiri, untuk meraih kotak mainannya. Wajahnya mengerut tak suka pada laki-laki bermata bulat dengan pipi tembam itu, yang kini duduk di atas hamparan salju dan memandangnya bingung. Jinki mendelik pada bocah itu, baru akan melangkah pergi ketika dilihatnya perubahan ekspresi pada bocah itu. Oh, Jinki tahu ekspresi ini.

“Jangan menangis,” katanya lantas meletakkan kotak mainannya dengan hati-hati, tungkainya melangkah mendekat lalu berjongkok di hadapan bocah itu. “Namaku Lee Jinki.” Ia berseru riang, tangannya bergerak mengelus kepala bocah lelaki itu. Jinki tidak tahu bagaimana caranya membuat orang lain untuk tidak menangis, tapi ia selalu berhenti menangis jika ada yang mengusap kepalanya.

Bocah itu menunduk, air matanya sudah mengalir namun ia tidak jadi menangis. “Namamu siapa?” bocah itu bergumam tidak jelas. “Siapa?” Jinki mendekatkan telinganya, membuat bocah itu bergerak mundur.

“Minuh,” jawabanya pelan.

“Oh, kau tetanggaku yang baru. Namamu Minho, bukan Minuh. Min-ho.” Jinki menekankan, sementara bocah itu mengangguk kecil. “Coba ucapkan!”

“Mmhh,”

“Ya sudah, ini nih!” Jinki menyodorkan kotak mainannya. “Tadi ibu beli mainan baru, tunggu sebentar ya!” Jinki segera berlari untuk mengambil kotak lain dari ibunya. Usai berdebat kecil dengan ibunya—Jinki bilang mainan itu untuk Minho, padahal ia telah memberikan mainannya pada Minho dan kotak yang masih bersih ini ingin ia ambil alih—bocah itu akhirnya kembali berlari menuju Minho yang menantinya dengan pipi dan hidung memerah.

“Duh, sarung tangan ini menyulitkan sekali!” keluh Jinki seraya ikut duduk di atas salju, berhadapan dengan Minho yang memandangi jaket Jinki dengan tatapan kagum.

“Sama,”

Jinki mendongak, mengerutkan kening tapi mengikuti arah pandang Minho. “Oh iya, jaket kita sama!” Jinki berseru riang, tapi detik berikutnya cemberut. “Tapi aku Superman,” lirihnya sambil memandangi jaket motif Superman mereka yang dilapisi mantel tebal. Agaknya Jinki terlalu serius memikirkan persolan ini, karena ia tidak ingat kapan ia membukakan kotak mainan milik Minho.

“Thupelman!”

“Superman.” Jinki mengoreksi. “Ya ampun! Sarung tanganmu kemana?” ia segera meraih tangan kanan Minho yang memucat, lantas meniupnya, mengusap-usap hingga kehangatan tubuhnya menjalar ke tangan Minho. Lupa kalau jemari mungilnya terbungkus mitten setengah basah.

Jinki berdecak, sarung tangannya justru membuat Minho meringis kedinginan. “Ini, kau pakai sarung tanganku saja.” Ia mengigit ujung mitten-nya, menariknya hingga terlepas kemudian memasangkan sarung tangan itu pada telapak kecil Minho yang telanjang.

“Ya ampun, tanganmu mungil sekali!” Jinki memuji dengan gemas, seolah tangannya jauh lebih besar dari tangan Minho. Jemarinya memainkan ruas sarung tangan yang mestinya untuk ibu jari itu, tangan Minho tak cukup besar untuk dipisahkan ibu jarinya dengan empat jari yang lain.

Minho tertawa riang, ia suka sarung tangan Jinki. Mungkin juga ia suka dengan sosok Jinki. Mendadak Jinki menjadi sangat gemas dengan wajah Minho, ingin mencubit pipinya atau menciumi wajahnya sekalian. Mungkin apa yang orang-orang dewasa rasakan ketika melihatnya sama seperti ia melihat Minho, gemas. Jadi rasanya wajar saja, jika tahu-tahu Jinki mencium Minho lantas memeluknya erat-erat. Ia akan senang sekali jika teman barunya ini bisa bermain dengannya setiap saat.

“Karena Superman itu hanya ada satu, kau jadi yang lain ya?” Minho menatap Jinki kebingungan, mungkin belum mengerti apa maksudnya. “Superman punya Lana Lang. Kata ibuku, mereka teman sejak kecil yang saling mencintai. Nah, kau jadi Lana Lang ya? Dia perempuan sih. Tapi  teman boleh siapa saja, iya kan?”

Minho menyahuti Jinki dengan anggukan antusias, matanya semakin bulat dan menggemaskan. “Main sama-sama,”

“Ayo, kita ke rumah dulu. Aku mau menunjukkan mainanku yang lain.” Jinki menarik pergelangan Minho, membantunya berdiri lantas menepuk-nepuk celana mereka hingga bersih. “Ayo,” ajaknya lagi sambil menggandeng Minho, keduanya memeluk miniatur Superman yang sama persis.

Jinki berencana memamerkan teman barunya yang menggemaskan ini, mengajak Minho ke rumahnya dan menunjukkan perabotan serba Superman kesayangannya, lalu boneka sapi, boneka beruang, boneka babi, pokoknya seluruh mainan di kamarnya. Tapi rencananya harus dibatalkan karena ibunya bilang, ini sudah sore waktunya untuk makan malam, mandi, cuci kaki dan tangan, lalu tidur. Jinki otomatis memeluk tubuh Minho erat-erat.

“Tapi pulangnya bersama Minho, aku mau mengenalkan Popo.” Minho harus bertemu anjing kesayangannya, pasti anak anjing itu telah menantinya di depan pintu.

“Besok, Jinki, besok.”

“Iya, besok saja pulangnya. Malam ini Minho bersama kita ya, ibu?”

Nampaknya Jinki maupun Minho tidak menunjukkan tanda-tanda ingin berpisah, jadi Ibu Minho harus turun tangan. “Jagoan, kita lanjut bermainnya besok ya?” Minho menggeleng cepat, merapatkan tubuhnya dengan Jinki. “Nanti kau kedinginan jika bermain di luar terus.”

“Kan bermainnya di rumahku, bibi. Aku janji akan main di dekat perapian, aku juga nanti buatkan susu hangat.”

Ny.Lee mendesah, untuk kesekian kalinya membiarkan lututnya berbaur dengan dingin salju. “Sayang, Minho juga harus istirahat, ayahnya pasti menunggu di rumah. Kalau kalian tidak istirahat malam ini, besok kalian justru tidak bisa bermain lagi. Oke?”

Akhirnya Jinki menyerah, perlahan melepas pelukannya pada Minho yang hampir menangis. “Kita bermain lagi besok, ya?” kemudian ia mendaratkan kecupan perpisahan pada Minho, yang mengundang erangan gemas ibu mereka.

“Itu tadi ciuman untuk apa?” tanya ibunya seraya menggandeng tangan Jinki, menyusuri trotoar menuju rumah mereka.

“Karena Minho menggemaskan, dan aku menyayanginya.” Ibunya spontan tertawa geli. “Kenapa tertawa, Bu? Ibu bilang sayang padaku, karena itu aku sering dicium dan karena ibu gemas padaku.”

“Aku pikir kalian baru bertemu hari ini?”

“Memang. Tapi ia suka Superman juga, Ibu. Karena Superman hanya ada satu, aku jadikan dia yang lain.”

“Siapa?”

“Lana Lang.”

“Tapi Lana Lang itu perempuan, tampan.” Ibunya tertawa seraya membungkuk untuk meraih putra kesayangannya, menggendongnya sepanjang jalan pulang.

“Iya, tapi kan ia teman kesayangan Superman, kata ibu. Dan teman itu kan bisa siapa saja, Bu.”

“Ya sudah lah, terserah apa katamu.”

“Ibuuu…!”

Mungkin mulai hari ini, ia suka Superman karena ia sudah punya Lana Lang. Meskipun jenis kelaminnya laki-laki. Katanya, yang penting teman kesayangan.

Kkeut

|||

Note: YEHEEEEYYY!! Akhirnya.. aku bisa nulis FF juga setelah belajar sekian lama. Huhuhuhu. Tapi ini pointless sekali yah? Masih butuh revisi. Jadi, tolong berikan sarannya ^^.

Admin’s Note: FF ini merupakan karya yang tidak lolos seleksi pada event FFP 2013 bulan Desember kemarin, namun masih mendapatkan dukungan beberapa juri.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

47 thoughts on “Superman

  1. LUCUNYAAAAAAAAAAAA
    hnggh, aku paling nggak tahan kalo ada yang bikin kid!SHINee
    ini pasti balita-balita imut gitu ya entah kenapa aku bayanginnya si minho baru sekitar 3 taunan gitu jadi ngomong pun kurang lancar sementara Jinki sekitar 5 atau 6 taun
    ini bukan pointless, kamu malah udah bisa ngeksplor gimana si jinki bersikap sama temen barunya
    kalo menurutku sih dari ff English kid!SHINee yang sering kubaca, justru itu pinter-pinternya author menggambarkan si tokoh anak kecil itu dalam bersikap atau berpikir
    karena sebenernya hal itu yang bikin readernya gemes huhuhuhu
    it’s better than reading a bunch of fluff

    selamat datang di rimba per-FF-an kalo gitu *tebar confetti*
    huhuhuhu ajarin gimana cara bikinnya kid!SHINee begini dong
    makasih atas ceritanya, ditunggu cerita yang lainnya ^^

    1. KAK KUKUUUUUU DIRIMU BACA FF-KU
      ASTAGAH *pingsan*

      SAMA BANGET! Duuuhh pokoknya Kid!Au tuh aku gak tahan deh kaaakk
      Ini aja aku nulis gara2 baca ff Kid!Exo tauk, imut banget, terus aku jadi gemes. Soalnya imutnya gak dibikin yang sok sok innocent gimana gitu
      Iyaaaapp!! Perkiraan umurnya persis banget😀
      Oh yaa?? aku ngerasa ini tuh semacem gak ada intinya.. udah hopeless aja hahaha
      Iyaaaa huhuhu yang udah jago banget bikin kids au tuh gak usah pake dialog sok imut aja udah ngegemesin bangeeett! Tapi aku di sini agak pusing sebenernya pas nulis. Aku takut kurang berasa anak kecil, atau terlalu dibuat-buat kesannya T_T
      yaahh kan beda kak, fluff kan ngegemesin kisah cintanya.. kalo ini ngegemesin tokohnya xD kkkk~

      Yeheee~ doakan aku bisa berkembang yaw
      Lah? orang aku aja masih belajar, yang ada kak kuku kali yang ngajarin aku nulis FF kece macem punya kaauu
      btw, makasih udah mampir kaaakk ^O^

  2. Aaaahhhh unyuuuuu..
    Gemes ihhh
    Ini ff pertama?? u/ ukrn ff prtama ini bgus bgt lohh..pntes dpet dukungan dr juri ^^)b
    Ditunggu karya selanjutnya…

    1. aaaaahh makaciiihhh~
      hihihi
      Iya.. engh.. enggak pertama juga sih, cuma, pertama kalinya pede nerbitin ff hahaha~
      Iya.. tapi sepertinya masih kurang memenuhi standar juri jadi tidak bisa publish sebagai 10 besar kemarin huhuhu~
      oke deh.. makasih ya udah mampir *peluk kamu*

  3. Jinki oppa dari kecil udah baik dan perhatian banget sama dongsaengnya.
    Andai anak2 tetanggaku seimut mereka, gak bakalan bikin stress, yah…

    Ini mainnya ulet kaki seribu, cacing, daun kentut.. berasa Bolang banget…

    1. yeah… Lee Jinki the cutie pie angel xD
      ya ampuuuunn hahahha anak jaman sekarang gila yaaa.. kalau gak mainan gadget mainan binatang LOL
      well, anak2 tetanggaku mainan air kali sama air got. terima kasih banyak, aku mau pingsan xD

      Makasih ya udah mampir Mina ^O^

  4. Astaga, Lanaaa! ini ff-mu toh. ya, olloooh, nggak nyangka!
    aku suka banget! pas ditengah-tengah aku mikirin siapa penulisnya. hehehe ternyata kenal.
    aku suka cerita menggemaskan. ngebayangin mereka yang masih unyu mau cubit dan cium mereka satu-satu dan peluk rapat-rapat.
    yang dipertanyakan berapa sih umur mereka? jinki lebih tua dari Minho, ya? yah, meski di bagian dialog tengah kalimatnya nggak terlalu anak-anak, tapi aku tetep gemes, kok. SUKAAA! ^^b

    1. Ekaaaaaa!!! Kamu kenapa mampir? *kubur diri dalem-dalem*
      kekeke aku jadi malu nih
      duh sampe sekarang juga masih unyu-unyu.. pingin cubit sama cium yang mesraaaa hahaha~
      Iya lah saayy~ , si Jinki rasanya aku tulis deh umurnya di paragraf pertama
      oh yeah, bikin dialog anak kecil itu sulit sekali ternyata, kawan! ._.
      MAKASIIIHHH *peluk cium* ^3^

  5. ya ampuuunnn kak lana ini menggemaskan sekalii aku mau lah jadi minhonya biar di kecup dicium sama mas onew kecil. OH MY GOD, aku juga mau punya anak seimut minho pasti tiap hari aku dekap terus, terus aku cium terus. YA ALLAH GEMESSNNNYYYAAA AAAAAKKKK T_T

    1. hihihihi sini kecup aku ajaaa xD
      siapa yang gamau punya anak beginiiii? haduuhh aku udah doa deh dari sekarang biar anakku ngegemesin begini kkkk~
      Makasih btw udah mampir dan ninggalin jejak ^O^

  6. KAK LANAAAAAAAAAA cuma satu yang bikin aku nganga. MINHO CADELLLLLLLLLLLLLLLLLL #dugh #bletak #buagh
    Ih, ini malah dua-duanya pengen aku bawa pulang. astaga astaga. Aku bisa ilang napas kalo beneran ketemu mereka pas kecil dan lagi imut-imutnya (sekarang amit-amit ya? #der)
    SUKAAA!! DUA-DUANYA AKU BAWA PULANG YA? #DOR

    1. MADEEEEE hahaha gampar aku aja sini, aku demen banget panggil kamu Mede sebenernya xD
      GEMEEESSSHHH KAAANN? Well, sebenernya aku pusing banget gimana gambarin sosok Minho yang laki banget itu =,= terus tahu2 nemu foto dia waktu baby, eh pipinya tembem, terus ngemesin, terus tembem identik dengan yg cadel haghaghag aku cacat emang xD
      Makasih Reeneee sudah mampiiirrrr *kecupkecup*

  7. loh ini kenapa ga lolos? kenapaaaaaaa? wkwkwkw aduh sumpah paling sukaaa sama ff shinee chibi2 macam ini gemes juga nih sama ibunya jinki #loh sama jinkiii,aaaa jinki aja sekarang imutnya maksimal apalagi jaman bayik(?) alamat ngga bisa tidur nanti pagi(?) ,kece inimah ffnyaaaaa❤

    1. heemm pastinya sih karna gak sekece ff lain yang lolos. Dan kayaknya masih kurang feel nya huhuhh~
      Loh? kok sama ibunya Jinki? hahahha~
      haduuh sebenernya ini ff gak kece2 amat ._. tapi makasih sudin mampiiirrr ^O^

  8. wooooooh imut kali si jinki ama minho
    hihihi sepertinya disini si jinki lbh tua yaa dr minho*emng dia lbh tua am -_-*
    itu beneran temennya superman itu Lana lang??

    1. terima kasiiihh hihihi~
      Iya duunddd… sebenernya aku pingin bikin Jinki umur 4 tahun huuumm ._.
      Iyaaa.. sebenernya sih taksirannya Superman kalau aku gak salah, sempet pacaran gak ya ._. lupa aku. Tapi Superman jaman bahela itu, bukan yang Men of Steel ._.
      btw, makasih sudin mampiiirrr ^O^

  9. INI UNYU BANGET AAAA GAK NAHAAN AAAA ALAMAK YA AMPUN NGEGEMESYIN MINTA DI UYEL-UYEL~~
    #duaaagghh

    nyesel gila kemarin ngelewatin ini. takutnya fantasi ya ampun. maapkan aku kak lana T_______T

    uugh, seriusan ini pipi pegel senyum 5 jari mulu pas baca cerita ini.
    cadelnya minho minta dibanting deh. unyuuu >~<
    mitten-nya mengerikan. mengerikan sangat. salahkan mitten-nya Jinki udah bikin mereka berdua makin ngegemesin. mana buka mitten-nya pake digigit segala..kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…

    kak lana pokoknya sering2 ngisi di sini ya kak yaa.. yaaa..yaaaa…😀

    1. Dhilaaaa!! Kamu mampir omaigat *blush*
      hihihi tapi setelah aku baca lagi, ah engga.. ini ngegemisnya cuma pertama kali baca, setelah itu biasa aja huhu😦

      Hahah kan ada tulisannya bebeeehh.. Kids!AU. Kalau fantasy mah pasti ada tulisannya

      Hihi aku juga pegel senyum2 baca komen kamu
      oh adegan mitten itu.. aku selalu gak tahan ngeliat anak kecil pakai mitten, pingin aku gigit tangannya ya ampun

      Aku belajar dulu ya nulis FF yang bagusan dikit, supaya gak malu2 amat di publish di sini hihihi~
      Makasih Dhila udah mampir ^O^ *hug*

      1. la gak baca kids/au nya kak u.u #ditoyor
        sindrom orang yang nulis cerita juga kebanyakan gitu kak. pas baca2 ulang gak kerasa lagi efeknya. padahal yang baca pas baca ulang masih menikmati ‘sensasi’nya #halaah

        hohoho, ya ya ya kak..la juga masih belajar *dan kayaknya mandet di situ2 aja -.-*. semangat nulis kaaak!!!
        masama kaak! ^o^/ #hugbalik

  10. Uuuuuuh ngegemesinnyaaaaa
    Paling gemes kalo ada yg bikin shinee verai bocah iiiih
    onew manis bangeeeeet sih kamu
    Bagus thor baguuuus

  11. aku mau beli -little Jinki dan little Minho- boleh nda?
    cute nya FF ini, jadi mbayangin mereka waktu kecil pasti super imut deh…

    to author: thanks so much, wah jadi pingin ketemu -little Jinki dan little Minho-. Ditunggu FF selanjutnya ya

  12. Ngaaaah, aku gemes ama jinki!!! Beruntung banget emaknya punya anak imut macem jinki.
    Hiw hiw. Banyakin lagi ff yang kaya gini, aku suka banget gaya bahasanya.
    Tapi ada beberapa poin yang bikin imajinasi aku yang lagi asik ngebayangin jinki ama minuh jadi ngestuck gitu.
    Terus lagi kalimat ini ” “Kau bisa pegang
    punyamu sendiri, sayang.” Ambigu banget ga siiih!?? *slapped, perhatiin lagi posisi kata sama kalimat nya.
    Siiip, bikin lagi yang kaya gini ya lana -ssi!! Aku suka banget!!!!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s