You = Moon

You = Moon

Author             : Monic

Casts               : SHINee Minho & Bona (OC)

Length             : Drabblet [648 words]

Genre              : Fluff

Rating              : G

bulan

Kau sama dengan bulan…

***

Di malam hari aku berdiri didepan jendela, memandang bulan yang menyinari gelapnya malam dengan cahayanya. Di siang hari aku hanya bisa memandangmu dari tempat dudukku, hariku kau sinari dengan keceriaanmu. Keceriaan yang kau buat bersama orang sekitarmu. Tapi bukan denganku.

.

Kau sama dengan bulan…

Bulan terlihat dekat jika kulihat , tapi nyatanya ia sangat jauh. Dari mataku kau terlihat dekat, tapi nyatanya kau sangat jauh. Setiap kali manusia berjalan mendekati bulan, pasti jarak bulan dengannya tak berubah. Setiap kali aku mencoba mendekat , aku merasa kau masih sangat jauh. Di mata orang lain, mungkin aku terlihat bodoh. Mereka hanya akan berkomentar, “Untuk apa mengejar bulan? Sampai kaki itu lepas pun bulan tidak akan mengasihanimu.”

Apa di mata orang lain aku terlihat bodoh sampai aku merelakan segalanya padahal Sang Bulan itu sendiri tak memedulikanku?

.

Kau sama dengan bulan…

Hari ini aku melihat bulan. Di sekeliling bulan itu ada beberapa bintang. Bintang-bintang itu berkelap-kelip indah. Tuh, ‘kan , kau sama dengan bulan. Di sekelilingmu ada bintang-bintang yang sempurna luar dan dalam. Aku senang kau dikelilingi mereka. Walau aku bukan salah satu dari mereka.

Kau sama dengan bulan…

Untuk menyentuh bulan aku harus menjadi astronot. Menjadi astronot tidaklah mudah. Berbagai tahap harus kulalui. Cobaan mental maupun fisik harus kuhadapi. Di luar dari itu, aku harus mengabdikan diriku pada dunia astronot. Aku harus pintar dan bersungguh-sungguh. Dan yang harus kau tahu adalah, jumlah astronot hanya sedikit di dunia ini.

Aku yakin kalau aku bersungguh-sungguh, aku bisa menyentuhmu. Berbagai tahap harus kulalui. Mental dan fisikku harus siap uji. Aku harus bersungguh-sungguh dan pintar. Melamar menjadi astronot bisa kulakukan lebih dari sekali. Tapi kau? Aku tak punya kesempatan dan waktu yang banyak.

Minho, aku akan sungguh-sungguh. Aku ingin kau melihatku seperti aku selalu melihat dan menemukan keberadaanmu. Aku ingin dekat. Dekat dengan apa yang selama ini menyinari hariku hanya dengan keceriaannya. Aku ingin mendengar suaramu yang khusus ditujukan untukku. Tap apa meski hanya satu kata.

***

Author POV

 Bona  masuk ke kelasnya dengan kepala tertunduk. Ia sedang meyakini dirinya untuk menyapa Minho. Jantungnya terus berdegup kencang, ia mulai berkeringat dingin.

Sosok tinggi yang ia tunggu kehadirannya sejak 15 menit yang lalu akhirnya menampakkan diri. Bona melihat Minho dan seketika kedua pasang mata itu bertemu.

“Hai!” Mulut Bona berusaha menyapa Minho. Jantung Bona semakin berdebar. Wajahnya memerah. Gugupnya menyeruak.

“Hai juga!” Minho menjawab dengan senyum ideal. Senyum yang menurut Bona hanya dimiliki Minho.

Bona terpaku sesaat. Andai saja dia bergerak dari dulu. Dia tidak perlu kaku seperti ini. Minho tidak membencinya. Untuk apa Bona merasa canggung?

‘Hari ini satu kata. Besok aku usahakan dua kata,gumam Bona dalam hati. Ia masih terlalu senang atas apa yang didengarnya barusan. Dadanya masih sangat berdebar bahkan ia sempat sulit bernapas.

BoNa memejamkan matanya , mengatur napasnya dan emosinya. Ia tidak mau terlihat aneh sekarang. Ia berbalik membelakangi Minho. Berusaha mengerjakan sesuatu yang lain, membuka buku sejarah misalnya.

“Bona.”

Pemilik nama itu kaget. Tak bisa dipungkiri, dia senang kalau Minho langsung memanggilnya. Bahkan kali ini memanggilnya dengan nama.

Bona berbalik. Dan menatap Minho yang sudah memperhatikannya. Bona kembali merasakan sensasi campur aduk dalam hatinya

“Jangan seperti itu padaku. Aku juga classmatemu. Kita harus berbaur.”

Bona hanya mengangguk. Lidahnya kelu untuk merespon Minho dengan kata-kata.

“Bona…”

Bona menatap penasaran.

“Wajahmu memerah dan kau terlihat semakin cantik.”

Rasa malu dan senang Bona tercampur begitu saja. Dia belum siap untuk hari ini. Mentalnya belum tertata dengan benar. Mungkin Tuhan sedang menunjukkan sesuatu yang bagus untuknya.

“Terima kasih, Minho.”

Tiga kata yang Bona ucapkan pada Minho pagi itu. Dia berharap setiap hari, jam, menit—dan kalau bias—detik, jumlah kata yang ia berikan pada Minho bertambah banyak. Karena dia sangat menyukai seorang Choi Minho.

“Tunggu…”

Bona berharap Minho mempercepat kemunculan kata selanjutnya. Karena dada Bona sudah tak kuat lagi.

“Bona, kalau mau bertanya jangan malu dan panggil saja namaku. Bahkan kau senggol dengan satu jari pun aku akan menoleh.”

FIN

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the 

35 thoughts on “You = Moon

  1. Em, aku punya feeling kalo minho punya rasa juga sama Bona. Bener nggak, Thor? Hehehe, aku suka sikap BOna yang gugup luar biasa dan perjuangan untuk mengucapkan satu kata, buat aku itu lucu.

  2. setuju sama komen Sophie. Saat pertama kali baca bagian awal2 ff ini di email, aku ngerasa biasa aja. tapi setelah mencapai akhir, aku menemukan hal yang dari awal aku pertanyakan tt alasan si author milih genre fluff…

    Good job, Monic🙂

  3. awalnya berasa kalo ini tipikal high school ala2 manga yg ceweknya cuma bisa diem kemudian ujug2 sama cowoknya
    lucu, si minho beneran tipikal classmate humble yang diem2 suka godain temennya
    makasih atas ceritanya🙂

  4. Okeh. Valentine sendirian dan akhirnyaaaaaaaaa berkencan dengan suami tercintahhh huhuhuuuu CHOI MINHOOO~~~~~~~~
    Huh, buset dah ini cocok banget dibaca pas hari dimana para jomblo pada manyun!! #DERR (??)
    Well, ini fluff~~ Udah jarang nemu FF minho yang begini. Sukaa~~

    1. Ciee yg ngerayain sama minho ;;) aku sih masih sama yg lama.. Onew xD
      nah itu salah satu alasan aku jadiin minho cast nya. Udh Jarang bgt yg bikin fluff minho .___.
      Makasih udh bca & komen ya ;;)

  5. Aduh, ini bagus b^^d
    aku termasuk yang ga suka sama romantis2an, tapi ini bagus dan ga terkesan cheesy atau fluff menurutku.
    Di bagian awal yang nyerita soal bulan, kukira itu dari sisi Minho loh, ternyata Bona.
    Aku suka kalimat Minho di bagian akhir. Sangat menyentuh🙂

    Tapi penggambaranmu soal bulan itu, aku ngerasanya kaya seorang fans sama idol gitu. terasa dekat tapi jauh. Dan bahkan bulan ga peduli sama kita yang selalu mengaguminya ini. *curcol*

  6. iiiihh aku udah baca iniii tapi baru sempet komen huhuh~
    aku bacanya awalnya biasa aja gitu… tahu-tahu pas di kalimat “Wajahmu memerah dan kau terlihat semakin cantik.” aku pingin banting komputer. Idih apa-apaan si Minho! Bikin aku melelh aja hahaha

  7. annyeong haseyo … aq reader baru🙂
    filosofi tentang bulan n astronot itu bnr” romantis deh ,, ^-^ i like it !!
    bona eonni yg d panggil min’ppa tp malah aq yg deg”n ya ,,😀

    FF’a daebak , keep writing🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s