Dia

Dia

Author : Bella Jo

Main Cast : one of Shinee member (up to you)

Length : ficlet

Genre : angst, romance, family, tragedy

Rating : PG-15

Summary : dia diam…

 

Dia diam…

Kedua mata coklatnya tampak kosong tak bersinar. Tak ada yang tahu apa isi pikirannya. Yah, mungkin malah tak ada apapun dalam pikirannya kini. Pintu jendela tak berpalang terbuka lebar menunjukkan birunya langit dan hijau-merah semak mawar di dunia luar, amat berbanding terbalik dengan gelap ruangan tempat ia berada. Bibir pucatnya menunjukkan celah, seakan menjadi tempat keluar bagi udara yang menyesakkan dada. Sebelah tangannya memangku wajah yang bergurat lelah.

Aku pun diam…

Aku masih menatap sosok wanita yang selalu mengisi relung hatiku itu, tatapku sayu. Sungguh, apapun yang kulakukan tak bisa dan takkan pernah bisa mengusir gurat sendu di wajahnya. Karena itu lebih baik aku diam untuk tidak menyakiti diriku sendiri. Tapi ada satu gejolak rasa yang menarik pita suaraku bergetar menyapanya.

“Hey…,” sepatah kata meluncur dari bibirku. Tak ada reaksi, seperti dugaanku. Sorot matanya masih kosong. Helaan nafas terhembus dari bibirku sementara otak mulai merangkai kata.

“Kau masih seperti yang dulu, seperti tiga tahun yang lalu. Kau jadi lebih kurus dari pada saat kita bersama…,” lanjutku. Kakiku melangkah mendekat dan memilih duduk bersandar di sampingnya, “Anak kita sudah tumbuh besar. Dia sangat ingin bertemu denganmu. Apa kau tak mau menemuinya? Ia semakin lincah dan menggemaskan. Aku yakin kau langsung jatuh cinta padanya begitu kalian bertemu pandang, sayang. Tolong berikan cintamu padanya saat kau menemuinya. Namun aku belum bisa membawanya ke mari. Dia pun masih belum kuizinkan melihat kembali potret dirimu. Biarlah kebersamaan kita semua kuungkit kembali saat dia jauh lebih dewasa. Dan saat itu pulalah ia akan menyebut dengan bangga bahwa kau ibunya…”

Hening kembali mengalir saat aku menghentikan ucapanku. Aku tak menduga adanya reaksi dan memang begitulah adanya. Dia, wanita yang amat kucinta, masih tetap diam dengan pandang kosongnya. Namun aku merasa amat tenang berada di sampingnya seperti saat ini, walau sesak semakin marambat dada. Aku sadar, dia takkan pernah lagi mengeluarkan suara indahnya untukku, ekspresinya kan selalu kaku. Rasa rindu membuncah, memenuhi dada. Aku ingin semua kembali seperti semula, seperti keadaan sebelum kecelakaan itu terjadi. Aku menyesali semua kesalahanku di masa lalu. Jika saja waktu dapat diputar ulang… jika saja…

“Aku merindukanmu, sayang…,” bisikku pelan dengan mata menatap lekat sosoknya. Tetesan air hendak menyeruak dari pelupuk mata. Rasa sepi ini semakin mengikis hati tiap kusadari keadaanku, tak lagi dapat memilikinya. Aku terisak pelan seraya menyentuh sosoknya yang terlukis indah dalam pijar warna yang semakin kusam dimakan waktu. Lukisan terakhir istriku yang kuabadikan dalam kanvas berbingkai, lukisan yang selesai sesaat sebelum kecelakaan maut itu merenggut hadirnya dariku. Tanganku menyapu lukisan itu dengan gerak yang semakin pelan. Ingin rasanya aku memeluk media dua dimensi itu. Namun hanya bibir yang dapat berbisik.

“Aku mencintaimu…”

FIN

©2011 SF3SI, Bella Jo

bella-jo-signature

42 thoughts on “Dia

  1. sebenernya pertama mikir nih wanita gila, ya? eh, kayaknya suaminya yang gila deh. mana ada lukisan terlihat lebih kurus. tertipu aku.

  2. Bella…. You’re a good tricker…
    Aku kira ceweknya alzheimer, lupa dirinya dan segala-galanya…
    Nice, deh…
    Ada 3 orang yang tricked…

  3. kupikir istrinya itu cacat atau gimana habis melahirkan jadi dilarang ketemu anaknya gitu sama keluarga suaminya
    eh ternyata malah begini, great twist
    makasih atas ceritanya
    ditunggu karyanya yg lain😀

    1. hooo….. aku malah g kepikiran sampai ksana. hahaha… mungkin karena kubuat genre angst d awal makanya sampe kepikiran gitu, y? hehehehe…

      thanks, Chrysalis~

      1. iyaa, aku sempat mikir ke arah sana. soalnya bbrapa waktu yg lalu aku abis baca cerita yg seorang ibu gak boleh deket2 sama bayinya karena mengalami depresi pasca lahiran.. huhuhu…

        masama Bella!😀

  4. UWAAAHHH!! Harus pelan-pelan bacanya karena jujur otakku lagi lemot banget -_-”
    Drabble yang JLEB banget. Diakhir cuma bisa dipelongin doang, ternyata….
    Uwahh, keren!!!

  5. Am I the only one who thinks the ‘aku’ in here is unseen? .hahah.
    Baca komen2nya pada ngira istrinya lagi sakit, blah blah blah. Tapi aku ngiranya si suaminya hantu gitu dan istrinya lagi keadaan ngelamun karena sedih.

    Long time no see, Bella.
    Nice fanfic as usual😉

    1. iya yaa… bner juga… bisa jadi si ‘aku’ nya yg unseen. hahaha… tapi bella g kepikiran, eonni…

      yup, it’s been so long eonnie…
      gomawo udh mampir n baca ^^

  6. Uwah~ Eonnie, aku tertipu._. Aku kira ceweknya itu gila.-. Ternyata…. Dan entah kenapa, aku jadi ngebayangin si cowok nya itu Onew deh/.\ Hahaha… But… Nice FF, eonn^^

  7. eh? kupikir ini istrinya rada stres atau sakit apa gitu, soalnya dibilang makin kurus. eh tapi lukisan kok bisa kurusan? atau suaminya nih yg rada2….

  8. YA AMPUN hahah aku salah baca xD
    bagian ‘merenggut hadirnya dariku’ aku bacanya ‘merenggut hadirnya diriku’ terus aku sampe baca 3x, bingung ini aku yang otaknya kesambet atau gimana. Ternyata eh ternyata hahaha
    Awalnya kupikir si ‘Aku’ yang gak nyata, terus aku baru mikir lagi ‘kan dia sama anaknya.. jadi ini yg gak nyata yg mana’ eh baru deh baca paragraf terakhir. Ternyata oh ternyata ._. huk~

  9. Eh maaf baru baca baru sempet mampir nih setelah sekian lama yg terakhir him inside itu..hehehehe..congrat km menang ya..like always tulisan km suka bkin gimnaaaaa gitu..membernya up to you kan?jd aku milih jjong aja deh yg seumuran sama aku klo onew oppa kasian dia udah delusional sama ayam..klo mino please jgn kmhidup bahagia ama noona aja ya..hahahaa *gw yg delusional* key km focus jd diva aja dan taemin kykny trlalu bocah untuk jd 3 dimensi gitu..nice story again bella-ssi keep writing ya.

  10. eh kok aku ga ketipu ya? udah nyangka something wrong, antara ceweknya itu mati atau cuma lukisan
    dan taraa benr kan cuma benda dua dimensi
    ih aku pinter ih *digetok

    tapi suka deh kata2nyaa
    rapi penulisannya

  11. Haduh… Aku kira istrinya depresi karna trauma apa gitu sampai2 anak nya gak boleh ketemu (mainstream banget yaaa)
    Tp di pertengahan aku udah nyadar jangan2 suaminya yg kenapa2 ternyata bener…
    Nyesek juga ditipu author… Nice fanfic thor…

  12. Aku baca cerita ini terus baca komen2 sebekumnya bikin ketawa kita semua ketipu (termasuk aku) hehe aku kira awalnya ceweknya itu udh gak ada trs jasadnya disimpen gt *serem amat* soalnya pernah nonton di mv siapa gt waktu itu hehe.
    tapi nice ff ini, semangat^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s