WW Club – Part 7: His Decision

Title: WW Club – Chapter 7: His Decision

Author: Mahogany4 (@ItsMahogany4)

Translater: Maria

Main cast: Choi Minho, Choi Sulli, Bae Suzy, Jung Krsytal, Goo Hara, dan Lee Jonghyun

Support cast: IU, Heechul, Nicole, Liza (Sulli’s Mom), Fred (Sulli’s Dad) dan masih banyak lagi cast yang akan kalian temuin di crita ini.

Length: Sequel

Genre: School Life, Romance, Friendship

Rating: PG15

A/N: hmm~ chapter 7 is here…  thanks to Lana yang udah ngebantu aku waktu translate… Kalo kalian mau baca versi inggrisnya bisa dibaca di link ini: www.asianfanfics.com/story/view/443818/ww-club-hara-jonghyun-krystal-minho-sulli-suzy-minsul so enjoy the story and hope you like it! I need your comment..

Summary :

”Dan kesepakatan itu?” – Jonghyun

 

”Ini akan menjadi tantangan terakhir WWClub pada Sulli Choi. Apapun hasilnya, aku tidak akan membiarkan kalian menyerangnya lagi.” – Minho

 

”Jadi apa keputusanmu?” – Sulli

???????

 

Chapter 7: His Decision

Jonghyun bingung. Ketika Minho sedang membaca surat di WW200, ia tidak langsung memasukkan surat ke mesin penghancur. Surat ini pasti penting. Ketika Minho berdiri dan keluar dari WW200, Jonghyun segera mengikutinya. Terlebih karena dia merasa aneh dengan tindakan Minho. Minho bukan orang yang seperti ini. Dia tidak terburu-buru dalam melakukan sesuatu seperti ini. Tapi kenapa dia harus berlari mengelilingi Sun Life setelah membaca surat itu?

“Ini surat darimu?” tanya Minho.

“Ummm… ya, memang kenapa?” tanya Sulli.

Apa?! Jadi, surat yang membuat Minho berlari mengelilingi Sun Life itu dari gadis itu?!

“Kalau kau khawatir nanti tidak ada seorangpun yang mendaftar di kontes, kenapa kau tidak meminta Jonghyun menjadi juri?” tanya Minho, “Aku yakin pasti banyak yang mendaftar kalau mereka tahu dia jurinya.”

Jonghyun tidak terkejut mendengar saran Minho. Dia bertanya-tanya kenapa klub Events tidak meminta dia ketika Minho tidak menanggapi suratnya.

“Aku tidak percaya padanya. Aku rasa dia pasti akan membiarkan Suzy menang,” kata Sulli.

Tunggu sebentar. Apa Sulli baru saja berpikir kalau dia itu memihak? Yah… tidak bisa disalahkan juga. Lagipula Suzy ‘kan anggota WW Club.

”Dan kenapa kau bisa berpikir aku berbeda?” tanya Minho.

Yup, benar Minho, jangan menyerah begitu saja padanya.

”Karena… dari apa yang kita bicarakan tentang… kesepakatan…” kata Sulli.

Apa dia tidak salah dengar? Kesepakatan? Seperti K-E-S-E-P-A-K-A-T-A-N? Apa yang mereka bicarakan?

Minho perlahan mendekat ke arah Sulli dan menyentuh pipi Sulli yang membuat semua orang di sekitar mereka terkesiap. Apa yang Minho lakukan?! Man, hentikan apa yang kau lakukan sekarang?! Ini aneh. Minho bukan tipe yang suka tebar pesona, Jonghyun lah yang suka melakukan itu. Dan dari semua gadis yang ada di luar sana, kenapa harus… gadis aneh ini! Apa kata orang-orang nanti tentang ini!

Jonghyun tidak bisa mendengar apa yang Minho katakan pada Sulli. Tapi dia tidak kelihatan senang melihat apa yang terjadi. Kemudian Minho berbalik menghadapnya.

“Beri aku waktu untuk mempertimbangkannya. Aku akan memberitahumu jawabanku secepatnya.”

Kemudian Minho berjalan ke luar kantin.

Apa yang baru saja terjadi? Ada yang bisa menjelaskan padanya?

——————–

Minho berjalan seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Jonghyun tidak bisa lagi menahan pertanyaan yang ada di kepalanya .

”Tentang apa itu tadi?” tanya Jonghyun.

”Dia ingin aku menjadi juri di kontes, tadi kau dengar semuanya, kan?” jawab Minho.

”Ya, semuanya, dan itulah yang membuatku bingung. Kenapa kau sampai berlari-lari hanya untuk mencarinya? Kau kan bisa langsung merobek surat itu. Apa yang membuatmu tertarik dari kata-katanya tentang kau menjadi juri?” tanya Jonghyun.

”Kau terdengar seperti Suzy,” kata Minho.

”Kau tentu tahu kalau aku bertanya karena aku bingung,” kata Jonghyun.

”Bisa dibilang kalau kau sedikit tertarik dengan hasil yang akan keluar nanti,” kata Minho.

”Kau tidak pernah memperhatikan kegiatan sekolah kecuali rektor yang memintamu langsung,” kata Jonghyun.

Minho tertawa. ”Tidak perlu permasalahkan hal itu, dude. Aku hanya ingin melihat apakah dia benar-benar pintar. Lagipula dia sudah memecahkan rekorku.”

”Dan kesepakatan itu?” tanya Jonghyun.

Kata-kata Jonghyun membuat Minho berhenti berjalan.

”Ahh.. jadi kau mendengarnya juga,” kata Minho.

”Aku tidak akan membiarkanmu melewatkannya begitu saja,” kata Jonghyun.

”Gadis itu sendirian, melawan 4 raksasa, yah.. hampir 5 karena orang berpikir kalau aku juga bersama kalian dalam tantangan ini. Dari awal ini bukan pertarungan yang adil. Aku hanya ingin memberikan sedikit perlindungan padanya,” kata Minho.

”Kenapa kau melakukan itu?” tanya Jonghyun.

”Karena aku tidak ingin orang memandang rendah pada seseorang karena dia bisa memecahkan rekorku. Kalau mereka melakukannya, itu berarti mereka juga bisa memandangku rendah, ‘kan?” kata Minho.

”Dan ‘kesepakatan’ itu tentang apa?” tanya Jonghyun.

Minho menatap Jonghyun dengan flaming eyes– nya.

”Ini akan menjadi tantangan terakhir WW Club pada Choi Sulli. Apapun hasilnya, aku tidak akan membiarkan kalian menyerangnya lagi,” kata Minho.

——————-

”Apa yang terjadi?” tanya Suzy.

”Umm… Sepertinya surat itu dari Choi Sulli. Minho mencari Miss Choi untuk memastikan surat itu memang darinya,” kata Jonghyun.

“Itu saja? Tidak ada kejadian aneh?” tanya Krystal.

“Umm… tidak perlu dibahas lagi…. Kita harus pastikan kalau kita mengeluarkan semua yang kita bisa,” Kata Jonghyun.

Wow, kau mulai punya semangat yang tinggi. Apa kau benar-benar berpikir dia punya kesempatan untuk menang?” kata Hara tertawa.

”Seperti apapun dia, kita tidak boleh kalah,” kata Jonghyun. Atau Minho akan turun tangan dan ia akan menghentikan kita… tapi Jonghyun tidak mengatakannya dengan keras.

——————-

Sulli lelah. Sepanjang sore, yang dia lakukan adalah memastikan kalau programnya berhasil. Tidak boleh ada salah sedikitpun.

Jalanan ini merupakan jalan biasa yang ia lalui untuk sampai rumahnya.  Jalan yang menanjak ini sudah membuat kakinya pegal. Tapi tidak masalah… hanya beberapa langkah lagi dan dia sudah bisa beristirahat di kamarnya.

Sulli melihat bayangan di depan gerbang rumahnya. Ketika ia mendekat, ia merasa seperti semua pori-porinya terbuka karena terkejut.

Minho.

——————–

Minho sudah berdiri gerbang hampir 3 jam. Ia memastikan ia memeriksa jadwalnya. Seharusnya kelas terakhirnya selesai 3 jam yang lalu… kenapa sampai sekarang dia belum pulang?

Minho merasa ada seseorang yang berjalan mendekat kearahnya… ahhh… akhirnya dia di sini. Hmm… Dia tidak benar-benar peduli bagaimana penampilannya. Apa dia menyisir rambutnya sebelum pulang? Mantelnya tertekuk di satu sisi, roknya terlalu panjang. Dan kacamata itu… Apa dia benar-benar memakai kacamata setebal itu? Minho terkekeh.

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Sulli.

“Kenapa kau baru pulang?” tanya Minho.

“Ummm… Aku yang bertanya lebih dulu,” kata Sulli

“Tapi aku ingin kau menjawab pertanyaanku dulu,” kata Minho.

“Ini bukan di Sun Life. Ini wilayahku. Kau bukan raja di sini,” kata Sulli.

”Aku memang bukan seorang raja  bahkan di Sun Life sekalipun,” kata Minho.

”Tapi orang-orang memperlakukanmu seperti itu,” kata Sulli.

”Aku tidak meminta mereka untuk melakukannya” kata Minho.

”Tapi mereka tidak bisa tidak melakukan hal itu karena… karena… Jawab saja, kenapa kau di sini?” tanya Sulli.

Minho mengambil napas dalam-dalam dan tersenyum

”Kau tidak mengajakku masuk? Aku sudah berdiri di sini selama 3 jam.” kata Minho.

Tiga jam?! Sulli terkejut. Kenapa ia harus menunggunya selama itu? Apa yang dia lakukan di sini?!

”Aku tidak memintamu datang ke sini,” kata Sulli.

”Kau wanita yang dingin,” kata Minho.

”Aku pikir kau pernah bilang kalau aku bukan seorang wanita,” kata Sulli.

”Ah.. ya.. apa aku bilang begitu? Tapi maksudku kau itu orang yang dingin,” kata Minho.

Minho menikmati situasi ini.

Kemudian mereka terdiam sebentar.

”Jadi kau mengatakan kalau aku seorang wanita sekarang?” tanya Sulli.

Minho tertawa mendengar kata-kata Sulli.

”Aku di sini untuk memberitahu keputusanku.” kata Minho.

Dia datang ke sini hanya untuk memberitahu keputusannya yang ia bisa katakan besok di sekolah? Tapi apa keputusannya? Hati Sulli terdiam.

”Kau ‘kan bisa memberitahuku besok di sekolah. Kau tidak perlu berdiri menungguku di sini,” kata Sulli.

”Aku tidak tahu apa kau sudah mendengarnya atau belum. Tapi begitu kita selesai berbicara di kantin, sudah banyak rumor yang tersebar. Kalau ada hal yang mahasiswa Sun Life yang mahiri, maka itu adalah bergosip. Dan besok, kau akan terkejut kalau kau tahu cerita itu sudah berperan,” kata Minho.

“Jadi kau ke sini hanya untuk menghindari gosip,” kata Sulli.

“Bisa dibilang begitu,” kata Minho.

Yang sebenarnya adalah sekali anggotanya mendengar tentang dia bertemu Sulli untuk kedua kalinya hari itu, mereka pasti akan bertanya kepadanya. WW Club tidak bersosialisasi dengan siswa lain. Berbicara dengan mahasiswa di luar klub itu tidak akan mungkin terjadi. Hal itu untuk menjaga ke-eksklusifan WW Club. Para membernya pasti akan menanyakan ratusan pertanyaan yang Minho belum siap untuk menjawabnya. Mereka mungkin lebih kesal dengan Sulli daripada sebelumya.

”Jadi apa keputusanmu?” tanya Sulli.

”Aku memutuskan untuk menerima menjadi juri di kontes kecantikan,” kata Minho.

Hati Sulli bersorak gembira, tapi dia tidak bisa menunjukkan kepada Minho. Dia harus mengendalikan emosinya.

”Apa yang membuatmu setuju?” tanya Sulli.

”Kau,” kata Minho.

Sulli terkejut dengan jawaban Minho.

”Aku? Kenapa aku?” tanya Sulli.

Minho menepuk pelan kepala Sulli.

”Anggap saja ini sebagai bukti kalau aku menepati kesepakatan kita,” kata Minho.

Sulli merasa pipinya memanas.. oh tidak… Apa pipiku memerah? Dia tidak boleh melihatku seperti ini.

Minho melihat pipi Sulli memerah…. Ahhh, jadi dia tidak tahan digoda. Minho merasa ingin menggoda Sulli lagi. Dia meraih kacamata Sulli dan melepasnya. Minho melihat betapa tebalnya kacamata itu.

”Di kompetisi ini, bisakah setidaknya kau tidak memakai ini?” kata Minho sambil memeriksa apa kacamata Sulli bukan kacamata untuk fashion.

”Aku tidak bisa melihat kalau tidak memakai kacamata,” kata Sulli.

Kemudian Minho menatap Sulli. Wajah mereka hanya berjarak beberapa inci saja. Wajahnya… Ini pertama kalinya Minho melihat wajah Sulli tanpa kacamata yang biasanya menutupi hampir setengah wajahnya.

Wajahnya… Wajahnya…

”Aku tidak bisa melihatmu dengan jelas. Tapi dari penglihatanku yang kabur aku bisa melihatmu memeriksa kacamataku,” Sulli sedikit tertawa. ”Ya, itu benar-benar kacamata. Aku tidak menggunakan itu hanya untuk fashion.”

Wajahnya, ketika bibirnya sedang melengkung tersenyum… matanya ikut tersenyum yang ikut mencerahkan seluruh wajahnya….

Minho melangkah mundur dan mengembalikan kacamata Sulli.

”Aku rasa kau harus melepas kacamatamu… kacamata itu menyembunyikan wajahmu…” kata Minho.

Sulli memakai kacamatanya. ”Benarkah? Yah… IU bilang aku harus mencoba lensa kontak… ngomong-ngomong, apa kau mau masuk?” tanya Sulli.

”Hmm… Aku rasa aku lebih baik pulang sekarang. Aku merasa sangat lelah karena latihan sepak bola… dan 3 jam menunggu,” kata Minho.

Sulli hanya cemberut. Dia tidak meminta Minho untuk menunggunya pulang, kenapa dia harus merasa bersalah?

”Kau lebih baik masuk sekarang, hari sudah malam,” kata Minho.

Kemudian Sulli masuk rumah. Ketika  Sulli mencoba melihat dari jendela apakah Minho sudah pergi atau belum, dia melihat Minho menatapnya. Mata itu, sepasang mata yang ia lihat di hari pertamanya masuk Sun Life. Tatapan yang membuat jantung Sulli berdetak dengan cepat.

Dan kemudian ia pergi.

————————-

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

116 thoughts on “WW Club – Part 7: His Decision

  1. waaah, aku ngerasa terbang di chap ini hahaa
    minho oppa so sweet bgt sih mongomong.. udh mulai sadar yee itu cewek cantiknya masyaAllah. emang dah ssul eonni daebak😀
    penasaran banget..
    as always.. thankyou for posting.. cannot wait for read the next chap😀
    keep writing😀

  2. hihihu…. ming oppa?????
    whyyyy???
    sebenarnya apa maksud semua ini?
    tapi jika minsul bersatu akan lebih bahagia nantinya. hihihiji

  3. dri gerak geriknya minho bneran suka sma sulli,, pengen sulli berubah jadi gadis cantik,,pasti dy gg kalah populernya sama ww club,, minho jadi juri dn gg tau aj klo sulli mengundurkan diri jadi kontestan..gmn ya nnti reaksi minho,,dn ww club.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s