WW Club – Part 8: A Visit From Her Past

Title: WW Club – Chapter 8: A Visit From Her Past

Author: Mahogany4 (@ItsMahogany4)

Translater: Maria

Main cast: Choi Minho, Choi Sulli, Bae Suzy, Jung Krsytal, Goo Hara, dan Lee Jonghyun

Support cast: IU, Heechul, Nicole, Liza (Sulli’s Mom), Fred (Sulli’s Dad) dan masih banyak lagi cast yang akan kalian temuin di crita ini.

Length: Sequel

Genre: School Life, Romance, Friendship

Rating: PG15

A/N: hmm~ chapter 8… Kalo kalian mau baca versi inggrisnya bisa dibaca di link ini: www.asianfanfics.com/story/view/443818/ww-club-hara-jonghyun-krystal-minho-sulli-suzy-minsul so enjoy the story and hope you like it! I need your comment..

Summary :

”Setelah 5 tahun… Dia kembali ke Korea!” – Sulli

”Apa karena aku mengatakan dalam surat itu kalau aku menyukaimu?” – Heechul.

“Minho Oppa!” – Nicole

???????

 Chapter 8: A Visit From Her Past

Sulli gelisah, tinggal 2 hari lagi sebelum kompetisi dan tidak ada yang tahu rencananya kecuali dirinya sendiri. Miss Jung akan selalu memberitahu dia untuk melakukan apa yang dia ingin lakukan. Dan dia tidak bisa mempercayai IU agar tidak berbicara pada siapapun. Waktu para mahasiswi itu mulai mendaftar karena Minho yang menjadi juri, Miss Jung sudah memperbolehkan Sulli untuk menarik IU keluar dari kompetisi. Jadi, dia hanya meminta IU untuk membawa kameranya dan memastikan untuk memotret semua yang akan terjadi dalam kontes. Sulli sangat stres dalam mempersiapkan semuanya. Dia tidak bisa tidur dengan nyenyak akhir-akhir ini.

Ketika ia sampai di rumah, ia melihat ada hadiah di atas meja. Dia melihat kartu ucapannya.

Mom, aku sudah bilang untuk tidak menerima ini, kan?” tanya Sulli.

Liza mendesah. ”Sangat tidak sopan kalau menolak hadiah dari seseorang,” kata Liza.

”Tapi aku sudah bilang kalau aku tidak akan menerima hadiah darinya lagi, kan?” kata Sulli, ”Hal itu sudah 5 tahun, Mom. Dia seharusnya berhenti memberiku hal-hal seperti ini. Lebih baik kita minta pengantar paket ini untuk mengambil kembali hadiah ini.”

”Hadiah itu tidak dibawa oleh pengantar paket,” kata Liza.

”Huh? Siapa yang membawanya?” tanya Sulli.

”Heechul sendiri yang membawanya,”kata Liza.

”Apa?! Oppa?” tanya Sulli terkejut.

“Ya. Dia kesini tadi. Dia menunggumu selama berjam-jam. Tapi seseorang meneleponnya dan ia harus pergi sebelum kau datang,” kata Liza.

”Setelah 5 tahun… Dia kembali ke Korea?!” tanya Sulli masih terkejut.

”Kau harus pergi dan menemuinya. Dia bilang dia berada di taman bermain yang biasa kalian berdua kunjungi,” kata Liza.

Sulli bergegas membereskan barang-barangnya tapi berhenti ketika melihat cermin didekat pintu. Dia terlihat seperti ahjumma yang sudah punya 10 anak.

”Dia tidak akan mengenaliku lagi.” Air mata perlahan menggenang di mata Sulli. ”Aku sudah berubah sangat banyak semenjak ia pergi.”

”Heechul melihat fotomu sebelumnya… Dia punya pendapat sendiri tentang penampilanmu yang sekarang. Dan kau tahu apa yang dia katakan ketika melihatnya?” tanya Liza.

”Dia bilang kalau kau masih terlihat imut seperti dulu. Aku rasa dia harus memeriksa matanya,” kata Liza.

Sulli tertawa mendengar kata-kata ibunya. ”Aku pergi dulu, Mom.” Sulli berjalan keluar rumah.

——————–

Sulli pergi ke taman bermain sekolahnya dulu, tapi tidak menemukan Heechul. Sulli pun duduk di atas ayunan. Kemudian dia merasakan sesuatu yang dingin menyentuh pipinya! Dia terkejut melihat Heechul di belakangnya memegang minuman dingin yang digunakan untuk menyentuh pipinya.

”Oppa!” sapa Sulli terkejut.

Heechul segera memeluk Sulli.

”Ahh… Sudah lama… aku sangat senang bisa bertemu denganmu lagi,” kata Heechul.

”Aku senang kau kembali,” kata Sulli.

Heechul melepaskan pelukannya dan mencubit pipi Sulli.

”Bagaimana kabarmu?” tanya Heechul.

Sulli mengambil napas dalam-dalam kemudian membuang muka.

”Aku baik-baik saja. Aku kuliah di Sun Life sekarang,” kata Sulli.

”Ya, aku tahu. Bagaimana Sun Life?” tanya Heechul.

Sulli tidak bisa mengatakan pada Heechul betapa sulitnya berada di Universitas tersebut. Dia baru saja kembali, ia tidak perlu khawatir pada dirinya.

”Bagus. Sangat keren,” kata Sulli.

“Tentu saja, karena Universitas itu bereputasi baik. Aku senang kau menyukai sekolahmu. Aku selalu berpikir kau lebih suka mengajar dan ingin masuk ke Universitas guru SMA favoritmu berasal,” kata Heechul.

”Aku menginginkan hal itu sebelumnya… Tapi aku perlu untuk menyadari kenyataan. Ketika kau pergi, aku benar-benar sedih dan aku tidak bisa mengandalkanmu lagi. Aku tidak bisa memintamu untuk membantuku mengerjakan pekerjaan rumah lagi. Jadi, aku belajar untuk mengerjakan sendiri. Aku tidak tahu kalau aku mampu sampai aku mencobanya sendiri. Lalu aku sadar kalau hidup itu lebih sulit daripada kelihatannya. Jadi, aku memutuskan untuk mencoba yang terbaik supaya aku bisa masuk ke Sun Life seperti apa orangtuaku mau,” kata Sulli.

”Hal itu tentu sulit untukmu. Aku harap aku ada di sini sehingga kau tidak perlu merasakannya,” kata Heechul.

”Aku tidak akan tahu kekuatanku kalau kau selalu bersamaku,” kata Sulli.

”Jadi, sekarang kau merasa kalau aku pergi itu hal yang bagus?” tanya Heechul.

”Tidak… aku masih merasa sedih setiap kali aku ingat kau pergi,” kata Sulli.

”Jadi kau rindu padaku?” tanya Heechul.

”Tentu saja aku rindu,” kata Sulli.

”Jadi, kenapa kau tidak membalas semua suratku beberapa tahun terakhir? Dan kenapa kau mengirim kembali hadiahku untukmu?” tanya Heechul.

Sulli menarik napas dalam-dalam.

”Apa karena aku mengatakan dalam surat itu kalau aku menyukaimu?” tanya Heechul, ”Kau mulai tidak membalas setelah aku menyatakan perasaanku dalam suratku.”

”Oppa, aku bukan lagi gadis kecil lucu yang kau tinggalkan 5 tahun lalu. Aku bukan lagi gadis cantik yang bisa membuat orang jatuh cinta hanya dengan tersenyum. Lihat aku sekarang… aku… aku tidak seperti dulu lagi… Aku bahkan tidak ingat seperti apa aku dulu.” kata Sulli.

Heechul menyentuh bahu Sulli.

”Waktu aku bilang aku menyukaimu, aku tidak menyukaimu hanya karena penampilan saja. Aku menyukaimu apa adanya. Selama 5 tahun aku selalu ingin kembali ke sini dan menemuimu. Dan aku tidak kecewa. Aku sangat senang sekarang,” kata Heechul.

”Kau sudah belajar cara ’berbicara lembut’, Oppa. Apa itu yang kau pelajari di luar negeri?” tanya Sulli.

Heechul tertawa.

“Aku belajar banyak hal. Tapi aku memang belajar cara berbicara seperti itu jadi, aku bisa menggunakannya padamu,” kata Heechul.

“Pembohong!” kata Sulli.

“Aku hanya beberapa hari di sini, Sulli. Aku harus kembali ke Amerika Serikat. Itu sebabnya aku harus menggunakan waktu yang aku punya di sini. Apa aku bisa mengajakmu pergi besok?” tanya Heechul.

“Besok aku sekolah, Oppa. Dan… aku sibuk untuk… mengurus kontes di sekolah,” kata Sulli.

Wow… benarkah? Untuk sekolah seperti Sun Life, ini pasti acara besar. Aku bisa membayangkan persiapannya yang sangat sulit,” kata Heechul.

”Ya… itu melelahkan,” kata Sulli.

”Apa aku boleh menontonnya?” tanya Heechul.

”Umm… aku tidak yakin kau akan menyukainya,” kata Sulli.

”Aku ingin tahu tentang Sun Life,” kata Heechul.

”Kalau begitu aku akan mengirimkan tiketnya,” kata Sulli.

————————

Hati Sulli berdebar sangat kencang sejak pagi tadi. Bisakah dia melaksanakan rencananya?

”Kau tampak gelisah,” kata Miss Jung.

”Aku gugup…” kata Sulli.

”Kau hanya perlu menarik napas yang dalam. Kau harus tetap belajar di Sun Life sampai kau lulus, kan?” tanya Miss Jung.

Miss Jung melihat kebingungan di wajah Sulli.

”Ya… Aku tidak begitu tahu apa yang terjadi. Tapi aku tahu kalau ada sesuatu antara kau dan WW Club,” kata Miss Jung.

”Tapi kau masih mengijinkanku untuk-”

”Pastikan saja kau melakukan yang terbaik untuk tetap tinggal di Sun Life. Dan semuanya akan baik-baik saja. Pastikan kau menempel Sun Life seperti lem super, OK ?” kata Miss Jung.

”Ya… pasti!” kata Sulli.

——————-

Sulli melepas kacamatanya. Ini pertama kalinya dia memakai lensa kontak dan itu membuatnya mencoba beberapa kali hingga hampir satu jam terbuang hanya untuk memasangnya. Rasanya benar-benar aneh saat tidak memakai kacamatanya. Dia merasa dirinya ter-expose. IU menggulung rambutnya ke atas agar menyembunyikan rambut sarang burungnya. Meskipun IU bukan make-up artist profesional, dia bisa memoleskan eyeliner dan maskara di mata Sulli. Dia juga memoleskan blush on dan lipstik yang tipis.

”Aku rasa sudah cukup,” kata IU.

IU melangkah mundur untuk melihat hasilnya. Wah… Sulli benar-benar cantik! Kalau saja ada cara untuk merapikan rambutnya dan membiarkannya tergerai, pasti semuanya sempurna.

”Aku benar-benar bagus dalam melakukan ini,” kata IU.

Sulli menatap dirinya di cermin… Wow… IU melakukan pekerjaannya dengan baik! Dia tidak secantik anggota WW Club… Tapi entah kenapa beberapa memori waktu ia baru masuk SMA teringat kembali… itu saat dia merasa kalau dia cantik… Rasanya sudah lama sekali.

Thanks, IU. Kau seperti seorang profesional!” kata Sulli.

——————

Semua orang bersemangat. Ruangan aula penuh dengan orang-orang. Minho mengambil tempat duduk di meja juri. Ada 4 juri. 3 lainnya adalah ratu kecantikan di Korea atau dikenal sebagai Showbiz Executive.

Beberapa menit kemudian lampu dinyalakan yang menandakan acara telah dimulai. Seorang gadis mengenakan gaun biru muda berdiri sebagai pembawa acara. Ada sesuatu yang familiar pada gadis itu… Wajahnya natural. Wajahnya gabungan dari kepolosan dan kecantikan. Walaupun Minho bukan penyuka model rambut yang disanggul seperti itu, tapi tataan rambutnya sangat cocok dengan gadis itu… dia cantik karena kesederhanaannya…

”Halo semuanya, acara yang paling ditunggu tahun ini akhirnya tiba!” kata si pembawa acara

Mata Minho membesar saat ini melihat… pembawa acaranya… adalah Choi Sulli! Minho hampir berdiri tapi menyadari kesalahannya karena ia hampir berdiri lurus.

Jonghyun duduk di barisan paling depan. Pembawa acaranya terlihat familiar. Dia cantik, walaupun tidak secantik Hara, Krystal atau Suzy. Tapi dia memiliki pesona setiap kali dia tersenyum. Siapa gadis ini?

Heechul baru saja datang. Dia tidak percaya apa yang ia lihat di atas panggung. Sulli… hampir seperti Sulli yang ia tinggalkan 5 tahun lalu, hanya sedikit lebih dewasa… dia sekarang seorang wanita… Dan dia yang menjadi pembawa acara ini?!

Heechul menemukan tempat duduknya di dekat tempat duduk juri.

“Kita punya acara yang menarik hari ini dan aku harap semua orang bisa menikmatinya, aku Choi Sulli sebagai pembawa acara kalian hari ini.”

Itu seperti mendapat bom, semua orang yang ada di ruangan itu terdiam.

Itu Choi Sulli?! Dia terlihat berbeda. Kenapa dia yang membawa acara bukankah dia seharusnya sebagai kontestan di sini?!

Jonghyun segera berdiri dan pergi ke belakang panggung. Choi Sulli berhasil menghindar dari rencana WW Club. Dan Jonghyun merasa itu tidak akan berhenti sampai di sini. Dia mungkin punya rencana untuk melawan WW Club dan dia harus memperingatkan Suzy. Perkiraan Sulli benar. Itu benar, semua orang terkejut. Memang itu yang dia inginkan. Dia melihat alis Minho berkerut saat menatapnya. Ya, benar Minho. Kau harus berada di sini untuk melihat ini. Dia melihat Heechul. Ketika dia hendak menyapa Heechul, ia melihat Heechul bertukar sapa dengan anggukan dengan Minho.

Apa mereka saling mengenal? Kenapa Sulli merasa seperti mereka sudah akrab?

——————-

Suzy tidak percaya apa yang sedang terjadi. Bagaimana mungkin Sulli melakukan itu tanpa sepengetahuan mereka? Dia punya banyak koneksi di klub Events, kenapa tidak ada yang memberitahunya kalau ini akan terjadi?

”Kita lengah, kita terlalu meremehkannya,” kata Krystal.

”Aku sarankan kita keluar dari kontes ini sekarang, Suzy,” kata Jonghyun, ”Kita tidak tahu apa yang gadis itu pikirkan.”

”Aku tidak bisa melakukan itu. Semua orang sudah tahu kalau aku peserta kontes ini. Aku tidak bisa pergi begitu saja,” kata Suzy.

”Lebih baik kita pergi sekarang daripada kita jatuh ke dalam jebakannya,” kata Jonghyun.

Hara masuk ke ruangan sambil berlari.

”Ini, aku dapat informasi… pertunjukkan bakat yang masing-masing peserta sudah persiapkan akan digantikan dengan… dengan tantangan Fear Factor,” kata Hara.

”Apa?! Dimana kau lihat tantangan Fear Factor dalam kontes kecantikan?!” tanya Krystal.

”Itu konyol. Siapa orang yang terpikir tentang hal itu?” tanya Suzy.

“Sulli Choi. Dia mempersiapkan ini untuk mempermalukanmu, Suzy. Dia ingin melawan WW Club.” kata Jonghyun, “Dan dengan rencana ini, dia pasti sudah mencari tahu hal-hal yang tidak kau sukai dan sengaja memberikan tantangan Fear Factor padamu.”

“Umm… benar, aku dengar kau mungkin harus tiduran di kotak tertutup kemudian mereka akan menaruh kecoa dan laba-laba di seluruh tubuhmu… Dan masih banyak lagi…” kata Hara.

Kepala Suzy seperti berputar. Wanita itu… berencana untuk membuatnya terlihat bodoh!

”Kita akan pergi dari sini,” kata Suzy

————————–

Sulli lelah. Tapi dia merasa puas. Dia mendengar kalau WW Club pergi dan itu berarti rencananya berhasil. Mereka tidak bisa mempermalukannya di depan semua orang. Dia pergi ke belakang panggung dan melihat IU.

“Apa kau mendapatkan foto-fotonya?” tanya Sulli.

”Ya, aku mengambil foto mereka ketika mereka meniggalkan kontes seperti yang kau minta,” kata IU.

”Bagus,” kata Sulli.

Semuanya berjalan dengan lancar di kompetisi ini. Banyak orang yang kecewa karena Suzy keluar dari kontes, tapi gadis-gadis lain melakukan yang terbaik dalam perform mereka dan pada akirnya acara ini berakhir dengan sukses.

Dan Oh! Sulli mengeluarkan tantangan fear factor setelah dia mendengar WW Club pergi.

———————-

Sulli pergi ke belakang panggung untuk mengucapkan selamat kepada pemenang. Minkyung lah pemenangnya.

Ketika Sulli mau menyapa Minkyung, sebuah suara yang memanggil Sulli dari belakang.

Minho. Wajahnya terlihat intens. Dia terlihat marah. Oh no

”Tadi cukup mengejutkanku. Aku tidak tahu bagaimana kau bisa menyembunyikan rencanamu dari kami,” kata Minho.

”Sangat sulit. Tapi aku tidak boleh kalah… ‘kan?” kata Sulli.

Minkyung menghampiri Sulli dan Minho.

”Hi! Aku memenangkan kompetisi ini, terima kasih karena memilihku,” kata Minkyung.

”Oh, kau menang?  Ada 4 juri disana. Mungkin mereka yang sudah memilihmu,” Minho berjalan melewati Minkyung dan menarik Sulli pergi meninggalkan Minkyung menangis sakit hati.

————————

Minho membawa Sulli ke sebuah ruangan kosong.

“Kasar sekali kata-katamu,” kata Sulli, “Minkyung, dia… sudah bekerja keras untuk kontes ini hanya untuk membuatmu melihat dia.”

“Kau tahu, kan, aku menjadi juri bukan untuk menilai mereka. Aku menjadi juri untuk melihat KAU bersaing… jadi aku merasa sangat tertipu sekarang,” kata Minho.

“Anggotamu sudah tahu kalau kontes kecantikan bukanlah keahlianku. Mereka tahu aku tidak akan tampil baik dalam kontes itu. Itulah kenapa mereka memilih itu. Dari pertama itu sudah tidak adil. Jadi bagaimana aku bisa berdiri di atas panggung dan bersaing dengan cara yang mereka sukai?” kata Sulli.

Minho mengambil napas dalam-dalam. Sulli benar. Itu tidak pernah adil, tapi Minho tidak bisa menahan semua pikiran jeleknya karena ia sudah tidak sabar melihat kompetisi ini.

”Yah, melihatmu sekarang aku tidak bisa mengatakan kau tidak bagus dalam kontes itu,”

Sulli tidak tahu bagaimana mengartikan kata-kata Minho. Apa itu pujian?

Minho melihat kebingungan di wajah Sulli.

”Ya… itu pujian” ujar Minho seolah-olah bisa membaca pikiran Sulli.

Yang membuat hati Sulli berdegup cepat. Dia tidak perlu memujiku…

Tiba-tiba terdengar suara pintu di ketuk  dan seorang siswa bertubuh tinggi masuk.

”Sulli, seseorang mencarimu,” kata siswa itu.

Kemudian seorang lain masuki ke ruangan itu.

Heechul!

Mahasiswa itu meninggalkan ruangan.

Heechul memberikan sebuket bunga untuk Sulli.

Wow… kau tidak perlu-” kata Sulli.

”Aku pergi sekarang,” kata Minho.

Minho mengangguk ke arah Heechul dan Heechul melakukan hal yang sama.

”Dan oh! Miss Sulli… tolong perhatikan kalau aku akan menepati kesepakatan itu,” kata Minho dan pergi dari ruangan itu.

Perkataan Minho membuat Sulli benar-benar senang! Akhirnya, dia mendapatkan kedamaiannya kembali!

”Maksudnya apa itu tadi?” kata Heechul.

”Oh… tidak penting… tunggu, kau  mengenalnya?” tanya Sulli.

Dia melihat mereka mengangguk satu sama lain untuk kedua kalinya. Dan Heechul bukan tipe orang yang akan menyapa seseorang yang tidak ia kenal. Minho… pasti tidak akan menyapa seseorang yang dia tidak tahu.

”Umm… Aku bertemu dengannya di pesta ketika aku masih di sini. Dia seorang selebriti, kan?” kata Heechul.

Sulli tidak mempercayainya. Tapi dia sangat senang karena WW Club akan berhenti mengganggunya, jadi dia tidak mau memikirkan hal itu lagi.

——————-

Minho pergi ke sebuah rumah yang besar. Dia segera disambut oleh seorang pembantu rumah tangga.

“Ah… Sir Minho. Sudah lama sekali tidak kesini. Biarkan aku panggilkan Nicole,” kata Ahjumma.

Minho duduk di ruang tamu. Nicole bergegas menemuinya.

“Minho-oppa!” Nicole berlari memeluk Minho.

”Kau kembali?” tanya Minho.

”Ya,” Nicole melepaskan pelukannya.

”Walaupun hanya untuk beberapa hari. Lusa kami akan kembali ke amerika,” kata Nicole, ”Bagaimana kau tahu kami kembali? Kami tidak memberi tahu siapapun kalau kamiita di sini. Bahkan Mom dan Dad berpikir kami akan berada di suatu tempat di Thailand untuk berlibur.”

”Aku melihat kakakmu tadi,” kata Minho, ”Aku tahu kau tidak akan mengijinkan dia kembali kesini sendiri.”

”Ya… tentu saja aku tidak akan. Dia bilang dia akan kembali ke sini sendirian. Jadi aku harus ikut bersamanya,” kata Nicole.

”Kenapa mendadak sekali?” tanya Minho.

Nicole menarik napas dalam-dalam.

”Ingat gadis yang dia suka?” tanya Nicole.

”Gadis sewaktu mereka masih SMA?” tanya Minho.

”Ya. Dia mulai menolak hadiah kiriman Oppa. Ketika Oppa mulai menerima hadiahnya kembali, dia sudah sangat ingin pergi kembali ke sini secepat mungkin untuk berbicara dengannya,” kata Nicole.

”5 tahun… Dan dia masih menyukainya?” tanya Minho.

”Ya… hanya ada dia di hatinya,” kata Nicole.

”Kau berjanji pada Oppa kalau kau akan menjaganya, kan?” tanya Nicole, ”Bagaimana kabarnya?”

”Dia… berjuang keras di Sun Life. Dia seorang gadis yang tangguh. Dia tidak akan jatuh dengan mudah walaupun aku tidak ada,” kata Minho.

”Tapi lebih aman kalau kau ada di sekitarnya. Terima kasih karena kau sudah memegang janjimu untuk Oppa,” kata Nicole.

”Itulah gunanya sepupu, kan?” kata Minho.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

103 thoughts on “WW Club – Part 8: A Visit From Her Past

  1. ohhhhh jadi ming oppa sepupunya hechul oppa…
    oke terus knp harus ming oppa yang menjaga sulli?
    ada pa sebenarnya?

  2. mmmm lagi mengira2..yg dibicarakan nicole dn minho iti sulli, dan laki2nya heechul..minho sepupu heechul..dan heechul meminta minho mnjaga sulli,,sedikit rumit yee tapi mulai terlihat percintaannya,, lucu bngt ww club kabur dri acara,,mkin seru nii

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s