(Not) A Virtual Marriage – Part 1

not-a-virtual-marriage

Author : vanflaminkey91 (@whitevenus_4 )

Main cast :

  • Lee Taemin SHINee
  • Son Naeun A-Pink
  • Krystal Jung f(x)
  • Kim Myungsoo Infinite

Support cast : Jung Eunji A-Pink, SHINee, Kim Taeyeon Girls’ Generation, etc.

Length : chapter

Genre : AU, romance, marriage-life, angst, friendship

Rating : PG13

Inspired bySelene 6.23 and WGM  Taemin-Naeun Episodes.

A.N: NAVM tidak akan menceritakan sesuai episode WGM, tapi menceritakan kejadian setelah WGM berakhir. Jadi mungkin akan ada flashbacks adegan-adegan di WGM, tapi bukan untuk menjadi pokok utama cerita. Dan seluruh comeback atau konser atau apapun yang ada di cerita ini hanyalah fiksi dan khayalan author semata. Enjoy~ ^^

 

(Not) A Virtual Marriage

I don’t think I can reach you.

*

Hanbok, setting  kamera di mana-mana, teman-temanku—Kai, Suho, dan seseorang dari kalangan non-idol. Itulah yang dapat kulihat di lokasi syuting. Aku menghela napas sambil mematut di dalam cermin, apakah aku pantas di dalam balutan hanbok biru tua ini?

“Hei, Hyung.” Itu Kai. “Jangan nervous, kau akan menikah.” Kemudian ia tertawa. Aku ikut tertawa, hanya untuk menghormati candaannya.

“Ini hanya syuting, Jongin-ah.

Waeyo? Kau menginginkannya menjadi kenyataan?” Kai mengerlingkan matanya kepadaku. Dia hanya bercanda. Tidak bermaksud apa-apa. Tapi urung, aku sama sekali tidak dapat menahan rasa kaget ketika dia mengatakannya.

Aku meninju lengannya, “Ya! Apa-apaan kau ini, Jongin-ah.

“Wajahmu memerah!” Ia tertawa keras-keras sementara aku tetap meninju lengannya seperti anak autis. Duh, aku jadi menyesal telah mengundangnya ke sini. Harusnya aku mengundang yang lain saja. Untung saja SHINee hyung tidak datang. Kalau mereka datang, pasti mereka sudah mem-bully habis-habisan.

“Apa yang kau katakan? Wajahku tidak memerah!”

Baru saja Kai hendak mencela, sutradaraku memanggil untukku segera bersiap. Ah, tiba-tiba saja aku merasa gelisah. Apakah aku tampan? Apakah aku terlihat menarik? Apakah aku terlihat gentle? Apakah aku akan membuat Naeun senang dengan penampilanku? Apakah—

“Hei apakah kau akan terus melamun di sana, Buddy?”

Suara director membuatku sedikit tersentak, sehingga akhirnya memberikan beliau sebuah senyuman dan bungkukan.

Dan tiba-tiba saja aku merasa mulas. Tanganku berkeringat. Kenapa aku harus segugup ini hanya untuk syuting bersama Naeun? Tidak biasanya.

“Oppa,” panggil Naeun ketika aku sudah berdiri di dekatnya, bersiap-siap sambil menunggu aba-aba. Aku tersenyum sebagai balasannya. “Apakah kau gugup?”

Tentu. Aku menyahutnya di dalam hati.

“Oke, siap semuanya!” Director membuatku lagi-lagi tersentak. Aku berdehem kecil, sementara kurasakan Naeun hanya berdiri santai di sebelahku. Benar-benar di luar dugaanku bahwa ia sama sekali tidak terlihat gugup. Padahal episode hari ini, terasa benar-benar seperti sebuah flashback meskipun itu baru tahap pengamatan set. Toh hari ini akan diadakan ‘pernikahan tradisional’ di WGM. Sesuatu yang lebih mirip déjà vu.

“Hana, dul, set…!”

Ini dia.

*

Espresso.” Taemin melengkungkan bibirnya kepada waiter yang baru saja pamit permisi dari mejanya. Pemuda itu menghela napas, kembali menunduk untuk melanjutkan kegiatannya yang tertunda.

Jari-jarinya sibuk menari di atas touch-screen i-Pad miliknya. Sibuk men-scroll artikel yang tengah dibacanya sambil sesekali mengerutkan kening.

We Got Married Taemin-Naeun sudah berakhir beberapa minggu yang lalu, tapi topiknya masih hangat diperbincangkan, terutama di kalangan fans kedua belah pihak. Banyak komentar yang menyatakan kelegaan bahwa Taemin-Naeun telah dipisahkan. Taemin hanya bisa mengembangkan smirk kepada statement mereka.

Taemin-Naeun memang berakhir di WGM.

Tapi mereka tidak tahu kenyataannya, kan?

Akupun tidak, pikirnya sembari menaruh i-Pad-nya di atas meja. Punggung sempitnya disandarkan di sandaran kursi, sementara sikut tangan kanannya menopang dagu sambil berdiri di atas kusen jendela kafe.

Taemin melihat Naeun secara langsung sekitar minggu lalu. Itu adalah terakhir, saat A-Pink memulai promosi lagu baru mereka dan SHINee mulai mendapat latihan koreografi untuk lagu baru setelah Everybody. Ia belum berjumpa lagi bahkan berkirim pesan dengannya.

Hubungan mereka tidak sebaik yang publik lihat. Mereka bilang mereka masih saling mengirim pesan. Tapi baik Taemin maupun Naeun sama-sama tidak mengerti kenapa mereka berbohong seperti itu? Publik bahkan tidak tahu kenyataannya.

Saat itu satu-satunya hiburan untuk Taemin hanyalah ritme pejalan kaki yang lewat persis di sebelahnya yang hanya dihalangi oleh selembar kaca. Well, mungkin segelas espresso panas itu ikut berandil juga.

Tidak dapat dipungkiri ia merindukan kebersamaannya bersama Naeun.

“Uh, Son Naeun,” gumam Taemin kepada diri sendiri. “Aku tidak mengerti sebenarnya kita ini apa.” Ditatapnya cincin rosary yang melingkari jarinya. “Aku ingin sekali memakai cincin yang tersimpan rapi di laciku, tapi kurasa itu akan terlihat jelas oleh publik, bukan begitu?” Berbisik pada angin. Ia pasti sudah gila.

“Taemin-ah!” Lantas pria berambut legam itu mendongak. Ia terkesiap saat Jung Eunji telah menarik kursi di hadapannya, menimbulkan decitan serak dari keempat kaki kursi. Duh. Ini hanya Jung Eunji, Taemin. Control yourself, pikirnya jemu.

Tapi Eunji adalah A-Pink dan A-Pink adalah grup Naeun.

“Taemin-ah?”

“Uh, oh! Hai, Eunji-ssi.

Eunji tampak cantik dan segar hari itu dalam balutan kemeja kotak-kotak didominasi warna merah yang dipadukannya dengan blazer jins biru. Rambutnya digerai rapi.

“Apa kabar? Aku sudah tidak pernah melihat Naeun update lagi soal SHINee, terutama kau sejak promosi Everybody berakhir. Kalian tidak berantem, kan?”

Taemin agak terkesiap mendengar pilihan frasa Eunji. “Memang kenapa kalau kami bertengkar?”

“Ya, kalian  punya chemistry sejak di WGM itu. Aku saja sampai mengaguminya. Kalian juga bersahabat, kan? Ingat syuting Salamander GuruChemistry kalian melebihi peran kakak-adik.” Omong kosong apa yang baru Eunji katakan? Taemin merasa hidupnya terasa lebih paranoid sejak WGM berakhir.

Taemin menutupi kegugupannya dengan tertawa. Tidak ada yang tahu selain dia, Naeun, keluarga mereka, dan Tuhan. Jangan khawatir, gumamnya di dalam hati.

“Tidak. Kami sama-sama sibuk. Bukankah A-Pink juga sedang sibuk? Aku juga sedang menerima pelatihan untuk koreografi baru kami, mungkin itulah kenapa kami sudah tidak pernah berhubungan dan… uh, Naeun tidak pernah update lagi soal SHINee?” ulang Taemin setengah geli, setengah miris.

“Ya,” sahut Eunji tertawa. “Dia mirip Shawol sejak jadi anggota WGM bersama kau. Tapi dia berdalih kalau dia hanya ingin fangirling Jonghyun oppa. Tapi asal kau tahu, file di laptopnya didominasi kau.” Jangan sampai Naeun dengar, Eunji akan ditelannya bulat-bulat.

Taemin tertawa lagi.

“Uh, lalu sedang apa kau di sini, Eunji-ssi?”

“Aku bersama manager-ku, kau tahu—yang waktu itu membantumu masuk dorm kami dalam kotak besar?” Dilihatnya Taemin mengangguk. “Aku sedang ingin membeli kopi, jadi aku mampir sebentar. Kurasa aku harus pergi sekarang. Manager oppa pasti marah kalau aku lama-lama.” Gadis itu lantas berdiri. Memberikan basa-basi singkat, lalu berbalik.

“Umm, Eunji-ssi!” panggil Taemin menghentikan langkah terburu-buru Eunji. Saat Eunji berbalik dan menyodorkannya tatapan heran, Taemin memegang tengkuknya sambil tersenyum malu. “Titip salam untuk Naeun. Katakan… aku merindukannya.”

Eunji tertawa.

Ia mengacungkan jempol.

*

Hujan. Taemin diam-diam menikmati aroma tanah yang mencuat dari setiap pijakannya juga genting-genting bangunan basah. Hanya dengan jas hujan, topi hitam, kacamata hitam dan masker, ia melindungi tubuhnya sembari melangkahkan kedua kakinya santai. Tangannya sengaja diselipkan di kedua saku jas hujan, bersenandung kecil di balik masker.

Entah kenapa akhir-akhir ini Taemin sangat senang berjalan di antara gerimis.

Ketika bangunan kantor SM sudah terlihat di depan mata, pemuda itu mempercepat langkah. Tidak ingin ada sasaeng yang menyadarinya, apalagi saat ia melihat betapa orang-orang yang sama itu masih saja setia duduk di depan SM Building. Ckck. Untunglah sasaeng SHINee sedikit lebih ‘sopan’ daripada sasaeng lain. Mereka tidak main kasar kepadanya dan para hyung-nya, setidaknya belum, dan jangan sampai. Tapi tetap saja mengerikan.

“Ah, Taemin-ah. Kau ditunggu para hyung-mu di ruang latihan.” Itu Sooyoung dan Taeyeon. “Ke mana saja kau?” sambung Taeyeon. SNSD Noona adalah noona favorit Taemin di antara para artis di sini, selain BoA tentu saja. Jadi Taemin selalu menampilakan senyum lebarnya kepada mereka.

“Aku hanya mencari angin segar, sambil—“ Pemuda itu mengangkat sesuatu keluar dari saku jas hujan. “—kopi dingin.”

Sooyoung tertawa, sementara Taeyeon meninju pelan lengan maknae SHINee yang sudah banyak berubah itu.

“Ya, sudah. Kami duluan, ne?” Sooyoung memberi tepukan singkat di bahu hoobae-nya sembari berlalu, Taeyeon mengikuti, tetapi membisikkan sesuatu.

“Krystal juga tadi mencarimu, Taemin-ah.

“Uh…” Taemin tersentak. “Noona, aku akan bicara padamu nanti, arasseo?

Leader kelahiran ’89 itu tersenyum mengerti, lantas mengangguk. Ia melangkahkan kakinya agak lebar menyusul Sooyoung yang dengan teganya meninggalkan ia masuk ke dalam lift.

Krystal juga tadi mencarimu, Taemin-ah.

Taemin menghela napas sambil bertatapan dengan bayangannya yang terukir blur di logam pintu liftMaknae F(x) yang satu itu memang agak aneh akhir-akhir ini, apalagi sejak WGM dimulai. Hingga sekarang. Ia memang dekat dengan Krystal, tapi baru sekarang ia merasakan Krystal itu agak aneh kepadanya.

Ting!

Pintu lift terbuka. Taemin baru saja hendak membuka jas hujan untuk merogoh saku jaketnya ketika seluruh tubuhnya membeku melihat siapa yang berdiri tegak di depannya.

“Umm, Krystal?”

Gadis itu juga tampak terkejut, namun segera ditepisnya rasa kaget itu dengan selembar senyum.

“Eh, hai, Oppa.

“Kau mau ke mana?” Taemin keluar dari lift. Sementara pintu lift di belakangnya mulai tertutup lagi, Krystal mundur sedikit memberi space untuk sunbae-nya.

“Aku baru saja hendak turun menyusul Amber eonnie mencari makan. Tapi aku akan mengantarmu ke ruang latihan. SHINee oppadeul mencarimu.”

“Ah, aku bisa sendiri.” Taemin menyesal mengatakannya, karena detik berikutnya ia melihat wajah cantik dingin itu tersaput mendung. “Uh, maksudku… Amber noona sudah menunggumu, kenapa tidak—“

Arasseo! Aku mengerti, kok. Hehehe. Kenapa kau tegang begitu?” kelakar Krystal sambil tertawa kecil, namun segera diam begitu melihat ponsel Taemin yang sedang dikeluarkan pria itu. Bukan pada ponselnya, tetapi pada phone case berwarna aqua yang berukuran besar dengan sedikit sentuhan warna hitam yang membalut ponsel Taemin.

Krystal ingat betul bahwa itu adalah couple phone-case milik Taemin dan Naeun.

“Baiklah, aku duluan, ya, Oppa. Annyeong~!” Krystal melesat masuk ke dalam lift  yang baru terbuka lagi, meninggalkan Taemin yang menatap pintu lift dengan tatapan heran. Ada apa dengan Soojung?

“Taemin-ah!” Pemuda itu terkesiap saat mengenali suara tersebut. Ia menoleh dan mendapati Minho sedang menghampirinya dengan senyuman ramah khas hyung-nya itu. “Ayo, kau dicari oleh Tony Testa daritadi. Ckck, kita ini mau comeback, Taeminnie.”

Duh. Taemin menggerutu, memaki dirinya sendiri di dalam hati. Kenapa ia mesti memikirkan Soojung? Mungkin saja gadis itu lelah.

Arasseo, Hyung.”

*

Seulpohajima no no no

Honjaga anya no no no

Eonjennanana naega hangsang bichi dwae jun geudae~

Van milik A-Pink itu bergerak santai di atas aspal basah. Melewati setiap kendaraan yang berjalan di depannya tanpa menyalahi aturan lalulintas. Son Naeun duduk di tengah van, tepat di dekat jendela kanan. Suara Bomi yang mengalun melalui headset-nya saat menyanyikan bagiannya dari lagu No No No, membuat Naeun bersenandung di dalam hati. Matanya yang bening itu asik menelusuri tiap obyek yang lewat di dekat van mereka.

“Naeunnie!” Eunji yang duduk di sebelahnya menyikut pelan pinggang Naeun.

“Apa?” sahut Naeun tetap diam di posisinya.

“Ada yang kangen padamu. Aku bertemu dengannya tadi dan ia menitipkan salam untukmu.”

Pasti Taemin, pikir Naeun sambil mengangguk-angguk kepada Eunji—tidak berniat mengucapkan sepatah katapun.

“Kau tidak penasaran?”

“Pasti Taemin Oppa, kan?”

“Kau tahu?”

Naeun tidak menjawab. Entahlah. Ia hanya yakin bahwa suami virtualnya itu—uh, tunggu, suami virtual? Aish.

“Bagaimana kalau seandainya itu Myungsoo Oppa?” Eunji mengerlingkan matanya jenaka ketika Naeun memberikannya dead-shot. Lantas Eunji tertawa, diikuti Chorong dan Bomi yang daritadi mendengarkan mereka. Entah ke mana Hayoung dan Namjoo yang duduk di paling belakang. Mungkin mereka tidur.

“Myungsoo Oppa kan dengan Dayeon, gimana sih?” gerutu Naeun kesal. “Lagipula kami hanya teman. Tidak usah mencomblangi!”

“Kami tidak mencomblangi kalian,” tukas Bomi tersenyum. “Kami lebih senang kau bersama Taemin. Kami kan Taeun Shipper!” Tiga gadis itu tertawa lagi.

Naeun memutuskan untuk tidak mendengarkan lagi mereka dan memejamkan mata. Sebentar lagi mereka akan tampil  live di Music Bank, ia butuh energi. Tapi tak dapat disangkalnya, sekarang ia jadi memikirkan Taemin.

Taemin Oppa, kau merindukanku?

*

Comeback kalian minggu depan,” ucap pemilik akun Twitter @famous_jae itu sembari duduk di hadapan kelima pemuda yang juga sedang menatapnya. “Apakah ada kesulitan dengan comeback Déjà Vu ini?”

Konsep mereka kali ini didominasi oleh musik yang nge-beat dengan beberapa ballad yang menyayat hati. Monochrome dipakai lagi menjadi konsep mereka, tidak hanya di teaser tapi juga di music video dan kostum dengan berbagai macam model berkelas. Gerakan dance yang lebih banyak step dan moves kali ini seolah menjadi tantangan untuk mereka dapat menyanyi live dengan performa yang baik antara suara dan gerakan.

Move dan step-nya, Hyung,” keluh kedua tertua sembari memasang wajah lelah. Bulir keringat tampak asyik meluncur dari pelipis, tidak hanya dari mereka berdua, tapi juga dari ketiga termuda.

Jae tertawa, kemudian bangkit berdiri.

“Baiklah, sebaiknya kalian beristirahat, ya. Semangat, Boys!”

Brak.

Pintu tertutup, meninggalkan kelima pemuda itu untuk beristirahat di atas lantai ruang latihan. Onew, Jonghyun, Key, dan Minho asyik bercanda saat Taemin yang hanya mengenakan singlet dan celana panjang hitam itu tengah bersandar di dinding kaca, memegang ponselnya erat-erat.

Ia melihat wallpaper-nya sendiri. Selca yang diambilnya bersama Naeun di hari ‘pernikahan’ tradisional mereka di WGM. Ada yang di helikopter, ada yang ia sedang ingin mencium pipi gadis itu… semuanya ia gabung dalam grid.

Seandainya dunia tahu bahwa sebenarnya mereka memang sudah menikah jauh sebelum WGM ada, bahkan sebelum nama Taemin terangkat menjadi anggota SHINee, sebelum SHINee dan A-Pink ada.

Tapi WGM ini yang mendekatkan mereka. Untuk beberapa saat. Tidak sekarang.

Lagi, Taemin menghela napas berat. Mereka sudah terikat selama lebih dari 5 tahun. Waktu yang cukup lama untuk menjaga sebuah hubungan agar tidak diketahui publik atau hancur sama sekali. Tapi sebenarnya selama ini mereka bertingkah seperti orang asing, single dan baru kenal di WGM. Menyedihkan.

Buat apa ada pernikahan tanpa cinta? Seharusnya ia dan Naeun bercerai, kan? Lalu bagaimana orang tua mereka?

“Taemin-ah, kau banyak melamun akhir-akhir ini.” Onew menggeser duduknya ke samping sang maknae. Tidak menaruh curiga atau merasa tersinggung saat Taemin cepat-cepat mematikan screen-nya.

“Masa?”

“Iya. Mereka—“ Onew menunjuk ketiga dongsaeng-nya yang lain, yang sedang asyik tertawa. “—juga merasakannya dan akhir-akhir ini kami berdiskusi.”

Taemin diam.

“Apa ini karena Krystal?”

Deg.

Jung Soojung lagi. Astaga.

Taemin lantas memutar kepalanya hingga wajahnya tepat lurus dengan wajah Onew. “Krystal? Kenapa dengannya?”

Onew menaikkan bahu, ikut bersandar di dinding kaca. “Beberapa hari yang lalu Minho datang ke dorm f(x) bersama Key. Biasa, menemui Sulli.” Onew tertawa kecil. “Tapi Sulli tidak ada hari itu, yang ada hanya Krystal dan Victoria noona. Kata Minho, Krystal tampak agak murung. Bahkan Victoria noona bilang, ketika Krystal pamit, maknae-nya sudah lama begini sejak WGM kau dan Naeun dimulai. Apa… dia menyukaimu?”

Taemin tertawa. “Menyukaiku? Jangan ngarang, Hyung! Bagaimana dengan Key hyung yang menyukai—“ Taemin menutup mulut, tahu bahwa ia baru saja membocorkan rahasia Key. Ia melirik ke arah Key takut-takut, tapi menarik napas lega ketika melihat Key tidak mendengarnya.

Onew menahan tawa. “Wajahmu, Taemin-ah! Hahaha. Kau tahu darimana dia suka Krystal?”

“Sebenarnya saat Krystal meminta bantuanku saat SMTOWN, kan ada Key hyung juga… dia tampak tidak suka waktu aku bercanda dengan Krystal, jadi aku bertanya padanya. Ia ngaku.”

“Oh, dan—“

DRRT. DRRT.

Taemin hampir saja melempar ponselnya sendiri ketika benda itu bergetar tiba-tiba. Ia segera mengecek pesan yang baru saja masuk, tanpa melihat nama pengirimnya.

Pegangan eratnya terhadap sang ponsel berubah menjadi semakin erat.

From: Naeunnie

Aku juga merindukanmu, Oppa. Lakukan yang terbaik untuk comebackmu, kita berkompetisi minggu depan.

Love, Naeun.

Detik berikutnya, Taemin mendengar Onew ber-‘oh’ ria.

*

Saat itu aku masih berusia belasan ketika berdiri tepat di sebelahnya dalam balutan jas formal hitam dengan paduan kemeja berbahan lembut yang warnanya menyatu baik dengan jasku. Sesekali aku mencuri pandang ke arah samping, mendapati ia tersenyum tanpa jemu menghadapi tiap tamu yang menyalami kami.

Son Naeun, putri tunggalnya teman baik ayahku. Dia cantik sekali dalam gaun chiffon putih yang dibuat sangat manis dengan model yang kreatif. Wajah manisnya tidak lelah menyebar senyum di sekujurnya.

Apakah aku harus merasa beruntung atau tertekan?

“Kau benar-benar pemalu, Lee Taemin.” Itu Taesun Hyung. Aku hanya tersenyum tidak enak dan mengangguk, menyetujui ucapannya. Naeun begitu riang. Meskipun pemalu, ia tidak separah diriku. Ia bisa mengubah dirinya sendiri hari ini. Aku tidak.

“Naeunnie,” bisikku di telinganya. “Terimakasih sudah mau mengikuti perjanjian konyol orangtua kita…”

Naeun menoleh, tampak kaget.

“Tidak apa, Oppa. Bukankah nanti kita juga akan hidup terpisah?” Ia tersenyum, lantas menggenggam tanganku. “Jangan khawatir, Oppa. Sebentar lagi kau debut dan aku benar-benar tidak akan mengganggumu.”

Sesuai janjinya. Kami nyaris tidak pernah berkontak atau bertemu. Hingga akhirnya Salamander Guru meminta kami bertemu untuk pertama kalinya sejak pertemuan terakhir di pernikahan kami itu.

Apakah aku harus senang atau justru tertekan?

*

Music Bank hari itu dipenuhi oleh Shawol dengan berbagai banner, lightstick dan atribut pearl aqua di bagian penonton. Beberapa hari setelah music video dari Déjà Vu di-upload di situs YouTube resmi milik SM, SHINee mendapat banyak sekali perhatian dari Shawol dan banyak non-Shawol karena konsep yang unik dengan lagu yang catchy. Meskipun begitu, tetap saja ada komentar yang masih tidak suka dengan style SHINee akhir-akhir ini.

Taemin sedang duduk di waiting room SHINee yang kebetulan dibuat satu ruangan dengan EXO. Ia menatap phone case-nya sembari membiarkan wajahnya di-make up.

“Kau tahu? A-Pink hampir mengalahkan SNSD kemarin. Poinnya tidak begitu jauh. Aku benar-benar kaget. Sepertinya mereka mulai membuat konsep baru yang lebih sesuai dengannya…”

“Iya, tapi bukankah itu tidak aneh kalau hoobae bisa mengalahkan sunbae? Tandanya mereka berjuang keras untuk itu.”

Taemin menghela napas mendengar Minho dan Chen asyik membicarakan poin A-Pink dan SNSD yang hampir setara minggu lalu. Taemin perlu mengakui kalau comeback A-Pink kali ini memang sangat berbeda. Tapi itu kan tergantung rejeki masing-masing, kan?

Tapi bukan itu yang ia permasalahkan. Hari ini harusnya A-Pink ada lagi di MuBank, kan? Sayangnya sejak pertama kali Taemin menginjakkan kakinya di sini, tidak ada tanda-tanda Naeun yang dapat ditangkapnya.

“Ah-yooo~ kau pasti sedang melamun!” Itu Kai. Menepuk kedua bahu bidang Taemin tanpa perasaan sama sekali. Untung saja Taemin sudah selesai di-make up.

“Duh, kau ini,” keluh Taemin sambil menghela napas—seolah Kai adalah sebuah benda yang tengah membebani bahunya.

“Kenapa?” Kai duduk di dekatnya, menarik sebuah kursi yang menganggur. “Kau ada masalah? Kata hyung-mu kau banyak melamun akhir-akhir ini.”

Apakah semua orang mulai berpikir bahwa aku tukang melamun, pikir Taemin jemu. Ia hanya merengut dan menggelengkan kepala, seolah memberi jawaban yang berlawanan dengan apa yang terlukis jelas di gurat wajahnya.

Kai lantas tertawa, “Jangan membohongi sahabat lamamu, Hyung.” Anggota EXO-K bernama Kim Jongin itu berdiri, tidak berniat membongkar lebih dalam lagi. Ia hanya memberi sebuah tepukan hangat untuk mendukungnya sebelum benar-benar keluar dari ruang itu.

Taemin hanya mengantar kepergian Kai dengan ekor matanya, membuntuti melalui bayangan di cermin. Ketika sang perias sudah selesai dengan wajahnya, Taemin segera membungkuk di tempat sambil mengumbar senyum. Kini, ia tinggal menunggu kostumnya.

“Hei, di mana Minho dan Jonghyun?” Onew masuk ke dalam ruangan dengan tangan dipenuhi snack dan minuman ringan. Taemin menggeleng melihatnya, meskipun sudah tidak aneh dengan keadaan ini.

“Tidak tahu,” celetuk Taemin kemudian. “Tadi Minho hyung bersama Chen hyung keluar, entah ke mana. Jonghyun hyung entah ada di mana. Mungkin Kibum hyung tahu.”

Maka Taemin mendengar Onew bertanya pada Key detik berikutnya.

Melihat jam, Taemin yakin kalau perform mereka masih lama. Jadi pemuda itu bangkit dari kursinya dan tanpa permisi langsung keluar dari ruangan, tidak lupa membawa ponselnya. Melupakan dirinya yang belum dibalut kostum untuk perform.

Sepanjang koridor gedung KBS,  Taemin banyak bertemu dengan para artis—entah sunbae atau hoobae. Ada yang sempat berhenti untuk bicara dengannya atau hanya ada yang tersenyum, lalu pergi.

Lee Taemin berhenti tepat di depan lift. Tangannya terjulur hendak menekan tombol, tetapi pintu lift sudah lebih dulu terbuka. Pemuda itu lantas menganga, tangannya berhenti begitu saja di udara.

Bukan hanya ia, tapi juga gadis-gadis yang tampak santai dalam balutan pakaian casual di dalam lift.

Itu A-Pink. Tampak baru datang.

Itu A-Pink. Grup di mana Naeun menjelma menjadi seorang penyanyi.

Naeun.

Son Naeun ada di sana, tepat di belakang rekan-rekannya yang lain. Tampak begitu anggun dengan t-shirt putih yang dipadu padankan dengan hotpants jins biru belel. Rambutnya digerai. Ekspresinya begitu riang, bibirnya masih melengkung seolah menyisakan tawa yang tertunda pintu lift.

Taemin terdiam. Melihat Naeun yang sekarang membuatnya ingat bahwa gadis itu bukan Naeun yang lugu seperti 5 tahun yang lalu. Ini Naeun yang dewasa, yang sudah mengerti banyak hal—termasuk perasaan.

“Uh, hei, Taemin Oppa!” Namjoo yang pertama kali bersuara sambil keluar lebih dulu mendahului para eonni-nya.

Taemin tersenyum, lantas membungkuk kepada keenam gadis itu. Tidak menghiraukan perubahan wajah Naeun yang begitu drastis.

“Kau mau ke mana?” tanya Chorong.

“Aku hendak ke kantin,” balas Taemin santai. “Kalau begitu, aku duluan, ya? Fighting, A-Pink!”

Kamsahamnida, kau juga!”

Taemin cepat-cepat masuk ke dalam, sementara A-Pink mulai berjalan meninggalkannya. Termasuk orang yang dicari-cari Taemin sejak tadi. Naeun meninggalkannya, tanpa sedikitpun meliriknya lagi. Seolah ia adalah virus yang harus dijauhi dan dibuang.

Lee Taemin menggeleng. Membiarkan matanya menatap kosong ke arah tembok di depan lift sebelum pintunya menutup.

*

Annyeonghasseo, Oppa. Apakah kau akan datang?”

“Oh, sebentar lagi? Apakah manager-mu tahu?”

“Baiklah, Oppa. Sampai nanti.”

“Ya, Oppa. Aku mengerti. Ne, kamsahamnida.

“Apalagi, Oppa?”

“…apa?”

Oppa, kita sudah membahas ini sebelumnya, bukan?”

“Uh, baiklah… terimakasih sudah mencintaiku sedalam itu, Oppa.

Sambungan telepon itu akhirnya terputus. Ia menghela napas, membiarkan kran air di wastafel menyala, sementara kedua matanya saling memandang dengan bayangan sendiri.

Saranghamnida, Naeun. Aku… akan sangat sulit untuk menghentikannya, jadi tolong… jangan minta aku untuk berhenti mencintaimu.

Suara Kim Myungsoo beberapa menit yang lalu masih terdengar begitu jelas di telinganya.

Ia menghela napas.

Entah untuk kali yang ke berapa.

*

“SHINee OPPA!!!

“Kyaaaaa, Lee Taemin!!”

“Minho!! Choi Minho!”

“Oneeeeeew!”

“Kibbbbuuummm!!”

“Jonghyuuuuunnnn!!”

Beberapa kali aku harus menutup telingaku saat orang-orang di sekelilingku ini meneriakkan nama kelima pria yang tengah membawakan lagu baru mereka di atas panggung Music Bank. Tapi itu pantas mereka dapatkan—maksudku, pujaan-pujaan para fans dengan cinta mereka. Pantas, sangat pantas.

SHINee tidak pernah membawakan lagu dengan semangat yang hanya sedikit. Mereka selalu melakukan performance dengan semangat dan sepenuh hati. Mereka tetap tersenyum, bahkan mata mereka melakukannya juga.

Kadang aku merasa beruntung bisa mengenal dengan dekat salah seorang dari mereka, bahkan memiliki ‘status’ dengannya—‘status’ yang kuyakin akan mendapat banyak kecaman dan amarah ketika itu bocor ke publik.

Aku lagi-lagi menghela napas di antara teriakan Shawol yang makin membahana ketika SHINee mulai menyajikan ending lagu Déjà Vu. Kelimanya yang terbungkus di dalam balutan pakaian didominasi warna hitam itu berpencar, diam sejenak, membiarkan melodi yang adiktif itu mengalun sendirian.

Ini yang kutunggu.

Lee Taemin berjalan ke tengah, bergerak seperti robot, mulai menarik tiap anggota yang lain dengan dance yang energik. Indah. Indah sekali.

“…neomu yeoppooooda~” Itu bagian Jonghyun oppa dengan nada tingginya.

Beberapa detik sebelum musik benar-benar berakhir, Taemin oppa menutupnya dengan loncatan sekali.

Bam! Ia menapak di atas panggung lagi sambil berpose sesuai apa yang sang koreografer sudah ajarkan.

Tapi apa yang membuatku membeku bukan karismanya tadi.

Tapi…

Tatapannya.

Ia melihatku, tepat di kedua bola mataku. Di antara puluhan Shawol di sekelilingku.

Oh, Son Naeun… kendalikan dirimu. He’s not yours. He’s virtually yours. Only ‘virtually’.

**To Be Continued**

©2013 SF3SI, Vania

signature

Officially written by Vania claimed with her signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

32 thoughts on “(Not) A Virtual Marriage – Part 1

  1. Pleaseeeeeeeeeeeee Vania Alexandria Sentani kau ARGRGRGRGRGRGRGRGGHHHHHHHHH kenappa Soojung dibawa-bawa haaaaa?? Awas kalo buntutnya dia sama L, ini nih Van!! *bikin garis di leher* udaah Soojung sama Key adjah #diinjek itu magnae f(x) keliatan banget edan punya feeling sama Taemin-,-
    Aku gak tahu mau komen apa lagi. OH YAAA!!! Eunji disini masih pake logat Busan? kalo iya gaya ngomong dia lucu banget pasti wuahahahah mirip yg di Reply 1997 xD Aiiihhhh Jung Eunji saranghaeyoooohh~~~ *fangirl tetibaan*
    Ini sangat-sangat-SANGAT banyak segi dalam cinta nya (??) Coba yah dibikin skema, pasti akan amat sangat rumit -_- Jadi sebenernya L nembak Naeun gituh? Tapi Naeunnya masih bingung suka sama siapa? Hiiihhhh dasar ini cewek kelewat beruntung apa yah takdirnya, UWAAAAAAAAAAAA #digibeng

    Ini Taemin kurang nih cingcong nya sama Naeun, buruan kek ngaku cinta, ntar disamber L loh bang *kedipkedip* Kalo Naeun buruan disamber ntar L-nya yg bakal gue samber#PLETAKH
    Atau ini ceritanya dua-duanya sama-sama suka tapi saling takut-takut tikus (?) gitu?? Takut saling menyakti dan akhirnya hubungannya terungkap yang akan membawa lebih banyak duka dan sengsara bagi orang disekelilingnya (lo kenapa sih ren-,-) Haaahhh intinya sih, jangan jadi artis makanya!! #DIINJEK

    Tumben banget van satu part gak sepanjang jalan kenangan. biasanya dikau menulis hingga alangkah-panjang-sekaleeee (intinya sih, aku masih merasa kurang sama partnya #jdugh!) Kalo begini jangan lama-lama lanjutannya ya Van!!!
    Eh, maap kalo komenku rada-rada sableng. hehe. Gue emang sableng yak? #DOR xD
    GANBATTE YA NEK :*

    1. anda lupa ya saya ini keystal shipper?😄 tapi bisa aja sih ya L jdnya sama Krystal nanti wkwkwkwk, gimana mood deh xD
      ya terserah sih logatnya mah, gimana dirimu membayangkannnya saja xD
      ah engga banyak kok, cuma segi tiga. Krystal, Key, Onew, Taeyeon, Sulli, Minho mah pelengkap. Ya paling nanti ada Onew – Taeyeon – Jonghyun, itu juga cuma pelengkap xD

      ohhh taemin naeun nanti banyak cingcongnya di part 4 xD part 2 dan 3 nantipun belum banyak saling ketemu .___. da susah ateuh, namanya juga artis (?)😄

      iya ren, saya ini lg writer block sih -___- mikirin segini juga udah setengah mati loh .___.
      kekekeke makasih ya cucu sableng :*

  2. Annyeong! Salam kenal ^^
    Aku ngikutin dr pertama kali publish, n suka aja~ :*
    Penulisan kamu bagus, gaya kamu bercerita, detail bbrp ttg dunia perkpopan, ah daebak sagon deh pokoknya! Two thumbs up for u (y) (y)
    Maaf ya kalau mungkin di chapter sebelumnya ga komen, soalnya sering error OM, begitu klik post comment itu failed trs, nasib bk dr phablet hehe #curcol
    Taemin n Naeun malu” cat bgt yak, mereka udh lama berstatus tp msh tampak asing satu sama lainnya, karena faktor missed communcation n gak pernah ketemu jg yaa kasian
    Nunggu momen” sweet mereka, tp Myung oppa n Krystal bakalan semakin membuat hubungan mereka susah nih~ kkk

    Sippo!Keep writing n fighting ne!!^^
    Ditunggu kelanjutannya yaa~

  3. Eonnieee~
    Lama juga ya publishnya, nyempetin baca ff kamu sebelum ulangan *ketahuan*
    Hmmm, Krystal, Myungsoo sangat mencurigakan…
    Anyway, aku agak mudeg dikit tentang jalan ceritanya tapi tetap semangat! Fighting!

  4. Omoooooo ini bener bener cetar membahana luar biasa!!! L sama krystal ganggu aja nih rumah tangga taem sama naeun. Aku mau nanya dong thor, jadi taemin sama naeun itu sebetulnya udah resmi jadi suami istri tapi ga tinggal serumah? Tapi mereka saling mencintai kan? #apadahbahasague ayo author semangat lanjutinnya!!!화이팅!!

    1. hoalaaah xD makasih makasih xD
      iya nih si myungstal ngeganggu ah /ditendang myungstal bareng2/
      iya jadi mereka tuh menikah cuma buat ‘status’, nyenengin orang tua mereka yg memang ada sesuatu lah yang bikin mereka tuh harus banget nikah
      mereka belum saling mencintai, tapi pokoknya ribet lah, abis WGM baru rada2 ‘cinta’😀
      sip makasih😀

  5. OMY! ini bagus!!
    Jadi Taemin dan Naeun udah married tapi kaya ga married? dan L? what? dia niat banget udah sampai nyatain perasaannya sama Naeun? Btw, aku ga tau loh kenapa L dan Naeun smpai dijuliki myungeun, care to elaborate?
    aku suka A-Pink ikutan jadi Taeun shipper haha.

    diksinya bagus van, terasa bener2 sesuai sm apa yang dirasain cast-nya. cuma aku kurang suka soal ganti2 pov, mgkin lebih asik 1 pov aja atau pake sudut pandang serba tahu.
    ditunggu lanjutannya!!!

    1. yuppp~ karena publik engga boleh tau mereka married, drpd nanti dibash (?) xD
      wah aku juga engga tau soal julukan itu mah, cuma tau ada myungeun aja di dunia kpopers tuh ._.
      hehehe soal pov mah, iya aku kebiasaan sih, suka ganti2 pov. Dulu sih suka pake keterangan itu pov siapa tapi oke, aku kurangin kok pov yang ganti2 itu😀
      makasih ^^d

  6. Ff initiruan ya pernah bca sblm ny yg buat @dakochane skrg beda lg kalian kerja sma buat ny apa 1 org pnya blog 2 atau qm niru ff ini

  7. baru sempet baca, dan langsung nganga..
    aku nangkepnya si Taemin gak tahan dengan ‘status backstreet’ sama Naeun, sedangkan Naeun udah terbiasa, bahkan hampir mengabaikan status itu dengan menanggapi ‘umpan’ dari si L.
    Trus si Key suka Krystal,
    tapi Krystal suka Taemin,
    tapi Taemin masih cinta sama Naeun,
    tapi Naeun mulai berpaling ke si L.
    Trus si L suka Key gitu ?
    #loh #abaikan #yangterakhirsesat

    lanjut ke part 2😀

  8. aduh ini sama2 merasa nggak pede dengan perasaanya masing masing
    huhuhu
    walaupun ga terlalu ngikutin wgm nya taeun tapi aku suka banget konsep cerita disini
    so mereka udah nikaaaahhh sejak jaman masih cimik cimik :3
    terus nikah virtual pas udah gedeeee
    aduhhhh na eun kayaknya perlu sedikit menunjukkan perasaannya pada taem taem yang galau mulu iniii~

  9. aaaaaaaaaa….. vanflaminkey91, aku balik lagi hanya untuk membacamu….
    duh, kasiaaannnn bngt merekaa😦
    jd ga tegaa😦
    terus di lanjut yaaa… I’ll wait🙂

  10. Halo salam kenal yah
    Pertama kali baca ff ini aku langsung jatuh cinta karena castnya taemin naeun hehehe
    Mereka tuh lucu banget sama2 polos dan cocok pkonya
    Oke aku mau baca part selanjutnya

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s