Status

Status

By           : ReeneReenePott

Casts     : Jung Heenim, Choi Minho, Kim Myungsoo

Genre   : Romance, Sad.

Rating   : General

Length  : Vignette

Before story : It’s Sleep Time | Baby! Baby! Baby! | Good Person | Think of You | Sweet Dream | Seul Rin’s Side : Mr. Fussy | Summer Paradise | Letter Of Will | 7 Years of Love | Seul Rin’s Side : Couple Ring | IF | Aloha |

“Heenim-ah~ ayo makan! Kau tidak dengar perutku sudah bunyi minta diisi~” suara Seul Rin mulai terdengar dan Heenim mendengus. Sedikit lagi, batin Heenim. Jemarinya masih asyik menari diatas tombol-tombol keyboard dengan mata yang tertancap di layar monitor. “Jung Heenim~!”

“Sebentar lagi, Seul-ah,” gumam Heenim sambil berusaha menyelesaikan kalimat terakhirnya. “Yak! Choi Seul Rin sekarang aku kehilangan kata-kata!”

Senyum Seul Rin melebar dan ia mendekat ke meja Heenim. “Makanya, ayo makan. Aku lapar~!”

“Memang Key kemana? Biasanya kan menjemputmu?” tanya Heenim, mendengus kesal lalu menyimpan file-nya. “Aku ada janji makan siang,” lanjutnya lalu menyambar tasnya.

Alis Seul Rin terangkat setinggi-tingginya. “Mwo? Janji apa? Apa makan siang dengan Choi Minho?” ceplos Seul Rin dan wanita itu segera membungkam mulutnya ketika melihat sorot tajam dari mata Heenim. “Hm, makan siang dengan siapa?”

“Manajer Kim,” sahut Heenim pendek. Seul Rin mengedipkan matanya, berharap dia salah dengar.

“MWO? Manajer Kim? Kim Myungsoo? Manajer kece ganteng cetar membahana dari bagian produksi itu kan? Jangan bercanda, Jung Heenim,” cerocos Seul Rin seiring dengan cengiran Heenim yang semakin lebar.

“Mungkin aku punya magnet tersendiri agar cowok tampan mendekat. Bukan begitu, Seul-ah? Hehe,” Heenim nyengir tanpa dosa lalu mencubit gemas hidung Seul Rin. “Daah, atau kau mau ikut makan bersama kami?”

Seul Rin mendengus. “Hh, meskipun aku ingin tapi tidak deh. Aku akan telpon Key dan mengatakan bahwa sahabatku ternyata lagi pedekate,” sindir Seul Rin sambil mengeluarkan I-phone-nya. Heenim terkekeh lalu melangkah menuju lift.

“Daah,”

__

Heenim memandangi layar yang menunjukkan banyak lantai di dalam lift dan menunggunya menunjukkan angka 1. Matanya berkedip dan memandang ke pintu ketika merasa lift behenti di lantai tiga.

Ting!

Set.

DEEENG

Heenim hampir sport jantung ketika dua orang itu melangkah masuk ke lift. Oke, dua orang. Wanita dan pria. Yang satu namanya Im Yoona dan satunya lagi bernama Choi Minho. Oh yeah, 60 seconds enough for the story~ Heenim terpaksa membungkuk sebagai sapaan kepada si CEO baru dan menepikan dirinya di sudut.

“Ng… Miss Jung, bukan?” sapa si CEO Choi itu. Heenim mendongak dan mengangguk. “Jung Heenim? Kenapa kau sekarang jadi pendiam, huh?” Mau-tak mau, Heenim memaksakan diri menatap mata itu. Mata yang kini menatapnya dengan senyum, dan jantung Heenim berulah lagi. Tatapannya tak ada yang berubah… “Hei, Jung Heenim, kenapa kau diam saja? Tidak rindu padaku?”

Heenim mematung, tangannya mencengkeram tasnya semakin keras. “Siapa dia?” tanya Yoona yang ada di samping Minho. Pria itu tersenyum lalu merangkul pundak Heenim.

Grep!

“Dia adikku, si gadis kecil yang cerewet. Tapi sepertinya sekarang kau sudah berubah menjadi wanita, Heenim-ah,” cengir Minho lalu memandang Heenim. “Hei, kenapa kau diam saja? Kau lupa padaku?”

Mulut Heenim membuka dan menutup tanpa suara, hingga akhirnya ia memaksakan sebuah senyum keluar dari bibirnya. “Ne, aku adik Minho oppa,”

Adik.

Adik perempuan yang paling kusayang.

Ting!

Minho melepas rangkulannya ketika pintu lift telah terbuka. “Kau mau makan siang bersama kami, Heenim-ah?” tanyanya. Batin Heenim menjerit, kenapa nada dan suaranya terasa masih sama?

Mereka sama-sama melangkah keluar lift dan Heenim langsung bisa melihat pria dengan jas hitam menunggunya di depan kantin kantor. “Aku ada janji makan siang, oppa,”

Minho memandang Heenim sejenak lalu mengangguk sambil tersenyum tipis. “Baiklah, sampai jumpa nanti, dongssaeng,”

Heenim bergegas menghampiri Myungsoo dengan kata-kata Minho yang terus terngiang. Dia hampir terjatuh saat berjalan karena kakinya yang bergetar dan matanya yang memanas. Ha ha ha. Heenim merasa menjadi pecundang. Siapa yang mengatakan tak akan memanggil seorang Minho dengan sebutan ‘oppa’? Siapa yang bertekad akan menjitak kepala seorang Minho sekuatnya jika bertemu lagi? Dan apa yang terjadi sekarang?

Minho hanya menganggapnya sebagai seorang adik. Tujuh tahun berlalu dan Heenim mengerti itu bukan waktu yang singkat, perasaan orang bisa saja berubah. Statusnya dan Minho akan selalu sama. Kakak dan adik. Sekarang Heenim tak berani berharap lebih dari itu, meskipun panah asmara yang dulu sempat dilayangkan Minho untuknya masih tertancap dan tak mau lepas, sekeras apapun ia mencoba. Meskipun si pemanah sudah tak berniat lagi dan memutar wajahnya, namun panahnyalah yang membuatnya terperangkap dalam lingkaran setan perasaan mematikan sialan itu.

END

AAAAAA GALAAAAUUU *injek laptop* ini reenepott lagi galau. Galau galau galau #jedor.

Dan aku bakal buat part-part buat Myungsoo yang hanya akan di post di blogku, karena gabisa kalau di post di sini. Jadi kalau mau baca ke sana aja, yang bagian Minho-Heenim seterusnya tetep di sini.

Maap kalo gaje dan banyak typo, tapi kayaknya reenepott agak susah menghilangkan kegajean itu, dan rasa pusing kalau harus bikin fic perfect tanpa typo. Artinya sih males ngedit berulang-ulang#dor. Aku tahu ini banyak kalimat yang aku juga gak ngerti kenapa bisa kalimat itu mengalir dari otakku, jadi harap maklum dan coba sabar aja ya. Saya butuh banyak belajar untuk mengontrol ini (?) Sampai jumpa di vignette selanjutnya. Daaaghhhh xD

P.S : Tinggal 4 vignette lagi, terus beres. Aku tahu kepanjangan sih, tapi aku pengennya begitu #dor.Vignette terakhir semuanya Minho POV dan dibuat rada panjang biar bisa cengar-cengir (tapi kayaknya gue gagal deh._.) Sudah selesai ditulis semua jadi launching-nya bisa cepet secepet kilat. Tinggal pengen nulis vignette tambahan buat Seul Rin sama Myungsoo, tapi itu mah nyantai aja gapapa, ya?

©2011 SF3SI, reenepott

signaturesf3siOfficially written by reenepott, claimed with her signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

20 thoughts on “Status

  1. Apaan ini? ishhh.. #jambak minong -_-
    Koq gt sm heenim yg wkt it dia blg suka trs nyium heenim mksdnya apa????? okehh udh 7 thn tp kn.. ishh gue kesel sama minong -_-

  2. apppaaahhh??? minhoooo.. kamu jahhhhattt… -_-
    masa heenim di anggap adik, lah tahun2 lalu itu artinya apa.
    ditunggu lanjutannya

  3. gaktau ya kenapa geli aja kalo mbayangin minho udh jadi bapak bapak trs punya anak(?)

    author yg kucintaaa mau updatenya dong:( dr awal udh ngikutin cerita ini . Seneng sm sifatnya minho yg genit genit kek dulu thor kkk munculin sifat genitnya lg dong tp cumaj utk heenim hihi

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s