Gift

gift1

Gift

Cast(s) : Kim Jonghyun and me
Length : 1.167 wc
Genre : AU, Fluff
Rating : PG
A/n : Count it as my selfish birthday present feat my beloved April-mate. Happy b’day to us ^^

In when I want to keep it alone instead of telling how I miss you

“Aku, mau keluar.”

Putus. Kusimpan ponselku dalam ransel sebelum mulai membereskan pakaian. Alih-alih mencabut baterai, aku membiarkannya diam dan masih bisa dihubungi. Namun, aku tidak akan menyadarinya.

Sekarang, tiba saatnya memilih yang mana sweater-ku dan yang mana milik Jonghyun. Aku terlalu egois untuk berhenti mengganggunya. Ia punya banyak range warna netral yang aku suka, disamping karena ukuran yang dua kali lebih besar dan wangi Jonghyun yang melekat. Salah sendiri hobi melepas baju di sembarang tempat, berarti bukan salah yang menemukan dan mencucinya, kan?
Banyak. Well, cukup banyak hingga kadang aku merasa wangi tubuh kami tertukar. Jonghyun menjadi manis sementara aku seperti bedak bayi.

Tubuhku tertarik cukup keras ke belakang sebelum merasakan detak jantung yang tidak beraturan di punggungku. Aku terhimpit tubuh lembab Jonghyun dengan napas panas yang mengganggu tengkuk. “Kok sudah pulang?”

Ia tidak menjawab, masih mencoba mengembalikan napasnya yang nyaris putus. Mungkin ada baiknya ia kuberi oxy can agar napasnya agak lebih nyaman, meskipun nanti akan terasa agak pahit. Aku mengurungkan niat untuk beringsut ketika Jonghyun meremas sweater yang kukenakan.

“Aku pergi setelah pulang kuliah besok. Bukan malam ini, kok. Kan ada janji tiup lilin denganmu.” Kutarik tangannya perlahan. “Ayo, sebelum tengah malam.”

Aku mengeluarkan strawberry shortcake yang kubeli tadi sore dan meletakkannya di atas island sementara Jonghyun menancapkan lilin kemudian menyalakannya. Sederhana saja, kami menyanyikan lagu selamat ulang tahun kemudian aku berdoa sebelum meniup lilin. Hadiah dari Jonghyun sudah kuterima tadi pagi, tapi ucapan selamat ulang tahunnya tertinggal. Baru akan diucapkan sepuluh detik sebelum pergantian hari dan aku balas mengucapkan selamat ulang tahun padanya. Itulah kesepakatannya, ia yang terakhir sementara aku yang pertama.

“Mulai besok, kau akan tinggal dimana?”

“Menumpang sebentar di tempat teman sebelum dapat flat yang sesuai.”

“Lalu apa bedanya dengan tinggal di sini?”

Bedanya? Tentu saja di sini ada kau sementara di tempat temanku tidak.

“Mau cokelat atau kopi?”

“Jangan mengalihkan pembicaraan!”

Rahangnya mengeras. Aku tahu ia tidak membentak, hanya meninggikan suaranya mungkin satu atau dua oktaf dan itu bukan tanpa sebab. Harusnya aku membicarakan ini setidaknya satu atau dua minggu sebelum ulang tahunku, ini terlalu mendadak menurutnya.

“Setelah ujian tengah semester ini, kurasa aku akan sangat sibuk hingga melupakan orang-orang di sekitarku. Jadi lebih baik aku tinggal sendiri untuk sementara.”

I’m barely breathing. Kurasa aku berusaha untuk tidak bernapas agar otakku tidak terstimulasi untuk mengontak kelenjar air mata. Almost over.

“Tidak ada be-“

“Aku tidak perlu berharap ada yang datang, karena aku tahu aku sendirian.” Aku meringis sambil menatapnya. “Kau juga tidak perlu pulang cepat untuk repot-repot meng-.”

“Kau tidak menjawab pertanyaanku.”

Don’t play dumb! You know what I mean.” Kedua tanganku mengepal. “Let’s take a break.”
Ia tidak bereaksi, mungkin terlalu terkejut. Sebenarnya aku ingin mengatakan ini sejak dulu, sejak aku mulai tinggal bersamanya dan menyadari perubahan yang terjadi. Bukan salah Jonghyun; sumpah, mungkin ini efek tiga tahun ia pergi lebih dulu sebelum aku menyusulnya. It is just me, mine, my fault.
“Kau tidak akan terganggu dengan pesan ‘kapan pulang?’, ‘mau ditunggu makan atau tidak?’, ‘tolong jemput aku di sini’, ‘tolong belikan ini’, atau sosok aneh mengejutkan di ruang tamu ketika kau pulang. Bahkan kau bisa menghemat tagihan listrik karena tidak ada lampu yang menyala sia-sia lantaran aku takut gelap.” Aku menelan ludah, berusaha fokus pada kilatan stoberi yang ada di atas kue ulang tahun kami alih-alih menatapnya. “Eomma juga sudah setuju kok. Katanya tidak apa-apa kalau kau mengizinkan. Tidak lama, satu atau dua bulan saja.”

“Dan kau akan membiarkanku khawatir setiap malam? Berpikir bahwa kau memang sudah benar-benar makan atau sekedar bilang sudah tanpa memasukkan sesuatu ke perutmu, apa kau tidur atau mengerjakan tugas semalaman tanpa berhenti, apa semua lampu di flatmu berfungsi dan membuatmu merasa nyaman atau ada orang yang menguntitmu dan berniat untuk menculikmu ketika kau lengah.”

As always, Jonghyun with extraordinary fantasy that reeling on his mind. Aku tidak menjawab karena kurasa apa yang ia katakan bisa saja terjadi, tinggal bersama Jonghyun adalah salah satu cara agar aku bisa dikendalikan. Bisa ditahan agar tetap memenuhi kebutuhan primer maksudku, aku tidak cukup binal untuk berani lalu lalang di pub seperti beberapa temanku. Tapi jika dilihat dari gelagatnya selama hampir dua tahun ini, aku bisa menyimpulkan bahwa ia sudah tidak begitu peduli padaku. Aku sudah cukup dewasa—dua puluh satu tahun, hari ini—untuk mengendalikan diriku sendiri tanpa perlu diingatkan setiap detiknya. Jika begitu, harusnya ia mengizinkanku untuk tinggal terpisah dengannya, kan?

“Apa kau kesepian?”

Aku hanya diam. Diam hingga celana pendekku basah oleh air mata dan suara isakan keluar dari mulutku. And it’s over as I start to ugly sobbing in his arms. Mungkin ini yang kuharapkan sejak lama, berharap Jonghyun menanyakan apakah aku kesepian kemudian memelukku tanpa bicara. Pelukan yang sebenarnya, bukan playfully hug atau pelukan sekilas saat aku akan pergi kuliah.
“Kupikir hanya aku,” Ia mengelus kepalaku perlahan. “Kupikir semua sikap cuekmu itu karena kau terganggu dengan sikapku yang kadang over-protect dan membuatmu merasa direndahkan. Mungkin benar jika tanpa sadar aku ikut cuek dan merasa bahwa tidak perlu mengurus hal remeh-temeh itu lagi. Meskipun sesekali aku rindu menyeretmu dari depan laptop atau televisi untuk makan siang bersama.”
Aku menangis semakin kencang sambil membenamkan kepalaku dalam-dalam ke sweater-nya. Tidak wangi manis lagi, ini wangi bedak bayi seperti yang seharusnya. Wangi yang sama ketika ia datang dengan raut panik ke kantor polisi saat aku tersesat, wangi yang sama ketika ia memelukku semalaman saat aku demam dan terus mengigau, dan wangi yang sama ketika ia berjalan di belakangku untuk menutupi bercak darah di rokku saat aku kedatangan tamu secara mendadak setelah makan siang di luar.

You’ll look fugly this morning.” Ia mengangkat wajahku dari dadanya sambil menyeka leleran air mata yang masih tersisa di pipiku. “Stop it, okay?

What’s fugly?

Fcking ugly, understand?

You teach me profanity.”

Jonghyun memutar bola matanya sebelum menepuk-nepuk pipiku dengan kesal. “Does Eomoni care about it?

Aku menggeleng, secara tidak sengaja menangkap bahwa sekarang sudah tengah malam lebih lima belas menit. Jonghyun tidak mengucapkan selamat ulang tahun padaku sebelum tengah malam dan aku tidak mengucapkan hal yang sama lewat tengah malam.

Mind to get the real party tonight?

Mungkin memang tidak seharusnya aku pergi. Aerin pasti dengan senang hati menerima pembatalan penampungan yang kuusulkan padanya minggu lalu. Well yeah, kurasa menerima undangan Jonghyun tidak ada salahnya.

With beers and pizzas,” Ia mengerutkan hidungnya. “I’m legal enough, but don’t forget the cake.”

How ’bout this?

Mine, you forgot to say happy birthday to me.”

Ia menghela napas sebelum akhirnya mengangguk. Aku suka raut bersalahnya seperti ini, seperti saat ia dimarahi Eomma ketika aku terjatuh dari monkey bar —karena aku tidak cukup kuat dan tinggi saat aku menirunya—di taman kanak-kanak dulu. Bukan ini sebenarnya, lebih kepada perasaan bahwa Jonghyun adalah my eternal guardian setelah Appa pergi.

But we can share it, since I forgot to buy your present.” Aku menelengkan kepala, menatap Jonghyun yang masih menunduk. “Sounds great?

But I think I don’t really need whatever present you will buy for me.” Ia tersenyum kemudian mengusap kepalaku pelan. “Just stay and be annoying little sister like before, okay? I’ll count it as my present.”

And maybe, I just need a little consolation after all

14.24
30.03.2014

 

©2013 SF3SI, Chrysalis

siggy chrysalis

Officially written by Chrysalis, claimed with her signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

 

18 thoughts on “Gift

  1. Okeh… Sepertinya kemampuan membacaku agak menurun setelah beberapa bulan atau tepatnya 3 setengah bulan absen baca FF SHINee… Dan oh may!! Aq ga bisa mengira-ngira hubungan aku dan Jonghyun. Sodara? Kekasih? Ataukah sahabat… Heehehe

    FF pertama yang aq baca pasca hiatus dari sini.hehehe jadi maklumin klo aq sedikit tidak paham dengan inti dari cerita ini.wkwkwk

    semangat author….

    1. hayoooo relationship mereka gimana *ditabok*
      sebenernya terserah sih, mau nganggep ini pacaran, sahabat atau sibling boleh
      emang sengaja dibikin ambigu aja suka-suka yang baca mau menganggap hubungan mereka apa

      waaa, aku tersanjung *nangis terharu*
      terima kasih udah mampir ^^

      ps.
      Tolong jangan panggil aku author T____T

  2. Ku, ini mirip Room 505. Enggak peduli ini sengaja atau enggak sengaja, i always love the idea about someone being related to one of the members.

    Tuh kan engrish lagi.

    Cerita yang consist of family values— entah OCnya jadi kakak, abang, atau adek dari salah satu member. Love it all! Kalau gitu aku juga mau dong, jadi adeknya Key. Cause we got to share the same birthday date, anyway.

    Lastly, veryhappylappy birthday ya, Ku! Semoga tinggi kamu nggak bertambah lagi ya. Jangan kikir, kamu harus tungguin aku nambah tinggi juga, dong ah.

    1. *hening sejenak*
      haaaaaa, maksudnya sibling yang menyebalkan gitu?
      aku nggak kepikiran itu sama sekali pas bikin
      cuma asal bikin aja karena pengen strawberry shortcake sama lagi pake sweater gombrong kesukaan
      oke, ini terdengar tidak nyambung

      ya kamu bikin doooong
      aku tunggu deh trus ntar aku baca hehehe
      aku nggak tau kenapa tapi aura penyayang jjong itu terasa banget
      sama seperti aura cunning, sexy, nyebelin etc yang dia punya
      bikin pengen dibejek

      aaakkkk terima kasih, citra mumumumu :*
      kayaknya ini juga udah nggak bisa nambah tinggi kok
      tulangnya udah nyerah mungkin =___=”
      mari kita cuil minho sedikit demi sedikit biar tinggi kita nambah *siapin gergaji*

      makasih banyak udah mampir ^^

  3. eh kayaknya kemampuan membaca aku juga nurun ini ._.
    setelah berminggu-minggu kerjaannya ngeliatin powerpoint.
    padahal aku baca sambil minum kopi.. ckck.. i still don’t get it
    barangkali aku bakalan re-read ini later

  4. ooh…. jadi mereka saudara gitu?
    aku baru ngeh di akhir cerita #tepokjidat

    oke, keren banget n teteup sweet. it makes me want an elder brother who really care about me and Jonghyun sounds great for that.

    btw, sekalian ngucapin Happy Birthday buat kamu n Jjong. hmm… 21? is it your real age? really?
    kekeke…

    keep writing, Chrys^^

    1. boleh dianggap apa aja kok
      suka-suka yang baca aja ehehehehe

      tuuuuuuuhhhh kan
      bener kan kalo jjong aura penyayangnya kerasa banget
      kak dino aaaaaa *ditendang*
      tapi kadang lebih berasa kaya sitter daripada kakak, lebih bawel nyaingin mama =_=”

      waaa, terima kasih bella
      munchas gracias juga buat kado yang tempo hari
      yang lebih panjang akan menyusul di page
      tunggulah invasiku hahahaha *ketawa setan*

      err iya, aku 21
      nggak keliatan sih kayaknya
      soalnya aku nggak ada dewasa-dewasanya sama sekali dan badannya masih kaya anak SMA
      sedih lho masih suka ditanya kelas berapa ;__;

      makasih udah mampir ^^

      1. hehe… abisnya di tengah kan bilangnya ‘let’s take a break’ jadi kupikir mereka pacaran yg tinggal serumah gitu. tapi endingnya bilang ‘sister’ berarti saudara kn? -_-”

        aku mau abang kayak Jjong, tapi bner sih dia cerewetnya ngelebihin mama. jadi inget drama radio waktu jjong berperan jadi emak2. hehehe…

        ups, so you’re two years older than me. ga papa atuh, awet muda namanya. yg lebih sedih lagi kalo ada anak sma kelas satu yg manggil sebaya karena ngirain dianya lbh tua

        keke… keep writing kakaaak…

        1. kan terserah yang baca hahaha
          break belum tentu putus dan sister belum tentu sibling
          hayo kan makin ruwet *ditampar talenan*

          aku rasa emang dia abang-abang sister complex gitu
          dan ya, kalo mau ngarang tentang kenapa background dia bisa sayang banget sama mamanya dan sodam eonni itu bisa dipake sih dari ngeliat gimana dia pernah role playing nelpon papanya dulu
          oke, aku suka banget mikir kejauhan begini, lupakan omonganku
          okay?
          good

          hah iya kah?
          kupikir kita seumur . . .
          oke, mahasiswa usia segini mana mungkin bisa ngetik ff tiap akhir pekan
          oke, aku emang mahasiswa ter-kurang kerjaan
          kayaknya aku harus sok-sok hiatus biar dikira banyak kerjaan hahahaha
          *dilempar ke kolam*

          hahahaha, okay then

        2. duh, sister or lover, makin bingung saya *garuk2kepala*

          yups, kayaknya Jong itu sister complex banget, dan itu bikin dia imut karena cowok sister complex agak2 one of a kind zaman sekarang ini^^

          aku jadi penasaran kamu tingkat berapa #kepoberat
          brrt kamu bakal skripsi tahun depan kn? wow… bakalan merasakan hari2 sibuk tuh

          nooooo….. jangan hiatus walau untuk pura2 sibuk~~~
          readers need you~~~
          #lebay
          kekekeke

        3. apa aja boleh kok
          santai aja kan ini bukan ujian
          jadi jawab apa aja boleh

          bikin pengen gapruk udah lucu inyiminyi cimit-cimit gitu
          *oke ini bahasa apaan coba*

          err, iyasih ada rencana skripsi dan lulus tahun depan
          semoga lancar
          ketauan banget kan aku udah tua dan harusnya nggak ngurusin beginian *ngurek tanah*

          mungkin bakal hiatus akhir tahun sampe awal taun buat kkn
          agak sedih tempat kkn angkatanku ini
          *kayaknya angkatanku pasti kebagian agak-agak miris begini*
          tapi diusahain numpuk draft aja dan maksa scheduler gimanapun caranya buat ngepost mereka
          meskipun aku mungkin baru bisa bales komen di tahun 2015
          hah, kok aku jadi curcol begini -___-”

          santai ajalah sama aku
          mau dianggep seumur juga nggak masalah😀

    1. ngg, ini sebenernya cuma tentang si ‘aku’ yang kangen sama jonghyun trus dia beralasan mau pergi dari apartemen yang mereka tinggali lantaran ‘aku’ berpikir kalau jonghyun udah nggak peduli sama ‘aku’ lagi
      dan ya perayaan tiup lilin itu jadi semacam waktu buat si ‘aku’ terbuka sama jonghyun dan akhirnya mereka baikan
      maaf ya udah bikin bingung T___T

      makasih udah mampir ^^

  5. huwoo..
    awalnya aku ngira dia pacaran..ternyata eung.. kembaran kah? #jderr
    tp karena dibilang terserah aku anggep aja sodaraan yaa..😀

    aku suka tipe cerita sister brother complex kayak gini..tp mgkn krna di awal settingan mnurutku kayak pacaran, mkanya feel brother sister complexnya gak terlalu kerasa. tapi itu tadii, hubungan mereka juga terserah pembaca milihnya apa..huahahahhaaa… mantep lah kalo gitu..satu cerita bisa beragam makna..xD

    1. hahaha apa aja boleh kok
      aku nggak tau kenapa milih ini buat jadi yang ambigu aja
      soalnya iya sih ada yang nganggep mereka pacaran, temen kecil atau sodaraan
      ya terserah pembaca menginterpretasikannya gimana
      yang nulis enggak mau tanggung jawab *kabur* *digampar^

      makasih ya udah mampir ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s