Fan Fiction

Fan Fiction

Author             : Faciikan

Main Cast        : Key-centric

Support Cast    :SHINee

Length             : drabble

Genre              :random; hhjjff; crack

Rating             : General

Summary         :Empat dari mereka duduk dalam lingkaran, sedang Key berada di tengah-tengah mereka, kalau melihatnya secara langsung, seperti akan diadakan upacara suatu sekte tertentu.

A.N                  :Happy (belated) Birthday SF3SI!

Asrama SHINee berada dalam sepi yang janggal. Kelima member SHINee ada di dorm, tapi tidak ada satu pun yang mengeluarkan suara. Jangankan di apartemen yang sama, para pria itu justru berada dalam satu ruangan yang sama. Empat dari mereka duduk dalam lingkaran, sedang Key berada di tengah-tengah mereka, kalau melihatnya secara langsung, seperti akan diadakan upacara suatu sekte tertentu.

Key tidak suka posisi ini; di mana ia dipojokkan dan sebentar lagi dipaksa untuk mengakui kesalahan macam penghakiman abad pertengahan. Jadi ia memutar kedua bola matanya dan bersiap untuk berdiri.

Sebelum Key bisa berdiri, ia sudah dihentikan oleh tangan-tangan Minho dan Jonghyun sementara Taemin dan Onew berada di posisi mereka masing-masing.

“Kalian buang-buang waktu saja!” Key menyilangkan tangannya dan memelototi satu-satu para team mate-nya itu.

Setelah sekian lama, akhirnya Onew angkat bicara. “Aku hanya tidak habis pikir saja.”

Oh please! Itu ‘kan hanya cerita. Tidak ada yang salah dengan membaca cerita.” Pria berambut lilac itu membela diri.

Minho mengeluarkan tawa renyah, “Kau membaca fan fiction. Tentang SHINee. Kau membaca pairing JongYu.” Ia menahan tawanya sebelum melanjutkan, “Kau mencakar-cakar meja dan menunjukkan ekspresi wajah yang aneh. Jangan lupa juga kalau kau bertingkah seperti delusional fangirl.”

“JongYu!” Jonghyun meletakkan telapak tangan kanannya ke bagian dada kirinya. “Menjijikkan sekali. Kalau Minho atau Tae, aku masih mau. Onew hyung? Langkahi dulu mayatku.”

Onew melempar sebuah bantal, tepat sasaran pada wajah Jonghyun. “Aku lebih jijik lagi.”

Key mengeluarkan nafas berat dan memperhatikan empat teman dekatnya ini sedang berdebat tentang pairing mana yang paling menjijikkan. Kalau saja ia lebih hati-hati, maka semua ini tidak akan terjadi. Kemudian ia melemparkan pandangan pada Minho yang sedang asyik adu mulut dengan Jonghyun.

Kalau saja Minho tidak semena-mena asal masuk ke ruangan orang, pasti Key tidak akan duduk di posisinya saat itu. Minho punya kebiasaan tidak lazim bisa berjalan dengan suara sekecil mungkin seperti seorang hobbit, mengendap-endap tanpa ada yang tahu, dan masuk ke ruangan orang seenak jidatnya. Sialnya bagi Key, Minho mengendap-endap ke kamarnya dan menemukan ia sedang membaca fan fiction tentang pairing JongYu.

“Lagi pula kenapa sih kau membaca fan fiction? Seperti tidak ada bacaan lain saja.” Onew menyeletuk dan membuat Key keluar dari pikirannya sendiri. Di dalam kepalanya, ia mulai panik karena tidak tahu harus memberi alasan apa. Jujur saja, Key hanya asal klik link saat ia sedang mencari namanya sendiri di Google alih-alih Naver atau Daum. Tersesatlah ia di sebuah situs fan fiction berbahasa Inggris. Satu klik menjadi sebuah adiksi, Key mulai membaca fan fiction di tiap waktu luangnya.

Karena otaknya kering, ia hanya menjawab dengan, “Memperdalam pemahaman Bahasa Inggris.”

“Tidak akan ada yang percaya alasan yang jelas bohong seperti itu, hyung. Pintarlah sedikit,” Taemin cekikikan. Tiga member yang lain ikut tertawa sembari mengangguk mengiyakan.

Well, they write good things to read on. Mereka menggunakan Bahasa Inggris yang tidak ada dalam buku yang dicetak masal. Mereka juga menulis menurut pandangan mereka terhadap kita. Some of them made a whole new universe for their story.” Key mengajukan lagi pembelaannya.

Hening. Onew, Jonghyun, Minho, dan Taemin sama-sama melempar pandangan aneh ke Key. Lalu mereka berpandangan satu sama lain, kembali lagi fokus ke Key, berpandangan sekali lagi; persis seperti penonton pertandingan tenis.

Akhirnya Key naik darah dan segera berdiri, melangkah panjang-panjang di antara Jonghyun dan Minho. “Aku tidak punya waktu untuk ini!”

~,~,~

Key tidak bisa membayangkan situasi yang lebih parah dari pada berada di tengah-tengah keempat member SHINee membicarakan tentang kebiasaan barunya yaitu  membaca fan fiction. Tapi memang ada keadaan yang lebih parah dari pada itu. Kalau interogasi bersama itu hanya berlangsung sepuluh sampai dua puluh menit, yang ini terjadi selama seminggu penuh tanpa jeda.

“Jadi bagaimana karakterku?” Tanya Onew sebelum pre-recording acara musik.

Lain lagi dengan Jonghyun, “Apa kau membaca sesuatu 19+?”

“Biasanya aku hanya tokoh pembantu atau tokoh utama? Aku pacar sempurna bukan? Kalau ceritanya tentang SMA, aku jadi anak populer atau geeky?” Taemin bukan yang paling sering bertanya, tapi sekali bertanya ia bisa membawa rombongan pertanyaan yang beranak pinak. Key tidak pernah menjawab pertanyaan Taemin, di dalam kepalanya ia hanya berpikir, Taemin butuh ask.fm.

Minho yang paling jarang bertanya. Paling banter, pria setinggi enam kaki itu hanya bertanya, “Kau sedang membaca pairing apa kali ini?” Sepertinya hanya Minho yang tidak mempermasalahkan hobi barunya.

Mungkin Minho memang tidak menyebalkan, tapi tiga yang lain jelas membuat Key ingin mendaratkan bogem mentah ke wajah mereka.

Key sedang duduk di pojokan, dengan ponsel tepat di depan wajahnya, sedang menjelajahi dunia maya. Minho melirik-lirik dalam diam ketika rambutnya sedang ditarik kesana-kemari oleh seorang stylist. Key mulai menunjukkan ekspresi-ekspresi aneh dan entah bagaimana alisnya bisa ia buat sangat dekat dengan satu sama lain.

“Mukamu lucu sekali,” Kata Minho, “Kalau kau bisa melihat wajahmu sekarang, kau punya unibrow.”

Key menembakkan tatapan mematikan ke Minho. “Jangan kau juga…”

“Aku hanya bilang kau punya unibrow.”

Sejenak Key melupakan ponselnya, menaruhnya di salah satu saku blazernya. “Memang sebegitu anehnya membaca fan fiction? Jonghyun hyung membaca mention twitter.”

Minho menatap kosong pantulan wajahnya di cermin; melihat hasil kerja stylist yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Otaknya berputar memikirkan jawaban yang bisa meyakinkan Key. Menurutnya sendiri, tidak ada yang salah dengan membaca fan fiction, toh itu juga hiburan. Jadi ia menjawab, “Yah, aku pernah membaca sebuah novel yang menceritakan tentang seorang manusia yang jatuh cinta dengan troll gunung. Kurasa itu lebih aneh dari pada fan fiction.”

Key tersenyum polos pada jawaban Minho. Memang tidak seperti yang ia harapkan—karena biasanya Minho akan memberi seribu satu alasan yang mendukung jawabannya. “Kau tahu aku merasa lebih dekat dengan para penggemar dengan membaca fan fiction. Anehkah?”

Minho hanya mengendikkan bahu.

“Kalau kupikir lagi tidak aneh,” Onew tiba-tiba menyambung obrolan 91liners. “Lebih aneh novel tentang manusia yang jatuh cinta dengan troll gunung dari pada kebanyakan fan fiction.”

Key menyeringai, ekspresinya mengatakan aku-sudah-bilang-apa.

“Tapi aku masih tidak bisa mengerti tentang satu hal yang ditulis oleh para fan fiction writers; mengapa mereka bisa memiliki persepsi kita sangat dekat?” Key mencondongkan kepalanya ke kanan, “Sampai mereka bisa membuat macam-macam pairing juga. Contoh saja ya, yang pairing yang paling populer: aku dan Jjong hyung atau Minho dengan Tae. Kalau pun aku gay aku tidak akan mau dengan Jonghyun hyung.”

Onew dan Minho saling melempar pandangan. Minho yang pertama angkat bicara, “Kalau kau melihat foto-foto yang diunggah di fansites, sepertinya wajar-wajar saja kalau mereka berasumsi begitu.”

“Tapi itu menjijikkan,” Onew bergumam sambil menunjukkan ekspresi datar.

“Kita harus mengurangi skinship.” Kata Key dan diikuti oleh anggukan setuju dari Onew dan Minho. “Tapi yang ditulis para fans amat sangat sungguh sumpah lucu. Kau boleh pura-pura menciumku saat Kiss Yo dan kita lihat cerita macam apa yang akan keluar.”

Minho menggelengkan kepalanya dengan brutal, “Aku tidak akan membaca fan fiction.”

“Aku juga! Aku juga!” Onew ikut menggeleng. “Kau bisa simpan hobi itu untuk dirimu sendiri. Aku tidak akan berkomentar lagi, asal kau tidak menularinya pada kami.”

Minho dan Onew sama-sama meninggalkan posisi mereka dan beringsut menjauh dari Key seperti pria itu mengidap H1N1. Key hanya mengendikkan bahu dan kembali menatapi layar ponsel, siap untuk membaca cerita baru.

           –freaking fin

 

@2013 SF3SI, Faciikan

sign-faciikan

Officially written by faciikan, claimed with her signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

15 thoughts on “Fan Fiction

  1. knapa mesti nanya yg plus2 sih, jjong? Wkwkwk
    dan taemin sungguh kepo.. Haha.
    Dan key, dimulai dgn membaca fanfiction, jgn2 nanti dia ikutan nulis juga.. Jadi idolfiction.. Hahahb

  2. “Tapi yang ditulis para fans amat sangat sungguh sumpah lucu”

    itu kalimatnya emang gitu ya kak?? aku sampe berulang kali bacanya karena gak ngerti wkwk.
    hihihi kebiasaan para idol emang gitu ya kak? baca fanfiction, mencari-cari tentang diri mereka sendiri?
    overall ceritanya lucu lumayan refresing abis UTS😀

    1. Iya kalimatnya emang gitu, dibikin menyimpang biar efek crack nya kerasa (tapi kayaknya nggak ngaruh)

      Kalo kebiasaan idol aku nggak tau, kan aku nggak tinggal satu dorm sama shinee.

      Hehe makasih udah baca

  3. sumpahhh…. lucu banget!!!! smpe2 aku disangka orang gila gara2 ketawa2 sndiri!! g bisa bayangin ekspresi key wktu dsidang member yg lain… hehe…
    betul kata key, emang apa salahnya bc ff, hehe…
    good job thor!!

  4. the f with bum’s new hobby
    sumpah aku harus gigit bibir di tengah rapat lantaran kebosanan trus baca ini
    well, nggak salah sih alasan garing bum kalo mau improve inggris lewat baca ff
    I do this tbh
    trus aku bayangin ini kaya si jjong bela2in dari rumah ke dorm buat ikut interogasi bum tapi berakhir kena lempar bantal sama jing

    iya bener rasanya kalo kamu harus pake crack di tiap cerita
    rasanya emang pas kamu nulis ginian
    makasih ceritanya
    ditunggu yang lain yaaaaa

    ps.
    I think I spot minkey :p

    1. Bum’s hobby is a thread. I don’t want him to read my stuffs. Aku bayangannya Jjong bela2in terlambat blue night._.

      Mungkin karena gaya tulis ku belum mateng jadi kalo nggak ada crack nya aneh.

      Makasih udah baca.

      Pps: it’s intentional

  5. What Theeeee.. Huahahahahaha… Oke itu ketawanya lebee pake banget… Uhm, kenapa coba harus JongYu…hihihihi bayangin muka pias si Onew berasa liat sendiri. Dari lima member SHINee yang berpeluang menemukan ‘hartu karun’ terpendam di dunia FF yah mang Key. Good job!! Good story..

  6. langsung histeris pas baca ada jongyu2nya muhaha
    sumpah bayangin kalo key beneran punya hobi kaya gitu gimana yaa? xD
    ngakak pas mereka ngomongin soal skinship dan pairing ituu bhaha xD

  7. hehehe..
    gmna ya kalau mereka bener2 baca ff ttg diri mereka?

    apa yg digambarin penulis ttg diri mereka, apakah memang spt itu…

    kalau menurut saya, apa yg ditulis penulis ff itu karena mereka mau lebih dekat sama idol-nya, terlepas itu mirip/tdknya dengan karakter si idol-nya^^

    like it Facii^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s