24 Hours A Day

24hoursaday

Title: 24 Hours A Day

Author: vanflaminkey91 (@whitevenus_4)

Genre: sad, family, friendship

Length: ficlet

Rating: G

Main Casts: Lee Jinki, Kim Jonghyun, Kim Keybum, Choi Minho, Lee Taemin

Support Casts: 

Disclaimer: this story is mine.

A/N: I love SHINee so much :’3

 

Tidak selamanya kita akan bersama.

24 Hours A Day

Jika dulu kami menghabiskan waktu hampir 24 jam di jalanan setiap harinya, maka sekarang 24 jam itu sudah mulai kehilangan tanduknya. Kami bahkan tidak lagi menghabiskan waktu di jalanan.

Dulu kami jarang di rumah karena fans kami menunggu untuk kami menghibur mereka—seperti yang memang harus kami lakukan. Sekarang kami selalu di rumah, nama kami tidak begitu terdengar seperti dahulu.

Begitupun kebersamaan kami—ikut usang oleh terkaman waktu.

“Sudah saatnya,” ucap Key sambil meneguk tetes terakhir tehnya pagi ini. Di sudut matanya tergenang air mata—sisa tawa yang luar biasa meledak barusan. “Terimakasih untuk segalanya, Guys.

Diva kami berdiri dan memandangi kami satu persatu, tepat di mata.

“Sangat menyenangkan berkenalan, bekerja, dan menjadi keluarga dengan kalian semua—tapi sudah saatnya kita kembali pada keluarga masing-masing, membangun kehidupan yang baru, yang berbeda daripada kehidupan di atas van SHINee.”

Kulihat Jonghyun tidak kuasa menahan tangis, jadi aku yang duduk paling dekat dengannya segera merangkul ia.

“Jangan lupa datang ke pernikahanku,  Eomma,” ucap Taemin sambil tersenyum jenaka karena setelah sekian lama, akhirnya ia mengucap lagi panggilan itu pada ‘eomma’ kami ini. “Salam untuk istrimu.”

Key tertawa kecil, “Tentu saja aku datang. Kami akan datang.”

Minho dan Jonghyun mengangguk sementara aku tersenyum. Kami semua membisu sambil melihati Key yang sedang mengambil koper-kopernya dalam diam. Hatiku bergetar, sebentar lagi member yang lain pun akan melakukan hal serupa: mengangkat koper, pergi melalui pintu, dan kami mungkin jarang atau tidak akan bertemu lagi.

Key memeluk kami satu persatu dan mengucapkan banyak pesan hingga aku akhirnya menitihkan air mata, begitupun Minho dan Taemin.

Kami memandanginya hingga ia menghilang di balik pintu dan pintu itu tertutup.

“Kami juga harus pergi sekarang. Aku mau kembali ke Incheon setelah menjemput kekasihku dan Taemin akan pulang ke Gwangju.” Dua termuda akhirnya bangkit. Mereka segera menghambur dan memeluk kami—aku dan Jonghyun. Jonghyun sudah menangis, tapi tak kuasa berkata-kata.

“Berjanjilah,” kataku. “Kau, Taemin, dan Key akan menemui kami kapan-kapan, ara?”

“Tentu.” Minho mengangguk mantap, menghapus air matanya. “Terimakasih, Hyung. Lima belas tahun menjadi SHINee dengan kalian adalah pengalaman terindah. Semoga bahagia dengan kehidupan masing-masing.”

Hyung, terimakasih sudah membimbingku dan membuatku dewasa dengan sendirinya.” Taemin memelukku dan Jonghyun bergantian.

Lalu sama seperti Key, menghilang di balik pintu.

Aku dan Jonghyun duduk berdampingan sambil menghela napas.

“Kau juga harus pergi, kan, Jong? Bukankah ibumu dan istrimu sudah menelepon?”

Jonghyun tampak kaget, kemudian tersenyum, “Ya, Hyung. Kau… tidak apa di sini?”

“Aku ingin mengenang dulu semuanya.” Ketika kulihat Jonghyun tampak terkejut, aku buru-buru menambahkan, “Serta membereskannya, kita harus meninggalkan tempat ini dengan rapi, bukan? Pergilah.”

Jonghyun sempat berbicara tentang banyak hal yang membuatku tersenyum dan memberiku pelukan persahabatan, sebelum menjadi seperti yang lain—meninggalkan dorm untuk mengejar kehidupan berikutnya, meninggalkan ‘SHINee’ di sini.

Aku berdiri sambil menghela napas. Melangkah menuju tumpukan koperku sendiri dan kembali duduk di dekatnya. Kuraih sebuah figura foto yang tadi kutaruh di atas koper. Figura kami bersama Yoogeun.

Aku menatap satu persatu wajah member-ku dan wajah Yoogeun. Mengingat kembali tiap kenangan yang kami lalui.

Saat menang pertama kali dalam acara musik, menang daesang, mengikuti variety shows, berinteraksi dengan Shawol, menikmati keindahan pearl aqua ocean, dan bernyanyi dengan bahagia di atas panggung—bertukar pandangan cinta dengan Shawol kami.

Sekarang itu semua hanyalah kenangan.

Kami sudah saatnya menempuh jalan hidup yang baru, jalan hidup yang lain. Bukan di antara gemerlap kehidupan artis, tapi dalam taktik perjuangan hidup pria-pria biasa. Menikah, bekerja, punya anak, dan berbahagia.

Tidak selamanya kita akan bersama.

Di antara kami berlima akan ada yang pergi duluan suatu hari nanti dan aku hanya berharap aku bukan yang terakhir—aku tak mau menyaksikan mereka pergi di depan mataku, biarlah aku yang menua ini lebih dulu menghilang dan menunggu mereka di surga.

Aku tersenyum ketika bulir air mataku jatuh membasahi figura foto kami. Cepat-cepat kuhapus ketika bulirnya semakin banyak.

Ya, inilah kehidupan.

Tidak selamanya kami akan bersama. Kami harus menempuh jalan kami masing-masing.

Dan menikmati sisa kehidupan di dalam kedamaian.

Tapi aku tidak akan pernah melupakan pengalaman luar biasa menjadi bagian dari SHINee World. 24 jam dalam sehari, aku akan semakin bersyukur bahwa aku pernah menjadi bagian kehidupan banyak orang yang mencintaiku dan SHINee.

24 jam sehari.

Aku, Lee Jinki, selamanya adalah member SHINee bersama dengan empat pria gila yang menghabiskan separuh hidupnya bersamaku dan bersama fans.

Saranghamnida, SHINee dan SHINee World.

*

 ©2013 SF3SI, Vania

signature

Officially written by Vania claimed with her signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

43 thoughts on “24 Hours A Day

  1. Kenapa ini sediiiih? Gshdbdhduebdjdkmdkl Bagus banget, isi pikiran jinki terdeskripsikan dengan bagus.

    Dan…kuharap sih shinee jangan ‘selesai’ dulu. Masih mau lihat mereka huhu TT

  2. Omo… terharu bacanya. Woaah… tidak akan ada yang berpisah kok… mereka akan melegenda sampe mereka tua dan akhirnya benar-benar dipisahkan oleh maut. amiin…

  3. hiks saya tidak bisa -belum bisa- membayangkan kalau mereka bubar,,,, T_T
    sedih baca FF ini, huuuuaa saya belum rela mereka bubar. (titik)
    Good Job aouthor😀😀

  4. Jinki oppa….. Kok ngomongnya gitu?
    Aku setuju dengan isi cerita ini… They won’t be forever SHINee
    Suatu saat mereka pun akan memiliki dunia yang jauh dari gemerlap dunia hiburan
    Kita pun akan memiliki keluarga sendiri, gak melulu ‘berburu’ berita dan bercerita tentang mereka
    Tapi yang pasti, kita pernah menjadi bagian dari SHINee World yang membuat kita berbagi ‘dunia berbeda’ yang ceria dan menyenangkan, plus suka duka dengan kontroversi yang pernah ada…
    We love you, SHINee…🙂

    1. iya itu yang aku pikirkan… suatu saat mereka gak bakal ada lagi, suatu saat, di saat kita pun gak ada.. mereka pun gak ada, tp aku harap mereka tetep dikenal sama generasi2 berikutnya

      makasih ya🙂

  5. aku setuju, mrk ga bisa selamanya bersama dgn nama SHINee.. Tapi aku berharap persahabatan mereka tetap berjalan..

  6. omooooo sedih banget ini ceritanya T^T
    gabisa bayangin mereka pisah / disband ntarrr
    tapi mau gamau pasti akan terjadi :”””’)
    but it’s a nice story. author jjang ^-^)b

  7. semacam tersadarkan oleh realita yang pahit. Iya sih, suatu hari nanti bakal ada saat dimana SHINee bubar dan memulai kehidupan berkeluarga, dan saat dimana shawol bakal ngerasa kehilangan, tapi selagi masih ada waktu, nikmati aja dulu, sebelum waktu seperti itu tiba

  8. oke ini keren dan sedih bangeeett T__T gue terharuuu gue nangiss huaaa T_T gak bisa diungkapin kata2 deh gimana perasaan gue sekarang T_T intinya daebaak ff-nyaaa!!

  9. asdfghjkl…..salah aku baca ini pagi2 otw kampuss jadi mendadak galauuu heheu;////;
    but yeah, that time will definetely comes and we cant do anything about it right?:’)

  10. Gila Vaniaaaaaaaaaa kamu apa-apaan???!!! Aku baca ini sambil ngantri beli tiket swc III secara offline. Dan waaaaaaatttttt… Aku berasa lagi ngantri konser terakhir mereka atauuuuu.. Ini rese bangeeeettt, aku sedih jadinyaaaaa T_T kamu tegaaaaaaa, tapi ini mengharukaaaannnnn… Bete aaaaaahhhh. Btw, ada typo bebs

    1. aku tidak apa2an (?) aku hanya kenapa2an (?) /cukup/
      HIHIHI momennya pas banget yah?😄 bagus deh, biar lebih gereget feelnya HAHAHAHAH~
      oh ada typo? O___o gak sadar😄
      oke makasih kak lanaaaaa~ :*

  11. Hiks…. hiks…
    yeah… suatu saat nanti waktu seperti itu memang bakal datang😦
    Dan ff ini…, aduh! Pengen mewek, tapi ada mama di sebelah, kagak mewek, muka jadi aneh begini.-. Aduh._.
    Tapi… nice ff kak^^

  12. ini sedih masa;;… suatu saat mungkin akan terjadi kayak gini, yg penting shawol bakal terus inget shinee walo mereka udahan nanti;; keren ceritanya

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s