Oh, Brother

Oh Brother

Cast: Lee Taemin | Genre: brothership, crack(?), family | Rating: PG for languages | Length: Oneshot

Background Sound: Bantan Boys – My Graduation / Snoop Dogg & Wiz Khalifa ft Bruno Mars – Young, Wild and Free.

Summary: Taemin akan ikut festival musik dengan teman-temannya. Ia punya dua hal yang disukai, kakak dan menjadi yang paling kecil. Dan dia punya satu hal yang dibenci, seorang adik.

Note: Don’t expect too much. Dan ngomong-ngomong, ff ini udah ngantri jadwal publish dari bulan Januari.. so yeah… ._.

“Wah, ini pasti keren sekali!” Jonghyun bersiul girang, matanya berbinar menatap sebuah poster festival. Jonghyun merupakan satu dari sekian anak di kampusnya yang suka pesta, well, siapa sih yang tidak suka? Apalagi ini Holy Water—Festival of Colour, festival musik yang bercampur dengan budaya India. Jonghyun sudah mengidam-idamkan acara seperti ini sejak lama, karena ini keren, dia keren, ini basah, dan akan ada wanita basah. Yeah, kedengarannya sangat menggoda.

“Acara apa itu?” lelaki jangkung berhenti di belakang Jonghyun, stik drum bertengger di belakang daun telinga.

“Festival perempuan!” jawab Jonghyun antusias, tapi mendadak murung begitu berbalik dan mendapati tubuh menjulang teman satu jurusannya. “Kau jauh-jauh sana! Aku tidak suka denganmu,”

“Kenapa? Aku kan hanya ingin tahu acaranya.”

“Iya, tapi aku tidak suka denganmu, Park Chanyeol!”

“Maaf deh, aku pergi saja. Padahal tadi aku mau menawarkan tiket fest—,”

“—Apa?! Tiket festival apa?”

Hey, hey, telingaku mendengar kata menawarkan, tiket, dan festival. Ada apa ini?” Kibum, siswa jurusan fashion design, tahu-tahu muncul dari balik tembok. “Wuah… pesta liar.” Kali ini gantian mata Kibum berbinar saat melihat poster festival yang semenit lalu membuat Jonghyun melayang ke alam imajinasi, jangan tanya kenapa mereka punya reaksi sama.

“Katanya minggu ini ada festival warna atau apalah itu namanya, aku lupa. Temanku punya tiketnya, tapi kemarin ia dapat giliran konsultasi laporan kegiatan untuk sabtu ini. Jadi, yeah, kau mau tiketnya?”

“Festival yang ini maksudmu?” Jonghyun memastikan sambil menunjuk poster di belakang kepalanya. Lelaki jangkung bernama Chanyeol itu memicingkan mata, membenarkan posisi kacamatanya, kemudian mendekatkan wajah pada papan mading.

Yeah, sepertinya yang itu.”

“Kau pasti bercanda, Park Chanyeol. AKU JELAS MAU! WOOHHOO!!”

“Santai saja, sobat. Kau berlebihan sekali.” Kibum meninju lengan Jonghyun.

“Oke, kalau begitu aku akan hubungi Kris.”

“SEBENTAR!” Kibum mengangkat tangannya, mata membulat dramatis. “Kris? Kris Wu? Yang jangkung, yang tampan, yang keren, yang mirip tokoh komik itu?”

“Engh… ya?”

“AS.TA.GA! KAU, PARK DORKYEOL BERTEMAN DENGAN KRIS WUMAZING?!” Kibum melotot lantas meraih kerah baju Chanyeol.

“Tenang, man!” Chanyeol melepaskan kerah bajunya yang kini kusut oleh tangan Kibum. Ugh, dia akan minta ganti rugi lain kali!

“Kris itu siapa sih?”

“Temanku Jjong, dari jurusan—“

“Teknik sipil. Iya kan? Calon insinyur yang lebih kuat, dan lebih indah dari karya buatannya. Oh tuhan, aku perlu bernapas. Kris Wumazing adalah teman Park Dork-Yeol? Oh tuhan. Bernapas Key, bernapas… huuuhh….”

“Oke, Kibum—“

“—Key!”

“Oke Key, aku tidak tahu apa masalahmu dengan teman sekamarku—,”

“—TEMAN SEKAMAR?!”

“Astaga, tenangkan dirimu Kunci!” Jonghyun menepuk dada Kibum, lumayan keras sampai-sampai Kibum meringis. Dan Chanyeol mengacungkan jempolnya pada Jonghyun, mengapresiasi bantuannya.

“Tapi asal kau tahu saja, Kris tidak sesempurna itu.” Chanyeol melanjutkan kalimatnya. “Dan tolong ya, perhatikan hak asasi dalam memberi nama panggilan.” Memangnya ada? Terserah, dia tidak peduli.

Chanyeol menoyor dada Kibum dengan stik drum-nya sebelum pergi. Bukan pertama sih dia mendengar orang-orang mendewakan teman sekamarnya itu, tapi tetap saja keki.

“Aku tidak mengerti, Kris itu siapa sih?”

Duh, Kim Jonghyun, kau kampungan sekali!”

“Memangnya dia siapa sih sampai aku harus tahu identitasnya segala, kecuali ia keturunan Putri Diana yang tak pernah terekspos, atau anak pemilik kampus kita.”

“Yang jelas dia lebih tampan, lebih keren, lebih seksi dan lebih tinggi darimu.”

“Sialan.”

Berita mengenai festival musik, yang Kibum sebut sebagai pesta liar itu, menyebar lebih cepat dari pada berita ketika jerawat pertama Junmyeon—si ketua jurusan—pecah, atau berita ketika Siwon—senior tahun 2008 yang sudah jadi mahasiswa abadi—akhirnya berhasil lulus sidang. Karena, yeah, ini pesta. Ini Kim Jonghyun dan Kim Kibum, pencinta pesta, pembuat pesta, para kurcaci keren, dan seksi (kata mereka berdua).

“Kau percaya tidak sih? Park Chanyeol, teman sekamar Kris Wu!” Kibum masih heboh soal berita ini, dan Jonghyun tidak mengerti. Apa sih hebatnya Kris? Sampai-sampai Kibum lupa kalau di sebelahnya duduk laki-laki paling keren sekampus.

“Sekamar? Memang kampus kita menyediakan asrama? Atau mereka semacan menyewa apartemen bersama?” Setahu Jinki, kampusnya tidak menyediakan asrama. Dan kalau ada, bukannya Chanyeol orang Korea? Untuk apa tinggal di asrama? Pasti ada peraturan asrama mengenai itu kan?

“Tidak, kawan. Kalau aku tidak salah, Chanyeol tergabung dalam sorority, eh, fraternity… eh, yang mana Kibum?”

Fraternity, tampan. Kau harus lebih fokus di kelas bahasa Inggris, Jjong. Fraternity itu untuk anak laki-laki, kalau sorority untuk perempuan.”

Yeah, semacam itu. Kalian tahu kan? Rumah persaudaraan? Aku pernah datang ke pesta fraternity Chanyeol, astaga, itu pesta tergila dan terkeren yang pernah ada sepanjang sejarah rumah persaudaraan Korea Selatan.”

“Jadi, intinya?” Minho mengangkat alisnya, sama sekali tidak mengerti poin pembicaraan Kibum dan Jonghyun.

“Astaga, ini Chanyeol dan Kris. Dari sekian banyak manusia, kenapa harus sekamar dengan Chanyeol? Begitu malang nasib, Kris. Kau tahu Chanyeol kan? Dia tampan sih, tinggi, lumayan juga, tapi dia aneh! Dan dia sekamar dengan Kris, laki-laki yang ketika pertama melangkahkan kaki di kampus ini sudah mempesona setiap mata.”

“Aku duduk sebangku dengannya di kelas bahasa inggris,”

“APA? LEE TAEMIN, KAU SERIUS?!”

“Iya, dan dia memang keren sih, tapi naik tangga saja sering tersandung. Dan tunggu, bukannya tadi kita sedang membicarakan festival?”

“Iya iya, aku sampai lupa! Festival ini keren, aku sudah lihat di tabungmu!”

“Hah?” Taemin, Kibum, Minho dan Jinki praktis menganga.

Apa katanya? Tabungmu? Itu semacam website video terbaru atau bagaimana?

Duh, kalian ini cinta bahasa Korea tidak sih? Usahakan, koreanisasikan setiap bahasa asing menjadi bahasa Korea.” Hey, sebelum sok cinta bahasa Korea, perbaiki dulu tata bahasamu, Jong! Koreanisasi? Memangnya ada kata itu di kamus?

Jonghyun memutar bola mata, memandang keempat temannya seolah mereka orang kampung. Alisnya berjungkit, tapi empat orang tampan itu tetap tidak mengerti maksud Jonghyun. “Youtube, kawan, youtube!”

“Oh.”

Yeah, terserah.” Jonghyun mengibas rambutnya dan melanjutkan. “Pokoknya acara ini baru pertama kali diadakan di Korea Selatan. Keren kan? Man, aku tidak perlu repot-repot ke Los Angeles hanya untuk mengotori bajuku dengan bubuk warna.” Jonghyun kembali antusias, dia harus datang ke festival ini dengan teman-temannya.

“Harga tiketnya….” Jinki menyentuh layar ponselnya. “Astaga, lebih baik aku beli buku ensiklopedia!”

Dude, ini pesta liar! Jangan kau samakan dengan bau apek perpustakaan, dong!” Kibum perotes, dia tidak habis pikir bagaimana si kacamata ini bisa-bisanya tahan membaca buku yang lebih tebal dari sol sepatu Jonghyun itu. “Coba pinjam, aku mau lihat harganya.” Jinki mengoper ponselnya ke tangan Key. “Open gate…hhmm… bla bla bla… APA?! 200.000 WON? YANG BENAR SAJA!”

“Apa ku bilang?”

“Ini murah sekali, kawan! Kami biasanya mengeluarkan uang di atas 500.000 won demi melepas penat di malam hari, karena, ya ampun… masa meja pakai dibayar segala?” Jonghyun mengangguk, menyetujui penjelasan Kibum. Sementara Jinki menganga lebar, tidak habis pikir temannya rela mengeluarkan uang sebesar itu setiap malam hanya untuk kenikmatan yang rasanya satu jam kemudian berubah jadi neraka. Oh, Jinki tidak pernah membayangkan rasanya hangover, yang pasti pamannya bilang lebih buruk daripada diare (Ya jelas lah, Lee Jinki!).

“Aku tidak mau ikut, sabtu ini aku sudah janji untuk minum teh bersama nenekku.”

“Astaga, kau benar-benar kampungan Lee Jinki.”

“Biar. Lebih baik uangnya aku simpan untuk masa depan, dari pada hura-hura tidak penting seperti kalian.”

Kibum memutar bola mata sebal, sulit memang bicara dengan manusia goa. Jadi mata Kibum beralih pada Taemin, lelaki berparas imut yang sudah seperti adik kesukaan Kibum sejak pertama melihatnya. “Kau mau ikut kan, Taemin? Well, itu sih kalau kau mau berubah jadi Taeman.”

“Aku mau!” Taemin berseru antusias. Ohoho, Taemin sudah ingin dinyatakan sebagai laki-laki! “Tapi, memangnya kita akan melakukan apa di sana?”

“Hemm… coba aku pikir. Ini festival yang berhubungan dengan bubuk warna, air, musik, dan wanita. Jadi, kita akan menari dengan wanita dibawah guyuran cat tembok. Yeah, kurang lebih demikian.” Ya ampun, kau serius Jonghyun? Analisamu payah sekali.

“Memangnya kau sudah legal, Lee Taemin?”

“SUDAH LAH!”

“Wow, santai saja teman!” Minho mengangkat kedua tangannya. Jangan pernah mempertanyakan kejantanan Lee Taemin!

“Tapi, memangnya hanya yang sudah legal yang boleh masuk? Anak-anak remaja tidak boleh?” Taemin sih tidak masalah kalau memang yang boleh masuk hanya yang sudah legal, tapi yang jadi masalah adalah wajahnya.

Dia bisa saja menunjukkan kartu identitas, tapi siapa yang akan percaya? Uhuh, ini sudah terbukti ketika Taemin ingin menonton Movie 43 di bioskop dengan Jonghyun. Dan berakhir menangis di sofa Kibum sambil menonton Despicable Me dengan segelas susu hangat dan semangkuk popcorn. Karena ia dimarahi habis-habisan oleh petugas loket dan disangka memalsukan identitas. Hatinya sakit, dia trauma dan dia tidak suka petugas bioskop. Terutama yang namanya Shim Yeol Meh. Ugh, namanya aneh!

“Tidak sih. Tapi kau tidak akan pernah tahu apa yang akan Kibum dan Jonghyun masukkan ke dalam minumanmu, dan yaaa… disana pasti banyak wanita, dan ini basah, dan, uuhh… kau tahu kan perpaduan antara baju basah dan lekukan tubuh itu bagaimana?” tiba-tiba wajah Minho memerah, ini konyol.

“Aku tidak mengerti. Pokoknya aku mau ikut, ini akan jadi pesta liar perdana ku!”

“Bagus, bagus.” Kibum menepuk-nepuk pundak Taemin bangga, mengundang gelengan kepala dari Jinki.

—||—

“IBUUUUUUUUUU!!!!”

“Lee Taemin, pelankan suaramu!”

“Ibu, aku mohon jangan pergi. Ya ibu? Ibu sayang padaku kan, bu? Aku mohon bu, aku mohon!” Taemin sudah mau menangis, dia frustasi. Ini hari sabtu, dan dia sudah membayar tiket festival yang mahalnya selangit itu. “Memangnya ini mendesak sekali? Memangnya tidak bisa lewat pos? Memangnya ayah butuh barangnya? Sangat butuh? Sangat sangat sangat, pangkat 30, sangat butuh, bu?”

“Kalau tidak benar-benar mendesak, ibu tidak akan repot-repot terbang ke Jeju, sayang.” Ibunya berusaha bersabar, berusaha agar tidak luluh dengan rengekan Taemin yang sangat manja dan menggemaskan. “Hanya satu hari. Ibu usahakan jam tujuh malam sudah sampai di rumah,” katanya berusaha menghibur, masih sibuk menyiapkan barang-barang yang dibutuhkan suaminya.

“Ah, Ibu! Jam tujuh malam itu lama sekali.” Taemin menjatuhkan diri di lantai, menghentak-hentakan kakinya di atas karpet. Ini tidak bisa diterima! Taemin harus pergi hari ini! Taemin harus bisa pesta!

“Kau ini cerewet sekali sih? Lagi, apa salahnya menghabiskan waktu sehari saja dengan Taehyun? Kau kan selama ini sibuk bermain dengan teman-temanmu itu, sekali-sekali perhatikan adikmu.”

“AKU TIDAK SUKA DENGANNYA, IBU!”

Hey! Jaga bicaramu!”

“Siapa suruh ibu melahirkan lagi? Aku akan mogok makan, aku akan buat ayah menyesal karena membuat ibu melahirkan adik!”

“Bagus, sekarang ibu berencana menginap di Jeju sampai senin.”

“IBU, MAAFKAN AKU, MAAFKAN AKU, IBU JANGAN PERGI, IBUUUU!!” Taemin memeluk kaki ibunya, mencium-cium kaki ibunya, memasang wajah paling menggemaskan.

Gagal. Ibunya tetap pergi dengan pesan paling menyebalkan sepanjang hidup Taemin, “Selamat bersenang-senang dengan Taehyun!”

“SETIDAKNYA BERIKAN AKU UANG JAJAN, IBU!!”

Dan Taemin benar-benar ingin menangis. Ini tidak bisa diterima! Pokoknya Taemin harus pesta! Taesun harus menjaga Taehyun hari ini, Taesun tidak boleh malam minggu dengan pacarnya!

“Sampai jumpa, Taeminni!”

“KAKAK JANGAN PERGI!!! KAKAAAAKKKK!!! HWUAAAAA!”

Semuanya jahat! Bahkan Taesun tidak bisa dipercaya. Seenaknya saja dia melenggang keluar dari rumah dengan alasan belajar bersama. Curang! Dunia tidak adil! Taemin murka, ia mau bakar daging saja!

“Kakak, main bersama.”

Taemin berbalik secepat kilat, ia yakin di rumahnya tidak ada hantu. Tapi, siapa yang barusan bicara? Kenapa tidak ada sosoknya?

“Kakak.” Suara anak kecil itu terdengar lagi, kali ini dibarengi dengan keliman bajunya yang ditarik.

“Monster!” Taemin memekik ngeri kemudian berlari menuju kamarnya. Ugh, kau keterlaluan Lee Taemin! Dia adikmu, adik kandung yang sangat menggemaskan. Oke, menyebalkan karena ia lebih menggemaskan darimu.

Taemin mengunci diri di kamar, dia sadar ini keterlaluan. Tapi dia benar-benar harus pergi. Ini perta liar perdana baginya, dan pesta ini sangat keren. Ditambah, mereka sudah membeli tiketnya, itu uang jajan Taemin selama dua minggu. Dan dia mau mogok napas saja (memang bisa?).

“HWUAAAA TOLONG AKU!!” Taemin langsung berseru begitu nada sambung ketiga berhenti dan digantikan dengan suara tarikan napas yang bersiap berkata ‘halo’.

(Kau kenapa, Lee Taemin?)

“Aku terkurung di rumah dengan monster kecil. Ibu pergi, Taesun juga, aku benci mereka.”

(Terkurung? Memang kunci rumahmu ada di mana?)

“Ah, bukan! Sudahlah, kau tidak membantu sama sekali!”

(Hey, hey, Taemin, tunggu! Katakan kau kenap—)

Taemin membanting ponselnya ke atas kasur. Kibum juga tidak berguna (Hey, kau bahkan tidak bilang dengan jelas apa yang terjadi, Taemin!). Ini adalah saat paling menyebalkan dalam hidupnya. Lebih menyebalkan dari ketika Jongin—sahabat terbaiknya—mengenalkan sosok dengan kulit seputih susu—begitu kontras dengan kulit Jongin saat itu—dan berwajah seperti kucing. Tajam (kau pikir pisau?) dan tampan. Namanya Sehun, ternyata lebih muda dan Taemin tidak suka padanya. Tapi waktu itu Taemin luluh, ketika segurat senyum paling menggemaskan yang pernah Taemin lihat terukir pada wajahnya yang hampir 24/7 tanpa ekspresi. Sekarang Taemin suka Sehun, dia lucu, dia tampan, dia aktif, dan dia asyik.

“Aku tidak suka punya adik! Menyebalkan, manja, rewel, lebih imut dariku. Aku tidak suka!” Taemin melempar bola bisbol pemberian Taesun ke tembok, kemudian memantul dan tanpa izin mendarat di kening Taemin. “AAWW!”

“Kakak.” Suara itu lagi, kemudian pintu kamarnya diketuk. “Kakak, ini Taehyunni.”

Astaga… suaranya menggemaskan sekali. Tidak! Tidak boleh luluh! Bukannya membuka pintu, Taemin justru melompat ke atas kasur. Taemin tidak mau bertemu anak itu, dia tidak suka padanya. “Tunggu… bukannya kamarku ada di lantai dua? Tolong jangan bilang bocah itu merangkak naik. Tidak, ini bahaya! Ini ancaman!”

Astaga Lee Taemin, bocah yang tingginya bahkan tidak sampai pinggulmu itu memanjat tangga susah payah demi menghampirimu, dan kau bilang ini ancaman? Kau keterlaluan!

“Kakak, Taehyunni ingin ke taman.”

“Iya, iya, cepat pergi sana!”

“Kakak tidak ingin juga?”

“Tidak. Sudah sana, pergi!”

“Taehyunni pergi bermain dulu, kakak.” Taemin hampir bisa merasakan bocah itu membungkuk di depan pintu kamarnya, dan dadanya berulah. Ia membaringkan tubuh sambil meyakinkan diri bahwa Taehyun bisa jaga diri, anak itu biasa bermain di taman setiap sore bersama ibunya atau Taesun, Taehyun anak umur empat tahun yang pintar. Dia tahu jalan pulang. Dia pasti tidak akan tergoda jika ada yang menawarkan gulali atau permen. Taehyun tidak akan bicara pada orang asing.

Taehyun pintar, tapi menyebalkan. Anak itu yang membuat Taemin tidak bisa ikut pesta liar, anak itu yang membuat Taemin menghabiskan uangnya sia-sia, anak itu yang membuat Taemin tidak bisa makan dua minggu. Dan sekarang Taemin semakin tidak suka pada Taehyun. Taemin baru akan memejamkan mata ketika dia tahu-tahu teringat cerita ibu dan kakaknya.

|||

“Yah, kenapa laki-laki?”

“Memangnya kau pikir ibu bisa memilih?”

Taemin cemberut, dia ingin punya adik perempuan yang cantik, yang bisa dipamerkan kepada teman-temannya. Adik laki-laki sih tidak ada artinya, toh ia dan teman-temannya berjenis kelamin sama. Yang ada sekarang Taemin merasa kalah saing. Bagaimana kalau Taesun jadi lebih suka pada Taehyun, bukan dengannya? Bagaimana kalau Taesun lebih senang bermain dengan adik barunya?

“Jangan berpikir macam-macam, kau dan Taehyun sama-sama adikku.” Taesun mengusap kepala Taemin, membuat anak itu otomatis tersenyum. “Kau tahu, dulu aku pikir kau akan jadi adik paling menyebalkan. Selalu menangis, merengek jika ingin sesuatu, tidak mau bicara kalau tidak dituruti keinginannya, mengompol di kasur, dan paling parah berlari keluar toko dalam keadaan telanjang padahal ibu sedang mengambil baju untuk dicoba, pokoknya menyebalkan.” Keduanya tertawa.

“Waktu itu aku tidak suka punya adik, ibu jadi mementingkanmu dulu. Aku ada pertunjukkan di sekolah, tapi kau sakit. Aku marah karena tidak ada yang datang, tapi tidak apa-apa, karena ketika aku pulang kau duduk di depan teve dengan wajah penuh air liur dan memeluk kakiku.”

“Ugh, jorok sekali.”

“Kau kan masih kecil, mana tahu apa yang jorok dan yang bersih. Aku tetap tidak suka waktu itu, tapi kau sangat menggemaskan. Aku boleh akui, kau lumayan pintar. Kau suka menari dan bernyanyi walaupun bicara saja belum jelas.” Taemin meringis gemas mendengar cerita tentang dirinya. “Kau cengeng, kau bahkan pipis di atas tugas matematika milikku. Kau yang salah tapi kau yang menangis, kau juga yang dibela. Selama lima tahun aku tersiksa menjadi kakakmu, tapi ternyata ketika kau mulai besar, aku merindukan masa itu. Ketika kau masih belum bisa mengikat tali sepatu, ketika kau menyelinap masuk ke dalam selimutku karena hujan dan petir, ketika aku harus membacakan dongeng padahal mataku sudah ingin terpejam.”

“Sepertinya aku menyebalkan sekali,”

“Memang, tapi kau menggemaskan. Jadi aku bisa terima, dan aku menyayangimu. Karena kehadiranmu membuatku sadar bahwa menjadi kakak yang baik itu tidak mudah, apalagi menjadi ayah.” Taesun meraih tangan Taemin dan mengaitkan kelingking mereka. “Berjanji padaku kau akan jadi kakak yang baik dan menyayangi Taehyun seperti aku dulu menyayangimu.”

“Jangan bicara seolah kau tidak akan ada di sisiku, kak.”

“Bukannya tidak akan ada di sisimu, tapi ini giliranmu untuk belajar menjadi seorang kakak yang baik. Belajar membagi keinginan dan kepentingan, belajar berbagi, belajar menyayangi, dan belajar menjadi ayah yang baik untuk anakmu nanti.”

|||

Taemin tidak menyangka saat itu telah tiba, saat dimana ia harus belajar menjadi kakak yang baik. Ketika itu juga Taemin menyadari satu hal. Dia tidak perlu berkerja keras seperti ketika Taesun merawatnya dulu, tidak perlu membacakan dongeng setiap malam karena Taehyun hanya perlu susu coklat hangat setiap jam tujuh malam. Taehyun tidak akan menangis seperti Taemin dulu ketika terluka, Taehyun tahu bagaimana cara mengikat tali sepatu, Taehyun sudah bisa berjalan sendiri, dan Taehyun tidak takut petir. Dia akan baik-baik saja, iya.

Tidak boleh! Aku harus jadi kakak yang baik!

Taemin buru-buru melompat dari atas kasurnya, berlari keluar kamar dengan harapan adik kecilnya masih berada di rumah. Tapi tidak ada, sosok mungil menggemaskan itu tidak ada di rumah. Jadi dia buru-buru berlari ke taman. Bagaimana kalau Taehyun jatuh? Bagaimana jika ia dikejar anjing? Bagaimana jika Taehyun diculik? Gawat! Taemin bisa tidak dapat uang jajan seumur hidup.

Napasnya memburu begitu tiba di taman, pandangannya bergerilya ke setiap sudut taman. Mencari satu yang berkulit putih pucat, dengan rambut tebal yang hitam legam dan tampak kontras dengan pipinya yang merah muda. Tidak ada jalan bagi Taemin untuk menemukannya hanya dengan mengamati, jadi dia berteriak, memanggil-manggil nama Taehyun. Sesuatu dalam dadanya berulah lagi, dia mulai khawatir. Dia harus menemukan Taehyun, dia harus memastikan bocah itu selamat tanpa goresan.

“Kakak.” Suaranya pelan, tapi pendengaran Taemin saat ini terlalu tajam untuk melewatinya. Target terkunci. Taehyun berdiri di atas papan seluncur, jaket hijau motif power ranger kesukaannya sedikit terkena tanah, wajahnya sumringah, dan tali sepatunya terikat… hanya sebelah?

Hey, turun pelan-pelan!”

Tapi Taehyun terlalu senang untuk mendengarkan. Ini Lee Taemin yang datang bermain dengannya di taman, kakak kesukaan Taehyun tapi tidak pernah punya waktu untuk bermain bersama. Taehyun tidak masalah, karena sekarang kakaknya sudah menanti di bawah.

“LEE TAEHYUN!”

Kening Taehyun bertemu tanah lebih dahulu, membentur kerikil kecil yang menyambutnya riang. Taemin menangis.

“Kakak,”

Taehyun tertawa, keningnya berdarah. Taemin menangis lebih keras. Dan para ibu yang sedang menjaga anaknya jadi bingung. Yang jatuh siapa?

“Maafkan aku, harusnya aku menjagamu, harusnya aku memperhatikanmu, harusnya aku ikut bermain. Maafkan aku, Lee Taehyun. Aku menyayangimu, jangan marah padaku.” Taemin meraung, kemudian memeluk Taehyun, menciumi wajahnya. Taehyun ikut menangis. Taemin dimarahi oleh ibu-ibu karena tidak langsung membawa Taehyun ke klinik terdekat. Mereka berdua menangis meraung-raung di depan papan seluncur.

“Hey, Lee Taemin! Kau dimana sih? Kami sudah menunggumu di depan gerbang sejak tadi, tahu! Acaranya sudah mau mulai.” Suara Key membahana, satu detik setelah Taemin menyentuh gambar warna hijau.

“Di rumah, aku tidak jadi ikut.”

“Kau baik-baik saja kan, Taemin? Ada apa dengan suaramu? Kau menangis? Atau kau sedang sakit?”

“Aku baik-baik saja, kalian selamat bersenang-senang ya. Aku akan menemani Taehyun hingga tidur, sampai  jumpa.”

Tutt

Taemin menghela napas. Malam minggu ini benar-benar menyedihkan. Persetan soal festival musik keren itu, dia sudah tidak peduli dengan pesta dan uangnya. Melihat luka jahit di dahi Taehyun terasa seperti memotong bagian hatinya pelan-pelan. Menyaksikan dokter menjahit kening Taehyun, mendengar bocah itu menjawab segala pertanyaan yang dokter lontarkan kepadanya demi mengalihkan rasa sakit di keningnya, Taemin justru menangis keras. Suster yang berjaga terpaksa membawa Taemin keluar, memberinya permen dan eskrim. Taemin marah, katanya, “Memang aku anak kecil? Aku mau susu rasa pisang!”

Suster menepuk keningnya, tapi menurut. Lebih baik, dari pada mendengar Taemin menangis lebih kencang. Taemin jadi merasa bersalah karena tidak menemani Taehyun di dalam, jadi dia duduk dan sesunggukkan di depan pintu ruang praktek sambil meminum susunya. Tidak apa-apa, Taemin akan menebus kesalahannya malam ini! Dia akan membacakan dongeng untuk Taehyun, dia akan merawat Taehyun mulai sekarang. Yeah, permulaan yang baik Lee Taemin.

“Kakak,” panggil Taehyun, suaranya sengau. Pasti karena sejak tadi menangis. Taemin tidak tega.

“Sudah sikat gigi?” Taehyun mengangguk, mulai menurunkan celana mainnya. “Cuci muka dan cuci kaki juga sudah?” bocah itu mengangguk lagi, kali ini berusaha melepas kaosnya. “TUNGGU!” Oke, Taemin tidak bermaksud untuk membentak, sungguh!

“Maaf, maksudku, tunggu sebentar. Lukamu masih basah, kita cari cara lain untuk membuka pakaianmu.” Putar otakmu, Lee Taemin! Putar! Bagaimana caranya melepas baju Taehyun tanpa menyentuh luka di keningnya?

“Gunting! Yeah, tunggu di sini sebentar Taehyun.” Oh tidak, kau pasti bercanda Taemin! Tapi Taemin sudah berlari keluar dari kamar bernuansa batman itu, hendak mencari gunting. “Dimana ibu menyimpan gunting ya? Oh, mungkin di ruang perkakas.” Astaga Taemin! Siapa yang meletakkan gunting di ruang perkakas? Tapi yeah, nyatanya lelaki itu menemukan sebuah gunting. Tajam, dan berbahaya. Gunting rumput.

“Tidak, tidak, bukan gunting yang ini.” Lelaki itu berjalan menuju ruangan lain, membongkar setiap laci di rumahnya. “Bukan, ini terlalu kecil.” Kemudian Taemin melempar gunting kuku milik ibunya sembarangan.

“Hah, ini gunting apa?” Taemin mengaitkan jari telunjuk dan jempolnya ke dalam lubang gunting kecil tersebut, kemudian mencoba menggunting bajunya. “Ah, tidak tajam!” Dan gunting malang itu berakhir di tempat sampah. Jelas saja tidak bisa menggunting bajumu Taemin, itu kan gunting rambut!

“Duh, besok-besok aku buat laci khusus untuk menyimpan segala jenis gunting. Dari yang paling kecil sampai yang sebesar penyedot debu (Memangnya ada?).” Taemin menggerutu, kembali mengobrak-abrik isi rumahnya. “Ketemu!” serunya riang, kemudian segera berlari masuk ke kamar Taehyun.

Bocah itu duduk di tepi kasurnya, sudah memakai celana piyama kotak-kotanya dengan kaos mungil berwarna kuning menggantung di lehernya. “Nah, sekarang kita gunting bajumu.”

“Taehyunni bisa pakai lagi?”

“Apanya? Bajunya? Bisa-bisa… tapi nanti, kalau sudah dijahit ibu.” Dan Taemin memulai operasi kecilnya, meneteskan keringat sebesar kacang polong dalam proses pengguntingan kaos kesayangan Taehyun yang dibelikan oleh Taesun. “Selesai!” Taemin mengangkat kaos Taehyun yang sudah berantakan bentuknya itu. “Uhuh, kau memang pintar Lee Taemin!”

Taemin baru akan membantu Taehyun memakai kemeja piyamanya, ketika ia menoleh dan mendapati Taehyun sudah memasang kancing kedua. Taemin merasa harga dirinya terinjak-injak. Ia saja butuh waktu lima menit untuk memakai kemeja, dan 10 menit untuk memakai kaos. Bagaimana bisa bocah umur empat tahun memasang bajunya dalam kedipan mata?

“Taehyun! Besok-besok, kalau mau pakai baju panggil kakakmu dulu. Minta tolong pakaikan, oke?”

“Tapi Taehyunni sudah bisa, kakak yang mengajarkan.”

“Aku?”

Taehyun menggeleng, senyumnya sumringah. “Kak Taesun,”

“Tidak, tidak, tidak boleh! Hanya Lee Taemin yang boleh mengajarkan Lee Taehyun segala hal. Ingat! Jangan pernah mau diajarkan oleh orang lain, kecuali olehku. Oke?” Taehyun mau tidak mau mengangguk, dalam hati bertanya-tanya apa tadi dokter juga menjahit kepala kakaknya. “Sekarang naik, aku akan baca dongeng sebelum tidur.”

“Taehyunni tida—,”

“—Ssstt! Pokoknya aku mau membacakan dongeng!”

“Baiklah…,”

“Kau barusan mendesah?!”

“Tidak.”

“Oke.” Taemin menyelinap di bawah selimut Taehyun, membuka buku dongeng pertama yang akan ia baca untuk Taehyun. “Bawang Merah dan Bawang Putih.” Dia membaca judulnya dengan bangga.

“Ini tentang sayuran?”

“Bukan. Tentang kekasih… sepertinya.”

“Oh,”

“Pada suatu hari… oh sebentar, ceritanya tidak dimulai dengan kalimat itu. Mari kita coba… hem… wanse (mungkin maksudnya once)… In aabrightyeah, wanse in a bright morning…. Oke, selesai!”

“Tapi ceritanya—,”

“—Pst, pst, pst. Jangan perotes! Ini ceritanya pakai bahasa inggris, aku akan ceritakan lebih lanjut kalau kau sudah pintar bahasa inggris.” Astaga, sepertinya kau yang harus lebih dulu belajar, Lee Taemin. “Sekarang, pejamkan mata! Aku akan ada di sini hingga kau terlelap.”

“Kakak,”

“Ya?”

Dan sebuah kecupan, sangat—serius, sangat, benar-benar, sungguh-sungguh—basah, mendarat di bibir Taemin.

CIUMAN PERTAMAKU!!

“Ehem… oke, terima kasih. Aku juga menyayangimu, Taehyun. Jadi adikku yang baik ya.” Taemin mengecup pipi Taehyun, mencubit pucuk hidungnya gemas, lantas membenarkan posisi tidurnya. “Cepat tidur, aku tidak akan pergi.”

Dan Taemin tidur lebih dahulu. Dalam mimpi menjerit-jerit; INI MALAM MINGGU, DAN CIUMAN PERTAMAKU SANGAT BASAH. LEBIH PARAH, DIREBUT OLEH ANAK UMUR 4 TAHUN. OH, DUNIA!

Yeah, mungkin punya adik tidak sepenuhnya menyebalkan. Walaupun tidak menyenangkan juga. Taehyun bocah yang pintar, dia beruntung karena adiknya tidak pipis di celana atau berlari dalam keadaan telanjang. Walaupun wajahnya lebih menggemaskan, walaupun ibunya lebih senang bermain dengan Taehyun, walaupun Taehyun selalu dapat susu panas meski tidak meminta. Taemin tidak terlalu membencinya, walaupun tidak terlalu suka juga. Tapi jika ia saja bisa menyukai Sehun, kenapa tidak dengan adiknya sendiri?

“Kakak,”

“Hmmm…,”

“Belnya bersuara,”

“Hmmm…,”

“Kakak, ada tamu.”

Ugh, buka saja sana, dasar menyebalkan! Aku mengantuk.”

Mungkin… sebelum mencoba untuk menyukai adiknya, Taemin butuh waktu untuk jadi kakak yang baik dan berhenti membuat adik kecilnya mendesah pusing.

Oh, brother.

Kkeut

Pesan dari Lana: Sejak lama aku mikir, gimana ya kalau SHINee punya dede bayi? Tapi adik bukan anak. Aku pernah nulis juga kayaknya di twitter, eh itu exo ding ._. . Terus aku penggemar Dira, dia punya series judulnya A Bunch of Baby. Inspiring dan menghibur sangat. Mampir yaaa ketempatnya Dira, aku terinspirasi dari FF dia yang itu tuh.

And, uumm… gatau kenapa aku lagi muter terus dua lagu di atas selama beberapa hari ini, dan aku mood up terus. Makanya ini FF bisa kelar kekeke. Saran dan kritk diterima kok, aku gak gigit. Terima kasih ^O^

©2010 SF3SI, Lana.

Sig

Officially written by Lana, claimed with her signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

45 thoughts on “Oh, Brother

  1. Aaaaahhh aku juga pengen punya adiiiiiiiikkkk….instead of being a little sister. Not to mention my sister is an actual form of the word ‘bitch’. She was– well at least not now.

    Ceritanya panjang, i like the fact that this was actually funny, in a good way. Not lacking, not too much. So yeah. I’m waiting for your next story!

    1. well you see, aku punya adek and i’m trully hope i don’t have ;_; i have sister, instead of her being a ‘bitch’ i’m the one indeed hahaha

      iya nih, panjang sekali huhuhu
      ah serius? it’s beyond my expectation actually ._.
      but yeah, thanks a lot for droppin’ by, and please don’t expect too much xD kekeke

  2. Can totally relate. Apalagi jarak umur aku sama adek jauh banget. Tapi moment of turn around nya taemin cepet banget.

    Eh itu ada typo, satu dua gitu.

    Thanks for The good story.

  3. Lana aku ga kuat ngakak2 pas bagian kurcaci keren..dan ya Tuhan tabungmu?seriously jjong tabungmu?hahahhaa wanse wanse oh maksudnya once?hahahaha ketololan mereka kembali lagi..dan mereka semakin odong gak ketolongan..thanks for the story..funny..

    1. Ya ampun hahahah itu sebenernya pick up line yang gak banget. Aku semacem mati gaya, dua bocah ini musti punya julukan apa xD
      eeehh adegan itu terinspirasi dari temenku waktu lagi jaman mau UN. dia stress belajar bahasa Indonesia, sampe semua bahasa inggris di indonesiasisasikan *apaan pula ini hahaha*
      Oppss… kembali lagi? ketololan itu rasanya belum pernah hilang ((pukul aja Lana, pukul)) LOL

      Thanks for droppin’ by and your love😀
      ooo

  4. Gak kuat dari tadi ngakak mulu baca nya-_-

    Ngebayangin masa kecil nya taemin kayak begitu lucu juga..haha

    Sama kayak aku, kadang aku sebel sama adik ku, tpi kadang juga sayang..hehe

    Bagus, cerita nya lucu. Aku suka sama karakter key yang asal ceplos sama karakter nya taemin yang kocak abis..^^

    1. wow, pdahal menurut aku ini masih kurang lucu ;_;

      kalau aku lucu gaaakk?? ((bukan))

      sama aku juga, aku malah dulu gak terima adikku lahir, tapi terus akhirnya mengalami turning point waktu smp keke

      Wow, itu di atas ekspektasi
      Ngomong-ngomong terima kasih sudah mampiiirrr ^O^
      xxx

  5. hah bangsat kalo misalnya kakak digambarin selalu nyebelin gitu aku so brengsek dong ya *bahasa hutannya keluar*

    untung aku sama sepupu kecilku nggak seribet ini lho but aku kadang juga dibikin mangap sama children wisdom-nya dia macam si taehyun yg ternyata bisa apa2 sendiri begini

    di bagian awalnya ini wordplaynya apaan tu dorkyeol, wumazing, terus tabungmu terus konklusi sampah nari sama cewek basah sambil disirem cat tembok udah angkat tangan

    sumpah untung aku meler bersin2 pake masker jadi seketawa2nya aku nggak obvious amat kecuali mata yg mendadak ilang ==”

    terus itu si litemin juga antara apes2 goblok aku nggak ngerti lagi
    demi apa dikira malsu identitas terus itu apaan adeknya jatuh nggak buru dibawa ke klinik malahan nangis2 duluan terus demi apa minta BANANA UYU
    pusing banget liatnya
    dan how clueless dia nyari gunting itu kaya
    man, are ya serious?
    sejenis lemme get ya the right head kaya microchip di otak dia udah sampah karatan minta diamputasi
    I’m seriously mad at him kaya hngggh
    mari kita sudahi saja semua ini sebelum comment box kau isinya penghuni kebun binatang semua

    makasih ceritanya
    ditunggu yang lain ya ^^

    1. Ya ampun kak kukuuuuu!!
      Aku sampe keselek tahu baca komen kaka xD

      harusnya komen kaka ini di sensor
      orang aku sampe bingung mau bales apa… ini tuh semacem aku lagi dikasih gulali tapi isinya paku semua hahahha
      candaaaaa

      but really, i just really like the way you threw all your shitty shitty words xD

      makasih komennyaaaaa ^O^
      xoxo

  6. ooo maegattt lana!!!…ff mu memang benar-benar ……#ngakak guling2 aku

    si jinki manusia goa#slah fokus.haha
    kayaknya taehyun yang pntes jd kakaknya taemin..

    aku jg punya pglamn smcm itu jd kakak..tp beda denk.
    pertama antusias..udah punya adek bneran cemburu..dan skarang aku menyayanginya…. :*

    dan itu a bunch of baby aku sdah baca…he eum ^^d

    1. hahahah enggak aaaahhhh
      ini menurutku gak sebaik yang teh sore ._.

      hahah jangan dong, Jinki kan cucu kesayangan nenek
      oh iya betuuull hahaha

      oh aku gak pernah antusias punya adek
      hahahah tapi terus sekarang sudah sayang adikkuuuuu kekeke

      BAGUS KAANNN?? ya ampun aku cinta mati banget sama ABOB huhu~

      makasih ya say udah mampir ^O^
      xoxo

  7. Heuummm, apa disini hanya aku yang punya abang yang super duper nyebelin dan minta dikubur hidup-hidup lalu gue nari ring ding dong di atas kuburannya?
    Oke, tentunya gak akan bisa karena pasti lebih dulu ngangkat aku dengan posisi kepala di bawah dan jangan tanya kakinya dimana._.
    Aku gemeees ama si Taeminn! Eh? Salah ya? Engak kan?
    Taemiin sayaaang, kamu kok bayi banget yah di sini nak? Dan Taehyun… Emangnya ada adek kayak kamu yah? Yang gak gampang nangis, pinter oh tipe adek idaman..
    Cieee, ka Lanaa~ Udah mulai posting ff lagi ka? Hahaha aku tunggu deh ff berikutnyaa~

    1. iiiiihhh aku mau punya abang
      abang kan charming, pelindung yang diidam-idamkan setiap perempuan yang cuma punya kakak cewek ._.
      emang abang kamu nyebelin? kkkk~

      ah aku juga gemesh sama tetem, siapa yang enggak sih?
      AKU MERINDUKAN WAJAH BABY TETEM!! TETEM KAMU GABOLEH JADI COWOK HOT KAMU HARUS JADI BAYI HOT ((jangan lan))
      hahahha
      ada-ada, haduh, adeknya temenku tuh ngegemesin ampun-ampun, pinteeeerrr banget

      Kkkk enggak, ini tuh aku nulisnya udah lama, baru aja dapet jatah publish sekarang xD
      Makasih udah mampir, beeebbb~
      xoxo

  8. Semakin tua semakin menggilaaa *upppsss, sorry Lana…hahaha

    Nih demen nih yang kayak giniiii…. Joke-joke nya itulooohhh… Wuamazing lah klo kata Kibum, #wooyyy Key, not Kibum. *upsss ada yang ga terima. Demi apa pulaa tabungmu??? Tabungmu???? Jadi inget pertanyaan konyol beberapa tahun lalu, kenapa sih namanya harus youtube? Apa penciptanya pas bikin software-ny lagi mainan sama tabung gituu..hehehe

    teru, terus nih… Si Taemin sama Taehyun ketuker tuh perannya, mana adek mana kakak. Klo ga mau dibilang Oon ya berati lemooot.. Aduuhh Tae, kamu tuh ya Polos yang kebablasan. Wanse, wanse, eh tau-tau udah tamat ajeeh… Dan gue rasa nih si Jjong sama Key tuj 11-12 yah… Klo kata org pekalongan Jor-joran, alias lebayyy dan demi celana Onyuuu, Dorky-yeol? Bener ga sih? Dorky artinya keledai?? Dan si Key ngepens sama Kris Wu? Wu?? Wu… Tau ah gelap. Tuh org emang antik… Oke lan.. Sering2 bikin ginian yah lan. Kan bikin org tertawa itu dapat pahala..hehehe

    dadaaah.. Ditunggu FF lainnya. See ya!!

    1. eh dia reseeeeee
      jangan bawa-bawa umur yaaaa ((sensi)) kkkk

      karena Wu Fan memang amazing *O* hahaha
      iya kaaaannn dulu juga aku mikir, kok namanya youtube ._.a ckckck ada-ada aja deh orang sana idenya

      hahaha you know lah, baby taemin gak pantes jadi kakak. dia jadi dedek yang manis aja cukuuuppp,, hhhssss mau cubit pipi tetem
      oh benaaaarrrr.. kapan sih Key sama Jjong 10-20 xD tinggi ga beda, gaya sama-sama senga, sama-sama sok ganteng lagi akakakak candaaaa~
      Itu mah donkey kali kaaaakkkk akakakak gilaaa tega banget masa aku ngatain selingkuhan sendiri keledai hahahha

      hahahah amiiinnn semoga beneran dapet pahala akunyah xD kekeke

      dadaaaaahhhh…. see yaaa ^O^
      makasih udah mampir loh kak. Mampir ke FF lain juga dooonnggg~
      xoxo

  9. Oh, oke, fix. Berarti Taemin tau dong ya penderitaan kami para kakak selama ini? Makasih udah nulis ini, ya? Ngga bisa komen banyak nih, Miss. Lagi sariawan /lah kan lo nulis pake tangan//tapi kan sama kayak ngomong//burned/

    I LOVE IT! AND YOU TOO!❤

    1. MISS LIN OMAIGAT!!! YOU FINALLY APPEAR IN THIS BLOG!!!! Hahahahaha padahal baru aja mau aku repost di lingeralley xD. Hahahah aku ngerti kok penderitaan jadi kakak, jadi adek juga ngerti LOL. Sama, aku juga gabisaa komen banyak nih, lagi mules ((Lah?)). THANK U 4 DROPPIN’ BY BTW :*

  10. Taem, gara-gara kamu aku jadi gak pengen punya adik._. *eh, aku kan anak bungsu*
    Kak lana!!! Aaakkk!!! FF kakak bagus-bagus^^ dan yang terpenting, makin panjang, hehe….
    Tapi akhir ff ini keren^^ lucu.
    Fighting for next ff kak^-^)9

    1. MIAAAAAAA what are you doin’ here??? Ya ampuuuunn u shouldn’t comin’ ini FF tuh masih apa bangeeeeetttt xD kekeke . Makin panjang? Btw ini ff ngaantri publish dari januari, baru the sore kubikin setelah ini. Jadi sebenernya FF ku makin pendek hahahaha. Makasih yaa udah mampir!!! Xoxo

  11. TaeMin berbanding dengan TaeHyun, yang mana yang berumur 4 tahun haha.
    TaeSun ->TaeMin, TaeSun>TaeMin
    TaeMin -> TaeHyun, TaeMin<TaeHyun
    TaeMin is forever magnae.

  12. Astagaaa..
    Uri shinee bener-bener..#speechless
    sambil ngebayangin ekspresi mrk yg paling konyol, ff ini bikin aku sakit perut..
    Ayy,, jjong seneng ama yg basah2.. Lalu tabungmu?? Oh my.. Hahaha
    Key rempong bingit.. Kalah aku.. -__-
    dan especially taemin yg pengen jadi taeman(?) yg bahkan lebih childish dari adiknya.. Hwaha
    ayo buat lagi..
    Aku kangen baca yg lucu2 di sf3si..

    1. Hahahha seriusan?
      FF ini bener-bener FF pertama yang aku tulis pake model ini loh
      Maksudku, gaya menulisnya bener-bener baru belajar dan rasanya ini semacem garing atau gimana gitu. Not worth sampe bikin kamu sakit perut. Tapi seneng juga sih dengernya hahahah

      Mencoba membuat lagi, tapi tahulah yang semacem ini kalau bukan jiwanya harus ngandelin mood ._.
      tapi makasih sudah mampiiirrr ^O~

    1. aaaaa gak keren keren amat kok
      Hihi Taemin mau gimana juga tetep ngegemesin
      Well, aku justru telat balesnya, and it’s okay as long as you showed up and leave a comment😀 makasih sudah mampiiirrr
      xoxo

    1. aaahh lucu aja belum banget kekee
      hahaha well, salah satu temenku pernah nyebut youtube dengan tabungmu hahaha
      yeheeeppss, so, dia gak pantes punya dedek kekeke
      makasih udah mampir ya dini ^o^
      xoxo

  13. good story! OuO pas baca ff ini malem-malem aku kebanyakan ketawa, and i’m pretty sure my family could hear me, oh no -_- and suddenly, i jst rmmber my little sister, the storyline have a similar cndtion with me/? kkk, *maapjadicurcol/?* last, i love this story. keep writing ya kak lana! ^^)9

    1. Thank you, tapi sebenernya ini agak-agak melenceng dari harapan dan aku semacam menodai karisma Taeman kkkk~
      Oh, sorry for that tho, you shouldn’t read something in bed time xD
      You do? it’s similar in a good way or the bad way? kekeke~
      YEAY~ Love your comment too
      Yes, i’ll try.. eh it’s will be alot better if only i know ur name :3
      But, still… thanks for droppin’ by
      xoxo

  14. Wahhh ini keren banget! Ga sabar kepingin baca karya kamu yg lain, hehehe🙂 aku juga nge-fans sama kak dira! Pertama kali baca ff yg buat aku ngefans ya ff-nya kak dira yg abob. Oke hentikan, sira-shipper aku keluar..lol

    Tapi thor karya kau juga bagus kok, ga kalah ama kak dira punya, feelnya dapet banget, comedynya juga lucu!!

    Tbh, aku baca ini sambil cekikikan + terharu juga! Keep writing chingu..! Lopelope #tebarayamjinki

    1. Wah jangan pake banget lah, belum pantes keke~
      aku udah sempet nulis satu atau dua FF sebelum yang ini, scroll aja kebawah hihi
      Oh ya? Aku pertama jatuh cinta waktu baca I’m in Love With Betty and Whatever hahaha, terus yeah, aku jadi overexcited tiap baca FF dia, udah gitu kita punya selera ff yang sama, jadi suka heboh sendiri xD

      Wiww makasih ya Zoro, tapi aku masih belajar heuunngg~
      LOL (btw sori ttg Zoro thing, u can just call me Lana or Kak or anything. Just don’t chingu, or thor me. It’s unlikely in this blog😀 )

      Hahahah terharunya masih kurang deh pasti, walaupun cekikikannya juga belum ngalahin kalau baca punya Dira. But just don’t compare me to her, i’m completely on different level.

      Sip ^O^
      Makasih udah mampir yaaaa~
      xoxo

  15. taemin parah, masa mr matematika kakaknya diompolin? ngenes banget nasib kakaknya. oh ya, pas pertama aku kira lelaki tinggi itu minho eh, taunya chanyeol keke. heuh, jadi flashback pas adik aku masih kecil, dia malah aku bentak-bentak mulu tiap hari (maap kakakmu ini dek) eh kok malah curhat? pokoknya ffmu bikin aku tercerahkan(?). sekian terimakasih.

    1. Hiihihi.. tapi karena Taemin imut gak apa-apa kali ya diompolin sekali kekeke
      Waaahh sepertinya kita sama kekeke, aku juga jahat nih jadi kakak xD
      Yeay~

      Terima kasih sudah mampiiittt ^O^

  16. sukaaa banget… lawak.. fresh.. paling suka genre ff kaya bgni nih. cocok ama SHINee. tapi masih ada yg kurang kak, menurut pandangan aku loh kak.. hehehe, misalnya conversation ini
    “Memangnya kau sudah legal, Lee Taemin?”
    kita kurang tau siapa yg ngomong, obew kah? kibum kah? jonghyun kah? atau minho. jadi sdkt bingung… hehhehee.. lumayan banyak sih yg text nya begitu.. maaf cerewet.. tapi dari segi ide dan cerita aku suka banget.. kakak jjang!!

    1. Waaaawww hihihi sama aku juga seneng ff model begini, sayang jarang ada yang buat shinee ;_;
      Yeah, aku pikir itu gak masalah. Tapi kalau ternyata gak semua orang bisa ngerti, besok-besok aku perjelas deh:/

      Thanks for droppin by ^O^

  17. oh my God aku baca ini ketawa ngakak terus tiba2 berlinang air mata terus abis itu nangis tp ketawa juga..ia amppuuuunn
    keren..keren..
    lebih diperjelas lagi aja ia masalah conversationnya itu syp yg ngomong🙂
    good job😉

  18. taeeemmm…..
    ini keren!!! baca ini bikin guling aku nyerah dipelukin mulu.
    udah lama banget nyari a bunch of baby tapi shinee, secara aku shawol.
    duuuh bikin series dong,,, jebaaallll
    itu adek nya taemin imut banget,
    taemin juga badan aja yang gede, kelakuan masih kaya anak tk.
    duuuh suka banget ffnya.

    1. Taaeeeemmmm…
      kkkkk~
      aaahhh tapi ini bukan ABOB versi SHINee, it’s just inspired by ABOB but with the whole different type like, eeuuhh… ini SHINee punya dedek-dedek nyusahin, bukan dede-dede bayi imut nan menggemaskan kekeke
      Aku sedang mencoba, tapi sulit juga cari idenya hoho
      doakan saja yaaa

      Makasih sudah mampiiirr ^O^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s