Kopi, Nona Manis?

Kopi, Nona Manis?

Author : CEV

Main Cast : You and a pair of cuties

Length : Ficlet

Genre : Comedy?

Rating : PG-13

Summary : Ficlet tragis untuk para nona manis, dari dua pria romantis.

                                                                   

Aku sangat suka tenggelam di dalam lautan cokelat manis matanya. Walaupun aku tahu dia tepatnya tidak melihat ke arahku, tapi aku sudah cukup dengan itu. Terkadang, dia membalas senyuman yang kulemparkan dengan bodohnya ke arahnya. Mungkin dia bermaksud sopan, membalas senyuman dari wanita asing seperti aku.

“Kopi, Nona manis?”

Panggil saja ambulance-nya sekarang. Dia menghampiriku! Pria yang di seberang sana sedang berjalan ke arahku dengan secangkir latte panas di tangannya. Oh, Mister Dinosaurus-ku menghampiriku. Dia melayangkan senyum lima-milyar-dolar nya kepadaku. Kepadaku seorang. Ini saatnya, aku tahu itu. Setelah sekian lama aku sengaja minum di kedai kopi yang sama, hanya untuk melihat senyuman rutin si Tuan Tampan Rupawan—yang bahkan belum kuketahui namanya—tiap pagi. Kini, akhirnya dia menghampiriku.

Aku masih ingat benar hari itu, hari pertama kali kami bertemu. Hujan di hari Selasa, aku mampir ke kedai kopi ini untuk menyeruput secangkir latte pahit panas. Seperti di drama, oh kau tahulah. Aku menabraknya dan badanku hampir mendarat di lantai. Tiba-tiba dia menangkapku sebelum aku dapat menelan malu. Dengan melayangkan senyuman yang dapat membuat wanita mana pun gila, dia menanyakan keadaanku. Ah, sudahlah hatiku langsung jatuh pada nya.

Hot Blended Latte ini akan jadi manis sekali jika Nona manis seperti Anda yang meminumnya,”

‘Ya, ya. Nah, sekarang, bisakah kau menjadi suamiku?’

Tentu saja aku gila kalau mengatakan hal itu di depannya. Aku menebarkan senyum sejuta pesona, biasanya itu ampuh. Kami terdiam selama beberapa detik. Pause, kumohon!

Well, terima kasih.” Kulihat dia meletakkan cangkir latte di mejaku. Aku mulai menggigit pinggir bibirku. “Kuharap tidak merepotkan Tuan…”

“Sama sekali tidak, Nona,” dia menarik halus tangan kananku, dan di luar dugaan, dia mendaratkan bibirnya yang lembut.

Tangan kananku ini akan ku-museum-kan. Kuberi kaca pelindung, dialaskan kain merah yang merona.

Dia menyudutkan secarik kertas ke arahku. Yang mana, kuambil setelah semenit tidak bergerak karena stroke akut mendadak. Gila, aku benar-benar berharap kertas itu tertulis nomor teleponnya.

“Ini. Tapi aku harap Nona tidak langsung membukanya,” katanya sambil meluruskan posturnya, “aku permisi dulu, Nona manis.”

Belum sempat aku menggerakkan mulut ini untuk mengucapkan sepatah-dua patah kata, dia berjalan menjauh dariku. Aku melengos kecewa. Kulihat dia kembali duduk di kursinya tadi, di mejanya sudah menunggu pria tampan yang lain, yang sedari tadi memang sedang mengobrol dengan Mister Dinosaurus ku ini. Aku tampaknya hanya menyela perbincangan mereka tadi. Aku secara diam-diam memerhatikan mereka berdua. Pria tampan itu seperti sedang menanyakan sesuatu pada Mister Dinosaurus-ku, yang menghasilkan senyum maklum darinya. Pria tampan yang matanya tajam bagai rubah itu melemparkan sebuah senyum ke arahku. Dia melayangkan senyum hormat—eh bukan, itu senyum simpatik. Senyum iba.

Mister Dinosaurus-ku berdiri, mengorek lembaran kertas dalam dompetnya, dan meletakkannya dengan sopan ke permukaan meja. Si Pria Tampan yang tadi pun ikut berdiri, memandang Mister Dinosaurus-ku penuh arti.

Mereka berjalan beriringan, lekas meninggalkan kedai. Sambil berjalan Mister Dinosaurus-ku membisikkan sesuatu di telinga si Pria Tampan, yang mengundang tawa kecil menggemaskan dari pria itu. Ia melingkarkan tangannya ke pinggang si Pria Tampan, dan mencium lehernya dengan sayang. Si Pria Tampan mencubit lengan Mister Dinosaurus-ku dengan manja, dibalasnya dengan tawa kecil dan tatapan sayang. Senyumku teramat kecut. Dan sungguh sebuah keputusan yang salah aku membuka secarik kertas tadi.

‘Aku juga suka yang tampan, kok, Nona Manis.’

A/N: Iya, iya. Aku tahu, pemeran utama wanitanya memang lebay. Eh tunggu dulu, pemeran utamanya kan kalian? Kalau sempat, denger lagu ini juga, ya: Tuan Nona Kesepian – Tulus. Jangan lupa kasih komentar kalian, oke?

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

50 thoughts on “Kopi, Nona Manis?

  1. tunggguuuu! Itu Key sama Jonghyun kaan? Iya kann?
    Ahhh~ Jongkey momeent!
    My god, kayaknya mereka emang sengaja buat cium si nona manisnya gitu.
    FF-nya keceee, tata bahasanya keren. Aku tunggu karya selanjutnya yaa~

    1. Sebenarnya sih, aku bukan jongkey shipper. Well scratch that, aku BUKAN shipper. Tapi sekali-kali mengumbar kemesraan mereka di fanfic ini, boleh lah ya.

      Thanks for reading and commenting!

  2. Wahh..yg lain ngebayangin nya jongkey..klo aku onkey..aneh gk ya?hehe

    Jadi…mereka itu homo? Aku sedikit loading..hehe

    Bagus, di tunggu karya selanjut nya ya..^_^

    1. Onew? Sebenarnya maksudku itu Jongkey, tapi gak apa juga, sih, kalo kamu mau ngebayangin…onew. Dan iya, mereka itu “hombrow” hoho.

      Ceritanya ya, CERITANYA.

      Terimakasihsudahmampir😀

  3. I’m just yaaa
    ngerti lah dari cara-cara si master php kim jonghyun
    well, rasanya nggak puas sebelum lempar itu dino pake portafilter kek espresso machine atau kalo perlu siram aja latte panas ke mukanya biar kaya haaaaah
    aku bacanya ngakak keras nggak tau antara ngakak kasian atau ngakak *******-si-dino-minta-disembelih
    dan yah nowadays kalo liat cowok ganteng jalan berdua emang bagusnya nggak usah dilihat sebelum suka sama salah satunya dan berakhir apes begini

    I know it will **** from the start
    yes, the * parts are containing profanities karena lana minta aku jangan terlalu tebar bahasa hutan demi kesehatan reader yang lain
    btw, makasih ceritanya
    ditunggu yang lain ya~

    1. I agreed. A brother once said to me, “Jaman sekarang cowok jelek itu pasangan ama cewek cakep, cowok ganteng pasangan ama….cowok.”

      Lmfao, i know, i know. If i were the girl, aku juga bakal lempar meja. Jangan coffee maker, mahal.

      F***ing Jonghyun got the nerve to give me a d*** sign and then motherf***** leaves me hanging with my f***ing mouth danglin open, sh**.

      The *** starts to give me headache.

  4. Summary-nyaaa… Iyuuuuh… Bikin penasaran.. Dan bagian. ‘aku juga suka pria tampan’-nya menohok banget…. Sungguh!!!! Pengen cipok sekaligus tepok si Ojjong dalam waktu bersamaan… Keren!!! Terutama si akunya bikin bahagia dan dongkol sekaligus. Good job!

    1. Yang usil disini sih si Jonghyun.

      Wah, sejauh ini Jonghyun udah bikin kesal readers yang lain juga. Ada yang pengen lempar si Jonghyun pake meja, coffee maker, siram kopi panas, lah ini sekarang cipok (?)

  5. Great… Aku ikutan blushing sok ngertiin perasaan yeojanya yang lagi jatuh cinta banget, tapi langsung syok juga pas tau si duo pria tampan mengumbar skinship… >.< Aku gak kuat baca kertas itu, dan memang, menohok banget…

    Tapi bahasamu enak banget, lho… Aku enjoy bacanya dan feel twistnya kerasa banget.
    Keep writing ya…

    PS: Pria tampan satu lagi siapa? Key atau Jinki?

    1. Pria tampan bermata rubah, itu Key🙂 Memang kurang mendeskripsikan, sih…

      Sebenarnya aku nggak sampai hati juga ngebayangin hal kayak gitu di real life. Tapi, wouldn’t it be interesting to have such an experience? Hehe

      Thank you so much for reading ^^

  6. Ceritanya sungguh M E N G E N A S K A N . Rasanya ingin nangis saat cewenya baca kertas yg diberi jjong. Laknat bener di awal sok manis dan akhirnya malah ngubar kemesraan dgn orang lain. Dan yg lebih pahitnya lagi ‘orang lain’nya itu adalah cowok /scream/

    pembawaan ceritanya keren banget, cute, comedy tapi entah knp ini kurang berhasil bikin ketawa karena udh feeling endingnya akan menyesakkan/? ;-;
    oke intinya ini keren (y)

    1. Entah sudah berapa banyak kaum hawa yang tertipu dengan pesona dusta nestapa dari sang pujangga kebanggan keluarga, Kim Jonghyun.

      Oke, lebay.

      Wow, hebat kamu, udah punya feeling aja cerita ini bakal nggak oke banget di akhir .__.

      Asyiik ceritaku dibilang keren (y). Thanks, ya, buat komentarnya!

  7. hua..
    Aku patah hati.. Hancur sehancur2nya..#nangisguling2
    Ojjong minta dikubur idup2..
    Emang bener ungkapan, ‘kenapa cowo jelek pacarnya cantik2? Krn cowo cakep pacarnya ganteng2’
    huhuhu

    1. Eh, eh, jangan guling-guling juga kali .___.

      kamu kayaknya orang ke-sekian yang mau melakukan penyiksaan sadis sama Jonghyun. Padahal kan dia nggak salah, cuma….salah jalan aja.

      Iya, zaman sekarang harus hati-hati kalau lihat cowok mulus, tampan, rupawan, mapan. Harus diselidiki kejantanannya (?)

      Makasih sudah baca dan kasih komentar🙂

    1. Haha, aku kira semua bakalan tau ini jongkey, tapi beberapa ternyata masih kaget to the fact that this is actually jongkey. Aku malah nggak akan kaget kalau readers nantinya senang ff dari ku kali ini ada jongkey-nya

      I keep bragging about something pointless. Makasih ya sudah mampir😀

  8. hueh aku baru baca =,= aku suka bahasanya, dan jalan ceritanya wow/? anyway, this is really a good ficlet ^^ keep writing ff yap! ^^)9

  9. Waaah bagusss, endingnya bikin cengo’ haha
    Jong.. Tak disangka kau… ckck *geleng2 kepala*

    Keep writing ya thor, ditunggu karya2 selanjutnya! Bahasanya bagus sih🙂

  10. Bahahahaha sumpah ngakak! Awal2 muka gue datar. Waktu baca “Si Pria Tampan yang tadi pun ikut berdiri, memandang Mister Dinosaurus-ku penuh arti” mata gue membulat, muka gue kayak “heh??” waktu mereka skinship mulut gue mulai kebuka. Waktu si cewek baca kertas gue ngakak! Bahahaha. Sumpah nih ff bikin ngakak

  11. udaah lama ga mampirrr.. langsung baca yg ini dulu… ceritanya bagus. hahaha tata bahasanya benerbener ngebawa aku jadi kyk nona itu. hahaha lucu gitu ceritanya. itu jongkey? omoooo.. homo? xD
    adduhh aku gabisa komen byk. udh smua diatas. hehehe

    kamu belajar dri mana sih bisa nulis begini..? aku pengen jugaaa:/ terusss berkaryaaa okee😉

    1. Real intention aku memang berharap banget reader bisa menempatkan diri jadi si female-main cast di cerita ini. And i’m so glad that you were really digging it.

      Aku belajar dari author lainnya. There are millions of brilliant authors with amazing (fanfic) stories outthere. Baca buku juga occasionally sih aku, since aku lebih ke komik. Series for children dari Enid Blyton, if that counted.

      Anywhoooo, thanks for stop by ^^

  12. aaaahhhh bang dino… kau menghancurkan impianku,,,😦 padahal q udah ngayal bener klo noona itu aku, kalimat terakhir bang dino bikin aku nyeseekk thooorr,, #AKURAPOPO,, kereeen thor ff nya, mengena bangget di hati🙂

    1. #Akurapopo

      Tau nggak, aku lagi ngebayangin (yaah, semacam after stories dari fanfic ini) si ‘nona manis’-nya bilang gitu, sambil ngemil wipol.

      Terima kasih sudah mau baca🙂

  13. ya tuhan lol unexpected, tapi ya gak apa-apa sih /lah :”””””)
    kasian nona manisnya ya semoga dapet yang lurus deh nanti/? ;__;
    ff-nya bagus, bahasanya juga😀

  14. Aku mau cerita gimana ekspresi aku waktu bqca ff ini. Di awal aku ngernyit trus mesem2, trus begitu si dino nyamperin cowok aku gumam, ‘wah wah’ trus begitu baca isi surat aku ngakak gegulingan wkwkwwkwk *krik

    Hah sedihnya, aku selalu nyesek kalo liat cowok ganteng pacarnya ganteng juga. Rasanya aku gagal sebagai seorang cewek😦

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s