Strong Heart—Jonghyun Version

Strong Heart—Jonghyun Version

JonghyunTitle : Strong Heart
Author : ViKey
Maincast : Kim Jonghyun.
Support Cast : SHINee Member, and SM Artist
Genre : Life, Friendship, Family.
Rate : G
A/n : Dedikasi untuk Ultah Jonghyun tahun lalu yang kepending hingga Ultah Jjong Tahun ini. Jadi maaf jika settingnya adalah Tahun 2013. Baru ketemu lagi foldernya akhir Januari lalu.hehehe Happy reding!!

Seri terakhir dari Strong Heart SHINee’s member.
Bagian kelima : Kim Jonghyun – Life is Choice

“Hidup adalah pilihan, maka ketika pilihan telah dijatuhkan harusnya aku bisa menjalaninya sampai akhir.”
.
.
.

Hari ini dua puluh lima Mei. Tak terasa sudah lima tahun sejak hari itu. Banyak yang sudah berubah dalam kurun lima tahun, sejak 2008 dan kini sudah memasuki 2013. Beberapa pertanyaan yang sama sering kali muncul. Sampai kapankah SHINee akan bertahan. Sanggupkah aku berjalan sebagai Kim Jonghyun untuk 5 tahun lagi, ataukah 10 tahun lagi. Ataukah semuanya akan berakhir sampai di sini saja. Molla, hanya Tuhan yang tahu.
Langit terlihat mendung saat kuangkat wajahku, awan gelap berarak membawa calon tetesan hujan yang entah akan jatuh di mana. Sekali lagi, menghela napas panjang seraya melanjutkan langkahku. Tak ada semangat sama sekali dalam hatiku, melewati hari ini dalam kesendirian. Tak ayal membuat rasa sesak dalam hatiku semakin terasa. Hampir-hampir rasanya ingin menangis dan menumpahkan semua perasaanku.

Sungguh, aku merasa sepi dan sendiri. Rasa rindu yang semakin membuncah, aku rindu pada suasana panggung, aku rindu teriakan shawol, aku rindu bernyanyi, dan terutama aku rindu pada mereka. Sedikit senyum miris saat mengingat wajah keempat member, Onew hyung apakah hari ini dia sudah makan ayam? Kuharap dia tidak lupa dan Key, siapa yang membangunkan dia pagi ini. Apakah manajer hyung? Semoga saja. Hmm, tiba-tiba aku teringat Taemin. Berapa jam sudah dia berlatih hari ini, kuharap ada yang mengingatkannya untuk beristirahat. Dan Minho, rasanya sudah lama sekali sejak terakhir kali aku mengalahkannya winning eleven.

Memikirkan mereka membuatku semakin ingin bertemu, berada di atas panggung bersama. Bernyanyi bersama, tertawa dan menangis bersama –atau hanya aku dan Key yang menangis. Sudah hampir sebulan pasca kecelakaan yang kualami bulan April lalu. Dan kini, perusahaan memberikan waktu untuk pemulihan.
.
.
.
.
Yah, seharusnya aku mengenalkan diri lebih dulu. Namaku Kim Jonghyun, anak kedua dari dua bersaudara. Lahir di Seoul tiga puluh empat –atau dua puluh tiga umur internasionl- yang lalu. Banyak orang mengenalku dengan nama Jonghyun SHINee karena aku memang seorang member dari Boyband bentukan SM entertaintment yang debut di tahun 2008 lalu.

Saat ini, aku sedang off job karena mengalami cedera bulan lalu. Hidung kebanggaanku sedikit patah dan harus menjalani operasi kecil. Sejujurnya, aku ingin sedikit bercerita tentang kisah hidup dan kisah perjuanganku hingga aku bisa berdiri dan berada dalam panggung dengan nama Jonghyun SHINee. Kalian ingin mendengarkan? Ttarawa.

Tahun 2005, the Story beginning.

Mereka yang menyambut tantangan, adalah mereka yang memberi ruang pada impian untuk menjadi kenyataan.

Entah dapat dari mana kutipan itu, aku kurang yakin jelas. Lupa! Sebuah sifat dasar yang melekat pada kebanyakan manusia. Mimpi, semua orang pasti memiliki mimpi. Dan banyak jalan yang akan menuntun kita menuju tangga titian yang akan membawa kita menuju gerbang mimpi.

Salah satu tantangan pertama dalam mencapai tangga awal impianku adalah ketika aku harus meninggalkan bangku sekolah umum. Yah, jauh sebelum mengikuti trainee. Dan jauh sebelum aku tahu akan menjadi member SHINee nantinya. Aku sempat mengalami dilema. Antara kecintaanku pada musik atau sekolahku. Banyak orang yang bilang, Kim Jonghyun memiliki bakat musik secara alami. Dan, karena omongan orang-orang itulah aku jadi terpikir untuk mengeksplor jiwa musik dalam diriku. Dan akhirnya, aku mengambil pilihan yang cukup berani. Meninggalkan bangku sekolah umum dan masuk ke SMI, Seoul Music International.

Dan masuknya ke SMI membuatku satu langkah lebih dekat dengan kesuksesan. Mungkin memang sedikit ada penyesalan, namun aku selalu menghibur diri dengan apa yang akan kulakukan ke depannya. Menganggap semua keputusan yang kuambil dalam setiap alur kehidupan adalah tantangan. Sebuah tantangan yang pasti dan harus kutaklukkan.

Masih teringat dengan jelas dimemori, hari di mana tantangan kedua dalam hidupku muncul. Yang bisa dibilang tantangan dengan dampak kuat seperti layaknya badai Tsunami. Namun bedanya, dampak yang ini memberikan efek yang positif dalam alur kehidupanku sekarang.

Hari dimana aku mengikuti audisi dari salah satu agensi besar yang sukses mengorbitkan nama-nama besar dalam blantika musik Korea. Nama-nama seperti H.O.T, Shinwa, S.E.S dalam masanya dulu. Hari dimana titik balik dari semua kisah hidupku yang paling penting. Seperti sebuah kepingan awal dalam puzzle kehidupan yang akan menyusun fragment-fragment menakjubkan dalam goresan takdir Tuhan bernama SHINee.

Tak terlalu berambisi untuk lolos sebenarnya saat Audisi yang diadakan SM tahun 2005 dulu, karena pada waktu yang sama aku juga telah memiliki sebuah band bersama teman-temanku di SMI. Pada awalnya, aku bukan seorang vokalis. Posisiku justru sebagai bassist. Dan dari dulu, aku juga sudah suka menulis serta mengaransemens lagu. Memainkan beragam alat musik. Atau bisa dibilang, musik adalah jiwaku.

Sempat merasa bimbang saat aku diharuskan mengikuti trainee dan tinggal di asrama. Karena itu artinya aku harus meninggalkan sahabatku di band. Dan untunglah, mereka mengerti dengan kondisiku dan mendukungku untuk mengikti trainee. Sedih sebenarnya, karena berkat mereka aku bisa menemukan impianku sebenarnya dan mempunyai kesempatan untuk mengejar impianku itu.
.
.
.

Sakit dalam perjuangan itu hanya sementara. Bisa sedetik, semenit ataupun setahun dua tahun. Namun jika menyerah rasa sakit itu akan terasa selamanya

Masa trainee, kurasa adalah masa terberat bagi siapapun Idol Korea yang sudah berhasil debut. Yakin, karena tidak ada hasil maksimal jika usaha kita pun tidak maksimal. Termasuk apa yang kualami. Setiap hal yang terjadi dalam hidup, pasti memiliki dua sisi yang berbeda. Apapun itu, akan ada sisi positif dan sisi negative yang menjadi penyeimbang.

Mengikuti trainee, bagitu melelahkan dan hampir-hampir membuatku putus asa dan memilih menyerah. Namun, sejak awal aku menganggap apa yang kulakukan adalah sebuah tantangan yang harus ditaklukkan. Seorang lelaki, adalah seseorang yang pantang menyerah sebelum ia berhasil mencapai puncak. Itu yang kuyakini dan membuatku sanggup bertahan dalam keadaan lemah seperti apapun.

Bayangkan saja, saat trainee kami berlatih selama 4 hari dalam satu minggu. Di mana tiap harinya kami hanya punya waktu untuk tidur 2-3 jam saja. Biasanya, kami belajar di sekolah hanya 3-4 jam dan pulang sekolah langsung berlatih. Sisa waktu yang lain digunakan untuk latihan dance dan menyanyi atau latihan yang lainnya. Rata-rata latihan dance bahkan bisa mencapai 18 jam perhari. Aigoo. Bisa kalian bayangkan?

Dan hal lainnya yang sempat membuatku frustasi, adalah evaluasi perminggu. Dimana setiap trainee harus mampu menunjukkan grafik kemajuan dari minggu ke minggu salama masa pelatihan kami. Maka tidak menutup kemungkinan bagi kami yang benar-benar tidak tahan dengan tekanan memilih mundur dan menyerah. Memupuskan impian dan harapan untuk bisa debut.

Untungnya, aku memiliki keluarga dan teman-teman yang berhasil membuatku untuk tetap semangat dan terus maju demi impian besarku yaitu debut. Meskipun kami diberi kesempatan bisa menggunakan ponsel satu jam perhari atau bisa pulang saat hari libur trainee. Kebanyakan dari trainee lebih memilih untuk menunda kepulangan dan menghabiskan waktu kami untuk terus berlatih.

Jika mengingat masa trainee yang kujalani selama hampir tiga tahun. Rasa-rasanya aku ingin menangis dan tak hentinya mengucap syukur. Seperti dewi fortuna sedang berpihak padaku. Akhirnya, debutku dikonfirmasi juga. SHINee, itulah boyband yang akan kugawangi bersama Lee Jinki, Kim Kibum, Choi Minho dan Lee Taemin. Padahal, sempat khawatir jika aku harus debut sebagai penyanyi solo. Karena dari agensi sering memberikan job menyanyi walaupun itu hanya sebagai featuring.

SHINee…sebuah nama yang terdiri dari lima huruf tapi entah kenapa aku tak bisa menjelaskan dengan kata-kata yang panjang. SHINee selalu menjadi segalanya bagiku. Menjadi member SHINee, rasanya seperti aku terlahir kembali. Terlahir dengan semua kebahagiaan yang melimpah.

Tanggal 25 Mei 2008, adalah hari bersejarah yang tidak akan mungkin terlupakan. Saat pertama kalinya aku berdiri di atas panggung dengan nama Kim Jonghyun, bersama dengan Onew hyung, Key, Minho dan Taemin. Pertama kalinya SHINee muncul dan dikenal masyarakat, bukan karena kuantitas dan wajah kami –yang sangat kusadari kalau wajahku tergolong tampan. Tapi karena kualitas kami, skill kami dalam menari. Harmonisasi kami dalam vocal juga warna musik kami yang berbeda serta unik.

Bertemu dan berkumpul dalam SHINee dengan Onew hyung, Key, Minho dan Taemin adalah karunia terbesar yang kupunya setelah keluargaku. Meskipun kami sudah lama saling mengenal, tapi dalam SHINee kami merasa lebih memiliki ikatan yang menyatukan kami. Mereka sudah menjadi saudara laki-laki yang tak pernah kumiliki. Terima kasih untuk keempat saudaraku, juga untuk manajer hyung kami. Yang sudah bekerja keras mengurusi semua jadwal padat. Untuk kerelaannya stand by 24 jam mengurusi semua hal yang berkaitan dengan SHINee. Aku mencintaimu hyung.

Kemudian, satu keluarga lagi yang tak pernah kumiliki namun sekarang berhasil kudapatkan adalah rasa cinta dari fans setia kami. Keluarga besar shawol –SHINee World begitu mereka menyebut diri mereka. Dunia kecil yang membuatku merasa dicintai dan diakui keberadaannya. Jeongmal kamsamterigeoyo Shawol-deul. You’re my Everything.
.
.
.

Seseorang menangis , bukan karena ia lemah. Tetapi karena ia sudah terlalu lama kuat.
Tak kusangka, menjadi seorang idol itu butuh perjuangan yang tidak mudah. Banyak hal yang harus kukorbankan. Salah satunya adalah kebersamaanku dengan keluarga.

Jika seorang idol sudah debut, maka ia akan kehilangan seluruh waktu pribadinya. Kami sebagai artis mempunyai komitmen bahwa apa yang kami lakukan untuk fans harus penuh totalitas termasuk mengorbankan seluruh keinginan pribadi. Termasuk keinginan berkumpul dengan keluarga.

Terkadang, saat sudah berbulan-bulan menjalani skedul yang padat. Bolak-balik keluar negeri, membuatku merasa terasing. Jauh dari rumah dan kampung halaman. Rasanya, rindu sekali ingin bertemu dengan keluargaku. Terlebih saat dulu awal debut, aku sering melihat Taemin menangis saat merindukan keluarganya membuatku ikut menangis dan larut dalam suasana haru. Ah, Taemin. Menyebut namanya, membuatku mengingat satu pikiran konyol yang pernah terlintas.

Terkadang, begitu banyak kekhawatiran yang selalu mengiringi langkahku. Sering kali ketika sisi egois dalam diriku muncul. Dalam benakku terpikir kekhawatiran bahwa suatu saat posisiku sebagai lead vocal akan tergantikan. Setiap kali menyaksikan setiap transformasi dan sisi kematangan dari seorang Lee Taemin. Sedikit banyak aku merasa was-was, kalau-kalau maknae kami itu menggeser posisiku. Yah, untuk beberapa alasan aku merasa iri pada namja yang 3 tahun lebih muda dariku itu.

Dia sudah debut di usia yang terbilang cukup muda. Adikku itu memiliki kesempatan lebih banyak dibanding diriku. Karena, kupikir kelebihan yang paling kubanggakan adalah kenyataan bahwa aku lebih muda dari Onew hyung, leader kami. That its. Dan hubunganku dengan member lain, seperti Key dan Minho juga terbilang dekat. Sedikit narsis, banyak fans luar negeri yang mengelukan duo Kim atau yang akrab disapa JongKey. Sedangkan Minho, dia parnert yang paling aneh. Fans menjuluki kami Tom & Jerry-nya SHINee.

Sering kali, orang luar berpikiran bahwa Kim Jonghyun adalah lead vocal SHINee yang memiliki peranan penting atau istilahnya menjadi center dalam grup. Tapi, aku selalu berpikir bahwa posisi kami dalam SHINee adalah sama. Semua member SHINee memiliki suara khas yang jika diharmonisasikan menjadi sebuah alunan melodi yang terdengar sempurna.

Tanpa keempat rekanku, aku merasa bukan apa-apa. Walau kenyataannya, sering kali aku diminta bernyanyi solo menyanyikan beberapa lagu soundtrack drama. Tapi, bagiku bernyanyi dengan SHINee lebih terasa nyaman dan menyenangkan lebih dari apa pun di dunia ini.
.
.
.

Mimpi terbesarku sekarang adalah, menjadikan SHINee Boyband yang tidak hanya terkenal di Korea, Asia tapi juga terkenal di seluruh dunia. Aku ingin dunia tahu bahwa dari Korea Selatan telah muncul satu legenda musik yang kemampuan dan bakatnya diakui. Berdiri di panggung besar membawa nama SHINee bersama Onew hyung, Key, Minho dan Taemin.

Mungkin memang beberapa kali, kami sempat tampil di Amerika dan Eropa. Tapi, kurasa itu belum cukup. Karena kami masih berdiri di bawah SM Town. Yang kuinginkan, kami bisa berdiri di panggung kami sendiri membawa nama besar SHINee atas nama SWC atau SHINee World concer.

Kemudian, mimpi terbesarku selanjutnya adalah menjadi composer musik yang karyanya akan selalu dikenang oleh masyarakat. Seperti pengarang musik legendaries yang nama dan karyanya tak lekang oleh waktu.

Mungkin orang-orang berpikiran bawah mimpiku terlalu berlebihan, tapi aku yakin aku bisa mewujudkan mimpi-mimpiku tadi. Dengan kerja keras, usaha dan dukungan orang-orang terdekat ah, dan jangan lupakan dukungan fans setiaku , fans setia SHINee suatu saat aku akan meraih semua impianku. Hanya tinggal menunggu waktu saja kukira. Kalian percaya padaku kan?? Bagus.

Menjadi composer, kurasa lebih sulit dibanding menjadi penyanyi atau member Boyband. Saat kami menjadi penyanyi, kami tinggal bernyanyi tanpa harus memikirkan dari mana lagu ini tercipta atau untuk siapa lagu ini diciptakan. Tapi, ketika kita mengarang dan mengaransemens lagu. Itu memberikan tantangan yang sangat luar biasa. Bagaimana saat kita dituntut untuk mencurahkan semua perasaan agar lagu yang tercipta mempunyai soul yang kuat. Atau tantangan saat lagu yang tercipta harus mudah didengar dan diterima masyarakat tanpa mengurangi cirri khas dari penyanyi yang membawakannya.

Seperti itu juga yang kurasakan saat mulai menulis lirik dalam album-album SHINee juga menulis lagu untuk penyanyi lain termasuk IU dan Son Dambi. Hidup adalah pilihan, maka ketika pilihan telah dijatuhkan harusnya aku bisa menjalaninya sampai akhir. Dan inilah jalan yang sudah kupilih sejak awal. Jalan musik yang membuatku mencapai impian.

.
.
.
.

Mengenang masa lalu mungkin tak akan pernah ada habisnya. Menghela nafas lagi, kesadaranku mulai kembali. Duduk sendiri menatap langit jingga, mungkin akan terlihat lebih indah jika aku menyaksikan lukisan maha karya Tuhan dengan orang-orang yang kusayangi. Malam mulai beranjak, sepertinya aku harus kembali. Takut eomma dan Songdam noona mencariku.

“Brak!!”

“Jonghyun~ssi. Anda harus ikut kami.” Hei, tiba-tiba tiga pria berbaju hitam menghadang langkahku dan memaksaku ikut mereka.

“Jangkaman! Siapa kalian!” dengan sekuat tenaga aku mencoba berontak. Namun sia-sia, tenagaku tak cukup untuk menandingi badan kekar ketiganya. Ya Tuhan! Apakah aku akan jadi korban penculikan. Siapa pun! Tolonglah namja tampan ini.

Mereka terus saja menarikku (baca : menyeretku dengan kuat). Membuat tubuh yang tidak bisa dibilang jangkung ini terpaksa mengikuti langkah mereka. Kemudian, aku semakin memberontak saat salah satu dari tiga pria berjas hitam ini menutup kedua mataku menggunakan kain tebal. Ah, siapa pun. Tolong! Aku masih ingin hidup seribu tahun lagi. Jika aku meninggal serakang, orang-orang pasti akan sedih.

Hampir 15 menit aku berusaha, namun semuanya sia-sia. Tenaga tiga pria ini terlalu kuat. Sudahlah! Pasrah saja. Mana mungkin mereka tega mencelekai pria tampan sepertiku ini, terlalu sayang. Atau jangan-jangan sekarang aku sedang dikerjai oleh tim kreatif sebuah reality show. Kira-kira judul apa yang cocok seandainya ini benar-benar acara reality show. Idol Trap? Atau super trap. Ah, Molla.

Hampir setengah jam, aku mulai menyadari kalau sekarang kami sedang berada dalam sebuah mobil. Jika kuprediksi, pasti mobil mahal. Terasa dari dengkuran suara mesinnya yang halus.

“Sialahkan turun Jjonghyun~ssi.” Mendorong tubuhku dengan tidak sabar, mereka memaksaku turun dari mobil. Aduh, dimana lagi ini?

“Apa mau kalian!!” Teriakku tak sabar. Tenagaku sudah mulai terkumpul. Tapi, melumpuhkan tiga orang sekaligus rasanya mustahil. Mana badan mereka kekar-kekar lagi.

“Diamlah!!” Balasnya salah satu dari mereka membentak. Memaksaku kembali bungkam.
Dapat kurasakan, mereka menarikku menuju sebuah ruangan. Dari hawanya, sepertinya ruangan ini dilengkapi AC.

Sesaat setelah menghentikan langkah, ketiga pria misterius itu membuka kain yang menutup mataku. Butuh sepersekian detik untuk membuat mataku beradaptasi dengan cahaya. Dan, apa ini? Kenapa aku merasa familiar dengan suasana ini.

“SURPRESSS!!!” Tiba-tiba lampu menyala dan helaian confetti menghujani tubuhku.
“Happy 5th anniversary SHINee hyung!!” Taemin adalah orang pertama yang memelukku. Disambung dengan Key, Minho dan Onew hyung.

“Selamat SHINee, kalian sudah mematahkan kutukkan 5 Tahun Boyband Korea.” Dari sela pelukan keempat member SHINee, aku bisa melihat trio pemilik kaffe ini – Kona Beans. Leeteuk hyung, Sungmin hyung dan Kyuhyun hyung.

“Terima kasih.” Balasku sedikit tersendat. Butuh sekian detik untuk menyadari kalau ternyata mereka mengerjaiku. Ah, air mata ini langsung mengucur begitu saja. Aku terharu, sungguh!

“Dan selamat datang kembali. Manajer sudah memberi tahu kalau minggu ini kau sudah bisa mengikuti jadwal SHINee.” Sambung Onew hyung sambil melepaskan pelukannya.

“Yah… aku senang akhirnya SHINee berlima lagi. Kami sangat merindukanmu hyung.” Key ikut menimpali. Rasanya, aku ingin dan selalu ingin menikmati moment-moment mengharukan bersama mereka terus dan terus. Semoga aku bisa meraih semua harapan dan impian untuk SHINee bersama mereka. Bersama member SHINee juga bersama orang-orang tersayangku termasuk SHAWOL dan seluruh Fans SHINee dimanapun mereka berada. I love you Full guys!! Kamsahamnida.

-Fin-

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

7 thoughts on “Strong Heart—Jonghyun Version

  1. hha! Mengharukan..
    Tapi dasar ojjong, sempet2nya narsis..
    Btw, tahun lalu kan Leeteuk wamil.. Ah anggap aja lg libur pas 25mei.. He
    Kim jonghyun saranghae!!
    Shinee saranghae!!
    Dan terakhir, vikey saranghae!!

  2. dibagian awal ikut terseret cerita mengharukan…eh pas jjong di culik.. ngakak..narsisnya ga ilang kemana si jjong..

    waah ini udah blan mei…shinee mau anniversary yg ke 6 chukkaee…

  3. ‘Tidak mungkin mereka tega menyakiti namja tampan ini’
    Oh god!! Ngakak xD

    Hahaaa bagus bagus, keep writing!! Fighting😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s