(Not) A Virtual Marriage – Part 4

not-a-virtual-marriage2

credit poster to Hyunji @ cafeposterart.wordpress.com thanks for this amazing poster ^^

Title : (Not) A Virtual Marriage

Author : vanflaminkey91 (@whitevenus_4 )

Main cast :

  • Lee Taemin SHINee
  • Son Naeun A-Pink
  • Krystal Jung f(x)
  • Kim Myungsoo Infinite

Support cast : Jung Eunji A-Pink, SHINee, Kim Taeyeon Girls’ Generation, etc.

Length : chapter

Genre : AU, romance, marriage-life, angst, friendship

Rating : PG-13

Summary: Setelah WGM usai, apa yang terjadi dengan Taemin dan Naeun?

Inspired by: Selene 6.23 and WGM  Taemin-Naeun Episodes.

A.N: FF ini menceritakan kejadian fiksi yang terjadi setelah We Got Married selesai. Seluruh comeback, album, konser, acara, dll yang berhubungan dengan karir para idola di FF ini hanyalah fiksi / menyesuaikan dengan kenyataan.

Banyak yang mempertanyakan hal ini secara pribadi. Jadi jawabannya, nama Doyeon diganti menjadi Dayeon di FF ini untuk alasan tertentu.

SPOILER: Sub-judul part ini diambil dari lagu Lindsay Lohan (Confessions of A Broken Heart). ENJOY!

Please, let me hold your hand. Even just a while, once…

(Not) A Virtual Marriage
originally by vanflaminkey91

“Bangun, bangun! Cepat bangun, Lee Taemin!!”

Taemin mengerang frustasi, ketika ibunya terus mencengkeram kedua kaki kurusnya dengan satu tangan dan menggoyang-goyangnya penuh semangat. Khas seorang ibu yang tengah membangunkan anaknya dari cumbuan kantuk.

“Bangun! Kau ini! Apa kata Naeun? Ia sudah menunggu di ruang tengah dan kau bahkan belum mandi!” Suara Lee Yuna menggelegar lagi. Mau tidak mau Taemin menarik seluruh otot punggungnya untuk mendudukkan diri.

Remaja tanggung itu mengacak rambutnya yang sudah acak hingga semakin tidak karuan. Menguap lebar dengan mata setengah menutup.

“Lee Taemin! Jinjja, kau ini! Cepat mandi atau—“

“Biarkan saja Taemin oppa tidur lagi, Eomonim.” Suara lembut itu tentu menjadi sangat kontras dengan suara Yuna yang menggelegar saking gemasnya terhadap sang putra. Yuna membalikkan tubuh, sementara Taemin menunduk—tidur dalam posisi duduk.

Yuna tertawa kecil, “Astaga, Naeun-ah, kau mengagetkanku. Biar saja. Lagipula—ya!” Ia menoleh ke arah putranya dan mendapati pria itu dalam posisi tidurnya yang ‘sangat-tidak-enak-dipandang’.

Naeun melengkungkan bibirnya, “Tak apa, Eomonim. Kemarin ia habis mengikuti kegiatan di sekolah kami sebagai panitia dan pekerjaannya berat.” Bahkan tidak ada teman yang membantunya kecuali Jongin oppa, lanjut Naeun di dalam hati. Kedua tangannya memeluk sweater warna marun.

Statement Naeun membuat Yuna akhirnya menghela napas, “Baiklah. Naeun-ah, bagaimana jika membantuku memasak saja? Menunggu ia benar-benar siap, jika kau tak ada acara apapun.” Taemin mendengar suara Yuna semakin jauh—ia mendekati pintu.

Bagus, pikir Taemin sambil menjatuhkan diri kembali ke dalam lautan bunga tidur.

“…kami akan merancang pertunangan kalian juga, Naeun-ah.” Sayup-sayup Taemin mendengarnya.

Selang beberapa menit hingga Taemin merasakan sesuatu terasa asing di samping kepalanya. Ia tahu Naeun berdiri tepat di sebelah tempat tidurnya—tapi ia pura-pura tidur.

Oppa, seandainya pernikahan itu tidak perlu terjadi. Aku… aku sudah menganggapmu sebagai kakakku. Apakah hubungan kita akan tetap sebaik ini jika kita menikah?” Taemin mendengar Naeun berbisik dan ia yakin saat itu sesuatu di dalam dadanya melesak keluar—menyesakkan rongga parunya.

Tap. Tap. Tap.

Langkah kaki menjauh, Taemin membuka matanya sambil mengangkat bahunya—menumpukan sebagian tubuh dengan siku tangan. Ia menghela napas hingga matanya menangkap sesuatu tergeletak di atas bantal satunya.

Sweater marun.

Paper IV: Confessions of A Broken Heart

Continue reading (Not) A Virtual Marriage – Part 4

Advertisements