[Prolog] Imprinted

YOHOOO~ Taeunians! I’m back with another Taeun FF from me~ Enjoy this🙂

imprintedTitle: Imprinted

Author: vanflaminkey91 (@whitevenus_4)

Genre: AU, fantasy, family, romance, myth, fairytale

Length: chapter

Rating: PG13

Main Casts:

  • Son Naeun APink
  • Lee Taemin SHINee
  • Kim Jonghyun SHINee
  • Bae Suzy Miss A

Support Casts: Im Yoona SNSD, Kwon BoA, etc.

Disclaimer: this story is mine.

A/N: Taeun again! Akhirnya aku kembali menulis fiksi fantasi hohoho~ semoga suka, selamat dinikmati!🙂

 

IMPRINTED

Prologue

Di tengah guyuran rintik nelangsa lembayung pekat di atasnya, ia berlari—menunduk meniti jalanan agar dapat berjalan tanpa terperosok maupun terpeleset. Saking derasnya tangis langit, jerih tangisnya sendiri tidak dapat dilihat. Semuanya menyatu dengan hujan.

Ekor gaun sederhananya—yang berkonstruksi sutra—mengurai di belakang menyapu tiap komponen tanah basah yang ditapakinya. Rambut ikal kecoklatan itu terlihat layu dihantam hujan, tapi hatinya jauh lebih layu dan rusak.

Tubuhnya agak meringkuk, memeluk sesuatu. Melindunginya. Menjaganya. Kalau bisa ia tidak ingin melepaskannya sedetik pun.

Tapi ia harus.

Di atas tumpukan jerami kering yang kini basah dan terletak persis di samping  jalanan setapak, ia menaruh sesuatu yang dibawanya—yang dibungkusnya dengan kain hangat berwarna abu.

Ia menyeka air matanya yang mengalir semakin deras ketika tangan satunya membuka pelan kain tersebut.

“Maafkan eomma, Nak,” bisiknya di tengah lenguhan hujan. Sesuatu itu menangis, entah karena air hujan atau karena tahu ibunya akan meninggalkan ia di sini. Gadis itu mendekat, menciumi wajah putri kecilnya—bayi merah yang baru beberapa jam dilahirkan.

Betapa ia sangat ingin mendekapnya lebih lama, menyaksikan tumbuh kembangnya, dan yang terpenting—mewariskan segalanya kepada ia ketika dewasa nanti.

Eomma mencintaimu,” ucapnya sambil mendaratkan kecupan terakhirnya di pipi sang bayi mungil. Jemari kurusnya bergetar hebat menyusuri kulit lembut sang bayi, tahu bahwa ini hari terakhirnya untuk dapat melihat buah hatinya.

Ketika kain penutupnya telah dirapikan kembali, wanita itu segera berlari meninggalkannya. Jauh, jauh sekali. Sosoknya semakin mengecil, menjauh, dan akhirnya menghilang di balik rimba Locksweet Forest.

*

“Naeun-ah, jangan main jauh-jauh! Jangan dekati sungai! Kau masih kecil—ya!! Naeun!” Kwon BoA mengangkat bagian bawah gaun salemnya, melangkah menyusuri lautan dandelion yang memijiti kakinya lembut.

“Sudah biarkan saja, Ahjumma,” ujar seorang bocah lelaki berusia 10 tahun memegangi tangan sang ahjumma. “Naeun memang bocah yang aktif, biarkan saja.”

“Tapi dia tidak bisa berenang dan—“

“Dia tidak akan tenggelam, Ahjumma. Percayalah. Bukankah ahjumma sendiri yang bilang—Naeun itu spesial? White Venus sangat beruntung memiliki dia. Di saat seluruh isi kerajaan tidak mampu mengendalikan senjata dan hanya bisa mengucapkan mantera, dia bisa menguasai keduanya. Jadi aku yakin dia bisa terlindungi selalu, ne?” Kim Jonghyun, si bocah lelaki tampan itu bicara panjang lebar sambil memandang BoA dengan kedua matanya yang bening.

BoA menghela napas, “Baiklah, Jjong-ah, kau benar. Ayo, kita bersantai saja di sini sambil menunggu Naeun kembali.” Wanita separuh baya yang sangat awet muda itu memandang putrinya yang tengah berlari kecil menuruni bukit—menuju Sungai Edelle.

Naeun berlari-lari kecil. Kedua tangannya direntangkan. Bibir mungilnya membuka—menunjukan deretan giginya yang putih beserta gusi merah—serta melekukan senyum manis. Gaun merah mudanya yang lembut berkibar-kibar, semakin memancarkan pesona sang putri.

Aroma khas bunga-bungaan yang bersatu padu dengan rerumputan dan pohon, bermandikan cahaya surya hangat—memicu Naeun untuk memejamkan mata sambil terus menuju ke aliran sungai Edelle yang jernih gemericiknya sudah tampak.

Kicau burung-burung di udara saling bersahutan seolah menyambut kedatangan gadis kecil pemilik jalinan rambut hitam bergelora itu.

Aigo!” pekik Naeun ketika sesuatu menyandungnya dan membuat ia terjatuh seketika itu juga. “Ya!!” seru Naeun sudah bisa berteriak. Ia lantas bangkit berdiri untuk menghajar pelakunya ketika seorang bocah lelaki yang tak dikenalnya tengah menatapnya santai sambil menggigit-gigit ujung gandum.

“Ups, mianhae.” Ia tertawa kecil, “Kau bisa jatuh tenggelam ke sungai jika berlari menutup mata begitu. Aku menyelamatkanmu, benar?”

“Koreksi, kau menggangguku!” seru Naeun kesal. Ia mendekati sungai Edelle yang hanya tinggal beberapa langkah lagi, kemudian berjongkok. Bayangan bocah lelaki tadi memantul di samping bayangannya.

“Maaf,” kata lelaki itu ikut berjongkok. “Kau kan tidak bisa berenang, sementara sungai ini dalam sekali.”

“Darimana kau tahu aku tidak bisa berenang?!” Naeun menoleh dengan cepat—mata membelalak dan bibir terpisah begitu lebar. Bocah lelaki tadi segera menertawai ekspresi konyolnya lantas mengangkat bahu.

“Tentu saja aku tahu. Aku ini putra Black Emerald, kemampuanku membaca—“

“Black Emerald katamu?!”

Naeun segera berdiri, mundur beberapa langkah. Sikapnya sangat waspada. Bocah tadi terkejut melihatnya.

Wae?

Eomma bilang aku tidak boleh berkenalan atau berdekatan dengan orang-orang dari Black Emerald!” Naeun menajamkan pandangannya sehingga bocah lelaki tadi mengerutkan keningnya.

Untuk beberapa saat mereka hanya terdiam, hingga si bocah lelaki memecah keheningan yang sangat awkward itu.

“Sudahlah, peraturan konyol. Aku ingin kerajaan kita berdamai,” gerutunya sambil menghela napas. Ia mengerucutkan bibir membuatnya terlihat sangat cute. Naeun tidak menjawab, jadi ia akhirnya menatap kedua mata Naeun dengan tatapan yang dalam—sangat dalam.

Naeun tertegun. Sesuatu di dalam dirinya seperti berdesir—ia tidak mengerti itu karena BoA tidak mengajarkan apapun soal perasaan yang berdesir. Darahnya seolah menghangat. Jantungnya berdetak. Ia merasakan sesuatu yang asing—yang sangat tidak wajar, perasaan tidak ingin kehilangan ‘calon’ teman barunya ini. Aneh, sangat aneh.

Bocah lelaki itu menyunggingkan smirk. Sialan, kecil-kecil tapi sudah sangat memesona, rutuk Naeun sekalian merutuk dirinya yang kelewat dewasa di usia ke enam. Mata Naeun menyusuri penampilan sang bocah lelaki dan terpaku pada sebuah bros yang tersemat di jubah yang dikenakannya.

Bros dari batu emerald hijau yang dikelilingi berlian hitam. Manis dan cantik—namun mengandung suatu karisma berlebih.

Bros Black Emerald.

“Baiklah, kita berteman saja,” ucap Naeun akhirnya sambil kembali mendekati sisi sungai dan memandangi riak airnya. Perlahan ia tersenyum hingga semua ikan yang hilir mudik di dalamnya berkumpul seolah memuja senyum putri kerajaan itu.

“Gelang ini juga tak kalah bagus,” komentar si bocah lelaki sambil menyentuh gelang dari platina berbandulkan bunga teratai kecil berkilauan. Tampak luar biasa lembut dan menakjubkan.

Naeun hendak membalas, namun senyumnya segera hilang ketika ia melihat bayangan orang lain di sisi satunya. Sontak ia mundur dan mendapati seorang wanita dewasa yang amat cantik—berbalutkan dress hitam kini menatapnya tak suka.

“Kau, putri dari White Venus, selamanya tidak boleh berkenalan dengan putraku! Tidakkah kau tahu betapa haramnya darahmu di tanah kami? Jika kau menyentuh sedikit saja putraku, kau sudah melanggar perjanjian yang ibumu buat!” Ia tidak membentak. Nadanya mungkin tinggi dan sarat akan kebencian, tapi ia tidak membentak. Ia hanya memandang Naeun garang dengan seluruh karisma yang membuat Naeun—anehnya—tidak gentar sedikitpun.

Naeun memandangnya balik, kemudian membungkukkan badannya, “Apapun itu, Queen Yoona, saya hanya sedang bermain di sini ketika putra Anda mengganggu acara bermain saya. Lagipula ini tanah White Venus, jadi siapa yang melanggar?”

Im Yoona tidak percaya dirinya baru dibantah oleh seorang putri berdarah murni White Venus. Berusia 6 tahun. Bocah.

Putranya hanya terdiam, tidak sedikitpun mencoba membela Naeun—Naeun semakin kesal. Akhirnya ia mendekat, namun Yoona malah mencengkeram tangannya. Instingnya sudah mengatakan bahwa ia harus lari—tubuhnya kaku.

Belum sepenuhnya paham apa yang terjadi, ia merasakan dirinya dilempar. Tangan kanannya sempat ditahan oleh si bocah lelaki, tapi hanya gelangnya yang terlepas dan terselamatkan. Tubuh berbalut gaun merah muda itu telah masuk ke dalam pelukan air.

Yoona segera menarik anaknya pergi—anaknya yang kini menggenggam erat gelang asli milik White Venus di dalam peluknya.

*

Tubuhnya yang ringan masuk ke dalam pelukan air  yang menggelora. Tangannya terentang ke samping, sedangkan gelembung-gelembung kecil terproduksi dari balik bibir juga dari dalam lubang hidungnya.

Ia tidak mencoba untuk menahan napas, ia membiarkan partikel zat cair itu merangsek masuk mengisi paru-parunya, merusak kinerja alveolus-alveolus di dalamnya dalam sepersekian detik.

Kedua kelopak matanya tak kunjung berkedip, memberi kesempatan retinanya untuk menyensor tajam pada tepi dinding tebing yang menjulang angkuh di atas ombak yang mengamuk. Tubuhnya terus terseret ke bawah, tetapi ia tidak peduli.

Samar-samar ia melihat siluet yang mengambang di permukaan. Semakin lama semakin mendekat. Tidak lama berlangsung, tubuhnya dipeluk erat dan ditarik ke atas.

Setengah sadar ia membiarkan matanya menutup. Bernapas rasanya seperti menelan buah simalakama. Paru-parunya benar-benar sudah dijerat air.

Sang ibu menempelkan telapak tangan kirinya di pipi putrinya yang pucat tak bersuhu. Ditatapnya miris bibir merah yang kini tampak biru.

Jonghyun hanya memandang ‘adik’ kecilnya sedih, berharap ia akan segera bangun dan mereka tak terlambat. Sambil memeras ujung lengan bajunya untuk mengurangi air yang terserap, Jonghyun berjongkok.

BoA menatap putrinya, mengenggam tangannya, dan memejamkan mata. Dari mulutnya dihembuskanlah udara menerpa wajah Naeun yang putih pucat sambil merapalkan sesuatu dalam hatinya.

You are the goddess of the fairiest. You’re the wisest, you’re the beauty. No one can hurt you. Everyone will obey to you. Just wake up, The Breath of Life.”

Ia menghembuskan lagi udara, kali ini asap putihnya dapat dilihat. Jonghyun menyaksikannya termangu—asap itu menerpa wajah lembut Naeun dan membuat darah seolah kembali mengalir di balik kulitnya.

Mata Naeun pun terbuka.

To Be Continued.

 

 

INTRODUCTION

General Note:

  • Berkisah tentang para immortal yang masih satu garis keturunan dengan elves (White Venus) dan dark elves (Black Emerald), namun bukan benar-benar elves. Bukan manusia. Tingkatannya lebih tinggi dari para immortal lain seperti werewolves, vampires, semacamnya—namun lebih rendah dari malaikat di langit.
  • White Venus dan Black Emerald tadinya satu klan, namun terjadi perpecahan di masa-masa kejayaan sehingga mereka memutuskan ‘berpisah’ dan saling membenci. Memiliki teritori masing-masing yang dibatasi oleh Locksweet Forest.
  • White Venus adalah klan yang merupakan klan sorcerer, kemampuan mereka adalah menyihir dan tidak bisa memakai senjata. Penjaga istana berasal dari manusia maupun ras lain selain golongan immortal—mereka bisa memakai senjata.
  • Black Emerald adalah klan fighter. Petarung. Mereka sangat lihai bermain senjata jenis apapun—mulai dari bow sampai segala jenis pedang, tapi sangat tidak bisa menyihir.

Main Roles:

  1. Son Naeun: putri dari White Venus. Terkenal sebagai The Pure Princess, The Breath of Life (Psyche), White Archer, Magical Sorcerer. Satu-satunya dari White Venus yang mampu menggunakan senjata sekaligus menyihir. Hatinya luar biasa baik. Sifat buruknya adalah, ketika sedang emosi ia dapat menggunakan kekuatannya dengan salah—sangat salah.
  2. Lee Taemin: putra dari Black Emerald. Pangerannya. Terkenal dengan sebutan The Cold-hearted, The Black Eyes, Fire of  Black Emerald, Dark Fighter. Kepribadiannya dingin, kecuali pada teman-teman baiknya—Suzy dan Bomi. Ia bukan orang yang menyenangkan secara sosial.
  3. Kim Jonghyun: keponakan White Queen—Kwon BoA—yang sangat menyayangi Naeun. Seorang healer yang memegang peranan penting karena ia menyembuhkan. Selain healer, ia adalah pembaca masa depan. D
  4. Bae Suzy: The Right Hand of Black Queen—Im Yoona—si petarung wanita tangguh sekaligus panglima perang selain Taemin. Tumbuh besar bersama Taemin dan diam-diam menyukai pria itu. Ia sangat lihai menggunakan dua pedang.
  5. Im Yoona: The Queen of Black Emerald. Ia sangat ahli dalam menggunakan bow dan samurai, juga satu-satunya yang mampu menyihir meski tidak sekuat orang-orang White Venus. Keras kepala. Keras hati. Otoriter. Misterius. Sangat menentang hubungan Taemin dan Naeun. Membenci BoA. Sangat.
  6. Kwon BoA: The Queen of White Venus. Penyihir dengan kekuatan paling tinggi di White Venus dan berdarah murni. Bijaksana. Menyenangkan. Sangat menyayangi Naeun—putrinya. Memiliki masalah yang kelam dengan Yoona.

Another Note:

FF ini terinspirasi dari beberapa hal: kasus penculikan bayi di Bandung beberapa waktu lalu (yang aku adaptasi menjadi pembuangan bayi di sini), kerinduanku untuk menyentuh game online bernama Luna Online dan Lineage II, kekagumanku terhadap ras elves, dan fantasi berlebihan soal Taemin-Naeun .___. Oh dan Twilight yang mempengaruhi judul FF ini ‘Imprinted’.

Katakanlah ini sebagai proyek untuk ulang tahun Taemin pada Juli nanti yang akan aku kerjakan dari bulan ini hingga (mudah-mudahan) akhir tahun.

Terimakasih~🙂

©2013 SF3SI, Vania

signature

Officially written by Vania claimed with her signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

18 thoughts on “[Prolog] Imprinted

  1. Annyeong!
    FF nya bagus dan bikin penasaran. Siapa anak yang di buang itu? terus apa penyebab White Venus sama Black Emerald jadi musuhan gitu? ah… pokoknya bikin penasaran
    Next chapter 1 nya ditunggu

  2. Aaa… Aku suka taeun, keekeke ,, ayoo thorr d lnjutt, sprtinya sngat mnrik, yeahhh fighting thorrr (ง’̀⌣’́)ง

  3. Sebenernya, aku gak terlalu tertarik ama FF fantasy atau sejenisnya. Tapi keliatanya, ini keren banget. Dilanjut ya, thor

  4. Keliatan banget cara kamu nulis cerdas! Aku TaEun shipper juga loh :3 ditunggu ff TaEun lainnya jangan lama2 ya publishnya good luck

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s