The Cruel Marriage – Part 8

Title : The Cruel Marriage

Author: Chinchi a.k.a Kim Sujin + ReeneReenePott

Cast:

  • Choi Minho
  • Jung Soojung
  • Choi Younghyeon (covered by Shanon William)
  • Bae Suzy

Minor cast:

  • Shim Syerin (OC)
  • Kim Heechul
  • Kim Soohyun
  • (Other still hidden in the story)

Genre: Romance, AU, sad, a little bit fantasy.

Rating: PG-16

Length: Sequel

Disclaimer: The story pure belonged to me, but all of the casts belong to themselves. Don’t be a plagiator or reblog my fanfic without permission–chinchi–

RESPONSE PLEASE and HAPPY READING!!


TRAGEDY 8

Krystal membenahi rambutnya tepat sebelum keluar dari taksi. Ia tidak pulang, setelah mendapat taksi ia langsung menuju ke tempat janjiannya dengan Soohyun. Dengan gugup ia mengetuk-ngetuk kaca jam tangannya sambil duduk di salah satu meja sebuah kedai kopi, yang letaknya di dekat pintu masuk dan pandangannya terus-erusan terarah ke jalanan, mungkin saja Soohyun sudah sampai. Saat sekali lagi ia menatap ke arah jalan dengan pandangan kosong, teringat lagi saat ia menjabat tangan Minho.

Ia ingat sekelebat perasaan aneh yang menyerangnya ketika kulit pria itu menyentuh kulitnya. Ia merasa sudah mengenal sentuhan itu bertahun-tahun, dan ia merasa bahwa ia tak bisa hidup tanpa sentuhan itu. Kepalanya pusing sejenak sementara ia teringat akan sentuhan dan membandingkannya dengan rasa pusing yang sempat ia alami ketika ia berada di ruang kerja Minho.

“Astaga, lama-lama aku bisa gila. Ada apa denganku?” desahnya agak keras, dan seketika itu juga sebuah lengan melingkari lehernya, membuat Krystal berjengit karena terkejut.

“Memangnya kau kenapa, dear? Lama menunggu?” suara berat itu menyentak Krystal sehingga ia menoleh dan tersenyum melihat wajah Soohyun yang balas tersenyum padanya. Krystal menggeleng sementara Soohyun mengambil kursi tepat di samping gadis itu. “Mau makan dulu?”

“Bukankah keluarga sepupumu mengundangmu makan malam? Kenapa harus makan dulu?” tanya Krystal heran, membuat Soohyun terkekeh.

“Kupikir kau ingin makan sesuatu dulu. Jadi, kita berangkat sekarang?” Krystal tersenyum kecil dan mengangguk membalas pertanyaan Soohyun.

Soohyun menawarkan tangannya dan disambut riang oleh Krystal, keduanya bergandengan tangan keluar dari kafe kecil itu menuju mobil Soohyun yang parkir di trotoar. “Kupikir kau akan membeli rumah atau kompartemen daripada tinggal pada keluarga sepupumu,” celetuk Krystal sambil memasang sabuk pengaman.

Pria berjaket abu itu hanya tersenyum, lalu mulai menstarter mobilnya. “Yah, aku sudah mencoba mencari tempat tinggal untukku sendiri tapi kurasa itu terlalu berlebihan. Aku tak mungkin membersihkan tempat tinggalku kan, kau lupa orang seperti apa aku,” jawab Soohyun simpel. Krystal membulatkan bibirnya namun masih berpikir.

“Kau bisa meminta bantuanku untuk membersihkan tempat tinggalmu, lagi pula kalau aku tinggal denganmu juga aku takkan keberatan,” tukasnya sambil mengangkat bahu namun kini Soohyun menatapnya tajam.

I won’t do that, Miss. You know before marriage, I won’t live with any girl even she’s my fiancee. It’s dangerous for me,” jawab Soohyun serius dan mulai meluncurkan mobilnya di jalan raya. Krystal tertawa kecil.

Really? Why?” pancing Krystal jahil.

Soohyun mendesah pasrah. “I think you’ve already known the reason, Miss,

You’ve told me the reason yet, Sir,” balas Krystal. Soohyun hendak membalas kata-kata gadis itu ketika ponsel yang ada di tas selempang Krystal tiba-tiba berbunyi. Dengan cepat Krystal membuka tasnya dan mengecek siapa yang menelpon, dan keningnya berkerut seketika melihat tulisan “Jessica unni is calling…” terpampang di layar ponselnya. “Hello?”

“Krys, kau dimana?!” Krystal agak kaget mendengar suara tinggi yang tiba-tiba terdengar dari seberang.

“Aku bersama Soohyun, unni. Wae?” Kening Krystal makin berkerut setelah mendengar decakan dari Jessica.

“Tidak bisa langsung pulang? Sebentar lagi makan malam tiba dan sepupunya Minho akan datang; kau bisa mencari perhatiannya makan malam ini!” sembur Jessica langsung, membuat mata Krystal berputar jengah. Ia sempat melirik Soohyun yang menatapnya heran sambil sesekali menatap jalan raya.

Unni, aku tak akan melakukan itu, okay? Perjanjiannya sudah diubah, unni ingat?” balas Krystal dengan suara ditahan. Ugh, dia benci membahas hal ini di depan Soohyun. Mana mungkin ia bercerita pada pacarnya—kalau ia akan menyusup dan berpura-pura di rumah seseorang untuk mengambil keponakannya dari ayahnya? Well, penggal leher Krystal. Soohyun tak perlu tahu tentang itu. “Aku tak mungkin ikut makan malam itu dan aku sudah bilang pada Nyonya Choi; aku sedang menemani Soohyun makan malam sekarang!”

Jessica mendesah dan sepertinya gadis itu sedang menggelengkan kepalanya pusing. “Baiklah. Tapi jangan sampai haraboeji tahu kalau di sini kau juga pacaran!”

Krystal tersenyum miring lalu mengangguk, meski ia tahu tak akan dilihat Jessica. “Ye, unni, arrasseo. Haraboeji tak akan tahu. Lagipula jika tahu, beliau juga akan membiarkan, karena misi kita adalah meng—“ Krystal buru-buru mengecilkan suaranya, tahu karena sedari tadi Soohyun mendengarkan. “Yahh, sampai nanti, unni,” klik.

“Sepertinya kau terlibat misi yang sangat serius,” komentar Soohyun akhirnya. Krystal tersenyum gugup, lalu memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas. Sejenak ia bimbang lagi. Bukankah Soohyun sudah mengenal siapa dirinya? Ia hanya berencana untuk membuat keponakannya kembali, dan Soohyun pasti mengerti. Lagian ia tidak dijodohkan atau apapun, jadi ia tetap akan bersama Soohyun.

“Y-yah, bisa dibilang begitu,” jawab Krystal, tak disangka suaranya bergetar. Dalam hati Soohyun tahu bahwa ada sesuatu yang disembunyikan Krystal, tapi ia diam saja. Bila gadis itu belum sanggup untuk cerita, ia takkan memaksa.

“Tidak cerita?” tes Soohyun dan Krystal jantung Krystal seakan langsung melompat keluar dari rongganya. Krsytal menoleh menatap Soohyun ragu, lalu memutuskan untuk mengalihkan pandangan sembari berpikir.

“Kalau belum ingin cerita tak apa, dear. Mungkin kau butuh suara hatimu sendiri untuk menyelesaikan masalahmu itu,” ujar Soohyun lembut. “Apa kau berencana untuk meninggalkanku?”

Kening Krystal berkerut tidak terima. “Tidak masuk akal! Itu tidak mungkin,” jawab Krystal cepat. “I-ini masalah lain, d-dan akan kuceritakan. Aku hanya terlalu terkejut saja,” balas Krystal gugup, membuat Soohyun terkekeh geli dan mengelus kepala Krystal dengan sebelah tangannya.

“Baiklah, aku mengerti dear. Kalau kau ingin cerita, ceritalah. Aku akan mendengarkan,” Soohyun menjawab dengan tenang dan lembut, sembari tersenyum menenangkan. Paling tidak Krystal merasa didukung maupun sedikit. Hanya sedikit.

Mobil sport hitam Soohyun akhirnya masuk ke komplek perumahan yang dikenal Krystal. Gadis itu mengerutkan keningnya sembari berpikir, apakah saudara Soohyun tinggal di dekat kediaman Choi? Krystal semakin cemas ketika mobil Soohyun semakin mendekati daerah gang rumah Minho. Ia terus menundukkan wajahnya, berharap mobil itu menjauh. Atau Soohyun yang nyasar. Jangan sampai, jangan sampai Soohyun tinggal dekat dengannya. Kalau sudah begitu, mampuslah ia.

Cha, kita sudah sampai. Hey, Krys, ada apa denganmu?” tanya Soohyun cemas sambil meraih pundak Krystal. Gadis itu mengangkat kepala dan melihat ke sekeliling.

Mati.

Jadi sepupu Soohyun adalah Minho? Krystal berkunang-kunang sebelum disadarkan dengan tatapan bertanya sekaligus cemas di wajah Soohyun. “Oh? Dimana rumahnya?”

Soohyun terkekeh, lalu menunjuk pagar kayu tinggi yang sangat dikenal Krystal. “Ini dia. Ayo masuk,”

Tubuh Krystal lemas. Ia terpaksa mengamit lengan Soohyun untuk menjaganya agar tidak kolaps. Memalukan. Krystal terus merutuk dalam hati. Apa yang akan dikatakannya nanti? Bila ia berstatus sebagai kekasihnya Soohyun; yang notabene sepupunya Minho, maka ia akan sulit mendekati Younghyeon. Krystal merasa sangat bodoh sekarang. “Dear? Kenapa wajahmu nampak pucat? Apa kau baik-baik saja?” Soohyun berhenti tepat di depan pintu utama sementara Krystal berusaha mengatur keterkejutannya.

Dengan paksa ia mengangguk sambil menatap Soohyun. “Aku baik-baik saja,”

“Kau nampak sakit,” nampaknya Soohyun tetap bersikukuh dengan pendapatnya. Krystal hanya perlu berhitung lima detik sebelum… “Apa kau mau pulang saja? Selama ini kau tinggal dimana, dear? Perlu kuantar?” tuh kan.

Krystal tetap menggeleng. “Ania, gwaenchanna. Ayo kita bertemu paman dan bibimu,” ajak Krystal sambil memaksakan sebuah senyum. Lagi-lagi Soohyun merasa ada yang aneh dari Krystal. Kenapa gadis ini? Kejadian apa yang menimpanya akhir-akhir ini? Soohyun tidak memiliki pilihan lain selain masuk ke dalam rumah itu. Setelah menekan bel interkom dan menjawab siapa yang datang, semenit kemudian seseorang membuka pintunya.

Keep calm, kau sebagai kekasih Soohyun di sini dan tak akan ada hal yang menyangkut dimana aku tinggal. Mungkin, nanti mereka akan bingung tapi mereka pasti akan mengerti, pikir Krystal menenangkan diri sendiri.

Tapi pria di sampingnya akan tinggal seatap juga dengannya! Tinggal seatap sudah dengan pihak musuh di tambah dengan kekasih, Krystal rasa jiwanya akan melayang sekarang. “Krys, ada apa denganmu?” tanya Soohyun lirih namun Krystal sempat mendengarnya bahkan ikut balas menatap Soohyun.

Nothing, dear. Mungkin aku terlalu lelah bekerja,” karang Krystal sambil memaksa bibirnya mengukir senyum riang. Soohyun mengeratkan genggaman tangannya dan menarik Krystal mendekat.

Tak lama, gerbang terbuka dan Soohyun menarik Krystal masuk. Gadis itu terus menunduk sambil menggenggam tangan Soohyun, dan setibanya mereka tiba di pintu masuk utama, Krystal sudah menarik napas berkali-kali berusaha menetralisir perasaannya. Jika mereka mengetahui kenyataan ini, mereka hanya beranggapan bahwa aku pacar Soohyun sekaligus rekan bisnis yang sangat menguntungkan bagi Tuan Choi. Hanya itu, kan?

Untungnya, seorang pelayan yang membukakan pintu untuk mereka berdua, sehingga Krystal bisa lebih santai sedikit. Sebelum menghadapi hal berbahaya, tentunya. “Selamat datang, Tuan,” pelayan itu menyambut mereka berdua dengan ramah, yang sebelumnya menatap Krystal dengan bingung. Yeah, Krystal sudah hapal wajah pelayan itu, ia sering melihatnya membawakan makanan ke meja makan.

Soohyun membimbingnya ke ruang makan, yang Krystal anggap dirinya belum tahu seluk-beluk rumah itu. “Soohyun-ah, selamat datang! Ah, apa itu kekasihmu?” Krystal kenal betul suara siapa itu. suara Nyonya Choi.

Annyeonghaseyo, ahjumma, lama tak jumpa,” balas Soohyun sopan lalu memmbungkuk. Tuan Choi yang duduk di samping istrinya mengerutkan keningnya ketika melihat seorang gadis yang agak familier berdiri di belakang Soohyun. “Annyeong Minho-ya, dia tunanganmu?” tanya Soohyun sambil menunjuk Suzy yang duduk dengan anggun di sisi pria itu.

Minho mengangguk lemah sambil memaksakan senyum. “Ya, ini Bae Suzy, tunanganku,”

Annyeonghaseyo,” Suzy bangkit sedikit lalu membungkuk, yang juga dibalas Soohyun.

“Ah, aku ingin mengenalkan kekasihku—“ Krystal maju ke samping Soohyun dan berusaha mengukir senyum di bibirnya, dan membuat semua yang di meja makan memmbelalakkan matanya. Termasuk Jessica yang nampaknya tak bisa berkata-kata lagi. Di otak wanita itu sudah tersimpan berbagai rencana yang nantinya akan ia beritahukan pada Krystal, dan sekarang sepertinya semua itu sudah sia-sia.

A-annyeonghaseyo,” Krystal membungkuk formal lalu matanya pertama kali bertemu dengan mata Nyonya Choi yang nampak syok. Kedua, ia menyadari Minho juga tengah menatapnya, sama terkejutnya dengan Nyonya Choi. Ketiga, yang paling mengejutkan adalah Jessica. Sepertinya Jessica tak sanggup berkata-kata lagi. Suzy yang duduk di samping Minho hanya diam saja, sepertinya ia telah mengerti. Krystal tidak akan ada hubungannya dengan Minho, mungkin dia di sini akan membalaskan dendamnya dengan menyangkutkan masalah tentang Younghyeon.

“Krystal unni~!” sapa Younghyeon lalu melambai pada Krystal. Soohyun sedikit bingung dengan reaksi mereka, ditambah dengan Younghyeon yang menyapa bahkan memanggil Krystal dengan sebutan ‘unni’. Apa yang telah terjadi?

Krystal hanya bisa tersenyum lemah sebelum Tuan Choi mengambil alih perhatian. “Ah, Soohyun-ah, nona Krystal Yoon dan Jessica Jung adalah tamu kita, mereka tinggal di sini dan memertanggung jawabkan perusahaan yang telah bergabung dengan Choi Corp,” meskipun sebenarnya sangat terkejut, Tuan Choi berusaha serileks mungkin. “Aku tak menyangka akan ada kejadian seperti ini,” ujarnya. “Sekarang duduklah, makan malam mulai dingin,”

Mau-tak mau, Krystal menghembuskan napas lega. Setidaknya, ia tidak langsung diteriaki, kan? Mungkin, nanti Jessica yang akan mengeluarkan suara melengking di malam hari.

__

Jemari Syerin yang baru dipotong kukunya mengetuk-ngetuk mejanya dengan pelan. Keningnya berkerut dan alisnyapun ikut bertaut, mendengarkan kata-kata yang dilontarkan Krystal dengan seksama. “Jadi? Apa yang mau kau ceritakan?”

Terdengar degusan Krystal dari seberang. “Ck, kau tahu saja kalau aku butuh tempat curhat,”

Syerin terkekeh pelan. “Tentu saja. Aku sudah lama mengenalmu, Krystal,”

“Kau tahu kan, ada Minho di tempat tinggalku sekarang,” akhirnya Krystal mulai bercerita. “Lalu, ada Younghyeon dan Suzy. Sesepuhnya ada Tuan Choi dan Tiffany. Dan kau harus tahu siapa lagi yang tinggal disitu,”

Syerin menegakkan tubuhnya yang bersender di kursi lalu membalas. “Siapa lagi?”

“Sepupunya Minho,”

“Sepupu?” Seyrin mengerutkan keningnya. “Lalu ada apa dengan sepupunya Minho?”

Syerin bisa merasakan kalau Krystal mulai kesal diseberang. “Nama sepupunya itu Kim Soohyun. Soohyun-ku! Pacarku yang kelewat narsis yang sekolah di London dan sekarang bertugas kembali di Seoul! Cowok brengsek yang sangat pintar menggoda cewek dan sayangnya dia tak tahu apa-apa soal aku, Rin-ah,” dan sekarang tubuh Syerin lemas. Soohyun? Kim Soohyun? Astaga. Syerin hampir lupa dengan pria itu. Meskipun begitu, Syerin yakin bahwa Krystal akan kembali seperti semula. Dimana dia akan menyadari semuanya.

Dan sekarang keadaannya tambah rumit.

“Rin-ah? Kau masih disana?”

Ting-tong!

Syerin langsung tersadar dari lamunannya. “Oh, Krys, aku masih di sini,” gumam Syerin sambil beranjak ke arah pintu.

“Menurutmu apa yang harus kulakukan?” tanya Krystal setengah frustasi, dan mendengarnya saja Syerin jadi ikutan frustasi.

“Memangnya apa yang akan kau lakukan, Krys? Kau tak bisa mengusir Soohyun kan, apalagi kalau kau mau mengusir Minho,” sahut Syerin ngaco. Krystal mengerutkan keningnya di seberang.

“Itu tidak mungkin,” balas Krystal kesal. “Rin-ah, tidak mungkin kan aku mendekati Minho di depan pacarku sendiri?”

Syerin merubah raut wajahnya. “Kakekmu beneran menjodohkanmu dengan Minho? Bukannya kau diberi kebebasan hanya sekedar membawa Younghyeon dari situ?”

Lama tak terdengar jawaban.

“Krys?”

Ting-tong!

Ting-tong ting-tong!

Syerin berdecak keras sambil melangkah ke depan pintu dan mengecek interkom. Kim Heechul. Ia membuka pintu dan pria itu langsung masuk dengan wajah sumeringah, hendak membuka mulutnya namun Syerin buru-buru memberi isntruksi untuk menutup mulutnya dulu.”Krystal Jung?”

“Nanti kutelepon lagi, Rin. Jessica unni datang,”

Klik.

“Krystal? Ada apa dengan anak itu?” tanya Heechul langsung setelah Syerin melepas ponselnya dari telinganya. Syerin mendongak, lalu tersenyum tipis.

“Soo Jung, kasihan Nona itu,” ujarnya dengan miris. Heechul hanya bisa menepuk pelan pundak Syerin.

“Daripada kau murung seperti itu, bagaimana kalau ikut aku keluar? Aku sedang ingin makan tteopokki dan semangkuk besar jjajangmyeon, dan kau suka makanan itu kan?” ujar Heechul yang membuat Syerin langsung berkedip senang. Heechul ikut tersenyum, lalu menarik tangan Syerin. “Ayo!”

__

Krystal sedang berada di balkon lantai dua, dan Jessica bersamanya. Tidak ada siapa-siapa di lantai itu, karena hanya tiga orang yang menempati—ia, Jessica dan Soohyun—ditambah Soohyun pergi keluar langsung setelah makan malam. Pria itu menatap Krystal dengan tatapan dingin sebelum pergi, dan itulah tatapan yang paling tidak ingin ia dapatkan dari Soohyun.

“Pasti berat buatmu,” Jessica mencoba membuka topik pembicaraan, “Kalau aku jadi kau, kurasa aku sudah gila dan aku tak mau menginjakkan kaki di sini lagi,”

Krystal mendengus lalu memeluk lututnya. “Unnie, apa kau ingat masa kecilmu?” kepala Krystal menoleh menatap Jessica yang nampak syok.

“Apa maksudmu, Krys?”

Sambil mendesah pelan Krystal mengalihkan pandangannya ke luar. “Aku tidak ingat masa SMP-ku. Aku tidak ingat masa SMA-ku. Yang aku ingat hanya aku bertemu dengan haraboeji, lalu pergi melanjutkan universitas,” pandangannya langsung menerawang, “Kalau masa kecil saat masih belita, mungkin aku masih bisa terima kalau aku tak mengingatnya sama sekali. Tapi aku tidak tahu, dimana aku SMA? Dimana aku SMP? Apa unnie tahu?”

Jessica tergagap, bingung mau menjawab apa. Tak mungkin ia berkata bahwa Krystal lupa ingatan, kan? Ia kembali mengatupkan rahangnya lalu kembali menatap luar. Baru ia menarik napas dan membuka mulutnya…

“Krystal-ah,” sebuah suara berat memanggil Krystal, membuat gadis itu maupun Jessica menoleh ke belakang. Krystal membelalak melihat Soohyun dai hadapannya yang nampak kacau.

“Soohyun-ah!” serunya dan segera berdiri menghampiri Soohyun.

“Kita butuh bicara,” suara serak Soohyun membuat Krystal menghentikan langkahnya sebelum ia menyentuh pria itu, lalu berpaling menatap Jessica.

“Aku akan kembali sebelum tengah malam,” ujarnya pelan, yang disambut anggukan dari Jessica. Pergelangan tangan Krystal langsung ditarik Soohyun begitu Krystal memutar kepalanya, terkejut dengan perlakuan Soohyun namun tetap mengikuti pria itu. “Kita mau kemana?”

Soohyun tak menjawab, ia hanya menarik Krystal terus ke dalam sebuah kamar.

Kamar-nya.

“Aku tak akan melakukan apapun padamu, Krys,” gumam Soohyun seraya menutup pintu. Krystal duduk di tepi ranjang Soohyun, dan mengedarkan pandangan sebelum menatap Soohyun. “Krystal Yoon? Bukan Jung?”

“Kau pasti tahu urusan bisnis, Soohyun-ah. Haraboeji menyuruhku untuk menjadi Krystal Yoon.” ujar Krystal sambil berharap semoga Soohyun percaya dengan cerita karangannya. “Apa kau marah?” tanya Krystal dengan hati-hati. Soohyun menatapnya lalu menggeleng.

“Maaf, aku hanya terlalu marah dengan diriku sendiri,” jawabnya yang membuat Krystal mengerutkan keningnya. “Aku tak suka tinggal denganmu tanpa status,”

Krystal mau-tak mau tersenyum kecil. “Aku di sini sebagai tamu pamanmu. Yah, ini juga karena haraboeji,”

“Kau akan disini… untuk seterusnya?” tanya Soohyun. Krystal hanya menatap mata tajam itu, dan memaksakan sebuah anggukan.

“Mungkin, dalam waktu yang agak lama,”

“Sampai kapan?”

Krystal mengalihkan tatapannya. “Tidak tahu,”

“Kenapa kau tinggal di sini?” lagi-lagi Soohyun menginterogasinya. Kening Krystal berkerut tidak suka, tapi Soohyun tetap menatapnya.

“Karena bagian perusahaan yang kunaungi akan segera menjadi bagian dari Choi Corp. Jadi, Tuan Choi sudah menganggapku seperti anak sendiri dan dia bersikeras memintaku tinggal di sini,” ujar Krystal, yang intinya tidak jauh dari jawaban pertamanya. “Apa kau menginginkan alasan yang lebih kompleks?”

Soohyun mengangguk. “Ya, aku butuh alasan lebih dari ini, Krys,”

Krystal mendengus setengah tertawa. “Soohyun-ah, kita tak akan melakukan apapun di rumah ini. Bagimu ini rumah pamanmu, dan bagiku ini rumah rekan haraboeji. Kita seperti tamu bertemu tamu,”

“Tapi aku tetap tak suka,”

“Berusahalah untuk suka,” Krystal terkekeh pelan. “Maafkan aku, Soohyun-ah, sungguh bukan maksudku untuk berbohong padamu. Aku juga tidak tahu kalau kau akan tinggal di sini,”

Soohyun tersenyum kecil lalu melihat jam. “Sudah jam sebelas. Sebaiknya kau kembali ke kamarmu, aku ingin tidur,”

Krystal mendengus pelan lalu bangkit dari ranjang Soohyun, melangkah keluar setelah saling mengucapkan selamat malam. Ia bergegas kembali ke kamarnya dan Jessica sudah menyelimuti dirinya sendiri, meski Krystal tahu wanita itu belum terlelap. “Unni?”

Jessica memutar kepalanya dengan cepat dan segera duduk. “Oh, Krystal, sudah kembali?”

Krystal tersenyum kecil. “Kami hanya berbincang biasa. Dia hanya kaget, itu saja,” ia mulai mengambil baju ganti dan masuk kamar mandi, hendak gosok gigi dan cuci muka. Tapi Jessica hanya menatap Krystal.

“Jadi, kau disini tidak akan leluasa mendekati Younghyeon. Lama kelamaan Soohyun pasti mencium gelagatmu, Krys,”

Pintu kamar mandi baru saja di buka Krystal dan mendengar kata-kata Jessica membuat gadis itu menghentikan tangannya. Krystal menoleh menatap Jessica dengan sendu. “Itu akan kupikirkan nanti. Yang penting, membawa Younghyeon keluar dari sini, kan?”
Jessica mendesah berat sambil mengangguk pasrah dan kembali berbaring di ranjang. Krystal tersenyum miris sebelum masuk kamar mandi, dan Jessica sudah terlelap ketika Krystal keluar.

__

PRAAANG!!

“Kau jahat, Krys!!”

PRAAANG!!!

Gelap. Krystal tak bisa melihat apapun meski ia bisa merasakan keringat dingin menuruni pelipisnya. Sedari tadi ia hanya mendengar suara barang-barang pecah dan sesuatu yang berdentum dengan keras. Tubuhnya berputar bolak-balik dengan panik, tapi tak ada sesuatu yang bisa ia lihat. “Apa maumu, hah??!” balas Krystal sambil berteriak.

“Kau jahat! Sadarlah, Krys, sadarkan dirimu!!”

BRAKK

PRANGG!

DEEENG

Krystal membelalak ketika seorang gadis memakai baju putih dengan lampu yang hanya menyorot padanya menatap Krystal dengan marah. “Apa salahku padamu, Soojung?!?!” pekik Krystal tak mengerti. Krystal yakin gadis ini pasti Soojung, karena wajah wanita itu yang sama persis dengannya. “Apa aku berbuat salah padamu?! Aku hanya berniat membalaskan dendammu!!”

Tapi gadis yang menatapnya menggeleng keras. “TIDAAAAK!! AKU BUKAN SOOJUNG, KRYSTAL!!”

Syaat

Gaun gadis itu jadi penuh darah, disertai dengan lengkingan gadis itu yang membahana, membuat Krystal membelalak. Ia ingin sekali membantu gadis itu, namun tubuhnya tidak bisa bergerak. “Aku sudah memeringatimu, Krystal-ssi, HENTIKAAAN! KAU HANYA MEMBUAT DIRIMU SENDIRI HANCUR!”

Mata Krystal mulai basah ketika melihat gadis itu menangis pilu sambil berteriak. “Soojung-ah,” panggil Krystal lemah. “Tunggu sebentar lagi, aku akan membawa putrimu keluar dari tempat itu,”

Tapi lagi-lagi gadis itu menggeleng keras dan melempar Krystal dengan belati yang langsung menusuk ke perut Krystal.

BUGH!

“AAAAAARGHHHH!” Krystal langsung terjatuh ketika belati perak itu sukses menancap penuh di perutnya. Kapalanya terasa sakit, seakan ia pernah mengalami rasa sakit seperti ini sebelumnya.

“AKU BUKAN SOOJUNG!! SOOJUNG ITU KAU, KRYSTAL YOON!!”

“Krys… KRYSTAL!! Astaga!” kedua mata Krystal membelalak ketika mendengar suara yang memanggil namanya. Jantungnya berdegup begitu keras, tak ada yang bisa ia pikirkan selain gadis yang terus-terusan menjerit dengan gaun bersimbah darah. Astaga, semuanya hanya mimpi. Hanya mimpi. Krystal mendudukkan tubuhnya dan menyadari kalau ia sedang berada di ruang kamarnya, dengan Jessica yang mengguncang-guncang bahunya. Tubuhnya basah oleh keringat dingin. “Astaga Krystal! Kau kenapa mengigau histeris begitu?”

Krystal menyentuh keningnya, bola matanya bergerak menatap Jessica dengan perasaan campur aduk. “Mimpi barusan… sangat seram…”

Jessica mendesah lega lalu membaringkan tubuhnya di samping Krystal. “Tidurlah, tidak apa-apa. Semuanya baik-baik saja, ini masih subuh,”

Krystal mengangguk dan membaringkan tubuhnya kembali, menyelimuti dirinya sendiri hingga sebatas bahu. Tapi, ia masih mengingat dengan jelas sosok perempuan dalam mimpinya itu…

__

Jam lima pagi Suzy sudah bangun dan turun ke dapur, membantu memasak sarapan selama sejam, dan kini ia sedang menyiapkannya lagi di dapur kering dekat meja makan. Tapi entah kenapa, tidak seperti biasanya ia tampak melamun. Pikirannya masih terngiang-ngiang tentang percakapan teleponnya semalam dengan agennya yang pernah ia mintai keterangan tentang Soojung dan Krystal.

“Selamat malam, Nona, maaf mengganggu malam-malam—“

“Apa yang ingin kau sampaikan?” potong Suzy dingin, merasa terganggu karena waktu tidurnya jadi terpotong.

“Nona, ini tentang Jung Soojung yang pernah kami cari datanya, ternyata kami menemukan fakta terakhir yang hanya tercatat sekali di sebuah rumah sakit,”

Degh!

“Apa itu?”

“Jung Soojung masih hidup, Nona, dia tidak mati saat Nyonya Choi membakar panti asuhan itu. Hanya saja, dia dilaporkan masuk rumah sakit jiwa karena shock hingga kehilangan ingatannya,”

Mulut Suzy menganga. Tidak mungkin… “Apa itu benar?”

“Benar sekali, Nona. Kami diberi fotonya terakhir kali oleh seorang suster di sana, karena Soojung sudah keluar dari rumah sakit itu. Kata mereka… Soojung dibawa oleh keluarganya pergi dari Korea,”

“…kemana?”

“Amerika,”

Suzy bergeming sesaat, mencoba mencerna fakta yang barusan diterimanya. “Kau bisa membawa foto itu padaku?”

“Tentu saja, nona. Besok pagi kami akan mengirimnya padamu,”

Lagi Suzy menghembuskan napas. Astaga, apa lagi ini. Sebenarnya ia merasa kacau karena malah menyelidiki mantan istri Minho, bukannya mencoba untuk berencana licik dari dalam. Namun, kalau dia memiliki senjata yang bisa menghancurkan Minho tidak hanya secara fisik tapi juga mental, bukannya itu lebih efektif? Untuk sesaat Suzy merasa puas dengan kejeniusan otaknya.

“Suzy-ssi, kau hampir menumpahkan air itu,”

Suara berat Soohyun terdengar, membuat Suzy yang sedang memegang teko air terkesiap dan membalikkan tubuhnya.

Pyash!

“Oh, sial,” gumam Soohyun lagi menatap jaketnya yang mendapat tumpahan air lalu menatap Suzy dingin. “Setidaknya ini bukan sup mengepul,”

Suzy tergagap menatap Soohyun dan cepat-cepat meletakkan teko yang tengah ia pegang. “Maaf, maaf sekali Soohyun-ssi,” melihat Soohyun yang mengibaskan tangannya lalu mengambil gelas dari rak dang mengisinya dengan air dari teko yang sama, Suzy memutuskan untuk diam. Mungkin Soohyun tidak terlalu mempermasalahkannya.

“Tak apa. Nanti juga kering. Cukup maklum karena kau sedang melamun, entah melamunkan apa. Pernikahanmu, mungkin?” gumam Soohyun yang membuat kening Suzy berkerut bingung. Pria ini sedang berbicara dengan siapa sih? Rasanya sedang berbicara sendiri. Tunggu, sepupu Minho ini bukan orang freak, kan? Rasanya tidak kalau dilihat dari tampilannya seperti ini.

“Yah, seharusnya kau tidak perlu mengagetkan orang sepagi ini,” balas Suzy pelan sambil melirik jam. Bahkan Tuan dan Nyonya Choi baru bangun setengah tujuh nanti.

“Marathon lima kali keliling rumah. Ketemu lagi saat sarapan, Suzy-ssi,” Soohyun tersenyum sebentar sebelum meletakkan gelas kosongnya dan pergi, sementara Suzy masih di tempatnya dengan mata berkedip berkali-kali. Astaga, ini tidak mungkin.

Suzy jelas mengenal perasaan bergejolak di perutnya dan debaran jantung yang semakin keras ini hanya karena sbeuah senyuman dari Soohyun. Tidak mungkin ia mengalaminya untuk seorang Kim Soohyun, pacar Krystal. Pria itu pacar Krystal demi Tuhan! Dan dia sendiri akan segera menikah dengan Minho. Ini tidak boleh terjadi.

Suzy tidak tahu Soohyun pria yang memikat atau tidak, tapi yang jelas ia berusaha untuk tidak terpikat.

__

Kening Krystal sukses berkerut ketika mobil yang ia tumpangi berhenti di parkiran sebuah komplek sekolah yang entah kenapa Syerin berniat mengajaknya ke tempat aneh ini. Anyang High School, sebuah sekolah negri akreditasi B dan tentu saja bukan sebuah sekolah terkenal. Lokasinya yang ada di pinggir kota membuat gedung yang nampak bersih ini seperti tertutup dari keramaian Seoul, atau lebih tepatnya sama sekali tidak terusik dengan hiruk-pikuk kota. Di tempat ini rasanya tenang, dan nyaman. Krystal baru tahu kalau ada tempat seperti ini.

Menyelesaikan lamunannya, kepala Krystal beralih menatap Syerin yang sedang melepas sabuk pengamannya. “Kenapa kita kesini?” tanya Krystal lagi. “Ini sekolah untuk murid SMA dan… memangnya siapa yang mau masuk SMA?”

Tanpa menatap Krystal, Syerin hanya tersenyum tipis. Gadis dengan perawakan kurus kering itu memakai jaketnya dan mencabut baterai ponselnya. Ia tak mau diganggu oleh orang-orang dalam menjalankan misinya—termasuk Heechul. Membawa Krystal ke sekolah lamanya, ya, Syerin yakin dia bisa mengembalikan ingatan Krystal jika membawanya ke tempat-tempat yang penuh dengan kenangan masa mudanya. Ia tahu tindakannya pasti akan dikecam habis-habisan oleh majikan orangtuanya—Tuan Jung, tapi ia tak punya pilihan lain. Krystal harus tahu semuanya secepatnya sebelum terlambat.

“Yuk, turun.”

“Kutanya, kenapa kita ke tempat ini?” tanya Krystal lagi, mengerucutkan bibirnya. Namun tak ada yang bisa ia lakukan selain mengekor Syerin turun dari mobil dan ikut berjalan hingga masuk ke dalam gerbang sekolah. Krystal berusaha mendengus sekeras mungkin ketika dirasakannya Syerin menyejajarkan langkah dengannya.

“Ini sekolah, Krystal-ah. Aku hanya mengajakmu untuk berkeliling, melihat temanku,” jawab Syerin santai, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jaket sedalam-dalamnya, berusaha menghalau hawa dingin musim gugur yang mulai terasa. Mendengar jawaban ringan Syerin, Krystal hanya bisa mengangguk-angguk.

“Siapa nama temanmu itu? Dia masih sekolah?”

Syerin hanya tersenyum. “Dia… salah satu teman seangkatanku saat aku sekolah di sini. Kami janjian di tempat ini dan memutuskan untuk mengajakmu,” jawab Syerin lagi. Krystal mengerutkan keningnya.

“Temanmu itu tahu aku?” pertanyaan Krystal langsung dijawab dengan anggukan keras Syerin. Krystal melongo. “Bagaimana bisa?”

Karena kau, aku, dan dia memang satu angkatan dan kita selalu sekelas, Krystal-ah. Jawab Syerin dalam hati. “Sebenarnya kau sempat bertemu dengannya, kalau kau tidak lupa,”

Mereka berdua berjalan masuk semakin dalam ke arena sekolah, dan meskipun Krystal merasa sedikit risih dengan tatapan beberapa murid SMA yang bingung dengan kehadiran dua wanita itu, Syerin nampaknya santai saja. Gadis itu malah beberapa kali tersenyum pada beberapa murid yang Krystal tebak pasti mengenal Syerin.

“Syerin-ah, memangnya tak apa kalau kita masuk tanpa ijin ke sini?” bisik Krystal ketika mereka masuk ke dalam gedung utama, terus melangkah ke dalam hingga mencapai kantin.

“Tenang saja, aku sudah dapat surat ijin kok. Ini kan hanya reuni rahasia, jadi yah, lebih mudah mendapat ijin masuk di siang hari daripada menunggu sampai jam belajar selesai,” jawab Syerin lagi lalu menghentikan langkahnya. Krystal terbingung-bingung ketika Syerin menoleh kesana-kemari seperti mencari seseorang. “Myungsoo-ya!” panggilnya tiba-tiba lalu mengibas-ngibaskan tangan seperti memanggil sosok yang dilihatnya itu mendekat.

Kening Krystal berkerut. Sepertinya dia pernah mendengar nama Myungsoo… Kim Myungsoo? Putra pewaris Kim Company? Meskipun keningnya berkerut namun rautnya segera berubah ketika melihat sosok pria tanpa seragam berjalan cepat ke arah mereka.

“Syerin-ah! Soo—Krystal-ssi,” pria yang kini—oh astaga! Krystal yakin sekali dia itu Kim Myungsoo!

“Myungsoo-ya, kenalkan, ini Krystal. Ksrytal, ini Myungsoo. Kami berdua teman dekat waktu SMA,” Syerin memasang senyum pada Krystal lalu menatap Myungsoo tajam, seakan baru menyadari kalau Myungsoo menyebut nama Krystal—menandakan kalau pria itu pernah bertemu atau tak sengaja kenalan entah dimana.

“T-tunggu… kau Kim Myungsoo?” tanya Krystal langsung, menatap Myungsoo yang tetap memasang senyum. Mata Krystal beralih pada Syerin yang sedang mengangkat alisnya tinggi-tinggi. “Syerin-ah, aku tak tahu salah satu temanmu adalah pewaris perusahaan besar,”

Syerin melotot. Kali ini dia menatap Krystal dan Myungsoo gantian berulang kali. “Kau tahu Myungsoo?”

“Bagaimana aku tidak tahu? Jessica unni yang menemaniku saat ada rapat dengan Kim Company. Kalian berdua satu SMA?” nada bicara Krystal berubah seperti menginterogasi, sementara Syerin tak bisa menutup mulutnya yang menganga. “Well,”

“Mau kutemani berkeliling?” tawar Myungsoo tiba-tiba, disambut dengan tatapan menuntut Syerin. “Yah, meskipun sekarang terakreditasi B tapi sekolah ini dulunya lumayan loh,” sambungnya.

Krystal menggerakkan bola matanya dari Syerin menatap Myungsoo yang tengah menatapnya dengan pandangan… tunggu, tatapan macam apa ini?

Entah kenapa. Krystal merasa tatapan Myungsoo sama sekali tidak asing. Tajam dan lembut, namun kini tengah diselimuti… pengharapan? Krystal tahu dengan pasti kalau Myungsoo tidak berniat flirting dengannya, tapi ada sesuatu dalam tatapan Myungsoo yang membuatnya percaya saja dan mengikuti pria itu.

Seperti tatapan… teman lama?

Krystal tidak tahu dengan pasti hal itu.

Dan juga, kenapa dua anak ini membawanya berkeliling sebuah sekolah? Dan anehnya, Krystal merasa… tidak asing?

Sepertinya dia kenal sekolah ini.

To Be Continued…

 

A/N : Haiii~~ entah kenapa, scene-scene terakhir dari part ini aku tulis dengan pikiran yang beda. Aku akan masukin sisi-sisi dari Suzy dan Minho, mungkin sedikit dari Soohyun. Awalnya aku gak mau masukin Myungsoo, tapi ternyata dia lumayan usefull disini muehehe😄 Tapi dia gak akan masuk ke love line nya Krystal, jadi dia memang beneran cameo😀 Klimaksnya kayaknya ada di part 10, hehe😄 Soalnya, entah kenapa aku nulis part ini sama part 9 itu panjang banget, 4000-an kata, padahal udah kucoba biar berkesinambungan semua. Aku lagi belajar bikin narasi yang nggak bosenin, jadi kalau ketemu paragraf panjang, aku minta kritik dan sarannya yah huehe😄

Kayaknya ini pertama kalinya aku nulis author’s note sepanjang ini. Well, thanks for reading, ditunggu komennya ^^

©2011 SF3SI, reenepott

signaturesf3si

Officially written by reenepott, claimed with her signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

26 thoughts on “The Cruel Marriage – Part 8

  1. oke, setelah sekian lama….
    semua bakalan tinggal satu rumah, bakalan seruu..

    si Suzy terpesona sama Soohyun ;-D

    si Minho bentar bgt nongolnya..

    maksudnya selesai ampe part 10 ya Reene, ditunggu deh^^

    1. Nyehehehe, maaf ya lama._. beberapa hari inet ngadat, jadinya masuknya telat, schedule nya pun telat hehe :3
      Hm…. sekitar segitulah, tapi lihat-lihat sikon juga. Pengennya emang beres sampe part 10, tapi lihat aja nanti, aku lagi nulis part 10-nya soalnya hehe ^^
      Makasih yaa ^^

  2. Heol daebak jincha
    Sekian lama menunggu akhirnya terbit jugaa thanks to author karena ceritanya keren abiz

    Jadi kembaran soojung aka krystal ngingatin kalo krystal itu adalah soojung bukan kembarannya yg sdh meninggal

    Next part ditunggu yuhuuu

  3. *New reader baru baca* aaaa keren thor ga pernah baca yg alur ny ginian. Plis krys sembuh dong ingatan ny sblm minho nikah😦
    Kayanya ntar suzy jadi ny sama soohyun kah? Apa myung masa lalu ny krys? Plis lanjut thor jgn pake lama. Keep writing!!!🙂

  4. rene … di selesaiin dong FF ini … sumpah ga kasian apa sama yg nunggu … part demi part nya selalu di tunggu … hahahaha
    bermula dari tahun 2012 sampe skrang 2014 … wkwkwkwkwk
    semangaatt rene ^○^

    1. Iyaaaahhh tenanggg aku bakal selesein FF ini. Aku nggak mau ngecewain reader kayak kejadian SPY jadiii aku sedang menyiapkan sebuah ending yang indah huwehehehe #diinjek😄
      Iya ya? Pertama kali 2012 ya? Hehe. Maaf ya, lama, soalnya aku butuh adaptasi nulis ini. Kan tahu sendiri ini FF cuma pindah tangan wuehehehe😄
      Makasih yaaa ^^

  5. akhirnyaa terbit juga part selanjutnya❤
    serius part ini bikin aku smakin semangat baca tuk next partnya, semakin seru dn semakin mendebarkan
    hanya sayang scene minho dsini sedikit, but overall bagus
    smoga soojung bakal ingat semua d next part, jadi usaha syerin ga sia2
    n si soohyun ama suzy (?) wow, bisaa bisaa :3
    lanjut segera yak🙂

  6. Wah kayaknya udah lama gak baca kelanjutan cerita ini, tapi ternyata aku belum ketinggalan jauh.

    Aku susah mengoreksi kalo dari segi kebahasaan apalagi bahasa dan penulisaan kamu udah bagus jadi susah cari salahnya wkwkwk

    Ceritanya tetap apik, ayo dilanjutkan secepatnya yaa!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s