WW Club – Chapter 14: Friendship

Title: WW Club – Chapter 14: Friendship

Author: Mahogany4 (@ItsMahogany4)

Translater: Maria (@Maria2509)

Main cast: Choi Minho, Choi Sulli, Bae Suzy, Jung Krsytal, Goo Hara, dan Lee Jonghyun

Support cast: IU, Heechul, Nicole, Liza (Sulli’s Mom), Fred (Sulli’s Dad) dan masih banyak lagi cast yang akan kalian temuin di crita ini.

Length: Sequel

Genre: School Life, Romance, Friendship

Rating: PG15

A/N: hmm~ chapter 14 is here…  aku tau aku lama bgt kalo ngirim, ak minta maaf.. krn ak lg sibuk diluar dr translate FF ini… maaf banget *bow 90°* Kalo kalian mau baca versi inggrisnya bisa dibaca di link ini: www.asianfanfics.com/story/view/443818/ww-club-hara-jonghyun-krystal-minho-sulli-suzy-minsul

so enjoy the story and hope you like it! I need your comment..

Summary :
“Setelah semua yang mereka lakukan padaku? Bagaimana bisa aku dengan mudahnya untuk menerima menjadi anggota mereka? Itu sama saja seperti mengatakan semua yang mereka lakukan padaku tidak bukan apa-apa. Itu tidak baik-baik saja!” – Sulli.

“Itu tidak adil… aku yang berteman dengannya lebih dulu… sementara kalian tidak melakukan apapun kecuali menyakitinya dan membully dia!” – IU.

“Kalau begitu pergilah, Go Sulli. Aku akan mendukungmu dari jauh.” – IU.

???????

Chapter 14: Friendship

Sulli tidak bisa tidur. Dia tidak mengerti kenapa semuanya bisa menjadi seperti ini. Dia dibully oleh WWClub bukan cuma sekali tapi berkali-kali. Kemudian Minho datang menyelamatkannya. Tapi sekarang Minho menginginkannya menjadi anggota WWClub. Dan yang paling buruknya? Dia baru saja menerima memo yang mengatakan dia harus masuk ke klub dalam waktu seminggu, kalau tidak, ya, bye bye Sun Life.

Kenapa dia jadi terpojok seperti ini?

“Kau harus menerimanya, Sulli. Itu suatu kehormatan untukmu. Banyak siswa di Sun Life yang sudah mencoba dan masih terus mencoba untuk masuk ke WWClub. Tapi mereka tidak mendapatkan kesempatan itu sama sekali. Sedangkan kau, kesempatan sudah ada didepan mata. Kau harus meraihnya,” kata IU.

“Setelah semua yang mereka lakukan padaku? Bagaimana bisa aku dengan mudahnya untuk menerima menjadi anggota mereka? Itu sama saja seperti mengatakan semua yang mereka lakukan padaku tidak bukan apa-apa. Itu tidak baik-baik saja!” jawab Sulli.

“Tapi itu tidak masalah kalau 6 orang gadis itu membully-mu? Apakah tidak apa-apa memohon pada Minho untuk meminta mereka kembali ke Sun Life padahal mereka layak untuk dikeluarkan?” balas IU.

Sulli tahu IU ada benarnya, faktanya dia bisa memaafkan 6 gadis itu dan tidak bisa memaafkan WWClub tidaklah masuk akal… tapi dia tidak bisa menahannya.

“Kau tahu… mereka bukan tanggung jawabmu, Sulli. Mereka hanya 6 orang pengganggu. Mereka menyakitimu dan mereka layak untuk dikeluarkan. Kalau kau tidak ingin menjadi anggota WWClub jangan biarkan hal-hal yang bukan urusanmu mengganggu pikiranmumu. Aku akan mendukung apa pun keputusanmu,” kata IU.

“Walaupun mereka membully-ku… aku tidak tahan memikirkan hidup mereka hancur karena aku… Karena itu di luar kendaliku, IU… Aku sebenarnya bisa membantu mereka… kalau aku memilih untuk menjadi anggota WWClub,” kata Sulli.

Sulli bingung. Dan ia tahu bahwa ia harus membuat keputusan secepatnya. Tapi ada banyak hal-hal yang berputar-putar dalam pikirannya.

—————

IU baru saja menyelesaikan kelas terakhirnya untuk hari ini. Kelas Sulli berakhir masih satu jam lagi. IU mengirim pesan pada Sulli dan mengatakan kalau ia akan menunggunya di kantin.

Ketika IU keluar dari kelas, seseorang memberinya amplop. Ketika dia membukanya, surat itu memberitahukan kalau dia harus pergi ke cafe sekolah dan bertemu Jonghyun dari WWClub. IU terkejut dengan isi surat tersebut… tapi dia tetap pergi ke cafe dengan rasa gugup dan takut. Jonghyun melihat IU datang. Untung ia bisa mendapatkan jadwal gadis itu. IU segera melihatnya dan Jonghyun melambaikan tangan padanya agar IU bisa mengenalinya.

IU pun duduk di kursi seberang Jonghyun.

“Hai,” sambut IU. “Kau bilang kau ingin bicara denganku?”

“Ya,” jawab Jonghyun. “Aku senang kau tidak ragu-ragu untuk datang ke sini.”

“Sebenarnya aku gugup mendengar apa yang kau rencanakan untukku. Sulli sudah terlalu banyak menderita. Kalau kau berencana untuk menggunakanku untuk menyakitinya, perlu kau ketahui kalau aku tidak akan melakukannya,“ kata IU.

Jonghyun tertawa mendengarnya.

“Aku rasa aku harus memberitahumu kenapa aku ingin bicara denganmu sebelum kau membuat asumsi yang lain,” kata Jonghyun. “ Aku disini untuk meminta bantuanmu.”

IU terkejut. Almighty Jonghyun meminta bantuannya?

“Bantuan? Dariku? Apa yang bisa aku lakukan sedangkan WWClub tidak bisa lakukan?” Kata IU

“Kau mulai seperti Sulli Choi,” kata Jonghyun. “Tapi bersamanya setiap hari… Aku rasa itu tidak bisa membantu. Bantuan… aku butuh bantuanmu untuk meyakinkan temanmu itu untuk menjadi anggota kami,” kata Jonghyun.

“Aku pikir hanya Minho yang menginginkan hal itu terjadi.” kata IU

“Tidak… Kita semua memutuskan kalau kita melakukan hal yang benar. Sulli Choi ditambah 5 orang WWClub akan membuat WWClub semakin kuat,” kata Jonghyun. “Kecuali kau yang menahannya.”

“Aku?! Kenapa aku harus menahannya? Aku bahkan mengatakan padanya untuk menerima tawaran itu,” kata IU.

“Tapi apa kau benar-benar mengerti apa artinya untuk kalian berdua?” Tanya Jonghyun.

“Apa maksudmu?” Tanya IU balik.

WWClub itu eksklusif. Kami tidak banyak bersosialisasi dengan orang luar. Kami menempel satu sama lain. Kami menjaga dan melindungi satu sama lain. Loyalitas kami terhadap satu sama lain. Dan kami… tidak memiliki teman-teman lain selain dari klub kamu sendiri,” kata Jonghyun.

“Maksudmu … jika Sulli menjadi salah satu dari kalian… dia tidak bisa menjadi temanku lagi?” Tanya IU.

“Itulah salah satu pengorbanan yang harus dia buat,” kata Jonghyun.

“Itu tidak adil… aku yang berteman dengannya lebih dulu… sementara kalian tidak melakukan apapun kecuali menyakitinya dan membully dia!” Kata IU dengan air mata yang sudah membendung di matanya.

“Jadi sekarang kau tahu… apa kau akan menghentikannya menjadi salah satu dari kita?” Tanya Jonghyun.

IU tidak bisa menjawab.

“Menjadi anggota WWClub mendapat banyak fasilitas. Semuanya yang ada di Sun Life gratis, selain dari apa yang diterima oleh penerima beasiswa, kami juga didukung oleh sekolah sepenuhnya seperti makanan, bensin… kami bahkan mendapat tunjangan sendiri. Kami juga mendapatkan membership prestige untuk hotel, restoran dan bahkan sampai penerbangan,“ kata Jonghyun. “Tapi menjadi anggota WWClub tidak semudah seperti yang kalian lihat… itu juga membutuhkan banyak pengorbanan.”

“Dan aku salah satunya yang harus dikorbankan?” Tanya IU.

“Untuk Sulli, Ya…” kata Jonghyun.

“Dengan memberitahuku hal ini, kau tidak benar-benar ingin dia bergabung, kan?” Tanya IU.

“Tidak, percayalah waktu aku mengatakan kalau aku ingin dia bergabung dengan kami. Aku sudah menerima kenyataan kalau kejadian ini tidak akan ada akhirnya kecuali keanggotaannya sebagai member WWClub… Dan kau adalah orang yang tepat agar meyakinkannya untuk bergabung. Bagaimanapun, aku tidak ingin menyembunyikan kenyataan dari mu,” kata Jonghyun.

“Itu mungkin salah satu hal yang mengganggu pikiran Sulli…” kata IU. “Dia mungkin khawatir kalau aku nanti sendirian…”

Jonghyun tahu Sulli pasti akan khawatir pada sahabatnya. Dan Sulli tidak akan pernah mengatakannya pada IU. Dia harus turun tangan langsung sehingga IU menyadari kalau hal itu yang menahan Sulli… bukan harga dirinya, bukan prinsipnya… tapi persahabatannya dengan IU.

——————-

IU duduk sendirian di kantin menunggu Sulli. Jadi ini rasanya sendirian… IU melihat sekeliling. Ada banyak meja dan setiap meja minimal ada 2 orang yang duduk.

“Rasanya sedikit sepi…” pikir IU. IU mengambil napas dalam-dalam. Dia harus mulai membiasakan diri untuk merasakan seperti ini. Dia tidak boleh menahan Sulli. Sulli seorang mahasiswa yang sangat pintar. Dia benar-benar berbakat. Dia layak menjadi anggota WWClub.

Tapi terasa sedikit sepi… tanpa Sulli.

IU mulai mengingat semasa dia masih SMA… dia tidak pernah kehabisan teman. Dia dengan mudahnya berteman dengan siapapun. Tapi karena dia harus di Sun Life, ia menjadi benar-benar tidak aman. Dia tidak memiliki keyakinan untuk membuat teman-teman baru lagi. Kecuali untuk Sulli yang tidak memiliki pilihan sewaktu dalam kereta itu, berbicara dengannya.

Seorang pria tidak sengaja menumpahkan jus ke dirinya sendiri dan IU segera berdiri untuk memberinya tisu.

“Aku sedikit ceroboh,” kata orang itu.

“Tidak apa-apa, Sepertinya aku satu-satunya orang yang melihat,” kata IU.

“Aku yakin semua orang melihatnya, tetapi mereka mengacuhkanku. Orang-orang disini berhati dingin semua,” kata orang itu.

“Ya… mereka memang dingin,” balas IU.

“Dan kenapa kau berbeda dari mereka?” Tanya pria itu.

“Hmm… mungkin karena aku bukan salah satu dari mereka.” Kata IU.

“Benarkah? Kalau begitu, aku bisa duduk bersamamu disini?” Tanya pria itu.

“Umm… sebenarnya aku sedang menunggu temanku,” kata IU.

“Teman? Pacar maksudmu?” Tanya pria itu.

“Ah… bukan… dia teman… perempuanku,” kata IU.

“Ahhh…. BFF… Aku akan duduk denganmu sampai dia datang, ok?” kata pria itu.

“Umm… ok,” jawab IU.

“Siapa namamu?” Tanya pria itu.

“IU dan kau?” Tanya IU

“Aku Wooyoung” jawab orang itu.

——————-

Sulli melihat IU tertawa dengan seorang pria di kantin. Dia benar-benar sesuatu. Tempatkan dia dimana saja dan dia pasti akan menemukan seorang teman pada saat hari itu sudah berakhir.

Dia mungkin meremehkan IU.

IU melihat Sulli dan mengucapkan selamat tinggal pada orang itu. Sambil berjalan keluar sekolah, IU merasa Sulli terlalu diam dan ingin memecahkan keheningan di antara mereka.

“Kalau kau khawatir padaku… kalau kau berpikir tentang apa yang akan terjadi padaku kalau kau bergabung dengan mereka… jangan terlalu mengkhawatirkannya,” kata IU.

“Aku pasti akan merindukanmu, tapi aku akan baik-baik saja.”

“Kau berasumsi lagi,” kata Sulli.

IU tertawa. “Aku berharap kau memikirkanku. Berharap itu berbeda dari berasumsi,” kata IU.

“Aku melihatmu tadi… kau cepat akrab dengan siapa pun… Aku iri padamu,” kata Sulli.

“Kau hanya tidak percaya diri, Sulli. Tapi begitu kehangatanmu sampai ke semua orang, mereka pasti akan suka berteman denganmu,” kata IU.

“Kau pikir seperti itu?” Tanya Sulli.

“Ya… bahkan 4 orang itu punya hati, kan? Aku yakin mereka akan melunak padamu dalam waktu yang singkat,” kata IU.

Sulli melihat pintu masuk gedung Arts.“Setelah aku pergi ke sana… tidak akan ada jalan untuk kembali lagi,” kata Sulli

“Kalau begitu pergilah, Sulli! Aku akan mendukungmu dari jauh,” kata IU sambil tersenyum.

——————

Minho memanggil Jonghyun untuk bertemu di suatu ruangan kosong. Ini adalah pertama kalinya Minho meminta untuk bertemu dengan Jonghyun setelah ia meninggalkan WWClub. Dan itu menenangkan Jonghyun yang entah bagaimana karena semuanya terlihat lebih baik.

“Kenapa kau ingin berbicara denganku, dude?” Tanya Jonghyun.

Minho hanya menatapnya dengan tatapan kosong. “Aku baru saja memikirkan tentang hal-hal yang terjadi seminggu terakhir… Dan naluriku mengatakan ada sesuatu yang tidak benar, sesuatu yang belum aku lihat,” kata Minho.

“Seperti apa?” Tanya Jonghyun.

“Serangan terhadap Sulli… 6 gadis itu… bagaimana caramu memerintahkan mereka untuk menyakiti Sulli?” Tanya Minho.

Jonghyun mengambil napas dalam-dalam. “Aku tidak bisa menyalahkanmu untuk mempersalahkan kami. Kami juga merasa itu semua salah kami,” kata Jonghyun. “Waktu artikel itu tersebar dan membuat WWClub terlihat seperti pengecut, kami tahu fans berat kita akan sangat marah pada Sulli. Kami sangat marah… kami yakin para fans juga begitu. Kami memikirkan bagaimana cara membuktikannya kalau kau salah memihak pada Sulli… kami ingin mengeluarkan amarah kami dengan memberikan tantangan padanya lagi. Kami ingin memastikan tantangan berikutnya pasti bisa mempermalukannya… Ketika kami mendengar dia secara fisik terluka, kami tahu pemicunya adalah kami. Mereka melakukan itu karena mereka pikir Sulli menyakiti WWClub.”

“Tapi kalian tidak secara langsung memerintahkan mereka untuk menyakitinya,” kata Minho yang lebih mirip pernyataan daripada pertanyaan.

“Kau tahu kita, Minho. Kami tidak akan memulai tantangan ini… kecuali untuk kasus Sulli. Bahkan ketika kita memulainya, kita tidak bisa melakukan sejauh itu… Tapi waktu kami bertemu denganmu besoknya kau menyalahkan kami, kami sedikit merasa kami lah yang harus disalahkan… Dan tidak ada alasan lain… Gadis-gadis itu tidak akan melakukannya kalau bukan untuk kita,” kata Jonghyun.

“Aku hanya merasa ada hal yang lebih daripada sekedar fans fanatik,” kata Minho.

“Apa maksudmu?” Tanya Jonghyun.

“Aku juga tidak tahu, Man… Aku hanya merasa ini bukan yang terakhir… mereka berenam itu penerima beasiswa yang aku dengar mereka berjuang keras untuk bertahan disini… mereka tidak akan melakukan tindakan ceroboh itu kalau tidak ada orang lain dibalik ini semua,” kata Minho.

“Kau bilang ada seseorang yang ingin menyakiti Sulli dan dia menggunakan enam orang perempuan itu?” Tanya Jonghyun.

“Aku belum bisa menyimpulkan. Tapi aku harus waspada untuk memastikan Sulli tidak terluka lagi,” kata Minho.

“Maksudmu ‘KITA’ harus waspada. Sulli akan menjadi anggota WWClub sekarang. Pertempurannya akan menjadi milik kita juga,” kata Jonghyun. “Jadi apa yang akan kau lakukan pada 6 perempuan itu?”

“Sulli ingin mereka kembali… Tapi pertama aku harus memastikan kalau mereka tidak akan menyusahkan Sulli lagi ketika mereka kembali,” kata Minho.

——————-

Sulli menerima undangan untuk pergi ke WW200 pukul 7:30. Dia pergi ke sana dengan perasaan yang campur aduk. Dia merasa gugup, dia merasa takut… dia tidak tahu apa yang akan terjadi.

Ketika ia sampai ke lantai atas, dia terkejut melihat Minho berdiri di dekat pintu. Dia terlihat seperti sedang menunggunya datang.

Minho tersenyum saat melihat Sulli. Dia tahu Sulli bukan tipe orang yang akan mundur sebelum berperang, tapi dia sedikit khawatir kalau kemarahannya pada WWClub-lah yang akan menghentikannya untuk datang. Sulli mencoba untuk terlihat lebih baik dari biasanya. Minho menyadari kalau dia mengikat rambutnya. Dia tidak memakai kacamatanya. Dan dia memakai seragam yang Ha Yi berikan padanya…. tentu saja seragam ketat membuat Minho tidak nyaman, tetapi dia tidak bisa melakukan apa-apa tentang itu sekarang.

“Apakah kau menungguku?” Tanya Sulli.

“Mereka berempat punya akses masuk ke dalam. Aku bukan seorang penjaga. Jadi, apa lagi yang aku lakukan di depan pintu?” jawab Minho sinis.

“Kau kan bisa menjawab ‘Ya, aku sedang menunggumu.’,” kata Sulli

Minho tertawa.

“Ayo masuk. Aku rasa mereka sudah menunggu,” kata Minho dan memimpin Sulli masuk ke dalam.

To be continued

 

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

131 thoughts on “WW Club – Chapter 14: Friendship

  1. persahabatan iu-sulli bikin terharu yee,,klo benar apa yg dikatakan minho berarti ada orang yang ingin menyakiti sulli,,uwaa detik2 sulli masuk ww club,,smoga 4 lainnya sma sperti minho akan mnjaga sulli,,

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s