That Girl

That Girl

By : ReeneReenePott

Maincast : Jung Heenim, Choi Minho,

Genre : Romance.

Rating : PG – 13

Length : Ficlet

Before story : It’s Sleep Time | Baby! Baby! Baby! | Good Person | Think of You |Sweet Dream | Seul Rin’s Side : Mr. Fussy | Summer Paradise | Letter Of Will | 7 Years of Love | Seul Rin’s Side : Couple Ring | IF | Aloha | Status | I’m So Sorry | Sister | Myungsoo’s Side : Still Her? |


Sabtu, Minggu, dan sekarang Senin lagi. Ternyata benar kata orang, Senin, Selasa, Rabu, Kamis dan Jumat terdengar sangat lama diucapkan sementara Sabtu dan Minggu serasa satu kedipan mata. Wanita yang memiliki rambut hitam bergelombang sebahu itu sekarang sudah lenyap. Yang mengisi kursi penulis skenario kini seorang wanita dengan postur tubuh sama seperti pendahulunya, hanya saja sekarang rambutnya menjadi potongan bob dan berwarna coklat madu. O-oh, mungkin ini terlalu bertele-tele. Si Jung Heenim itu tidak keluar dari jabatannya kok, dia hanya potong rambut.

Jadi, semuanya bermula setelah Sabtu malam pertunangan Minho itu. Hari Minggunya Heenim langsung hang out bersama teman SMA-nya, tanpa Seul Rin, dan sedikit kalap. Sedikit. Sebagai wanita normal yang suka shopping, normal saja kalau dia menghabiskan budget lumayan untuk dua pasang Charles and Keith. Namun karena Heenim bukan tipe wanita yang doyan menghamburkan duit dan mau-maunya menambah sepotong gaun super seksi berwarna merah menyala keluaran Bebe kekantong belanjanya, tentu ada yang sadar kalau ada sesuatu yang tidak beres dengan wanita itu karena tidak biasanya belanja sebanyak ini. Oh, Heenim juga tak lupa menghilangkan tampilan gadis lugu Asia-nya dengan memotong dan mencat rambutnya yang tak pernah disentuh zat kimia apapun sebelumnya.

“Wow. WOW. Jung Heenim, apa ini?” Seul Ran menganga sambil memutar-mutar tubuh temannya itu bak manekin. “Ganti gaya rambut, eh? Apa kau mulai ketularan Key?”

Heenim hanya bisa nyengir lalu meletakkan tasnya di atas meja kerjanya. “Well, suasana baru, tampilan baru. Tak ada salahnya, kan? Bagaimana? Cocokkah?”

“Hm… ya, ya. Kau benar. Kau terlihat lebih segar. Dan lebih cantik. Yeah, aku setuju! Well, langkah berikutnya kau harus mulai mencari teman kencan!” sekarang Seul Ran mulai nampak bersemangat. “Atau… kau sudah pada Manajer Kim yang hot itu?”

Heenim mengangkat alisnya tinggi-tinggi lalu tergelak. “Hot? Astaga, Seul Rin. Ingat pacarmu!” ia mulai beranjak untuk mengambil segelas air namun tetap diikuti Seul Rin. “Aku memotongnya Minggu kemarin. Supaya gampang move on. Sabtu kemarin Choi Minho bertunangan, kau diundang?”

Alis Seul Rin berkerut bingung. “Apa? Tunangan? Memangnya sama Yoona belum resmi ya?” Heenim hanya bisa diam dan menatap Seul Rin, sebelum wanita itu kembali berseru. “APA?!”

“Kau tidak tahu?” kini Heenim yang bingung ketika Seul Rin menggeleng kuat-kuat. “Bagaimana bisa kau tidak yang tahu tentang hal itu?”

“Karena tidak ada beritanya,” balas Seul Rin masih syok. “Apa kau mengatakan yang sebenarnya?”

Kening Heenim berkerut heran. “Tidak ada beritanya? Mereka sudah resmi bertunangan Sabtu kemarin!”

“Aku yakin tidak mendengar berita apapun tentang CEO Choi Minho,” tegas Seul Rin lagi, membuat kening Heenim berkerut makin dalam. Tidak mungkin para pegawai tidak tahu kalau CEO mereka akan bertunangan. Pesta besar lagi.

Apa ada sesuatu yang tidak beres?

__

Heenim mengerutkan keningnya ketika mengetahui kalau dia dipanggil ke ruangan CEO Choi lagi. Ada apa ya? Apa Minho akan ngomel-ngomel karena dia tidak datang kemarin Sabtu? Atau Minho mau marah-marah karena ia hanya menitipkan ucapan selamat lewat ibunya? Heenim menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Astaga, kenapa dia ini? Isi perutnya serasa di-mixer dengan gilingan semen membayangkan akan bertemu dengan Minho beberapa menit lagi.

Tok tok

“Masuk,”

Heenim masuk ke ruang kerja CEO Choi dan langsung membeku ditempat. Uh-oh. Definitely wrong condition. Tangan kanannya terhenti di gagang pintu kaca besar dengan empat pasang mata yang sedang duduk di sofa menoleh ke arahnya.

“Ah, Heenim-ah, kau datang di saat yang tepat sekali. Ayo duduk,” suara Minho yang berat itu memang membuat perut Heenim mulas dan jantungnya bergenderang lagi. Dengan sedikit paksaan—dan menelan ludah banyak-banyak—Heenim melangkahkan kakinya dan duduk di samping Yoona, berhadapan dengan pasangan paruh baya yang… Tunggu! Rasanya Heenim pernah melihat si pria ini. Tapi dimana ya?

“Perkenalkan, Heenim-ah. Ini kedua orangtua kandungku,”

Heenim menarik ujung bibirnya meskipun ia tahu kalau wajahnya terlihat aneh karena senyum yang dipaksakan itu. “Annyeonghaseyo,” sapanya sambil membungkuk.

Aigoo, kau sudah tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik, Heenim-ah,” mata Heenim menerjap ketika ibu Minho menyapanya dengan hangat, seperti teman lama. “Minho-ya, kau benar-benar beruntung,”

Hah? Beruntung mempunyai adik sepertinya? Tunggu, masa dia juga akan dianggap seperti anak sih oleh orangtua Minho? Eh, ini gimana sih? Kok Heenim jadi bingung sendiri? Mata Heenim melirik Yoona yang duduk dengan tenang, seakan tidak ada yang aneh. Heeh?

“Heenim-ah, perkenalkan, ini Im Yoona, sepupu Minho,” ayah Minho mengenalkan Yoona kepadanya secara formal. Heenim memutar tubuhnya dan melihat Yoona membungkuk penuh senyum padanya.

Annyeonghaseyo unni, maaf pertemuan pertama kita terkesan jelek,”

Uh-oh.

Sebenarnya ini apa? Jadi Minho bertunangan dengan sepupunya, begitu? Jadi sekarang mulai trend ya kalau sepupu bisa saling…

“Heenim-ah, sebenarnya kami mau minta maaf atas kebohongan yang disusun Minho untukmu…”

__

APPA! UMMA! BAGAIMANA BISA KALIAN MELAKUKAN INI PADA ANAK SENDIRI?” Heenim menjerit frustasi saat menghempaskan pinggulnya di sofa besar ruang keluarga rumah appa-nya. “APA-APAAN INI?”

“Sayang, sudah pulang?” ibu Heenim bertanya lembut dari dapur, membuat Heenim melotot kesal. Apa-apaan sambutan ibunya itu?

Tadi, di kantor, ayah Minho dengan blak-blakan menanyakan tentang rancangan pertunangannya dengan Minho, setelah selesai dengan penjelasannya tentang kartu undangan Minho-Yoona yang cuma ada satu, dan pertunangan yang sebenarnya tidak pernah ada. Jadi kemarin Sabtu kedua orangtuanya jalan-jalan berdua doang, dong? Saat itu rasanya Heenim ingin sekali menggigit sesuatu, akan sangat menyenangkan kalau itu adalah kepala Minho. Tapi dia tidak mungkin menggigit kepala bosnya sendiri di depan kedua orangtuanya kan? Shock berat membuatnya tidak bisa mengingat apa yang sudah disampaikan padanya. Yang bisa dia ingat, hanya sebenarnya Minho dan Yoona membohonginya. Kakaknya membohonginya. Bekas kakaknya membohonginya. COWOK YANG MENCURI CIUMAN PERTAMANYA MEMBOHONGINYA, SIALAN!

“UMMA! JELASKAN KENAPA AKU JADI BERTUNANGAN DENGAN MINHO!” jerit Heenim lagi. Kepalanya berdenyut-denyut namun masih fokus untuk menyetir ngebut dari kantornya langsung ke rumah appa-nya. “Astaga, astaga. Kalau aku bertemu pria itu akan kuhajar sampai babak belur,”

“Sayang, appa-mu ada di ruang kerjanya. Temui dia sana,” suruh Ibunya sambil menyerahkan nampan berisi dua gelas susu cokelat dan sepiring buah pir yang sudah dipotong. “Dan sebaiknya kau tenangkan dirimu dulu. Kami minta maaf tapi hanya itu yang bisa kami lakukan untuk kalian berdua,”

Heenim merengut tapi dia menurut saja. Jelas penjelasan ayahnya sangat dibutuhkan saat ini. Dia masuk ke ruang kerja ayahnya setelah mengetuk pintu, meletakkan nampan berisi camilan itu di bagian meja yang masih bersih. “Jeritanmu nyaring sekali, Jung Heenim,”

“Yeah, diturunkan dari umma,” balasnya pendek. “Jadi, sebenarnya apa yang terjadi?”

Ayah Heenim melepas kacamatanya lalu menatap Heenim lekat. “Sebenarnya Minho yang tinggal di sini memang sudah direncanakan oleh appa dan keluarga Minho untuk menjodohkanmu dengannya,” ujar ayah Heenim tenang. Namun Heenim dengan suksesnya melongo. “Yah, terdengar agak kolot sih. Tapi kami sudah pernah berjanji. Kami mengenalkan kalian lalu memisahkan kalian. Siapa tahu ada perasaan yang tumbuh diantara kalian,” ayahnya kembali melanjutkan, “Dan appa rasa memang terjadi sesuatu,”

Heenim mulai ngamuk ketika ayahnya terkekeh kecil. “Appa!”

“Untung saja kalian masih polos karena tidak terjadi sesuatu. Appa rasa itu juga karena faktor Minho yang tulus menyayangimu,” kata-kata ayahnya membuat tenggorokan Heenim tercekat. “Dan juga, pertunangan Yoona dengan Minho itu cuma tes kecil-kecilan dari Minho, membuktikan apa kau memiliki perasaan padanya atau tidak. Appa dan umma terpaksa mengikuti permainan mereka, karena jelas kami penasaran dengan reaksimu. Dan menurut Yoona, kau jelas-jelas patah hati akut,”

Skak mat. Jadi selama ini orangtuanya sudah… Sialan! Tahu begitu lebih baik dia keluar bersama Seul Rin hari ini! Kenyataan gila! Bahkan dunia dongeng pun tidak ada cerita tentang permainan perjodohan yang seperti ini.

“Dan memang benar, kau menggunting rambutmu dan kalap berbelanja untuk melampiaskan sakit hati. Ya kan?” Heenim menggigit bibirnya lalu menunduk. Tiba-tiba terdengar suara bel pintu pertanda ada tamu. “Kurasa Minho datang. Dia ingin menemuimu,”

Heenim membelalak. Choi Minho, geramnya dalam hati. Awas saja kalau bertemu!

FIN

HUAHAHAH. HUAHAHAH

Hiyey sudah klimaks. Sudah ngerti semuanya? Habis ini dari sudut pandang Minho ya, dan mungkin agak panjang. Soalnya mau dijelaskan soal perasaan dia semasa Heenim menderita gara-gara Yoona. Sebenernya pengen dipanjangin lagi tapi udah stuck. Nyehehe. xD
Thanks for reading ^^

©2011 SF3SI, reenepott

signaturesf3si

Officially written by reenepott, claimed with her signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

16 thoughts on “That Girl

  1. hmmmmm…. jadi si Heenim dikerjain ya?

    niat bgt si Minho, bikin orang emosi ;-D

    tapi karena udah Fin jadi tinggal nunggu cerita dari Minho aja nih, ditunggu ya Reene^^

  2. aaaaaahhhhh……. Reneeeeeee
    kamu serius berhasil ngibulin aku, padahal kirain si Heenim mmg udh g ada harapan lg n aku udh mau dukung dia sama L! ternyataaaa…… ya ampun~~~
    #heboh sendiri

    ditunggu lanjutanny, Ren~

  3. Astaga trnyata henim dkibulin sm minho & org tuanya? hahhaha…
    aku mulai brasa aneh sih pas seulrin blg g tahu menahu soal pesta prtunangan minho sm yoona… trnyataaa hahahha…
    Oke next… penasaran henim bkln gmna k.minho hihihi…
    Btw buatin minho pov jg dong

    1. Aku memang sedikiiiit mengenang cerita itu, nyehehe. Dan kalo diperhatiin, aku juga sedikiiit ngasih tema seperti Brother Complex-nya Mamotho. Gak tahu kenapa, seneng sama fic-fic itu. Maaf ya nggak memuaskan.. *bow*

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s