Just Once

Just Once

Main cast        : Lee Taemin and me

Length            : 1.270 w

Genre              : AU, Angst, slight Romance

Rating              : R

A/n                  : one of the best proposals that I could imagine

 

Je t’aime

How’s life?”

Pretty good, you?

Pretty bad, parents forgot my birthday.

Uh, that’s cool.” Aku meninju bahu Taemin pelan, pemuda berambut jelaga itu tergelak. “Wanna some?

Aku meraih sekaleng bir yang ada di samping Taemin, membuka kemudian menumpahkannya ke kerongkonganku. Rasa pahit yang khas membuat tubuhku bergidik. Untuk situasi seperti ini Taemin memilih tidak mendinginkan kaleng-kaleng bir kami agar perbandingan suhu diantara minuman dan tubuh kami seimbang sehingga tidak menimbulkan brain freeze. Udaranya terlalu panas, mungkin kami juga.

Aku ada di kamar Taemin yang sumpek, berbaring di perut kerasnya sambil mendengar alunan piano Yiruma. Kontras jika dibandingkan dengan lampu temaram karena nyaris mati, pakaian yang tersebar di lantai, udara kental beraroma tembakau bercampur minuman keras—meskipun dengan jendela yang terbuka lebar—dan poster-poster band metal yang menutupi nyaris seluruh dinding kamar. Biasanya dari ruangan pengap ini akan terdengar lagu-lagu Korn, Vendetta Red atau jika sedang iseng Envy on the Coast, namun kali ini spesial karena aku datang berkunjung. Yiruma adalah satu-satunya jalan tengah dari jurang musik yang memisahkan selera kami.

Romantis. Iya, cukup romantis karena cahaya bulan yang menyapu sebagian anggota tubuh kami menimbulkan kesan yang tidak biasa. Gelap dan seksi, apalah itu istilahnya. Angin yang berhembus sama sekali tidak membantu, malah semakin membuat panas dan pengap. Aku lebih memilih kedinginan dan memakai belasan lapis pakaian daripada bingung memilih memakai pakaian tipis mana yang bisa diajak keluar tanpa terlihat tembus pandang.

“Berhentilah merokok, aku bisa mati kehabisan oksigen.”

Well, aku bisa memberimu napas buatan, sayang.”

Apalagi berhadapan dengan lelaki ini. Musim panas bukan saat yang tepat untuk bertengkar dengannya. Udara panas akan membuat kepalaku berdenyut empat kali lipat daripada bertengkar dengannya saat musim dingin.

Please, my head is going to burst.

Aku bisa mendengar suara ’cess’ pelan yang menandakan rokoknya telah mati. Taemin meraih lenganku kemudian menarikku perlahan hingga bersisian dengan tubuhnya. Rasanya lucu pernah mengatakan bahwa Taemin kecil dan imut jika dibandingkan dengan teman-temannya, sedangkan aku sendiri lebih kecil darinya. Iya, aku jauh lebih kecil dan lemah daripada Taemin karena itu aku bersamanya untuk meminta perlindungan.

“Pakai bajumu kalau mengajakku tidur, aku tidak suka jika lengket saat kau peluk.” Taemin terkekeh sambil mengusap pipiku pelan. “Pakai baju atau aku pulang!”

Ia mendengus, segera bangkit dan memakai pakaian yang tersangkut di tangannya. Aku tidak peduli kain itu sudah teronggok seminggu atau bagaimana. Asal tidak menyentuh kulitnya yang lembab, aku sudah merasa lega. Kulit lembab Taemin dan udara panas adalah combo yang berbahaya.

“Tidak jadi cerai katanya, malu sudah terlalu tua.”

“Lalu untuk apa kesini? Bukannya lebih nyaman di rumah?”

Aku memelototinya, Taemin bungkam. Ia melarikan jemarinya ke rambutku perlahan sambil bersenandung sementara aku membenamkan wajah ke kain gombal yang menutupi tubuhnya. Belitan tanganku di pinggangnya semakin erat, ia hanya tertawa kecil kemudian mengecup dahiku.

Tidak ada yang tahu sejak kapan batang-batang lolipop yang kami bagi berubah menjadi batang rokok, botol susu dan kotak jus yang berubah jadi Jack Daniel’s dan kaleng bir, ataupun tautan jemari kami yang menjadi tautan bibir. Tidak ada yang tahu juga ciuman singkat yang kubagi dengannya saat pulang sekolah dari celah pagar yang memisahkan sekolah kami. Rasanya terlalu membingungkan untuk ingat sejak kapan cuping telinganya dipenuhi tindik dan tato-tato yang tersembunyi dibalik pakaiannya.

Tidak ada kata-kata manis ataupun perayaan hari jadi. Untuk apa dilakukan jika pada akhirnya hanya membuat sakit ketika berpisah. Hubungan kami memegang prinsip lakukan apa yang diperlukan dan tinggalkan yang tidak penting. Mungkin lebih terlihat seperti friends with benefit ketimbang sepasang kekasih.

“Kapan kita putus?”

Aku menggeleng. Sudah tidak tahu lagi apakah itu guyonan, pertanyaan dari temannya atau pertanyaannya padaku secara personal. Aku bangkit namun ia menahanku, sekali lagi, ia malah menghantamkan tubuhku ke ranjang kemudian menatapku lekat-lekat.

“Ayahmu bertanya seperti itu padaku kemarin. Kau tahu aku menjawab apa?” Ia membelai pipiku pelan. “Sayang?”

“Kau tidak menjawab?”

“Kalau aku mati,” Ia menyelipkan jemarinya ke sela-sela jariku. “Kalau aku mati baru kita putus, seperti janji yang dikatakan oleh dua orang yang menikah.”

Aku tergelak, Taemin mengerutkan dahi. Aku tidak tahu efek triple combo antara udara panas, bir, dan tembakau bisa membuat isi kepalanya berkabut seperti ini. Ini adalah jawaban paling absurd yang pernah keluar dari mulutnya dan ia menjawabnya untuk pertanyaan ayahku, kurasa saat bertemu ayah ia sedang mabuk berat.

How sweet, Lee Taemin. What my dad said then?

I will kill you for corrupting my daughter.

Then?

I left.

You scared?

Nope, I left him to buy you this.

Ia menarik laci atas nightstand-nya mengacaknya sebentar sebelum memberiku sebuah cincin dengan ukiran sulur-sulur berwarna perak, klasik dan tidak norak dengan batu-batu mulia yang mencuat seperti cincin milik ibuku. Taemin menyelipkannya perlahan ke jari manisku sambil mengulum bibirku lembut, ia tidak perlu banyak bicara untuk menyampaikan apa maksudnya. Aku sudah cukup tahu dari gerakan bibirnya.

“Kau benar-benar mengatakannya?” Aku meraih bibirnya sekali lagi. “Apa kau lupa bahwa ayahku bisa memecahkan batok kepalamu hanya dengan jentikan jari?”

“Aku bukan teroris dan kurasa ayahmu akan memilih memecahkan kepalaku dengan tangannya sendiri daripada menyuruh sniper.” Ia tergelak kemudian mencubit pipiku. “Aku hanya berudu, sementara sniper ada di level ikan arwana.”

Get me a pretty wedding gown then.

Color?

White of course, in the form of knee-length dress with pretty laces and bow. Don’t take the tube one, I prefer halter neck.

Shoes?

White sneakers with pretty studs.

Face and hair?

I’ll get it by myself. But don’t forget to get me pretty little crown for this pretty hair.

How about mine?

Nothing but your tight leather pants.

Are we going to striptease club?

Aku tergelak ketika bibirnya mengerucut. “Simple monochrome suits with your best sneakers. Don’t forget to prepare the car for our vacation.

When do you want it?

A week from now.

Your wish is my command, my pretty little bride.

Aku menghela napas panjang ketika ia kembali berbaring di sisiku dan menahan kepalaku dengan bisepnya. Rasanya aku ingin meledak, aku tidak tahu mana perasaan yang dominan antara bahagia, sedih, marah dan entahlah. Ini hal tergila yang pernah Taemin lakukan padaku. Mungkin orang berpikir bahwa ini hanya angan-angan bodoh karena mana mungkin orang seperti Taemin bisa memenuhi semuanya, bisa menjadi suami yang baik disamping hidupnya sendiri yang tidak terurus.

Ia berulangkali mengusap pipiku yang lembab oleh air mata. Aku bangkit dari sisinya kemudian duduk di atas perutnya dan meraih tangan kirinya. Di pergelangannya ada sebuah tato kecil yang menurutku tato paling bodoh di tubuhnya—namaku dan namanya dalam bentuk cross—terlihat seperti tato remaja labil yang tidak ingin putus dari pacarnya. Aku sudah sering mendengar ejekan dari teman-teman band-nya tentang tato ini, kecil dan mengganggu.

Com’ere,” Ia menarik tubuhku perlahan, berusaha mengembalikan posisiku seperti semula. “By the way, why do you have my yesterday’s hair style?

Aku hanya tersenyum sambil melarikan tangan ke rambut merahku, persis yang biasanya dilakukan Taem. “Cause I love this.

Ia tergelak, menarik tubuhku lagi namun aku menahannya. Ia mengerutkan dahi, aku menjulurkan lidah sebagai jawaban sebelum mengecup tato di pergelangan tangannya. Aku tidak tahu dimana lelaki suruhan ayah berada namun aku berharap ia sudah melihatku sekarang. Dengan rambut merah dan baju Taemin, ia tentu tidak akan mengenaliku.

“Taem,”

“Hmm?”

Say ‘I love you’ for me.

Dear, that’s stupid.

Just once, please.

Taemin memutar bola matanya kemudian beringsut. Aku mendorong dadanya pelan, menahannya agar tetap berbaring dan membuatnya mendengus kesal. Ia meraih kedua tanganku, menggenggamnya erat-erat seolah meyakinkan apa yang ia katakan adalah hal yang benar.

I love you.

Tubuhku limbung, Taemin berteriak kaget. Ia menahanku agar tidak terjatuh dengan mata membulat ketika menyadari kaos putihnya yang kukenakan sudah berubah merah. Aku tahu ini akan terjadi, kurasa usahaku untuk menahannya agar tidak terlihat dari jendela sudah berhasil. Dan keinginan picisanku untuk mendengar Taemin mengatakan ia mencintaiku sudah terwujud.

Meskipun hanya sekali.

 

10.38

19.04.14

©2013 SF3SI, Chrysalis

siggy chrysalis

Officially written by Chrysalis, claimed with her signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

55 thoughts on “Just Once

  1. Si ‘aku’ nya meninggal ?:(
    Wow disini kesannya taemin anak badung dan bengal, yah mungkin bad boy tapi setia sama cewek nya.
    Tapi nyesek pas udah dilamar malah…../-,-/

  2. Taeminnya pasti sedih banget…
    Padahal udah mau nikah kan mereka…
    Aku sediiihh~ Oh, ya akhir-akhir ini aku sering banget ketemu ff yang Taeminnya jadi anak bandel gitu. Tapi gak apa-apa hahaha aku seneng juga bacanya.
    Aku tunggu karyamu berikutnyaa

    1. baru rencana kok, belunm sebar undangan jadi belum ada yang tahu
      mungkin mereka sudah menyadari bahwa lee taemin tidak lagi inosen
      karena sejujurnya menurutku keinosenannya sudah berakhir hahaha
      waaa makasih
      makasih juga udah mampir ^^

  3. this fic make me remember bout someone. Sederhana dan keluar dari zona menye2 khas fluff fic dan yeah I like it :))
    keep going

    1. sebenernya aku mau pasang tag fluff buat post ini tapi tampaknya orang memandang ini sebagai angst
      padahal aku yang nulis aja perutnya udah geli waktu scene lamaran
      makasih udah mampir ^^

  4. Dilamar dan tidak lama kemudian meninggal. Terdengar menyedihkan. Kisah hidup TaeMin sepertinya cukup kelam. Hmmmm
    Malangnya

  5. it reminds me of Partner in Crime
    the story was pretty cool with lovey dovey ‘chrysalis style’ as always. but it’s really heart breaking in the end.
    some more, please?

    1. aaaaaa bellaaaaaa!!!!
      hahaha papa choi won’t hire sniper to kill his cutie pie’s lover if this kind of relationship really happens
      thank youuuuu, just wait for Bum’s turn to be published
      anyway thanks for dropping by ^^

  6. Gak kaget sih taemin jadi badboy kaya gitu, udah sering kalii._.
    Php banget ‘aku’nya mau dinikahin diudahin idupnya
    But i love this ff very much :**

  7. cewe-nya ditembak suruhan ayahnya sendiri?
    di depan Taemin?
    jadi cewe-nya milih ngelindungin Taemin ya…

    tragis banget ceritanya Chrys -__-

  8. OH MY GOD!!
    gak nyangkaendingnya kayak gini..
    di awal, aku merasa ‘wow’ sama imej taem di sini.. lalu senyum-senyum sendiri pas taemin lamar si ‘aku’.. lalu menganga pas ending..
    gak nyangka!

  9. bagusssssss ㅠ ㅠtapi sayang kenapa ga dijelasin dia matinya kenapa😦 aku suk tae dengan tampang brandalan begini .-. heheheh

    1. hngg, sebenernya itu udah ketauan kok cara matinya gimana meski nggak secara terang-terangan
      si ‘aku’ ditembak sama suruhan papa ‘aku’

      makasih ya udah mampir ^^

  10. aku suka gambaran karakter taemin di sini. hahaha kebayang muka imut gitu jadi kayak bad boy.

    tapi itu kenapa tiba tiba mati?

  11. Good thor. I love this. Semenjak aku ngeliat taemin dengan rambut hitam yg dibelah dua di konser kemaren, dia memang udah ga bagus klo di bikin ff yang bergaya imut hahah. I love taemin like that . Ditunggu next ffnya😄

  12. anyeong eonni saya reader baru disini🙂 suka bangeeet sama fanfic ini serius jatuh inta banget sama jalan ceritanya hehehehe taemin bias aku dan aku suka bangeeeet kalo taemin di bikin bad boy kaya gnni gtw kenapa hehehehehehe😀

    1. hahaha, halo salam kenal ya
      waa makasih udah suka, jarang-karang ada yang mau menerima kenyataan kalo lee taemin tak lagi polos
      apa emang ga pernah polos ya?#eh
      makasih juga udah mampir ^^

  13. OH! FOR THE LOVE OF MOFOS!!! I WANT TO THROW YOU A BUNCH OF PROFANITIES, KAK! FIRST BECAUSE THIS STORY SUCK (No, actually this is friggin great) SECOND CUZ TAEM IS A BAD BAD BOY! A FUKIN BAD BOY KAK! WADUYU WANT ME TO DO WITH MY LIFE? THIRD SHE DIE!! I WANT TO KILL YOU NOW! FOURTH, CUZ THIS KIND OF FF I’M LOOKIN FOR SINCE YESTERDAY! UGH, CAN YOU FEEL ME? Maaf kan caps lock nya, the caps is locked. Uhuk. And hell, this is rated R, for the mild language, and the ‘stuff’ and the dirty-sweet act. Man, I should locked this fic ck, tolong yang di bawah umur jangan terpengaruh ya. Don’t be curious with wat jack daniels is. Pretty please… Btw, thanks for the stories kak <3<3

    1. hngg, how I should start my negation then . . .
      man, lee taemin is far from innocent and I think that making him as a fanboy of Prizmmy is a big no no. But rather metal head with suits him best hehehe.If I don’t kill her, I bet some of the readers will demand me a sekuel hngg. Have a mercy on me, please.
      hnggggg, did I do wrong? Oh yes. I thinks that kind of teasing is the part of restricted rating hahaha #plakk

      nggak papa yg di bawah umur biar tau apa itu jack daniel’s biar tak terbodohi seperti aku dulu. Yes, someone told me that it’s a kind of soft f****** drink. Tapi jangan minum dulu, kalian belum legal plis dan itu harganya juga nggak sesuai kantong.

      OK, OK just locked it then.
      Shall we make an agreement that almost everything of mine will be 18+ and locked?
      Such as my pretty tomorrowland series?

      wahahaha makasih ya udah mampir meski komennya hngg why apa salahku dilempar isi kebun binatang #plakk

      1. Yes yes.. it’s from the time when the transformation began, and i goes like ‘Wow, he’s not the Lee Taemin i used to know. Maybe this is how he is all along, it’s just us who don wanna notice’
        ROFL!! Prizmmy? YOU SERIOUS?! Why don’t u make him a fanboy of Momoiro Clover sekalian hahaha. I kind of can’t imagine Taem listening to Korn actually, but yeah i tried to
        Oh believe me i feel you hahaha, i will also asked for a sequel, but knowing you’re the master of short stories like this, i’ll have my mercy
        Gah, but at lease this one is more implicit than before

        Same goes with me! Gila, kalo inget aku mendadak sebel gitu. Bilangnya soft drink, dia juga sok sokan gatau itu apaan. Dan kadar toleransiku sangat rendah, ketika aku bilang sangat adalah betu l betul rendah to the point i was just tasting like two drops and i got dizzy. LOL

        Hahaha lemme think about it yaa
        aku kebiasaan baca yang explicit jadi sedikit merasa ini wajar. Mungkin gak perlu sampe di locked banget ya, tapi sebelum ‘read more’ put more warning aja sih kak, yang sampe di bold, italic, underline, terus merah gitu hahaha lebay sih, tapi setidaknya kan kita punya usaha untuk melarang.

        Sama-samaaa ^^

        1. yaaaaaa, tapi kalo bikin taem kaya bayi itu udah old school banget
          bahkan sekarang kalo misalnya taem nonton prizmmy*selipkan simbol bintang* aku bahkan akan kepikir taem semacam pengidap lolita complex
          ih om-om pedo *jaraknya kan sekitar 7-8 tahun*
          no more innocent lee taemin works in my head
          he’s a tease

          then, we can’t have after party abis nonton konser gitu ya
          oh mungkin aku ‘minum’ terus kamunya minum es teh aja hahahaha #digampar

          ya, mungkin kebiasaan baca yang udah mulai menjurus ke adult gitu
          segalanya terasa biasa kayak ngeliat bungkusan plastik di tempat sampah
          baiklah, buat ke depannya aku bakal pasang warning begitu hahaha
          tapi kalo yang baca udah masuk aff sih ya buyar sudah peringatan kita
          but as you said sih kita sudah coba peringatkan hehehe

          thanks for the advice ya hahaha
          makasih juga sudah membiarkan gadis-tak-lagi-inosen ini ngotor-ngotorin lapak pake ginian

        2. HEY JAHAAATT!!
          Gak segitu pedo nya juga kaliiii hahahhaha
          somehow senyum Taemin masih terlihat inosen kookk

          After party mah ayok akakak tapi yang aku cari milkshake atau boleh deh es teh manis gak buruk juga wakakak

          hahaha aku gak main di aff sih, aku di LJ, lebih gokil lagi explicit content nya xD

          iya iya no probs lah hahaha

  14. satu kata.

    TRAGIS

    hyaaaaa ini ff apa? kenapa tragis giniiiiiiiii?
    aigooooo sekalinya ngomong langsung yeojanya metong.

    dan ngebayangin taemin jadi badboy itu langsung kepikiran muka dia di everybody yang ekpresinya itu lhooooo.

    oke kau buat aku tercengan dengan endingnya.
    good job😀

  15. waduh udah end ya??
    ih kok nyesek banget??
    feelnya kerasa
    penggambaran taemin jadi badboynya jelas jadi ga perlu susah mikir temin yg kiyut jadi badboy*apalah
    gantung endingnyaa
    cewenya kok mati ya??

  16. entah kenapa aku malah suka karakter taemin jadi bad boy gini ._. kesannya seksi seksi gimana gitu… kalo minho atau jonghyun kayanya udah main stream aja emg mereka udah seksi mau diapain lagi wakakakak :3
    jujur aja aku agak phobia kalo baca ada bunuh bunuhannya samadarah darahan tapi ini baguss dan aku suka bangett!!😀

  17. baguuss aduhh ngefeel bacanyaa:’) jadi intinya dia nyamar jadi taemin gitu?
    ceritanya antara sweet sama swag/? keren kerenn

  18. Ih wow tante author kejam! Beberapa kali baca ff taemin yg bad boy gitu ternyata keren juga dan ini sangat keren. Dan authornya jahat masa the girl meninggalnya nyesek ah udah cukup tau aja thor *musuhin author*

  19. oh shit… aku baru baca ini:((( telat banget
    it is so….. damn how you can write this? this is so romantic
    gak mau koment banyak ah… sudah cukup(?) good job!!!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s