Stinging

STINGING

Main Cast : Kim Kibum| Shin Ahra (OC)

Support Cast : Lee Hana (OC)

Length : Ficlet

Genre : romance

Rating : General

 “Kupikir kau menyukainya.”

Kening gadis berkuncir satu itu berkerut, bahkan potongan kripik kentang yang hampir masuk ke mulutnya ia letakkan begitu saja di atas majalah yang terbuka di hadapannya. Gadis yang seorang lagi hanya memandang tenang dirinya sambil mengunyah keripik.

“Apa maksudmu, Na?”

“Kupikir kalian saling tertarik satu sama lain bahkan tanpa kau sadari.”

“Itu konyol,” gadis bernama Ahra memutar bola matanya dengan gaya tak peduli, memancing decak sebal dari teman sekamarnya, Lee Hana.

“Aku hanya ingin kau sedikit memikirkan dan menyadarinya, Ra,” ucap Hana kalem. Ia bisa mengingat jelas semua isi curhatan Ahra tentang si mata empat yang tengah mereka bicarakan. Lelaki putih tinggi yang agak keras kepala bernama Kim Kibum, senior mereka berdua di kampus. Hana sudah puas dicekoki berbagai hal tentang Kibum oleh Ahra, mulai dari perangai lelaki itu dalam organisasi sampai hal-hal kecil yang berkaitan dengannya. Belum lagi kebiasaan dua orang itu saling berhubungan via telpon selama Ahra dan Hana ikut program pertukaran mahasiswa ke luar kota.

“Dia hanya seperti seorang saudara lelaki bagiku, nothing more,” gumam Ahra. Diam-diam ia memikirkan ulang semua kenangan indahnya dengan Kibum. Namun prinsipnya yang tidak mau terikat hubungan khusus sampai tamat kuliah membuatnya segera menepis pikiran itu.

Hana segera mengambil posisi di hadapan Ahra lalu menatapnya sungguh-sungguh, membuat sahabatnya itu agak bergidik takut. “Ahra-ya, coba pikir! Apa kau berdebar-debar saat bersamanya, atau kau bahagia saat mendengar namanya ataupun melihat senyumnya? Selama ini kau terlihat sangat puas saat dia senang melihat kinerjamu, bukan? Itu sebuah tanda!”

“Jangan konyol, Na! Please, aku tidak mau memikirkan romansa untuk saat ini.”

“Baiklah, dari hal kecil saja. Apa tiap kalia ia menyentuhmu baik itu sengaja ataupun tidak, kau merasa sentuhannya seakan menyengatmu?”

Ahra tercenung namun kembali segera menepis semua pikiran ganjil yang merasuki otaknya. Sambil mengibaskan sebelah tangan ia berkata, “Sudahlah, Na. Kau ingat ceritaku tentang reunian bersama Jonghyun kan? Jantungku masih berdebar cepat untuknya.”

“Itu sudah setahun yang lalu.”

“Tidak ada salahnya menjaga hati dengan mengingat cinta pertama yang gagal.”

Hana hanya bisa menghela napas. Sahabatnya begitu keras kepala. Namun ia tahu Ahra masih akan tetap memikirkan hal itu walau tingkahnya tampak cuek, terutama tentang sengatan yang disebut Hana tadi.

***

“Kau di mana?”

“Ikut Kibum sunbae berlibur di Lotte World. Maaf tidak mengajakmu, kupikir kau punya kesibukan lain.”

“Tidak apa, aku memang masih belum lepas dari kurungan Jinki sunbae. Ia menumpuk pekerjaan di depan mataku. Kalian berdua saja?”

“Tidak, kami bersama Taemin dan Inyoung.”

“Seems like a double date.”

“Don’t be ridiculous.”

“Have fun.”

“Thanks.”

Ahra menghela nafas panjang lalu memasukkan ponselnya ke dalam tas. Ia tengah duduk di dalam bis bersama Kim Kibum di sampingnya. Lelaki berkaca mata itu menatap heran ke arahnya seakan bertanya ‘something wrong?’. Dan Ahra hanya tersenyum kecil ke arahnya.

“It’s not a date, Ahra-ya. Jangan biarkan kata-kata Hana mengacaukanmu.”

“Sepertinya ini akan sangat mengasyikkan. Pokoknya kita harus mencoba semua wahana ekstrim yang ada!” ujar si mata empat penuh semangat. Sambil menahan senyum, Ahra mengerutkan dahi dan berkata, “Bukannya sunbae takut ketinggian?”

“Katakutan itu ada untuk dilawan. Percuma saja kita datang tanpa bersenang-senang.”

“Bersenang-senang tidak perlu dengan mengaduk isi perutmu, sunbae.”

“Ahra-ya, kau harus tahu apa itu KE-SE-NANG-AN. Dan percaya padaku, kau takkan menyesal,” ucap Kibum santai. Ahra sedikit menghela napas. Seperti biasa, ia tak bisa berkata tidak pada Kim Kibum. Dan sepertinya ia harus siap-siap mengaduk isi perut dengan berbagai wahana ekstrim yang akan terpaksa dinaikinya nanti, tentu saja karena diseret Kibum.

Ia menopang dagu lemas sambil melihat ke luar jendela. Pemandangan di luar tidak mampu menghibur ketakutannya membayangkan semua wahana yang mungkin akan ia naiki nanti. Bukan hanya Kim Kibum yang takut ketinggian di dunia ini. Shin Ahra juga takut setengah mati. Kenapa ia harus menantang maut hanya untuk menemani seniornya itu?

Kibum meregangkan tubuhnya yang kaku karena perjalanan, membuat aroma tubuh bercampur parfumnya menguar ke sekitar. Dan Shin Ahra bahkan tidak pula bisa menolak mencium aroma tersebut. Aroma yang khas. Diam-diam Ahra menyukai aroma itu dan menyimpannya dalam memori baik-baik.

Ups, sorry.”

Tanpa sengaja tangan Kibum menyentuh lengan Ahra. Namun sentuhan yang bahkan tak sampai sedetik itu memberi dampak yang cukup besar bagi si gadis. Seperti sebuah sengatan kecil yang menjalar hingga ke wajah Ahra, membuat kedua pipinya spontan bersemu merah. Sontak gadis itu membeku di tempat, heran pada sentuhan kecil yang menyengat kulitnya. Apa artinya ini?

“Baiklah, dari hal kecil saja. Apa tiap kali ia menyentuhmu baik itu sengaja ataupun tidak, kau merasa sentuhannya seakan menyengatmu?”

Kalimat tersebut seakan kembali bergema di telinga Ahra. Entah kenapa membuatnya cukup shock. Melihat Ahra yang membatu, Kibum melirik heran.

“Ra-ya, ada apa denganmu?”

Tidak ada jawaban, hanya sebuah gelengan kecil saja. Dan gadis itu bertopang dagu sambil melihat ke luar jendela, menghindari tatapan Kim Kibum. Sengatan itu masih terasa dan wajah Ahra semakin merah karenanya. Dengan setengah kesadaran ia mengambil ponsel dan mengetik pesan singkat pada Hana.

“Kau benar, Na-ya.”

-send

 -Fin-

 

30th April 2014

12.31 pm

 

©2011 SF3SI, Bella Jo

bella-jo-signature

Officially written by Bella Jo, claimed with her signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

26 thoughts on “Stinging

  1. ehem,ehem. kayaknya dari pengalaman pribadi,nih. hehehe…
    Becanda.
    udah lama gak baca ff dari eonni. Rinduu~~~
    saya rasa tulisannya tambah bagus.
    waktu bacanya pun serasa seperti Ahra.
    keep writng eonni!
    fighting!

    1. ahahaha… tau aja… *lho?*
      iya, udh lama dirimu tak punya pulsa modem dek. selamat atas pulsa baru~ hahaha… #plaaakkk

      thanks, dongsaengie^^

      1. Haha… Iya maaf karena uda baru balas comentnya & juga maaf karena gak bisa coment di ff lainnya… Mian..

  2. aiiish ini namja si Ibum beneran kerasa terlebih hari minggu kemaren beneran liat betapa namja nya si Ibum

    Iya hal sederhana yang kadang kita lupakan itu… ada
    terutama untuk seseorang yang ada didekat kita

    1. Haha… Si bum kn mmg namja atuuh. Dia mmg brs sering2tampil a la namja gituu

      Hoho…justry krn itu hal yg terlalu sering makanya terkesan wajar. Tapi ttp aja debaranny kn msh terasa.hehe

  3. “Baiklah, dari hal kecil saja. Apa tiap kali
    ia menyentuhmu baik itu sengaja
    ataupun tidak, kau merasa sentuhannya
    seakan menyengatmu?”

    ahh ini beneran. kayak gak menyadari hatinya sendiri. hmm aku ngerasain itu. keren aaaaaaa

    1. cieee… ada yg ngaku…. hahaha
      well, hal ini banyak dialami orang sih. mulai dengan sengatan dari sentuhan yang berlanjut pada serangan jantung ringan, wajah memerah, dada sesak, kejang2 *?* dan sebagainya. hehehe

      makasih udh mampir^^

  4. waaaaaa sweet , walaupun ceritanya udah banyak yang pake konsep/? kaya gini. tapi, ini ibarat kue/? manis tapi manisnya pas wkwk. i like it!!! good job kak bella ^^b

  5. ini bener2 ficlett..!! dan maniiisssss banget!!!
    bener kaya hana, dari hal kecil itulah seharisnya yg membuat kita sadar!!
    i always like your ff..
    good job thor! ku tunggu karya selanjutnya…
    keep writing!!🙂

    1. hehehe… makasih sisca~ aku jadi tersipu nih. kekekek….
      kan dari hal2 kecil dulu yg perlu disadari dan akhirnya berkembang menjadi perasaan besar yg kuat. ya kaaan?^^

      makasih udh mampir~

  6. hal sepele kaya gini nih yang sering kita ga sadari ya :’D sebenernya udah nyadar tp pura2 ga nyadar atau emang terlalu bodoh untuk sadar /iniapa bhaha
    well aku suka ide ceritanya:)

    1. iya, soalnya manusia terlalu jaim dan naif untuk mengakui perasaannya pada orang lain jadi yah diem2 aja tapi ada rasa. hahahaha…

      well, makasih udh mampir, Oshin~

  7. hehehe aku senyam senyum bacanya thor.
    ekhem, kibum sengaja ya sok-sok renggangin tangan gitu?
    bilang aja modus :p

    ceritanya kependekan thor. ku kira bakalan panjang oneshot gitu. jadi penasaran kan. kibum nya suka juga apa engga.
    sekuel bisa kali hihi😀

    1. hehehe… para cowok kan memang paling jago modus. tapi kalo yg ini, entahlah… menurut anda? *readers: kan gue nanya sama lo!*

      kalo panjang2 nnt malah nyeleneh kmana2 ceritanya jadi mendingan pendek2 aja. hehe… kibumnya suka apa nggak? silakan diimajinasikan sendiri atau tanyakan pada rumput yang bergoyang #plaaaakkk

      makasih udh mampir~

  8. Udah Bel, gini doang nih? Gak ada adegan manis-manisan gulali gitu, Bel? Aaaahh bete ah… Etapi… Curhatan pribadi ya? Kekeke~ Aku kalo kesentuh seseorang suka ada sengatan gitu jugaa loh Bel, aku jatuh cinta kali ya? Kalo kesentuh mama, kaka, papa, adek, temen… ((Lana kalao yang itu kesetrum beneran lan -__- karena suhu Lan, bukan hati. Bukan)) well, cuma nemu satu typo tapi bodo aaaahhh

    1. eeee…
      iy, Lan. gini doang. habisnya kalo terlalu manis nnt malah digrogoti semut :p

      curhatan pribadi? hmmm… iy ga yaa… hahaha… banyak kok orang yg ngerasain ini tapi dibumbui sama adegan lain. nah, aku cuma mau fokus di sengatan saat sentuhan aja, Lan^^

      makasih y udh mampir~ muach muach~

  9. Sial ah, mukaku langsung panas karena baca ini pas playlist shuffle sampe superstar-nya seungyeon
    aku nggak ngerti kamu dendam apa sama aku sampe bikin cerita yang jleb-jleb begini
    ini menyebalkan sumpah
    nggak sadar apa perasaan itu ada sampe akhirnya tersengat
    tersengat . . .
    yeah, tersengat

    Iiihhh bete deh, cubit bella pake tang nih
    tapi beneran ini cerita ngejleb banget
    dan itu ya bum kurang ajar
    apanya yang tantangan yang ada ntar dia jerit-jerit kayak kambing kecekik sarung kalo naik begituan

    wahahaha tuh ya lama nggak merusuh komennya jadi nggak jelas begini
    makasih atas ceritanya ^^

    1. waduh, berarti cerita ini mirip pengalaman pribadi kakak, ya? hehehe…
      soalnya banyak yg bikin cerita sekuel pakai adegan ini sebagai bumbu penyedap, makanya bella jadi pengen bikin cerita dengan point utama adalah adegan ini. kan banyak yg punya pengalaman kayak gini jadi pasti ngejleb banget k tiap orang. huwehehehehe… #plaaakk

      duh, jangan pake tang dong, kk. nanti kecabut ama kulitnya sekalian malah. si bum sih gaya2an aja suka ama wahana ekstrim taunya nanti malah teriak paling keras. hehehehe…

      makasih udh mampir, kk~

    1. abis fokusnya cuma di bagian sengatannya aja. kalo dipanjangin lagi malah jadi cerita lawak penuh teriak dari awal sampai akhir karena wahana2 serem. haha…

      makasih udh mampir~

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s