Nothing’s Gonna Change My Love For You

Nothing’s Gonna Change My Love for You

By : ReeneReenePott

Casts : Choi Minho, Jung Heenim

Genre : Romance, Fluff

Rating : PG – 15

Length : Ficlet

Before story : It’s Sleep Time | Baby! Baby! Baby! | Good Person | Think of You |Sweet Dream | Seul Rin’s Side : Mr. Fussy | Summer Paradise | Letter Of Will | 7 Years of Love | Seul Rin’s Side : Couple Ring | IF | Aloha | Status | I’m So Sorry | Sister | Myungsoo’s Side : Still Her? | That Girl |

Disarankan sambil denger lagu George Benson – Nothing’s Gonna Change My Love For You , terus di repeat one ya ^^


Nothing’s gonna change my love for you, you oughta know by now

How much I love you,

One thing you can be sure of, I’ll never ask

For more than your love…

Seorang pria tegap berambut cepak sudah berdiri di depan pintu rumah keluarga Jung, menggenggam sebuket bunga lili putih segar di tangan kanannya. Yeah, kalian bisa menebak dia siapa. Seorang pria bermata besar menawan yang memiliki ketampanan yang keterlaluan apalagi dengan senyum yang sedang ia sunggingkan itu. Yah, dia memang belum memencet bel rumah yang dulu pernah ditinggalinya itu, dan sepertinya dia ingin mengulur waktu sedikit ketika mendengar lengkingan frustasi seorang wanita dari dalam yang terdengar sampai keluar. Mendengarnya lagi-lagi Minho ingin tertawa terbahak-bahak.

Ya, tujuh tahun yang lalu ketika orangtua kandungnya menjemputnya dan menjelaskan semua yang sebenarnya terjadi, Minho terpaksa menurut orangtua Heenim untuk tidak memberitahu Heenim secara langsung tentang kepergiannya. Ya Tuhan, membayangkan kejadian yang sudah lama berlalu itu saja masih membuat hatinya berat ketika harus meninggalkan gadis yang sangat dicintainya. Dulu juga, Minho samar-samar mengingat ketika dia mengangguk polos melihat foto seorang bocah perempuan menggemaskan yang ia ingin sekali mencubit pipinya yang kelebihan lemak itu. Hari dimana dia dibilang akan bertemu dengan seorang perempuan, dan ia harus bersikap baik dan menganggapnya seperti adiknya sendiri. Tentu saja, dengan mainset tak ada hubungan darah dan bocah yang terlalu mudah untuk dicintai itu membuat Minho diam-diam menjatuhkan panah asmara pada Heenim pada saat bocah itu menyelesaikan sekolah dasarnya.

Semua yang ia lakukan, kejahilan-kejahilannya, perlakuannya yang membuat Heenim seperti anak kecil, kedekatannya dengan Naeun, dan ciuman pertama mereka di Pantai Eurwangni setelah kelulusannya itu merupakan bentuk kalau ia tak ingin ada pria lain yang menganggap Heenim sebagai wanita, membuat gadis itu cemburu dan merasa ingin memilikinya, dan tentu saja, dia tak ingin cemburu buta pada pria yang mendapatkan ciuman pertama dari gadis berambut lurus sebahu dengan senyum yang mematikan itu. Semuanya juga karena dia seorang pria yang posesif dan sangat pencemburu, ingatkan Minho untuk mengatakan itu pada Heenim agar gadis itu tidak flirting dengan pria lain selain dirinya.

Saat menemukan wanita itu pertama kali, melihat parasnya setelah lama tak jumpa, perasaan panas akan kerinduan membakar rongga dada Minho hingga membuatnya tercekik. Melihatnya berubah menjadi wanita dewasa yang menarik, dengan paras wajah manis dan tubuh yang semampai, serta gerak-geriknya yang gemulai membuat Minho harus ekstra mengontrol dirinya untuk tidak menarik Heenim ke dalam pelukan tereratnya saat itu juga. Menghujani paras memikat yang menjadi bunga tidurnya selama ini dengan ciuman penuh kerinduan yang sarat kepemilikan. Hasrat pria terdalamnya langsung disegelnya erat-erat mengingat serangkaian rencana dalam rangka membuat Heenim kembali ke pelukannya, bukan sebagai kakak, namun sebagai seorang pria yang mencintai dan ingin memilikinya.

Dibantu dengan sepupu jauhnya yang pernah sekolah akting dan berparas sangat cantik, Im Yoona, Minho ingin mengetahui apa Heenim terima kalau ia dimiliki wanita lain. Dan tentu saja, hatinya melonjak dan melambung ketika melihat sorot terluka Heenim saat memandangnya yang menggandeng tangan wanita lain. Mendengar bisikan Yoona, Minho menahan dirinya untuk tidak menghambur dan memeluk Heenim yang sedang berusaha menahan tangis. Ia mendengus mengingat betapa tersiksanya saat meeting pertama, dimana Heenim menyampaikan sejumlah laporan finansial, dan program-program yang telah berjalan di stasiun televisi itu. Suara Heenim tidak banyak berubah, hanya terdengar semakin dewasa dan membuatnya harus menggeram tertahan dan mengusir bayangan jika Heenim mengeluarkan suara lain dipelukannya.

Lalu urusan dengan Manajer Kim sialan itu. Oh ya, Minho mengakui betapa menariknya manajer muda yang sangat produktif dan benar-benar jago dalam urusan pekerjaan itu. Tapi siapa yang bisa menahan api cemburu yang menjalari dirinya ketika melihat tatapan manajer itu pada Jung Heenim, wanitanya. Astaga, wanitanya! Berani betul manajer sialan itu memandang Heenim penuh cinta, seakan menganggap wanita itu sudah menjadi miliknya. Ditambah dengan Heenim yang nampaknya terima saja dengan segala bentuk perhatian manajer itu padanya, membuat api cemburu makin berkobar menjalari hati Minho. Apalagi saat melihat Heenim melangkah meninggalkannya dan memilih untuk makan siang bersama manajer sialan itu, Minho benar-benar berterimakasih pada Yoona yang menahannya mati-matian untuk tidak menonjok si Manajer Kim ditempat. Dia benar-benar akan gila jika Heenim menerima pernyataan suka manajer itu dan meninggalkannya. Makanya, tanpa terkendali ia langsung membuat Heenim angkat kaki dari situasi pada saat itu juga sebelum si manajer itu belum sempat berbuat apa-apa yang malah akan membuat Minho makin garang. Saat itu barulah ia menyadari enaknya memiliki pangkat yang tinggi dalam perusahaan.

Memeluk wanita itu lagi, merasakan parfumnya yang sudah dikombinasi dengan aroma tubuhnya menghasilkan aroma lili yang manis dan seksi dipenciuman Minho, membuat pria itu menggeram menahan asa yang hampir membeludak dari dalam dadanya. Namun sekali lagi, demi rencana awal yang telah ia rancang untuk Heenim, ia harus bersikap sebagai seorang kakak walau itu sangat menyiksa. Tidak bertemu selama tujuh tahun sudah membuatnya uring-uringan, ditambah dengan rencana kecil-kecilannya, membuat Minho bertekad untuk menyukseskannya demi apapun juga. Dia tidak rela pengorbanannya selama ini sia-sia. Perlahan, setelah situasi agak tenang, ia memberanikan diri untuk memencet bel pintu.

Ting tong

__

Tok tok

“Heenim sayang, buka pintunyaa,” Minho memanggil Heenim yang langsung mengunci dirinya di kamar sesaat setelah matanya bertemu pandang dengan mata Minho. “Heenim-ku, sayangku, kau marah padaku?”

“DIAM!”

Minho memang sedang panik saat ini, namun ia tidak bisa memungkiri senyumnya yang mulai melebar. Menatap mata Heenim tadi yang seolah-olah akan mencabik-cabiknya dengan penuh perasaan membuatnya ingin segera menenggelamkan diri dalam wangi tubuh wanita itu. “Heenim-ah, aku ingin bicara denganmu. Buka pintunya sayang,”

SIKEURRO!! JANGAN PANGGIL ‘SAYANG-SAYANG’!”

Lagi-lagi Minho menahan tawanya. Dia sudah melihat bagaimana Heenim mewujudkan bentuk patah hatinya. Wanita itu memotong pendek rambutnya, sekaligus mewarnainya. Dan hell, she looks hotter than usual. Meskipun ia suka wanita berambut panjang, namun Heenim sekarang yang berambut pendek juga disukainya. Apapun yang dilakukan Heenim, yang melekat padanya, ia akan menyukainya. “Ayolah, kau tega sekali membiarkanku menunggu di depan kamarmu?”

“SIAPA SURUH KAU DISANA?!”

Oh God. Lengkingan Heenim benar-benar fantastis. Ternyata suara lengkingannya tidak banyak berubah dari dulu. Tetap menggemaskan namun terdengar seksi. Minho mengangkat bahunya mengeluarkan pilihan terakhir. Sebelum ini ibu Heenim sudah memberinya kunci cadangan kamar Heenim, berjaga-jaga kalau wanita itu benar-benar tidak mau membuka pintunya untuk Minho. Dan ternyata benar sekali. “Baiklah, sayangku, kau membuatku terpaksa mengeluarkan pilihan terakhir,” ujarnya sambil memasukkan kunci ke lubang kuncinya.

Klek

UMMAAA!” Heenim melengking tidak terima lagi. Yakin seyakin-yakinnya kalau ibunya juga ikut ambil andil jika Minho sudah memegang kunci cadangan kamarnya.

Minho menemukan Heenim sedang berdiri di depan ranjangnya dengan raut wajah marah. Senyumnya mengembang seraya mendekati Heenim yang seakan membeku melihat Minho. Namun sedetik kemudian, Minho langsung meringis ketika bertubi-tubi pukulan mengenaskan dari tangan Heenim menerjang tubuhnya. “Kau. Cowok. Paling. Brengsek. Kau tahu? Aku benci! Benci! Benci! Dasar brengsek!”

KLAK

“ADAAAWWWWW!” setelah menerjang tubuhnya dengan pukulan disetiap penekanan katanya, kini kepala Minho jadi korban jitakan maut Heenim yang sudah dipersiapkannya bertahun-tahun lalu jika bertemu dengan pria ini. “Jung Heenim! Ini namanya KDRT tahu!”

Tapi tangan Heenim tetap memukul Minho tanpa ampun, melepas semua stress dan penderitaan yang disebabkan oleh pria itu. “Dasar cowok sialan. Cowok brengsek! Aku ingin menyumpahimu dengan semua serapah tapi aku bingung mau menyumpahimu dengan APA! Kau sudah melewati batas holly shit, dasar triple venti espresso shit!” Heenim sudah ngos-ngosan lalu menjauh dari Minho, kembali membungkam mulutnya. Menghindari segala bentuk rupa Minho yang selalu mebuat perasaannya diaduk-aduk. Tidak rela Heenim menjauh begitu saja darinya, dengan sigap Minho menangkap tangan Heenim dan membenturkan tubuh wanita itu dengan tubuhnya, dan mendekapnya erat. “Yak! Lepaskan, kau brengsek! Sudah kubilang aku benci padamu!” berontak Heenim dalam dekapannya.

“Iya, iya, sayang. Aku mengerti. Kau benar-benar cinta padaku,” Minho menyeringai karena yakin sekarang Heenim pasti sedang melotot tidak terima.

“YAK! CHOI MINHO!” Heenim menerjap kaget ketika bibir Minho mengunci bibirnya. Melumatnya lembut, seakan memberikan penghargaan untuk wanita yang diciumnya sekarang. O-oh, Heenim tidak bisa bohong lagi sekarang. Dekapan hangatnya, senyum menawannya dan bibirnya yang selembut beledu membuat seluruh perasaannya terkuak. Ia membiarkan Minho membelai pinggangnya, menariknya semakin erat sementara ciumannya yang lembut perlahan berubah menjadi lebih panas dan intens. Degup jantung keduanya seakan berpacu, apalagi saat Minho merasakan kedua lengan Heenim melingkari lehernya, seolah senang dengan yang Minho lakukan padanya.

Heenim sedikit menarik kepalanya saat dirasakannya persediaan oksigen di paru-parunya menipis. Tautan bibir mereka terlepas, dan Minho kembali mendekap Heenim dan menghujani pelipis wanita yang dicintainya itu dengan ciuman hangat. “Maafkan aku, sayang,”

Heenim hanya bisa diam. Ia bingung harus menjawab apa, tapi ia juga yakin Minho sedang meminta jawaban darinya. Akhirnya ia menutup matanya dan menyandarkan kepalanya ke dada bidang Minho, merasakan tempat ternyaman dipelukan pria itu. “Kau jahat. Aku hampir menjampi-jampimu dengan boneka Voodoo,” gumam Heenim sambil menerawang.

Minho terkekeh lalu membelai lembut rambut Heenim. Oh God, merasakan wanita ini dalam pelukannya terasa benar sekali. “Aku minta maaf,”

“Aku belum sempat menjawabmu dan kau pergi begitu saja. Aku ingin mengatakan sesuatu padamu saat itu, tapi aku tak bisa karena kau sudah hilang ditelan bumi!” protes beruntun keluar dari bibir Heenim, membuat Minho lagi-lagi terkekeh dan semakin mengeratkan tangan kirinya yang melingkar sempurna di pinggang Heenim. “Dan pertunangan palsumu itu apa-apaan, hah?!”

“Iya, sayang, iya. Aku minta maaf. Itu tidak akan pernah terjadi lagi, oke?” ujar Minho rendah di lubang telinga Heenim, membuat wanita itu mengangguk seiring dengan perasaan menggelitik semakin memenuhi rongga dalam Heenim. “Namun kalau tak kulakukan itu aku takkan tahu perasaanmu yang sesungguhnya padaku,” Menyadari sesuatu, Heenim terkekeh pelan dan hendak melepaskan dekapan Minho yang terlihat sangat posesif itu, namun ia hanya bisa merenggangkannya.

“Ternyata ini wujud aslimu,” ujar Heenim sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. “Well, ini yang ingin kukatakan waktu itu,” Heenim perlahan menatap mata Minho dan memberanikan diri untuk membuat kata-kata itu meluncur keluar dari bibirnya. “Aku mencintaimu,”

Minho langsung menyerang Heenim dengan pagutan bibirnya sedetik setelah Heenim mengatakan hal barusan. Perasaannya yang melambung kini terbang lebih tinggi lagi, dan semuanya berkat seorang wanita bernama Jung Heenim. Setelah beberapa saat saling memagut mesra, Minho melepas bibirnya dan menatap Heenim dalam dengan tatapannya yang sanggup memporak-porandakan perasaan wanita. “Aku juga mencintaimu, sayang. Selalu dan selamanya,”

Mendesah penuh bahagia, Minho kembali membenturkan tubuh Heenim dengan tubuhnya, menyelubungi wanita itu dengan kehangatan dan perasaan lega yang meluap. “Kita langsung menikah saja, ya?”

“Eh?” Heenim menerjapkan matanya dan hendak menatap wajah Minho namun pria itu masih memeluknya erat. “Kau sedang melamarku?”

“Ya,” jawab Minho enteng.

Pletak!

“Setidaknya lamarlah dengan cara yang romantis sedikit. Aku tidak akan menjawabnya,” cetus Heenim dan melepaskan dekapan Minho, melangkah keluar kamarnya.

“Yah! Jung Heenim!” tak lama Minho kembali mengembangkan senyum lebar. Ia yakin Heenim juga berniat untuk menikah dengannya. Memiliki Heenim dalam dekapannya, semua terasa benar. Ia tak pernah merasa seyakin ini seumur hidupnya.

Nothing’s gonna change my love for you,

You oughta know by now how much I love you

The world may change my whole life trough,

But nothing’s gonna change my love for you

(George Benson – Nothing’s Gonna Change My Love For You)

END

BEREES! Bagaimana? Ini sudah aku berikan fluff semaksimal mungkin supaya kerasa fluff nya (??), berhubung aku payah banget bikin fluff (._.a). Jadi inilah akhir ceritanya. Iya, agak gak logis sih, tapi aku seneng gitu bikinnya. Fluff soalnya mweheheh😄 Oh ya, aku mau minta maaf sama penggunaan kata agak kurang sopan di atas, yang melibatkan kata sh*t karena kemaren pada mau nge-buli Minho. Jadi, yang berhak ngebuli itu cowok disini sebenernya hanya Heenim.

Maaf kalau ada typo, dan terimakasih yang sebesarnya untuk yang bersabar menunggu drabble-drabble abal ini. Dadaaah~

©2011 SF3SI, reenepott

signaturesf3si

Officially written by reenepott, claimed with her signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

7 thoughts on “Nothing’s Gonna Change My Love For You

  1. si Minho lebay bgt dengan “sayang2” nya Reene^^

    si Minho cinta mati sama si Heenim..

    eh, saya suka lagu itu..
    Walaupun gak tau itu lagu seumuran siapa^^

  2. oh nooo udah lama banget gak baca ff disiniiii dan langsung stak baca ini…
    bisa jodoh gini ya mama sama ayah aku juga suka banget denger lagu ini hohoho :3 *plak
    sukalah suka sukaaaa apalagi main cast nya minho. apa aja kuserahkan untuknya :*
    intinya aku suka… seandainya heenim itu aku~ lalalala~ hahaha sukses bikin gigit sepre sama bantal(?)

  3. Wuaaaahh udah terakhir… bikin lagiiiiii
    Keren… nggak kuat ngebayangin minho bilang “sayang” *pikiran kemana mana*
    Author-nya kece luar biasa🙂

  4. Aku ga kuat… /angkat tangan/

    Uwah author daebak!! Keren bgt kebayang dgn jelas di pikiran… hahaha jinjja daebak… siapa tau ortu aku jg gt #eh

    Smangat!!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s