WW Club – Chapter 16: Team Captain

Title: WW Club – Chapter 16: Team Captain

Author: Mahogany4 (@ItsMahogany4)

Translater: Maria (@Maria2509)

Main cast: Choi Minho, Choi Sulli, Bae Suzy, Jung Krsytal, Goo Hara, dan Lee Jonghyun

Support cast: IU, Heechul, Nicole, Liza (Sulli’s Mom), Fred (Sulli’s Dad) dan masih banyak lagi cast yang akan kalian temuin di crita ini.

Length: Sequel

Genre: School Life, Romance, Friendship

Rating: PG15

A/N: hmm~ chapter 16 is here… J Kalo kalian mau baca versi inggrisnya bisa dibaca di link ini: www.asianfanfics.com/story/view/443818/ww-club-hara-jonghyun-krystal-minho-sulli-suzy-minsul so enjoy the story and hope you like it! I need your comment..

Summary :

“Tidak boleh ada hubungan romantis dalam WWClub. Kita tidak boleh punya hubungan romantis dengan satu sama lain.” – Krystal

 ???????

 

Chapter 16: Team Captain

 

Sulli benci menjadi pusat perhatian.

Tapi dia sudah menjadi pusat perhatian orang-orang sejak berita gempar di Sun Life kalau dia akan menjadi anggota WWClub. Bahkan kantor administrasi! Ketika ia mengunjungi kantor administrasi sore itu, mereka menarik surat mereka padanya untuk mecari klub dan bahkan memujinya karena mampu mendapatkan klub tertinggi di Universitas.

Sudah 4 hari sejak ia menerima tawaran untuk menjadi anggota. Tapi tetap saja dia belum terbiasa pergi ke WW200. Tapi dia harus karena ini akan menjadi dunianya sekarang.

“Sulli, jangan sampai terlambat besok. Besok final pertandingan sepak bola. Kita harus meninggalkan sekolah jam 3 sore.” Kata Hara

“Aku harap mereka menang, mereka sudah bekerja keras untuk mencapai final.” Kata Krystal

Sulli melihat planner-nya.

“Umm …. aku ada ujian besok… sampai jam 4 sore.” Kata Sulli

Suzy berdiri dan melihat jadwal Sulli yang membuat Sulli terkejut.

“Hmm… kau harus ada disana untuk menonton pertandingan besok… Kita harus saling mendukung. One member’s battle is the battle of everyone.” Kata Suzy

“Itu salah satu peraturan utamanya.” Kata Hara tersenyum pada Sulli

“Peraturan… peraturan apa?” Tanya Sulli

“Sebenarnya tidak ada peraturan tertulis… kita sedikit hafal tentang peraturannya. Seperti misalnya, tidak ada rahasia. Kita tidak boleh menyembunyikan apapun pada semua member.” Kata Krystal

“Tidak boleh ada rahasia.” kata Hara menekankan

“Kalau salah satu anggota ada yang ingin tahu isi suratmu, kau tidak bisa bilang ‘tidak, ini urusan pribadi’. Kau harus berbagi dengan kita. Kita benar-benar tidak boleh menyembunyikan apa pun dari satu sama lain.” Kata Krystal. “Tidak peduli seberapa pribadinya surat itu.”

Sulli tidak bisa membayangkan membuka semua rahasia tentang dirinya pada WWClub. Dia belum merasa nyaman pada mereka. Tapi sebenarnya ini akan menunjukkan betapa dekatnya mereka dengan sesama anggota.

“Umm… Yeah ada peraturan yang paling utama juga.” Kata Hara

“Yeah… peraturan yang tidak boleh dilanggar apapun yang terjadi.” Kata Krystal

“Apa itu?” Tanya Sulli

“Tidak boleh ada hubungan romantis dalam WWClub. Kita tidak boleh punya hubungan romantis dengan satu sama lain.” Kata Krystal

Sulli langsung menatap Suzy. Dia mengingat pelukan diantara Minho dan Suzy di ruang ganti lapangan bola… jadi kalau itu hanya pelukan untuk seorang teman? Jadi itu tidak berbeda dengan pelukan yang kemarin terjadi pada mereka?

“Kenapa begitu?” Tanya Sulli. “Maksudku… kalian semua sangat dekat. Dan kalian bersama-sama setiap hari.”

“Hmm… ceritanya panjang.” kata Krystal. “Tapi singkatnya… Kami tidak ingin persahabatan rusak. Hal apapun yang bisa merusak persahabatan kami, jadi kami membuat peraturan itu.”

“Tapi tidak ada sahabat yang berubah menjadi cerita cinta.” Kata Sulli

“Ada cerita yang berakhir bahagia… Tapi ada banyak juga cerita yang berakhir tragis… Dan sangat disayangkan saat kita semua tumbuh dewasa, cerita ‘tragis-teman-berubah-menjadi-pacar’ yang terjadi disekitar orang-orang yang dekat dengan kita.” Kata Krystal

Sulli melihat Suzy tidak berbicara dan hanya menatap kosong ke lantai.

“Tapi jangan khawatir, Sulli. Kita semua sangat mendedikasikan diri kita pada peraturan itu. Benar, kan, Suzy?” Tanya Hara

Suzy mengambil napas dalam-dalam dan tersenyum.

“Ya, Hara benar. Kita tidak boleh membiarkan bagian kecil dari hati kita untuk berdetak lebih cepat dari biasanya baik terhadap Jongyun ataupun Minho.” Kata Suzy. “Dan mereka berdua juga tahu itu.”

“Oh Sulli, kembali ke pertandingan besok… Kita bisa meminta professor-mu untuk memberikan ujian khusus jadi kau bisa bersama kami jam 3.” Kata Krystal

Tapi Sulli tidak menginginkan hal itu. Dia tidak suka perlakuan khusus… itu hanya akan membuatnya jauh dari dunia lamanya… sebisa mungkin dia masih ingin menjadi seorang mahasiswa normal.

———————

Jonghyun pergi untuk menonton latihan terakhir tim sepakbola. Kemampuan tim Minho sudah meningkat drastis. Banyak pemainnya kini mampu mencetak gol. Setelah latihan, Minho dan Jonghyun berjalan bersama-sama menuju WW200.

“Aku tahu kau tidak akan nervous untuk besok, tapi aku yakin pada para pemainmu.” Kata Jonghyun

“Aku nervous.” Kata Minho

“Kau masih merasa nervous?” Tanya Jonghyun tidak percaya

“Ya. Apa kau merasa nervous waktu kau mengikuti kompetisi internasional biola?” Tanya Minho

“Hmm… ya… kau benar, aku tetap nervous.” Kata Jonghyun

“Apa kau sudah memberitahu Sulli tentang pertandingan besok?” Tanya Minho

“Ya, Krystal dan gadis-gadis yang memberitahunya. Tapi aku dengar dia ada ujian besok sampai jam 4 sore.” Kata Jonghyun

“Hmm…. benar…” kata Minho

“Sebenarnya, mereka sudah mencoba memaksanya untuk mengambil ujian khusus sehingga dia bisa bergabung bersama kita. Ini kompetisi pertama sejak kita menerima Sulli dan aku pikir dia harus hadir. Aku rasa akan lebih baik kalau dia melihat kita sangat mendukung satu sama lain.” Kata Jonghyun

“Dan apa yang dia katakan?” Tanya Minho

“Dia bilang tidak.” kata Jonghyun

Minho hampir tertawa. Dia sudah menduga Sulli tidak akan mengikuti ujian khusus.

“Kenapa kau tertawa, dude? Apa kau tidak akan untuk mengikuti ujian khusus?” Tanya Jonghyun

Minho mengangkat bahunya. “Biarkan saja dia untuk saat ini.” Kata Minho. “Dia tidak mendapatkan perhatian khusus seperti kita. Selain itu, dia memecahkan rekorku sebelumnya, kan? Aku yakin dia ingin mendapatkan nilai yang baik… tidak, nilai yang sangat baik juga kali ini. Dan dia harus mengikuti ujian bersama dengan seluruh kelas untuk membuktikan pada mereka kalau dia benar-benar berada diperingkat teratas.”

“Kau sedikit bersikap lembut pada Sulli.” Kata Jonghyun

“Apa maksudmu? Dia itu penerima beasiswa. Dia perlu menyesuaikan diri itu sebabnya, aku tidak ingin dia terburu-buru melakukan sesuatu seperti yang kita lakukan di WWClub.” Kata Minho

“Yah… bahkan sewaktu dia belum masuk di WWClub. Kau sudah bersikap lembut padanya.” Kata Jonghyun

Minho berhenti berjalan.

“Apa maksudmu, Man?” Tanya Minho sedikit serius

“Apa kau menyukainya?” Tanya Jonghyun

Minho melihat sebuah bangku dan duduk disana.

“Sulli itu gadis yang unik. Dia sangat baik dalam melakukan apapun tanpa dia sadari. Dia punya banyak. Dia seperti sebuah batu yang kemudian berubah menjadi berlian.” Kata Minho. “Kau tahu setelah seseorang masuk ke WWClub, kita tidak boleh menyukai mereka, kan?”

“Kita seharusnya tidak bersikap lain dari seharusnya.” Kata Jonghyun. “Kita sudah membuktikannya beberapa kali.”

“Apa aku akan jatuh cinta dengan seseorang dari WWClub lagi atau tidak, tidak ada yang bisa kita lakukan selain melawannya.” Kata Minho

“Sama seperti yang kau lakukan terakhir kali?” Tanya Jonghyun

“Kalau memang diperlukan, akan aku lakukan.” Kata Minho. “Lebih baik tidak usah memikirkan hal ini lagi.”

——————

Sulli mencoba untuk fokus pada ujian. Dia tidak boleh memikirkan pertandingan sepak bola saat ini. Dia harus berpikir untuk yakin agar mendapatkan nilai yang sangat baik.

WWClub sedang menunggu pertandingan dimulai ketika Hara melihat Yonghwa berada di tim lawan.

“Ahh… jadi dia bagian dari tim mereka.” Kata Hara

“Siapa?” Tanya Jonghyun

“Orang yang selalu menantang Minho.” Kata Hara

“Orang yang merasa Minho adalah saingannya tapi Minho tidak pernah mempedulikannya.” Tanya Suzy

“Ya, itu dia, kan?” tunjuk Hara

“Ini pasti menarik. Minho masih tetap yang terbaik. Tapi permainan Yonghwa juga tidak buruk. Tanpa Minho dia bisa menjadi nomor 1.” Kata Krystal

Pertandingan dimulai tapi Minho tidak masuk dibarisan pemain.

“Apa pelatih itu pikirkan?” Tanya Suzy. “Kenapa Minho ada dibangku pemain cadangan?”

“Hmm… Aku juga tidak yakin… tapi dengan Yonghwa berada dilapangan… Aku rasa bukan rencana yang baik kalau Minho tidak turun bermain.” Kata Jonghyun

Pertandingan dimulai dan dalam beberapa menit pertandingan dimulai, Yonghwa mampu mencetak gol.

“Hmm… keadaannya tidak bagus. Semua kerja keras yang dilakukan oleh tim Minho akan sia-sia kalau mental timnya dihancurkan oleh kehadiran Yonghwa.” Kata Krystal

“Kau benar… Aku benci mengatakan ini, tapi kalau Minho tidak secepatnya turun ke lapangan, Sun Life mungkin saja kalah.” Kata Suzy

Jonghyun tidak mengerti apa yang ada dipikiran Minho. Dengan jalannya pertandingan seperti ini, Minho harus secepatnya mengambil tindakan.

“Hei, jam berapa sekarang?” Tanya Jonghyun

“Hampir jam 03:30. Kenapa?” Tanya Hara

“Aku belum melihat Sulli dimanapun” Kata Jonghyun

“Ujiannya sampai jam 4 sore. Dia bilang dia akan langsung kesini setelah dia selesai ujian. Aku harap dia masih bisa menonton pertandingan sebelum pertandingannya selesai.” Kata Krystal

“Aku akan kembali ke SunLife.” Kata Jonghyun

“Kau tidak bisa pergi, pertandingan sudah dimulai. Kita harus mendukung Minho.” Kata Hara

“Ya, tapi aku rasa Sulli bisa menonton sampai pertandingan terakhit kalau dia pergi ke sini sendiri. Aku akan pastikan kami berdua berada disini sebelum pertandingan selesai.” Kata Jonghyun

“Jonghyun benar. Kita belum lengkap sampai Sulli ada di sini. Kau boleh pergi Jonghyun.” Kata Suzy

——————-

Isi kepala Sulli seakan tumpah. Apa dia baru saja membuang semua yang ada di otaknya ke dalam kertas ujian?

Dia keluar ruangan ujian dan menjadi siswa pertama yang menyelesaikan ujian. Ini bahkan belum jam 4.00. Dia selesai sedikit lebih awal dari waktu yang sudah ditetapkan. Tidak apa-apa, dia harus pergi menonton pertandingan.

Sulli berlari menuruni tangga secepat yang dia bisa dan melihat Jonghyun didepan gedung Business menunggunya dimobil.

“Jongyun… kenapa kau disini? Aku pikir kau berada disana.” Tanya heran Sulli

“Aku datang kesini untuk menjemputmu. Kami ingin memastikan kalau kau akan datang menonton pertandingan.” Kata Jonghyun

Sulli tidak tahu dia harus merasakan apa. Dia tidak terbiasa diperhatikan seperti ini… yah, kecuali sewaktu Heechul masih ada didekatnya. Tapi itu sudah lama sekali dan rasanya benar-benar aneh sekarang.

Sementara Jonghyun mengemudi, ia mengatakan pada Sulli apa yang terjadi dalam pertandingan yang membuat Sulli khawatir. Minho mempunyai keyakinan yang besar pada tim sepakbola-nya. Dan jadi dia rasa Minho tidak mungkin membiarkan mereka kalah. Tapi Apa yang sebenarnya Minho pikirkan?

Sulli bisa melihat banyak orang yang mengantri untuk naik bus dan kereta.

“Wow… Kau benar… Aku tidak bisa sampai kesana kalau pergi sendiri.” Kata Sulli

“Semua orang ingin menonton pertandingan ini. Pertandingan inilah yang paling sering mereka bicarakan didalam kampus.” Kata Jonghyun

“Ahhh.. begitu.” kata Sulli

“Kau tidak suka olahraga?” Tanya Jonghyun

“Umm… tidak terlalu…” kata Sulli

“Apa saja yang kau kegiatanmu dulu?” Tanya Jonghyun

“Aku membaca buku-buku… sangat banya.” Kata Sulli

“Ahhh…. Kau dan Hara akan lebih cepat akrab satu sama lain.” Kata Jonghyun. “Dia juga suka membaca. Dia punya banyak buku di perpustakaan rumahnya.”

“Wow benarkah?” Tanya Sulli sedikit antusias. Sulli sangat menyukai buku. Kalau dia punya perpustakaan pribadi dirumahnya rasanya seperti disurga pasti!

“Walaupun dia kadang-kadang terjebak dalam cerita buku itu juga.” Kata Jonghyun yang membuat Sulli tertawa

“Dia unik. Dia kadang-kadang bertingkah seperti anak kecil, tapi dialah yang membuat semuanya terlihat menyenangkan.” Kata Jonghyun

“Kau benar, bagaimana kalian semua bisa bertemu?” Tanya Sulli

“Oh … Yah kami masih anak-anak waktu itu. Minho dan Krystal menjadi teman ketika mereka bertemu secara tidak sengaja disuatu tempat bermain. Mereka baru berumur tujuh tahun saat itu. Dan kemudian Hara dan aku bertemu karena orang tua kami berteman. Kemudian kami diperkenalkan ke Minho dan Krystal ketika aku masih berumur 8 tahun  di sebuah pesta anak-anak. Kemudian kami selalu bertemu ditempat itu di mana Minho dan Krystal sering bermain. Kemudian setelah beberapa bulan, pendatang baru dari Amerika tinggal didekat daerah kami bermain. Itu Suzy.” Kata Jonghyun. “Ini cerita biasa tentang anak-anak kecil bertemu teman-teman.”

“Hanya karena itu kalian terlihat jauh dari biasa.” kata Sulli

Jonghyun terkekeh.

“Ya… kita tidak tahu dulu. Dulu yang kami tahu Suzy dan Krystal harus pulang lebih awal karena ada latihan. Hara pergi kesana kemari selama beberapa minggu untuk mengikuti kompetisi catur. Hal itu juga sama denganku ketika aku harus mengikuti kompetisi. Kadang-kadang kita akan melihat Minho di sebuah acara TV karena kejeniusannya. Tapi tak satu pun dari kami memikirkan betapa spesialnya kami, itu karena kami semua sedang sibuk mengerjakan sesuatu.” Kata Jongyun. “Bagaimana denganmu.. cerita sewaktu kau kecil seperti apa?

“Kebalikan dari kalian…  Sewaktu kau masih kecil kau berpikir kau normal seperti yang lainnya. Tapi akhirnya kau mengetahui kalau kalian semua itu spesial. Aku… ketika aku masih kecil, semua orang memperlakukanku terlalu istimewa… sampai waktu aku masuk SMA, aku harus menerima kenyataan pahit kalau aku hanya gadis biasa.” Kata Sulli

‘Wow… itu berat.’ Pikir Jonghyun. Pasti ada sesuatu yang harus dipecahkan tentang masa lalu Sulli. Dan dia yakin WWClub akan membantunya.

“Apa itu stadionnya?” Tanya Sulli

“Yup, kita sudah sampai!” Kata Jonghyun

————–

Minho mengharapkan timnya dapat bermain lebih baik. Tapi waktu ia melihat kalau Yonghwa ada di tim lawan, dia sudah tahu semuanya tidak semudah itu. Tapi belum saatnya dia bermain. Timnya harus mencetak gol sebelum dia masuk. Itulah kesepakatan yang sudah disetujui oleh timnya.

Dari tempat duduknya, Minho bisa melihat WWClub. Meskipun dia fokus pada pertandingan, ia tahu kalau Sulli belum bersama mereka. Dia tahu kapan Jonghyun pergi. Dan ketika ia melihat Jonghyun masuk kembali diikuti oleh Sulli, dia tahu waktunya sudah tiba.

————–

“Hei, aku senang kalian berdua berhasil sampai kesini!” Kata Suzy

Banyak orang yang mulai memfoto Sulli.

“Jangan khawatir, Sulli. Kami ada disini. Kau tidak perlu merasa canggung pada mereka semua.” Kata Hara

“Bagaimana keadaan tim?” Tanya Jonghyun

“Tidak bagus. Sudah 3-0, skor SunLife 0. Dan kita hanya punya sisa beberapa menit lagi. Minho masih di kursi cadangan… tunggu… Dia berdiri!” Kata Krystal

Penonton mulai berteriak ketika mereka melihat Minho mulai melakukan pemanasan dan peregangan otot.

“Dia akan bermain.” Kata Suzy

“Kenapa baru sekarang?” Tanya Hara

Dan tiba-tiba Sun Life mencetak gol.

Jonghyun kagum. Dia sedikit berpikir kalau Minho ingin memastikan timnya mencetak gol terlebih dahulu sebelum dia masuk ke lapangan. Tapi Minho sudah melakukan pemanasan bahkan sebelum mereka mencetak gol. Apa dia sudah memprediksi mereka akan mencetak gol? Apa dia bukan hanya jenius tapi seorang peramal juga?

Hanya dalam beberapa menit, pemain sebelumnya digantikan oleh Minho.

“Sekarang, inilah pertandingan yang sebenarnya.” Kata Hara

Minho masuk dalam pertandingan dan hanya dalam beberapa detik bisa merebut bola dari Yonghwa. Hanya dalam hitungan menit, ia mencetak gol kedua untuk Sun Life.

“Dia menjadi seperti orang gila kalau sudah disana.” Kata Suzy

“Dia harus mengejar ketinggalan skornya.” Kata Jonghyun

Sulli kagum. Minho benar-benar monster sepakbola.

Kemudian satu gol lagi terjadi setelahnya sampai waktu berakhir dan skor akhirnya adalah 3-5 untuk Sun Life.

“Minho sudah bekerja keras.” Kata Hara

“Itu 10 menit terakhir tergila yang pernah aku lihat dalam pertandingan.” Kata Suzy

C’mon!” Krystal memanggil semua orang menuju kursi pemain untuk mengucapkan selamat pada Minho.

Ketika mereka sampai di sana, Suzy, Hara dan Krystal langsung memeluk Minho. Jonghyun hanya menepuk lengan Minho. Itu adalah adegan yang bagus untuk ditonton… teman-teman mendukung satu sama lain dalam pertandingan teman yang lain dan merayakan kemenangan mereka bersama-sama.

Minho melihat Sulli berdiri hanya beberapa langkah darinya dan memberi isyarat agar Sulli mendekatinya. Sulli ragu-ragu pada awalnya tapi tetap berjalan ke arah mereka. Minho langsung memegang lengan Sulli dan menariknya agar lebih dekat dengannya. Dia melingkarkan lengannya di bahu Sulli, punggung Sulli menghadap ke Minho. Dia kemudian mengusap rambut Sulli dengan sikap seperti mengacak-acak rambut Sulli..

“Kenapa kau tidak merayakannya bersama kami?” Tanya Minho

Sulli mencoba untuk memegang tangan Minho agar menjauh dari rambutnya yang sudah seperti sarang burung itu.

“Tidak. Aku juga merasa ikut senang untukmu.“ Kata Sulli

Minho kemudian membalikkan tubuh Sulli agar berhadapan dengannya. Tangannya berada di lengan Sulli.

“Baguslah kalau begitu. Aku senang kau datang.” Kata Minho sambil menepuk rambut Sulli.

Sulli melihat sekelilinya. Suzy, Krystal, Hara, dan Jonghyun tersenyum seolah-olah mengatakan kalau Minho benar.

Hara memeluk kedua Minho dan Sulli. Semua anggota juga ikut bergabung dalam group hug.

“Ahh.. mari kita buat group hug ini menjadi tradisi kita mulai sekarang.” Kata Hara

Adegan tersebut membuat orang-orang terkejut. WWClub… tidak pernah menunjukkan betapa hangatnya mereka pada orang lain… Bahkan dari dulu juga tidak pernah, mereka hanya memberikan pelukan cepat untuk mengucapkan selamat kepada satu sama lain. Hal itu membuat semua orang penasaran, bingung, dan berpikir.

To be continued

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

10 thoughts on “WW Club – Chapter 16: Team Captain

  1. yah minho ga bisa ska sama sulli donk klo sama2 anggota wwclub. mkin penasaran sama kelanjutannya. next yg cpet ya thor ^_^

  2. wahh, ada praturan ga boleh sling suka satu sma lain jga yaa d ww club? trus gmna dong minsul? sulli kliatannya ada rasa gtu kan sma minho, minho nya jga kyknya iya… trus gmna dong mrka?

  3. Masih suka bacanya😀 Udah pernah baca di blog minsul🙂 dan masih fall in love ama couple MinSul iniii :*
    Author bikin ceritanya asik bener siy.. Fresh banget, gak terlalu berat, enak dibaca.. Tapi, konfliknya tetep seruuuu (y)
    Ayo Author semangat lagi bikin FF ini!still waiting for next chap🙂

  4. keren banget thor…. totally into it, next part nya di cepetin ya, hihi.. oya.. annyeonghaseyo aku reader baru di sini..😀

  5. Hmm membingungkan.
    Tp sepertinya memang Suzy menyukai Minho.
    Dan Minho? Oh, ternyata dia pun pernah menyukai slh satu dr ketiga yeoja di grupnya. Jangan” jangan….
    Minho sama Sulli ini makin sweet aja, dgn hal” dlm kebersamaan mereka x)

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s