[TAEMDAY] Reading

Reading

Author                  : dhila_kudou

Title                       : Reading

Main Cast            : Lee Taemin

Genre                   : Life

Rating                   : G

Type                      : Alternative Universe (AU)

Length                  : Drabble (775w)

Author’s note   : (Lagi-lagi) kepengen banget buat berpartisipasi dalam event SF3SI. Waktu senggang sih banyak, tapi gak bisa buat nyentuh laptop. Sekarang langsung buru-buru ngejar deadline. Apadaya segini yang bisa kubikin. Hmm, moga gak terlalu mengecewakan ya :’’

Terakhir, happy birthday to you, Taemin-ssi😀

–==–

Membaca bukanlah hobiku.

Tapi itu sebelum aku bertemu dengan dia yang membuatku mencintai dunia baca ini.

–==–

Kugeser bangku kayu itu pelan untuk kududuki setelahnya. Musik klasik masih mengalun rendah dari speaker di sudut langit-langit ruangan. Aku sengaja memilih ruangan dengan musik karena aku tidak terlalu menyukai keheningan. Hening membuat telingaku berdenging.

Kubuka lembar pertama buku setebal lebih kurang 300 halaman di hadapanku. Belum separagraf aku sudah bosan. Aku menguap sebentar sambil mengalihkan pandangan ke meja baca di seberangku. Kulihat seorang bocah laki-laki membaca sebuah buku yang tebalnya membuatku mual. Kalau tak salah mengingat, ia mengambil buku itu dari lemari arkeologi. Ia terlihat begitu antusias membalik-balikkan halamannya, sangat berbeda denganku.

Aku sering melihatnya di perpustakaan umum dekat tempat tinggalku ini. Itu juga kebetulan karena aku berada dalam masa skripsi yang membutuhkanku untuk menjelajah berbagai buku-buku yang kujauhi sebelumnya. Aku tak suka membaca. Membaca adalah kegiatan yang membosankan dan membuatku mengantuk. Aku tak habis pikir bagaimana bisa orang membuat buku-buku setebal itu, dan bagaimana juga orang bisa khatam membacanya. Tapi lihatlah, sekarang aku tak bisa lepas dari kegiatan itu.

Sementara motifnya, aku yakin karena hobinya adalah membaca. Terlihat dari ragam tema buku yang pernah ia pinjam sebelumnya untuk dibaca langsung di ruang baca perpustakaan ini. Dari taksiran penampilannya, aku pikir dia masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Sebuah kejutan bagiku kalau dirinya juga pernah meminjam buku motivasi dalam berbisnis atau berpolitik. Dia pasti tipe orang yang begitu kritis dalam berpikir di usia semuda itu.

–==–

Sejam berikutnya kulihat dirinya bangkit dari duduknya untuk mengembalikan buku yang ia baca. Kali ini aku tak bisa lepas mengamatinya.

Lagi-lagi momen ini kembali membuatku terheran. Ya, gaya jalannya yang terkesan begitu lamban untuk seukuran anak-laki-laki seusianya. Begitu lamban untuk mencapai lemari buku tersebut.

Aku meninggalkan meja bacaku, lalu berjalan menghampirinya. Hitung-hitung menghilangkan rasa kantuk yang menyerangku.

“Mau dibantu?”

Ia menoleh menatapku yang sejengkal lebih tinggi dari dirinya. Matanya begitu polos, terlihat tak fokus menatapku.

“Tak usah. Aku bisa sendiri.”

Ia meneruskan langkahnya hingga akhirnya sampai ke rak buku yang ia tuju. Ia menyisipkan buku tebal itu di antara buku tebal lainnya. Lalu berdiri menghadapku kembali dengan pandangan lurus dan datar.

“Maaf, aku tak mengenal Hyung. Tapi aku yakin Hyung pasti ingin bertanya mengapa aku berjalan selamban itu. Benar?”

“Mengapa kau bisa menebaknya?”

Ia tergelak, “Hampir seluruh pengunjung perpustakaan ini sudah pernah menanyakan hal yang sama, Hyung. Aku mengalami ambliopia sejak kecil.”

Aku menatapnya bingung, “Ambliopia?”

“Mata malas bahasa awamnya, Hyung. Jadi aku tak bisa melihat benda dengan fokus. Itu kata dokter mata yang menanganiku saat kecil.”

“Tapi, minatmu dengan buku sangat tinggi sekali kalau aku lihat.”

“Iya, namun sayang, aku tak bisa melihat hurufnya dengan jelas. Aku hanya terpukau dengan tebal dan warna sampulnya.”

Mulutku ternganga.

“Aku penasaran dengan apa yang dibaca orang-orang di luar sana. Aku juga ingin membacanya. Aku harap semakin sering aku melihat huruf-huruf hitam itu, mataku bisa terlatih untuk bisa fokus dengan baik.”

“Lalu, metode itu berhasil?”

“Sampai sekarang sayangnya tidak. Tapi tak mengapa, aku tetap menikmatinya.”

“Sebentar, aku bingung. Jadi kalau melihat jauh, pandanganmu akan kabur, begitu?”

“Melihat dekat pun juga demikian,” koreksinya.

“Kamu tak memakai kacamata?”

Ia tersenyum, “Tetap gak mempan, Hyung. Aku pernah memakainya dan malah membuat mataku semakin lelah.”

Aku terdiam. Jadi dia bukanlah penikmat buku seperti yang kukira. Dia hanya penasaran dengan barisan hitam yang mengisi tiap lembaran buku. Berbanding terbalik denganku yang begitu muak dengan benda bernama buku itu. Aku merasa tertampar. Nikmat mata yang kupunya sudah aku sia-siakan rupanya. Pasti lebih berguna jika dialah yang memilikinya.

“Maaf Hyung, sekarang sudah jam berapa ya?”

Aku menyudahi lamunan singkatku. Ia sebenarnya juga memakai jam tangan. Tapi aku tak perlu bertanya lebih jauh mengapa ia tak memanfaatkan benda itu.

“Jam 1 siang, eum.. namamu siapa?”

“Terima kasih, Hyung. Namaku Yoogeun. Aku pamit keluar dulu.”

Anak laki-laki itu berbalik badan. Ia berjalan lambat menjauhiku sambil menggapai tepi lemari, lalu berbelok ke arah pintu keluar. Aku kembali ke meja bacaku. Terdiam mengamati buku tentang penelitian yang sudah dua kali aku pinjam, tapi satu bab saja belum khatam juga kubaca. Aku terdiam menatap buku tulisku yang hanya berisi setengah halaman untuk tulisan, sementara setengah lainnya diisi dengan coretan tak jelas.

Sepertinya aku akan memperbaiki cara berpikirku dalam menghadapi sebuah buku. Boleh jadi membaca bukan hobiku, tapi bukan berarti aku boleh membencinya. Darimana ilmu kan kudapat kalau bukan dari sebuah buku?

Kududukkan lagi badanku di kursi kayu. Kusambar buku di hadapanku dengan mantap sambil membulatkan tekad dalam hati. Semoga aku mengerti dan tak mengantuk lagi membaca sebuah buku.

Saksikanlah wahai deretan buku-buku yang terpajang disekelilingku ini. Saksikanlah wahai dinding berwarna krem pucat yang kokoh berdiri melingkupiku. Aku akan berubah mulai hari ini.

Demi masa depanku.

THE END

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

18 thoughts on “[TAEMDAY] Reading

  1. wow. dhil, beneran deh ini bikin speechless. aku bukannya nggak suka baca sih, tapi tetep aja merinding. maksudku, wow, di antara sekian banyak hal yang mungkin kita anggap membosankan, ada yang memperjuangkan hal itu mati-matian, bahkan meskipun dia kekurangan. wow, just wow

    1. Sebenernya cerita ini buat nampar aku sendiri yang maleeees banget baca buku, terutama non fiksi.. novel itu pun aku baca kalo direkomendasiin berat sama yg lain. Hahahaha…

      wow jugaa baca komen darimu zaak, ihi..makasi banyaak ya udah singgah ke sini😀

  2. Tiba-tiba berubah dalam sekejap, tak lama antusias pun hilang karena bosan. Yah, membaca sebenarnya seru hanya saja membaca buku yang terlalu tebal sedikit membosankan dan jenuh. Perjuangan membaca itu bagus, otak juga menjadi kerja lebih baik. Yoogeun hanya melihat deretan tulisan yg sulit dibacanya lalu apa yg dia lihat dan baca.

    1. Iya, pastinya yg tebel gak bisa dilahap dalam waktu sebentar, pasti ada rasa bosan ditengah2nya…hehehe.. aku juga gak bisa menikmati buku2 dengan baik, makanya tercipta cerita ini, itung2 nyoba menyemangati diri..ahaha..

      Makasi banyak yaa Imelia udah singgah ke sini… :D

  3. dhila,
    ini bagus banget buat nampar orang kaya aku yang udah mual juga baca buku hinggg
    nggak nyangka sih dari hal yang simpel begini si taem bisa belajar banyak dari yoogeun, untuk setidaknya bersyukur bahwa dia masih bisa baca meskipun nggak terlalu suka
    makasih atas ceritanya ^^

    1. Ini juga buat nampar aku kak…ahahaha… waktu bikin ini emg pas lg zaman2 skripsian, trus ngisi kebosanan dg bikin beginian. Gak nyangka malah bikin cerita yg nampar aku gini, makanya malu buat lgsg publish. Soalnya sampai skrg pun aku ttp males baca buku..ahahaha… #plakkk

      Nah, iyaa.. itu pesan yg pngen la sampaikan. Wkwk

      masama Kak kuku, makasi jugaa udah singgah ke siniii😀

  4. Em. Apa ini??!! Haha nggak kok… Canda…
    Well, ini pesan nya nusuk ke hati yah… Haha… Gak pernah betah baca buku… Gak tau kenapa…
    Mulai saat ini pengen rajin baca (boong nih) haha xD

    1. Wakakakak… aku juga masih ttp males baca buku kok #dor
      . Dan yah, makanya pengen bikin ini, trus baca cerita ini berulangkali, kali aja bisa termotivasi, walau blum ada efeknya sih sekarang.. #gubrak

      Makasi banyak yaa dita udah berkunjung ke sinii😀

  5. apa cuma aku yang baru tau kalo ada kelainan bernama ambliopia ini?;__;
    ini bener2 bikin kita harus bersyukur dan lebih bisa memanfaatkan nikmat tuhan yg udah diamanahkan ke kita ya :’)
    thanks for making this!❤

    1. La juga gak trlalu familiar dgn masalah mata yg ini, plus blum pernah liat kasusnya langsug.mgkn aja ada yg gak pas sama gejala sbnrnya..ehehe.. tp lbih kurang sperti ini lah kak penyakitnya…hehee..

      Iya, alhamdulillah kita masih bisa melihat dgn sempurna🙂

      Masama kaak, makasi jugaa udah berkunjung ke siniii😀

    1. Alhamdulillaah kalo gituu..wkwk.. seneng bisa bagi2 motivasi macem ini…hahahai..

      Makasi banyak yaa ohminchan udah singgah ke sinii😀

  6. I just wanna say that you have improved a lot , despite of having problem in expressing your ideas, as what you said to me several months ago.
    This is your another masterpiece🙂
    You will find your diamond in no time, although you just have a piece of charcoal for now, as long as you want to sharpen it again and again.
    ♥♡♥

    1. Makasi banyak kak.., kk emg pengertian banget. Ini juga kalo gak kk yg ngajarin juga gak bisa berkembang tulisan dhila..hehehe #hug

      Seriusan gak tau mau bales apa. Yang jelas makasi banyak atas motivasinyaa…alamak, napa mesti pake bhsa inggris gini? Jadi timpang kan balesan komennya Lol
      kalau ada waktu dan kesempatan la terus asah pastinyaa.. aamiin..
      #bearhug❤

  7. Ah, yeah. Kalo aku gimana yah, baca sih baca buku pelajaran tapi jarang. Sekalinya baca pasti buat belajar, aku lebih suka ngehitung gitu dari pada baca apalagi ngafal.
    Mau bilang, emang cerita kakak cocok buat anak-anak sekolahan hahaha untuk aku juga sih. Aku punya satu novel tebel -banget- yang genrenya itu hukum dan sampe sekarang belum kelar-kelar baca novelnya. Agak bosen juga sih bacanya, kehidupan orang yang idup sebelum masehi gitu. Sedangkan masa penjajahan aja aku belum tentu inget.
    Okeeeh, cocok dan bermakna banget buat harinya si Taem hahaha

    1. ITU AKU BANGEET..seriusan deh aku lemah banget kalau soal hapal menghapal. Kemampuan linguistik aku rendaah ketimbang hitung2an. Huhuhu

      iya, Plus untuk aku sendiri juga yang males nian baca buku. Nah, novel yg dirimu ungkapin itu bukan aku banget..wkwk. cakupan genre favoritku itu kecil banget. Cuma bisa melahap yang ringan2 doang =_=”

      Haha, alhamdulillaah kalo gituu..wkwkwk..makasi banyak yaa aidazzling udah mampiiir ke sinii😀

  8. FF nya bener2 inspiratif!🙂 salut banget buat author nya! *thumbs up*
    Awal2 baca FF ini, rada-rada sebel gitu sama taetaem –#ditabok Soalnya saia ini bookaholic! *gaada yg nanya* ehh.. Pas tengah2 nya, lumayan terharu juga sama penuturan yoogeun #hiks
    And buat taetaem, rajin2 tuh baca Buku! #dijitaktaem
    Ahh.. Beneran suka sama FF ini!😄.
    One word : EXCELLENT !😉

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s