Love is Like A Knife

Title                 : Love is Like A Knife

Author             : Keyeoja

Main Cast        : Find by yourself😛

Length             : 569 words

Genre              : Romance, angst (?)

Rating                         : PG-13

A/N                 : ada yang masih ingat aku? Kalau nggak ingat juga nggak papa sih. Sebelum kalian baca ini, aku cuman mau bilang, jangan tanya kenapa judulnya begitu, dan apa hubungannya dengan isi cerita. Aku bener-bener nggak tau mau ngasih judul apa, dan lagipula ff ini cuman ff abal yang aku buat untuk ngisi waktu luang selama ngedownload drama *hadeh*. But still, keep RCL

Hanya mampu memandang jauh, dan itu sudah cukup bagiku. Aku tak butuh kau untuk tahu perasaanku, hanya dengan melihatmu dari jauh sudah cukup bagiku.Kau bahagia dan aku pun bahagia, cintaku sesederhana itu, jika kau ingin tahu.

Oh, dan melihatmu menangis tak berdaya seperti saat ini sungguh membuatku sangat sakit. Rasanya aku ingin melakukan sesuatu, tapi aku bisa apa? Aku tak tahu apa yang bisa kulakukan untuk membuatmu menyingkirkan air mata itu dari wajahmu. Tepatnya bukan aku orang yang mampu melakukan itu untukmu.

Kau tahu, aku juga sakit. Di sini. Di ulu hati ini. Di sana terasa seperti ada sebilah belati tajam yang tak berhenti menusukku, menghancurkan hatiku hingga tak lagi berbentuk, benar-benar hancur.

Lucu untuk memikirkan bahwa penyebab semua ini adalah cinta. Cinta yang dikatakan orang-orang indah dan bahagia tapi ternyata juga mampu menjadi sakit dan memilukan.

“Kau belum pulang?” jangan menatapku seperti itu, sebelum aku semakin jatuh padamu dan semakin merasa sakit. Dan kau hanya menggeleng, tersenyum sambil buru-buru menyeka air mata itu, tak perlu kau tutupi pun aku sudah tahu.

Dan hening.

Tak apa. Kita memang sedang tak butuh kata-kata di sini,karena memang kata-kata tak akan cukup untuk membantu kita saat ini.

“Menangislah jika memang tak bisa kau tahan.”, dan kau hanya menatapku, seolah tak mengerti, membuatku semakin tak bisa mengendalikan diri. Kumohon, hentikan tatapan itu, sebelum aku semakin larut dalam rasa sakitku.

“Kupikir sudah cukup bagiku menangisinya,” ya, kau benar. Jangan menangisinya lagi, karena air matamu begitu berarti untuk kau buang percuma. Karena tanpa kau tahu, di sini ada aku yang siap menampung semua tetes air matamu yang berharga.

“Aku tak tahu ternyata bisa sesakit ini,” ya, kau memang tak pernah tahu, tahu jika aku juga merasakannya padamu, bukan? Bahwa aku juga merasa sakit, karena cintaku padamu, dan kau tak pernah tahu itu!

“Aku tak pernah tahu kalau apa yang kau rasakan benar-benar sesakit ini, atau mungkin lebih sakit lagi daripada apa yang aku rasakan,” dia memandangku penuh arti. Membuatku terdiam. Dia tahu!

“Ba- baga–”

“Ini,” sebuah kertas disodorkannya padaku, membuatku terkesiap, menatapnya tak percaya. Secarik kertas berisi tumpahan rasaku padanya, yang tak pernah bisa aku sampaikan langsung. Terakhir kali kuingat, kertas itu sudah berakhir di tempat sampah.

“Kupungut saat tak sengaja memergokimu membuangnya,” seolah menjawab keraguanku.

“Maaf–”

“Tak perlu meminta maaf, kau punya hak untuk itu,” hening lagi.

“Maafkan aku,” aku menatapnya tak percaya. Lelaki ini, bagaimana dia bisa meminta maaf saat ia bahkan tak memiliki salah apapun.

“Maafkan aku untuk semua rasa sakit yang kau rasakan.”

“Tak perlu, bukan kau yang menyebabkannya. Aku yang memilih untuk merasakannya, karena aku memilih untuk mencintaimu,” kutatap matanya yang balas menatapku, ada sesuatu di sana, di dalam matanya, sesuatu yang tak bisa aku mengerti.

“Tapi, Ah, Rim…”

“Ya?”

“Bisakah kau bersabar sebentar lagi? Bisakah kau menungguku? Karena kali ini aku akan mencoba pulih dengan cepat dari rasa sakit ini. Jadi kumohon, bersabar sebentar lagi saja, karena secepatnya aku akan belajar mencintaimu,” aku benar-benar menatapnya tak percaya.

“Jadi, bersabarlah menunggu. Kumohon.”

“Aku kira aku sudah terlalu lama menunggumu…”

“Kumo–”

“Dan mungkin menunggu sedikit lama lagi tidak masalah, Jjong,” aku tersenyum, dia tersenyum. Dan kupikir, masih ada secercah harap yang menungguku di depan sana. Aku akan menjalaninya, tak peduli bagaimana hasil akhirnya nanti.

Cinta itu unik, seperti sebilah pisau bermata dua. Di satu sisi, ada sakit dan pengorbanan, di sisi yang lain ada bahagia tak berujung. Bagaimana pisau itu akan membelahmu, kau tak akan pernah tahu.

END

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

16 thoughts on “Love is Like A Knife

    1. makasih udah mampir dan ninggalin jejak ^^

      well, if I have another time, I’ll try to make one that long enough for you to read, once again makasih masukannya ^^

  1. hey, pertama makasih udah mampir, baca dan meninggalkan jejak.
    kurang panjang ya? namanya juga ff iseng, maaf ya ^^ lain kali aku bikin yang rada panjangan deh

    karakter ceweknya ga jelas ya? aku nulis karakternya berdasarkan seseorang sih, hehe

    makasih ya kritikannya, kalau punya waktu, aku bakal bikin yang lebih baik dari ini

    1. wah ternyata ada yg bingung.
      Sebagai author ngerasa gagal *pundung*

      ini si akunya itu si ceweknya, tapi terserah kamu juga sih mau menginterpretasikannya gimana

  2. hm… jadi akunya tuh jonghyun y…
    y, sedikit bingung d awal karena aku bayangin pasti cewek yg sering nangis n cowok yg memendam rasa. ternyata terbalik. hahaha…

    good story, by the way. so simple. lain kali dipanjangin y, biar lebih kompleks n lebih dapet feelnya. semangat~~~

  3. aduh bayangin jjong nangisnya itu… aaa crying puppy;; xD gemesssh wkwk
    jujur sebenernya aku pernah punya ide cerita kaya gini. ya, cinta yg terpendam gitu /gaknanya/ bhaha
    semangat berkarya~ ditunggu cerita2 lainnya ^^

    1. wah terima kasih udah mampir ^^
      emesh kan kalau jjong nangis *sukaliatjjongnangisemanganaknya*

      terima kasih juga dukungannya, ditunggu aja ya ^^

  4. ”Cinta itu unik, seperti sebilah pisau
    bermata dua. Di satu sisi, ada sakit
    dan pengorbanan, di sisi yang lain ada
    bahagia tak berujung. Bagaimana
    pisau itu akan membelahmu, kau tak
    akan pernah tahu.’

    aku suka kata kata itu author🙂

    1. wah terima kasih banyak! ^^
      I just tried to arrange some good thing to put in story, ga taunya ada yg suka kata2 rangkaianku yg aneh ini.
      makasih sudah menyempatkan waktu buat baca ya ^^

  5. Ah kim jonghyun…. Crying like a puppy (;A;) sini aku adopsi /?
    Well nice one. Semangat buat si aku, semoga cerita cintanya sama jjong bakal manis dan worth it sama sakit yang udah dia rasain selama ini.

  6. Ihhh…maniiss….
    Aduduh…jjong…knpa kamu nangis sayang??? Sini ama aku aja sayang…..*pukpukjjong* #digaplokblingers

    Cakep ihh….
    Andai aja kisah aku kaya gitu uhmmm……
    Sayang kisah aku gak seindah itu..ckckckck….
    Ya Gapapalah…masih punya jjong :-*

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s