Of Pride and Descendants

Of Pride and Descendants

 

Author            : Liana D. S.

Main Cast       : SHINee (Onew, Jonghyun, Key, Minho, Taemin)

Support Cast  : dicari sendiri ya, banyak sih… #eaa

Length            : Total 1,, kumpulan ficlet dengan panjang <350 kata

Genre              : Family

Rating             : G

Summary   : Seperti yang diungkapkan judulnya, ini adalah segelintir kata yang menggambarkan kebanggaan golongan tua pada para penerus mereka.

Author’s note            : FF SHINee pertama saya!😄 Mau bikin drabble tapi nggak bisa pendek…. Sedih. Please visit http://archiveofourown.org/users/Liana_DS/works for more works🙂

***

<Disclaimer>

SHINee adalah boy group besutan SM Entertainment, jadi bukan milik saya. Semua cast yang disebutkan di sini adalah milik Tuhan, diri mereka sendiri, dan dinaungi oleh agensi masing-masing. Hanya plot yang menjadi milik saya dan saya tidak menarik keuntungan komersial apapun dari penulisan FF ini.

***

[Lee Taemin]

Pagi ini, entah sudah berapa kali wajah pemuda ikal itu tertekuk saat matanya bertemu dengan mata kembarannya dalam cermin. Tidak, bukan karena dia tak pantas mengenakan setelan formal itu; jas, dasi, kemeja, dan celana panjang malah berhasil mengeluarkan sisi tegasnya yang selama ini tertelan. Ya, sisi tegas itu, karena dia bukan lagi Taemin kecil yang manja. Dia bakal menjadi Tuan Muda Lee yang berdiri dengan dua kakinya sendiri. Oh, itu terdengar sulit dan wajahnya jadi tertekuk lagi.

“Nah, ini dia putraku. Kau siap?”

Taemin berpaling ke sumber suara dan mendapati ayahnya, seorang pria berwajah manis, Lee Sungmin.

Appa,” tanpa sadar, Taemin menelan ludah, kentara sekali gugupnya, “Aku…”

Tak berlanjut. Taemin tertunduk setelahnya. Sungmin pun tak menuntut agar kalimat tersebut tuntas. Diraihnya tangan anak semata wayangnya itu, lalu berjalan keluar kamar.

Taemin mengangkat wajahnya dan melihat punggung ayahnya di hadapan. Lee Sungmin bukan pria tinggi, tetapi posturnya tegap—dulu, dan Taemin sangat menghormatinya karena itu. Bahu itu makin merosot saja dari hari ke hari, mungkin faktor usia.

Oh, CEO SendBill memang telah berganti, batin Taemin, makin sadar dengan tanggung jawab baru yang disandangnya.

“Bos besar kita masih gugup saja, Sunkyu.” Sungmin membawa Taemin ke ruang tengah. Nyonya besar Lee yang berambut pendek dengan tinggi tak seberapa, Lee Sunkyu, tertawa. “Benarkah begitu?” Sunkyu mengusap pipi anaknya; tangan itu sudah mulai keriput juga, “Apa yang bisa menenangkanmu sekarang?”

Tidak ada. Siapa yang bisa tenang di hari pertama menjalani tugas sebagai pimpinan perusahaan e-tax software terbesar di Korea?

Namun, Taemin tidak ingin tampil memalukan. Pimpinan SendBill sebelumnya tengah menatapnya penuh harap dan kebanggaan. Begitu pula Sunkyu, wanita mungil yang menjadi pengambil kebijakan perusahaan hiburan raksasa SM Entertainment di usia 25. Dulu, Taemin selalu berlari pada keduanya, menangis karena habis dijahili Jonghyun atau dimarahi Minho.

Taemin sudah harus melupakan masa-masa lemah itu.

Karena ada tongkat estafet yang harus dia bawa ke garis kemenangan.

“Aku tidak gugup lagi, kurasa, karena kalian mempercayaiku.” Taemin tersenyum, lalu memeluk ayah dan ibunya.

***

[Kim Kibum]

Semua cuma buat Minseok-hyung.

Key, atau Kim Kibum, tidak bisa menerima kenyataan bahwa pemimpin selanjutnya dari geng ini adalah kakaknya. Xiumin, atau Kim Minseok, kakak Key, tidak melakukan sesuatu yang spesial: hanya membunuh bos besar beberapa geng rival dan mencuri batu turquoise termahal dari sebuah pameran perhiasan. Ini membuktikan kapabilitasnya memimpin ‘Triangle’, komplotan pencuri ulung yang sebelumnya dipimpin sang ayah, Hero alias Kim Jaejoong. Akan tetapi, Key tidak terkesan. Baginya, Kim Heechul kakeknya melakukan hal yang lebih spektakuler, menjebol Bank Swiss dan meraup trilyunan harta dari berbagai akun di sana. Kalau Hero, huh, jangan ditanya.

Yah, tetapi setelah dipikirkan, memang hanya Key yang tidak punya prestasi selain menjadi pengawal Hero (dan Heechul, dulu—kini, dia akan jadi pengawal Xiumin).

“Selamat, Hyung. Kata-kata bangga Appa patut kau dapatkan.” Key menyunggingkan senyum pahit setelah Xiumin keluar dari ‘ruangan’ Hero. Xiumin menepuk bahu adiknya yang jauh lebih tinggi itu, juga tersenyum, tetapi tulus.

“Dia ingin bicara denganmu, Kibum.”

Terkejut dan berdebar, Key melangkah masuk ke ruangan.

Appa?”

“Kibum.”

Darah Key berdesir. Sudah lama sekali ayahnya tidak memanggilnya dengan nama itu.

Hero meletakkan sebuah case senjata api di atas meja.

“Buka itu.”

Key melaksanakan perintah Hero dan terbelalak. Submachine gun kesayangannya yang rusak saat membantu Xiumin di pameran perhiasan sudah diperbarui.

“Beretta-ku!” pekik Key, serta-merta memeluk benda itu dan membuat Hero tertawa.

“Kau sungguh masih anak-anak. Makanya, kau tak kujadikan pemimpin.”

Key malu. Ia tertunduk, masih dengan Beretta M12 miliknya di pelukan. Ia sangat sayang senjata itu karena Hero yang memberikannya untuk kado ulang tahun Key yang ke-17.

Tiba-tiba, Hero memeluk Key dari samping. “Kau bukan pemimpin, tetapi hanya kau yang bisa kupercaya untuk melindungi para pemimpin ‘Triangle’.”

Itu cukup bagi Key. Cukup sekali. Key menangis terharu dalam sunyi sekembalinya ia ke kamar, tak ingin meminta lebih karena ayahnya sudah mengakui keberadaannya dalam ‘Triangle’.

***

[Choi Minho]

Di ruang pertemuan perusahaan farmasi Boryung, Kim Ryeowook, sekretaris presdir Choi yang lama, bergeser-geser tak nyaman ketika Lee Hyukjae si wakil presdir berisik itu mulai berkoar-koar.

“Presdir baru kok terlambat 10 menit? Dia semestinya paham kalau waktu sangat dihargai di Boryung.”

Kau sendiri tidak pernah menghargainya, Hyukjae! Ingin Ryeowook meledak. Makhluk Lee itu masih menyimpan dendam pada presdir Choi yang lama, rupanya, sampai keturunan si presdir dibawa-bawa juga.

Derit pintu ruang pertemuan mengejutkan jajaran petinggi Boryung Pharmaceutical. Senyap seketika. Gaung keletok sepatu pantovel mahal yang dikenakan sang presdir baru bahkan bisa membungkam seribu mulut Lee Hyukjae.

“Maaf aku terlambat.” Choi Minho, sang presdir baru, adalah pemuda tampan dengan kharisma tumpah-ruah. Kemantapan dalam suaranya, rasa percaya diri dalam pandangannya, menyilaukan semua yang melihat.

Minho meletakkan map berkas di atas meja, lalu membungkukkan tubuh tingginya.

“Aku Choi Minho, hari ini mulai menjalankan tugasku sebagai presdir Boryung Pharmaceutical. Mohon kerjasamanya.”

Orang-orang beruban di depan Minho melongo, tersihir api pesona Minho.

Presdir Choi terdahulu, Choi Siwon, duduk di samping Lee Hyukjae yang hanya bisa meringis sungkan. Pria 47 tahun itu menatap lurus pada putra mahkotanya, menilai setiap gerak-gerik sulungnya. Siwon tidak menemukan cacat dan mengangguk samar pada Minho, artinya ‘awal yang bagus’.

“Bisakah kami mempercayakan tugas ini pada Anda jika 10 menit yang berharga Anda lewatkan begitu saja? Agenda kita sangat padat, Presdir Choi.”

Lee Hyukjae tersenyum menang. Choi Seunghyun, mantan calon presdir yang juga paman Minho, lebih jago menjatuhkan seseorang.

Jutaan sambungan di otak Minho teraliri listrik secara intens, mencari cara supaya bisa berkelit dengan cerdas.

Aku tidak boleh membuat Appa tampak jelek!

“Keterlambatannya adalah salahku, Manajer Choi,” Siwon masuk dalam percakapan, “Dia mengantarkanku untuk check-up rutin sebelum ke sini.”

Beberapa petinggi senior berbisik-bisik. Ryeowook senang sekali saat ia mendengar ‘bocah yang perhatian; masih muda, peduli pada ayahnya, lagi’.

Makan itu, Lee Hyukjae.

Siwon tidak berbohong. Minho memang anak yang baik dan harus dibalas dengan baik pula.

Cahaya bermain di mata lebar Minho. Ia menatap Siwon penuh terima kasih. Siwon tersenyum samar dan memberi isyarat supaya Minho meneruskan.

“Mari kita tidak mengulur waktu lagi dan langsung memulai rapat.”

***

[Kim Jonghyun]

Huaaa!!! Tidak, tidak, tidak!!! Aku tidak seharusnya berada di sini!!!

Berbagai bayangan tak mengenakkan berputar di benak Kim Jonghyun. Dia hanya Bling Bling Jonghyun, vokalis band kampus yang terkenal playboy, dan tiba-tiba saja dia harus sepanggung dengan Julio Iglesias?! Dalam imajinasinya yang bizar, Jonghyun menemukan dirinya tersandung kabel di depan piano, ditertawakan Tuan Iglesias yang terhormat, lalu saat ia menyanyi, mikrofonnya mati dan lampu panggung jatuh menimpanya, kemudian dia mati.

Buak!

“Whoa! Ap—pa!” Jonghyun hampir bilang appo (sakit), tetapi ternyata Kim Jongwoon, ayahnya yang sipit, muncul di belakangnya. Pria kepala besar itu yang menepuk punggung Jonghyun keras sampai ia kesakitan.

“Kau kenapa?” tanya Jongwoon datar, “Tidak biasanya kau tersudut begitu.”

“Ya bagaimana aku tidak tersudut?” Jonghyun menunjuk panggung besar yang menunggunya, “Itu panggungmu! Suaramu paling top dan cocok disandingkan dengan penyanyi luar negeri itu, kenapa aku yang berakhir di sana?!”

Bletak!

Appa, kenapa aku dijitak?”

“Karena kau tidak sadar bahwa kau berada di sana sebagai penerusku.”

Jonghyun tercenung.

“Aku sudah menyanyi untuk panggung ini selama 30 tahun. Suatu saat, pita suaraku akan beristirahat, tetapi penikmat seni tidak bisa menunggu,” Jongwoon memandang panggung seolah akan meninggalkannya, “Maka, harus ada yang menggantikanku. Tunjukkan bahwa kau adalah bintang baru, bukan cuma playboy tak berprestasi.”

Jonghyun baru sadar kalau ayahnya sudah hampir kepala lima.

Dan Jonghyun anak sulung; tongkat kekuasaan (baca: mikrofon) Jongwoon tentu akan dialihkan padanya. Jongdae adiknya punya suara yang lumayan juga, tetapi Jongdae hanya anak kedua. Bukan berarti tidak potensial, hanya dilahirkan setelah Jonghyun, sehingga ‘pewaris sah’ secara de facto masihlah Jonghyun. Jongin si bungsu malah tidak bisa diharapkan kalau masalah menyanyi; beda lagi urusan dance.

Maka, Jonghyun meraih mikrofon itu dan menyanyi dengan seluruh jiwanya saat waktunya tiba. Masa bodoh, mau rekan menyanyinya Julio Iglesias atau Julius Caesar, yang penting Jongwoon menyaksikannya dengan bangga dari kursi penonton VIP.

Jongwoon berkali-kali menarik napas panjang tatkala pangeran sulungnya melantunkan lagu-lagu yang biasa ia lantunkan.

“Jonghyun…. Dia benar-benar sudah dewasa.”

***

[Lee Jinki]

Jinki itu kakak yang baik. Setidaknya, adik-adiknya yang cantik—Hayi, Jieun, Chaerin—mengakui itu.

Sayangnya, media sering memberitakan sesuatu yang kejam.

Chaerin dengan kasar melemparkan tabloid entertainment langganannya, pagi ini setelah sarapan. Hayi si bungsu kaget, begitu pula Jieun yang hampir tersedak makanannya. Tabloid itu berhenti tepat di kaki Jinki yang baru selesai mandi, jadi Jinki mengambilnya.

‘Penyanyi Baritone Lee Jinki Hanya Anak Angkat? Music Critics: Dari Warna Suaranya Sudah Bisa Ditebak’

“Headline yang bagus, terima kasih.” Chaerin menandaskan air di gelasnya setelah melayangkan sarkasme pada si penulis berita.

Hayi dan Jieun tahu apa yang dibaca Jinki. Mereka menangkap kesedihan di mata sipit kakak tertua mereka.

“Mereka tidak mengerti soal musik kita,” Jieun mencoba memperbaiki suasana, “Jinki-oppa tidak usah sedih.”

Hayi mengangguk setuju. “Oppa tetap oppa kami, walaupun mereka bilang suaramu berbeda.”

“Lagipula, suara kita semua memang berbeda antara satu sama lain. Jangan pikirkan berita murahan itu, Oppa.” tambah Chaerin.

Jinki mengerti cepat atau lambat media akan tahu dia diadopsi. Dia sudah mempersiapkan diri dengan matang untuk hal itu, tetapi di luar dugaan, rasanya tetap menyakitkan. Jinki tidak bisa menunjukkan hal itu di depan gadis-gadis ini, tentunya, sehingga ia menyunggingkan senyum cerahnya yang biasa.

“Mari kita buktikan bersama bahwa apa yang mereka beritakan salah kaprah, nanti malam dalam drama musikal.”

Tiga adik Jinki sepakat. Hayi mengepalkan tangannya ke udara dan bilang, “Go!!! Kita semangati Jinki-oppa!” Jieun bertepuk tangan dan mengucapkan hal senada. Chaerin yang cool hanya tersenyum miring dan mengangguk-angguk.

Di teater musikal, Jinki menumpahkan seluruh perasaannya. Ia tak bisa mencurahkan isi hatinya pada siapapun, jadi ia ingin mengubah ganjalan itu menjadi akting memukau. Kolaborasi sempurna Jinki-Chaerin-Jieun-Hayi membuat penonton lupa akan identitas Jinki sebagai anak angkat di keluarga Lee.

Dan penonton teristimewa hadir untuk Jinki. Siapa lagi kalau bukan kakek Jinki, Lee Sooman si pendiri teater Lee? Pria yang sudah masuk kuarter terakhir dalam satu abad itu menyatakan kekagumannya dengan gamblang pada para penonton yang duduk di dekatnya.

“Yang laki-laki itu juga cucuku.”

***

TAMAT

 

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

17 thoughts on “Of Pride and Descendants

  1. Kamu mau tau sesuatu nggak? Nggak? Okay, tetep tak kasih tau. Aku harus minta maaf sama kamu. Kenapa? Masalah sepele, sih, but still i shall spill it out to you:

    AkubacafanficmilikkamudiAFFjauhsebeluminitapinggakngasihkomentar.

    I apologize- no. I AM TRULLY SORRY, hiks. Aku benar-benar suka cerita ini- aku senang banget waktu dapet fanfic bahasa di AFF dan yang satu ini nggak mengecewakan.

    Tapi…aku nggak kasih komentar. Aku juga nggak tau kenapa, dan tunggu dulu, aku bukan tipe orang yang sehabis makan di warteg kabur atau sehabis buang air nggak cuci tangan (ini analogi, JUST in case you haven’t noticed). I often (if not, usually) give a piece of my mind about story that i had read. Aku nggak tau kenapa, kok ya aku bisa meninggalkan fanficmu begitu saja, tanpa jejak.

    Mungkin aku kurang tidur. Huh, alasan.

    1. hai victoriaye *manggilnya apa ya?
      pertama aku bingung kenapa kamu bilang ‘kamu tau sesuatu nggak?’, eh ternyata soal komen toh.
      gapapa rileks aja, aku juga kadang kabur begitu saja setelah baca FF orang, tapi itu kalo aku bacanya g sampe akhir haha. kalo bacanya sampe akhir dan layak direview ya kureview.
      terima kasih sdh meninggalkan jejak, anyway.
      dan krn ini FF SHINee pertamaku aku gtw apakah ini benar2 layak baca, eh kok ya untung ada yg baca hahaha. sekali lagi terima kasih
      p.s. kalo kurang tidur, dibanyakin ya neng tidurnya😄

    1. makasih dah mampir ^^
      gantung ya… huhu maaf ya, kupikir ini udah cukup meresolve konflik utamanya… ternyata belum. maklumlah ficlet itu kuotanya terbatas dan aku gak pandai ngejabarinnya. but anyway, thanks udah baca..

  2. rasanya aku ingin nangis pas baca yang bagian Onyuu… dan entah kenapa rasanya agak gimana gitu pas yang mengangkut ‘anak pertama’ rasanya kayak beban anak pertama itu menumpuk ._. (karna aku juga anak pertama #gananya)

    1. makasih dah mampir ^^
      aku sdh posting FF ini di beberapa web dan di bagian onew selalu ada yg terharu…haha. tapi emang sakit banget sih itu, dianya cuman anak angkat.
      aku juga anak pertama lho! *hifive
      tapi kalo jonghyun yg jadi anak pertamanya mah nyantai, jadi bebannya g kerasa2 amat. dia kan begitu orangnya. hehe :p

  3. Uwow! Aku suka yang JongKey. Sukaaaaaa~
    Meski yang Minho selalu cetar membahana kalau bayangin secara nyata. Ngiehehehe~
    KIM JAEJOONG ASTAGAH KEBAYANG GAK SIH GANTENGNYA KAYAK APA *oke salah fokus* wakakakaka😄
    Aku suka fict muuuu~~ Bikin lagi yah😄

    1. makasih dah mampir dan ngelike ^^
      jongkey ya? itu jonghyun-key, apa jaejoong-key, hehe
      salah fokus, ya? AKU JUGAK YA AMPUN BAPAK JAEJOONG YANG TERHORMAT! *triangle effect *abaikan
      aku masih baru berkutat di fandom shinee, jadi akan kuusahakan bikin OT5 lagi yg bener2 OT5, g terpisah2 kyk gini.

  4. Singkat sih, tapi dalem. Dan abis baca, aku malah mikir SHINee di 10 tahun ke depan bakal gimana ke anak2nya (sorry, my mind like to wander around). Asli sukaa..

  5. HUWAAAA!!! ini keren bangett >__< dimana jjong slalu dapet peran playboy –" dan ini lucu krn adeknya adl kai😄
    terus si key, huwaa key yg diva jd kayak mafia!! ceritanya key agak2 serem gitu tp akhirnya manis dan g tau knp aku jd ngebayangin jaejong di cerita ini wakaka.
    pas baca bgn minho…aku teriak ya..HUWA!!!! DALAM SEJARAH PER FF AN BARU FF INI YG MENCERITAKAN PERUSAHAN FARMASI!!! SUKA!!!!!
    Dan bgn onyu…huaduhhh aku seneng banget. knp? krn adeknya ada jieun wakaka adeknya 3 aku ngebayangin pasti lucu imut kayak onyu hehehh.
    dan yg paling aku suka adalah pas bgn…ini… “Yang laki-laki itu juga cucuku.”
    Menyentuh banget, boleh nangis gak? hehehh pokoknya ff nya aku suka!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s