WW Club – Chapter 19: The Culprit

Title: WW Club – Chapter 19: The Culprit

Author: Mahogany4 (@ItsMahogany4)

Translater: Maria (@Maria2509)

Main cast: Choi Minho, Choi Sulli, Bae Suzy, Jung Krsytal, Goo Hara, dan Lee Jonghyun

Support cast: IU, Heechul, Nicole, Liza (Sulli’s Mom), Fred (Sulli’s Dad) dan masih banyak lagi cast yang akan kalian temuin di crita ini.

Length: Sequel

Genre: School Life, Romance, Friendship

Rating: PG15

A/N: hmm~ chapter 18 is here… J Kalo kalian mau baca versi inggrisnya bisa dibaca di link ini: www.asianfanfics.com/story/view/443818/ww-club-hara-jonghyun-krystal-minho-sulli-suzy-minsul so enjoy the story and hope you like it! I need your comment..

Summary :

“Aku tidak keberatan kalau kau menyukainya. Aku suka Sulli Unnie. Dia orang yang simple tapi cantik. Dia pemalu, tapi dia punya prinsip untuk pegangannya.” – Ha Yi

“Kami sudah menemukan siapa orang yang membuat poster itu.” – Minho

??????? 

Chapter 19: The Culprit

 

Ha Yi memiliki sebuah ruangan yang penuh dengan gaun-gaun.

Unnie! Aku senang bertemu denganmu, selamat kau sudah menjadi angota WWClub.” Kata Ha Yi

“Terima kasih, Ha Yi.” Kata Sulli

“Jadi… gaun seperti apa yang kau cari?” Tanya Ha Yi

“Yang sederhana saja… tapi terlihat menakjubkan.” Kata Sulli

“Umm…. Seperti yang satu ini?” Ha Yi mengeluarkan gaun berwarna biru.

“Wow.. yes! Sempurna!” Kata Sulli

“Aku belum pernah memakainya. Kalau begitu kita kirim saja sebagai hadiah untuk temanmu, ok?” Tanya Ha Yi

“Hadiah? Tidak… Aku kesini hanya untuk meminjam saja…” Kata Sulli

“Tidak, ambil saja, Sulli. Seperti yang kau lihat, Ha Yi punya banyak gaun yang bahkan belum sempat ia pakai. Kalau dia bisa memberikan satu gaunnya, itu sangat membatu kami.” Kata Minho

“Dan lagipula, aku yakin teman Unnie akan menyukainya.” Kata Ha Yi

——————

“Ha Yi, kau tidur duluan saja. Aku akan mengantar Sulli pulang.” Kata Minho

“Tapi sekarang sudah larut malam. Biarkan Unnie menginap disini.” Kata Ha Yi

“KITA harus mengantar gaun ini ke rumah teman Sulli. Jadi, kita memang harus pergi juga.” Kata Minho. “Tidak perlu menungguku lagi kau tidur saja, ok?”

“Hmmm…. ok….” Ha Yi melihat Sulli yang menaruh gaun didalam sebuah kotak.

“Oppa, Unnie sangat berubah dari terakhir kali aku melihatnya.” Kata Ha Yi. “Dia sangat cantik sekarang… dia hampir lebih cantik daripada Suzy Unnie.”

Minho tahu apa yang dimaksudkan oleh Ha Yi. Dia juga berpikir seperti itu. Tapi mendengar dari Ha Yi yang menegaskan hal itu.

“Yeah… Dia cantik.” Kata Minho

“Apa kau menyukainya?” Tanya Ha Yi

Minho terkejut dengan pertanyaan Ha Yi.

“Apa yang kau katakan? Jangan berpikir yang tidak-tidak.” Kata Minho

“Aku tidak keberatan kalau kau menyukainya. Aku suka Sulli Unnie. Dia orang yang simple tapi cantik. Dia pemalu, tapi dia punya prinsip untuk pegangannya.” Kata Ha Yi

“Pria manapun yang mendapat kesempatan untuk dicintai oleh Sulli akan sangat beruntung.” Kata Minho

“Kau bisa menjadi pria beruntung itu, kau tahu.” Kata Ha Yi

———————

IU tidak percaya apa yang dia temukan didepan pintu rumahnya. Sebuah gaun dan itu dari WWClub.

IU merasa begitu istimewa mengetahui kalau WWClub tidak pernah melakukan hal semacam ini. Ketika dia melihat gaun itu, dia melompat dengan hati senang!

Bahkan ketika IU berangkat ke sekolah ia masih merasa sangat senang!

“Kau banyak tersenyum hari ini.” Kata Wooyoung

“Oh.. benarkah? Kau memperhatikannya?” IU tidak bisa menahannya lagi.

“Yeah… by the way, kau bilang kau ingin aku temani mencari gaun, kan?” Tanya Wooyoung

“Yeah… oh…. umm… kau tahu Sulli… dia mengirimkan aku gaun untuk dipakai besok. Jadi aku tidak perlu mencari gaun lagi.” Kata IU

“Oh.. ok.. umm… sebentar aku harus menelepon seseorang dulu.” Kata Wooyoung

Wooyoung berjalan sedikit jauh dari IU. Tapi dia tidak melihat kalau IU mengikutinya.

“Umm, halo… ya aku yang memesan gaun kemarin dan aku meminta gaun itu dikirimkan ke SunLife… tapi aku harus membatalkan pesananku. Ya… ya tidak masalah kalau aku harus membayar biaya pembatalan pesanannya… ya… terima kasih dan maaf karena sudah merepotkan anda.” Kata Wooyoung pada orang diujung telepon sana.

IU diam-diam mengambil langkah agar sedikit menjauh dari Wooyoung. Oh no… Wooyoung mencoba membantunya mencarikan gaun… apa yang harus dilakukannya sekarang?

Ketika Wooyoung berjalan ke arah IU, IU berusaha tersenyum seperti biasa.

“Kau tahu… Aku perlu mencari sepatu… dan aku dengar sedang ada film bagus sekarang…Aku  juga ingin menonton… tapi aku tidak ingin pergi sendirian. Jadi… kau mau ikut denganku?” Tanya IU

Mata Wooyoung membesar karena terkejut.

Are you asking me out?” Tanya Wooyoung

Umm… I’m not sure.” Jawab IU

Wooyoung tertawa.

“Tentu saja aku akan pergi denganmu, silly.” Kata Wooyoung .

———————-

Sulli menerima telepon dari Krystal yang memintanya segera pergi ke WW200. Ketika dia sampai disana, suasana di WW200 benar-benar serius dan aneh. Dia melihat Minho memandang ke luar jendela. Jonghyun sedang berbicara dengan seseorang ditelepon dan Krystal mengetik sesuatu di laptop.

“Apa yang terjadi?” Tanya Sulli

“Oh.. kau disini.” Kata Krystal. “Ada sesuatu yang harus kau ketahui dan persiapkan dirimu untuk besok.”

“Oh .. maksudmu untuk pesta besok.. ya mereka bilang aku akan memberikan pidato.” Kata Sulli

“Bukan hanya pidato.” kata Jonghyun setelah selesai menerima telepon.

“Oh .. apa lagi yang harus aku persiapkan?” Kata Sulli

“Hatimu… kau harus siap secara emosional.” Kata Minho. “Kami sudah menemukan siapa orang yang membuat poster itu.”

Lutut Sulli terasa lemas. Dia meraih kursi dan duduk dikursi itu.

“Siapa dia?” Tanya Sulli

“Kau akan tahu besok. Tapi untuk saat ini… Kau harus tahu apa yang akan terjadi besok.” Kata Minho

“Kau harus berada ditempat sebelum ia datang. Kau akan dituntun ke sebuah ruangan. Kau akan menunggunya di ruangan itu.” Kata Jonghyun

“Jonghyun, Hara dan Suzy berada diruangan sebelah untuk mengawasimu. Kami memasang sebuah kamera di ruanganmu jadi kami tahu apa yang akan terjadi. Untuk berjaga-jaga kalau ia berencana untuk menyakitimu, jadi salah satu dari mereka bertiga bisa menyelamatkanmu.” Kata Krystal

“Minho dan Krystal akan berada di pesta untuk menyambut tamu yang datang.” Kata Jonghyun

Minho memberikan instruksi lebih lanjut. “Dari poster yang kita lihat, kelihatannya ini masalah pribadi. Kalau kau tidak nyaman dengan rencana kami, kami berlima bisa bergabung denganmu untuk-”

“Tidak. Tidak apa-apa… ini masalahku. Aku tahu kalian berada dipihakku dan kalian akan melakukan apapun untuk membantuku, tapi aku ingin bicara dengannya sendirian. Siapa pun dia, sebenci apapun dia padaku, aku ingin tahu alasannya… Dan aku ingin menghadapinya.” Kata Sulli

Minho benar’ pikir Krystal. Rencana seperti inilah yang Sulli inginkan. Rencana sebenarnya adalah mereka berenam datang untuk menyudutkan si pelaku atau langsung mengeluarkannya dari sekolah. Tapi Minho tidak setuju dan mengatakan pada mereka kalau tidak menginginkan situasi seperti ini.

——————–

Krystal, Suzy, Hara, dan Sulli sudah berada disalon sejak pagi untuk menata rambut mereka dan berdandan. Sulli merasa gembira untuk pesta nanti malam tapi sekaligus gugup akhirnya dia berhadapan langsung dengan si pelaku yang menyebarkan poster-poster itu.

Hara melihat kegelisahan Sulli.

“Hei Sulli, siapapun dia, kalau dia sampai berkata kasar padamu, aku pasti langsung ke ruanganmu dan mengeluarkan keahlian karateku padanya.” Kata Hara

Sulli tersenyum mendengar kata-kata Hara.

“Jangan khawatir. Aku sudah menonton ratusan video cara pertahanan diri.” kata Sulli

——————-

Para tamu sudah mulai berdatangan di pesta. Minho dan Jonghyun sudah berada disana untuk menyambut para tamu undangan.

“Mereka berdandan lama sekali.” Kata Jonghyun

Minho melihat jam tangannya. “Mereka seharusnya sudah datang sekarang.”

Jonghyun menerima sebuah pesan.

“Mereka berada di ruangan yang akan Sulli tempati sekarang.” Kata Jonghyun

“Ayo, kita kesana.” kata Minho

—————-

Minho dan Jonghyun, mereka berdua membeku didepan pintu. Melihat keanggunan 4 goddess… seperti mereka berada di alam mimpi atau sesuatu tempat lain. Dan Sulli….

Wow!

Rambut Sulli dibiarkan tergerai dibahu dan punggungnya. Rambutnya lurus halus dan bergelombang pada bagian bawah rambutnya. Kulitnya bersinar dari wajahnya sampai bahu dan bahkan sampai ke kakinya yang dibiarkan terekspos. Wajahnya terlihat semakin cantik setelah didandani…

Bagaimana dia bisa secantik ini… Dia terlihat seperti model… Dia seksi… elegan…

Hanya satu kata C-A-N-T-I-K!

“Tutup mulut kalian, guys, nanti ada lalat yang masuk ke mulut kalian.” kata Krystal

Kesadaran Jonghyun langsung kembali ke bumi setelah mendengar kata-kata Krystal.

“Oh.. wow… kalian terlihat cantik!” Kata Jonghyun

“Benar… kalian semua terlihat cantik malam ini.” Kata Minho

“Semuanya sudah siap. Kita hanya perlu menunggunya datang.” Kata Hara

Minho memasang sebuah alat pendengar ditelinga kanannya.

“Ya? Dia sudah disini? Baiklah… ok…” kata Minho yang berbicara pada seseorang. “Kita harus masuk ke posisi kita masing-masing.”

Jantung Sulli berdetak kencang… Siapa dia dan kenapa dia sangat marah padanya?

——————

Sekelompok gadis-gadis memasukki ballroom. Minho dan Krystal berdiri diujung yang berlawanan untuk menyambut para tamu undangan. Kemudian mereka berdua melihat pelakunya memasuki ruangan pesta. Minho mengangguk untuk memberikan Krysral sinyal agar memberikan surat untuk si pelaku.

Krystal menyuruh seorang pelayan untuk memberikan surat itu. Kemudian Krystal melihat gadis itu membaca surat tersebut. Dia kemudian berdiri dan perlahan-lahan keluar ruangan.

Krystal menekan alat pendengar yang sudah terpasang ditelinganya.

“Dia sedang berjalan menuju ruangan Sulli.” Kata Krystal

——————-

Jonghyun, Hara, dan Suzy dapat melihat Sulli di monitor yang ada diruangan mereka. Dia berada disebuah ruangan lain yang bersebelahan dengan Jonghyun, Hara dan Suzy.

Jonghyun berbicara melalui microphone-nya.

“Sulli kau bisa mendengarku?” Tanya Jonghyun

“Ya… aku bisa mendengarmu.” Kata Sulli. Sulli juga diberikan alat pendengar yang sudah terpasang ditelinganya.

“Kau bisa mendengar suara Krystal?” Tanya Jonghyun

“Ya.” Kata Sulli

“Dengar, selama kita memakai alat pendengar ini, kita bisa mendengar dan kapanpun jika salah satu dari kita berenam bicara, lima orang lainnya sudah pasti bisa mendengarnya, ok?” Tanya Jonghyun

“Ok…” Sulli mengambil napas dalam-dalam.

Suzy melihat monitor yang memperlihatkan bagian lift.

“Dia sudah hampir sampai.” Kata Suzy

——————

Sulli gugup. Terdengar suara pintuk diketuk.

“Dia sudah berada didepan pintu sekarang.” Kata Jonghyun dari ruangan lain.

Sulli mencoba menenangkan diri dengan mengambil napas dalam-dalam… Semuanya akan baik-baik saja…

Sulli membuka pintu.

Pelakunya….

Dia …

Minkyung?

“Sulli? Aku pikir Minho ada disini?” Tanya Minkyung terkejut. Minkyung menatapnya dari kepala sampai kaki tampaknya tidak mempercayai apa yang dilihat oleh kedua matanya.

“Benarkah? Kenapa kau bisa berpikir seperti itu?” Tanya Sulli

“Aku  menerima surat yang mengatakan kalau Minho ingin bertemu denganku disini.” Kata Minkyung

“Oh… aku rasa lebih baik kau menunggu didalam sampai dia datang.” Kata Sulli .

“Baiklah…” Minkyung memasuki ruangan. Sebuah ruangan mewah. Dia duduk di sofa.

“Surat itu mengatakan ia ingin berbicara denganku sendiri… jadi aku tidak mengira bertemu denganmu disini.” Kata Minkyung

“Aku juga tidak mengira kalau yang mengetuk pintu itu kau… kau bertemu dengan orang yang yang membuat ini.” Sulli mengambil sebuah poster dilaci yang berada didepannya.

Minkyung segera membuang muka ketika dia menyadari apa yang Sulli ambil dari laci.

“Oh.. benarkah? umm… aku rasa aku salah melihat nomor ruangannya… aku rasa aku tidak seharusnya berada disini.” Minkyung segera berdiri tapi terlalu ceroboh dan terjatuh.

Sulli mencoba untuk membantu Minkyung berdiri tapi Minkyung mendorongnya sedikit kasar membuat Sulli jatuh di Sofa.

Hara hampir keluar dari ruangannya tapi Jonghyun menghentikannya.

“Biarkan Sulli yang mengatasinya.” Kata Jonghyun

To be continued

         

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

10 thoughts on “WW Club – Chapter 19: The Culprit

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s