Easter Bunny

Title                       : Easter Bunny

Casts                     : SHINee Minho & a girl

Length                  : Drabblet [689 words]

Genre                   : Fluff

Rating                   : PG

Disclaimer           : I own nothing but the plot. Non-profit works but don’t try to plagiarize nor steal it.

Where’s my lunch?

Minho melangkah lambat-lambat ke pinggir lapangan basket, tempat kencannya dengan Kibum. Lelaki berambut sewarna permen kapas itu berjanji akan membawakannya makan siang. Sebenarnya ini sudah lewat waktu makan siang dan masih ada waktu satu jam sebelum kelas berikutnya dimulai. Minho bisa saja makan seadanya di kafetaria daripada repot-repot ke lapangan yang notabene jauh dari kelasnya, namun entah kenapa ia berharap bekal dari Kibum akan sedikit menghemat uangnya.

Ia duduk di bangku kayu yang menghadap ke lapangan. Minho baru menguap lebar-lebar ketika seorang gadis duduk di ujung kanan bangku yang ia duduki. Rautnya keruh sambil memegang sebuah bungkusan yang kini ia letakkan di pangkuannya. Mungkin habis bertengkar dengan pacarnya, batin Minho.

Lelaki itu mengirim pesan singkat pada Kibum, memberitahu bahwa ia sudah datang dan akan membunuh Kibum jika lelaki itu tidak segera datang. Kibum hanya menjawab, OK. Lima menit kemudian ponselnya tidak bisa dihubungi.

“Mana aku tahu orangnya jika kau tidak bisa dihubungi Sunbae tak tahu diri!” Minho menatap gadis yang kini mendumal itu. “Jika Minho sunbae itu tidak datang akan kusumpahi kulkas di flat mereka rusak.”

Minho berjengit saat namanya disebut. Ia tidak mengenal gadis itu dan merasa tidak pernah bertemu, lalu kenapa kulkasnya mendadak jadi objek kutukan?

Mungkin Minho yang lain, mahasiswa yang bernama Minho kan bukan hanya aku.

Nyaris lima belas menit berlalu, ia dan gadis itu sama-sama bergeming. Minho merasa suasananya berubah aneh karena hanya ada mereka berdua di situ, tanpa ada komunikasi. Sesekali gadis itu mendengus, mendumal kemudian meremas-remas bungkusan di pangkuannya.

“Menunggu seseorang?” Minho tidak tahan lagi. “Aku juga.”

Gadis itu mengangguk tanpa membuka mulut. “Menunggu pacar ya?”

“Kalau lelaki itu pacarku, pasti sudah kuomeli habis-habisan karena sudah terlambat nyaris dua puluh lima menit.” Gadis itu akhirnya menatapnya. “Lelaki macam apa yang tega membuat seseorang menunggu setelah susah payah dibuatkan makan siang.”

“Kenapa tidak ditelepon saja?”

“Aku tidak tahu nomor ponselnya, bahkan orangnya saja tidak tahu.”

“Lalu untuk apa kau menunggunya?”

“Aku disuruh.” Gadis itu mendengus kesal. “Diperbabukan oleh koordinator divisi dekorasi yang harus mengantarkan bekal makan siang untuk temannya yang super sensitif dan alergi banyak makanan yang membuatku harus membuat makanannya sendiri sebelum menunggunya di sini nyaris dua puluh lima menit. Ditambah, ponsel Kibum Sunbae tidak bisa dihubungi. Bisa kering aku di sini menunggu temannya yang tak kunjung datang.”

Kibum? Kim Kibum karibnya?

“Kau bisa menolaknya, kan?”

“Karena Easter bunny harus mengantarkan telur ke anak yang baik.” Gadis itu mengerutkan dahinya kemudian menggeleng. “Hah, perumpamaan macam apa sih ini? Intinya aku menyanggupinya karena Kibum Sunbae bilang bahwa temannya sudah bekerja keras mengerjakan bab empat skripsi semalaman dan mengejar dosen pembimbing untuk konsultasi sehingga lupa makan. Ia bilang sebagai teman yang baik harusnya ia menyiapkan makanan, tapi tidak bisa karena kesibukannya.”

“Bukankah kau sendiri juga sibuk?”

“Iya, tapi aku masih punya waktu istirahat selama satu jam setelah kelas sebelum membantu mendekor lagi. Sementara Kibum sunbae sudah melakukannya sedari pagi, kan kasihan. Lagipula setelah ini Sunbae bilang tidak akan memanggilku Easter bunny lagi karena gigi dan pipiku yang mirip kelinci.” Gadis itu menatap Minho seolah ia sedang mengadu pada ibunya. “Masa ia juga tega bilang aku pecicilan karena aku tidak berhenti membantu mendekor di sana-sini. Tugas junior begitu, kan? Harus cekatan dan siap membantu?”

Dasar Kim Kibum manipulatif! Beraninya ia mengerjai bawahannya untuk mengantarkan makan siang sementara ia sedang berleha-leha menonton How I Met Your Mother season terakhir di flat dan beralasan sedang mendekor.

Minho ingin tertawa sekaligus kasihan dengan gadis di hadapannya ini. Jadi ini gadis yang diceritakan Kibum padanya beberapa hari lalu, Easter bunny yang selalu membawakan cookies dan vitamin untuk tim dekor ketika bekerja. Kelinci milik tim Kibum yang membuat iri divisi lain karena kecekatannya, tapi terlalu mudah untuk dimanipulasi lelaki licik macam Kibum.

“Memangnya siapa yang kau tunggu?”

“Choi Minho, mahasiswa senior year yang katanya hari ini ada kuliah juga. Harusnya sih lima belas menit lagi ia masuk kelas.”

“Kalau begitu boleh kuambil bekal makan siangku? Kurasa aku akan terlambat jika tidak kuambil sekarang.”

Paras gadis itu berubah pucat. Ia hanya tergugu ketika Minho mengambil bungkusan dari pangkuannya kemudian menunduk, nyaris menempelkan bibirnya ke rentengan anting di cuping telinga sang gadis.

Thanks Easter bunny. Tidak keberatan untuk pulang denganku nanti, kan?”

08.24

22.02.2014

©2013 SF3SI, Chrysalis

siggy chrysalis

Officially written by Chrysalis, claimed with her signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

28 thoughts on “Easter Bunny

  1. ini aku yg berlebihan atau gimana??? ahh singkat tapi cukup dapat membuat orang yang membacanya tersenyum xD bikin sequelnya dong (?)

  2. Ceritanya pendek tapi manis. Suka deh sama yang pendek macem ini, jadi ga bikin penasaran nunggu lanjutannya.
    Btw, itu kibong usil banget. Nyuruh orang nganter bekal tapi ga dikasih clue yang jelas. Itu ending.nya kalo si easter bunny jawab ‘Ga mau. Pulang aja sendiri!’ trus langsung pergi gitu aja pasti lucu. Hehehe…aduh maaf imajinasiku agak sedikit aneh.

  3. Hhuuuuaaahhhh….after such a long time not say hello in here,then when I’m back….tadddaaaa…udah Di jejelin cerita sweet begini.Key gak jahat kok,mak comblang dadakan dengan sifat almighty -nya.

  4. Hahaha, lucu sih. Tp kesammya ceweknya bawel banget utk ukuran terlibat percakapan dengan orang tak dikenal.
    Lagian, dalam waktu selama itu utk menunggu, dilihat dari cerewet dan aktifnya si cewek, rada janggal kalau dia gak celingukan atau sekadar bertanya ke minho apakah dia yg namanya minho yg harus diberikan bekal titipan key.
    Terlepas dr itu semua, ceritanya cukup menghibur🙂

  5. Haloooo kukuuuuu(?) kuku kan? agak agak lupa ㅋㅋㅋ terakhir mampir di page main author awal tahun atau ngga akhir taun lalu soalnya ㅋㅋㅋ
    Ya ampun… kibum jahanam gitu ya,ga ngasihin bekal malah beralibi ini itu. segadis-gadisnya pula yang dikirim(?)
    atau itu lagi ngetren apa gimana? #apasihini
    kukuuu(?) aku main ke blogmu ya mwah(?)
    salam lima jariiiii

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s