Dongeng Sang Hujan

Dongeng Sang Hujan

Tittle                                  : Dongeng Sang Hujan

Author                               : Lee Hana

Main cast                          : Kim Jonghyun, OC

Support Cast                    : None

Genre                               : Romance, Sad, Tragedy, AU

Length                              : Ficlet

Rating                               : PG-13

Bulan bersinar terang dan penuh, tapi … malam ini dia tak tampak, karena awan-awan datang membawakan tetes-tetes hujan, bersama bau tanah yang basah dan desing angin di kejauhan. Ada seorang lelaki berkaus panjang duduk di halte sendirian. Wajahnya tampan tapi suram. Duduk sambil menunduk, melihat air jatuh dari langit menyongsong tanah, memercik, melompat ke sepasang sepatu putihnya hingga basah. Biar begitu ia tidak menarik kakinya sama sekali. Itu aku ….

Hujan di musim gugur hampir tak ada ubahnya seperti salju yang turun di musim dingin, keduanya akan membuatmu beku. Tapi, bagiku, dingin tak akan pernah lagi jadi masalah, meski buku-buku jemariku mengerut dan bibirku perlahan menjadi semakin pucat, karena aku sudah mati rasa.

Hujan membuatku tuli, dia mengguyur dalam kepungan, dari semua sisi. Hujan itu berisik, seperti pendongeng yang mengulang cerita yang sama pada setiap kemunculannya, berbisik keras-keras. Sepasang wanita dan pria yang bertemu di bawahnya; yang jatuh cinta karenanya; yang bertaut hati dengan senyumannya; lalu … mereka saling berteriak, memaki, membenci, lepas dan hilang ketika dongeng selesai berkumandang. Menyisakan kesunyian, segala yang basah dan dingin berkelanjutan. Aku bisa melihat mereka, dan aku menikmatinya.

Tak terasa waktu berlalu, bus yang terhenti di depanku, orang naik turun dan akhirnya berlalu semua, meninggalkan aku sebagai penyendiri lagi. Hingga hujan menjadi lebih tenang dan gerimis datang. Kali ini gadis itu kehilangan pasangan. Dia sendirian, berdiri di jalanan, tubuhnya basah diguyur hujan dan dia melihatku sambil terpaku.

“Gee …,” bisikku lemah. Tatapanku yang redup kini jadi lebih hidup. Bayangan itu kini tampak terlalu nyata hingga aku menyebut nama si pemain utama wanita dongeng hujanku.

Gee adalah gadis berambut panjang dengan warna hitam legam, rambutnya selalu tergerai, dan selalu muncul dengan pipi basah di mimpiku.

Aku perlahan berdiri sambil menatapnya yang masih termangu, melangkah, menghampiri, hadir di hadapannya. Mata itu … senyuman itu … sudah lama, ya?

“Aku merindukanmu,” ucapku padanya, tapi dia tidak bilang apa-apa. Kenapa?

Dan entah bagaimana, terlalu cepat, seperti kilat di kala hujan lebat, cahaya menyambarku, menyilaukan, suara yang keras terdengar, dan dalam waktu satu detik aku tahu tubuhku bergeser beberapa meter dari tempatku berdiri tadi, dengan tulang-tulang patah, tubuh berdarah-darah, hatiku …. Aku rasa aku lebih baik sekarang, karena Gee baru saja bilang, “Aku juga merindukanmu, Jong Hyun.”

Ada sebuah rahasia kecil yang akan kuberitahukan padamu sebelum aku menutup mataku, bahwa dongeng yang diceritakan hujan itu adalah nyata di masa lalu, berubah menjadi cerita. Aku menyebutnya dongeng karena aku tak pernah berharap ceritaku akan berakhir sama menyedihkannya dengan  kisah si puteri duyung, yang pangerannya kehilangan Ariel karena kebodohannya sendiri. Dia tidak bisa mengenali siapa yang ia cintai. Jadi, ketika dia sadar cintanya hilang menjadi bui, maka dingin akan menjalar ke hati, kekosongan akan dirasakan oleh setiap saraf di tubuhnya.

Di bawah rintik hujan yang mengguyur badan, yang airnya mengalir membasuhku dari darah, wangi segarnya mengutupi amisnya, dan suaranya membungkam jerit sakitku. Aku akan tidur saja, berbaring tenang di sebuah ranjang lembab berwarna cokelat, yang menyerap hujan dan membawanya padaku, mendongeng lagi di kala lelapku, lalu bangun lagi dengan Gee di sampingku ….

End ….

Seriusan, udah ngutang banyak banget sama blog ini—utang ff maksudnya. Dan sampai detik-detik terakhir otakku masih stuck mau nulis apaan. Maaf buat semuanya, khususnya Lana karena aku ngosongin draftku sampe lebih dari sebulan. T.T #sungkem

Ff ini kejar paket satu malam. Ff yang tulisannya cimit-cimit, absurd dan ngebosenin karena hampir nggak ada dialognya. Tapi ngerti tulisan absurdku, kan?

©2013 SF3SI, Lee Hana

leehana-signature

Officially written by Lee Hana, claimed with her signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

10 thoughts on “Dongeng Sang Hujan

  1. FIRST!!! omaigat ini asupan yang pas dikala lembur. Baru pulang nyiapin GO jam 1 pagi, dan harus berkutat dengan komputer di rumah sampe jam 3 subuh.

    untung aje, mampir ke sini ada ff baru…

    oke, ini cukup menenangkan.. termasuk bahasanya lumayan simple dan bisa bikin benang ruwet di otak rada terurai dikit :’)

    biarpun… Ariel? kayaknya cerita mermaid yang sad ending itu bukan ariel deh.. versi disney si Ariel itu hidup bahagia sampe punya anak namanya Melody..

    seingetku, versi sedihnya itu si putri duyung yang namanya Nina.. CMIW

    btw, semangat nulisnya… aku juga harus semangat kerja #lembur lagi

    1. Pacarnya yang udah meninggal karena kecelakaan. Halte itu punya banyak kenangan, makanya Jong Hyun sering “ngejogrok” di sana sendirian sambil mengingat masa lalu karena mereka suka ketemu di Halte itu pas hujan. Yang dia liat itu cuma bayangan dari pikirannya aja.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s