Proper

Proper

Main Cast : Kim Kibum| Lee Hana (OC)

Support Cast : find by urself^^

Length : Vignette (1171 words)

Genre : romance, life, drama

Rating : PG-15

 

 

Sial.

Bisa-bisanya aku terjebak dalam keadaan ini.

Aku tengah berada dalam sebuah kelas kosong yang hanya dihuni oleh seniorku yang tengah mengetik laporan akhir dan begitu aku melangkah melewati pintu, aku membeku. Apa aku benar-benar harus melakukan ini?

“Ah, Lee Hana. Ada apa memintaku menunggu di sini?”

Apa yang harus kujawab? Kulirik pintu geser kelas yang kini tertutup, menyembunyikan tipu muslihat di baliknya. Aku kembali menatap Kim Kibum-sunbae yang tangannya masih menari di atas keyboard laptop namun matanya melirikku sesekali. Ia menunggu jawaban dan aku tahu dia tidak suka menunggu. Kacamatanya ia naikkan dengan bantuan jari manis, tanda ia sedang serius.

“Ada… yang ingin… Duh, bukan. Aku ada perlu denganmu, sunbae…,” jawabku kaku. Setelahnya aku menelan ludah pelan.

“Oh, apa?”

Ia menutup laptopnya. Sial, ini artinya ia benar-benar serius mendengarkanku. Melihat tatap tajam mata hazelnut di balik lensa berbingkai hitam itu membuatku berdebar. Tidak, sejak awal jantungku memang sudah berdebar setengah mati. Ya ampun, aku memang gila!

“Kau tahu, sunbae… Mmm… Ini… ini tidak seperti yang kau pikirkan…”

“‘Ini’ apa?”

“Eh… itu…”

Kibum-sunbae bangkit dari duduknya lalu melangkah ke arah jendela yang tengah terbuka lebar. Angin menyibak tirai putih, menimbulkan gelombang gerak yang begitu indah. Sedetik aku terpaku menatap sosoknya yang tengah menikmati hembusan angin namun detik selanjutnya aku kembali gugup.

“Kau tahu, Hana…” Kibum-sunbae menghela nafas berat lalu melepas kacamatanya. Ia menatapku langsung dengan kedua matanya yang tampak sendu, “Kau agak aneh akhir-akhir ini…”

“A–aneh bagaimana?”

Sial! Apa dia sadar?

“Beberapa hari lalu kau datang dengan wajah bersemu lalu menyentuh rambutku dan kemudian pergi begitu saja. Di hari lain kau datang tiba-tiba dan melepas kacamataku lalu pergi begitu saja. Dan aku masih ingat minggu lalu kau mengajakku belanja bersama dengan tiba-tiba, namun kau tidak banyak bicara selama perjalanan. Ada apa denganmu?” tanyanya dengan kening berkerut.

Aku kembali menelan ludah. Kupikir ia tidak peduli. Kupikir semua hal itu hanyalah hal kecil yang takkan mampu menarik perhatiannya. Kukira…

“Kau sedang mengerjaiku?” tanyanya langsung. Aku jadi ingin menepuk kening.

“Tidak.”

“Jadi?”

“Euumm… makanya karena itu, semua tidak seperti yang kau kira, sunbae.”

“Jadi, untuk apa kau memanggilku ke sini?”

“Ee… Untuk…”

“Menjelaskan hal ini?”

“Bu–bukan!”

“Jadi?”

Aaaaaa!

Sumpah, aku benar-benar frustasi kalau harus menjelaskan semuanya dengan detail. Ia akan marah kalau tahu. Tidak, ia pasti akan menjauhiku. Jantungku tidak dapat berhenti berdebar kencang jika memikirkan kemungkinan tersebut. Saat ini aku hanya bisa menggigit bibir sambil meringis pelan. Perlahan kulangkahkan kakiku mendekati Kim Kibum yang masih menanti jawaban.

“Kalau kau tahu untuk apa aku melakukan ini…” gumamku pelan, menatap tepat ke matanya sambil meremas jari, “…berjanjilah kau takkan membenciku.”

“Memangnya apa…?”

“Berjanjilah!”

“Oke, baikla–”

CUP

Aku mencium pipinya.

Aku mencium pipinya!

AKU MENCIUM PIPI KIM KIBUM!!

Tuhan, tolong bunuh dan kubur saja aku dalam-dalam di bawah tanah sampai semut dan cacing tak lagi bisa menjangkau jasadku!

Ia menatapku dengan kedua mata yang terbelalak. Sebelah tangannya memegang pipi yang sempat bersentuhan kilat dengan bibirku. Aku tak berani menatapnya dan segera membuang muka karena malu. Bisa kurasakan panas membara membakar wajahku sampai-sampai es mungkin bisa meleleh jika ditempelkan begitu saja. Dan jantungku berdebar gila saat ini. Mungkin ia bisa berhenti berdetak tiba-tiba karena terlalu ekstra bekerja dan dalam beberapa detik aku akan terbaring tak bernyawa di sini. Oke, aku terlalu berlebihan. Bagaimana bisa aku berpikir seperti ini sekarang?!

“Lee Ha-“

Aku langsung berbalik dan berlari menuju pintu saat ia hendak menyebut namaku. Namun pintu geser itu tiba-tiba terbuka, memperlihatkan segerombolan teman-temanku yang tengah menghadang.

“Lee Hana, kau curang!!” protes kawanan itu. Aku hanya bisa menelan ludah menahan bara di wajah saat berkata, “Kalian tidak bilang harus mencium bagian yang mana!”

“Kau sudah memilih DARE dalam permainan kita dan kau harus tanggung jawab!” ucap Taemin yang menjadi otak jahat dari semua kejadian memalukan hari ini. Aku hanya bisa menggeratkan kepalan tangan lalu berkata sebal, “Itu kan karena kalian yang protes habis-habisan saat aku memilih TRUTH. Memangnya kalian tidak puas dengan semua tantangan kalian yang melibatkan Kibum-sunbae sebelumnya? Kalian dengar sendiri, dia baru mempertanyakannya!”

“Bukan itu masalahnya sekarang,” potong Jonghyun-sunbae,

“Taemin memberimu tantangan untuk mencium Kim Kibum. Ingat kalimatnya kemarin? ‘You have to kiss Kim Kibum in front of us‘. Kami sudah memberimu keringanan dengan melihat di tempat persembunyian kami.”

“Tapi aku sudah menciumnya!” tolakku.

It’s not even a proper kiss, Lee Hana,” Shin Ahra ikut menimpali.

“Itu-“

Semua terjadi begitu cepat. Sebelah tanganku tertarik ke belakang hingga tubuhku hampir jatuh, namun seseorang menahannya dengan lengan yang kokoh. Saat aku sadar, salah satu bagian wajahku sudah menempel kuat dengan bagian wajah seseorang, yang bisa kulihat hanyalah sepasang mata yang tertutup dan aku merasakan deras sapuan deru nafas.

O. M. G.

Aku pasti bermimpi. Ini tak mungkin kenyataan. Bagaimana mungkin kenyataan berisi Kim Kibum yang kacamatanya masih terlepas menahan kedua tanganku erat-erat dan menciumku dalam-dalam sambil menutup mata? Ini mimpi, pasti. Beberapa saat lagi aku akan terbangun karena suara alarm yang berisik lalu semua bayangan ini akan sirna. Tapi, kenapa aku merasa sesak nafas begini? Dan jantungku, astaga!

Saat ia menggerakkan bibirnya perlahan, saat itulah aku harus percaya bahwa itu bukan mimpi. Dan lututku lemas saat menyadarinya hingga ia harus menahan tubuhku dengan bantuan meja di belakang. Dan…dan… Oh, aku tak bisa berpikir lurus lagi.

Damn, He’s such a good kisser.

Begitu kami melepaskan diri karena kehabisan nafas, keriuhan langsung menyambut kami. Entah karena aku yang tak lagi memperhatikan mereka karena kejadian spektakuler ini atau malah mereka yang ikut terdiam karena semua begitu mengejutkan dan tiba-tiba, aku tidak tahu. Yang membuatku malu setengah mati adalah posisi tanganku yang sudah terkalung sempurna di lehernya sehingga aku harus cepat-cepat melepaskan diri dan menjauh, tapi lututku masih belum bisa bekerja normal.

That’s the proper kiss in front of them, pabo.”

Aku terperangah sambil menatap lurus mata hazelnutnya. Ia tampak cuek, memakai kembali kacamatanya lalu melangkah santai ke arah tas dan laptopnya terletak. Teman-temanku masih riuh, aku sendiri masih terbengong kaku.

And this is the proper confession,” sambung Kibum-sunbae saat ia berbalik sebelum berlalu meninggalkan ruangan, “I love you, Lee Hana.” Dan ia tersenyum sekilas.

Eh?

Apa?

Apa tadi? Apa yang baru saja terjadi?

Teman-temanku bersorak riuh di sekitar, namun telingaku bahkan tak mampu menangkap suara mereka. Yang terngiang hanyalah kalimat Bum barusan, yang terbayang hanyalah kilasan senyum tipis di bibirnya tadi. Tanpa sadar aku berlari mengejarnya, mengisi koridor panjang hanya dengan kami berdua.

Sunbae!”

Ia berhenti melangkah, namun tak berbalik. Aku ragu mendekat walaupun ingin. Dengan nafas tak teratur dan wajah yang memerah panas aku bertanya, “Sunbae, maksudmu…?”

I mean it.”

“Hah?”

The kiss and the confession, I mean it.

Wajahku serasa terbakar sementara tanganku bergetar.

Maksudnya…maksudnya… Ya Tuhan, ini kenyataan kan? Ia berbalik lalu tersenyum manis, mungkin geli melihatku yang tampak aneh merespon kalimatnya.

Next time, do it properly.”

“Apanya?”
The kiss. Because I really enjoy it.”

Ia kembali berbalik dan melangkah pergi. Sekilas aku melihat semu di wajahnya. Ia bahkan pergi tanpa mendengar jawabanku. Atau… dia tak mengharap jawaban? Aku tak sempat memikirkannya karena jantung dan kepalaku panas seperti mau meledak sekarang.

“Kau tak ikut?” tanyanya kemudian.

Aku tersenyum. It doesn’t need proper thingy to say we’re official now.

 

FIN
6.02 am
November 27th 2014

©2011 SF3SI, Bella Jo

                                                            bella-jo-signature

Officially written by Bella Jo, claimed with her signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

16 thoughts on “Proper

  1. wahhh ide ceritanya kerennnn . suka bgt . kirain hana bakal ngungkapin perasaannya sekalinya cuma nyium gara2 dare zzz. ngga tertebak ini alur ffnyaa. penasaran bgt sama hubungan mereka kedepannya/? . key cool bgt disini omg

    1. kekeke… makasih~
      that’s the point, bikin surprise buat pembaca karena ga bakal ada yg nyangka kalo ini hanya bagian dari permainan iseng.

      makasih udah mampir~

  2. ahh.. berhasil buat aku senyum-senyum, jerit2 gak jelas akibat kibum.. awalnya aku kira hana bakal nyatakan cinta ke kibum. eh,ternyata.. sweet banget..

    1. haaha… di sini memang didesain kibum yang diem2 manis… semoga yg asli lebih manis dari ini, tapi jangan sampe dikerubingi semut saking manisnya :p

      makasih udah mampir~

  3. WAAHHH GILAAKKK MALEM MALEM MAU TIDUR BACA BEGINIAN!!! CERITANYA RINGAN DAN SUKSES NGEBUAT AKU NAHAN JERIT PAS BAGIAN KIBUM TIBA2 NYIUM HANA. AKKHHHH KIBUM U R DA BEST LAAHHH!!!!
    APALAGI YAAKKK AKH POKOKNYA AKU SUKSES DIBUAT MENAHAN JERIT DAN SENYUM2 SENDIRI BAHKAN SAMPE KETAWA BACANYA!!! GOOD JOB EONNI, AKU SANGAT MENIKMATI TULISANMU HAHAHAHAHAHAHAHA LAIN KALI BUAT YANG LEBIH SWEET DARI INI YAAA

    I LOVE YOOUUUUU

    1. wah, kayaknya Kimmy suka banget baca cerita malam2 ya… #intipSIDES
      tapi syukurlah yang kali ini ga bikin galau ataupun bete lagi, malah jadi senyum2 sendiri. kekeke

      kalo dapet inspirasi lagi semoga lain kali bisa biin yang lebih manis dari ini🙂
      makasih udah mampir~

  4. TERIMAKASIH PADA TRUTH OR DARE KEPARAT YANG MEMUNGKINKAN SEMUA HAL MANIS INI TERJADI UWAUWAAAA
    Authornim, for making my day, from the deepest of my heart, with all my sinceres, I love you:***

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s