Friction

Friction

 

Author            : Faciikan

Main Cast       : Kim Jonghyun, Choi Minho

Support Cast   : headmistress(?)

Genre              : slice of life, kid!jonghyun, hinted!minkey

Rating             : General

Summary        : Jonghyun berani bersumpah bahwa ia dapat memotong ketegangan di ruangan itu dengan sebilah pisau. Amat sangat menakutkan.

A.N                 : yang homophobic please don’t read. Leave a nice comment.

“Ada yang ingin kau jelaskan, Tuan Kim?”

Jonghyun melirik Ibu Jun, si kepala sekolah. Perempuan paruh baya itu terlihat jengkel. Jonghyun tidak mengerti mengapa Ibu Jun jengkel. Kalaupun ada orang yang pantas untuk jengkel, orang itu harusnya Jonghyun. Bukan ia yang memulai perkara ini. Yang memulai adalah si Byun jelek itu. Ia hanya melakukan perlindungan diri.

Dan mengapa harus kepala sekolah yang menangani hal ini? Ah, ia lupa bahwa ini bukan kali pertama ia berkelahi dengan teman sebayanya.

“Tuan Kim?”

Jonghyun duduk tegak. “Anda bisa melihat buktinya di CCTV, Ibu Jun.”

Sang kepala sekolah menyandarkan punggung. “Aku mencoba membantumu di sini, Tuan Kim.”

Bantuan apa yang akan di bawa Ibu Jun, Jonghyun meragukan kalimat barusan. Bukan pertama kali ia duduk di kantor membosankan itu dengan memar ungu di wajah, atau mata lebam, atau kemeja yang sobek. Ia tidak peduli, toh akhirnya ia bakal dikeluarkan dari sekolah.

“Byun Gi-ok mengatakan hal yang mencemarkan nama baik orang tuaku dan aku meneriaki balik karena aku merasa jengkel. Mengapa aku merasa jengkel, mengapa aku tidak menghiraukannya saja, pasti itu akan menjadi pertanyaan Anda, Ibu Jun. Tapi aku sudah menutup telinga hampir satu tahun. Aku sudah berkeluh kesah pada Bapak Kang tapi tidak ada respon. Jadi saat Byun Gi-ok dan teman-teman penindasnya itu mulai menyentuhku dengan jari homophobic mereka…”

Itu dia, ledakan amarah Jonghyun. Belum juga ia selesai dengan kalimatnya, ia merasa kehilangan udara di sekitarnya. Ia anak yang kuat, tapi ia merasa ingin menangis saat itu. Ia merasa sedih.

Sebuah gangguan. Sebuah ketukan di pintu. Itu Nona Go, resepsionis. “Maaf aku mengganggu, tapi Tuan Choi di sini.”

Ibu Jun mengelus pelipisnya sebelum berkata, “Biarkan beliau masuk, Nona Go.”

Figur jangkung yang melewati bingkai pintu bukan lain adalah Tuan Choi Minho, pengacara terkenal. Pekerjaannya sebagai pengacara sipil tidak ada kaitannya dengan perkelahian fisik Jonghyun. Statusnya sebagai ayah angkat Jonghyun sebaliknya, adalah cerita yang lain.

“Ibu Jun,” ia membungkuk sopan.

“Silahkan duduk, Tuan Choi.”

Jonghyun berani bersumpah bahwa ia dapat memotong ketegangan di ruangan itu dengan sebilah pisau. Amat sangat menakutkan. Hal yang kurang hanyalah ayahnya dan Ibu Jun saling bertatapan intens. Ibu Jun hendak mengatakan sesuatu saat ayahnya mengeluarkan sebilah amplop dari kantong jasnya.

Beliau tersenyum saat memberikan amplop tersebut pada sang kepala sekolah. “Saya datang untuk memberi anda ini, surat transfer Jonghyun. Hari ini akan jadi hari terakhir Jonghyun di sekolah anda.”

“Tuan Choi kami—,”

“Ibu Jun, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya jika Jonghyun telah membuat ketidaknyamanan.” Wajahnya mengeras, tetapi senyumnya tetap menghiasi. “Tetapi saya dan suami saya telah sepakat bahwa sekolah ini nampaknya tidak cocok bagi Jonghyun.”

Jelas di mata Jonghyun bahwa Ibu Jun terkejut. Dibilang sekolahnya tidak cocok untuk satu murid macam Jonghyun pastilah pukulan telak baginya. Sekolah itu salah satu sekolah swasta terbaik di Seoul, dan kebanggaan nomor satu Ibu Jun.

Ayahnya membimbing Jonghyun untuk berdiri. Jadi, Jonghyun berdiri tegak di sebelah ayahnya. Saat ayahnya itu membungkuk sembilan puluh derajat di depan sang kepala sekolah, Jonghyun pun mengikuti. Mereka keluar dari ruangan itu setelahnya, meninggalkan Ibu Jun yang ternganga.

Tuan Choi Minho tahu bahwa aksinya akan menuntut bayar darinya. Tapi ia tidak tahan lagi ketika Jonghyun, putranya, mahluk kecilnya—tidak terlalu kecil sebenarnya—telah menerima penindasan verbal dan fisik dari teman sejawatnya. Jonghyun adalah anak dengan pendirian teguh, tapi ia tetap seorang anak-anak. Ia takut bahwa akan muncul masalah psikologis lanjut yang mungkin lebih parah dari saat itu. Jadi ia memutuskan untuk mengeluarkan Jonghyun, lagipula ia tidak pernah suka dengan institusi itu.

Saat mereka sudah duduk dengan nyaman di mobil, Jonghyun mulai mengajukan pertanyaan. “Jadi, besok aku tidak harus sekolah?”

Minho menahan tawa. “Kau akan sekolah besok. Aku dan Kibum memutuskan untuk menyekolahkanmu di rumah, homeschooling. Untuk saat ini, kami akan jadi gurumu, dan lihat apakah kita bisa menemukan tutor permanen untukmu.”

“Keren,” si pelajar tersenyum melihat pemandangan sekolah itu terakhir kalinya. Ayahnya menyalakan mesin mobil dan mereka berkendara menjauh.

Baru sebentar ia melihat pemandangan jalan, sesuatu masuk ke dalam pikiran Jonghyun. “Eh, bukankah Kibum akan marah besar tahu aku pulang seperti ini? Meninggalkan sekolah sebelum jam pulang? Berkelahi? Ini sama saja! Sama seperti keluar dari mulut singa untuk dikulum dalam mulut buaya.”

“Pertama, ayo makan es krim dan makan siang. Atau mungkin kue dan kudapan sore, kau yang pilih. Kedua, kita tidak perlu terlalu jujur pada Kibum. Maksudku, bilang saja kau jatuh berguling dari tangga, atau semacamnya, aku tidak terlalu peduli. Apa bagusnya memberi tahu Kibum?” Choi Minho berkata dengan amat sangat santai tentang suaminya.

Kalau bertanya pada Jonghyun, ia sih setuju saja dengan rencana ayahnya itu.

@2013 SF3SI, Faciikan

sign-faciikan

Officially written by faciikan, claimed with her signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

26 thoughts on “Friction

  1. Hah..?
    Choi Minho ini– Tuan Choi– ayahnya Jonghyun. Terus Kim Kibum ini– suami– Tuan Choi. Jadi si Jonghyun ini punya ortu…

    Aaaaa.. oke. Cukup tau.
    Cerita ini daebak. *standing ovation* *bow* ^^

  2. Waw waw waw…
    Wait a minute… “suami”? Kim kibum..sejak kapan?? Wah kibum bisa gagah sekarang hahhaa…
    Baca hinted!minkey aku udah nebak pasti bakal ada gweboon..tapi pas tau kim Jonghyun anaknya choi minho.. kaget. Kim? Choi? Tambah lagi pas choi minho bilang “suamiku”..
    Oh ya ampun.. jadi kim Jonghyun adalah anak kim kibum..
    Okelahh..
    Ceritanya singkat tapi kereeeeeeeennnn…

  3. pas baca homophobic dan suami aku udh ngeh kalo gitu ceritanya. hahahaha
    tapi ga kebayang deh kalo jonghyun jadi anaknya minho. mmm… berarti minho n kibum udh tua dsini?

  4. Mungkin aku meleng tapi aku bacanya ini kaya Jongho-Kibum. Fck my life tolong hentikan aku.

    Hahaha ya baguslah itu emang manusia yg gabisa menghargai orang lain patutnya dihajar dan dibakar di tempat sampah. Persetan. Jonghyun masih bagus cuma hajar doang. Rasanya aku ingin meledakkan sekolah itu haha.

    Dan ketika jonghyun manggil kibum, kibum, rasanya kenapa aku agak uh well kenapa itu terdengar lucu. Padahal dia surnamenya kim jadi ya kupikir dia manggilnya ayah kemudian karena gaikut surname minho jadi manggilnya minho aja. Oke kupikir aku terlalu banyak berpikir dan talking nonsense.

    Baiklah aku mohon diri dulu. Semoga Jonghyun sukses homeschooling jangan ngeles main game. Berbahagialah kalian bertiga.

    Makasih fafa atas ceritanya😀

  5. Eh baca ulang pas ada “suamiku” tp inget ada homophobic kan….

    Ayah Jjong itu kan Kibum ya karna marganya. Berarti Minho ibunya atau apalah itu… Pertanyaannya Jjong dari rahim siapa???

  6. hai, salah satu penulis ff fav ku :”)
    pertama kalinya mampir kesini untuk sekian lama karena baca judulnya sama dgn judul lagu fav ku.
    terus berkarya, dear❤

  7. Gak kebayang aduh itu jjong anaknya minho+kibum? Lha? Nggak salah itu kan ya?😄 dan itu jjong masih bocah atau gimana? Aduhaduuuh~~
    Ah keren ajadeh pokoknya😀

  8. Aahhhh simple sekalii tapi sangat berkesan!!!
    jonghyun imut sekaliii! tindakan minho adudududu sangat bijak.
    suka banget sama minho disinii *bawa pulang* loh???? hahaha

    sejujurnya aku bingung mau komen apa karena ini itu bagus-simple-mudahdimengertiolehotakkuyanglemotini. hahahaha

    xD

  9. ini omomo,
    sungguh omomo sekali *maapkanalaynyamakhlukini

    tapi ini seriusan, jjong anaknya kibaem ama mino,
    dan emang ffnya bikin aku scroll bolak balik ke atas biar ngeh dan mastiin g salah baca
    eh ternyata beneran,

    niceu anyway [>_<]

  10. Sialan aku kira Jongho, dan waktu baca aku tetep fokus ke Jongho, begitu mulai ngeh, balik scroll ke atas dan nemu hinted!Minkey..
    cuma bisa mengehela nafas sangking histerisnya..
    ‘Ayah Minho’ dan ‘Kibum’, Jonghyeon manis sekali uwuwuwuwu

  11. OH OKEY. *tarik napas* OH MY GOD INI TUH KAYA CERITA-CERITA YANG DIBIKIN TTAGASSI YA TUHAN THIS IS KEYMING THE HELL MINHO TIDAK BAIK MAIN RAHASIA-RAHASIAAN SAMA SUAMI KAMU. OH TUHAN OH TUHAN JARANG SEKALI AUTHOR PADA BIKIN CERITA DI MANA MINHO JADI SEMACEM UKE-NYA GITU AHAHA. OMG OMG SORRY FOR THIS CAPSLOCK LET’S END THIS.
    Okey, jadi, ini kayak semacam keluarga kompleks yang terdiri dari sepasang pasangan tampan yang mempunyai anak tampan berhati hello kitty yang berusaha sok tegar, okey.
    maaf, aku sama sekali gak bisa tenang karena demi Tuhan keyming dan anak -angkat-mereka. Terlebih Jjong di sini jadi anak sekolahan yang sedih, huhuhu rasanya ingin menyembunyikan dia saja di dalam sweater.
    makasih banyak buat ceritanyaa~

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s