Puberty (Key’s Version)

Author : Keyeoja

Main Cast        : Kim Kibum, OC

Length             : 518 words

Genre              : Family, Life

Rating             : PG -15

Summary         : Ketika Kibum memergoki anaknya menonton ‘blue film

A.N                 :

Here I am, trying to make a fic in the middle of my semi-lazy schedule. Well, tadinya mau vakum dulu dari dunia tulis menulis, eh malah terjebak godaan setan dan malah bikin fics Puberty Series. Huft, yaudahlah ya, selamat dinikmati aja buat readers! Keep RCL!

 

Kibum membaca ulang pesan singkat dari istrinya, diliriknya jam dinding yang tergantung apik di ruangan tempatnya berada. Sebentar lagi meeting-nya akan selesai dan ia harus segera pulang. Nara –istri Kibum- baru saja mengirim pesan bahwa dirinya harus pulang mendadak ke Busan karena kondisi kesehatan ayah mertua Kibum yang memburuk. Karena itu, Kibum harus pulang cepat demi memasak makan malam untuk anak lelaki semata wayangnya, Kim Seung Hoon.

***

Kibum sudah terbiasa dengan kondisi rumah yang sepi karena ia memang hanya tinggal bertiga dengan anak dan istrinya. Hanya saja keheningan yang melanda saat ia memasuki rumah terasa janggal. Hari sudah mulai gelap, namun tak ada satu lampu pun yang menyala untuk menerangi rumah.

“Hoon-ah,” Kibum memanggil, namun tak ada sahutan. Diliriknya arloji yang melingkar manis di tangan kanannya, angka digitalnya menunjukkan pukul 07:30, harusnya sang putra sudah di rumah dari sejam yang lalu.

“Hoon-ah,” lagi Kibum memanggil, namun masih tak ada sahutan dari anak bernama Kim Seung Hoon itu. Seung Hoon-nya pasti sudah di rumah, karena sekilas lalu tadi Kibum melihat sepatu Hoon yang tersusun rapi di rak. Heran, dengan masih bertanya-tanya Kibum menyusuri tangga menuju kamar anaknya.

Namun langkah Kibum mendadak terhenti. Dari kamar anaknya terdengar sayup-sayup suara gaduh. Terburu-buru Kibum mempercepat langkahnya.

Namun, sekali lagi Kibum harus menghentikan langkah saat ia sudah berada tepat di depan pintu. Jaraknya dengan pintu itu tidak terlalu jauh sekarang, kurang dari semeter. Hanya saja suara-suara gaduh yang tadi sempat ia dengar kini terdengar dengan sangat jelas olehnya, membuat Kibum mematung di depan pintu.

“Fuck! Harder!” Kibum tersentak dari lamunannya saat seseorang di dalam sana mengeluarkan carut-marut serta rintihan yang memenuhi gendang telinganya. Kibum tak perlu berpiir keras untuk tahu apa yang terjadi di dalam sana.

Pintu yang tak jauh dari Kibum itu tak tertutup sempurna, menyisakan celah kecil yang cukup bagi Kibum untuk mengintip. Ragu-ragu, Kibum mendekat, mencoba mencari tahu dari celah pintu yang sedikit terbuka. Berharap dugaannya salah.

Dan di sanalah Kibum, terkejut mendapati anaknya, Hoon yang tengah asik menatapi layar notebook-nya dengan penuh minat yang menampilkan dua orang dewasa yang tengah melakukan hubungan intim. Untuk sesaat Kibum merasa lega, karena tadinya ia mengira anaknya membawa pulang seorang gadis ke rumah dan melakukan tidak pantas macam itu. Namun, pemandangan yang Kibum lihat cukup untuk membuatnya tertegun.

Apa yang ia lihat, membuat Kibum sadar, betapa kini dia sudah semakin menua dan betapa anaknya telah tumbuh menjadi seorang remaja laki-laki, bukan lagi putra ‘kecil’ ayah yang akan merengek meminta es krim padanya tiap kali ke taman hiburan. Betapa Kibum terlalu sibuk berkutat dengan pekerjaannya sehingga lupa kalau anaknya kini memasuki masa terpenting dalam hidupnya sebelum akhirnya benar-benar menjadi lelaki dewasa.

Kibum menyeka ujung matanya, perlahan ia menjauh, dirogohnya ponsel yang berada di sakunya dan dikirimnya pesan singkat pada Hoon.

‘Jika kau sudah selesai menontonnya, turunlah ke bawah. Jangan lupakan makan malammu. Ada yang ingin kudiskusikan denganmu selagi ibumu tak di rumah.

PS : I need your explanation ‘bout that thing, Kim Seung Hoon’

***

Dering ponsel mengalihkan perhatian Hoon sejenak. Diraihnya benda mungil yang tergeletak begitu saja di sebelah notebook-nya, sebuah pesan masuk dari Kibum yang cukup membuatnya berkeringat dingin setelah membacanya.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

15 thoughts on “Puberty (Key’s Version)

    1. Waaaaaaaaa, dikomen veteran sf3si
      *tarik nafas* *buang*
      Hai Kak Bella (atau Bella aja? Since, aku ga tau kamu line brp ._.)
      Nggak nyangka dikomen kamu X)
      Maaf selama ini suka jadi silent reader ff2 kamu, karena ga tau mau ngomen apa ._.

      Makasih udah baca dan ninggalin jejak ^^
      Buat sambungan, nanti kalau ada waktu dan punya ide mungkin akan dibuat

    1. Hai, makasih udah mampir. Lho emang selucu itu ya sampai ngakak? Syukur deh bisa bikin kamu ketawa ^^ sekali lagi makasih loh ya

  1. hahaha tindakan yang key ambil sih bagus bagus aja, asalkan jangan terlalu dibebasin, ok????

    ah hoon sudah remaja :”

    dan perasaan kibum yang dia terlalu sibuk sama kerjaannya sampe ga sadar kalau anaknya itu anak-baru-gede bener bener menyentuh hahaha oke ini lebay, tapi aku tau perasaan yang mengganjal dan bersalah itu xD

    1. Hai, makasih udah mampir lho ya, wah aku terharu Fic aku bisa bikin orang lain tersentuh, padahal mah ini masih amatir. Tapi terima kasih lho ya ^o^

  2. omomomo!!!!🙂

    kibaem oppa style nya begitu ya kalo mergokin anaknya wkwks😀
    penasaran sama stylenya onyu oppa, mungkin dia malah mimisan, jjong oppa ntar malah nyodorin ke anaknya dan taem dgn polosnya malah ikutan nonton bareng anaknya,
    aaah, imajinasi seorang fans🙂

    niceu yo~~ (>_<)

  3. Wooooowwww
    Kalau aja Kibum berdeham, bakalan…. awkward….
    men, tapi kalau Kibum jadi si anak aku bakalan berharap ayahnya nepuk pundak Kibum lol
    gatau kenapa….

  4. Kibum punya anak…. well aku masih belom bisa bikin settingannya ihihihi
    Udah lah pak biarkan saja toh bapak juga dulunya begitu toh hahahaha
    mau lanjut dooong~!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s