Close Book

Author: CEV

Twitter@HeyVictoriaye

Main Cast: Kim Jonghyun

Support Cast: Kim Kibum, Jonghyun’s momma and big sister, OCs

Length: vignette

Genre: AU, slice of life, comedy (bleh, it’s not.)

Rating: PG-15 (mild swearing)

Summary: Dan Jonghyun menemukannya. ‘Cara Cepat Sukses Ujian Sekolah dalam Semalam’

***

“Ada yang salah dengan masakan Ibu?”

Satu ruangan sekejap mengalihkan pandangan ke pemuda berambut platinum blonde tersebut. Lelaki itu sontak menaikkan kepalanya, lantas berhenti bermain-main dengan sumpit dan sendok—yang sejak tadi memang dilakukannya—. Ia terdiam sebentar, menghela napas berat seakan-akan baru saja divonis terkena penyakit menular seksual oleh dokter.

“Mana bisa…”

“Apanya yang tidak bisa, Jonghyunnie?” Pemuda itu menggerenyet ketika ibunya memanggil nama kecilnya.

“Besok…”

“Besok?” Seluruh anggota keluarga—kecuali Kibum yang terpaut satu tahun lebih muda darinya—mengikuti.

“Ada ujian mendadak…”

Seluruh anggota keluarga—kecuali Kibum—mendengus pelan mendengarnya. Jonghyun menatap sang ibu dengan tatapan paling iba, paling memohon-belas-kasih yang pernah Jonghyun berikan seumur hidupnya. Ibunya menaikkan sebelah alisnya bersiap-siap memasang tameng kalau-kalau anak nakal yang satu ini berani mencoba sesuatu.

“Lalu?”

“Aku malas belajar.” Jonghyun memejamkan mata, terlihat serius meratapi nasibnya yang malang sambil melahap sup miso-nya dengan anggun. “Ujiannya close-book pula. Aku letih setelah seharian latihan band untuk tampil di acara pentas seni SMA, belum lagi besok Yong-saem bilang akan ada lari marathon di sekolah, dan—“

Sedetik kemudian Ibunya menggebrak meja, sukses membuat Jonghyun memuntahkan kembali sup miso-nya lewat hidung serta seluruh anggota keluarga yang terkesiap. Termasuk Kibum, kali ini.

“MANA BISA BEGITU! KAU, SEHABIS MAKAN PERGI KE KAMAR DAN LANGSUNG BELAJAR!”

***

Jonghyun benar-benar merasa buntu. Buntu sebuntu-buntunya orang yang buntu. Menyerah, ia mulai mengotak-atik majalah koleksi Sodam, kakak perempuannya. Tidak ada yang tahu bagaimana ia bisa masuk ke kamar kakaknya. Oh well.

‘Cara Cepat Sukses Ujian Sekolah Dalam Semalam’

Praise the lord, batin Jonghyun tersenyum.

Attempt #1:

“Ibuuuu!!! Aku pinjam 500 won!” Jonghyun berlari-lari menghampiri sang ibu yang tengah membersihkan peralatan dapur. “Untuk ujian, kok, Bu. Akan kukembalikan segera. Jonghyunnie tidak berbohong!”

Sial, kenapa sekarang dia yang memanggil dirinya seperti itu?!

Ibunya menggeleng pasrah melihat tingkah anak lelaki tertuanya itu. Pada akhirnya mengeluarkan benda keras bulat dari sakunya. Suara tegas Ibunya terdengar kemudian.

“Jangan dipakai untuk bermain!”

“Siap, Nyonya Kim!”

Jonghyun kembali duduk di meja belajarnya. Koin itu kini tertempel di keningnya, terbalut rapat dengan kain putih sebagai pengikat kepala. Err…sebenarnya itu bandana milik Sodam dan itu gawat, tapi Jonghyun memutuskan untuk memikirkan masalah itu nanti. Jonghyun mulai membuka buku pelajarannya.

‘…Ikatkan kain putih dikepala, dan selipkan uang koin 500 won kedalamnya. Niscaya, akan pikiran anda akan lebih fokus dan daya ingat meningkat.’

Jonghyun tersenyum sendiri mengingatnya. Besok, ya. Besok ia akan berjalan dengan penuh wibawa, dengan segala ketampanan dan kejantanannya. Wah, ia akan terlihat sangat keren. Mungkin di ujian besok ia akan dapat nilai 80? Ah, tidak, 90? Atau mungkin 100? Ia tidak suka dengan Lee Jinki, ketua kelasnya yang sok baik dan ramah, atau mungkin dia benar-benar baik? Tapi tetap saja Jonghyun tidak suka. Mungkin ia akan menggantikan posisinya sebagai juara kelas? Atau menggantikan Kibum, adiknya, sebagain ketua study club di sekolahnya. Hahaha! Pasti para siswi di kelasnya akan mabuk kepayang kepadanya, atau mungkin Baek Yerin si kapten cheerleaders yang seksi aduhai—

HAH?

“APANYA YANG BUAT FOKUS!?!? DASAR KOIN SIALAN!”

“Jonghyun, sekali lagi kau berteriak akan kurobek hidungmu menjadi empat bagian!” teriak Sodam dari kamar sebelah.

Attempt #2:

Okay Jonghyun…you can do this. No, you can’t. Yes, King Jonghyun you can do it. Aduh, kepalaku sakit!”

Jonghyun berdiri dibalik pintu kamar Kibum, adik lelakinya. Walaupun hanya terpaut satu tahun dari Kibum, Jonghyun tetap canggung dengan adiknya satu ini. Jonghyun merasa lumayan cocok dengan Sodam, yang lebih tua tiga tahun darinya. Ia nuna yang galak dan tegas, tapi ia pendengar yang baik. Ia juga akur dengan si tomboi: Minzy dan Mina, adik perempuan kembarnya yang terpaut tujuh tahun lebih muda darinya. Hell, the ‘triplet’ could even play ding-dong-dash all day long if they want to.

Namun, bersama Kibum? Dia dan Kibum just don’t live for some reasons, only God knows why. Jonghyun juga tidak tahu alasannya.

“Kau sedang apa di depan kamarku?”

“AAAAH!”

Hyung, what the fuck?”

Man, you scare the hell out of me!”

What are you doing here?”

Kibum menggosokkan telapak tangan ke keningnya dengan kasar. Ia merasa terganggu karena harus menyelesaikan presentasi untuk debat ilmiah esok lusa. Jonghyun menatap Kibum dengan canggung dan sedikit perasaan bersalah. Tidak, dia tidak bisa.

Forget it.”

Correct me if I’m wrong though, but don’t you have any other thing to do tomorrow instead of standing here?

“Hmm hmm. Sana kembali belajar kau, Kutu Buku Lapuk!” Jonghyun memasang wajah sok cool-nya.

Well, fuck you too,” gumam Kibum sambil menutup pintu.

Jonghyun membuang napas untuk kesekian kali. Mungkin dia harus memperbaiki brother relationship-nya dulu dengan Kibum, sebelum meminta pertolongan apapun padanya. Ia menengok kembali langkah majalah di genggamannya.

‘Ambil tiga helai rambut orang yang pandai, lalu celupkan ke air garam dan teh hijau. Lilitkan helai rambut tersebut di jari tengah anda. Hal ini akan memberikan efek telepati, yaitu kemampuan otak orang tersebut akan berpindah ke otak anda.’

Attempt #3:

‘Kelima, tulislah nama siswa atau siswi terpandai di kelas anda pada kolom nama di kertas ujian anda. Pastilah nilai orang yang anda tulis namanya tersebut, akan tertukar dengan nilai anda.’

“Ini mana bisa kukerjakan sekarang…,” Jonghyun mendecakkan lidah. “Besok saja di sekolah.”

Attempt #4:

‘Metode berikutnya, dengan mengikatkan benang merah di ujung gagang sendok nasi. Lalu putarlah benang merah sebanyak 35 kali dengan mengucapkan lantang-lantang kalimat berikut…”

“WAHAI DEWA PENGETAHUAN!! DATANGLAH KE DALAM DIMENSI PIKIRAN SAYA! DATANGLAH OH DATANGLAH DEWA PENGETAHUAN! DATANGLAH! DATANGLAH! DATANG-“

PRANG!

Oops.

Dalam sekejap mata, gemuruh aura yang sangat dahsyat datang menghampiri kamar Jonghyun. Itu bukanlah dewa pengetahuan, melainkan Ibu Jonghyun yang murka karena sebuah sendok nasi dengan benang merah di ujungnya telah memecahkan vas bunga di meja makan.

“DISURUH BELAJAR BUKANNYA BELAJAR, MALAH MAIN-MAIN!! MAUNYA APA SIH INI ANAK?!!”

***

Setelah babak belur dengan serangkaian caci maki dari ibunya, tidak lupa beberapa cambukan nista di bokongnya yang sebelumnya mulus, akhirnya Jonghyun terduduk lemas di sofa ruang tengah. Air mukanya sangat keruh, tinggal tambahkan beberapa tetes air mata. Sudahlah ia terlihat seperti anak anjing yang dibuang di pinggir jalan.

Jonghyun berjalan ke dapur untuk meneguk segelas air. Ia sejenak melihat sekeliling rumahnya. Semua anggota keluarga sudah tidur dan ini sudah lewat tengah malam. Ah hampir lupa, ia belum melakukan hal itu malam ini. Jonghyun mendesah, meletakkan gelasnya, dan berjalan ke kamar si kembar Minzy-Mina. Jonghyun menaikkan selimut troublemakers favoritnya itu, dan mencium pipi mereka. Selanjutnya kamar Sodam, lalu kamar Ibu. Setelah melakukan hal yang sama, ia lanjut ke kamar Kibum.

Di depan Kibum yang sedang tertidur, ia agak ragu. Well, setiap malam ia memang melakukan hal itu. Mengecek satu-persatu anggota keluarga, memastikan mereka terlelap di tempat tidur masing-masing. Kebiasaanya sejak umur lima tahun, Jonghyun kecil selalu terjaga di tengah malam karena terbangun dari mimpi yang sama setiap malam: Ibu, Nuna, Kibum, dan si Kembar meninggalkannya sendiri.

Di sudut matanya ia menangkap figura terjajar di meja belajar Kibum. Foto keluarga mereka ketika Jonghyun masih duduk di sekolah dasar. Ibu terlihat lebih cantik dan muda. Sodam noona terlihat manis sekali. Kibum—yang tersenyum kelewat lebar—berangkulan pundak dengan Jonghyun. Bayi Mina tampak sangat menggemaskan di pangkuan ibunya. Dan Bayi Minzy yang tertawa di pelukan Ayahnya.

Ayah

Hiks…

Tes…

Tes…

Menetes sudah air mata. Ia sudah menginjak kelas tiga di SMA, tahun terakhirnya. Apa dia masih mau begini terus? Bagaimana kalau nanti ia tidak lulus? Bagaimana kalau nanti ia tidak bisa kuliah? Bagaimana dengan bekerja? Jika nanti ibunya tidak sanggup lagi bekerja, apakah ia bisa menggantikan? Ia harus bisa, Minzy dan Mina masih harus sekolah, Sodam nuna ingin mengambil program magister, Kibommie ingin kuliah di luar negeri—

“Astaga! Hyung, apa yang kau lakukan disini?”

Jonghyun terhenyak. Dengan cepat menyembunyikan wajahnya yang basah. “A—aku… aku masih belajar. Belum boleh tidur, Bum.”

“Kau sudah mengerti materinya?”

“Belum, hehe...”

Aigoo, orang ini… pelajaran apa?”

“Fisika, Bum.”

Lalu hening.

“…Mau kuajari?”

Jonghyun menghambur ke arah adiknya, memeluknya erat sampai Kibum susah bernapas. Ia menangis sejadi-jadinya, seperti di drama Boys Over Flowers ketika Geum Jan Di menangis akibat Goo Joon Pyo tidak mengenalnya karena amnesia.

“Aku akan berbakti sampai tua padamu, Bum! Huhu…”

“Iya… Jjong… lepaskan! Ish, orang ini! Ibu! Jonghyun-hyung gila!”

***

“Kumpulkan tas kalian di depan, tidak boleh ada yang di atas meja kecuali alat tulis dan selembar kertas kosong!”

Jonghyun tersenyum puas. Adiknya, Kim Kibum adalah seorang yang jenius. Dia mengerti semua bagian dari pelajaran fisika. Dalam semalam, bayangkan! Kibum mengajarkan beberapa hal, sisanya Jonghyun yang mengerjakan latihan soal sampai jam lima pagi. Ia mengingatkan dirinya untuk mentraktir Kibum soju nanti. Si Jenius Kibum pandai sekali minum dan Ibu tentu saja tidak tahu itu.

Jo-saem memberikan kertas soal satu-persatu. Yeah, Jonghyun sudah tidak sabar untuk membuka kertas dan langsung melahap habis soal-soal itu.

Nama: Kim Jonghyun

Kelas: 3-A

Tanggal: 12 Januari 2015

Mata pelajaran: Kimia

 

…OH, TIDAK.

FIN

A/N: Apa ini? Maafkan, ini jelek banget ya ampun. Enggak maksimal. Habisnya…ini kukerjakan di sela-sela belajar buat ujian semester pendek besok, tugas-tugas dari dosen bertumpuk, jejeran skripsi….sini Jong, kita senasib //pukpuk Jonghyun//

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

15 thoughts on “Close Book

  1. Omg~! Udah belajar fisika semalaman ternyata yg keluar malah soal kimia. (Eehhhmmm…. wkwkwkkwkwkwkwkwkwkwkwkwk) maaf yah Jjong aku ngakak xD tapi bayangin muka kamu yg kaget itu loh, pastii kiyut wkwkwkwkwkwkwk😛

    Nice ff ^^

  2. Jonghyun konyol bgt yaa, percaya sama cara aneh dimajalah.. Giliran udh belajar beneran malah salah mapel hehehhehe

  3. Anjrittt ~~ nyesss! entu fisika ama kimia pelajaran yg bkin otak jd keriting x_x gua pernah ngalemin hal yg bginian, udah deh otak gua keluar asep(?) #curcol ^^v
    Ceritanya bagus thor ada sedihnya jga tp 85% comedy ^^ fighting dan teruslah berkarya & membagi hiburan bagi para pembaca

  4. Mati aja rasanya kalo gitu jjong hahahaha
    punya adik jenius membantu sangat ya hahaha
    aku suka family.a entah kenapa kekeluargaannya tuh nyata banget huhuhu sukaaaaaaa
    plus tingkah konyol jonghyun hahahaha aduh ngakak malem malem ini mah

  5. ANJIR TERBAHAK DAHSYAT DENGAN AMAT SANGAT TIDAK INDAH(?)
    I feel bad towrads you Kim:(( Poor my Jjongie:(((
    Sumpah Jamong disini pen aku tabok gitu ih tapi sayang bgt sama lubang hidungnya ya Allah kudu gimana
    Author-nim indah sekali ceritanya, makasih this makes my day uwu

    1. Wuoh you little energizer cute peanut bunny ^^ aku ngebayangin kamu cute banget pasti. You are, right? Lol.

      I’m glad this could cheer your day. Seriously. Thanks, kiddo🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s