Visiting

Author: CEV

Twitter@HeyVictoriaye

Main Cast: Kim Jonghyun, OC

Length: Ficlet

Genre: AU, slight angst

Rating: G

Summary: Setiap aku membukakan pintu tua berlapiskan cat berwarna pastel hangat, dia menatapku.

***

Laki-laki itu menatapku.

Setiap aku membukakan pintu tua berlapiskan cat berwarna pastel hangat, dia menatapku. Dia duduk, terkadang mengganti posisi duduknya, tapi setelah itu diam lagi.

Aku langsung mengembangkan senyum. Lelaki itu membalasnya, masih diam di kursinya. Aku heran, sudah berapa lama ia enggan meninggalkan kursi itu? Tidak pernah aku secemburu ini dengan sebuah kursi. Ingin rasanya aku melempar kursi itu ke laut, setelah kucabik serat kayunya dan kupatahkan sandarannya.

Oh, dia mendengarku. Suara decakkan lidahku, mungkin. Aku mencium bau vanila ketika aku memeluknya dari depan. Wajahku semakin kurapatkan ke dadanya. Bau vanila semakin keras tercium. Lucu. Dia yang meneguk kopi, tapi dia yang bau vanila. Bukankah aku yang selalu menghabiskan persediaan susu vanila di kulkas kami?

Kedua tanganku mengikat erat, mereka bertemu di punggungnya yang bidang. Punggung yang menjadi pelindungku.

Oh, aku baru ingat sekarang. Pria ini, yang demi memberikan aku segelas susu vanilla caramel hangat di pagi buta—karena aku tidak sudi memulai hariku dengan sandwich buatannya dengan rasa yang mengerikan—rela bangun di setiap fajar. Ya, karena susu hangat itu harus sudah tersajikan manis di gelas Winnie the Pooh favoritku.

Dia jadi bau vanila karena aku. Sial kau, Pak Tua yang loyal.

***

Pria itu melepas pelukannya yang hangat, tersenyum sambil menelusuri garis wajahku. Aku melakukan hal yang sama. Wajahnya masih keras, terlihat gagah, meskipun nampak satu—barang dua garis—kerutan terukir. Pria ini mengikik geli, sampai sekarang masih bertanya-tanya bagaimana bisa Tuhan menciptakan salinan dirinya ke dalam diriku.

Dia mencium keningku. Mencoba mengangkat tubuhku. Aku rasa dia mulai lupa kalau aku bukan lagi makhluk berliur yang hanya berbobot dua kilogram—dia menangis seperti pengecut sewaktu menyaksikan aku yang terbaring lemah di kubus inkubator—atau Homo Sapiens cengeng yang selalu merengek untuk dibelikan ini-itu ketika mengunjungi pasar swalayan. Ah, mungkin dia masih menganggapku seorang mahluk jahil kecil—yang selalu menenteng buku gambar dan krayon sejuta warna—yang selalu ia bawa ke tempat kerjanya. Di mana tumpukan kertas bertuliskan potongan lirik lagu atau kumpulan balok nada yang tidak kumengerti alurnya, berserakan. Dimana gitar, piano, dan electric bass kesayangannya menunggu manis di sudut studio.

However, dia tidak pernah keberatan untuk membawaku kemana pun.

Pria itu masih tersenyum. Dia memang suka tersenyum, hanya kepadaku dan Ibu. Orang lain, tidak. Raut wajahnya masih tampan walaupun termakan usia. Sekarang aku mengerti mengapa Ibu setengah mati mencuri perhatiannya dulu. Ibu tergila-gila terhadapnya.

Dahulu, dia gagah, tampan, aktif. Your typical boyfriend material. Kini hanya ketampanan yang tersisa.

You lost your cool, Old Man.”

Whatever. How’s college? Things are going well with your loser boyfriend, I suppose?

Busy as usual. I’m so sucks these days though. And, ha… ha… That’s funny.

Kami berbagi tawa. Tidak cukup lama, karena sejumlah orang berpakaian putih dengan masker operasi yang terlihat menyeramkan mengambil pria tuaku ini.

“Papa, please get well soon, would you?”

I’ll try my best,” ujarnya disertakan senyum paling tulus yang pernah aku lihat di dunia.

Aku tidak pernah melihat senyumnya lagi setelah itu.

 ***

 A/N: I blame the rainy morning today. Unbeta-ed. I wrote this on my freakin phone, a 15-minute-before-morning-bath-ish kind of story. Thanks for not expecting too much, but reviews (or may we say here, oxygens) are much appreciated. Your option :]

Admin’s Note: ini bagus, tapi tidak jelas disebutkan Jonghyun ini jadi siapa meskipun aku nangkap maksudnya, sih ^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

10 thoughts on “Visiting

  1. Papa jonghyun astaga tolong aku banjir
    aku gatau kenapa aku jadi sebenyek tape tapi astaga papa jonghyun kenapa diambil dokter huhuhuhuhuhu.
    jangan, papa jonghyun gaboleh digergaji listrik sama grell atau digerus pemotong rumput sama ronald huhuhuhu papa bau vanilla jangan pergi.
    karena aku sepertinya ribut sendiri di lapak orang, maafkan aku. Aku akan pergi dengan tenang naik jerapah. Terima kasih atas ceritanya, citra jangan ikut hilang kaya papa jonghyun. Bye :”)

    1. Ini comment yang bikin aku tersenyum paling tulus, so far this month. Habis gimana, aku kangen banget sama kamu sama zaky. Aku mau ngontak zaky. Tapi sepertinya…..

      Anywaysss i’ll try to leave a piece of my mind in her comment box. I hope she read it soon.

      Haha, nggak…aku nggak ilang…well….technically not. There’s a lot of things going on my life right now. But, wasn’t that the reason knp kita semua hiatus?

      Anyways….oke terlalu banyak anyways.

      So, i’m about to crush your wp sekarang haha. Ngobrak-abrik ff mu. (Ps. Aku sempet take a glance at it dan kamu lagi suka nulis ttg 2min ya hoho). Dan Aku akan ngerusuh. Err atau mungkin nggak rusuh2 amat sih. Maklum udah tua, badan udah nggak ramah lingkungan lagi.

      (Dadah, btw saya super duper seneng sekali you haven’t given up on writing yet. Please dont. OR ELSE…)

  2. ini kenapa bikin nyesak banget d ending ya? air mata mulai berkumpul tapi ga jatoh2… hadeeeh…
    papa jonghyun tua dengan satu dua garis ketutan…. mamanya mana? hiks hiks hiks…
    well, good writing. i fell for it
    keep writing

    1. *giving you some tissues*

      Ah ya, benar juga. Aku nggak nyinggung soal ibunya si ‘Aku’ ya. Tapi sudahlah, maafkan ya.

      Eh aku secretly nunggu ff kamu yg ttg demon itu. Ituloh, yg key jadi Keyx. Aku suka. Maaf aku lupa judulnya. *bersihin debu dari lapak sendiri*

      Thanks mau komentar🙂

  3. Aku kira awalnya mereka lover-___- ah maafkan otak ini
    Ayah Jonghyun dibikin mati ihhTTT-TTT sedihnya nyebelin banget
    However, nice story author-nim;

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s