All I Want For Christmas Is You

All I Want for Christmas Is You

christmas_date_ideas_hero_article_banner_1094x523

Cast: Jinki, Lily.

Summary: I don’t want a lot for chirstmas, there is just one thing I need. Make my wish come true, all I want for Christmas is you.

Happy belated birthday dear Jinki and Minho.

Jika seseorang bertanya apa bulan yang disukai dalam satu tahun, Minho akan menjawab dia suka bulan dimana World Cup di adakan. Jonghyun akan dengan lantang meneriakkan July, karena… summer. Yes, summer. Sementara Key suka sekali September, bulan kelahirannya. Of course. Dan Taemin suka bulan apapun yang memberinya libur paling lama. Namun bagi Jinki, bulan terbaik sepanjang tahun adalah Desember. Selain karena dia lahir di bulan tersebut, dan juga Lily, karena it when Christmas is.

You’ll be home for chirstmas?” Kibum bertanya sembari menyedu kopinya, dengan kertas ujian di tangan kiri.

Jinki mendesah kesal. “Tidak tahun ini, final project ini harus aku serahkan tanggal 26 nanti. Gosh, can you believe it?”

Kibum menunjukkan ekspresi penuh simpati. “Sorry, man. Tapi kau bisa menyerahkannya via email kan?”

“Bisa, tapi masalahnya aku tidak akan mungkin mengerjakan ini jika di rumah. Akan banyak sekali keluarga yang datang, masakan, kado, dan agenda perayaan lain. Mustahil aku bisa menyelesaikannya tepat waktu.”

You still got, like, a week, man. Kau tidak bisa menyelesaikannya dalam waktu satu minggu?”

“Aku sudah mencoba, tapi bahkan aku belum sampai 20%.” Sekali lagi Jinki mendesah kesal.

Don’t sweat it, Jin. Kau akan semakin kehilangan ide untuk mengerjakannya.” Minho memberi saran sembari berlalu menuju ruang TV.

“Kalian akan pulang?”

Yeah, we all are.” Sahut Jonghyun dari sofa. “I feel sorry for you, tho. Aku berencana tidak pulang tahun ini, tapi ibuku sendirian karena kakakku sedang dinas.” Jonghyun terdengar menyesal sekali, tapi Jinki tidak bisa memaksanya untuk tinggal.

“Kapan kalian akan pulang?”

“Taem akan pulang senin depan, aku dan Minho rabu. Aku tidak tahu kapan Kibum pulang.” Jonghyun menoleh, mencari sosok Kibum untuk menjawab pertanyaan Jinki.

Sorry to say, tapi aku akan pulang besok.” Kibum muncul dengan kardus di lengannya, merasa bersalah ketika Jinki berseru ‘secepat itu?’. “Well, I miss my family, dan tiket pesawat di minggu depan itu benar-benar mahal. Everyone wants to be home for Christmas, Jin.”

Good, aku akan membusuk sendirian di sini. On a fuckin’-Christmas day. Betapa menyenangkan.”

Ketiganya meringis tidak enak. “Lily?”

“Dia juga akan pulang.”

Suasana di ruangan mendadak begitu sendu. Jinki tidak bermaksud membuat teman-temannya merasa bersalah, tapi desember adalah bulan kesukaan Jinki dan dia benar-benar tidak ingin menghabiskan waktunya bergelut dengan laptop dan lagu-lagu natal di radio.

“Uhm, well, kami bisa membawakan sesuatu untuk-mu saat kembali ke sini. Seperti… uhm, kue?” Minho memberi ide, dia tidak tahu harus melakukan apa untuk menghibur Jinki.

Thank you, really. Aku akan sangat menghargainya. Tapi aku tidak ingin apa-apa.” Meski senyum di wajah Jinki tidak secerah biasanya tapi setidaknya ini cukup untuk mengurangi rasa bersalah teman-temannya.

“Sisi terangnya, natal di kota ini sangat ramai. Ku dengar begitu. Akan ada parade di jalanan, beruntung apartemen kita strategis, jadi kupikir kau bisa menikmati paradenya melalui jendela. Lagi, tetangga kita sangat baik aku yakin kau akan mendapatkan kue gratis. Jadi pastikan mereka tahu kau ada disini selama natal.”

Thanks, Kib. Meski melihat mereka menghabiskan natal bersama keluarga akan membuatku semakin murung, tapi makanan gratis tidak pernah salah.” Keempatnya tertawa ketika tahu-tahu pintu terbuka dan Taemin masuk dengan wajah sumringah.

Guys! Free cookies and candies.”

Well, what a good start.” Jonghyun menyahut.

Yes, what a good start.” Keempatnya kembali tertawa sementara Taemin tidak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan.

Natal datang lebih cepat dari yang Jinki kira. Mungkin juga karena dirinya sibuk menghabiskan waktu di ruang belajar dengan laptop yang setia menemaninya sepanjang malam. Dan radio yang sekali-kali Jinki putar ketika mulai bosan atau kesepian. Ini natal pertamanya dengan Lily, dia pikir mereka bisa menghabiskannya bersama, di tambah gadis itu ulang tahun di tanggal 24 desember. Menyedihkan dia harus mengucapkan ulang tahun melalui skype, tapi setidaknya Lily mau menemaninya semalaman melalui video call.

It’s Christmas now, my birthday has passed.” Ucap Lily dengan senyum sedikit sendu, membuat Jinki melirik jam di meja belajarnya. Jarum panjang baru saja melewati angka dua belas dan jam di laptop-nya menunjukkan angka 12:01 AM. “Sorry I can’t be there for you.”

That’s okay.” Jinki berusaha tersenyum, yang tidak bisa dipungkiri terlihat begitu sedih. Kemudian Jinki melihat Lily menahan sesuatu dan matanya mulai berkaca-kaca. “Tidurlah, aku tahu kau sudah mengantuk.” Melihat ekspresi ragu Lily, Jinki kembali meyakinkan. “I’ll be fine. Lagi aku harus menyelesaikan ini, hanya tinggal 20% lagi.”

Good luck, baby.” Lily tersenyum ketika Jinki menggumamkan ucapan terima kasih. “I baked some cookies today and I hope I could give you some of it.”

“Pasti rasanya enak.” Jinki merasa beruntung dirinya mendapatkan kekasih yang memiliki tangan ajaib, meski berat badannya siap naik kapanpun. “Tapi aku akan dapat biscuit gratis, sepertinya. Orang-orang di sini sangat ramah and make a good cake too.”

“Beruntungnya.” Keduanya terkekeh pelan sebelum kembali dalam kesunyian dengan pandangan saling melekat satu sama lain. “Don’t overwork yourself, yeah? Take a break for me.”

Sure I will, after I finish the last paragraph. Goodnight, baby. Sleep tight, and don’t let the monster under your bed get you.”

Lily tertawa. “Really, Jing?” Jinki benar-benar merindukan Lily sekarang. “Goodnight. Beritahu aku jika hujan salju. Bye, Jinki.”

I will,”

Lily terlihat ragu, tidak ingin mengakhiri video call dengan Jinki namun kantuk yang menyerang membuatnya menyerah. Gadis itu mematikan koneksi setelah mengirimkan kecupan udara.

Jinki menoleh ke arah jendela usai Lily mengakhiri video call mereka malam itu, samar Jinki menyaksikan butiran salju kecil jatuh ke bumi. Dia bersumpah hampir menangis.

Jinki tidak sadar kapan matanya terpejam dan kapan tubuhnya berbaring di atas karpet bulu di ruang TV, yang pasti tubuhnya terasa sakit dan radio masih meledakkan lagu-lagu natal. Entah karena dingin atau karena tidur di atas permukaan keras, tapi dia segera menuju control heater untuk menaikkan suhu ruangan. Dia tidak yakin apakah hujan salju diluar terus berlanjut sejak semalam ataukah sempat berhenti karena apartemennya terasa begitu dingin, mungkin juga karena tidak ada paru-paru lain yang menghirup udara dan tubuh lain yang menyerap suhu dingin.

Dia tidak yakin apakah pendengarannya berfungsi dengan baik ketika mendengar suara ketukan di pintunya, tapi aroma kue yang entah masuk melalui mana membuat Jinki secara otomatis berjalan menuju pintu untuk membukakan siapapun dermawan yang membawakannya kue atau makanan lain.

Hey,”

Jinki bersumpah dia tidak menyiapkan diri untuk ini.

Merry Christmas, Jinki baby.”

Jika semalam Jinki merasa ingin menangis, kali ini air matanya telah bergenang siap melunur bebas. Dia sungguh tidak bisa menahan hasrat untuk mencium gadis di hadapannya, so he does the only thing he have in mind. Kissing the hell out of her.

I swear, I love you so much.” Ucap Jinki di sela napasnya yang sedikit terengah, membuat Lily ingin tertawa. Jinki merasa hangat dalam sekejap, mungkin heater-nya berfungsi dengan baik atau kehadiran Lily yang secerah mentari memberinya kehangatan yang ajaib. Mata hazelnut teduh dan penuh pengertian itu seolah menatap hingga ke jiwa Jinki, tapi lelaki itu justru merasa nyaman.

I know. Maaf aku hanya bawa kukis, just tell me if you want anything.”

Jinki baru akan menjawab ketika radio di dalam menjeritkan lagu Mariah Carey, All I Want for Christmas Is You. Membuat keduanya praktis tertawa.

There goes my answer.”

Fin

23.12.15

23.45

Note:

Sangat gombal dan kacangan. I know. Sudah 1,5 tahun aku gak nulis, thank you writer-block. So i’ll take whatever i get for now. Thanks a lot Christmas and Michael Bubble. Aku berhasil nulis berkat lagunya pelantun Home, tuh. And sorry ya untuk kesalahan grammar atau penggunaan verb yang kurang tepat. Di otakku segala macam bahasa sedang campur aduk. Indonesia, Inggris, Jepang, Perancis. Jadi maklum ya kalau agak gimana gitu bahasanya. Doakan bisa lanjut nulis ya dan kena WB lagi. Karena aku bermaksud mau bikin sequel nya Teh Sore *kalau ada yang tahu FF itu, keke*

Dan aku rencana bikin FF Fantasy kalau kalau ada yang bisa rekomendasiin FF Fantasy berbahasa Indonesia yang bagus, soalnya sejauh ini aku baca yang Inggris terus jadi kehilangan perbendaharaan kata Bahasa Indonesia. Aku tunggu review dari FF ini dan rekomen FF nya.

Terima kasih sudah mampir.

Oh, happy birthday to me. kekeke~

13 thoughts on “All I Want For Christmas Is You

  1. ya ampuuun! super kangen sama blog ini dan tulisan Lana!!
    ayo dong, penulis yang lain comeback juga, bkin blog ini kembali ramai

    somehow Jinki dalam cerita ini sweet sekali, family man banget dan aku iri berat sama Lily T.T good job, Lan!

    1. HAAAAIIIII
      Oh.My.God akhirnya aku merasakan kehidupan di blog ini, walaupun cuma kamu
      heeeuuu
      thank you udah mampir, dari satu komen kamu aku berharap muncul komen lain dan penulis lain buat meramaikan lagi blog ini ;_;

      Kekeke itu yang aku tuju, lelaki cinta keluarga never wrong. Gah, when will i have one kayak Lily

      Thanks ya udah mau mampir dan ninggalin jejak di blog yang nyaris gak berpenghuni ini. I love you soooo much!!
      :*

  2. DESPERATELY MISS YOUR FLUFFY FICS KAK LANA LANG!

    Sebenernya aku baca ini langsung setelah di publish di twitter, tapi berhubung kemaren udah kemaleman plus ngantuk berat, aku ga sempet berbagi oksigen disini hahaha.

    Berhubung ka lana udah ga muncul di twitter, akhirnya aku balik kesini lagi deh.

    AND NO PHP FOR TEH SORE SEQUEL PLEASE

    1. OH MY GOD
      HELLO YOU BEAUTIFUL!!
      Kekeke apalah yang satu ini agak kacangan berantakan gimana gitu, butuh latihan ulang hahaha
      Aku cek twitter, tapi barangkali setahun dua kali hahah, somehow, twitter kurang efisien lagi
      Ooopss, i’ll try ya, sedang menggarap nih, kalau kamu ada ide kayak yang aku bilang di note atas situ, bagi-bagi lah hehehe
      Thanks for stopping by btw, love ya!

  3. udah berapa lama diriku vakum dari dunia per FF-an?
    Kak Lana, How are you?? Fanfic yang ada makhluk sejenis Lee Jinki udah jarang banget. Diriku kangen~ Masih ber-biaskan Lee Jinki kah?
    Terima kasih kak, udah menhilangkan rasa kangen ini😀

    1. Lama cekaliiiii, tapi aku juga sih hihihi
      Baik sayang~ :*
      Iya kau juga kangen, sama Jinki dan sama kamu hoho
      Oh masih dong! Jinki kan selalu di hati

      Sama-sama cantik~
      Makasih ya udah mau mampir dan ninggalin jejak🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s