Way To Love You (III) – [1.2]

Way To Love You (III)

A Two shots by ReeneReenePott | Teen

Choi Minho | Park Minri(@charismagirl) | Kwon Yuri

“Dasar kodok sialan!! Jerapah kurang gizi!! Apaan maksudnya coba ngomong kayak gitu kalo ujung-ujungnya juga deket sama cewek laen hah?!?! Harusnya aku nggak usah percaya sama mulut manis basinya yang bikin eneg itu!! AAAAAAAAARGH makan nih bantal bayi!!!”

__

PART 1/2

Jadi, Park Minri adalah seorang yang sampai sekarang masih dibuli oleh seorang cowok ganteng namun memiliki kejiwaan sebelas dua belas sama setan, bernama Choi Minho. Iya, masih terus dibuli meskipun sekarang mereka sudah mau jadi anak paling senior di SMA.

Sumpah, kalau ditelusuri dari jejak-jejak awalnya, Minri juga nggak tahu kenapa Minho ngebuli dia. Karena dia cantik? Nggak mungkin deh. Kalo alesannya cantik kan dikecengin bukan dibuli. Karena dia sering gangguin Minho pas SD sampe SMP? Hell, emangnya dia pernah satu sekolah sama Minho? Kenal juga baru pas MOS SMA kok. Karena Minri deket sama banyak cowok? BUAHAHAHAHAHA. Banyak cowok? Iya banyak kalau 3 orang itu dihitung banyak lebih dari satu.

Terus, inget nggak pas kejadian hari Selasa bersejarah itu? Yang Minho tiba-tiba nyerobot minumnya Minri terus dengan pedenya mengeluarkan pernyataan yang baru pertama kali Minri denger dari mulut seorang cowok, plus pipinya yang dicium.

“Kamu bakal ngelupain dia kok, dan jadian sama aku,”

HELL, sekarang Minri mau ketawa sepanjang hayat kalo tiba-tiba inget kata-kata Minho waktu itu. Udah kepedean, sok tahu, sok punya hak, dan yang paling bikin Minri makin tambah kesel adalah, MANA BUKTINYA? SAMPE SEKARANG KOK NGGAK JADI-JADI SIH.

Oh, oke, bukan maksud Minri jadi berharap gitu sih, tapi gimana seorang cewek nggak berharap coba kalo tiba-tiba ada cowok ngomong gitu? Hah?

Dan sekarang, Minri lagi menggigiti kuku jarinya sepanjang perjalanan ke pesta sweet seventeen-nya Soojung. Meskipun Sweet seventeen, tapi Soojung nggak mau yang mewah-mewah, jadi dia Cuma nraktir teman-teman dekat dan teman sekelasnya makan-makan di sebuah restoran yang menjual daging sapi khas Korea. Tapi Minri gigit-gigit kuku bukan karena kelaperan kepengen makan daging sapi. Juga bukan karena kesel kenapa Soojung malah nraktir daging sapi.

Minri Cuma khawatir bakal seganteng apa Miho nanti. Oh sh*********t. Minri rasa dia jadi beneran suka sama mahkluk setengah setan itu. Dia tahu Minho pasti diundang, tapi nggak tahu kenapa dia tetep nggak bisa nyembunyiin rasa seneng pas tahu Minho bakal dateng.

Sialan. Minri pusing. Kepalanya sakit setengah aduh. Kenapa dia bisa kepincut sama cowok kayak gitu cobaaa??

Satu, karena Minho ganteng. Minri menggaruk kepalanya memikirkan alasan yang basi itu. Gimana namanya nggak ganteng kalau punya fanclub gitu?

Dua, Minho juga lumayan pinter kok, meski ‘ngomongnya’ sih nggak bisa fisika. Iya, ngerjain dua puluh delapan dari tiga puluh soal fisikanya si Pak Thomas yang susahnya ampun-ampunan dibilang nggak bisa. Iya, Minri sekarang ngerti. Dia mau nimpuk kepala Minho tiap cowok itu ngomong nggak bisa fisika.

Tiga, Minho orangnya ngehargain cewek kok. Buktinya, pas mereka nonton berdua (ahem) Minho nggak pernah ngebiarin Minri lepas dari pandangan. Bukannya geer sih, tapi kenyataannya memang gitu kok. (Hiyaaah, muka Minri merah banget sekarang).

Keempat, Minri suka sama jahilnya Minho yang kadang-kadang punya sinyal perhatian. “Eh, nek, malu-maluin deh kalo tiba-tiba lagi jalan terus jatoh di depan guru gara-gara nginjek tali sepatu. Udah konyol, pasti posisinya nggak enak banget. Mwehehehe,” terus Minri langsung lihat tali sepatunya yang udah lepas semua. Yah, itu salah satu kata-kata Minho yang paling ‘manusiawi’ untuk dipublikasikan.

Lima, ahem. Karena Minho adalah cowok pertama yang nyium pipinya. Oke, ini nggak usah dikasih penjelasan lagi. Karena mikirin itu doang kepala Minri udah berasa nge-fly dan mukanya udah merah banget sekarang. Dia harus gigit mulut dalemnya kenceng-kenceng kalo nggak pengen ketahuan nyengir segede cengirannya Chesshire.

“Minri, kamu kenapa mesem-mesem kayak gitu? Habis makan jeruk nipis ya?” Sooyoung bertanya polos dari jok mobilnya, meski dari tadi dia juga sudah bingung kenapa Minri tiba-tiba mesem-mesem kayak orang gila.

“Hah?! Apaan?”

“Ih, kamu mah aneh,” gumam Sooyoung akhirnya, menyadari kelola-an Minri. Lima belas menit kemudian, mereka berduapun sampai di restoran dengan Sooyoung yang langsung disamperin sama si empunya hajatan, Soojung. Gadis itu sekarang memakai sebuah dress berwarna pink lembut yang benar-benar membalut tubuhnya dengan pas. Kalau Minri cowok, dia juga bakal ngecengin Soojung saat itu juga. Cakep banget soalnya.

“Soojunggiee~!”

“Waaaaa Minri-aa! Sooyoung-aaa!!” Soojung menghambur memeluk Minri dan Sooyoung satu-persatu, tidak peduli kalau blush on yang dia pakai menempel di pipi temannya juga.

“Makasih ya mau datang, cepetan cari tempat duduk gih, daerah cewek udah mulai penuh tuh,”

Minri hanya bisa nyengir sambil menggandeng Sooyoung. Nanti saja deh ngasih kadonya, kayaknya Soojung lagi kerepotan menyambut tamu. Akhirnya dia dan Sooyoung mencari tempat duduk, tapi Sooyoung menoleh menatap Minri. “Gak ada tempat duduk lagi, mau duduk dimana nih?”

Pandangan Minri mengedar lalu menangkap sosok cowok yang sedang memerhatikan mereka. Seingat Minri, dia itu cowoknya Sooyoung, Cuma dia gak tahu dan gak kenal siapa namanya. Minri menunjuk cowok itu dengan dagunya. “Kalau kamu kayaknya ada tempat tuh. Cowokmu udah ngeliatin dari tadi,”

Sooyoung memutar kepalanya ke arah pandang Minri, menemukan sosok yang dibilangnya lalu tersenyum malu. “Hehe. Mau ikut aku? Kamu belum kenalan sama dia kan?”

Kening Minri berkerut. “Apa nggak apa-apa? Kalau aku ganggu acara pacaran kalian gimana?”

Sooyoung mencubit pinggang Minri gemas. “Ih, kita kesini kan ke pestanya Soojung. Bukan buat pacaran. Ya nggak apa-apalah, lagian kenalan aja masa nggak mau?”

Mendengarnya, Minri hanya bisa mengangkat bahu dan menurut. Ternyata nama pacarnya Sooyoung itu Cho Kyuhyun, katanya sih sudah kuliah dan seorang vokalis band. Minri awalnya takut kalau Cho Kyuhyun akan mengabaikannya dan hanya fokus pada Sooyoung, tapi ternyata dia salah. Cowok itu ramah pada Minri, meski tak menutupi kedekatannya dengan Sooyoung. Dan Minri juga baru tahu kalau Cho Kyuhyun itu kenalan kakaknya Soojung, makanya diundang ke sweet seventeen-nya. Hm, dunia memang agak sempit ya.

Minri bisa ngerti sih, karena tiba-tiba Sooyoung sama Kyuhyun tiba-tiba minta permisi. Huh, sekarang dia benar-benar sendiri. Akhirnya Minri memilih untuk jalan-jalan mencari Kibum atau Sehun atau Jonghyun lah minimal, meski persentase bertemu Jonghyun yang menyendiri itu hampir nol persen. Mana ada cassanova nge-jomblo?

Ternyata Soojung sedang bersama keluarganya. Jonghyun lagi ngobrol dengan Minah dan Haeri, dan Minri nggak mau ganggu mereka. Dia nggak ngelihat Sehun dimana-mana, dan sekarang dia malah nyari dimana Minho. Baru Minri memutar kepalanya, napasnya terhenti melihat cowok dengan kemeja denim dan rambut cepak yang sedang berbicara dengan seorang cewek. God, Minho ganteng bangeeet! Entah kenapa Minri ingin Minho menoleh dan melihatnya…

Tapi tunggu, batin Minri. Sejenak raut wajahnya berubah. Minho kelihatan akrab banget sama cewek itu. Mana senyumnya selebar jalan tol lagi. Gede amat kayak orang kasmaran.

Entah kenapa tahu hal itu jadi bikin suasana hati Minri langsung penuh geledek. Siapa sih cewek itu? Kok dia nggak pernah liat ya? Mana cantik kebangetan lagi. Kalau dilihat dari bodinya, oke punya tuh, bisa bikin cowok-cowok ngiler ditempat. Tinggi, seksi, kakinya puanjang mulus dan ramping, gak ada segelambir lemakpun diperutnya, rambutnya hitam panjang dan yang penting badannya itu badan model. Berlekuk dan berlemak di tempat yang tepat. Jadi Minho punya kenalan model? Atau lagi ngecengin model? Iya sih, Minri juga ngaku kalau Minho memang pantas bersanding sama cewek yang paling enggak kecantikannya bisa nyeimbangin kegantengan dia gitu.

Kayaknya ini deh. Ini deh penyebabnya. Minho nggak pernah lagi ngechat sama dia, ngejahilin seekstrem dulu, jadi gara-gara cewek ini. Mukanya kayak apa sih? Cantik gak sih? Operasi apa yak?

“Mukamu kenapa Minri? Kok kayak siap nelen sapi bulet-bulet gitu?” sebuah suara membuat Minri melonjak dan mengalihkan pelototannya dari Minho.

“Astaga, Soojung! Ngagetin aja. Nggak, nggak ada apa-apa,” Minri langsung gugup waktu sadar Soojung menanyakan wajahnya yang sekeruh air comberan. Minri memutar wajahnya dan berusaha menarik Soojung beranjak dari tempat keramat yang jika Minri berlama-lama disitu pasti tubuhnya akan segera mengeluarkan uap panas.

Tapi sayang, ternyata Soojung memang pantas kalau dia bilang ingin menjadi salah satu anggota CSI. Instingnya terlalu kuat dan matanya terlalu tajam jadi dia tahu siapa yang Minri pelototi sedari tadi. “Minho ya?”

SATU POIN UNTUK SOOJUNG! Tuh kan bener. Soojung nyengir gede-gede dalam hati. Minri kayaknya udah siap ngelempar itu cewek ke laut deh kayaknya. “Apaan?” tanggap Minri berusaha cuek.

“Minho sama Yuri ya? Hehehe. Maaf ya, aku yang ngundang cewek itu. Habis, dia sepupuku sih,” ujar Soojung kalem, “Terus dia besok mau daftar ke sekolah kita, dia baru pulang dari Kanada,”

Harusnya Soojung nggak usah bilang kalimat terakhir itu. Sekarang wajah Minri bisa sekaku patung Zeus di museum. “Yuri?”

“Yaps, dia temen SD nya Minho, makanya mereka bisa langsung akrab gitu. Dia adek kelas kita loh, lebih muda setahun,” papar Soojung polos dan terlalu jujur. Nggak gitu jujur juga sih, soalnya Soojung nggak mau tahu dan lihat reaksi Minri kalau tahu Minho dan Yuri pernah pacaran waktu SD naik ke SMP. Bisa kretek-kretek tuh si Minri. Meskipun nggak pernah bilang, tapi Soojung udah sadar kalau akhirnya Minri juga udah mulai menanam rasa-rasa yang sama dengan Minho. Sebagai teman, dia memang bahagia untuk pasangan paling absurd sejagad raya Minho-Minri. Tapi, dia takut karena kalau gagal berarti akan ada perang nuklir di sekolah.

“Adek kelasku dan lebih tinggi dari aku. Pantes si Minho seneng,” gumam Minri kesel dan nggak dengerin omongan Soojung lagi. “Aku capek bahas Minho. Eh, Kibum mana?” tanyanya tiba-tiba. Tapi, Minri mulai merasa ada yang aneh ketika wajah Soojung mulai berubah jadi pink-pink malu-malu gitu. “Kamu kenapa? Ada apa dengan Kibum? DIA NGELAMAR KAMU?!” (Tuh kan, Minri absurd)

Soojung sudah mau menjitak kepala lola Minri dengan jitakkannya, tapi sejenak kemudian dia ingat kalau Minri paling melaknati kimia dan dengan otaknya yang lola itu dia nggak hapal-hapal itu tabel periodik unsur Golongan B (Halah, Golongan A yang tinggal dibuat jembatan keledainya aja nggak hapal-hapal. N ketuker aja terus sama Na). “Heh! Heh! Jangan ngaco deh! Dari tadi Kibum kayaknya ada di sekitar sini, tapi aku nggak gitu lihat. Emang kenapa?”

Minri memonyongkan bibirnya dan memasang ekspresi aku-wis-kesel. “Aku nggak tahu mau ngobrol sama siapa. Jonghyun lagi cewek-an, Sooyoung lagi cowok-an, Sehun sama Kibum nggak tahu dimana, kamu lagi sibuk, ya kan ceritanya tujuan aku dateng kesini bukan cuma jadi patung monyet selamat datang kayak di DuFan!” Minri merenyit mengingat segerombol anak perempuan dari kelasnya, “Kalau aku gabung ngobrol sama Hyuna dan kawan-kawan, aku nggak ngerti mereka ngomong apa,”

Soojung menyipitkan matanya. “Kamu gak nyebut Minho? Bukannya tadi kamu ketemu dia?”

Minri memiringkan bibirnya lalu kembali memasang ekspresi sebelumnya. “Memangnya dia penting diomongin gitu?” cetusnya sambil manyun. “Lagian siapa juga yang mau ketemu dia,” lanjutnya sambil menggumam tak jelas, tapi yang jelas didenger sama Soojung baik-baik.

“Iya, deh, cewek itu memang mantannya Minho. Kelewatan ya cantiknya? Sayang banget mereka putus,” celetuk Soojung dengan sedikit bumbu merica, berharap melihat ekspresi langka Minri kalau mau meledak. Dan beneran, Minri sukses melotot sampai matanya mau keluar. APAAN?!? MANTAN?! Oh yeah, emang sih mustahil dengan tampang seperti Minho itu gak pernah pacaran. Tapi sumpah, pernyataan barusan langsung membuat ekspresi muka Minri seperti dilanda banjir bandang. Hancur keruh tak bersisa. Luluh lantaklah sudah.

“Oh ya?” jawab Minri datar dan langsung angkat kaki dari situ. PANAS WOY! Minri langsung memikirkan seember es batu. Sisa acara sweet seventeen Soojung akhirnya Minri habiskan dengan berdiam diri. Dia berusaha berada sejauh-jauhnya dari mahkluk jelmaan setan itu, tapi sayangnya dia nggak ketemu seorangpun temannya. Eh, ketemu sih, tapi dia nggak mungkin gangguin orang pacaran, kan? Pamali tau!

Minri hanya memerhatikan acara puncak—acara tiup lilin-potong kue—dari pojokan restoran yang khusus menyediakan berbagai macam cake, dessert dan buah. Yah, tahu kan, prinsip manusia paling dasar dan mutlak? Manusia hidup untuk makan, dan makan untuk hidup. Sekaligus hidup bahagia dengan makanan. Lagi asyik-asyiknya memerhatikan Soojung yang cipika-cipiki dengan kakaknya yang cantiknya kayak bidadari turun dari khayangan—Sooyeon—sambil mengunyah es buah, bahunya ditoel seseorang. Mau-nggak mau Minri menoleh, tapi sayangnya dia nggak bisa mendongak melihat siapa yang noelin dia.

“Sombong banget sih kamu nek, dari tadi nggak nyapa,”

JEGIEEEERRRRR

Minri hampir menggigit sendok es buah sampai putus mendengar suara berat yang identik dengan suara Choi Minho itu. Tanpa sadar, muka Minri langsung jutek melirik manusia yang lebih tinggi darinya lebih dari tiga puluh senti itu. “Apa?” tanyanya keki.

“Kok jutek banget sih?”

Minri sekarang kepengen banget gigit gelas. Tapi keliatannya binal banget ya? “Emang sejak kapan aku nggak jutek ke kamu?” balas Minri simpel. Matanya nggak mau melihat Minho sama sekali, jadi dia memerhatikan acara Soojung di depan.

“Ih, udah disapa juga kok cuek banget gitu sih. Kenapa? Cemburu nggak disamperin duluan?” goda Minho sambil pasang tampang jijay (oke diganti)—sambil naik-naikin alisnya dan senyum selebar senyum Pepsod*nt. Alhasil, Minri langsung memasang wajah teraneh sejagad raya sambil melototin Minho.

“Ngarep kali!” balasnya sambil mendorong bahu Minho menjauh. Soalnya, jujur, jarak mereka terlalu dekeeeet X_X

Can I call you my own and can I call you my lover~

Call you my one and only girl~

Can I call you my everything, call you my baby~

You’re the only one who runs my world~

Baik Minri maupun Minho langsung menoleh begitu mendengar lantunan lagu Jeff Bernat yang lebih cocok buat adegan cowok nembak cewek bukannya di acara sweet seventeen. Dan alhasil keduanya melotot melihat apa yang terjadi di atas panggung kecil yang dinaiki Soojung, terlebih ketika Kibum mendatangi cewek itu dengan setelan jas dan anehnya lagi sambil bawa bunga.

“Soojung-ah, can I call you mine?” Kibum sudah berlutut di depan Soojung sambil mengulurkan bunga.

Mata Minri dan Minho sama-sama hampir keluar dari tengkoraknya.

With pleasure,” jawab Soojung dengan wajah semerah tomat. Dan, rahang Minri-Minho yang rasanya sudah jatoh ke tanah.

Hell, jadi selama ini Kibum pedekate ke Soojung gitu?

Terus Minho nggak tahu, (kalo Minri, jangan ditanya. Ada yang suka sama dia aja nggak ngeh, apalagi orang laen) dan nggak bisa ngeh. Dan Kibum juga nggak pernah cerita.

Terus Soojung juga suka balik gitu?!

What a wonderful wooooooorld~~~~~

__

“Soojung, kenapa kamu tega banget sama aku? Aku sering curhat tapi kamu gak pernah cerita tentang PACAR baru kamu itu,” semprot Minri kesal keesokan harinya di sekolah, tepat setelah bel istirahat berbunyi. Soojung Cuma duduk kalem, memerhatikan Minri yang menatapnya dengan tatapan menuntut, yang sudah ditembakinya pada Soojung sedari masuk sekolah tadi pagi.

Tapi Soojung Cuma bisa nyengir. “Lah, kamu kan sibuk sama urusan kamu sendiri, kan? Aku rasa aku nggak perlu nambah-nambahin otak kamu dengan ceritaku, lagipula, kan bisa kuatasi sendiri,” balas Soojung sambil kedip-kedip. Minri hanya melihatinya dengan pandangan tak percaya.

“Tega banget kamu,” ungkap Minri lagi, mengambil tempat duduk di sebelah Soojung dan ikut nyomot bekal Soojung. “Bahagia disimpen sendiri,”

“Minho juga nggak tahu kok, masih untung aku sama Kibum ngerayain pas sweet-ku. Kemaren itu maksudnya memang ngasih tahu kalian berdua, tapi karena kalian berdua pasti ngamuk, harus ada bentengnya,” papar Soojung santai dan saat itu juga duo cowok tetanggan pun masuk kelas habis dari kantin.

“Soojung-ah,” sapa Kibum ceria, yang dibalas Soojung tak kalah cerianya.

“Kibum-ah, beli apa?” tanya Soojung bertanya tentang bungkusan makanan yang dibawa Kibum. Minri yang masih kesel sama dua mahkluk baru jadian itu akhirnya memutuskan untuk menyingkir.

“Ya udah deh, daripada ganggu penganten baru, aku pergi yah,”

“Yaaah! Minri-ya, mau kemana? Udah di sini aja, kan ada Minho juga,” ujar Soojung sambil menangkap tangan Minri. Tapi Minri haanya memasang tampang datar, lalu gantian melihati Soojung dan Kibum masing-masing.

“Sumpah lah, aku nggak mau jadi obak nyamuk atau kambing congek di lingkeran setan ini,” sahut Minri mulai bete. Kibum merenyit nggak suka, tapi akhirnya dia dudukin juga kursi yang tadinya Minri dudukin.

“Kalau masih marah, ya maap deh,” ujar Kibum akhirnya. “Jangan dibilang lingkeran setan juga dong, kelihatannya kayak apa aja,”

Minri hanya bisa menelengkan kepalanya. “Gimana nggak lingkeran kalo kelas ini isinya beginian semua?” tanya Minri sebal dan membuat Kibum dan Soojung melihat ke sekeliling.

Oh, Taemin sama Naeun di pojok kanan. Hoya sama Eunji di pojok kiri. Soojung sama Kibum di tengah, dan di depan ada…

Minho sama Yuri lagi ngobrol berdua.

Ohh, gara-gara itu.

Kibum hanya bisa ngangguk-ngangguk sambil ngibas-ngibasin tangannya kayak ngusir Minri kayak bilang iyadeh-kayaknya-kamu-pantes-keluar-sana-sana.

__

“Bum, Minri kenapa sih?” suatu saat Minho bertanya pada Kibum yang lagi anteng-anteng mengerjakan segelintir soal termokimia tapi berefek kepala berasap seperti mesin uap. Minho hampir menggetok kepala Kibum kalau cowok itu tak lekas mengangkat kepalanya dan menatap polos.

“Maksudnya kenapa?”

Dengan satu hembusan napas pantat Minho pun jatuh di kursi samping kursi Kibum. Kakinya naik satu ke atas meja dan tangannya otomatis nangkring ke punggung kursi Kibum.

“Dia jadi cuek banget sekarang. Lagi PMS apa ya?”

“Kalo dia lagi PMS harusnya tanya Soojung aja, jangan tanya aku. Emangnya aku pernah PMS?” sahut Kibum cuek sambil berusaha membuat diagram-diagram reaksi yang sering dilaknati Minho. “Tapi kayaknya tadi dia hepi-hepi aja tuh,”

“Jadi maksudnya ngambeknya ke aku doang gitu?” sembur Minho nggak terima. “Aku salah apa coba?”

“Ya kenapa tanya ke aku? Tanya ke orangnya ajalah biar jelas!” balas Kibum ikut-ikut naik nada suaranya.

“Aku bakal tanya deh kalo dia nggak pasang muka ngajak perang gitu,” akhirnya Minho menurunkan nada suaranya lalu mengobrak-abrik tasnya, mencari-cari kamus Oxford karena sebentar lagi pelajaran bahasa Inggris. “Apa gara-gara Baekhyun ya?”

“Kayaknya udah nggak ada hubungan lagi deh sama Baekhyun, udah jelas bocah itu udah punya cewek, mana mungkin mau ikut campur sama Minri lagi. Tahu sendiri Minri kalau lagi buas begimana,” balas Kibum penuh dengan logika, membuat Minho tercenung dan ikut mikir juga.

“Jadi kenapa dong? Masa dari kemaren aku nggak dianggep terus? Sumpah, kayak angin lewat gitu. Wuuusshhh nggak ada arti apa-apa,” celoteh Minho kesal. “Kalo aja aku tahu ada apaan,”

Kibum Cuma melirik Minho dari kacamata tipisnya, tapi nggak ngomong apa-apa. Sebenernya dia tahu-sih, kenapa si Minri tiba-tiba jadi cuek bebek banget ke Minho. Tapi ya begitu tahu alasannya ya Minri nggak bisa disalahin dong?! Gemas karena Kibum tak kunjung bereaksi, dengan semangat 45 Minho menginjak kaki Kibum yang ada di bawah meja. “ADAW!! DASAR SINTING!! Lo gak mikir kalo kaki gue bisa putus hah?!” semprot Kibum otomatis, namun sayangnya Minho menanggapinya dengan senyum dramatis.

“Aku gak percaya kalo kamu gak tahu apa-apa,” sahut Minho santai, tak pernah sekalipun mengindahkan amukan Kibum yang terkadang bisa membuat nyali wali kelas ciut. “Sumpah, Soojung pasti cerita. Atau orangnya sendiri pasti cerita. Ada apaan? Aku punya salah?”

Sekali lagi Kibum hanya melihati Minho dari atas sampai bawah, dan kembali meraih pensilnya. “Masalahnya, aku gak punya hak buat menjelaskan itu. Sori banget, tapi aku gak mau jadi korbannya Minri kalau sampe bocor,”

Minho melihati Kibum dengan seribu ekspresi aneh yang berseliweran. “Sudah bisa diduga. ARGH!”

To Be Continued…

A/N : HALOOOOOO Hehehe lama tak jumpa yah hehehe. Ga bisa bohong kalo lagi writers block terus lagi sibuk pisan T^T

Well maafkan, rencananya fanfic ini mau dipost April kemaren tapiiihhh writers block ditengah jalan jadi beres sekarang -__- terus pas beres ternyata kepanjangan akhirnya dipotong -_- tapi tenaaang udah beres jadi lanjutannya nggak akan gitu lama heheh xD

Maafkan kalau lagi-lagi saya gagal bikin fanfic T^T Maafkan kalau saya lagi-lagi menistakan Minho, Minri, dan kawan-kawan diatas T^T aku cuma berharap seenggaknya fanfic ini menghibur wehehehe :3

Makasih buat yang udah baca, ditunggu komen, kritik dan like nya ^^

©2015 SF3SI, reenepott

signaturesf3si

Officially written by reenepott, claimed with her signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

8 thoughts on “Way To Love You (III) – [1.2]

  1. Hehehe… Ceritanya lucu banget sumpah. aku bisa nyimpulkan, klo Minho itu ‘usil berarti suka’ ke Minri. Kibum cowok, tapi takut banget ya digampar Minri wkwkwk tapi Kibum setia banget mau nyimpen rahasianya Minri

    Nice FF

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s