Category Archives: Action

Aliran ini biasanya menceritakan aksi sang tokoh melawan sesuatu, menghadapi sesuatu atau menjawab sebuah tantangan.

I Must Kill You….. but, I LOVE YOU !! [1]

I must kill you….but, I LOVE You

Main Cast : Arisa—-Kim Ri Sa, Choi Minho

Support Cast: SHINee

Genre: Action, Romance Mystery

Length: Series/Chaptered

Rating: PG-15

Author: arisachan

a/n : Maaf kalo jelek dan gak jelas….. ff pertama….^_^

Part 1

Arisa POV

” Arisa.. target sekarang tepat menuju ke arahmu.. bersiaplah..”

“Mengerti….Ng… Ren?”

“Ya?”

“Mati seketika, buat menderita atau korek informasi?”

“Mati seketika saja…. jangan buat dia berteriak dan memanggil lebih banyak bodyguard….  dan jangan tinggalkan bukti…”

“Oh…oke..”

Sambungan terputus. Aku segera bersiap. Target yang dibicarakan Ren sudah terlihat dengan 10 bodyguard mengelilinginya. 10 bodyguard…. memang dia kaya, tapi apa itu tidak terlalu berlebihan? Sebaiknya cepat kuselesaikan saja…. Aku berjalan mengendap-ngendap. Tanpa sengaja, aku menginjak sebuah ranting pohon yang memang berserakan di jalanan. Sialan… sekarang 2 bodyguardnya langsung berjalan ke arahku. Oke… saatnya beraksi…

“Hei! Siapa disana?” teriak salah satu bodyguard. Bodyguard itu menyorotkan senter yang dibawanya ke arahku.

“Seorang gadis? Apa yang kau lakukan malam-malam begini di tempat seperti ini?” tanya bodyguard yang satu lagi.

“Maafkan aku… seharusnya kalian tidak melihatku….” jawabku.

“Hah??” 2 bodyguard itu kebingungan. Secepat kilat, aku segera menusuk jantung mereka dengan pisau.

“Ukh…” mereka mengerang kesakitan dan akhirnya tumbang. sepertinya aku sedikit meleset dari jantung sehingga mereka masih bisa mengerang seperti itu. Suara tadi sepertinya mendatangkan bodyguard yang lain. Aku berusaha bersembunyi tapi….

“Hei!! Ada apa ini??” teriak salah satu bodyguard.

“Astaga… lihat ini…!” seru bodyguard yang lain.

Salah satu bodyguard itu melihat bayanganku.

“Hei! Siapa disana? Keluar sekarang…atau kupaksa keluar!” Aku tidak bisa kabur. Akhirnya aku keluar dari persembunyianku.1,2,3,4…..6. Wah.. akan repot nih… aku dikelilingi 6 bodyguard yang siap menyerang setiap saat. Ketika melihatku, mereka menatapku tidak percaya.

“Diakah yang membunuh mereka?”

“Tidak tahu… tapi dia ada di TKP pasti dia…”

“Dia masih muda… dan seorang gadis pula…”

“Ayo kita tangkap dia… dia mungkin saja mengincar Bos kita!”

Mereka melangkah maju. Aku segera mundur perlahan. Entah kenapa melihat sikapku mereka langsung berhenti.

“Bagaimanapun dia masih anak-anak… bilang saja dia melindungi diri..”

“Ya… biarkan saja dia…”

Anank-anak? Anak yang kalian maksud itu sudah membunuh lebih dari 20 orang… dan kalian akan dihitung nanti….. segera setelah mereka berbalik segera kutusuk leher salah satu dari mereka yang membuat  mereka terkejut setengah mati. Mereka berbalik dan mulai berusaha menangkapku. Tapi karena aku masih ‘anak-anak’ tubuh kecilku ini mampu melepaskan diri dengan mudah. Selalu setelah aku melepaskan diri, aku selalu berusaha menusuk jantung mereka. Setelah beberapa menit keroyokan, akhirnya mereka semua tumbang. Untungnya, tidak ada bodyguard yang datang lagi karena… aku sudah capek…Tapi, aku harus membunuh Bos mereka. Sejenak setelah istirahat sebentar, aku mendengar suara bercakap-cakap. 2 bodyguard yang menjaga si ‘Bos’

“Kau yakin mereka jalan kearah sini?”

“Ya… yakin 100%… mereka sepertinya mendengar sesuatu dan menyelidiki…”

“Hei!! Astaga… coba lihat itu!”

“Astaga… apa mereka masih hidup?”

“Tidak.. sudah mati… sepertinya mereka ditusuk senjata tajam…”

“Kejam sekali…. Dia ditusuk di lehernya…. Dia dijantungnya…. Dia di perutnya..”

“Ya… siapapun yang melakukan ini pasti benar-benar tidak mempunyai hati…”

Aku tersentak. Terkejut mendengar perkataan mereka. Oh! Pasti setelah ini mereka akan melapor ke Bos mereka… sebaiknya kubungkam saja mereka…. Aku segera keluar dari tempat persembunyianku lagi. Mereka terkejut melihatku muncul tiba-tiba. Tanpa basa-basi segera kutusuk jantung mereka. Mereka mengerang dan tumbang. Bos mereka yang datang melihat keadaan terkejut melihatku. Dia segera mundur ketakutan. Aku melangkah maju. Dia semakin mundur.

“Apa yang kau mau? Akan kuberikan semuanya….”

“Kalau begitu…. Aku ingin kau mati sekarang…”

“Tidak! Aku belum mau mati!! Jangan mendekat!”

“Maafkan aku… sayang sekali, kau harus mati…. Nasibmu benar-benar tidak beruntung…”

Sebelum ia sempat berkata lagi, segera kutuntaskan pekerjaanku. Entah mengapa, sekarang aku benar-benar merasa menyesal… setelah mendengar percakapan 2 bodyguard itu…. Apa benar aku tidak hati?

“Arisa!!! Sudah selesai belum?????? Lama sekali!!!”

“Sudah….jemput aku…. Aku capek…. Ren..”

“Eh? Kau kenapa? Tunggulah aku segera kesana…”

“Ya”

Beberapa menit kemudian, Ren datang. Ia melihat mataku berkaca-kaca. Dengan segera ia memelukku, dan membelai rambutku. Mencoba menenangkanku.

“Lepaskan saja…. Keluarkan saja…. Gak usah dipendam… menangislah sepuasnya….. aku akan menemanimu sampai kapanpun…”

Aku menangis didalam pelukan Ren yang hangat.

“Hiks..hiks…hiks….Ren……”

“Ada apa?”

“Apa aku punya hati?”

“Tentu saja punya… setiap manusia pasti punya…. Memangnya kenapa?”

“Tidak…tidak apa-apa… hanya takut kalau aku gak punya hati…”

“Kamu ini ada-ada aja deh…. Udah puas nangisnya?”

“Ya… makasih ya…”

“Sama-sama…. Ayo pulang…. Nanti dimarahin lagi ama Bos.. lagipula kau haruus mandi dan ganti baju… kamu berlumuran darah..”

“Ya…aku tahu…”

Kami masuk ke mobil dan pulang. Aku benar-benar lelah. Hampir saja aku tertidur. Tapi Ren segera membangunkanku karena kami sudah sampai di rumah.

“Ayo kita harus melapor…” katanaya.

“Iya….”

Kami berjalan ke arah ruang kerja Bos kami. Aku selalu merasa senang kalau masuk ke ruang kerja Bos, karena ruangan itu sangat nyaman… Ada sofa empuk dan hangat serta berbagai macam barang antik.

“Ah… Arisa…Ren…Sepertinya misi kalian sudah selesai…. Kerja bagus… aku bangga pada kalian…”

“Terima kasih”

“Nah.. sekarang misi kalian selanjutnya akan sedikit sulit karena kalian akan ditugaskan sendiri-sendiri…”

“Hah?? Kenapa?” tanya Ren.

“Karena…kalau kalian berdua selalu bersama-sama dalam suatu misi, misi selanjutnya harus menunggu… dan dalam keadaan terdesak, apa yang kita lakukan akan ketahuan… dan kita akan tamat…”

“Masuk akal….” kataku.

“Ya.. jadi, intinya mulai sekarang kalian akan bertugas sendirian… karena itu.. kalian harus berlatih lebih keras dari biasanya…”

“Baiklah… lalu apa misi kami selanjutnya?” tanya Ren

“Yah.. untukmu Ren ini… kau selidiki ini dan laporkan padaku apa yang kau dapatkan…. Kita harus menyusun strategi baru… ada organisasi yang melacak keberadaan kita… dan untukmu Arisa.. aku ingin kau menyelidiki ini.. “

Aku melihat sebuah foto. Foto 5 orang. SHINee, boyband Korea Selatan yang sekarang sedang naik daun. Disukai banyak remaja perempuan dari seluruh dunia (walaupun ada juga yang tidak).

“Eh???? Aku harus menyelidiki mereka?? Kenapa?” tanyaku.

“Karena salah satu anggota mereka adalah agen yang sedang menyelidiki kita…. Aku dapat informasi itu dari salah satu mata-mataku…”

“Lalu setelah aku tahu siapa, aku harus menghabisinya kan? Apa yang akan dikatakan masyarakat? Salah satu idola mereka tewas tanpa alas an yang jelas…”

“Kita akan buat itu seolah perbuatan salah satu antis mereka…. Tenang saja…. Sekarang tugasmu adalah menyelidiki siapa orang itu… soal yang lain itu urusanku… kau akan tinggal dengan mereka agar kau bisa menyelidiki mereka dengan leluasa… lusa kau akan berangkat ke Korea.. bersiap-siaplah..”

“EH???????” seruku bersamaan dengan Ren. Eh? Ren? Kenapa ikut-ikutan?

“Ada apa?”

“Kenapa aku harus tinggal dengan mereka??? Aku kan perempuan… kalau mereka macam-macam bagaimana??” seruku.

“YA! Bagaimana jika ada yang macam-macam dengannya? Aku tidak akan tinggal diam apabila Arisa di…………….. ” seru Ren.

“Tenanglah…. Lee SooMan, bos mereka adalah temanku… dia sudah mengizinkan dan dia pasti sudah memperingatkan mereka….dia sudah memberikan jaminan Arisa tidak akan diapa-apakan… kalau tidak aku juga tidak mau menyuruh Arisa tinggal disitu…”

“Tapi tetap saja kan? Mereka kan laki-laki!!”

“Sudah..sudah.. tidak apa-apa… lagipula kau kan bias bela diri… jadi tidak apa-apa..”

“Baiklah…” kataku pasrah.

“Sekarang kalian berdua istirahat… lusa mulailah misi kalian…”

Aku segera keluar dari ruangan. Tidak tahu harus bagaimana. Lusa  aku akan pergi dan tinggal ditempat lain. Bersama dengan 5 orang laki-laki yang tidak kukenal. Dan lebih parah lagi, mereka adalah boyband terkenal SHINee!!!!

End of Arisa POV

TBC

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

RAINBOW – PART 10

RAINBOW PART 10

Author            : Wiga

Rating             : PG 15

Cast                : Onew, Kim Kibum, Choi Minho, Kim Jonghyun, Lee Taemin, Shim Yui, dan Park Nada

Genre             : Friendship, Romance, Action, Sekuel

Cerita sebelumnya:  Onew dan Minho memutuskan untuk menyatakan cintanya pada Nada. Onew menyatakan cintanya lebih dulu di balkon kampus, Namun Nada tidak memberikan jawaban. Dan Minho menyatakan cintanya di depan ratusan orang saat Ia menang bertanding taekwondo, saat suasana mulai memanas, tiba-tiba Minho membawa Nada pergi..

“ Nada!!! Tunggu!!!” teriak onew sambil berlari ke arah Minho dan Nada, namun minho tidak menghiraukan panggilan onew, Ia melangkah lebih cepat sehingga Nada harus berlari untuk mengimbangi langkah minho.

“ Oppa..kita mau kemana..” tanya Nada pelan.

“ Aku ..” belum selesai Minho berbicara, onew sudah berada di depan nya.

“ Mengapa kau membawanya pergi??” tanya onew terengah-engah sambil mengatur napasnya. tangan nya  langsung menggenggam erat tangan kanan Nada. (Ket: Minho menggenggam tangan kiri Nada).

“ Bukan urusanmu kemana aku membawanya pergi..” kata minho dingin.

Onew memandang minho tajam, Ia menarik tangan Nada ke arahnya, Namun Minho menahannya.

“ Jelas itu urusanku sekarang!! Lepaskan dia..” kata onew berusaha terdengar biasa.

“ Aku tak akan melepaskannya , hyung..  kurasa kau sudah mendengar jelas apa yang tadi ku katakan di depan semua orang.. Sekarang lepaskan tangan mu darinya..” kali ini minho yang berbicara, namun dengan suara yang sedikit mengancam.

Nada memandang keduanya bergantian, Ia sungguh berharap onew dan minho tidak bertengkar lagi seperti beberapa waktu lalu.

“ Oppa..” bisik Nada pelan, namun keduanya mengacuhkannya.

“ Tidak akan kulepaskan!! “ kata onew tajam. ia mengeratkan genggaman tangannya ke Nada, begitu juga minho.

“ Oppa.. Tolong jangan seperti ini… Tanganku sakit..” bisik Nada pelan

“ Nada!!! kau mau ikut dengan ku, atau dengan onew hyung!!” kali ini minho berbicara kepada Nada.

“ Tolong jangan seperti ini oppa.. aku tak mau kalian bertengkar…” bisik nada pelan.

“ Kau harus memilih, Nada..!!!”

“ Yaa!! Kau jangan mendesak dia seperti itu!!!” Kata onew keras.

Baik Minho dan Onew sama-sama tersulut emosi, untungnya Kibum, Jonghyun Taemin dan Yui tiba disana sebelum mereka benar-benar berkelahi.

“ Onew!! Minho!! apa-apaan kalian!!” Jonghyun berusaha menengahi.

“ KALIAN JANGAN IKUT CAMPUR!!!!” Minho membentak teman-temanya.

Air mata Nada mulai menetes.

“ Kalian!!! Aku tak habis pikir!! mengapa kalian hanya mementingkan diri kalian hahhh!!! pikirkan Nada!! Lihat dia!! “ Kata Kibum menarik Nada yang kini menunduk.

“ Ayo Nada kita pergi dari sini..” Kini kibum menarik Nada dan meninggalkan Jinki dan Minho yang terdiam.

Jinki berlari ingin mengejarnya, Namun Jonghyun dan Yui menahannya, Sedangkan Minho berjalan ke parkiran motor. Taemin mengikutinya.

******

“ gomawo oppa..” bisik Nada pelan.

“ ne.. sama-sama.. aku hanya tak habis pikir. mereka bertingkah seperti itu..” sungut Kibum.

Namun Nada hanya menunduk, air mata sudah menggenang di kelopak matanya.

“ Tidak seharusnya mereka mendesakmu… aku benar-benar terkejut saat minho berbicara seperti itu di depan banyak orang.. kurasa Onew hyung juga sudah mengutarakan perasaannya padamu kann??” Kata Kibum panjang lebar, Namun Nada diam saja.. Ia terus menunduk..

“ Yaa.. Nada.. Mengapa kau menunduk..” Kata Kibum, sambil terus melihat Nada.

Ia mengangkat wajah Nada pelan-pelan  dengan kedua tangannya..

“ Aigooo.. Kau menangis… “ bisik Kibum sambil menghapus air mata Nada yang kini sudah tidak terbendung lagi.

“ Ssshhhh… Uljimaaa…” Kini Kibum mengusap kepala nada pelan.

“ Bukan ini yang ku inginkan oppa..” bisik Nada terisak.

“ ne.. aku tau.. sshh uljima..” Kibum membelai kepala Nada pelan, berusaha menenangkan Nada.

“ aku hanya tak ingin mereka berdua bertengkar gara-gara aku..” Kini Nada sudah mulai tenang.

“ Mereka berdua Pabbo, kau tau?? Sudah lah, yang ku khawatirkan sekarang keadaanmu..“ Kata Kibum lega ketika Nada sudah berhenti menangis.

“ Nada.. Diantara mereka berdua, adakah yang kau sukai??” tanya Kibum tiba-tiba.

Seketika muka Nada langsung memerah.

****

“ Mengapa kau menahan ku Yaaaa!!!!” Teriak Jinki keras.

“ Jangan bodoh Onew!! apa kau tidak melihat Nada hampir pingsan gara-gara kau dan minho mendesaknya!! jika kau menyukainya harusnya kau peka keadaanya. Dia kaget!! dia shock!! setelah minho berbicara didepan umum, lalu kau dan minho hampir berkelahi merebutkannya, kau kira bagaimana perasaannya!!!” Bentak Jonghyun kepada Onew.

“ Oppa.. Tolong tenang, tolong pikirkan Nada juga, Apa kau tau mukanya sangat pucat?? dia tidak bisa tidur semalam, dan juga ia belum sarapan pagi ini.. Kalau kalian terlalu mendesaknya, bisa-bisa dia jatuh sakit..” kali ini Yui yang berbicara.

“ Aku hanya.. tidak suka melihat ia bersama Minho..” kata onew pelan.

“ dan Minho pun berpikiran sama seperti mu, dia juga tak suka melihatmu bersama Nada..” gumam Jonghyun.

“ Aku……….”

“ Onew dengar, jika kau bersikap seperti ini terus padanya, lambat laun dia akan menjauh darimu.. beri dia waktu untuk berpikir.. jangan desak dia.. biarkan ia memilih..” kata Jonghyun bijak.

Onew terdiam, menunduk.. Pikirannya hanya tertuju pada Nada.

Dimana Ia sekarang??

Apa yang Ia lakukan bersama Kibum?

****

“ Damitt!! “ teriak Minho sambil menendang batu di depannya.

“ Mengapa Nada diam saja ketika aku menyuruhnya untuk memilih!!!”

“ Siaaalll!!!”

Minho terus saja berjalan sambil memaki.

“ Hyung..” taemin berbisik dibelakang nya, namun Minho mengacuhkannya.

“ Hyung!!!” kini taemin mulai mengeraskan suaranya.

“ YYAAA!!! mengapa kau ikuti aku!!!” bentak Minho.

“ Hyung!!! tenangkan dirimu..!!!” kata tamin keras.

Minho terdiam, tangan nya mengepal, hatinya saat ini penuh dengan emosi, ia benar-benar tak habis pikir, mengapa Nada diam saja saat minho menyuruhnya memilih.

“Bukankah Nada menyukaiku?? harusnya ia tak menolak saat ku membawanya pergi?? harusnya wajahnya tak terlihat bingung saat aku mengutarakan cinta?? Mengapa ??” teriak minho kepada taemin.

“ Aku tau Nada menyukai ku taem, hanya saja Onew selalu menekannya, kau tau Nada itu lemah, dan Onew memanfaatkan kelemahannnya!!!. aku tahu itu taem!!”

“ Hyung!! Anniyo!! itu tidak seperti yang kau pikirkan!! kau dan Onew hyung sama-sama menekannya, kau memaksanya untuk memilih, apa kau tahu tadi dia menangis??.. kalian menyakiti Nada..” keluh taemin, ia berusaha tidak memihak siapapun.

****

Keesokan paginya..

Minho berlari mengelilingi kampus, Ia mencari-cari Nada kesemua tempat.

“ Hey.. Kau lihat Nada??” tanya nya pada MIR, dan Junho, member D’ENCORE.

“ Anni.. jika Junho melihat nada pasti ia langsung mengejarnya dan berlutut di depannya.. Ha Ha Ha..” kata MIR mencoba untuk melucu.

Minho memandang MIR dengan tatapan dingin, “ Tidak lucu..” katanya tajam.

MIR dan Junho lagsung menunduk.

Minho berjalan pelan ke parkiran motor.. “ dimana nada..?” desahnya.

Semua bagian kampus sudah ia cari namun nada tak ditemukan..

****

“ Saya pesan roti yang paling enak disini, ,” kata seorang namja yang berdiri di depan nada.

“ Onew Oppa.. Mengapa ada disini.. “ bisik Nada.

Saat mata mereka berpandangan Nada merasakan detak jantungnya makin cepat.

“ Ya tuhaan, ada apa dengan ku..” kata Nada dalam hati sambil memegang dadanya.

“ Aku ingin membeli roti, semua orang bilang roti di bakery ini paling enak, tentu saja aku harus mencobanya..” kata onew sambil tersenyum.

“ nggg… oppa mau roti yang mana?” tanya Nada gugup kini tangan nya mulai berkeringat.

“ aku ingin roti yang paling enak menurut mu..”

“ nggg… menurutku yang paling enak chocolate bun oppa..” kata Nada pelan, ia menunduk, menghindari tatapan onew, entah mengapa setiap mata mereka bertemu, perasaan nada menjadi tidak karuan.

“ chocolate bun itu apa? bisa kau jelaskan..” tanya onew lagi, matanya lurus menatap mata Nada.

“ enggg… itu, roti yang…” nada mendengar ada getar di dalam suaranya.

“ HYUNGG!!! Sejak kapan kau disini???” seru taemin yang tiba-tiba muncul dari dalam.

“ Heyy, Taeminie..aku sedang ingin makan roti, makanya aku kesini..” jawab onew.

“ aahhhh… mau makan roti atau mau bertemu Nada…” goda Taemin.

Nada merasakan wajahnya memanas,

“ Yaa!!! Nada..! mengapa muka mu memerah..?? haaa, kalau begitu aku tidak akan mengganggu kalian disini..”ucap taemin tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya kepada onew.

Onew tersenyum, ia memandang Nada yang sedang menunduk, memang benar, pipinya memerah.

“ Apakah Ia malu saat Taemin menggodanya?? mengapa sekarang sikap Nada jadi sungkan padaku?? bahkan matanya selalu menghindar dari tatapan ku?? apa kah ini pertanda jika ia menyukai ku?? Tuhan, kuharap semua ini benar..” kata onew dalam hati. matanya terus memandang Nada.

“ Ini oppa, rotinya..” kata Nada pelan, sambil menyerahkan bungkusan kecil padanya.

“ gomawo Nada.. mmm, nanti pulangnya ku jemput ya..”

****

“Aku sudah mencarinya di seluruh penjuru kampus, tapi Ia tetap tidak ada!!!” kata Minho kepada Yui.

“ Tapi tadi pagi Nada bilangnya mau ke kampus, oppa..” kata Yui.

“ Jadi dimana  dia sekarang??” desah Minho sambil mengusap mukanya.

“ Mungkin ke bakery..” kali ini Jonghyun yang berbicara.

“ Tak mungkin!! Taemin bilang hari ini ia tak ada shift!!”Minho makin frustasi.

Tiba-tiba terdengar bunyi mobil Onew.

“ itu!! mungkin mereka!!” seru Kibum.

Ternyata benar, terlihat Taemin keluar mobil, disusul Onew dan Nada.

Melihat pemandangan itu, Minho langsung masuk kamarnya.

****

Nada POV:

I can not help it..

I could’t stop it if I tried

the same old heartbeat fills the emptiness I have inside

Ya tuhaan.. apa yang terjadi dengan ku.. mengapa tiba-tiba perasaan ini muncul lagi.

perasaan yang sama yang kurasakan saat aku bersama Chang Min oppa.

Perasaan yang kini mengisi tempat yang kosong dihatiku..

Entah kenapa kini hanya dia yang ada dipikiranku saat ini.

and I know that I can’t fight love so I won’t complain

coz why would I stop the fire that keeps me going on

Tuhaan.. apakah aku jatuh cinta??

Apakah aku jatuh cinta padanya??

cause when there is you I feel whole

and there’s no better feeling in the world

but without you I’m alone

and I’d rather be in love with you” (Rather be in love-michelle branch)

****

Mihho POV:

Aiissshhhh…

Mengapa selalu Onew dan Nada yang terbayang!! aku tak habis pikir mengapa Nada hari ini bisa pulang bersama Onew?? apakah Onew yang memaksanya??

aku yang salah!! harusnya aku lebih agresif terhadapnya!! aku laki-laki!! aku tidak boleh lemah seperti ini !! “

****

Keesokan paginya:

“ Nada.. hari ini kau mau kemana..” tanya Minho saat Nada memasak bersama Kibum.

“ ngg, aku ada shift di KARA oppa..” jawab Nada pelan.

“ kalau begitu aku yang akan mengantarmu hari ini.”

“ tapi taemin bilang dia ingin pergi bersama ku oppa..” Nada berusaha menolak secara halus.

“ Taemin biarkan saja, aku yang akan mengantarmu,, dan menjemputmu pulang.” kata Minho tegas. Nada menunduk, ia tak bisa berkata apa-apa lagi.

Kibum memandang Minho dengan tatapan tidak percaya.

“ Ckk.. orang ini.. memanfaatkan kelemahan Nada.. dia tau nada tidak bisa menolak..” sungut Kibum dalam hati.

****

“ Pegangan yang erat,Nada..” Kata minho sambil memakai helmnya.

“ Ne oppa..” jawab Nada pelan, Ia memegang ujung jaket Minho.

“ Bukan seperti itu Nada, jika kau memegang ujung jaket saja, kau bisa terlempar jatuh..” minho segera meraih kedua tangan Nada, kemudian mengalungkannya erat di pinggangnya.

“ peluk aku seperti ini… Dan jangan dilepas..!!!”

****

“ Gomawo oppa..” kata Nada sambil turun dari motor ketika mereka sampai di depan KARA.

“ Jangan lupa, nanti ku jemput pulangnya..” kata Minho, suaranya terdengar seperti perintah.

“ Ne oppa.” jawab Nada pelan, kemudian ia melangkah kedalam KARA, namun baru dua langkah, Minho menarik Nada kedalam pelukannya.

“ Saranghaeyo..jagia..” bisiknya di telinga Nada.

Nada terkejut, ia berusaha melepaskan diri dari pelukan minho.

“ oppa..”

“ Mianhae, Nada.. tapi apa yang kukatakan kemarin tidak main-main.aku serius saat aku bilang aku mencintaimu dan yang ku ingin kan sekarang, adalah kau menjadi  milikku, Nada” Minho memandang mata Nada tajam.

Nada hanya menunduk.

“ Nanti malam, aku ingin jawabannya dari mu.” kata minho, kemudian ia segera menaiki motornya dan pergi meninggalkan Nada yang masih termenung.

*****

Sepanjang hari ini Nada gelisah, ia terus-terusan memandang jam ditangan nya. berharap waktu berhenti.

“ Apa yang harus ku lakukan?? aku tidak tau cara menolaknya, aku tidak ingin ia sakit hati karena penolakanku, namun aku juga tidak bisa menerimanya.. aku menyukai orang lain. bagaimana ini Tuhan??” desahnya.

****

Sudah satu jam lamanya Nada menunggu Minho, Namun Minho belum datang juga. Nada berkali-kali mengecek hp nya namun tak ada satu pun kabar dari Minho.

“ sshhh… dingin sekali.. apa aku pulang saja yaa.. perutku sungguh lapar.. mengapa jam segini Minho oppa belum datang..” Nada menggumam sendirian.

“ Nada..” terdengar suara namja memanggilnya.

“ Nada.. Kamu sedang apa disini sendirian..??”

Nada menoleh, menyadari siapa yang memanggilnya hatinya kembali bergetar.

“ Onew oppa..”

Onew segera menghampiri Nada.

“Mengapa berdiri sendirian?? apa kau tidak merasa kedinginan??” tanya onew.

“ ngg.. aku…”

“ Kamu menunggu seseorang??”

Nada terdiam sebentar, lalu akhirnya menjawab “ Anni oppa..”

“ Kau tidak menunggu siapa-siapa..? kalo begitu ayo kita pulang.. Kajja!!” kata onew sambil mengulurkan tangan nya ke Nada.

Nada tidak menolaknya, ia menyambut tangan onew dan berjalan disampingnya.

Tes..     Tes..       Tes…

“ Hujan…… “ kata Nada sambil mengadahkan wajahnya kelangit.

“ Ayo cepat Nada.. Halte masih jauh.. Nanti keburu hujannya deras..” seru onew sambil mengeratkan genggaman tangannya kepada Nada dan mulai berlari.

setelah kira-kira 5 menit mereka berlari, perlahan-lahan Nada menurunkan kecepatanya, dadanya terasa sangat sesak, ia mulai kesulitan bernafas.

“ Nada… palli.. sebentar lagi kita sampai halte bus..” seru Onew tidak sabar.

Hujan sudah turun dengan derasnya, membasahi baju yang yang mereka kenakan.

“ hhhhh.. oppa… berhenti, hhhh… aku sudah… tidak kuat lagi…” bisik Nada pelan, namun Onew tidak mendengarnya, ia terus berlari sambil tetap menggandeng tangan Nada.

“ hhhh… oppaa…” akhirnya Nada terjatuh.

‘NADA!!! Nada.. bangun.. kamu kenapa??” tanya Onew panik, sambil berlutut disamping Nada, dan menyandarkan Nada di bahunya.

“ Nadaaa… Kamu kenapa?? tolong buka matamu..” bisik Onew di telinga Nada.

Namun Nada tidak menjawab, hanya dadanya yang terlihat naik turun karena kesulitan bernafas dan bahunya sedikit bergetar karena kedinginan.

Onew menggenggam kedua tangan Nada “ Ya tuhan.. tangan mu dingin sekali..” bisik Onew sambil meniup tangan nada dengan uap hangat dari mulutnya.

“ Yaa Tuhaan… apa yang harus kulakukan.. mengapa nada menjadi seperti ini..” katanya dalam hati, sambil memeluk Nada erat. Onew memandang tubuh nada selama beberapa detik, terlihat kemeja putih Nada basah sehingga terlihat jelas lekuk tubuh Nada. dalam keadaan dingin seperti ini onew merasakan tubuh nya memanas, beberapa kali ia menelan ludahnya.

Perlahan Nada membuka kedua matanya,

“ Oppa…” bisiknya lirih.

Onew memandangnya dengan penuh rasa khawatir.

“ Ya tuhaan.. Nada.. Kamu kenapa?? kamu membuatku sangat ketakutan..” kata Onew sambil memeluk Nada lebih erat.

“ aku.. hhhh.. asmaku.. kambuh… oppa…” bisiknya perlahan, ia mengatur nafasnya pelan-pelan.

“ Mengapa kamu tidak bilang dari awal ,, Nada?? udara dingin pasti membuat asma mu makin parah, lepaskan tasmu…” kata Onew sembari melepaskan jaketnya.

“ oppa mau apa??” tanya Nada pelan.

“ kita pulang sekarang Nada, kan tidak mungkin kita terus disini semalaman.. lihat bajumu sudah basah kuyup.. lepaskan tas mu, dan pakai jaketku..” kata Onew pelan.

sebenarnya jaket Onew pun basah, namun ia tidak rela jika orang lain melihat tubuh Nada yang tampak jelas kini.

Nada menurut, ia melepaskan tas selempangnya, dan dengan dibantu Onew ia memakai jaket. Onew segera memakai tas Nada dan bersiap untuk menggendong nada.

“ oppa… oppa mau apa.. aku bisa jalan sendiri..” kata Nada pelan.

“ Nada, tolong kali ini jangan menolak, aku tak akan membiarkan mu berjalan dalam keadaan seperti ini..” kata Onew tegas.

**********

Saat mereka turun dari bis, Onew tetap memaksa agar Nada mau digendongnya.

“ Nada.. mana mungkin aku tega melihatmu berjalan.. lihat, mukamu sudah sangat pucat.. sudahlah jangan menolak, kajja..” kata Onew, sembari berjongkok didepan Nada, agar Nada mau menaiki punggungnya. Nada perlahan menaiki punggung onew.

Punggung Onew terasa sangat hangat dan nyaman, kemudian Nada menyandarkan kepalanya ke bahu Onew.

“ Oppa…” bisik Nada pelan.

“ hmmm….”

“ mianhae.. aku selalu merepotkan mu..”

“ gwenchana.. aku sama sekali tak keberatan Nada, kau ingat? saat kita dibalkon kampus? aku sudah berjanji untuk melindungi mu dan membuatmu bahagia.. jadi jangan minta maaf.. “

Nada terdiam, ingin sekali ia berterus terang pada Onew, bahwa ia mempunyai perasaan yang sama terhadapnya. Namun ia tidak mempunyai keberanian untuk mengungkapkan nya, dan juga ia tidak ingin menyakiti perasaan Minho.

“ Nada..”

“ Hmmm…”

“ Kau mengantuk..??” tanya Onew pelan.

“ Sedikit, oppa..”

“ kalau begitu tidurlah, sandarkan kepalamu di bahuku..”

setelah berjalan kurang lebih lima belas menit akhirnya mereka sampai juga di depan dorm mereka, terlihat Minho berdiri di teras, sambil memperhatikan mereka.

**********

Minho POV :

Kulihat Onew dan Nada dari kejauhan,,,

apa-apaan ini?? mengapa Onew menggendong Nada?? mengapa Nada tertidur di bahu Onew?? mengapa Nada basah kuyup dan memakai jaket Onew?? mengapa mereka berdua pulang bersama?? ada apa ini sebenarnya?? kurasakan tanganku bergetar menahan emosi.

aku berjanji menjemput nada jam 7 malam ini, namun begitu aku sampai di KARA, KARA sudah tutup dan Nada pun sudah tidak ada, kupikir karena sebentar lagi hujan, maka Nada pasti pulang bersama taemin.

Tapi taemin pulang sendirian, aku kembali menaiki motor ku menuju KARA, Nada tetap tidak ku temukan. Kini kulihat Ia berdua dengan Onew..

Apa maksudnya ini??

**********

Keesokan paginya, Nada terbangun dengan kepala agak berat. Ia heran mendapati dirinya sudah berganti pakaian.

“ Yui kah yang mengganti pakaian ku??” gumamnya pelan. Nada berusaha bangun dari tempat tidurnya dan memaksakan diri untuk melangkah ke kamar mandi. saat Ia membuka pintu kamarnya terlihat dorm begitu sepi. tampaknya semua orang sudah pergi kuliah.

Setelah nada selesai mandi, dan berganti pakaian, nada kembali merebahkan dirinya diatas tempat tidur, ia memegang keningnya dengan telapak tangan nya.

“ Panas.. seperti nya aku akan sakit..”

“ Tok.. Tok.. Tok..”

Tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu kamarnya.

Nada terbangun.

“ Nuguseyo??”

“ Siapa yang mengetuk pintu kamarku.. bukankah semua orang sudah pergi ke kampus??” desahnya dalam hati.

“ Tok.. Tok.. Tok..” kembali terdengar ketukan.

Nada segera berdiri dan perlahan membuka pintunya.

**********

“ Minho oppa..??” bisik Nada pelan saat melihat sosok namja jangkung dihadapannya.

“ Kau tidak kuliah??” tanya nya lagi. Namun minho hanya terdiam sambil terus memandang Nada. Nada merasa risih karena minho terus memandanginya seperti itu, Ia pun menunduk menghindari tatapan Minho.

“ Kemarin mengapa kau pulang bersama Onew??” akhirnya setelah beberapa saat mereka saling diam, Minho memulai pembicaraan.

“ nngg.. Aku..” Nada bingung harus menjawab apa.

“ Bukan kah sudah kukatakan, aku yang akan menjemputmu pulang..?” kata Minho tajam.

“ Mianhae.. oppa..” bisik Nada pelan sambil tetap menunduk.

“ Yaa!! tatap mataku saat aku berbicara dengan mu!!” bentak minho.

Nada memandang Minho dengan tatapan bersalah, Ia tidak menyangka Minho akan marah besar seperti ini.

“ Oppa.. Mianhaeyo..”

Minho menghela nafasnya sesaat, kemudian ia mendorong Nada masuk kedalam kamarnya dan langsung menutup pintunya.

“ Oppa…” Nada terkejut ketika tiba-tiba Minho mendorongnya, ia sungguh tidak mengerti dengan sikap Minho yang begitu berbeda terhadapnya sekarang.

“ Oppa, aku.. ku rasa..” Nada ingin berbicara namun telunjuk minho menyentuh bibirnya,  Nada langsung terdiam.

“ ssshhh… biarkan aku berbicara dulu…” Kali ini Minho berbicara dengan lembut, membuat Nada semakin tak mengerti.

“ kemarin, saat kau pulang bersama Onew, tahukah kau aku cemburu??”

Nada terdiam..

“ aku tahu, onew memaksamu untuk pulang bersama dengan nya.. iya kan? tatap mataku Nada.. jangan menunduk saat aku sedang berbicara padamu..” kata Minho pelan.

Nada memberanikan diri untuk menatap mata minho, yang menurutnya semakin lama-semakin menakutkan.

“ Nada… jawab pertanyaanku..”

Nada terdiam sebentar, ia mencari kata-kata yang tepat agar tidak membuat minho tersinggung.

“ Nggg.. oppa, kemarin sudah satu jam, aku menunggu mu.. namun kau tak datang, kukira kau lupa, jadi.. saat.. onew oppa mengajakku pulang.. aku.. menerima tawarannya.. Mianhae oppa…” jawab Nada pelan.

Minho kembali terdiam, jawaban yang diucapkan Nada sungguh berbeda dari apa yang diharapkannya. rasa kecewa, rasa jengkel, rasa marah yang sejak kemarin dipendamnya kembali muncul.

“ Kau mencintaiku kan, Nada??”

***********

perasaan Onew gelisah, ia terus menghela nafasnya.

“ Rasanya ada sesuatu yang tidak beres.. tapi apa…” sungutnya dalam hati.

“ Hyung!!!” seru Taemin mencoba mengagetkan onew, Namun tidak berhasil.

“ Yaaa!!! Onew hyung… mengapa melamun?? haa.. kau sedang memikirkan Nada yaa??” ledeknya lagi.

“ Entahlah.. aku hanya merasa ada sesuatu yang salah hari ini.. Namun aku tidak tahu, apa itu..” gumam onew pelan, pandangan nya menerawang.

“ tenang saja Hyung, sakit Nada tidak begitu parah seperti waktu ia terluka oleh Jessica, kata Yui hanya demam saja badannya masih agak panas saat tadi Yui meninggalkannya, tapi tadi Yui meninggalkan obat penurun panas di meja makan, kau tenang saja laah.. Nada kan bukan anak kecil, hyung..” kata Taemin menenangkan Onew.

“ Yaa.. seharusnya begitu, Namun aku merasa gelisah seharian ini.. aku terus memikirkan Nada.. apakah ia baik-baik saja sendirian dirumah?? apakah kompor gas dan pemanas sudah dimatikan?? pintu sudah dikunci?? bagaimana jika ia masih tertidur dan kalian lupa mengunci pintu??” onew terlihat makin cemas.

“ Wwaahh.. kau pasti sangat mencintainya ya.. sampai segitu khawatirnya hyung.. hehe.. tenang saja, Nada tidak sendirian.. Minho hari ini tidak kuliah, pasti dia…” belum selesai Taemin berbicara onew sudah berlari meninggalkan Taemin sendiri.

“ Hyung!!! Yaaaa!!!! mengapa kau meninggalkan aku??” teriak Taemin.

Sementara itu onew berlari sekuat tenaga  menuju parkiran mobil.

“ Yaa Tuhaann… aku baru sadar mengapa dari tadi perasaan ku gelisah.. mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa pada mereka berdua.. aku benar-benar tidak bisa membayangkannya…”

**********

“ Kau mencintaiku kan, Nada??” bisik Minho tajam. Ia memperpendek jaraknya dengan Nada.Nada melangkah mundur.

“ Nada.. katakan kau mencintaiku..” Minho semakin menyudutkannya ke dinding.

“ Oppa…” bisik Nada, kini ia merasa ketakutan.

“ kau lebih memilihku kan, dibanding onew..” Minho memegang leher Nada, dan perlahan mengusap tengkuknya.

Sakit kepala yang kini dirasakan Nada semakin menjadi-jadi, Ia mencoba untuk menghindari Minho namun tak ada ruang baginya untuk bergerak, Minho benar-benar menyudutkannya dengan sempurna.

“ Oppa.. Tolong jangan seperti ini..” pinta Nada, Ia berusaha menarik tangan Minho dari tengkuknya, namun cengkraman Minho malah semakin kuat.

“ Jawab aku , Nada.. kau mencintaiku kan..” Minho berbisik di telinga Nada, membuat nada sedikit merinding.

“ Oppa… tolong.. “ Kini Nada mencoba mendorong Minho menjauh dari nya.

“ JAWAB AKU NADA!!! JAWAB PERTANYAANKU!!! KATAKAN KAU MENCINTAIKU!! JAWAB!!!” Minho berteriak keras kepada Nada, membuat Nada sedikit terlonjak karena kaget.

“ Oppa…” Air mata nada menggenang, Ia berusaha menahannya agar tidak tumpah.

“ Sadarkah kau , kau telah mempermainkan perasaanku??? “ Kedua tangan Minho memegang erat lengan Nada.

Minho mendekatkan wajahnya kepada Nada, menatap dalam-dalam mata  Nada yang kini nampak ketakutan.

“ Mengapa kau diam saja?? ayo bilang bahwa kau mencintaiku, Nada!!!”

“ Oppa.. Lepas.. tolong jangan seperti ini,,” kata Nada terisak, ia merasa kini lututnya terasa sangat lemas. tangannya mendorong minho sekuat tenaga, Namun minho tidak bergeming, ia tetap ditempatnya.

“ KUMOHON NADA!!! KATAKAN KAU MEMILIHKU!!! KATAKAN KAU MENCINTAIKU!!!” Kini minho sudah kehilangan kendalinya, Dengan satu tangan, ia memeluk nada, dan tangan satunya menarik wajah Nada kearahnya hingga bibir mungil nada menempel tepat di bibirnya.

“ Mmmpphhh.. Oppa.. Andwae..” jerit Nada pelan, tangannya mendorong keras bahu minho, namun minho lebih kuat darinya sekeras apapun Nada mendorong nya, minho tetap tak bergeming.

“ Katakan Nada.. kau mencintaiku kan??” desis Minho saat bibir mereka masih menempel.

Nada menggelengkan kepalanya pelan, berusaha melepaskan bibirnya dari bibir Minho.

“ KATAKAN NADA!!!!” Teriak Minho keras.

Nada mengatupkan kedua tangan nya kewajahnya, Tubuhnya merosot ke lantai karena lututnya gemetar tidak kuat menahan bobot badannya.

“ Yaa!!! Minho!! Apa yang kau lakukan!!!!” Tiba-tiba terdengar terdengar teriakan Kibum dan Onew berbarengan.

Onew segera menghampiri Minho dan hendak melayangkan tinjunya ke arah Minho, Namun Kibum dengan cepat menahannya.

“ Hyung!!! jangan!!! “

“ Yaaa!!! lepaskan aku!!” teriak Onew keras.

“ Apa yang ada di otak mu!! Pabbo!! apa kau tidak sadar Nada sedang sakit!!! apa yang kau lakukan hingga membuatnya menangis!!! Brengsek!! “ teriak Onew kehilangan kendali.

“ Hyung!! sudah!!” Kibum menarik Onew mundur.

“ Sudah Hyung!! Pikirkan keadaan Nada..” bisik Kibum menenangkan onew.

Onew menghela nafasnya, kemudian Ia berlutut di depan Nada, dan mengusap lembut kepalanya.

“ Nada.. kau tidak apa-apa..” bisik Onew pelan.

Namun Nada hanya menggelengkan kepalanya, tangannya tetap menutupi seluruh wajahnya.

“ Nada.. sshh… uljima.. ini aku, kau tidak apa-apa..” Kali ini kibum yang berbicara.

“ aku ingin sendiri.. kumohon.. tinggalkan aku sendiri..” bisik Nada pelan.

*************

“ Aku mohon.. tolong, tinggalkan aku sendiri..” bisik Nada terisak.

Akhirnya Kibum menarik lengan Onew agar menjauh dari Nada, awalnya Onew menolak namun Kibum mengatakan bahwa jika mereka bertiga tetap berada disini, kondisi nada akan semakin down.

dengan berat Onew meninggalkan Nada yang masih menangis, Ia mengelus rambut Nada pelan dan kemudian berdiri menyusul Kibum dan Minho yang sudah keluar terlebih dahulu.

Setelah Kibum menutup pintu kamar Nada, Tiba-tiba Minho mengarahkah tinjunya ke rahang Onew.

“ BUUKK…”

“ YAA!!! MINHO!! APA YANG KAMU LAKUKAN!!!” teriak Kibum.

Onew tidak tinggal diam, walau pun matanya masih berkunang-kunang, Ia mencoba membalas pukulan Minho, kali ini wajah Minho adalah sasarannya.

“ ONEW HYUNG!!! BERHENTI!!!” Kibum berusaha memisahkan mereka berdua, Namun baik Onew dan Minho tampaknya sudah tidak mendengarkannya lagi.

Minho mendorong Onew hingga terjatuh, kemudian Ia duduk diatas perut onew dan mulai memukul wajah onew bertubi-tibi

“ MENGAPA KAU SELALU MENGHALANGIKU!! NADA MENCINTAIKU!! NAMUN KAU TERUS MENEKANNYA!! MENGAPA KAU SELALU MENJAUHKAN KU DARINYA!!!” teriak minho.

Darah sudah mengalir dari hidung dan bibir Onew.

“ HENTIKAN MINHO!!!” Kibum berusaha menarik Minho dari atas tubuh Onew,

“ LEPASKAN AKU KIM KIBUM!!!” teriak Minho.

Onew tidak menyia-nyiakan kesempatan saat Minho lengah, dengan kakinya ia menendang tubuh Minho hingga terjatuh.

Kali ini onew yang berada diatas minho, Ia meninju perut, rahang, dan wajah minho lebih keras dari sebelumnya.

“ JIKA KAU MENCINTAINYA MENGAPA KAU MEMBUATNYA MENANGIS!!! ASAL KAU TAU!! SAMPAI MATI PUN AKU TAK AKAN MENYERAHKAN NADA PADAMU!! BRENGSEK!!! “

Kibum memegang kedua tangan Onew, Ia berusaha menarik Onew dari atas tubuh Minho.

“ HYUNG!!! HENTIKAN!!! KAU BISA MEMBUNUHNYA!! HENTIKAN!!!” Kibum mulai panik, baik onew maupun minho sudah mengeluarkan darah, namun keduanya tampaknya ingin membunuh satu sama lain.

“ OPPA!!! HENTIKAN!!!!” jerit Nada tiba-tiba, Ia berdiri di pintu kamarnya, menangis dan gemetaran melihat pemandangan yang ada di depannya.

Onew, Minho dan Kibum terdiam ditempat, perlahan Onew berdiri dari tubuh Minho, melangkah mundur menyandar ke tembok dan menyeka darah yang ada di wajahnya.

“ Yaa, Tuhaan.. Mengapa jadi seperti ini..” Ucap Nada terisak. satu tangannya kini memegang dadanya yang mulai sesak.

“ Nada..” Onew melangkah mendekatinya.

“ Mengapa kalian berkelahi??…. hhhhh…. bukankah kita adalah satu keluarga?? hhhhh… tahu kah kalian??? hhhh… hatiku sungguh sakit melihat kalian seperti ini…” tangis Nada semakin kencang bercampur dengan rasa sesak yang kini membuat Nada makin sulit bernafas.

“ Nada… “ Onew berusaha memeluknya namun nada menolaknya.

“ Andwae Oppa… Lepas…” Nada mendorong Onew kuat.

“ Sssshhh… jangan menangis.. Mianhae..” Onew tidak perduli Nada mendorongnya, Ia tetap terus berusaha memeluk Nada.

“ Andwaee Oppa… hhhhh.. Lepas… hhhh”

Onew memeluk Nada, Ia semakin mempererat pelukannya setiap kali Nada mendorongnya.

“ Hyung.. sudahlah.. lepaskan dia…” desah Kibum pelan. Namun Onew bertahan, ia tetap memeluk Nada, hingga akhirnya nada menyerah, Ia terus menangis di pelukan onew.

“ sssshhhh… uljima…” bisik Onew sambil mengusap lembut rambut Nada, dan menyandarkannya di bahunya.

“ tolong jangan seperti ini oppa..” bisik nada sesenggukan.

“ Mianhae.. tak akan kuulangi lagi..”

************

TBC

Signature

This post/FF has written by Wiga, and has claim by Wiga signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

WORLD END

Author : Resty a.k.a Mikan_Magnae

Lama g nulis FF*padhal beberapa minggu aja* mian baru kirim ff ku…nih ff SKS *sistem kebut semalam* maaf ya rada aneh.

Happy reading chingudeul yang kucinta dan ku banggakan*kayak pidato lu* >,^

World end

“oppa aku takut”

“tenang saja sera, oppa akan melindungi sera” sambil memeluk sera erat. BRUAAAAKKK!!

“disini kalian rupanya” para prajurit lawan menemukan sera dan dan anak laki-laki dalam sebuah almari tua yang besar. Prajurit tersebut mengeluarkan paksa ke dua anak itu dengan cara yang tidak manusiawi. Sera tidak berhenti menangis ketika di seret menuju ruang keluarga dan seorang namja kecil juga memberontak agar tidak melukai sera adiknya.

Mereka dibawa menuju ruang keluarga disana sudah ada orang tua sera yang sudah babak belur dihajar oleh seorang tentara bersenjata.

“sana!!!” seorang tentara menendang sera dengan kakaknya ke orang tua mereka. Sera yang ketakutan langsung memeluk ommanya yang lemas. Dan karena tangis sera semakin menjadi itu membuat tentara tersebut jengkel dan menendang keras sera dengan sepatu bootnya yang keras. Sera pun terpental 2 meter dan langsung batuk darah. Melihat anaknya diperlakukan seperti itu omma dan appanya tidak terima dan memohon agar membebaskan anak-anaknya. Tetapi mereka malah menghajar kedua orang tua sera. Lebih parahnya kakak sera dipilih 2 pilihan yang sangat menyakitkan pertama dia akan dibunuh pertama, kedua dia harus membunuh seluruh anggota keluarganya lalu ia bebas. Kakak sera lebih memilih pilihan kedua, dengan tangan gemetar dia membunuh ke dua orang tuanya. Sera yang gelap mata langsung berlari meraih senjata api yang di bawa seorang tentara yang sedang lengah. Lalu sera menghabisi seluruh orang yang ada di dalam rumah tersebut tak terkecuali kakaknya sendiri.

~14 tahun kemudian~

KRIIIIIIING……………

“sera bangun” seorang namja membanggunkan seseorang yang sedang tertidur.

Yeoja itu pun langsung menarik selimutnya hingga menutupi mukannya tetapi namja tersebut menarik dengan keras selimut sera.

“minho~ah cukup, aku akan bangun” dan tanpa banyak kata sera langsung menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan bersiap-siap latihan kali ini.

“hari ini kita ber-5 akan ditempatkan di luar negeri untuk misi kali ini, lebih tepatnya di daerah konflik” minho berbicara sambil berjalan mengiringi sera yang diam.

Mereka berdua adalah merupakan intel dari kepolisian amerika dan sejajar dengan intel dari FBI.

“kalian bertiga minho, Heechul, dan sera akan ditugaskan ke korea selatan untuk menangani daerah perbatasan yang sedang memanas” tubuh sera menegang karena mendengar ia akan kembali ke korea. Setelah pembagian tempat selesai mereka berlima keluar seperti biasa alan dengan mika, minho dengan sera dan heechul keluar menggoda para hoobae-hoobae nya.

~korea~

“haaaaaaiiih kampung halaman sendiri memang lebih baik, sudah lebih dari 17 tahun aku tidak kemari…waaah cantik nya yeoja-yeoja disini” hechuul langsung saja menghilang dari rombongan dan menuju ke petugas yeoja bandara.

“kau baik-baik saja?” Tanya minho pada sera.

“huuuuh seperti itulah” jawab sera malas.

“hooooy kenapa lemas begitu” tiba-tiba heechul datang sambil merangkul sera dan minho.

“sini mari main denganku sera sayang” heehul sudah memonyongkan bibirnya dan sera hanya diam tanpa ekspresi geli atau semacamnya.

“hyuuung~” minho menarik sera dan menggantikannya untuk dicium heechul.

“OMO” heechul menghentikan serangannya karena minho sudah ada didepannya.

“haiiish selalu pasang badan untuk sera, dasar sekali-kali aku juga mau babo” heechul meninggalkan sera dan minho sambil menggerutu gak jelas.

“kenapa diam saja?” Tanya minho kesal

“hasilnya sama saja, dari dulu kau selalu menyelamatkanku” kata sera santai dan berjalan meninggalkan minho.

“baiklah sera~ah kau menang” minho menyusul sera….

~barak pelatihan~

“kami ini pelatih kalian saat ini, jadi mohon kerjasamanya” kata heechul sambil membungkukkan badannya diikuti sera dan minho. Mereka bertiga menangani hanya 7 orang tentara untuk dilatih karena pihak korea masih menganggap belum terlatih. Anak buah mereka adalah jinki, kibum, jonghyun, taemin, shindong, eunhyuk, siwon.

“perkenalkan namaku kim Heechul, ini minho, dan seorang yeoja cantik dan tidak lain adalah istri saya dia sera” kata heechul memperkenalkan dirinya dan ke 2 temannya.

Minho hanya memasang wajah kesalnya ketika heechul menyebut sera adalah istrinya.

Setelah perkenalan sera keluar untuk menghirup udara segar, dia duduk di sebuah tebing curam namun memiliki pemandangan yang indah.

“kau memikirkan keluargamu kan?” Tanya minho yang sudah duduk disamping sera. Sera hanya diam.

“sudah lah tidak usah kau bahas jika tidak mau” kata minho sabar.

“aku benci kembali kesini, disini aku hanya bisa mengutuk oppa ku saja, gara-gara dia aku harus sendirian” akhirnya sera mengeluarkan isi hatinya juga.

“tapi sekarang kau tidak sendirian lagi kan, masih ada aku yang akan menemanimu selamanya kan”  kata minho sambil membelai rambut sera.

“kita akan latihan mulai besok jam 6 pagi, ingat jangan sampai terlambat, sekian.” kata minho dan keluar dari tenda para anak buahnya diikuti oleh sera.

“MWOOO jam 5?” kata jonghyun sambil berteriak tidak terima.

“aku sih uda biasa bangun jam segitu” kata kibum cuek dan melanjutkan kegiatan nyemilnya.

“ya kibum~ah sejak seminggu kita disini memang tugasmu hanya masak saja kan seperti ahjuma-ahjuma, haaiiish tidurku jadi berkurang mana muka mereka serius sama sekali tidak bersahabat” jonghyun semakin tertekan.

“sudah lah besok kita minta kibum bangunkan kita saja” kata jinki menengahi masalah ini.

“dia benar, kibum kau bangunkan kami yah” kata shindong dan eunhyuk.

“ne ne ne” kata kibum pasrah.

“hyung bisakah kau menjauh dari sera” pinta minho dengan halus.

“ani, dia sangat manis sehingga aku igin memakannya, lagipula disini tidak ada wanita sama sekali aku jadi kesepian dan butuh hiburan” heechul semakin menggoda minho dengan merapatkan pelukannya pada sera dan membelai rambut sera mesra, sedangkan sera hanya diam dan membaca buku tidak peduli.

“kau cemburuuu yaaaa, mana boleh begitu” heechul semakin membuat minho kesal.

“minho~ah ada laporan dari pusat?” Tanya sera tiba-tiba dan menghentikan langkah minho yang ingin keluar mencari udara segar.

“hemmmm Tanya hyung saja, bukankah hyung senang kalau kau bertanya” kata minho ketus sambil keluar ruangan. Dan itu semakin membuat heechul senang karena berhasil menjahili dongsaengnya.

“jadi bagaimana”sera menoleh ke heechul dan wajah mereka salig berhadapan dan hanya berjarak 6cm. dan wajah heechul semakin mendekat ke wajah sera ingin mecium bibir sera, heechul semakin dekat semakin dekat dan PLAK!!! “AWW” teriak heechul

“HYUUNG~” minho memukul kepala heechul.

“hehehe mian-mian dia sungguh cantik” heechul beranjak dari tempat duduk dan pergi.

“dasar hyung ini” kata minho kesal.

“huuuh sebenarnya kita diperigatkan agar hati-hati pada orang asing selain anak buah kita. Karena kita sama sekali tidak tau maksud tersembunyi dari orang lain” kata minho.

“hanya itu saja?” Tanya sera dan minho mengganguk. Sera segera keluar ruangan untuk melihat para anak buahnya yang sedang bersama heechul. Sera duduk di sebuah bangku panjang dan didampingi minho.

“sera kau tidak mau mendoakan omma appa mu?” minho sengaja tidak menyebut oppa sera karena sera pasti tidak akan senang.

“ani, lagi pula aku tidak tau makam mereka” kata sera muram. Minho tidak tau harus memulai topic apa dan mereka hanya diam saja melihat para anak buah mereka sedang menari-nari atas perintah heechul.

6 am~

“bbbrrrrr dingin hyung” taemin merapatkan tubuhnya pada jinki.

“ii ii yyaaaa”kata jinki.

“baiklah kalian sudah berkumpul semua, mari kita mulai latihan kita. Kita awali dengan berlari mengelilingi lapangan ini 5 kali selama 5 menit!!!” kata minho tegas. Terdengar suara para anak buah yang sedikit mengeluh terutama si jonghyun yang sudah menggerutu sejak tadi.

“OPPAAAA~” seorang anak kecil berlari sambil melambaikan tangannnya dan dia membawa sebuah tas ransel yang sangat besar.

“AAAA jung in ah, kemari” onew menyuruh jung in ke tempat teman-temannya sedang beristirahat.

“kali ini kau bawa apa?” Tanya jonghyun sambil mengintip dari punggung jung in. dan diikuti oleh ke 6 temannya dan 1 orang yang aneh yaitu heechul.

“OMO kenapa anda kemari” kata jonghyun kaget.

“heeeem aku ingin lihat dia membawa apa” kata heechul tidak mempedulikan reaksi lebay jonghyun.

“oppa aku membawa sebuah minuman ringn lalu membawa sabun untuk mandi, pasta gigi lalu…” gadis kecil itu menjual barang-barang keperluan sehari-hari selama wamil.

Dan mereka bertujuh pun asik memilih barang-barang yang akan mereka beli.

~1 minggu berlalu~

Mereka bertujuh mulai terbiasa dengan latihan-latihan fisik yang diajarkan oleh ketiga atasan mereka. Dan mereka pun mulai akrab dengan sera yang sangat sulit diajak berteman.

Untuk urusan tipu menipu dan penyamaran itu adalah tugas heechul untuk melatih mereka karena heechul adalah orang yang sedikit licik ^^. Sementara itu minho dan sera berada dalam tenda dan telibat perbincangan serius.

“jadi kau mendapat apa yang kuperintahkan”

“ini datanya” kata minho menyerahkan beberapa lembar kertas pada sera.

“hemmmm jadi dugaanku benar”

“jadi mau kau apakan dia” Tanya minho

“seperti biasa” kata sera

“tuan minho dan sera makan malam sudah siap” kata kibum dari luar. Sera dan minho keluar untuk makan malam bersama.

Seusai makan malam sera, minho, dan heechul tidak istirahat seperti ketujuh anak buahnya mereka membicarakan soal penyusup yang sudah mereka incar untuk diatasi.

“jadi besok” kata heechul kali ini serius.

“kalau bisa tanpa diketahui mereka” kata sera

“kau yakin dengan hal ini, dia sangat hebat dalam jarak dekat sama sepertimu” minho menatap sera cemas.

“lebih cepat lebih baik, lagi pula ada kau dan heechul yang akan menjadi kartu AS ku” kata sera tersenyum licik.

“yes my lord” kata heechul dan minho bersamaan.

~esok pagi pukul 5 am~

“terima kasih kau sudah datang nona jung in, atau kami harus memanggilmu mata-mata korea utara” kata sera enteng.

“maksud nona apa?” jung in merasa gugup dan mundur beberapa langkah.

“kau mirip seorang mata-mata yang handal memiliki reputasi pembunuh juga sama sepertiku, meski tubuhmu kecil kau hebat juga ya” sera semakin mendesak jung in.

“a a aaaku tidak tahu maksud nona” jung in mulai pucat.

“kau tidak tahu, akan ku permudah dengan ini” sera mengeluarkan sebuah pedang yang biasa ia gunakan untuk bertarung.

“heh baiklah kalu kau mengancam, aku juga tidak akan segan” jung in kecilpun mengeluarkan sebuah senapan yang ia simpan dalam raselnya, dia tahu kalau ini akan terjadi.

“pedang vs senjata api apa yang bisa kau lakukan dengan itu babo” kata jung in meremehkan.

“kita tidak tahu apa yang akan terjadi” sera melesat kearah jung in dan dengan cepat dapat menghindar dari serangan sera. Dan dengan keahlian berpedang sera akhirnya dia bisa memberi sedikit luka ditangan kiri jung in.

“sialan kau pikir kau bisa menang dengan pedang buntut mu itu” geram jung in sambil memegangi tangan kirinya yang berdarah.

“baiklah, minho hechul sudah saatnya kalian beraksi cepat selesaikan sebelum mereka tahu” sera berbicara sendiri dan itu membuat jung in sedikit bingung.

DORRR

Suara tembakan terdengar dan tiba-tiba jung in terjatuh ditanah sambil berteriak kesakitan. Itu cukup membuat anak buah sera terbangun dan keluar dari tenda mereka dan melihat apa yang terjadi. Tidak ingin mereka mengetahui apa yang terjadi dengan cepat sera menghunuskan pedangnya tepat di jantung jung in dan jung in tewas seketika ditangan sera.

“a a aapa yang kau lakukan nona sera” kibum mendekat pada sera bertanya dengan mata yang tertuju pada jung in yang berlumuran darah.

“waeyo, jung in ah irona” jinki masih tidak percaya. Melihat jung in sudah terbujur kaku.

“itu bukan urusan kalian” sera akan pergi meninggalkan jung in di tanah.

“AKU BILANG KENAPA!!!!!!” jinki meraih kerah baju sera dan menaikan keatas sambil menangis ia menunggu kepastian jawaban sera. BRUUUK jinki terjatuh ketanah

“jangan pernah kau sentuh dia” minho membanting jinki dan menatapnya marah.

“sudahlah minho” sera menepuk pundak minho dan mengajaknya pergi.

“Heechul urus dia” kata sera sambil berlalu dengan minho. Mereka bertuju menatap penuh amarah sera yang tidak memberi tahu alasan kenapa harus membunuh jung in.

“kenapa harus jung in dia masih kecil” kata jonghyun tidak percaya.

“padahal dia sudah kuanggap seperti dongsaengku sendiri” imbuh taemin. Tetapi diantara mereka bertujuh jinki lah yang paling sedih. Karena jinki lah yang paling dekat dengan jung in. “hyung tabahlah” kibum menepuk pundak jinki yang masih terdiam.

“iya tabahlah” heechul tiba-tiba sudah berada di antara mereka bertujuh.

“OMO lagi-lagi muncul tiba-tiba” lagi-lagi ekspresi jonghyun berlebihan.

“kami membunuhnya bukan karena hobi, dia itu seorang mata-mata untuk membunuh kalian” kata heechul dengan wajah serius, dan itu membuat mereka ber-6 kaget.

“yaaah lagi pula sera juga tidak punya pilihan lain untuk membunuhnya demi melindungi kalian” kata heechul.

“kalian tahu sera hanya mempunyai teman hanya 2 didunia ini. minho dan Sandra dan si Sandra mati ditangan sera sendiri” raut muka heechul berubah menjadi suram.

“wae?”kata siwon

“untuk mendapat tempat tertinggi di badan kepolisian, tapi itu adalah permintaan Sandra sendiri, karena……suatu hal”

“apa itu?”Tanya siwon lagi.

“aku tidak bisa ceritakan” kata heechul.

“tapi membunuh bukanlah sesuatu yang pantas untuk menghakimi sesorang” kali ini kata-kata jonghyun terdengar rasional.

“apa kalian pikir, kami megambil keputusan itu dengan ceroboh, oh ayolah kami ini sudah terdidik dan taruhan sekarang sera pasti sedang sedih karena sera tidak pernah suka membunuh” heechul mengakhiri percakapan dengan ke 7 anak buahnya. Sebelum keluar dari tenda heechul mengatakan sesuatu pada anak buahnya “kalian ku mohon jangan benci sera” lalu heechul meninggalkan tenda.

“gwenchana?” Tanya minho.

“aku pasti sudah membuat mereka takut” kata sera datar

“sudahlah” minho mengusap lembut kepala sera.

“aku memang jahat dan dunia tidak pernah menginginkanku” sera mulai terisak. Minho merasa kasihan pada sera dan hanya bisa menggenggam tangan sera yang gemetar dan dingin.

Selama beberapa hari mereka bertujuh menjalani latihan yang sangat berat karena mereka akan mulai bertugas di daerah perbatasan secepat mungkin menggantikan para prajurit yang terluka maupun tewas dalam perang. Selama latihan terlihat jelas kesenjangan antara para pelatih khususnya sera dengan ke-7 anak buahnya.

Akhirnya hari yang ditakutkan datang juga. Minho mengumpulkan seluruh anak buahnya

“besok kita akan pergi ke daerah perbatasan, jadi kita akan menghadapi perang yang sesungguhnya. Kalian sudah belatih dengan keras karena itu kalian harus pukul mundur pasukan lawan” minho cukup membuat mereka kaget karena jadwal maju 3 hari.

~daerah perbatasan~

“akhirnya kita sampai juga, tapi disini tidak ada seorang yeoja yang bisa diajak main huhuhuhu” heechul meratapi mimpi buruknya yaitu tidak bisa menggoda yeoja, dan heechul sudah menyerah soal sera.

“hyung kita disini untuk berperang bukan untuk bersenang-senang” kata minho.

“kau siap aku akan melindungimu selama perang ini berlangsung” minho menepuk pundak sera.

“gomawo minho” kata sera.

“ayo kita lakukan yang terbaik seperti saat kita latihan” heechul menyemangati anak buahnya.

“YOSH”

Perang ini ternyata lebih sulit dari yang diperkirakan. Karena para tentara korea utara menggunakan senjata yang hampir setara dengan senjata milik korea selatan. Dalam perang ini anak buah sera berjuang dengans sekuat tenaga. Banyak sekali korban yang berjatuhan. Tetapi anak buah sera 100% selamat dan hanya mengalami sedikit luka di sana sini.

Setelah berjuang selama 10 jam dalam perang anak buah sera dapat memukul mundur para pasukan musuh dan menyelamatkan sedikitnya 567 tentara yang sedang terluka, ini cukup untuk mereka mendapatkan sebuah penghargaan dari pemerintah. Dalam merayakan kemenangan mereka terlihat begitu gembira karena telah berhasil memukul mundur pasukan lawan dan mereka dapat berkumpul dengan keluarga mereka.

Dibalik peperangan dan kemenangan dari satu pihak selalu ada yang merasa kehilangan salah satu yang berharga begitu pula yang dirasakan sera. Sera melihat minho tergeletak dipangkuannya dengan penuh darah dan dingin sera menahan air matanya sebisa mungkin. Heechul mendekatinya dan memberi dukungan pada sera untuk bersabar

“kenapa dia selalu melakukan itu” sera menahan air matanya.

“lagi-lagi dia melindungiku, aku tidak mau sendirian lagi” sera menggenggam tangan minho.

“sebenarya sera aku mengetahui rahasia besar minho tetapi minho selalu menyuruhku untuk tidak bercerita padamu. Namun kali ini kau berhak tau yang sebenarnya, sera minho itu oppa mu yang telah tega membunuh orang tua mu, yang jahat padamu, merampas masa kecilmu yang indah” sera tidak percaya dengan apa yang didengarnya dan sera hanya terdiam tidak percaya.

“kau pasti sudah lupa karena itu adalah kenangan terburukmu yang mungkin sudah kau buang, minho yang tadinya kau bunuh ternyata masih hidup. Dan sekuat tenaga untuk dapat diterima di kepolisian untuk menebus kesalahannya padamu”.

“dia sangat sayang padamu dia melakukan apapun untukmu apapun itu sera, bagi dunia mungkin kamu hanya seorang sera namu bagi minho sera adalah dunianya dan segalanya” heechul tahu sera ingin ditinggal sediri untuk menenagkan hatinya dan heechul pun pergi meninggalkan sera yang menangis di hadapan minho.

“o op oppa irona irona oppa, kenapa kau tidak pernah bilang yang sebenarnya padaku. Aku kehilanganmu lagi aku memang orang bodoh yang tidak pernah menyadari siapa kau. Aku mohon bangunlah, bukankah dulu kau bangun ketika kubunuh dan kembali hidup denganku aku mohon oppa” sera berbicara sendiri dan sera sadar itu sia-sia. Sera tau miho sudah meninggal.

“irona irona, oppa juga dunia bagi sera. Sera memaafkan oppa jadi ayo bangun” tetapi minho hanya terdiam kaku dan dingin.

“oppaaaaa” sera semakin erat memeluk tubuh oppanya yang sudah dingin.

Sera merasa telah berhenti berputar lagi. Dia kehilangan lagi orang yang iya sayangi. Sera dengan mata yang berlinang air mata ia melirik kearah senjata api yang tergeletak di samping minho. Dengan perlahan sera mengambil senjata api itu dan sera merebahkan diri di samping tubuh minho.

“oppa sudah cukup aku sendirian didunia ini, aku ingin mengakhirinya, omma, appa, Sandra, oppa kenapa kalian pergi meninggalkan ku sendiri. Aku juga keluarga kalian, sekarang duniaku sudah pergi jadi untuk apa aku bertahan lagi di dunia tanpa orang-orang yang kucintai. Oppa aku ingin selalu bersamamu” sera mengandapkan ujung tembaknya tepat ke kepalanya dan segera menarik pelatuknya…..

“Dalam perang selalu meminta korban, dalam perang selalu ada tangs kehilangan, dalam korban pula kita sendirian. Perang tidak akan menyelesaikan masalah. Sekarang kau sudah memilih jalanmu sendiri sera. Kalian tidak akan terpisah lagi” heechul menatap sera dan minho sambil menitihkan air matanya.

THE END

GOMAWO YG UDAH MW BACA AND KOMEN-KOMEN *BOW* TRIMA KASIH  CHU~ ♥

Cast :   choi minho and all member shinee

Kim heechul

P.S: MAAP ONN… SIG NYA BELON JADI… EKEKEKEKE… AKU BELON SEMPET.. EHEHEHE.. PEACE ONN ^^V

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

TOCHI – Part 1

TOCHI

Cast :
Choi Minho SHINee / Incendiu
Kang Siyoung/ you
Kim Key bum SHINee / Dzayn
Lee Jinki/ Onew SHINee / Vady
Kim JongHyun SHINee / Povitrya
Lee Taemin SHINee / Lumina
Shin Hyosoo / me
Nichole / Saihi Fenrir (kalau yang ini aku pake nama girlband cz udah g kepikiran nama korea lagi)

“Cerita ini terinspirasi dari anime jepang PRETEAR, seru aja bayangin kalau yang main itu para member SHINee dan juga ada cerita yang mirip-mirip harpot. Cerita ini agak sedikit menghayal karena memang jauh dari kehidupan nyata.”

Synopsis :
Saat kegelapan menyelimuti bumi, seorang Saihi Fenrir akan datang ke bumi dan berusaha menguasai bumi. Untuk mencegah semua itu terjadi para kesatria langit turun kebumi untuk melindungi dan mempersiapkan seorang Tochi (orang terpilih yang akan menhancurkan Saihi Fenrir)di bumi.

*****

Author pov.

Lima pemuda tampan memandangi seorang gadis yang sedang menaiki sepeda dari langit. Gadis itu baru pulang dari sekolahnya.
“ apa mereka tidak salah pilih orang?”.tanya seorang pemuda yang paling tinggi ragu.
“ne, dia terlihat biasa-biasa saja”. Sahut seorang lagi meremehkan.
“Dzayn, apa yang kau katakana. Dia terlihat begitu manis”. Sela pemuda yang lain lagi.
“aku setuju denganmu Vady, dia sangat manis. Aku rasa menjaga dan mengajarinya tidah akan sulit”. Seorang yang paling pendek menyahut.
“aku rasa dia akan menyenangkan”. Seoarang yang terlihat paling muda dan cute menambahkan.
“pasti kau berfikiran akan mengajaknya bermain Lumina, eh?”. Kata pemuda yang paling tinggi tadi.
“kya…..aku bukan anak kecil lagi, aku hanya merasa dia memang pantas menjadi seorang Tochi”. Kelak Lumina.
“sudahlah,,,,,,saatnya kita menemuinya. Ini tepat hari ulang tahunnya yang ke-17 itu artinya dia terbebas dari lindungan orang tuanya”. Kata Dzayn,
“dan memiliki kekuatan sebagai Tochi”. Sambung Povitrya.
“Saihi Fenrir juga dapat menyakitinya sekarang”.tambah Vady.
“Gatcha……..”. ajak Lumina.

And of Author pov

Your pov

Nanti malam tepat jam 12 nanti aku ulang tahun yang ke-17. aku sangat semangat hari ini bahkan aku sampai tidak mersa mengayuh sepeda.
`ciiitttttttttttttt”.aku menarik rem sepedaku dan terperosot turun dari pedal sepedaku. Lima pemuda dengan pakaian seperti karnaval tahunan mecegatku sekarang . mulutku menganga terbuka. ‘mereka ini makhluk dari mana?’. Mereka semua hanya tersenyum melihat ekspresiku. Aku tersadar dan berusaha mengembalikan diriku yang rasanya berada di alam mimpi tadi.
‘kalian ini siapa? Apa aku punya urusan dengan kalian?”. Tanyaku tegas.
“kau ingin berkenalan satu-satu dengan kami?”. Mereka mendekatiku yang masih dalam keadaan menggagahi sepedaku. Sekarang aku benar-benar takut` jangan-jangan mereka mau bermaksud jahat padaku’. Aku menoleh ke samping kanan dan kiri `kenapa hari ini jalanan sepi ya’.
“apa yang kau cari?”. Tanya cowok yang paling muda itu kepadaku.
“aku………….ehm…maksudku. kalian belum jawab pertanyaan”. Jawabku semakin gugup.
“baiklah akanku perkenalkan padamu satu persatu dari kami”.jawab seorang pemuda yang terlihat agak tua dari yang lain.
“namaku Vady, aku seorang ksatria air dan ini……”menunjuk laki-laki tinggi disampingnya.
”Incendiu, dia ini kesatria api”.cowok yang bernama in…in…apalah itu hanya memasang muka datar.
”yang ini….”kali ini menunjuk pemuda yang satu lagi.
”Dzayn, dia ksatria suara”.sebuah senyum simpul muncul diwajah pemuda yang bernama Dzayn.
”Kalau yang ini Povitrya”.`yang ini lebih susah lagi namanya’. Dia tersenyum padaku.
‘nah,,,kalau yang ini”. Dia mau menunjuk pemuda terakhir tapi gak jadi kerena pemuda itu langsung datang padaku dan menarik tanganku, memaksa untuk berjabat tangan dengannya.
“perkenalkan namaku Lumina, aku kesatria cahaya”.dia tersenyum ceria padaku, aku melepaskan tanganku perlahan.

‘apa-apaan ini, hanya satu yang aku fikirkan tentang mereka…….”orang gila”kali ini aku menucapkannya dan hendak menggenjot sepedaku lagi. Aku melewati mereka berlima tapi,,,,,,,,,,,,,didepanku sekarang sudah ada api yang mencegatku.aku mulai kesal kali ini, memalingkan wajahku kearah mereka berlima tapi mereka sudah tidak ada ‘dimana mereka?’pikrku aku menghela nafas ‘untung mereka sudah pergi’. Aku membalikkan wajahku kedepan.
“kyaa~”mereka berlima sudah ada di depanku lagi.”baiklah……apa mau kalian”. Kataku menyerah.
“kau sama sekali tidak tau apa-apa ternyata…….tapi ayahmu tahu segalanya!”.kata Dzayn.
“ayahku?” tanyaku bingung.
“iya, oleh karena itu ajak kami pulang bersamamu, semua orang akan mengira kami gila berkeliaran dengan pakaian seperti ini”. Jelas pemuda yang namanya paling susah disebut.
“mereka memang benar”.jawabku meurut logika.
“apa kau bilang”. Sahut pemuda yang paling tinggi dengan muka serem.
“aku kan hanya berkata apa yang aku fikirkan……tapi kalau kalian mau ikut pulang denganku. Kalian mau naik apa? Rumahku masih jauh dari sini”.aku sudah tidak tau harus berbuat apa kecuali membawa mereka pulang.
Mereka berlima saling memandangi satu sama lain`sangat mencurigakan’. Aku menatap mereka tak paham. Mereka tersenyum dan dengan bersamaan mereka semua meletakkan tangannya diatas pundak kanan-kiriku.
Aku tidak merasakan apa-apa.hanya……..aneh. aku sekarang sudah berada didepan rumahku`Magic’. Aku terbelalak bingung.
Dua dari mereka Lumina dan namanya yang paling susah menggeretku dan membiarkan sepedaku rubuh begitu saja. Dan tiga lainnya mengikuti masuk kedalam rumahku.

End of your pov

Sedikit cerita :
Setelah umma Kang Siyoung meninggal karena dibunuh Saihi Fenrir, appanya menikah lagi dengan janda kaya raya yang memiliki satu putri seumuran Kang Siyoung. Namanya Shin Hyosoo. Jangan dikira Siyoung appa matre, dia menikahi janda itu karena janda itu yang tergila-gila pada Siyoung appa. Dan juga sangat sayang dengan Siyoung.

~Flash back~
15 tahun yang lalu.
Author pov
“ Kang Siyoung! Kemari sayang !”. seorang perempuan sedang menengadahkan tanganya, mengisyaratkan anaknya untuk berlari kearahnya. Saat anak itu hampir sampai, anak itu seolah akan jatuh. Dia bergegas dan memeluknya, mereka berdua tertawa bahagia.
Tiba-tiba cuaca jadi berubah buruk, awan mulai gelap seperti mau hujan. Perempuan itu terlihat cemas, dia melihat sekitar taman. Orang-orang bergegas pulang dari taman. Diapun juga ingin mengajak anaknya pulang, tapi langkah mereka tertahan saat seorang perempuan muda berpakaian serba hitam berdiri didepan mereka.
“siapa kau?” Tanyanya cemas
“kau tidak perlu tahu siapa aku, aku tidak punya urusan denganmu. Sebaiknya kau cepat menyingkir atau kau akan celaka bersama anakmu” kata perempuat yang baru dating dengan nada santai.
“anakku?……..tidak akan kubiarkan kau melukainya” perempuan itu mundur kebelakang bersama anaknya.
“kalau begitu jangan salahkan aku” perempuan itu menggerakkan tangannya kearah perempuan yang berdiri membelakangi anaknya.
Dia seperti terdorong oleh sesuatu dan terpental jauh dari dari anaknya.
“ini saatnya membunuhmu, menghancurkan jiwa yang tak berdosa adalah kunci untuk menjadi seorang Saihi Fenrir” ucap perempuan itu kapada anak yang sekarang berdiri sendirian tak tahu apa-apa.
“aku akan menghancurkan dunia dengan menjadi Saihi Fenrir dan akan membalas sakit hatiku” dia melakukan sebuah serangan kea rah anak itu tapi mendadak umma dari anak itu menghadang dan memeluk anaknya sampai akhirnya dia yanga menerima serangan itu.

End of Author pov

Your appa pov

Kepergiannya terlalu cepat, rasanya baru kemarin aku bertemu dengannya dan sekarang aku berada dipemakamannya. Aku meninggalkan Siyoung anakku dirumah bersama dengan keluargaku kami yang menjaganya. Aku berdiri cukup lama disamping makam istriku. aku merasakan kahadiran seseorang.
“kematian istrimu bukanlah takdirnya, tapi kematian istrimu juga yang membawa takdir baru untuk anakkmu”
Aku menatapnya aneh `apa yang pria ini bicarakan, aku masih berkabung dan dia balah berbicara hal-hal aneh seperti itu’
“aku tahu kau tidak akan percaya dengan apa yang aku katakan, tapi jika kau menyayangi anakmu tolong dengarkan aku” sungguh aku tidak mengabaikannya kalau itu menyangkut anakku.
“kematian istrimu disebabkan oleh ksatria langit yang sekarang sudah menjadi Saihi Fenrir, itu juga karena istrimu” sungguh aku sama sekali tidak mengerti apa yang pria ini bicarakan tapi aku hanya mendengarkan dalam diam.
“kerena cinta istrimu yang kuat terhadap anakmu memberikan efek yang luar biasa pada Nichole. Dia menjadi seorang Saihi Fenrir yang sangat kuat” sambungnya.
“Terus apa hubungannya dengan anakku?”tanyaku masih tidak mengerti.
“ada, efeknya bukan hanya pada Nichole tapi juga anakmu……
Anakmu juga meneriama kekuatan yang sama besarnya dengan Nichole, hanya dia yang nantinya”jelasnya.
“jadi maksudmu kau ingin dia melawan orang itu, dia masih anak-anak umurnya bahkan kurang dari tiga tahun” bantahku sedikit emosi.
“tidak sekarang, Nichole juga butuh waktu yang tepat saat kegelapan benar-benar menyelimuti bumi, baru dia akan menghancurkan bumi dan itu akan terjadi tepat setelah berumur 17 tahun saat dimana kekuatanya muncul” kali benar-benar panjang ucapannya.
“dan pada saat itu juga aku akan mengirim lima ksatria langit untuk menjaga dan membantu anakmu.
“apakah anakku akan selamat melawannya?”dia tidak menjawab dan hanya tersenyum kemudian menghilang begitu saja.

End of Your Appa pov and ~flash back too~

Your pov

Aku menatap langit-langit kamarku. Aku merenungi apa yang dijelaskan appa dan lima orang aneh tadi.
~kau adalah seorang Tochi yang akan melawan Saihi Fenrir
Nama kami terlalu susah bagimu, panggil saja nama manusia kami
Choi Minho, Kim Kibum, Lee Jinki, Kim Jonghyun dan Lee Taemin.
Kami akan melindungi dan membantumu~

Perkataan mereka masih teringat jelas di kepalaku. Aku memandang jam mejaku, sebentar lagi jam 12, umurku sudah 17 tahun dan kata mereka kekuatanku akan muncul. Aku sungguh penasaran.
`tok’ bunyi jarum jam yang tepat menunjukkan angka 12, aku menunggu apa yang akan terjadi padaku. Hening beberapa saat dan aku samasekali tidak merasakan apapun .`mereka pasti bohong, pasti ini sejenis surprise ultah buatku’ aku mulai tenang dan perlahan tidur.

*****

Esok paginya,
Aku membuka mataku, menguap malas. Aku mengubah posisiku menjadi duduk diranjang sekarang.
“aku yakin mereka kemarin hanya mengerjaiku. Dan pasti sekarang kelima pemuda itu sudah pergi dari rumah ini” ucapku pada diri sendiri.
Aku bergegas masuk kamar mandi dan turun untuk sarapan.

*****
“kya!!!!!!kalian masih disini?” tanyaku kaget saat tiba diruang makan. Mereka berlima sedang duduk di kursi, menikmati hidangan yang ada dimeja.
“Anneyong Siyoung!” sapa Taemin.
“oh..ya…seangil chukka hamnida” sambung Jonghyun.
“tadi, appamu bilang kalau dia akan menyusul ummamu di New York ada pekerjaan mendadak” tambah Jinki
“dia tidak tega membangunkanmu jadi tidak sempat berpamitan denganmu, appamu juga bilang kalau unniemu akan pulang hari ini” sahut Kibum
`huh- apa? Appaku meninggalkanku bersama lima orang aneh dan unnieku yang kurang akrab denganku dan lagi tidak mengucapkan selamat ultah buatku’ pikirku dalam hati
Aku sungguh sangan kesal hatiku rasanya panas sekali dan……….
‘pryang’ aku menoleh kaget,sebuah Vas bunga yang tadinya ada dimeja sekarang pecah dilantai. ‘apa yang terjadi Vas itu jatuh sendiri?’
“sudah kuduga akan seperti ini” kata Minho yang masih asyik dengan sarapannya tanpa melihat kearahku.
“dia tidak bisa mengendalikannya” sambungnya.
“ah hyung……dia belum terbiasa ini baru pertamakali untuknya” bela Taemin. entah kenapa ini orang satu sangat perhatian padaku.
“tapi semalam aku tidak merasakan apapun” ucapku setelah sekian lama terdiam.
“apa?” kali ini Minho menatapku.
“kau berharap akan mersankan sengatan listrik seperti difilm-film yang kau lihat” sambungnya dan kembali fokus pada sarapanya lagi.
“ha…ha..ha…..kau membuatku tertawa Minho” kata Kibum dengan suara tertahan.
“sengatan listrik darimana kau dapat fikiran itu, Siyoung-ah kau tidak mersakan apapun karena kekuatan itu sebenarnya sudah ada sejak dulu” lanjut Kibum dengan nada mulai normal.
“sudahlah…..
Jinki memegang pundakku dan mendudukkanku disamping Minho karena hanya tinggal satu kursi kosong. Minho bahkan tidak melirikku ‘aish…orang ini’ kesalku dalam hati
“makanlah dulu!” suruh Jinki padaku, sikapnya seperti seorang oppa bagiku.

To be continoud

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^ (SHINee Toplist)
  • Open page Talk Talk Talk if you want to talk out of topic
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^^

SHINee POWER RANGER

Emang sich kdengaran aneh tapi baca yach…….

Author: Fadiyah Ulfa (OELFA) and Gemala Hardina (SHINTA)
Main Cast: All Shinee Member and all SNSD member

SHINEE POWER RANGE

Di jaman dahulu kala, di sebuah hutan yang sangat gelap. Hiduplah lima remaja terkuat. Tiga remaja cowok yang kuat dan keren dan juga dua remaja cewek yang pintar dan cantik. Pertama, leadernya Onew Green. Karena keanehnya yang membuat lawannya jadi malas melawannya (ONEW CONDITION). Tapi dibalik keanehannya, banyak cewek yang naksir sama dia karena baik, lembut, manis, dan lucu (ah???). Kedua, Jonghyun Gold. Saking “emas-nya”, kalau udah berubah, cahaya emasnya bisa buat orang sakit mata. Untung anak Shinee laginya punya kacamata khusus , jadi pas Jonghyun berubah aman deh. Ketiga, Key Pink. Si cewek yang satu ini hanya dengan sekali goyangan tangannya semua lawannya terkapar. Key udah pacaran dengan Onew, tapi diam-diam Jonghyun juga ada rasa ama Key (Kasian Jonghyun cintannya ngak kesampaiaan.). Keempat dech, Minho Blue. Paling jago dech kalau medan tempurnya di atas air. Nie cowok udah sold out loe. Jadi dia udah pacaran dengan Taemin Purple. Kelima, Taemin Purple. Cewek manis yang hanya dengan senyumnya, langsung bikin lawannya melayang.
Suatu hari, bintang raksasa berwarna pink jatuh ke bumi. Shinee pun kaget dan menuju tempat jatuhnya bintang tersebut. Sesampainya di sana, mereka hanya melihat serpihan pecahan batu. Mereka pun heran dan bertanya-tanya. Onew pun menyuruh semua kembali. Diam-diam Taemin mengambil beberapa serpihan batu tersebut.
Di rumah, Key sedang memasak dengan Taemin sedangkan yang lain menunggu di meja. Saat memasak, Taemin memperlihatkan batu itu kepada Key.
“Hey Key, lihat batu yang tadi kuambil dari hutan.”kata Taemin sambil memperlihatkan batu tersebut.
“Aneh sekali, sepertinya kita harus menyelidiki batu ini,”tanggap Key,
“Apakah kita perlu memberitahukan yang lain?”tanya Taemin.
”Tidak perlu! Mereka pasti mengeluh dan tidak memperdulikannya!”jawab Key.
”Ya… apalagi Jonghyun, mungkin dia ngambek karena tidak punya pacar”ejek Taemin.
”HAHAHAHA……”tawa Key dan Taemin kompak.
Selesai makan malam, Key dan Taemin menuju lab. Mereka menyelidiki batu tersebut. Setelah diteteskan dengan cairan Zeobatrieso, batu tersebut merubah menjadi serpihan tembok rumah yang berbentuk pola.
”Kenapa begini???”tanya Key.
”Apa yang terjadi??? Ada yang aneh dengan batu ini.”kata Taemin.
Pagi harinya, Key menyuruh Jonghyun, Minho dan Onew belanja ke toko POKALDOT. Mereka pun bertemu dengan 9 cewek cantik, imut, dan sexy. Mata Jonghyun pun langsung bersinar dengan terang.
”Cantik banget….”kata mereka bertiga kompak.
Salah satu dari cewek tersebut langsung sadar sedang dilihat oleh mereka bertiga.
”Hey, ada yang ngelihatin tuh….”kata Jessica.
Delapan cewek lainnya pun kompak berbalik.
”Oh…. Hey….”kata 9 cewek itu kompak dengan nada menggoda.
”Hey juga….”kompak Minho, Onew, dan Jonghyun.
”Ini kan tetangga kita ” kata Taeyon
”Hah tetangga ??” kata Onew, Minho, dan Jonghyun kompak.
”Iya.. kita bru pindah semalam” kata Yoona
”Wah bisa sering maen-maen ke rumah kalian dong !!!” kata Jonghyun dengan pikirannya yang sudah melayang.
”Kok pindahnya malam-malam sih ??” kata Onew
”Rumah kita jauh, jadi sampai di sini malam deh” kata Soehyun manis dan membuat Onew terpesona.
”Coba kalian pindahnya siang, kan kita bisa bantu !!” kata Minho
”Wah kalian semua baik banget !!!” kata Jessica genit.
Onew, Jonghyun, dam Minho hanya apat tersenyum senang. Merka tiba di rumah dengan wajah berseri-seri. Hal itu membuat Key dan Taemin kebingungan.
”Ada apa dengan kalian ??” tanya Key
”Ada tetangga baru tuh….” jawab Onew
”Iya.. 9 cewek cantik..” kata Jonghyun
”Imut…… komplit dech !!” lanjut Minho
”Minho……..!!!!!!” teriak Taemin
”Maaf…… aku tetap ama kamu kale..” jawab Minho
”Kamu Onew, gak genit kan ???” tanya Key
”Hehehe…” jawab onew sambil tersenyum
”Paling genit !!!! Key !!!” jawab Jonghyun
”Apaaa???!!!!” kata Key
”Enggak… Jonghyun tuh !!” kata Onew
”Hei… Key Taemin cepat masak !! terus kita bawa ke rumah mereka !!!” kata Jonghyun bersemangat
”Tuh kan Jonghyun yang genit !! Tapi aku setuju !!” kata Onew
”Iya.. sekalian silaturahmi” Minho menambahan
”Huh enak aja nyuruh-nyuruh ” kata Key dan Taemin.
”gak papa lah … siapa tau kalian bisa berteman, jadi ada 11 cewek cantik deh !!!”kata Jonghyun
”Heh jangan godain pacar kita !!” kata Onew dan Minho
Karena dipaksa, key dan taemin menuruti permintaan mereke.
Mereka pun menuju rumah 9 cewek tersebut. Key heran dengan rumah tersebut.
“Perasaan ku ini tempat batu itu dulu dech.” kata key
”Iya juga. Loh, mana mereka??” tanya taemin
”Tuch, udah masuk, ninggalin kita lagi di sini.” kesal key
Mereka pun masuk ke rumah tersebut. 9 cewek tersebut menyambut mereka.
”hai… ” kata jessica & Hyoyeon
”hai juga..” onew, jonghyun dan minho
”hai!!” kata key dan taemin sinis.
Tiba-tiba Taeyon & Tiffany keluar dari kamarnya dan melihat Shinee.
”Eh, ada tamu!!” kata Taeyon
”kok, gak diajak masuk?” lanjut Tiffany
”Ini, baru mau diajak masuk!!” balas Jessica
„Silahkan masuk ke rumah kami!!“ kata hyoyeon
” Sooyoun, Sunny…. ke sini dech!.”kata taeyon
”iya.. tetangga kita datang!” sambung Jessica.
Kemudian soo youn & sunny pun datang. Minho, Onew, & Jonghyun hanya bisa menganga melihat para bidadari berdatangan satu per satu. Key dan taemin Cuma bisa manyun-manyun. Dulu mereka yang selalu jadi pujian 3 orang cowok itu.
5 menit kemudian…. Yuri, Yoona, & Seohyun datang membawa minuman dan makanan kecil.
”silahkan makan…” kata Yoona
”makasih…” kata Shinee dengan ekspresi yang berbeda-beda
”Oh iya.. kita bawa sedikit makanan buat kalian” kata Onew
”wah, kelihatannya enak…” kata Soehyun
” Ya iyalah,.. kan ita yang buat!!” kata key & dan taemin agak sombong
”Kalo gitu skalian aja kalian tinggal buat makan malam ” kata Yuri
”Boleh…Boleh..” kata Minho bersemangat
Ketiga cowok itu sibuk sendiri bersama ke 9 cewek itu. Minho duduk di antara Yoona, Yuri, dan Sooyoun. Jonghyun duduk di antara Hyoyeon, Tffany, dan Sunny. Sementaa iu Onew duduk di antara Seohyun, Taeyon dan Jessica. Mereka bertiga udah berasa ada di surga dan Jonghyun pikirannya mulai ”ngeres”
”Key.. pacar-pacar kita genit amat sich ??” kata Taemin kesal sambi melihat ke Minho.
”Iya.. dasar gak bisa lihat yang bening dikit aja !!” sambung Key
”Kita langsung dilupain” kata Taemin
”Oh iya… toiletnya mana ???” tanya Key kepada ke sembilan cewek itu.
”Oh di sana” kata Sunny menunjuk ke arah belakang.
Key dan Taemin pergi ke tolet meninggalakan yang lainnya. Saat di lorong, Taemin malah jatuh dan memegang tembok di sebelahnya. Tiba-tiba tembok itu bergeser dan terlihat sebuah ruangan laboratorium yang lengkapa dengan senjata didalammnya.
”Ayo kita selidiki !!” kata Taemin
”Iya…” kata Key
Mereka memasuki ruangan dingin penuh dengan kertas entah bertuliskan apa.
”Hey.. ada pesan di komputernya !!” kata Key
“Apa isinya ???” tanya Taemin
“HAPUS LIMA CAHAYA ITU SECEPATNYA. JANGAN LUPA KUMPULKAN HARTA KARUN YANG ADA. JANGAN SAMPAI PENGHUNI HUTAN TAU” jelas Key
”Maksudnya ??? Hey ada foto kita !! Tapi kok dicoret coret ??? Jangan-
jangan……” kata Taemin
”Mksudnya lima cahaya itu adalah kita, harta karun adalah shinee cristal, penghuni hutan adalah tetangga atau pun orang-orang yang berada di sekitar kita”jelas Key hingga Taemin menganga.
”Wach Key hebat. Gak rugi aku jadi temanmu…..”kata Taemin santai.
”Maksud loe????”tanya Key.
”Tapi kenapa ada foto 9 cewek monster itu disini…????”tanya Taemin.
”Mungkin mereka disuruh mendekati Jonghyun, Minho, dan Onew. Pada akhirnya kita dilupain.”kata Key.
”TIDAK….. MINHO JANGAN TINGGALKAN AKU……”kata Taemin khawatir.
”Woy…. jangan ribut. Loe pikir gue gak khawatir Onew sayangku diambil. Kalau Jonghyun sich, ambil-ambil ajach.”kata Key.
”Hey, ada lubang!!!”kata Taemin meneliti lubang tersebut.
”Seperti bentuk serpihan tembok ini.”duga Key.
”Coba cocokkan.”suruh Taemin.
Key meletakkan serpihan itu ke dalam lubang yang kemudian ia tekan. Tiba-tiba….. Tembok terbuka dan terlihat sebuah peta berwarna putih bening. Key membukanya dan melihat jalan menuju 5 shinee cristal.
”Ini gak bisa di biarkan.”kata Key.
“Kita harus bertindak sekarang.”lanjut Taemin.
Key dan Taemin keluar dari ruangan tersebut.
”Ayo pulang. Sudah malam nich.”ajak Key.
“Minho…!!!“teriak Taemin.
“Kami pulang dulu yach“kata Onew pamit.
“Sampai jumpa….“kata Minho.
“Dah……“kata Jonghyun menggoda.
”Bye…..”balas 9 cewek tersebut genit.
”Ih….genit banget sich.”kata Key dan Taemin sinis.
Esoknya, Onew berbincang dengan Key.
”Key, sebentar sore tetangga baru kita bakal datang.” kata Onew.
”Apa????!!!! Ngak boleh…..”teriak Key.
”Tapi….”kata Onew.
”Ngak…..”teriak Key.
Onew pun menelpon Soeulyun bahwa mereka gak boleh datang ke rumah karena Key gak mengizinkan. 9 cewek itu pun mengatur rencana baru.
”Kita serang mereka malam ini juga”kata Taeyeon yakin.
Malam harinya, Onew, Minho dan Jonghyun pergi ke kota. 9 cewek tersebut datang dan menyerang Key dan Taemin yang berada di dalam rumah. Key dan Taemin mencoba melawan namun 9 cewek tersebut lebih kuat. Key dan Taemin pun pingsan dan dibawa ke tengah hutan. Minho, Jonghyun dan Onew pun pulang dan kaget tak melihat Key dan Taemin di rumah.
“Key sayang………. dimana kamu???”teriak Onew hingga membuka kulkas (emang Key ada dalam situ…????).
”Taemin……. Honey….”teriak Minho pula.
“Key….. Taemin….. lain kali ajach maen petak umpetnya…. Lapar nich……”teriak Jonghyun.
”Mari cari di hutan.”usul Onew yang mukanya kelihatan takut.
“Ide yang bagus”kata Minho dan Jonghyun yang lalu berlari ke luar rumah.
Mereka keliling hingga pada akhirnya, Key dan Taemin ditemukan di tengah hutan dalam keadaan pingsan.
”Key……. bangun….. Jangan mati sekarang dong…..”kata Onew sambil menggoyangkan tubuh Key.
”Taemin….. sadarlah ini aku.”kata Minho yang matanya mulai berkaca-kaca.
”Sadarlah…… wahai Key dan Taemin.”kata Jonghyun sambil mempercikkan air ke muka Key dan Taemin. Namun tak bangun-bangun juga. Malah Onew dan Minho memarahinya.
”Angkat mereka menuju kapsul pemulihan”suruh Onew.
Key dan Taemin dimasukkan ke dalam kapsul pemulihan.
”Kita baca memori yuk. Siapa tau kita bisa melihat apa yang terjadi pada mereka.”usul Jonghyun yang tak menyangka usulnya di terima.
”Tumben otak loe jalan.”ejek Minho.
”Maksud loe, Minho???”kata Jonghyun yang menatap sinis Minho.
”Udah-udah. Ayo kita baca memori Key dan Taemin.”kata Onew.
Mereka pun melihat Key dan Taemin sedang melawan 9 tetangga baru tersebut dan membawa Key dan Taemin ke tengah hutan.
”Kita harus melawan 9 monster cantik itu.”kata Jonghyun.
”Kita tunggu Key dan Taemin dulu sembuh.”balas Onew yang duduk disamping kapsul pemulih Key dan memegang tangan Key.
”Maksud kamu 9 monster cantik???”tanya Minho yang juga duduk disamping kapsul pemulih Taemin.
”Walaupun monster tapi tetap cantik loe.”goda Jonghyun.
”Jonghyun!!!!”teriak Onew dan Minho.
Esoknya, Key dan Taemin sudah pulih. Mereka pun menuju rumsh 9 cewek tersebut. Namun 9 cewek itu tak ada di rumah. Key ingat tentang peta menuju ke 5 shinee cristal.
”Mereka ingin mengambil 5 shinee cristal.”kata Key.
”Kita harus menyusul mereka….”kata Taemin dan Minho. (Pasangan…..pasangan……emang kompak dech.)
Shinee pun mengejar 9 cewek itu. Sedangkan di tempat lain, 9 cewek itu kebingungan dengan peta yang ada.
”Di mana nich…????”kata Sunny.
Jonhyun langsung mengeluarkan jurus Shinee light. 9 cewek trsebut pun kaget. Tempat itu pun langsung berubah menjadi medan tempur Shinee dan 9 cewek tersebut atau yang lebih dikenal Girl Generation.
”SHINEE NATURE.” Onew mengeluarkan jurusnya dan melawan Jessica dan Seohyun.
”SHINEE LIGHT.” Jonghyun melawan Tiffany dan Taeyeon.
”SHINEE FLOWER.” Key melawan Sooyoun dan Hyoyeon.
”SHINEE WATER.” Minho melawan Yuri dan Yoona.
”SHINEE PURPLE.” Taemin melawan Sunny. (wach curang nich Taemin.)
Akhirnya Shinee menang. Shinee pun langsung menuju tempat 5 shinee crystal. Namun mereka tidak menemukannya.
“Dimana nich??? Udah di cari berkali-kali tapi gak ketemu juga”kesal Key.
“Jangan emosi dong saying.”kata mencoba meredakan amarah Key.
”Taemin, udah benar nich jalanya”kata Minho yang juga kepusingan.
”Yupst….. Honey…..”balas Taemin yakin.
“Jadi kita dating untuk hal kosong begin.”kata Jonghyun.
Tiba-tiba sebuah batu berbicara.
“Shinee cristal itu ada.”kata batu tersebut membuat semua kaget.
“Siapa yang berbicara???”Tanya Jonghyun.
“Batu itu…..”jawab Taemin sambil menunjuk batu tersebut.
”Shinee cristal itu ada…… dimana???”tanya Onew.
“Kita sudah mencarinya ke semua tempat tapi ngak ada”terang Minho.
“Shinee cristal itu cuma cerita saja.”kata Key.
“Shinee cristal itu adalah kalian.”kata batu itu lagi.
“APA???!!!”kata Shinee kompak.
“Iya….. Kalian adalah shinee cristal itu.”kata batu mencoba memberitahu.
“Jadi kita cuma mencari diri kita sendiri”kata Key kaget.
”Capeknya…..”keluh Taemin dan Minho.
”Ah….???”kata Onew tak percaya.
”Yach…. kalau mengini lebih baik gue makan daripada mencari sesuatu yang sebenarnya telah ada”kata Jonghyun.
”Katakan SHINEE POWER RANGER” kata batu itu.
”Untuk???”tanya Shinee kompak.
”Katakan!!!”teriak batu itu.
”SHINEE POWER RANGER.”

END

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^ (SHINee Toplist)
  • Open page Talk Talk Talk if you want to talk out of topic
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^^