Category Archives: Angst

anfict yang melibatkan tingkat kecemasan tinggi dengan permainan emosional, fisik dan mental. Biasanya berakhir sad ending.

I’m Your (♥) Bodyguard – Part 1

Title: I’m Your (♥) Bodyguard

Cast: Lee Jinyeon, Lee Taemin, Lee Jinki, Choi Minho, Kim Kibum, Nicole, Goo Hara, Han Seungyeon, Kang Jiyoung , Park Gyuri.

Length: Sequel

Rating: PG-15

Genre: Err…Angst maybe? Dnw .__.

Author: Finka a.k.a Fintaemin

Disclaimer: I do not own all the cast in this story. Taemin, Jinki, Minho, Jonghyun, and Kibum are belong to SMEntertaiment. Nicole, Hara, Seungyeon, Jiyoung, and Gyuri are belong to DSPEntertaiment.

 

Continue reading I’m Your (♥) Bodyguard – Part 1

OBSESSION – PART 5

OBSESSION PART 5

Author            : Wiga

Genre             : Mystery, Angst, Romance, Friendship

Rating             : NC 17

Cast                : Kim Kibum, Kim Jonghyun, Lee Taemin, Choi Minho, Park Nada.
Continue reading OBSESSION – PART 5

The Sweet Escape – Part 2

The Sweet Escape – Part 2

Author            :           Park Kyungjin

Main Cast      :           SHINee – Kim Jonghyun

Park Kyungjin a.k.a author

Other Cast     :           SHINee – Lee Taemin

Genre             :           Angst, Romance

Rating             :           PG+15

Disclaimer      :           This story is mine!
Continue reading The Sweet Escape – Part 2

Hyung, What if I’m Pregnant?

Fadiyah Oelfah wanna shared:
sekedar mau share nich…
gue dpt nich fanfic dari blog laen… sumpah lucu banget….. gue jadi ngebayanginnya….
pokoknya harus dibaca dech…
buat authornya, keren banget….

[fanfic]
Title: Hyung, What if I’m Pregnant?
Story by: Eiji Satoshi
Pairing: OnKey
Genre: angst? : D
Rating: PG-13, kayaknye.. gak yakin sayah… HAHAHA
Disclaimer: SHINee
Summary: suatu malam, Key bertanya pada Onew, bagaimana kalau dia hamil…
Warning: penpik yg amat gejeh… karena gw curiga Key ituh cewe yg terjebak dalam tubuh cowo XDDDD
Continue reading Hyung, What if I’m Pregnant?

I’m Your (♥) Bodyguard – Prolog

I’m Your (♥) Bodyguard –- Prolog

Title: I’m Your (♥) Bodyguard

Cast:

-Lee Jinyeon (OC)

-Lee Taemin as Jinyeon’s bodyguard

-Lee Jinki as Jinyeon’s older brother

-Choi Minho as Jinki & Jinyeon’s friend

-Kim Kibum as Minho & Jonghyun’s best friend

-Kim Jonghyun as Minho & Kibum’s best friend

-Nicole as leader of G4 – Goddess 4

-Goo Hara as member of G4

-Han Seungyeon as member of G4 and Jinki’s girlfreind

-Kang Jiyoung as maknae of G4

-Park Gyuri as Gyuri-sam

Length: Sequel

Rating: PG-13

Genre: Err…Angst maybe? Dnw .__.

Disclaimer: I do not own all the cast in this story. Taemin, Jinki, Minho, Jonghyun, and Kibum are belong to SMEntertaiment. Nicole, Hara, Seungyeon, Jiyoung, and Gyuri are belong to DSPEntertaiment.
Continue reading I’m Your (♥) Bodyguard – Prolog

{NC-17} OBSESSION – PART 4

{ NC-17 } OBSESSION PART 4

Author            : Wiga

Genre             : Mystery, Angst, Romance, Friendship

Rating             : NC 17 ( WARNING!! )

Cast                : Lee Jinki, Kim Kibum, Kim Jonghyun, Lee Taemin, Choi Minho, Shim Yui, Park Nada.

Continue reading {NC-17} OBSESSION – PART 4

{NC 18+}VENUSTRAPHOBIA – PART 4

VENUSTRAPHOBIA PART 4 – NC 18

Uwow.. yang merasa baru tujuh belas tahun atau di bawah 17 tahun BACK OFF !! Jangan nekat baca ini atau kalian jadi penasaran dan gondok sendiri karena gak bisa baca part selanjutnya. So… nurut aja deh. Karena admin kita beda dari admin blog lain. Gak sembarangan ngasih izin buat baca FF NC yg di protek. Percuma juga nanti kalian mohon-mohon dan ngaku udah 18 lebih. We don’t care, cuma yang di percaya aja yg kita kasih. Sekali lagi.. dari pada nyesel just back off right now! ^^

Continue reading {NC 18+}VENUSTRAPHOBIA – PART 4

Nothing Impossible

Nothing Impossible

Author                        : Keylieon a.k.a Liahimeyy

Main cast        : All SHINee Member, Kim Yourin

Support cast  : –

Annyeong ^_^

Ini ff One Shoot perdana aku gituloo…hehe

INI FF SPECIAL RAMADHAN…haha gaje..

SEBELUMNYA AKU MINTA MAAF *bow*

AKU GA ADA MAKSUD BUAT NYINGGUNG KARLIE ONN ATAU RYUI OPPA YANG *ALHAMDULILLAH* JADI MUALAF…AKU BIKIN FF INI MURNI KARENA AKU INGIN BIKIN SESUATU YANG BERBEDA DI BULAN RAMADHAN INI..hehe

TRUS AKU NGEBUAT JINKI OPPA ATHEIS DISINI…ITUPUN AKU GA PUNYA MAKSUD APA APA…INI SEMUA AKU LAKUIN CUMAN BUAT NGEDUKUNG FF INI…

SEKALI LAGI MAAF, YAH…*bow sampe nyium tanah*

Happy Reading ^_^

Menjadi seorang idola memang sangat melelahkan. Membahagiakan para SHINee World di dunia adalah tugas kami, para idola. Nah…sekarang aku akan bertanya padamu. Apakah kau tahu siapa aku ? Tidak tahu ? Uuh..sungguh keterlaluan sekali..aku adalah Leader SHINee ONEW. Leader yang lembut dan baik hati. Selalu tersenyum kepada siapapun dan sangat ramah. Itulah image yang dikenal oleh para fansku. Kenyataannya ? Aku yakin kalian akan tahu sendiri.

Choi Minho POV

Hari ini tidak ada jadwal untuk kami. Dengan kata lain, kami free..kami bebas melakukan apapun sesuka hati kami. Seperti biasa, setiap pagi kami berkumpul di meja makan dan menikmati sarapan  yang telah dibuatkan oleh Kibum.

“ Onew hyung mana ? ” Taemin bertanya padaku. Aku hanya mengangkat bahu tanda tak tahu.

“ Tadi aku sudah membangunkannya, tapi dia tetap tidur seperti mayat yang sudah berusia 70 hari ” ujar Jonghyun hyung, mulutnya sibuk mengunyah roti panggang yang berselai coklat kacang.

“ Jinja ? Berarti ia tidak akan sarapan bersama kita ? kalau begitu, aku mau duduk disini, ah..” seru Taemin. Ia mengambil tempat duduk di sebelahku, yang merupakan tempat duduk yang biasa digunakan oleh Onew hyung.

“ Kau akan mati bila duduk disitu ” sergahku.

“ Ani..aku yakin Onew hyung..”

“ Yaa !! Lee Taemin !! Apa yang kau lakukan ? Kenapa kau menempati tempat dudukku ?! ” Onew hyung tiba-tiba datang dan menarik kerah belakang baju Taemin.

“ Mi, mianhae, hyung..kukira hyung tidak akan ikut sarapan bersama kami ” Taemin berbicara tanpa sedikitpun menatap mata Onew hyung. Ia terlihat sangat ketakutan.

“ Cih~ berani-beraninya kau ! ” Onew hyung tiba-tiba memukul Taemin, tepat di wajahnya.

Aku dan Jonghyun hyung langsung menarik Onew hyung, dan Kibum menarik Taemin. Bisa kulihat Taemin mengeluarkan air matanya.

“ Sudahlah, hyung. Kau terlalu berlebihan ” ujar Jonghyun hyung, tangannya menepuk-nepuk pundak Onew hyung.

“ Kenapa ? Kau berani membela dia, hah ?! ” bentak Onew hyung. Jonghyun hyung langsung menundukkan kepalanya. Sepertinya ia juga tidak berani melawan Onew hung.

Onew hyung melepaskan diri dari cengkraman kami dengan mudah dan langsung kembali ke kamarnya dengan mata yang membelalak. Aku terus menatap punggung Onew hyung sebelum ia benar-benar masuk ke dalam kamar dan menutup pintunya. Akhir-akhir ini ia selalu bersikap seperti ini. Bersikap egois dan selalu marah-marah tak jelas. Ada apa dengannya ? Dulu ia tak pernah seperti ini. Kemana Onew hyung yang dulu kami kenal ?

Kim Kibum POV

Lee Taemin. Kini ia sedang menangis di pundakku. Aku tak habis pikir pada apa yang telah terjadi barusan. Onew hyung..kali ini ia benar-benar keterlaluan. Setelah ia membuang buku diaryku yang dikarenakan berwarna Pink – warna yang tak ia sukai –, menampar Jonghyun hyung yang salah membeli makanan, mengusir orang tua Minho yang waktu itu pernah mengunjungi dorm kami, dan sekarang ia memukul Taemin yang telah menempati tempat duduknya. Apa yang ada di dalam pikirannya ? Apa ia sudah gila ?

Lee Jinki POV

Hari ini akan ada fanmeeting. Kami berlima akan dihadapkan kepada para fans kami, SHINee World. Tersenyum, itu adalah kunci dari acara ini. Di sepanjang perjalanan, hanya hening yang tercipta. Tak ada yang berani angkat bicara setelah insiden waktu itu.

“ Sudah sampai ” ucap seorang pria yang telah berumur sekitar 40 tahun-an. Ia adalah sopir kami.

Seketika itu pula, kami turun dari mobil dengan memakai kaca mata hitam yang kami miliki. Kami berjalan dengan diiringi oleh beberapa bodyguard kami. Beberapa wartawan sibuk mengambil gambar kami dari berbagai sudut. Aku mengambil tempat duduk di pinggir sebelah kanan. SHINee World, mereka kini ada di hadapanku. Aku terus tersenyum. Sangat melelahkan. Tiba-tiba perhatianku terfokus kepada seorang wanita. Ia sangat berbeda dengan gadis yang lainnya. Ia memakai sebuah penutup kepala berwarna putih yang dililitkan dengan sedemikian rupa sehingga membentuk hasil yang sangat indah. Bajunya sangat tertutup dan tidak memperlihatkan lekuk tubuhnya. Satu-satunya anggota tubuh yang terlihat jelas adalah wajah dan kedua tangannya. Ia sangat…cantik

Aku terus memperhatikannya hingga acara ini selesai. Ingin sekali aku mengetahui namanya. Aku bermaksud untuk mengejarnya, namun gagal. Ia telah menghilang dari kedua mataku.

Ya tuhaaan..siapa dia ?

—————————

Hari ini kami tidak ada jadwal lagi. Kami mengisi jadwal kosong kami dengan kegiatan kami masing-masing. Aku akan mengisi waktu luangku ini dengan berjalan-jalan di taman kota.

“ Mau kemana, hyung ? ” Taemin bertanya padaku.

“ Bukan urusanmu ” jawabku singkat. Bisa kudengar suara Key yang mendekati Taemin dan menghiburnya. Aku yakin mereka telah membenciku sekarang. Tapi seperti biasa, aku tak peduli.

^ Di Taman Kota ^

Hari ini di taman kota sangat sepi sekali. Aku duduk di kursi panjang dan mulai menyalakan ipodku. Aku memejamkan mataku, aku sangat merindukan ketenangan ini.

“ Oppa, oppa…apakah oppa adalah salah satu anggota SHINee ? ”

Aku membuka kedua mataku. Kulihat ada seorang gadis kecil yang sedang menarik-narik jaketku. “ Umm…iya. Namamu siapa adik manis ? ”

“ Kim Youmin ” jawabnya. Ia tersenyum. Ia terlihat sangat manis dengan mata besar dan lesung pipinya.

“ Youmin, sedang apa kau disana ? Ayo kita pulang ” seorang wanita yang memakai penutup kepala berwarna biru datang menghampiri kami. Ya tuhan, ia adalah gadis yang aku cari.

“ Eonni…aku bertemu dengan pangeran ” ucap gadis kecil yang bernama Youmin tadi.

“ Youmin-ah, ayo kita pulang. Aduh, maaf doengsaengku telah lancang kepada anda ” ucap wanita cantik itu seraya membungkukkan badannya. Ia pun langsung menarik Youmin dan membawanya pergi dari hadapanku.

“ Tunggu ” aku memegang tangan wanita itu. Berharap  agar ia tidak pergi meninggalkanku.

“ Ah, maaf . Tolong lepaskan. ” ucap wanita itu, namun aku tak melepaskannya.

Aku membuka kacamata dan topiku. “ Aku SHINee Leader Onew. Apakah kau mengenalku ? ”

“ Oppa…” gadis itu menatapku dengan tatapan tak percaya. Namun ia kembali berusaha melepaskan tangannya dari genggamanku. Akhirnya akupun melepaskannya.

“ Kenapa ? Kau penggemarku, kan ? Kau tidak suka padaku ? ” tanyaku. 2 detik kemudian aku baru menyadari betapa bodohnya pertanyaanku ini.

“ Ne, aku memang penggemarmu, oppa. Namun hukum agamaku telah melarangku untuk melakukan kontak fisik dengan orang yang bukan muhrim ” ucapnya. Ia terlihat seperti orang yang ketakutan. Aku tidak mengerti. Apakah aku terlihat seperti orang jahat ?

“ Baiklah, aku tak akan menyentuhmu. Tapi dengan satu syarat, kau harus mau makan siang denganku ” tawarku.

“ Ne..” jawabnya. Ia tersenyum. Sangat manis sekali.

—————————

“ Siapa namamu ? ” tanyaku ketika sepiring beef steak telah mendarat di mejaku.

“ Kim yourin imnida ” jawabnya.

“ Kau tahu ? Menurutku kau tidak seperti orang Korea ” ungkapku hati-hati, takut menyinggung perasaannya.

Ia tersenyum. “ Aku memang keturunan Indonesia-Korea, oppa…”

“ Indonesia-Korea ? ” tanyaku kaget.

Ia mengangguk. “ Ibuku orang Indonesia dan ayahku orang Korea. Aku mengikuti agama ibuku, agama Islam ” ucapnya, sambil menunjuk pada penutup kepalanya yang berwarna biru. Kau tahu ? Itu salah satu warna kesukaanku.

“ Oh..Eh, kau benar-benar tak mau makan ? ” tanyaku lagi.

Ia menggeleng cepat. “ Aku sedang berpuasa, oppa. Sekarang kan bulan Ramadhan ” jawabnya.

“ Puasa ? Bulan Ramadhan ? “

“ Ne..di bulan Ramadhan, kami sebagai umat Islam diharuskan untuk menahan lapar, haus, dan hawa nafsu dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari ” jelasnya

“ Jadi itu yang dinamakan puasa ? Wah…sangat menyengsarakan sekali ” seruku.

Ia hanya tersenyum. “ jika di laksanakan dengan niat, maka berpuasa akan terasa sangat menyenangkan ”

“ Yourin-ah, apakah kau mau menceritakan agamamu itu ? Umm..aku atheis…” ucapku sedikit malu.

Ia tersenyum lagi. Kali ini benar-benar manis. Ia memperlihatkan sederet gigi putihnya.

—————————

Lee Taemin POV

“ Aku pulang ”

Aku menengok ke arah suara. Onew hyung. Aku tak berani menatapnya lama-lama. Kualihkan pandanganku ke film yang sedang kutonton bersama Minho hyung.

“ Taemin, ini untukmu. ” Onew hyung menyodorkan sebuah bungkusan yang bertuliskan Wonder Bakery.

“ Ini…”

“ Cheese cake..kesukaanmu ” ucap Onew hyung sambil mengacak-ngacak rambutku. Ia tersenyum. Ia memperlihatkan senyuman yang sudah lama tak kulihat.

“ Sudah, ya..” Kini ia tersenyum kepada Minho hyung dan pergi menuju kamarnya.

Aku dan Minho hyung saling bertatapan.

“ Ada apa dengannya ? ” tanya kami berbarengan.

—————————

Lee Jinki POV

Kim Yourin. Hari ini aku telah belajar banyak darinya. Ia telah mengenalkan aku pada tuhannya yang ia sebut Allah. Ia juga mengajarkanku tentang rukun Islam dan rukun Iman. Ia bilang bahwa akan ada hari akhir, dimana bumi yang kita tinggali ini akan hancur hanya dalam hitungan detik. Ia juga bilang bahwa ada surga dan ada juga neraka. Ketika mendengar itu, hatiku terasa bergetar. Nanti aku akan dimasukkan kemana ? Surga ? atau neraka ?

Kim Jonghyun POV

“ AAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRGHHHHHH…”

Ada apa itu ? Onew hyung ? Kenapa ia berteriak seperti itu ?

Aku langsung melarikan tubuhku menuju asal suara yang aku yakini adalah kamar Onew hyung. Kulihat Minho, Taemin, dan Kibum berdiri mematung disana.

“ Ada apa ? ” tanyaku panik. Minho, Taemin, dan Key tak menjawab. Mereka tak mengalihkan pandangannya dari Onew hyung. Onew hyung..ia berguling-guling di lantai, meremas kepalanya sambil tak henti-hentinya berteriak.

“ Kenapa kalian diam saja ?! ” bentakku. Aku menghampiri Onew hyung dan mencoba untuk membantunya berdiri.

“ AAARRRGGHH…LEPASKAN AKUUU !!!! ” Onew hyung berteriak dan menepis tanganku. Dari situlah aku baru mengetahui mengapa Minho, Taemin dan Key diam saja tanpa melakukan apapun.

Kami tak dapat melakukan apa-apa. Yang bisa kami lakukan hanyalah terdiam, meratapi apa yang sedang dirasakan oleh Onew hyung.

—————————

“ Hyung, kau kenapa ? sebaiknya kita ke dokter, hyung ” ucapku penuh cemas, setelah merasa yakin bahwa rasa sakit yang diderita Onew hyung telah hilang.

“ Ani..aku baik-baik saja ” jawabnya. Mukanya terlihat sangat pucat.

“ Bagaimana mungkin baik-baik saja ? Tadi keadaanmu benar-benar memprihatinkan, hyung ” kali in Key yang angkat bicara.

“ Sudahlah..aku hanya sedikit pusing. Apakah tadi aktingku terlalu berlebihan ? Hahaha ” Onew hyung tertawa. Tawanya terdengar sangat garing. Kriuk-kriuk

Tiba-tiba Onew hyung menarik tanganku dan menatap jam tanganku dengan mata yang membelalak  “ Yaa ~ sekarang sudah jam setengah 1 siang ! Kenapa kalian tidak memberitahuku ? Hari ini aku ada janji dengan seseorang ! Ah..sial ! ” ia berkata dengan dengan tempo cepat, lalu mengambil jaket yang tergeletak di atas sofa, dan sejurus kemudian langsung pergi tanpa berpamitan pada kami.

—————————

Lee Jinki POV

Aku memencet bel rumah yang bercat biru beberapa kali. Lama. Tak ada jawaban. Aku sudah memutuskan untuk pulang, sebelum seseorang membukakan pintu untukku.

“ Oppa…”

“ Yourin ” ucapku. Aku sangat senang bisa bertemu dengannya lagi.

“ Silahkan masuk..”

Rumahnya sangat nyaman sekali. Cat warna hijau nampak mendominasi bangunan ini. Banyak foto-foto yang bertengger manis di dinding yang bercat warna biru langit itu.

“ Rumahmu sepi sekali..” ucapku sambi terus mengedarkan pandanganku ke segala arah.

“ Eomma sedang pergi mengunjungi nenek, Youmin ikut bersamanya ” jawab Yourin.

“ Tidak ada yang terlewat ? ” tanyaku.

“ Maksud oppa ? Oh..appa..ia sudah meninggal setahun yang lalu..” jawab Yourin lirih.

“ Oh, mian..aku tak bermaksud..”

“ Tidak apa-apa..aku mengerti ” potongnya. “ Mau minum apa, oppa ? ” lanjutnya lagi setelah aku duduk di sebuah sofa yang cukup nyaman untuk diduduki.

“ Ah..tidak usah. Kau kan sedang berpuasa, mana mungkin aku minum di depan orang yang sedang berpuasa. Lagipula, saat ini aku juga sedang mencoba untuk berpuasa sepertimu ” aku tertawa kecil.

“ Baguslah oppa ” ia kembali tersenyum sambil duduk tepat di sebelahku. Tangannya sibuk memindah-mindahkan channel TV.

Selanjutnya kami terdiam dalam hening. Mata kami terfokus pada acara berita yang sedang kami tonton.

PADA HARI JUM’AT TANGGAL 13 SEPTEMBER 2016, SEBUAH BOM BESAR MELEDAK DI SEBUAH HOTEL SSS DI NEGARA XXX. BOM TERSEBUT BERHASIL MERENGGUT RATUSAN NYAWA DAN RIBUAN ORANG TERLUKA PARAH. TELAH DIDUGA BAHWA PELAKU PEMBOMAN TERSEBUT ADALAH SEORANG TERORIS YANG BERNAMA JAMALUDDIN. BERIKUT INI ADALAH DATA DARI TERSANGKA PELAKU PEMBOMAN.

“ Pakaian itu..apakah teroris itu orang Islam ? ” tanyaku tiba-tiba. Yourin mengangguk pelan.

Aku menghela nafas panjang. Aku tak percaya pada semua ini. “ Kau tahu, Yourin ? Sepupuku sedang berlibur di negara dan sekaligus menginap di hotel itu !! Tak kusangka..ternyata agama yang sempat aku percayai ini adalah agama TERORIS !! ” bentakku.

“ Tapi, oppa..ini tidak seperti yang kau pikirkan ! Tak semua umat beragama islam itu teroris ! ” Yourin berkata dengan suara yang agak ditinggikan.

“ Tapi setidaknya agama lain lebih mulia daripada agama yang dianut oleh TERORIS itu !! ” bentakku kasar. Pikiranku benar-benar kacau. “ Selamat tinggal, Yourin ” ucapku sebelum aku pergi meninggalkan Yourin yang tengah menahan tangisannya.

—————————

Sudah hampir 1 bulan aku tak pernah berkomunikasi lagi dengannya. Teroris yang beragama islam itu telah membunuh sepupuku. Tapi apakah yang aku lakukan ini benar ? Apakah aku pantas berkata seperti itu pada Yourin ? Apakah aku pantas menghina agama yang telah dianutnya ?

Terengtengteng..terengtengteng..terengtengteng..

Handphoneku berbunyi. Segera aku mengambil handphoneku yang tergeletak di meja yang berada di samping tempat tidurku.

From : Kim Yourin ^_^

Oppa…

Sudah 1 bulan kita tidak berjumpa ^_^

Apa kau masih ingat padaku ?

Hah…aku yakin kau masih marah padaku, oppa T_T

Tapi tak apa…

Aku hanya ingin berpamitan padamu…

Besok aku akan berangkat ke Aussie, aku akan study disana…

Aku tahu ini memang tidak penting dan hanya akan memenuhi inboxmu saja, tapi..

Jika kau…umm..mau menemuiku untuk yang terakhir kalinya, aku akan take off jam 10.00 di Incheon Airport…

Aku akan menunggumu,

Annyeong ^_^

Aku menatap layar handphoneku lama. Apakah aku harus menemuinya ? Atau aku akan mempertahankan keegoisanku padanya ?

Ah..baiklah..sudah kuputuskan..

Aku memejamkan mataku, mencoba untuk menenangkan segala pikiran yang telah membebaniku.

Sial ! Kepalaku…

Kali ini rasa sakitnya lebih hebat dari biasanya. Aku terguling dari tempat tidurku. AAARRGGH…ya tuhan…jangan siksa aku lebih dari ini…

Aku mencoba untuk berdiri dan meraih kertas yang berada di atas meja di samping tempat tidurku. Lalu dengan tangan bergetar, kugoreskan tinta di atas kertas yang telah kuambil tadi. Kurasakan air mataku menetes dan membasahi kertas yang berada di hadapanku.

Apakah harus berakhir seperti ini ?

—————————

Choi Minho POV

“ Benar-benar membosankan ” Jonghyun hyung melemparkan remote yang sedari tadi dipegangnya.

“ Onew hyung mana ? Masih belum bangun ? ” tanya Taemin padaku.

Aku berdiri dan melenggang pergi ke kamar Onew hyung “ Aku akan membangunkannya ”

Aku mengetuk pintu kamar Onew hyung.

“ Hyung, bangun..bolehkah aku masuk ? ” tanyaku, masih dengan tangan yang mengetuk pintu.

Tak ada jawaban.

“ hyung, aku masuk ya ” aku memberanikan diri untuk masuk ke dalam kamarnya.

Tidak ada. Kamar Onew hyung kosong. Onew hyung tak ada di sana. Kemana dia ? Aku mengeluarkan handphoneku dan mencoba untuk menghubungi dirinya.

Torettorettorettorettorettoret

Sial, Onew hyung tidak membawa handphonenya. Aku menghampiri meja Onew hyung dan menatap handphone Onew hyung yang tergeletak bebas di atas meja kayu. Namun perhatianku teralih pada sebuah kertas yang dilipat dan diganjal oleh buku diary berwarna pink.

Aku mengambil dan mencoba untuk membaca isi surat itu.

Tak terasa, air mataku menetes.

Kim Kibum POV

“ Ya, Minho ! Apakah kau melihat gelang silver pemberian dari fansku ? ” aku menghampiri Minho yang sedang berada di kamar Onew hyung. Namun Minho tidak meresponku. Ia berdiri mematung di depan meja Onew hyung. Tubuhnya membelakangiku sehingga aku tidak dapat melihat apa yang sedang dilakukannya. Oh iya, disana hanya ada Minho. Kemana Onew hyung ?

Aku mencoba untuk mengagetkan Minho dengan menepuk pundaknya secara tiba-tiba. Namun gagal, ia kembali tidak meresponku. Aku melihat ia sedang membaca sebuah surat dan…ia menangis.

Jonghyun POV

Kenapa lama sekali Minho membangunkan Onew hyung ? Dan…apakah ini tidak terlalu sepi ? Aku bangkit dari tempat dudukku.

“ Mau kemana, hyung ? ” tanya Taemin tiba-tiba.

“ Ke kamar Onew hyung ” jawabku singkat.

“ Aku ikut ” taemin mengikutiku dari belakang.

Ketika aku memasuki kamar Onew hyung, aku mengedarkan pandangan ke ruangan itu. Onew hyung tidak ada. Yang ada hanya Minho yang sedang duduk di pinggir kasur Onew hyung sambil memegang kepalanya, dan Key yang sedang menutup matanya dengan tangan kanannya. Keduanya terlihat sedang menangis.

“ Kalian kenapa ? ” tanyaku pada keduanya. Mereka berdua tidak menjawab, namun Key menyodorkan sebuah kertas yang telah kucel dan basah karena air mata. Aku mengambil surat itu dan membacanya bersama Taemin.

Brain cancer.

Aku tidak tahu kenapa tuhan memberikan penyakit ini padaku.

Kalian pasti sangat membenciku karena aku telah bersikap kasar pada kaiian akhir-akhir ini.

Maafkan aku, saat itu pikiranku benar-benar kacau. Aku sangat tertekan. Aku iri pada kalian yang masih mempunyai umur yang panjang, dan waktu yang amat sangat banyak.

Sedangkan aku ? Aku sangat menderita dengan pemikiran ‘ apakah aku akan mati besok ? ’

Entah mengapa…firasatku mengatakan bahwa aku akan mati pada hari ini juga.

Tapi aku senang..

Setidaknya, tuhan masih sayang padaku sehingga tidak membiarkan aku merasakan sakit lebih lama lagi.

Kalian tahu ? Kim Jonghyun, Kim Kibum, Choi Minho, Lee Taemin…

Aku sangat menyayangi kalian, lebih  daripada rasa sayangku terhadap diriku sendiri.

Aku mencintai kalian, selamat tinggal…

Jangan cari aku di bandara, karena aku tidak ada di sana.

– Lee Jinki –

—————————

Lee Jinki POV

Aarrgh…kepalaku…

Rasa sakit di kepalaku makin menjadi. “ AAAAAAARRRGGHH….” Aku menjerit layaknya orang kesetanan. Semua orang yang berada disini, di Incheon Airport..memandangiku dengan tatapan aneh. Aku berjalan terhuyung-huyung di tengah kerumunan orang. Sial..pandanganku sudah mulai kabur.

Ya tuhaan…Tolong jangan ambil nyawaku sekarang…tidak sebelum aku bertemu dengan Yourin..aku ingin mengatakan perasaanku padanya..

Bandara ini sangat luas. Yourin..dimana kau ?

Kim Yourin POV

Jam 09.50. Jinki oppa tak juga datang. Apakah ia benar-benar tak mau menemuiku sekalipun ini adalah hari terakhir aku berada di Korea ? Apa sebenci itukah kau padaku, oppa ? Aku terus mengedarkan pandanganku, berharap akan ada Jinki oppa yang berlari untuk menyusulku.

“ 5 menit lagi. Kau sudah siap, Yourin-ah ? ” tanya eomma padaku.

“ Ne, eomma..” jawabku lirih.

Aku menoleh ke belakang, namun hasilnya tetap sama. Jinki oppa tidak ada. Aku menyerah. Mungkin memang benar Jinki oppa membenciku. Aku melangkahkan kakiku. Bersiap untuk pergi meninggalkan Korea, tempat dimana cinta pertamaku muncul. Selamat tinggal, Jinki oppa..

“ Kim Yourin !! ” teriak seorang namja.

Aku berbalik, dan aku mendapati seorang namja yang berpakaian serba putih dan mengenakan peci hitam di kepalanya.

“ Jinki oppa…” aku menangis, tak percaya pada apa yang sedang kulihat sekarang. Ia terlihat sangat..tampan.

“ Assalammu’alaikum, Yourin-ah ” ucapnya. Lucu sekali ia mengatakannya.

“ Oppa..kau tidak membenciku ? ” tanyaku padanya. Ia tidak menjawab dan hanya tersenyum.

Tiba-tiba Jinki oppa seperti kehilangan keseimbangannya. Ia terjatuh di tengah-tengah kerumunan orang. Aku segera berlari menghampirinya.

“ Jinki oppa !! kau kenapa ? ” aku terduduk dan memeluk Jinki oppa. Kulihat hidungnya terus-terusan mengeluarkan darah. Aku terus menyeka darahnya dengan lengan bajuku. Air mataku turun dengan derasnya. “ SESEORANG !! TOLONG PANGGILKAN AMBULAAAANCE !!! ” aku menjerit tak karuan.

“ Yourin-ah…” tiba-tiba Jinki oppa terbangun dan mengelus pipiku dengan jari-jari tangannya. “ Kenapa kau memelukku ? Kita kan bukan muhrim ? ” lanjutnya, ia tertawa lemas.

“ Aku tak peduli. Yang aku pikirkan hanya oppa…”

Ia menatap mataku sangat dalam, lalu menarik kepalaku dan berbisik di telingaku “ Saranghae yongwonhi, yourin-ah…”

Tangisanku makin pecah. “ Nado..saranghae…”

“ Itu dia !! ONEW HYUNG !!! ” teriak 4 orang namja yang aku yakini adalah Jonghyun, Minho, Key, dan Taemin. Mereka adalah orang-orang yang aku idolakan selama ini. Mereka berlari menghampiri kami.

“Onew hyung, Onew hyung, bangun !! ” teriak Taemin. Semuanya menangis, sama sepertiku.

“ Bodoh, kenapa kalian kesini ? ” tanya Jinki oppa.

“ Tentu saja untuk melihatmu ! Kenapa kau tidak memberitahukan penyakitmu kepada kami ? ” sekarang key yang berbicara sambil berteriak.

“ Aku tak ingin kalian cemas. Ah..sudahlah..kalian jangan menangis..jangan membuatku semakin berat untuk meninggalkan kalian..” ucap Jinki oppa. Hidungnya kembali mengeluarkan darah.

Kini tak ada yang berbicara. Yang keluar hanya air mata yang tak kunjung berhenti. Aku yakin mereka sama sepertiku, merasa sakit dengan melihat keadaan orang yang kita sayangi seperti ini. Jinki oppa makin terlihat lemah. Ia membuka dan menutup matanya dengan gerakan yang sangat lambat.

“ Oppa..” panggilku.

Ia menggenggam tanganku dengan erat “Asyhadu Allaa ilaahailallaah ” ucapnya dengan terbata-bata. “ wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullaah..” lanjutnya lagi. Tiba-tiba ia menutup matanya dan melepaskan genggamannya dari tanganku.

“OPPPAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA……!!! JINKI OPPAAAAAAAAAA………….!!! ” jeritku. Aku terus memanggil-manggil nama Jinki oppa, namun nihil..ia telah meninggalkan kami untuk selamanya..

– FIN –

OBSESSION – PART 2

OBSESSION

PART 2

Author: Wiga

Cast    : Lee Jinki, Kim Kibum, Kim Jonghyun, Lee Taemin, Choi Minho, Shim Yui, Park Nada

Genre  : Sekuel, Friendship, Romance, Mistery, Angst

Rating : NC 17

seoul high school 05.00 pagi..

“ clik.. clik.. clik..”

aku berusaha sekuat tenaga membuka pintu ini dengan kawat kecil di tangan ku. aiisshh, rasanya begitu sulit, namun ini tetap harus aku lakukan.

“ clik.. clik.. clik”

ku putar beberapa kali kearah kanan dan kiri, namun kawat yang kupegang kini macet.

aku paksa putar ke kiri dua kali dan.. Klik!!

pintu nya terbuka.

perlahan aku masuk dan menutup pintunya, kunyalakan sakelar lampu dan seketika ruangan yang gelap menjadi terang benderang.

kuarahkan pandanganku ke sekeliling ruangan ini.

ditengah ruangan, ada sebuah meja besar dengan 8 kursi yang mengelilinginya, kemudian 1 buah rak buku besar dengan susunan buku yang rapi dan teratur di pojok kiri ruangan, lemari besar di pojok kanan. schedule harian yang ditempel manis pada karton berwarna-warni tergantung di dinding, dispenser kecil di sudut, dua buah komputer beserta printernya, dan satu tempat sampah mungil di belakang pintu.

Ruangan ini sangat tertata dengan baik dan juga bersih, pantas saja Nada ku sering menghabiskan waktunya disini.

jam dinding sudah menunjukkan pukul 05.10. aku tidak boleh membuang-buang waktu ku. ku keluarkan kamera video mini dari tasku. ku pasang tombol on dan ku letakkan diatas lemari. Appa ku pernah bilang, video recorder ini bisa merekam gambar dan suara dengan kualitas yang bagus selama lebih dari 30 jam.

“ hhh.. hhh…hhh..”

selesai sudah…

**************

Hari ini Nada memaksakan diri untuk tetap masuk sekolah walaupun kondisinya masih sangat lemah. Perutnya masih terasa sangat sakit jika Ia bergerak. terkadang ia meringis pelan ketika seseorang menyenggolnya.

Nada berjalan tertatih-tatih menuju locker, untuk mengambil laptop dan bekal makan siangnya. hari ini Ia berencana menghabiskan waktu istirahat di ruang club jurnalisnya ketimbang berdesak-desakkan di kantin.

saat Nada membuka pintu locker,Ia terkejut saat menemukan surat yang tergeletak di dalamnya. perlahan Ia mengambil surat itu dan membaca isinya pelan-pelan.

Dear Park Nada..

Aku hanya ingin kau tahu..

Bahwa sakit harus dibalas dengan sakit..

darah harus digantikan dengan darah..

aku pastikan..

lukamu, darahmu dan rasa sakitmu..

mereka pasti akan membayarnya..

saranghae..

baby..

Lagi-lagi Nada terhenyak membaca surat ditangan nya. cepat-cepat Ia buang surat itu ke tempat sampah. Ia buru-buru mengambil laptop dan bekal makan siangnya, lalu berjalan secepat mungkin ke ruang club jurnalistik.

“ Yaa Tuhan, siapa yang terus-terusan mengirimiku surat seperti ini..? dan mengapa orang ini tahu bahwa aku terluka bukan karena terjatuh?? apakah orang ini melihat ku saat hye jun dan kawan-kawannya memukuli aku dibelakang gedung?? tapi mengapa orang ini berbicara tentang balas dendam.. siapa orang ini sebenarnya..” gumam Nada dalam hati.

*****************

di club jurnalistik.

Nada sedang menikmati makan siangnya sambil sesekali mengedit artikel tentang “wawancara singkat dengan Kim Kibum” di laptop nya.

“ ooohhh….” tiba-tiba Nada merintih pelan. perutnya yang memar kembali terasa sangat sakit. Nada menyandarkan punggungya ke kursi, mengusap-usap perutnya agar rasa sakitnya berkurang. Ia mengeluarkan salep penghilang rasa sakit dari kantongnya.

Dengan ragu-ragu Ia menoleh ke kanan dan ke kiri.

“ Pintu dan jendela tertutup rapat..” gumamnya.

Perlahan tangan kirinya membuka kancing seragamnya satu demi satu. sedang tangan kanannya membuka tutup salep itu dengan cepat.

sesekali Ia merintih menahan rasa sakit yang semakin menjadi-jadi.

Nada baru berhasil membuka tiga kancing teratas nya.. tiba-tiba..

“ BRRAAKK…!! “ Pintu menjeblak terbuka.

“ YAAA!!! BITCH!!! Sudah ku peringatkan kau agar tidak dekat-dekat dengan Lee Jinki, mengapa kamu masih nekat!!” Hye Jun mendadak masuk kedalam ruangan bersama kedua teman yeojanya. berteriak sambil menjambak rambut nada dan menariknya ke belakang.

Nada tidak sempat mengancingkan kembali kemejanya ia hanya menggenggam erat kemejanya agar bagian dadanya tertutup.

“ aahhh… sakit Hye Jun.. ku mohon lepaskan…” rintihnya, air matanya menetes karena tak kuat menahan rasa sakit.

“ Aku tak segan – segan menyiksamu jika kau terus-terusan mendekati Lee Jinki!!” bentak Hye Jin.

“ aku tidak pernah mendekatinya.. aku bersumpah…” kata Nada terisak pelan.

Tiba-tiba Hye Jun mengepalkan tangan nya dan menekan perut Nada dengan tangannya.

“ Ya.. Tuhann.. Hye Jun.. apa yang kamu lakukan?? sakiiiiiiiiit Hye Jun-aa…” Nada menjerit pelan saat Hye Jun menekan tepat di bagian perutnya yang sakit.

“ bagaimana rasanya?? “ kata hye jun sinis.

“ kumohon hye jun.. ss ssakit ss ssekali.. kumohon lepaskan tangan mu,,” kata Nada lemah, tangan nya mulai gemetar.

“ TING.. TONG.. TING.. TONG.. TING..”

tak lama kemudian, bel sekolah berbunyi tanda pelajaran akan segera dimulai.

“ sial…” kata seorang teman hye jun melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya.

“ Dengar gadis bodoh!! sekali lagi aku melihatmu dekat-dekat dengan Lee Jinki.. kupastikan kau akan berakhir dirumah sakit!! ARASSO!!” Hye Jun menyentakkan kepala Nada kasar, dan langsung berbalik keluar ruangan, diikuti oleh kedua temannya.

Nada mengatupkan kedua tangan di wajahnya, dan mulai menangis, Ia memutuskan untuk tidak mengikuti pelajaran dikelas, Ia memilih untuk menenangkan dirinya di ruangan ini.

Tak seorang pun menyadari bahwa kejadian tersebut telah terekam dengan sempurna di video recorder.

**************

“ hhh… hhh… kamu cantik sekali jagia…”

aku menatap layar komputerku dalam-dalam.

terlihat baby ku sedang menikmati makan siangnya sambil sesekali menatap layar laptopnya.

“ hhh.. hhh.. hhh.. baby…”aku mendekatkan wajahku ke arah layar untuk menegaskan dengan seksama apa yang kulihat.

Nada kembali merintih pelan dan memegangi perutnya.

“ hhh.. hhh… baby, sakitkah rasanya…?? bertahanlah sayang.. “ aku mengusap wajah nada  yang tertera pada layar komputer.

tiba-tiba kulihat Nada mulai membuka kancing kemejanya yang paling atas..

“ baby, apa yang kamu lakukann…”

satu kancing lagi..

“ enggghhhh baby…” aku dapat mendengar dengan jelas, kini suaraku berubah menjadi erangan.

satu kancing lagi, terlihat jelas bra berwarna merah muda yang menutupi kulit putihnya,

“ baby.. don’t stop baby… “

“ hhh.. hhh… hhh..”

aku tak berkedip melihat baby ku.. ..

““ BRRAAKK…!! “

“ YAAA!!! BITCH!!! Sudah ku peringatkan kau agar tidak dekat-dekat dengan Lee Jinki, mengapa kamu masih nekat!!”

tiba-tiba masuk lah tiga yeoja berbadan besar yang tak ku kenal.

salah satu dari mereka mulai berteriak-teriak dan menyiksa Nada dengan kejam.

“ hhh baby.. akhirnya kutemukan mereka yang menyakitimu..”

***************

“ hhh… hhh… hhh…”

“ Pisau, sarung tangan, lakban, tali, dan obat tidur..”

aku memasukkan semua perlengkapan yang ku butuhkan ke dalam tas sekolah ku. akan ku buat mereka menyesal telah menyakiti Nada ku..

“ baby… ini hadiah untuk mu…”

aku mengecup foto nada sekilas sebelum berangkat ke sekolah.

***************

06.00 Seoul High School

“Park Nada..

walaupun aku tahu ini bukan ulang tahun mu..

tapi aku ingin memberimu sebuah kejutan..

aku hanya ingin kau tahu…

aku sangat mencintaimu…

saranghae Park Nada…”

Nada terdiam membaca surat tanpa nama di tangannya.

Ia menghela nafasnya dan kemudian membuang surat itu ketempat sampah.

****************

19.10 Sore..

Atap sekolah..

“ LEPASSSSS!!!!! LEPASKAN AKU!!!!!!” yeoja itu meronta sambil menangis.

“ Tangan ku sakit.. tolong lepaskan aku…” Dia merintih lagi.

aku mengunci kedua tangan nya dibelakang punggungnya, dia tidak bisa berontak lagi..

“ hhh… hhh… Apa saat Nada memohon.. kau melepaskannya..” bisikku ketus. selangkah demi selangkah kuarahkan kaki ku ke tepi gedung ini, sangat menguntungkan, atap gedung ini tidak ada  pembatasnya.

“ tolong.. jangan.. ku mohon.. aku tidak menyakiti Nada, Hye Jun yang melakukannya..” dia mulai menangis.

“ tapi kau tidak menghentikan apa yang dilakukan hye jun kan??” aku sudah tiba di tepian.

“ aku menyesaaaalll.. ku mohon,,,” dia merengek seperti anak kecil.

“ penyesalan mu terlambat.. goodbye..” aku mendorongnya keras.

Kulihat ia terjatuh dan kemudian menghantam tanah.

Darah merembes dari kepalanya..

“ hhh… hhh… selesai satu baby,,”

*****************

19.25 Sore..

Belakang gedung sekolah.

perlahan yeoja itu membuka kedua matanya.

“ mmmmhhh mmmppphhh mmppphhhhh…..” dia berusaha menjerit namun tak ada suara yang keluar karena mulutnya sudah ku plester dengan lakban.

“ Hye Jun…. nama mu tak sebagus sikapmu pada baby ku..” aku mendekatinya.

dia mulai meronta berusaha untuk melepaskan diri, namun sia-sia karena kedua tangan dan kakinya sudah kuikat erat.

“ mmmmppphhhh… mmmppphhhh..” air matanya mengalir keluar.

aku mengusapkan ujung pisau ke pipinya..

“ mengapa menangis.. hhh.. hhh.. hhh..apakah kamu takut kematian??” bisikku pelan.

dia mengangguk pelan.. matanya memohon padaku untuk tidak berbuat macam-macam dengan pisau yang saat ini sedang ku pegang.

“ hhh.. hhh.. hhh..saat Nada menangis, apakah kamu berhenti menyakitinya?? kurasa tidak.. aku tahu semuanya…” kini aku mengarahkan pisau itu ke perutnya.

“ mmmpppphhhh…. mmppphhhhh…. mmmmpppphhhhh” dia mulai menjerit dan meronta-ronta lagi.

“ hhh.. hhh… hhh..sekarang kau harus merasakan apa yang Nada rasakan..” aku berkata dingin.

“ mmmmppphhhh… mmmppphhhh”

“ terima lah BITCH!!!” aku menghunuskan pisau ini di perutnya dan tidak sampai disitu.

ku tarik perlahan pisau itu hingga semua organ dalam perutnya keluar..

gadis itu berhenti bergerak.

tinggal satu lagi, baby..

****************

19.40 sore..

di Toilet Yeoja..

“ apa yang telah kau lakukan pada teman-temanku…tolong lepaskan aku… aku mohon,,,” yeoja itu menangis tersedu-sedu memohon untuk dilepaskan.

“hhh.. hhh.. hhh… apa saat Nada ku memohon pada kalian, kalian mendengarnya?? kalian melepaskannya??” aku berbisik kejam, kemudian tersenyum sinis melihat yeoja itu yang berdiri ketakutan. kakinya berpijak diatas sebuah bangku kecil. sementara itu tangan nya terikat ke belakang.

“ tolong aku.. aku belum mau mati…..” tangisnya makin kencang, kulihat kakinya gemetaran.

“ tapi sayangnya, aku menginginkanmu mati…” aku berkata sambil menendang keras bangku tempat dia berpijak.

bangku itu terjatuh, sehingga yeoja itu tidak punya tempat untuk berpijak. tali yang terjerat dilehernya tertarik erat,kakinya meronta-ronta mencari pijakan.

“ kkkkhhh….” kulihat yeoja itu berusaha berbicara, namun ajal sudah lebih dulu menjemputnya..

“ hhh… hhh… hhh…. selesai sudah..” bisikku tajam. aku memotong tali yang mengikat pergelangan tangannya, lalu kuselipkan bungkusan plastik yang telah kupersiapkan ditangannya dan kuletakkan pisau yang berlumuran darah tepat dibawah kakinya.

**************

Keesokan harinya seluruh surat kabar lokal, menyiarkan berita yang sama:

“ DITEMUKAN TEWAS!! 3 SISWI SEOUL HIGH SCHOOL”

pada jam 22.00 waktu korea , penjaga sekolah telah menemukan jenazah 3 siswi dari sekolah elit SEOUL HIGH SCHOOL (SHS). jenazah pertama teridentifikasi sebagai siswi bernama Kim Sangra , ditemukan di samping gedung dengan kondisi mengenaskan. tulang tengkorak retak dan tulang leher patah, diduga korban dijatuhkan dengan sengaja dari lantai 8 SHS. Kemudian Jenazah kedua yang di identifikasi sebagai Lee Hye Jun di temukan tewas di belakang gedung SHS dengan luka sayatan panjang di sepanjang perutnya. dan siswi terakhir adalah Kang Ri Jin ditemukan tewas bunuh diri ditoilet wanita.

Dugaan sementara dari Kepala Unit Kriminal Seoul Utara adalah adanya motif jual beli kokain. beberapa bukti menyebutkan terdapat beberapa gram kokain yang ditemukan di tangan Kang Ri Jin. Polisi menduga Kang Ri Jin menghabisi nyawa kedua temannya sebelum akhirnya menghabisi nyawanya sendiri… (bersambung ke hal 18)

Nada menjatuhkan koran yang sedang dibacanya. Ia sama sekali tidak percaya bahwa kata-kata yang tertulis disurat tersebut menjadi kenyataan. sambil menahan rasa sakit di perutnya Ia berjalan tergesa-gesa menuju lockernya.

Ia menabrak beberapa siswa yang berjalan berlawanan arah dengan nya, berkali-kali Ia mengucapkan mianhaeyo dengan pelan kepada orang-orang yang ditabraknya.

Kini Ia sudah berada di depan lockernya, dengan sangat perlahan Ia membuka pintu lockernya.

ada satu surat di dalamnya..

Dear Nada…

Bagaimana??

Kamu senang melihat mereka semua mati mengenaskan??

tidak usah berterimakasih kepadaku..

aku seperti ini karena aku ingin selalu melindungimu..

ku harap tak kan ada lagi yang menyakitimu..

Saranghae Jagia..

Saranghae..

ps: aku tahu kau selalu membuang surat dariku, Nada..

“Orang ini benar-benar psycho.. . eotteoke??” bisik Nada cemas.

***********

“ hhh.. hhh… hhh…”

Kulihat Nada terbaring di ruang UKS.

dia tidak bergerak, kurasa dia tertidur..

tanpa menimbulkan suara, ku langkahkan kakiku menuju sisi tempat tidurnya. Ia terlihat sangat cantik saat ia tertidur.

“ hhh.. hhh.. hhh..”

kusibakkan sedikit rambutnya pelan, lalu aku menundukkan kepalaku untuk mengecup keningnya.

“ mmmhhhh…. baby..” bisikku pelan.

aku mulai tidak bisa menahan diriku untuk melakukan hal yang lebih jauh padanya. kurasakan jantungku berdetak lebih cepat dari sebelumnya.

“ hhh.. hhh.. hhh..”

ini adalah saat-saat yang ku nantikan seumur hidupku, berada disatu ruangan dengan Nada. dengan gadis yang sangat kucintai.

aku bersumpah, aku tidak akan menyia-nyiakan moment ini.

perlahan aku mengusap pipinya dengan ujung jari ku..

“ hhh.. hhh..hhh..”

lalu jari ku turun ke bibir mungilnya, terlintas hasratku untuk menciumnya, melumatnya dan memasukkan lidahku ke dalam nya. namun aku harus sedikit bersabar,,

jika terlalu terburu-buru pasti dia akan terbangun dan berteriak.

aku melanjutkan aktivitas tangan ku, dari bibir Nada, jari-jari ku kini beralih ke lehernya.

ku usap pelan tengkuknya beberapa kali, dan makin lama semakin turun ke dadanya.

“ nnggg…” Baby ku mengerang pelan. wajahnya tampak menikmati semua perlakuanku.

“ hhh.. hhh..hhh..”

aku tidak bisa menahan diriku lagi, kurasakan tubuhku mulai menegang.

aku melepaskan kemeja yang ku kenakan dan membuangnya kesembarang tempat.

udara siang hari yang begitu panas membuat tubuhku berkeringat di beberapa bagian.

kemudian aku mengarahkan tanganku ke kancing kemejanya. dengan sangat perlahan aku membuka kancing kemejanya satu persatu.

“ hhh… baby…” aku mendesah hebat saat aku berhasil membuka seluruh kancing kemejanya. terlihat sebuah bra berwarna biru muda berenda yang menutupi dadanya.

bentuk dada yang sangat indah, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, sangat serasi dengan bentuk badannya yang mungil.

perlahan aku mulai naik keatas tempat tidur, mendekap erat tubuhnya. bibirku bergerak disekitar lehernya, menciumi setiap inchi kulit putihnya. semakin lama semakin turun kedadanya. dan..

“ KRIIIIIINNNGGG”

“ hhh… hhh… hhh…”

aku terbangun dari mimpi ku.. mimpi yang sama setiap hari..

“ enngg…” aku mengerang pelan.

tubuhku basah bermandikan keringat,, entahlah.. walaupun hanya mimpi, namun bagiku terasa sangat nyata.

***********

Keesokan harinya Nada tidak menemukan selembar surat pun dilockernya. Ia merasa sedikit lega. ia berjalan pelan menuju ruangan favoritenya, perutnya kini sudah tidak sesakit kemarin.

Ia mengeluarkan kunci ruangan itu dari kantung blazernya, namun alangkah terkejutnya Ia ketika pintu itu langsung terbuka ketika Ia memegang kenopnya.

“ aneh.. mengapa pintunya terbuka, kurasa aku mengunci pintunya kemarin..” desah Nada dalam hatinya.

Perlahan Ia masuk ke dalam,

tak ada yang berubah..

keadaan ruangan itu masih sama seperti saat terakhir kali Ia meninggalkannya.

namun ada satu yang berbeda..

diatas meja terdapat sebuah surat..

Nada membuka surat itu dan membaca isinya.

Dear Park Nada..

aku bisa melihat wajahmu dari tempat dimana aku berada..

aku pun bisa mencium harum tubuhmu..

merasakan lembutnya tangan mu..

aku begitu menginginkan dirimu..

Seutuhnya…

tidak lama lagi Nada…

bersabarlah sebentar lagi..

Saranghae baby..

“ Andwaeeeeeeeee!!!!!!” jerit Nada keras.

*************

19.30 sore

Kelas Intensif

“ Nada.. akhir-akhir ini kulihat kamu banyak melamun.. kamu kenapa?? sakit??” tanya Yui pelan.

“ ngg.. Anniyo.. aku tidak apa-apa..” jawab Nada pelan, Ia terus berusaha mengerjakan soal dibukunya untuk mengalihkan pikirannya tentang surat-surat terror itu.

“ deg”

Tiba-tiba Nada merasakan perasaan aneh yang sering melandanya akhir-akhir ini.

Ia menengok ke belakangnya, Ia merasa seseorang terus memperhatikannya.

Namun dibelakangnya hanya ada Jinki, Taemin, Jonghyun, Kibum dan Minho.

“ Tidak.. tidak mungkin orang yang menerorku adalah salah satu dari mereka.. tak mungkin salah satu dari mereka menyukai ku..” gumamnya pelan.

“ Heyy.. Kamu ngomong apa??” tanya Yui heran melihat Nada menggumam sendiri.

“ eehh.. Anni.. aku.. ngg… tidak ngomong apa-apa…” Nada berusaha mengelak.

“ nada.. kurasa kamu agak kurusan..” kali ini terdengar suara Kibum berujar kencang dari belakang.

“ Mungkin kamu stress, kamu terlalu banyak megambil kegiatan.. anggota klub memasak, ketua klub jurnalistik, belum lagi wakil BK yang kerjaanya sangat banyak..” Jinki ikut bersuara.

“ Hey.. Aku ada ide.. bagaimana kalau minggu depan kita liburan ke paradise island?? appaku punya satu villa disana, letaknya persis di belakang pantai.. bagaimana.. kita bertujuh refreshing??” seru Yui girang.

“ Ide bagus Yui, aku juga lama-lama jenuh dengan aktivitas sekolah..” kata Taemin pelan.

“ ok.. aku ikut..” Minho menimpali.

“ aku sih ayo aja..” kata Jinki.

“ cool, kamu bagaimana nada??” tanya Kibum kepada Nada.

Nada terdiam, Ia berpikir sejenak mungkin dirinya memang butuh refreshing.

“ aku.. ngg.. ikut..” kata nada pada akhirnya.

****************

Nada memasukkan buku-bukunya kedalam tasnya. Ia bergegas untuk pulang. Jam menunjukkan pukul 24.00 malam. Ia berjalan perlahan menyusuri koridor yang gelap menuju toilet yeoja yang berada di sebelah tangga.

“ kreeek..”

Nada menuju wastafel untuk membasuh mukanya.

“ tok.. tok.. tokk…” terdengar bunyi suara langkah kaki menuju kearahnya. Nada segera membalikkan badannya.

tak ada siapa-siapa disana.

“ hhh, mungkin hanya perasaan ku saja..” bisiknya pelan. kembali ia menunduk untuk membasuh mukanya kembali dengan air yang mengalir dari wastafel.

“ tok.. tok.. tok…” suara langkah itu terdengar lagi, semakin lama semakin jelas.

Nada menoleh kebelakang, namun tak ada sia-siapa.

tiba-tiba tengkuknya terasa dingin..

Nada buru buru memakai tasnya dan segera berjalan keluar.

“ krreeek”

ketika Ia membuka pintu, tiba-tiba muncul sesosok yeoja berwajah pucat, dengan rambut terurai kusut menutupi sebagian wajahnya dan tali melingkar dilehernya, matanya memandang mata Nada nanar. seragam yeoja itu sama seperti seragamnya hanya lebih lusuh.

“ Nadaa.. “ yeoja itu berbisik sambil mengarahkan tangan nya ke arah Nada.

“ Kyaaaaaaaaaaaaa!!!!” Nada berteriak kencang, Ia melangkah mundur menjauhi yeoja itu.

“ kau yang membuat aku mati…” yeoja itu bergerak perlahan mendekati Nada, kedua tangannya mengarah keleher nada.

“ Andwae… bukan aku yang membunuhmu…” bisik Nada pelan, air matanya tumpah, tangan dan kaki nya gemetaran. ia mundur selangkah demi selangkah.

yeoja itu terus bergerak, Ia semakin dekat dengan nada yang kini sudah terpojok di sudut toilet.

“ kau tau..? toilet ini adalah tempat dia membunuhku.. dan sekarang.. kau harus mati disini Nada.. hiii.. hiii.. hiiii…” yeoja itu tertawa melengking, membuat bulu kuduk Nada kembali meremang. Suara lengkingan nya begitu menyeramkan.

“ Dia?? Dia siapa?? siapa yang membunuhmu..” kata Nada terisak, tangan yeoja itu kini sudah berada di depannya. Nada tidak bisa bergerak kemana-mana lagi, tak ada ruang baginya untuk melarikan diri.

“ kau harus mati…!!!!” tangan yeoja itu mencengkeram erat sekeliling leher Nada.

“ Andwaeeeeeeee!!! Andwaeeeeee!!” jerit Nada, Ia berusaha berontak namun yeoja didepannya makin mencengkram erat lehernya.

Nada mulai kehabisan napas.

“ andhhhh…anndhhh…”

“ Kau harus mati bitch…”

“ ANDWAAEEEEEEEE!!!!!!!!”

*************

“ ANDWAAEEEEEEEE!!!!!!!!” Nada menjerit, Ia terbangun dari tidurnya” kedua tangan nya memegangi lehernya, nafasnya terengah-engah, dan air mata mengalir dipipinya.

Ia melihat kesekeliling ruangan, memastikan bahwa ruangan ini adalah kamarnya, bukan toilet yeoja.

“ Ya Tuhaaann.. aku takut.. mimpi itu menyeramkan sekali..” bisik nada sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangan nya dan mulai menangis. Ia dapat merasakan kedua tangan nya bergetar hebat.

jam di dinding kamarnya menunjukkan pukul 01.30 pagi, Namun Nada tak berani untuk memejamkan kedua matanya. Ia takut mimpi buruk itu akan datang lagi jika Ia tertidur.

Perlahan Nada berjalan kemeja belajarnya, Ia menyalakan laptopnya dan mulai mengetik hingga pagi hari.

***************

“ hhh… hhh… hhh…

sebentar lagi baby…

sebentar lagi kau akan menjadi milikku..

utuh…”

***************

TBC

P.S: Adakah yang kaget??? Ada? Ada?? Pasti ada… terkesan buru-buru gak??? Kalo iya.. anda salah ^^

Kan sebentar lagi kita masuk ke bulan Ramadhan, bulan di mana kita harus menahan segala nafsu. Walaupun aku gak ikut menjalankan bulan Ramadhan mohon doakan agar nafsu saia bisa berkurang(?)

Nah.. untuk itu maka FF ini niiihhh.. yang udah masuk ke NC-17 *kayaknya Wiga onn lagi pengen* *Plaakk!!!!!* terpaksa harus berada di dua pilihan.. out sebelum bulan ramadhan atau sesudah lebaran. Kalau out sesudah lebaran kelamaan kalo sebelum ramadhan kecepetan. Tapi cepat lebih baik dari pada kelamaan ^^. Maka dari itu.. dengan ini kami menyatakan bahwa kemerdekaan indonesia (?)

*ralat* Maka dari itu… part ini out sebelum ramadhan.. dan nanti pada hari rabu tanggal 11 Agustus semua FF NC yang ada di sini akan di tiadakan selama satu bulan. Begitu ramadhan barulah semua FF NC ataupun PG 15 kita munculkan kembali daaan… xixixi.. yang merasa ‘doyan’ baca itu pasti sangat bahagia karena eh karena…. Wiga onn bakal publish FF NC setelah lebaran *plakk* wkwkwk.. masih belom yakin juga siihhhh… tapiiiii.. silahkan menunggu saja yak.. kkkk

Sekian dari Ashyta ^o^

Signature

This post/FF has written by Wiga, and has claim by Wiga signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF