Category Archives: Family

berkisar mengenai masalah yang terjadi dalam kehidupan keluarga.

WHEN JONGHYUN GET AMNESIA – Part 1

Author : Litha Nisa (untung aja Wiga onn ngingetin kalo gak ada nama author nya.. lain kali buat yg lain jangan lupa cantumin nama author yah.. takut lupa kitanya ^^)

WHEN KIM JONGHYUN GET AMNESIA

Ini ff perdanaku, jadi mian kalo ada yang salah atau ga bagus gitu. Hope u like this!

-Jinji POV-

“O~NEWW!!!” teriakku manja ^-^.

“jangan bercanda Jinjii… kau hanya menggodaku,” sahut oppa.

“Aish,,, mianhe Jinki Oppa, My Lovely~Oppa~Oppa,,!!! Hahaha” kupeluk oppa dan kucubit pipinya.

“AW, haa, kau ini, mengganggu saja,” protesnya.

“yee, oppa, di sini kan aku ga punya temen oppa, Taeminnie Oppa juga lagi pergi ama Key Onnie,” aku bersandar di bahunya.

“hei, jangan panggil gitu, dia Oppamu juga tau”

“ tapi masa dia lebih cantik dan mulus dari aku,,, akuuu iriii oppa!”

“nee,” oppa memelukku “ tapi tidak sopan Jii~chan…”

“Hm,” aku tersenyum, “oppa, apa oppa sayang sama jii?” tanyaku tiba-tiba. Tak tau dari mana aku ingin menanyakannya.

“kenapa bertanya? Sudah pasti Iya. Harusnya Jii sudah tau dari dulu,!” dia melepas pelukannya dan menatapku tajam.

“ dee, aku senang oppa masih menyayangiku.” Dia kembali ke posisi duduknya semula. “aku hanya tidak habis fakir, kenapa tidak ada onnie yang mencintai oppa dengan tulus sampai sekarang,”

“ada” dia kini bersandar di bahuku.

“siapa?”

“you!”

“me? No, not me. Jangan bercanda aku serius.” Balasku dingin.

Dia diam, sepertinya berfikir, wajahnya terlihat lesu. Aku memang menyayanginya, bukan mencintainya. Aku anak tunggal. Dia sepupu jauhku, tapi menurutku yang terdekat. Dan sejak kecelakaan yang menimpa keluarga kecilku, yang telah merenggut Appa dan Ammaku, keluarga Jin Ki Oppalah yang merawatku.

“lalu kau sendiri? Sudah hampir berkeliling dunia, tak satupun kabar dating padaku bahwa kau telah memiliki kekasih, Tak Satupun!” ya,aku sudah mengunjungi beberapa Negara di seluruh benua. Mengunjungi saudara, jalan-jalan, dan bersekolah. Setelah tamat Sekolah Menengah Atas aku putuskan kembali ke Korea . Saat aku kembali oppa yang menjemputku, bersama seluruh anggota SHINEe. Dan memintaku tinggal bersama mereka. Ajumma dan Ajussi berada di desa. Jadi kika aku ingin melanjutkan kuliah, hanya ada di kota , dan aku tidak boleh tinggal sendiri disini oleh Ajussi dan Ajumma. Itu alasan yang digunakan Jinki Oppa untuk memintaku tinggal bersama mereka.

“kenapa ya? Karnaa, aku ingin oppa bahagia lebih dahulu, baru aku menyusul. Ya kan ?”

Dia menatapku, terkejut. Aku balik menatap dan tersenyum dengan wajah  yang kubuat semanis mungkin dan mata bulatku. Dia mendengus dan balik tersenyum.

“Owh, manisnya senyum kakak-adik yang sedang berbahagia.”

“ha?” ternyata Jonghyun oppa dan Taemin oppa yang datang.

“Annyoung haseyoo~!”

“Annyoung aseo~ Taemin Oppa!” balasku, aku berdiri dan berlari memeluknya. Diapun balik memelukku.

“OMO, curang sekali. Masa aku tidak!” proter Jonghyun oppa.

“Aniyo. Oppa mengganggua kakak-adik yang sedang tersenyum bahagia!”

“hah?”

“HaHaHaHa…!” Taemin Oppa dan Jinki Oppa tertawa

_ ~_

-Author POV-

“yak! Taemin oppa,,, Key oppa mana? Bukankah dia tadi bersamamu,, dan mengapa kau bersama Jonghyun oppa?” Tanya jinji beruntun.

“akh,kau mengganggu saja!”

“yak! Oppa,, kau kan hanya sedang menonton tv!”

“yaa,, tapi kau tak liat aku sedang serius menonton noona-noona yang cantik ini!”

“akh,, payah,,”

“yaa! Ara,ara, kembali kemari! Gitu aja marah. Sini, duduk disampingku!”

“huu,,, kata-katamu sok dewasa kalau bicara denganku, padahal, kalau sama hyung-hyungnya aegyo’nya keluar deh!’

“Boe? Dasar anak nakal!”

“yak, tapi jangan dipukul. Kubilangin jinki oppa loh!”

“tukang ngadu!”

“nggak!”

“iya”

“anii,,,”

“nee,,”

“HaH! Ada dua anak teka di dorm SHINee ternyata. Ckckck!”

“Oppa!””Hyung!” jawab mereka bersamaan lalu melempari jonghyun dengan bantal yang ada di situ.

“awh, ara,ara sudah, jangan lempari aku dengan bantal! Appo,”

“ih, lembek banget, baru bantal aja uda sakit!”

“ya,, betul,betul,betul!”

“udah! Susah ngomong ama anak teka!”

“Oppa!””Hyung!” mereka kembali melempari jonghyun dengan bantal namun meleset karna jonghyun segera menghindar.

“AKH, ahahahahahah!!!!”

“JINJII!!!  TAEMINN!!!!”

“ups” ternyata bantal yang mereka lempar melewati jonghyun dan mengenai Key yang baru datang.

“apa yang kalian lakukan hah?” Tanya Key dengan suara semenyeramkan mungkin.

“eum,tuh! Jonghyun oppa!”

“betul!” taemin membenarkan perkataan jinji.

“What? No,no,no Key!”

Key menarik dagu jinji mendekat ke wajahnya dan berkata, “wah,gadis kecil satu ini sudah berani rupanya bermain-main denganku ya?” sambil mengeling nakal.

Jinjii menelan ludah dan dengan suara bergetar dia berkata, “a,an,ani oppa. Aku enggak bohong kok!”

“udah hyung” taemin melepaskan jinji dari genggaman jahat sang Hyung-nya. Huahaha, gaje.

“yaudah,aku ke dapur dulu. Minho ,bawakan belanjaannya!”

“nthe,”

Saat Minho berjalan ke dapur tatapan metanya bertemu dengan tatapan mata jinjii, mereka saling berpandangan hingga,

“Yak! Hyung! Jinji~a! jangan saling berpandangan seperti itu!” teriak taemin gemas.

Key dan jonghyun menatap jinji dan minho bergantian.

“hyung,,”

“ kan gak papa!” semua menatap jinji “ga papa kan ? Toh, biasa aja. Wajahku biasa aja. Wajahku gak memerah waktu liat menatap minho Oppa. Gak kayak yang ini,”

Semua mengalihkan perhatian kea rah yang ditunjuk jinji. Taemin. Yang ditunjuk melihat para hyungnya yang menatapnya unbelievable. Dan berakhir dengan memelototi yang menunjuknya. Dan yang lain mengikuti, menengok kearah orang yang menunjuk Lee Tae Min tadi. Dan yang dilihat langsung memalingkanmuka, berdiri dan berkata,

“ah, aku ngantuk, mau tidur, bye,,,!!!”

Minho ,Taemin,Key dan Jonghyun *yang ikut-ikutan* memelototi jinji yang menengok dengan tampang seseram mungkin.

Yang dipelotin menelan ludah, memejamkan mata dan berteriak

“LEE JIN KI OPPA!!!!!!!!!!!!!”

Sang leader yang sedari tadi tidur langsung bangun mendengar teriakan adik tersayangnya*jiahhh,lebai!*. membuka pintu kamar dan melongo melihat ruang tamu.

“lah,kayaknya jinji manggil aku dah,”

“akh, enggak hyung,” taemin langsung menjawab, Minho dan Key mengangguk.

“trus, jinji sama jonghyun kemana?”

“eum,, lagi maen keluar hyung, katanya mau cari udara segar.” Timpal key dengan kecemasan setinggi namsan tower *gaje,ah*.

“owh,mungkin…” jinki menggaruk lehernya yang tidak gatal, “yaudah, aku tidur lagi, kalau ada apa-apa panggil aja ya!”

“nthe,hyung tidur aja lagi” jawab minho.

Lalu,jinki dengan polosnya kembali ke singgasana yang bagaikan surga dimatanya. Dan para pembohong tadi menghembuskan nafas pertanda lega. Lalu saling memandang satu-sama lain sambil tersenyum sampai ada suara yang membuat mereka syok! *alah*

BUAGHT

Mereka memandang tempat asal suara, dari balik sofa, dan muncullah sosok bidadari without wings*narsis* Lim jinji dengan senyum mengembang lebar di wajahnya.

Semua memandang curiga dan bertanya,

“dimana jonghyun?”

Yang ditanya melebarkan senyumnya sampai matanya hilang ditelan pipinya *lha?* yang ikut mengembang sambil meunjuk satu arak dibawah, didekat kakinya.

Semua berlari ke arah yang ditunjuk dan,

“HHHWWWWWAAAAAAA!!!!!!!!!!”

Apa yang terjadi? Dimana jonghyun? Siapa/apa yang ditunjuk oleh jinji? Mengapa meraka teriak? Bagaimana kelanjutannya? Saksikan di episode berikutnya! Huahahahahahahaha!

Don’t forget! Comment! ^_^’

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^

SHINee Hello Dongsaeng – Part 3

SHINee: Hello Dongsaeng~! (Part 3)

Author : Cynthia a.k.a Han Ha Joon

Title: SHINee: Hello Dongsaeng~!

Casts: Han Ha Joon, SHINee, KBS TV crews

Genre: Romantic, Family, Friendship, Humor

Rating: Err… PG-13 to PG-15? :/

Length: Series ~ 😀

Summary: SHINee got a new program where they have to take care of 13-going-to-14 girl named Han Ha Joon. Ha Joon was a fan to Minho, but silently Jonghyun loved her…

***

“Ha Joon, bangun! Kita udah sampai,” kata Key sambil menggoyang-goyangkan tubuh Ha Joon yang tertidur pulas di jok belakang.

“Ng?” Ha Joon mulai membuka matanya, menatap sekeliling lalu berusaha keluar dari mobil.

“Kapan kita pulang? Bukannya tadi kita di bianglala?” tanya Ha Joon pada anak-anak SHINee.

“Whoaaa, Nona Ha Joon kau lupa? Tadi kamu ketiduran di bianglala dan akibatnya aku harus menggendongmu di punggungku,” kata Jonghyun sambil menunjuk punggungnya.

“Hehe, sekali-kali dong :3” kata Ha Joon sambil memukul punggung Jonghyun.

“Mana kamu berat lagi,” tambah Jonghyun.

“Biarin! :P” elak Ha Joon.

“Buruan ah masuk rumah, dingin!” sela Taemin. Ha Joon merogoh sakunya, lalu mulai mencari kunci dan membuka pintunya.

“Welcome back,” gumam Key.

“Aku ngantuk~” kata Onew pada dirinya sendiri. Ha Joon melepas sepatunya, lalu masuk ke dalam kamarnya.

“Hei, hei!” sela Key sambil menahan Ha Joon masuk.

“Ne, ne… Apa?” tanya Ha Joon sambil terkantuk-kantuk.

“Kami tidur di mana?” tanya Key.

“Ter… hoaaaahhm… Terserah…”

“Terserah gimana? Masa’ kami tidur di ruang keluarga?”

“Kamar eomma ada di lantai dua… Pake itu aja oppa…”

“Double bed?”

“Iya~”

“Double bed maksimal cuma bisa bertiga, dua lainnya gimana?”

“Cukup-cukupin nggak bisa?”

“Pabo! Emangnya kami sarden apa?”

“Kamar di rumah ini cuma 2, kamarku sama kamarnya eomma ._.”

“Berarti 2 masuk kamarmu?”

“WAAAAAAH! Aku kan perempuan oppa, masa’ di kamarku (=3=) Yang bener aja! ><”

“Kamu tega biarin oppamu kedinginan di ruang keluarga?”

“…”

Key tersenyum di dalam hati, rencananya berhasil.

“Ne, ne… dua orang tidur di kamarku…” kata Ha Joon pasrah. Key tersenyum bahagia (?)

“TAPI…!” lanjut Ha Joon, “aku tidurnya di pojok kanan, mereka pojok kiri! Dan nggak boleh ada shirtless moment, apapun itu!”

Key mengangguk senang, lalu berteriak-teriak, “TAEMINHO!!”

Ha Joon terperanjat, bias SHINee-nya akan tidur SEKAMAR dengannya. Oke, mungkin bersama dengan Taemin, tapi tetap saja hatinya berdebar tidak karuan. Cool Minho, handsome Minho…

“Ha Joon? Halo~?” panggil Taemin sambil mengibas-ibaskan tangannya di depan wajah Ha Joon yang tengah melamun.

“Eh, ya? Ada apa?” Ha Joon tersadar dari lamunannya.

“Dasar,” kata Taemin sambil tersenyum dan mengucek-ucek rambutnya, “jangan melamun!”

“Ne, oppa~” jawab Ha Joon lalu pergi ke kamarnya.

***

“Oppadeul keluar dulu~~” kata Ha Joon sambil mendorong Taemin dan Minho keluar saat mereka sedang menggelar futon (futon: kayak kasur yang digelar di bawah, nggak tau bahasa Koreanya apa :P)

“He? Wae yo?” tanya Minho.

“Aku mau ganti baju~~! Aku mau ganti piyama, kalian keluar dong!” protes Ha Joon, lalu Taemin tertawa kecil.

“Apa ketawa-ketawa?” tanya Ha Joon ketus.

“Ani, ani… Nggak keluar juga nggak apa-apa kok!” kata Taemin. *author dibunuh fans Taemin*

“Taemin!! Kamu itu masih kecil, ya ampun… Pasti ini ulah Jonghyun hyung, sadar Taem!” kata Minho pada Taemin. Taemin langsung berhenti tertawa. *sekali lagi, author dibunuh fans Jonghyun*

“Buruan keluar oppa…”

“Bentar, ini selimutnya…”

“Aaah, ppali!”

“Ne, ne! Ayo Taem!” ajak Minho sambil menggeret Taemin keluar.

***

Ha Joon’s POV

Satu domba…

Dua domba…

Tiga domba…

Empat domba…

Lima…

Lima Minho oppa…

Enam Minho oppa…

HEEEEH?!

Aku bangun dari posisiku tidur, lalu aku menggelengkan kepalaku keras. Tadinya iya—yang kuhitung domba—tapi tiba-tiba Minho oppa datang menggantikan posisi domba itu (>.<;). Aku merasa pipiku memanas, lalu aku melirik sebelah.

Taemin oppa dan Minho oppa tertidur, sangat pulas.

Aku mulai memperhatikan wajah Minho oppa… Matanya, bibirnya, hidungnya… Hembusan nafasnya…

Tuhan, mengapa Kau ciptakan makhluk setampan dia? (>////<;)

Setelah kupikir-pikir lucu juga wajahnya kalau tidur… polos. Seperti malaikat. Hehehe.

Aku berdiri dari futon tempat aku tidur, lalu pergi ke dapur untuk mencari minum. Tenggorokanku rasanya kering sekali. Baru saja aku mengambil gelasku, tiba-tiba aku mendengar suara aneh…

Dari arah belakang.

Ottohke? Ottohke? Bulu kudukku merinding, dan kakiku rasanya beku. Aku ingin mencoba lari, tapi tak bisa. Eomma~ Kenapa tak pernah bilang kita ‘pelihara’ hantu?

“Woy,” sapa seseorang dari belakangku sambil memegang pundakku.

“Aaaaaaah!” teriakku sambil menutup mukaku, lalu menghentak-hentakkan kakiku di lantai.

“Pergi! Pergi, aku nggak enak rasanya! Aaah! Jangan culik aku, aku anak baik kok hantu… Apapun kau, maafkan aku! Dan sekali lagi, rasaku nggak enak! Aku juga belum menikah… AAAH! Jangan bawa aku…!” seruku panik, masih sambil menutup mukaku.

“BHAHAHAHAHA!!”

Suara khas itu. Jonghyun oppa.

Aku memalingkan wajahku, dan benar saja. Oppa unikku yang satu itu masih tertawa sambil memegang perutnya dan sesekali menghapus air mata yang keluar karena tertawanya. Uuh, mengesalkan. (=3=)

“Oppa…!”

“BHAHAHAHA!!”

“Jonghyun oppa~~~!!” rengekku sekali lagi.

“BHAHAHA… Aduh! Aaaaww! Aduh!” katanya mengaduh kesakitan setelah kupukul lengannya.

“Nakal! Jahil! Oppa jahat!” kataku sambil terus memukul lengannya.

“Aaaa, mianhae, mianhae… Tadi aku mau masak mi instan, eh ketemu kamu… Aduh, duh! Sakit, hentikan!”

***

“Fuuuhh…”

Aku menyuapkan mi instan ke dalam mulutku, sambil menonton TV bersama Jonghyun oppa yang sudah membuatkan mi instan untuk kami berdua.

“Dasar putri ngambek,” gumamnya padaku. Aku menatapnya tajam.

“Nggak lucu! Aku tadi kaget beneran,” elakku. Ia menatapku, lalu tertawa kecil.

“Pertama kali punya dongsaeng cewek~ Ribet ya,” katanya. Aku diam, melahap mi instanku.

“Ya, terserah oppa saja,” ucapku sambil terus melahap mi instanku.

“Sudah gendut, tidak cantik, penakut, bawel, gampang marah…”

Aku tetap melahap mi instanku.

“…Makannya banyak lagi! Liat aja besok, pasti nambah 2 kilo.”

Aku menghentikan makanku.

“Beneran, oppa? Makan tengah malem sekali nambahnya 2 kilo?” tanyaku serius. Ia menganggukkan kepalanya mantap.

“Iya, aku serius!”

“Aaaah, kenapa tak bilang dari tadi?” protesku kesal.

“Kamu kan yang tadi merengek lapar? Jadi aku buatkan saja,” katanya singkat.

Mwo ya!?

“Ini… buat oppa saja. Buang juga nggak apa-apa… Aku udah kenyang! Dah oppa, selamat malam! Daaah!” ucapku lalu lari ke dalam kamarku.

Kyaaa~! Naik 2 kilo? Tidaaaaaak! (><;)

***

Jonghyun’s POV

Aku terus memegangi perutku yang sakit karena menahan ketawa. Sungguh, anak itu polos sekali… Dia gampang dibodohi! Masa iya semalam bisa 2 kilo… Hahahaha! Menipu anak kecil itu memang asyik 😛

“Ya, hyung…”

Aku menghentikan tawaku, lalu menoleh ke belakang.

Minho.

“Heh, bocah bermata besar! Tidur sana!” ucapku padanya sambil mulai melahap mi instanku.

“Apa yang kau katakan padanya?” tanyanya to the point. Dasar anak ini.

“Ani, ani… kau mau tau saja,” jawabku santai.

“Apa itu… 2 kilo dalam semalem, hyung? (=.=’)” tanyanya lagi.

“Uhuk! Kau… menguping?” tanyaku balik.

“Tidak sengaja mendengar…”

“Sama saja, pabo!” kataku.

“Hyung… Naksir dongsaeng sendiri?”

TBC 😀

***

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^.^

PLAYLIST

Playlist

Title: Playlist

Author: ulaai aka. ulaaifuhfun

Characters: SHINee members, other figures and the OCs (+ me as OC hehe, find me out!)

Genre: Friendship

Rating: T

Disclaimer: They are not mine, I only have the plot. Songs credits to SHINee, Jacko, Hey! Say! BEST, and me.

A/N: This is my first fanfic here! Comments are highly appreciated. And sorry if this story is too long… well it’s kinda ordinary for me to write and read this long of stories, but maybe you not… This spend a week for write it and 14 pages in Microsoft Word, so if you read it I will be glad… This is also a birthday present for me whose turn into 14 this 21 June… Well, enough blabbing! Off to the story! 😀

***

Tik. Tik. Tik.

Rintik-rintik hujan mulai membasahi jendela utama rumah asrama SHINee. Membuat suasana sedikit gaduh karena tetesan-tetesannya semakin menderas—tapi toh itu tidak begitu berarti. Ruang makan merangkap ruang dapur terlihat begitu sepi, padahal biasanya ada seseorang—siapapun itu—yang berada di sana. Entah mengambil makanan atau mengambil sebotol susu dari kulkas. Ruang tengah pun juga sama heningnya. Padahal biasanya Minho atau Taemin senang sekali bermain Winning Eleven di situ—tapi entah kenapa, sepertinya hari ini mereka tidak begitu bersemangat. Ada apa dengan mereka?

“Hari ini kita tidak ada pekerjaan,” ucap Onew sesaat setelah menerima telepon dari manajer mereka pagi ini. “Yoonduk-hyung bilang kita akan menghadiri dua acara reality show dan tiga acara music performance serta siaran radio selama tiga hari ke depan, jadi kita disuruh istirahat dulu. Begitu katanya.”

Jeongmal? Beneran?” Sang Maknae membelalakkan matanya. “Wow, akhirnya, ada juga hari di mana aku bisa bebas!”

“Aku mau mengunjungi ibuku,” Key bersuara. “Kami sudah dua bulan tak bertemu, rasanya kangen sekali.”

Minho berpikir sejenak. “Bagaimana denganku, ya… Kurasa aku akan menemui sahabatku waktu masih di sekolah menengah dulu. Tempatnya agak jauh, jadi mungkin aku akan pulang agak terlambat.”

“Jangan terlalu malam,” kata Onew. “Kita harus tidur cepat, karena besok kita harus bekerja lagi. Terutama untukmu, Minho,” Minho mengangguk, “Key juga. Taemin, kau tidak ada rencana keluar?”

Taemin mengangkat bahu. “Sepertinya tidak. Aku main laptop saja.”

“Jonghyun?”

Key rupanya menyadari bahwa ada seseorang yang sama sekali tidak bersuara sedari tadi—Jonghyun. Sang pemuda bersuara bling-bling itu bahkan sudah bungkam mulut sejak dirinya bangun tadi pagi. “Kau hari ini mau ngapain?”

“Err… mendengarkan musik dari iPod,” sahut Jonghyun sekenanya. Ia tidak terlalu peduli dengan rencana di hari bebas ini. Key manggut-manggut.

“Baiklah. Sampai jumpa nanti, ya, kita akan tetap makan malam bersama. Hari ini yang membuat makan malam adalah Key, jadi kau jangan terlambat, oke?”—Key mengiyakan—“Kalau begitu, selamat menjalani aktivitas kalian masing-masing. Annyeong!” Onew menutup pertemuan kecil mereka pagi ini.

“Annyeong!!”

***

Hujan semakin menderas.

Jonghyun menatap keadaan di luar lewat jendela, kemudian berdecak sebal. Yang benar saja! Mimpi buruk baginya, menghabiskan satu hari sendirian tanpa teman-temannya. Onew bahkan tak bisa diandalkan di saat-saat seperti ini, ia bahkan lebih memilih tidur. Taemin? Ia lebih memilih berselancar di internet dan mencari video dance terbaru ketimbang ngobrol dengannya. Ah, menyebalkan!

Apa yang bisa ia lakukan sekarang? Ia merenung sejenak. Selintas bayangan muncul di kepalanya. Apa ia harus…? Sepertinya memang tidak ada pilihan lain.

Jadi, ia berjalan memasuki kamar, bermaksud mengambil iPod kesayangannya. Melewati Taemin yang masih sibuk berkutat dengan laptopnya—Jonghyun tak mau ambil pusing memikirkan apa yang sedang ia lakukan dengan barang berbentuk persegi itu. Ia bahkan tak menyapanya sama sekali. Taemin pun cuma mendongak, tersenyum singkat, dan mengangguk. Jonghyun memandangnya sesaat, kemudian pergi meninggalkan kamar dengan menenteng iPod mungil yang sebentar lagi akan menemaninya itu.

“Apa aku harus play random saja, ya…” gumam Jonghyun sambil mengempaskan tubuh di sofa ruang tengah yang empuk. Setelah beberapa kali menekan tombol navigasi iPodnya, Jonghyun meraih kabel earphone yang terjuntai dan memasangkannya di telinga.

Nunan neomu yeppeoso

Namjadeuri kaman an dwo

Heundeullineun geunyuhui mam sashil algo isseo

Eh? Alis Jonghyun terangkat sedikit. Lagu ini?

***

Rumah Sakit Buk Hon Ah.

“Nomor 301… nomor 301…” Sesosok lelaki berjaket tebal warna hitam tampak sesekali melongokkan kepalanya kanan-kiri. Ia yakin ia sudah memasuki koridor yang benar, tetapi kenapa masih belum ketemu juga?

“Err… suster,” sosok itu menghentikan seorang suster yang lewat di dekatnya. Suster itu terkejut—kemudian dengan pandangan sedikit berbinar ia bertanya, “Ada apa?”

“Kamar nomor 301 ada di sebelah mana ya?”

Suster itu terdiam sejenak, mengingat-ingat. “Anda tinggal lurus, dari pojok situ, anda belok kiri. Cari pintu yang ada pot tanaman di depannya.”

“Oh…” si lelaki bergumam pelan, “Gamsahamnida, suster. Terima kasih.” Suster itu cuma tersenyum dan mengangguk. Dengan langkah-langkah lebar sosok itu berjalan menuju ke ujung lorong. Setelah si lelaki sudah jauh dari dirinya, suster itu memekik dalam hati, “Aku ketemu anggota SHINee!

Sosok itu—Kim Kibum—akhirnya tiba di depan pintu ruang nomor 301. Diketuknya pintu tiga kali, sampai akhirnya sebuah suara menyahut dari dalam. “Masuk saja. Tidak dikunci.”

***

Tok! Tok! Tok!

“Astaga!” Han Myungdo buru-buru melempar remote TV dari tangannya, sehingga benda itu nyaris saja terpental. Suara komentator pertandingan baseball sejenak hilang dari kepalanya. Bagaimana bisa ia lupa kalau ada teman lamanya yang berkunjung hari ini? Dengan gerakan cepat, ia mengambil kunci di atas meja, kemudian bergegas menuju pintu depan dan membukanya.

“Ya ampun, Minho,” ujar Myungdo begitu melihat sosok yang tengah berdiri di depan pintunya dengan jaket biru yang basah karena hujan. “Telepon dulu kek kalau sudah mau sampai sini. Lihat, akhirnya kau jadi kehujanan, kan!” serunya. “Kalau kau telepon, aku bisa menjemputmu di stasiun dan membawakanmu payung. Kau benar-benar tidak berubah, ya.”

“Daripada menceramahiku terus seperti itu, bukankah lebih baik kalau kau langsung menyilakanku masuk? Di luar dingin.” Sahut Minho kalem.

Myungdo tersentak sesaat, “Ah, ya. Ayo masuk.” Dibukanya pintu coklat itu dan tubuhnya sedikit digeser ke kanan, memberi jalan Minho untuk lewat. Lima detik kemudian pintu itu ditutup. Myungdo membalikkan badannya, “Memang kau tidak bawa ponsel?”

“Bawa.”

“Lalu kenapa kau tidak telepon?”

“Malas.”

Myungdo mengangkat bahu. Kakinya melangkah ke sebuah pintu di pojok ruangan. Ia membuka pintunya dan mengeluarkan sebuah handuk dan kaos dari situ. “Ini, pakailah. Jangan sungkan.”

“Tidak usah,” Minho menolak.

“Ayolah,” desak Myungdo, “Atau kau akan kuusir dari sini.”

Akhirnya Minho menerimanya. Dibukanya jaket dan dilepaskannya kaos yang menutupi tubuhnya, dan diambillah handuk dari Myungdo itu. Sambil mengusapkan benda lembut berwarna putih itu ke seluruh badannya, Minho bersuara, “Kudengar kau kuliah di Jepang, ya?”

Myungdo mengangguk. Ia membuka pintu kulkas dan mengeluarkan seteko air dingin dari situ. “Di Todai. Tokyo Daigaku—alias Universitas Tokyo.”

“Baguskah universitas itu?”

“Itu universitas paling bergengsi di sana,” sahut Myungdo, sedikit bangga. “Sekarang aku sedang libur, makanya pulang kembali ke sini. Akhir-akhir ini aku suka sama kartun buatan sana, lho.”

“Kartun?” gumam Minho pelan, teringat jejeran komik Slam Dunk di rumah asramanya. “Seperti apa?”

Myungdo menutup pintu kulkas dan menyorongkan segelas penuh air dingin ke hadapan Minho. “One Piece, Naruto, tapi yang paling aku suka adalah Bleach. Oh ya, di sana ternyata juga banyak boyband seperti di Korea, lho. Meskipun terlihat kecewekan, aku suka salah satu boyband di sana. Mereka punya dua subgroup. Lagu mereka banyak yang bagus lho, dan aku sedang suka salah satu lagu mereka. Mau dengar?”

Minho tak punya pilihan lain.

***

Taemin mengganti posisi duduknya. Tadinya ia duduk bersila di atas kasur—tapi sekarang ia duduk berselonjor dengan punggung tersandar dan memangku laptopnya di paha. Ia sedang pusing sekarang. Bukannya apa-apa, tapi… hei, bukankah sangat sulit untuk mengerjakan tugas sekolah di saat pikiranmu sedang kacau begini?

Eternal maknae dari SHINee itu menghela napas—sambil menatap jejeran soal trigonometri yang terpampang jelas di layar laptopnya. Sumpah dari segala sumpah: ia benar-benar tidak mengerti! Demi apa sih memangnya ia harus berurusan dengan segala tetek bengek sin-cos-tan ini? Pekerjaannya sekarang saja sama sekali tidak ada hubungannya dengan hal berbau trigonometri!

Sekelebat ide muncul di pikirannya. Apa ia tanya pada Jonghyun saja, ya? Hyung-nya yang satu itu pasti mengerti. Ia kan sudah lulus beberapa tahun yang lalu, dan hari ini pun dia longgar. Tapi kemudian sebuah bayangan melintas kilat—sikap Jonghyun yang sama sekali cuek tadi. Waktu mengambil iPod, gila—tersenyum saja tidak! Ada apa sih dengannya? Kenapa ia tiba-tiba saja jadi cuek dan dingin?

Saat ia sudah mau beranjak dari ranjangnya itulah, ponselnya berdering.

***

Ruang tengah asrama SHINee.

Lagu Nuna Neomu Yeppeo masih berkumandang di telinga Jonghyun. Membawanya pada memori lama, sebuah rasa yang begitu asing untuknya hari ini—sekaligus membawa perasaannya yang memang sensitif ke dalam kenangan masa lalu yang begitu menyenangkan.

And I think I’m gonna hate it girl

Ggeuchi daga oneun geol

Gaseumi marhaejunda nuga mworado

“Nuna neomu yeppeo…” gumam Jonghyun. Lagu ini serta-merta membawanya pada dua tahun yang lalu—saat mereka pertama kali debut. Ia masih belum asing akan rasanya: kebahagiaan sewaktu namanya diumumkan lulus seleksi, mendapat partner kerja baru, rekaman lagu, syuting music video untuk yang pertama kalinya… tiba-tiba rasanya ia sangat kangen pada keempat temannya yang heboh itu.

Onew, sang leader. Sang manusia lemah-lembut bak tahu—ondubu, yang sangat terkenal akan kejayusan dan ‘Onew Condition’-nya. Yang paling tua sekaligus yang paling bertanggung jawab diantara mereka berlima, tapi juga paling kocak. Ia juga seseorang yang sangat profesional, mau mencoba segalanya yang baru, mau berbuat salah. Ia rela bangun pagi-pagi untuk mengantar Taemin ke sekolah. Mau diajak jadi teman diskusinya Minho. Mau repot-repot mendengarkan curhatan Jonghyun. Dan yang terpenting, ia adalah appa-nya SHINee—di mana seseorang memberi respek dan hormat kepadanya, seseorang yang bermultitalenta tinggi. Ah, kenapa juga harus menggerutu kalau leader-nya itu memang memilih untuk tidur? Bukan salahnya juga, kan… mungkin ia kelelahan karena jadwalnya yang lebih padat ketimbang member-member lain.

Sementara itu, lagu masih terus berlanjut.

Nunan neomu yeppeo

Geu geunyeoreul boneun naneun michyeo

Ha hajiman ijen ichyeo

Replay, replay, replay

Key, sang Almighty. Mungkin Key-lah—dari keempat member SHINee lain—yang paling akrab dengannya. Key yang selalu gila dan kocak. Key yang kalau tertawa pasti kencang tiada tara—mengalahkan telak Jonghyun sang tukang huru-hara. Umma—ibu—SHINee karena paling cerewet, tapi meskipun begitu juga penuh dengan perhatian dan jago masak. Key yang senang main ‘suami-istri’ dengan Jonghyun, Key yang suka main bisik-bisik sok asyik dengan Minho, Key yang setia menyetrika seragam sekolah Taemin, dan Key yang juga suka membuat Jonghyun tertawa kalau lagi duet gila bareng Onew. Key yang… takut akan ketinggian. Jonghyun tersenyum waktu mengingat hal ini—betapa saat bungee jumping di salah satu acara televisi dulu si pengagum fashion ini masih sempat-sempatnya pakai acara tutup muka segala. Key yang begitu dekat dengannya.

Chouki nae mameul halkwiu

Ah apeseo ijen mameul gochyeo

Da dagaol ibyeoleh nan

Replay, replay, replay

Minho, si flaming-charisma. Kharisma yang berkobar, kata Minho dulu waktu pertama kali Jonghyun menanyakan artinya. Minho—mungkin—adalah makhluk terkalem diantara kelima personel SHINee yang kadang-kadang kalau lagi parah ketawanya suka dilerai sama cowok satu ini. Yep, si Pelerai—julukan nonverbal yang pantas diberikan kepada Minho meski mungkin tak semua orang menyadarinya. Juga member yang paling tinggi—Jonghyun ingat ia pernah krisis identitas gara-gara tingginya yang tidak sepadan dengan rekan kerjanya itu. Bayangkan, 10 senti! Tetapi Minho tak pernah sombong, meski kenyataannya begitu banyak orang yang memuji wajahnya yang ‘katanya’ Onew mirip karakter manga. Dan yang paling melekat dalam benaknya tentang Minho adalah ketika si pendiam itu berkata, “Aku nggak suka hantu. Tapi aku benar-benar ingin lihat…” yang menurut Jonghyun merupakan pengakuan paling aneh sepanjang hidupnya.

Nunan naul M.V.P

Burohumeh ppodeuthaeji

Neulshisunjibjung geunyeowa hamkke itneun nan so cool

Jebal i soneul nohji maljadeon

Naui dajimeun

Eoneu sunganbootuh gujishingeol ara

Taemin, sang maknae. Mengingat nama ini Jonghyun jadi sedikit bersalah sudah bersikap ketus tadi waktu ia ke kamar mengambil iPod. Taemin adalah member termuda—yang ini hukum alam—dari kelima personel SHINee. Dan mungkin juga yang paling imut-imut. Yang ini semua anggota, kecuali Taemin tentu saja, sangat setuju: anak itu cantik sekali dan cewek banget! Merupakan lead dance SHINee, yang selalu berada di tengah formasi ketika bagian refrain sebuah lagu. Taemin sang Pangeran Musim-Semi, yang senyumnya selalu menghangatkan. Taemin yang masih menjunjung Onew sebagai Hyung-nya—berbeda sekali dengan dirinya dan Key yang masih suka cari ribut. Taemin yang klop sama Minho kalau tiga hyung-nya yang lain sudah sibuk dengan dunia gila mereka. Taemin yang bahkan sudah Jonghyun anggap sebagai adik sendiri.

Tiba-tiba dirinya merasa sangat kangen. Sangaaaat rindu.

Ia ingin bertemu dan berkumpul dengan semua anggota SHINee—dan kembali tertawa bersama mereka.

***

Kamar 301, Rumah Sakit Buk Hon Ah.

“Oh, kau, Kibum,” seorang wanita berseragam perawat menoleh, dan tersenyum. “Kau rupanya betul-betul datang.”

Key mengiyakan. Dilihatnya keadaan sekeliling—mainan di mana-mana. Anak-anak kecil yang berkeliaran. Bau khas bayi. “Ampun deh, Ibu masih menerima tawaran jadi pengasuh anak dadakan lagi?”

Nyonya Kim—ibu dari seorang personel SHINee, Kim Kibum—hanya tersenyum lebar. “Nggak apa-apa, kan. Ibu juga suka anak-anak, kok. Kau juga suka, kan? Ibu pernah melihat acara televisimu yang judulnya… apa tuh… yang ada anak kecilnya?” Key menyahut, “Hello Baby, Bu.”

Wanita berambut pendek bergelombang itu mengangguk. “Iya, itu. Ibu tidak terlalu mahir berbahasa Inggris. Kibum, maukah kamu memegang daftar ini sebentar? Sepertinya mereka sudah bosan main sendirian. Mungkin mereka mau bernyanyi sedikit, ataupun menari… kau mau ikut?”

Key menerima kertas daftar yang terulur, “Aku mau. Tapi aku akan mengajarkan lagu Ring Ding Dong dan dance-nya, bukan lagu anak-anak macam Matahari Terbenam, Jalan-Jalan ke Hutan, ataupun Permen Kapas,” ujarnya.

Ibunya mendengus main-main. “Sudah, kamu lihat dari sini saja,” lalu sepersekian detik berikutnya, ia tersenyum. Ibunya mendekati anak-anak ‘asuh’-nya itu dan berkata, “Ayo anak-anak, berkumpul di sini, kita menyanyi bersama.”

“Nyanyi apa Bibi?” salah seorang anak yang ada di situ, dengan gaya cadel, bertanya. “Kita akan menyanyi lagu berjudul… ‘Teman’. Kalian belum tahu? Ayo Bibi ajarkan.”

Aku punya banyak teman

Yang selalu bermain denganku

Membuat hari menjadi menyenangkan

Kami saling menyayangi

Waktu tidak terasa

Hari sudah beranjak sore, hei

Ayo kita pulang segera

Esok bertemu lagi

Nyonya Kim mengulang lagu itu beberapa kali. Key yang mendengarnya langsung tercenung—dan entah kenapa, ia jadi teringat anggota SHINee yang lain. Baru disadarinya ia tadi bahkan belum berpamitan pada semuanya saat akan meninggalkan rumah.

Aku punya banyak teman

Yang selalu bermain denganku

SHINee, seru Key dalam hati. Ia tidak hanya bermain dengan SHINee. Ia juga bekerja dengan mereka. Bagaimanapun, mereka partner kerja. Tapi ia juga tertawa, bercerita, dan sedih bersama dengan SHINee. Ia jadi ingat, saat dirinya pertamakali didebut dua tahun yang lalu, ia merasa ia memiliki sebuah oase baru selain keluarganya: teman-teman barunya.

Membuat hari menjadi menyenangkan

Kami saling menyayangi

Key larut dalam pemikirannya tentang SHINee. Saking seriusnya, tak terasa lbunya sudah ada di sampingnya. “Ada apa, Kibum?”

Key tersentak. “Tidak apa-apa, Ibu. Aku hanya teringat pada teman-temanku.”

“Grupmu itu?” Ibunya menebak. Key mengangguk. “Lagu tadi benar-benar menyindir. Aku tahu sih itu ciptaan Ibu sendiri—“ Ibunya terkekeh, “—tapi tetap saja itu menyindir.”

Ibunya manggut-manggut. “Hmm… Kibum…” Key menoleh, “Apa kau menyayangi… kawan-kawan rekan kerjamu?”

Pemuda yang menggunakan skinny warna gelap itu jelas mengangguk. “Tentu saja, Ibu!”

Ibunya memandang anak-anak kecil yang sekarang sibuk mengulang lagu ciptaannya itu dengan raut gembira meskipun masih tertatih-tatih, “Kalau begitu baguslah. Kau tidak ingin berlama-lama di sini tentunya, kan?”

Kekagetan jelas terpampang pada wajah Key. “Ibu…”

Nyonya Kim tersenyum. “Pergilah.”

Key tak butuh waktu lama sampai akhirnya ia menyadari maksud dari ibunya dan mengangguk.

***

Sebuah kamar di rumah mungil di suatu sudut kota Seoul.

“Judulnya Score. Cocok sekali untukmu, deh,” Myungdo masih tak hentinya berpromosi tentang lagu Jepang yang katanya bagus itu. “Karena kau tak bisa berbahasa Jepang fasih, kuberikan terjemahannya padamu, ya.”

Minho cuma memandangnya tanpa suara ketika ia menerima kertas yang disodorkan Myungdo kepadanya. “Kuputar, ya, lagunya.”

Hey! Say! BEST – Score

Arigatou nagareru itsutsu no melody boku ni wa mieru yo

(Terima kasih, ini adalah cara bagaimana aku melihat alunan melodi dari kita berlima)

Narabi atta onputachi ga mie hari ai nagara

(Notasi musik yang mengalir diantara kita, baik saat kita sedang bersaing satu sama lain)

Shinjiteru itsutsu no melody boku ni wa mieru yo

(Aku percaya pada adanya melodi diantara kita berlima, itulah yang aku lihat)

Tabiji to iu sen ni notte

(Tiap jalur yang ada di sepanjang perjalanan)

Mada mienai asu ni ima wo utao

(Aku akan bernyanyi sekarang, menganggap seakan-akan hari esok takkan ada lagi)

Minho tercenung.

Hey! B BROTHER   Bokura to tomo ni michi no tobira wo hirako

(Hei! B BROTHER Kita membuka pintu yang sama sekali asing untuk kita)

E EASY GOING kiraku ni kinaga sou STEP AND JUMP

(E EASY GOING Kita selalu bersabar dan optimis, STEP AND JUMP)

S SMILE Tagai no egao no kagayaki wo nahatte

(S SMILE Bertukar senyum, membuat kita bersinar)

T TIME Mahou janai kono shunkan jinsei ichiban no BES

(T TIME Ini bukan sihir, ini adalah momen terbaik dari BEST)

Kenapa ia mendadak jadi ingat teman-temannya? SHINee.  Lagu ini—sialan, Myungdo ini mau menyindir atau bagaimana sih—jelas-jelas SHINee itu ada lima! Dan kata ‘bersinar’ dalam salah satu baris benar-benar mengingatkannya tentang SHINee. Jelas saja, kan!

Me no mae no gohonsen

(Saat pertama kali bertemu)

Awasaru koto wa nai kedo

(Kita mungkin tidak merasa cocok)

Itsudemo tonaride boku mo kanaderu yo

(Setiap kali kita merasa dekat, bermain bersama)

Aruiteku rizumu ya tsuyosa wa chigau kedo

(Kekuatan dan ritme yang kita punya ketika kita melangkah sangatlah berbeda)

Narabu tabi umareru kizuna no harmony

(Tetapi mereka bersatu, membentuk sebuah harmoni)

“Myungdo,” panggil Minho. Myungdo yang sedang sibuk ber-lip sync ria cuma bisa menoleh. “Ada apa?”

“Kau mau menyindirku, ya?”

Alis Myungdo tertarik ke atas. “Apa maksudnya?”

Minho memutar bola matanya. “Lagu ini. SHINee. Dan kata-kata ‘berlima’ itu…”

“Lho, aku benar-benar tidak bermaksud, kok.” Myungdo berkilah, “Memang personel yang nyanyi lagu ini ada lima orang, sama seperti SHINee.”

Minho mengangkat bahu. “Aku bisa pulang sekarang?”

Myungdo menatapnya heran.

***

Ponselnya berbunyi. Ia sedikit termenung mendengar ringtone lagunya. Taemin bukan tipe pengangkat ponsel yang cepat, ia lebih suka mendengarkan dulu bunyi ringtonenya. Ia hapal sekali bunyi lagu ini—You’re not Alone, oleh Michael Jackson.

You are not alone

I am here with you

Though we’re far apart

You’re always in my heart

You are not alone

Kenapa ia mendadak jadi mengingat SHINee?

Taemin bukan tipikal orang yang suka bermellow-ria, tapi ia juga bukan orang yang terlalu dingin. Ia sudah lama kok memakai ringtone ini, sungguh, tapi kenapa perasaannya baru ‘ngeh’ sekarang ya? Apa gara-gara hujan? Biasanya kan orang-orang sering mendadak sensitif kalau lagi hujan, tapi dia…? Masa, sih?

Akhirnya Taemin menggelengkan kepalanya, mencoba tak peduli, dan mengangkat telepon.

“Halo?”

“Taemin-ah!” seru suara di ujung sana. “Ini Seul Hee.”

“Seul Hee…” Taemin menggumam, “Teman sekelas, kan?”

Yang di seberang sepertinya kesal. “Iya, babo! Aku tahu kau itu sibuk dengan seluruh tetek-bengek artis dan lain sebagainya itu, tapi jangan sampai kau jadi antisosial, dong.”

“Iya,” Taemin mengiyakan, “Ada apa, Seul-Hee?”

“Tugas matematika yang diberikan sama Buncha-songsaenim sudah kau kerjakan?”

Mendengar nama yang disebut teman sekelasnya itu, sontak Taemin berdecak. “Ini sedang kukerjakan. Aku nyaris mengumpat sedari tadi, tahu. Kau bisa mengerjakan soal nomor lima?”

“Soal nomor lima…” diam sejenak, “…hehe. Maaf, aku juga nggak bisa. Kau tahu jawaban soal nomor satu?”

“Soal nomor satu?” ulang Taemin sambil men-scroll berkas soal di layar laptopnya. “Oh. Aku tadi juga hampir kejebak di situ. Coba saja diakarkan dahulu sebelum ke langkah akhir.”

“Oh! Omona… kau benar!” suara Seul Hee terdengar girang sekali. “Terima kasih, Taemin-ah. Aku akan mencoba menelepon berkeliling, siapa tahu mereka punya jawaban soal nomor lima. Nanti kalau sudah ketemu kau akan kukirimkan pesan singkat. Oke?”

Taemin mengangguk, lupa bahwa Seul Hee takkan bisa melihatnya. “Ngomong-ngomong, Oppa-oppa di mana semuanya? Kenapa kau tak minta bantuan mereka saja? Mereka kan sudah lulus. Malah katanya Onew-oppa sangat pintar.”

Sang dance genius dari SHINee itu terdiam sejenak. “Mereka… sedang tak bisa diganggu,” Seul Hee merasakan adanya tarikan napas dari lawan bicaranya, “Beberapa dari mereka sedang pergi. Ada juga yang tidak pergi, tapi sepertinya mereka sedang ingin tak diganggu.”

“Mereka benar-benar mengatakannya?”

“Maksudmu?”

“Mereka benar-benar mengatakan kalau mereka memang sedang ingin tidak diganggu?”

Ucapan Seul Hee entah kenapa membuat Taemin sedikit tercekat. “Tidak.”

“Lalu kenapa kau menganggapnya demikian? Bisa saja kan, mereka ingin diganggu tetapi malu mengatakannya. Setelah aku menutup telepon ini, panggillah salah satu Hyung-mu dan minta tolonglah kepada mereka.”

Taemin tercenung. “Kau… mungkin benar.”

“Kalau begitu aku sudahan dulu, ya. Nanti ku-SMS lagi.”

“…Ya.”

***

Lagu di iPod Jonghyun sudah berganti beberapakali. Setelah lagu Nunan Neomu Yeppeo selesai, ternyata sang iPod memilih lagu Twins milik Super Junior untuk diputarkan selanjutnya, kemudian lagu DBSK yang ia kurang hapal judulnya dan Baby Baby dari SNSD. Jonghyun masih ada di posisi yang sama: duduk di sofa dengan kaki terangkat dan kepala yang sepenuhnya tersender. Matanya terpejam. Pikirannya masih penuh dengan rasa kangen akan member SHINee yang lain—sebuah rasa yang jarang ia rasakan akhir-akhir ini.

Jonghyun menaikkan alisnya ketika pintu kamar terbuka. Matanya terbelalak melihat siapa yang keluar sepersekian detik setelahnya: Taemin. Laki-laki yang sudah ia anggap adik sendiri itu tampak membawa laptop di tangan kanannya, berjalan menuju arahnya. Ternyata ia memang menuju ke arahnya; ia bahkan duduk di sebelah Jonghyun.

“Hei, kau—“ “—JONGHYUN-HYUNG, TOLONG AJARKAN AKU MATEMATIKA!!” Taemin menyerahkan laptopnya dengan kepala tertunduk, persis seperti orang yang minta ampun. “Materinya trigonometri. Susah sekali…”

Jonghyun menatap sosok di depannya lekat-lekat. “Kau bercanda? Ampun deh, trigonometri itu materi yang paling tak kusukai waktu sekolah menengah dulu. Hahaha, kau mau kuajarkan yang mana?”

“Nomor lima,” sahut Taemin cepat-cepat. “Hyung, aku mau minta maaf…”

“Kalau yang ini sih… hah?” Jonghyun menghentikan kalimatnya, menaikkan alis. “Kenapa?”

Taemin menundukkan kepala. “Mianhae. Jeongmal mianhae. Maaf tadi aku terlalu dingin padamu waktu kau masuk kamar tadi, Hyung.”

Jonghyun bengong… “Kau bercanda?”—Taemin masih menundukkan kepala—“Tentu saja. Aku juga minta maaf tadi sudah bersikap cuek. Aku hari ini lagi bad mood.”

Akhirnya Taemin mengangkat kepalanya dan tersenyum, yang dibalas Jonghyun dengan cara yang sama. “Ayo mulai. Jadi pertama, kamu sudah tahu kan kalau kita pakai yang tan? Nah, yang harus kau lakukan pertamakali adalah…”

***

Key melangkahkan kakinya—agak cepat. Kalau ia berlari, dalam waktu lima menit ia sudah bisa sampai stasiun, tapi ia tak mau. Ia memilih berjalan cepat untuk melihat kanan-kiri, siapa tahu ada pasar swalayan yang bisa ia kunjungi untuk membeli beberapa keperluan sebagai bahan makan malam. Ketika ia menemukan bangunan yang dimaksud, dengan cepat ia masuk ke dalamnya dan membeli sekerat roti tawar, selai, dan beberapa bahan lain yang sekiranya tidak ada di rumah.

“Beberapa belas menit lagi…” gumam Key sambil menenteng sekeresek bahan makanan dan masuk ke dalam kereta.

***

Minho berdiri di atas kereta, mencoba menyamarkan diri dengan menarik hoodie yang ia kenakan agar menutupi kepalanya. Di kedua telinganya tersemat sebuah plug kabel alias earphone yang tersambung ke sebuah iPod klasik warna keabuan di sakunya. Jika kau dapat mendengar dengan jelas lagu yang ia dengarkan, kau akan mengerti bahwa ia sedang mendengarkan lagu berjudul Score—yang tadinya diperdengarkan Han Myungdo.

Namida de maega mienai toki wa

Gyuttotsu nai da te wo hanasanai yo

(Saat-saat sebelum adanya tangisan tidak akan terlihat. Menggenggam tangan yang menghubungkan kita… aku tidak akan melepaskannya)

Minho menghela napas. Satu stasiun lagi dan ia akan turun.

Saa, kagayaku egao kara umareru melody

Yoko wo mireba itsudemo BEST na nakama ga iru

Yume wo tsuyoku egaku tabi ni kirameku memory

Kibou to iu sen ni notte

Mada mienai mirai ni ima wo sakebou

(Sekarang, sebuah melodi yang datang dari senyum gembira kita… Ketika aku menyadarinya, teman-teman BEST akan selalu ada. Waktu telah melukiskan banyak kenangan dan mimpi-mimpi yang berkilauan… Itulah ‘harapan’, jalur yang kita lalui… Aku akan menangis, menganggap seakan-akan masa depan takkan ada lagi…)

Ding-ding.

Sebuah suara perempuan terdengar, menyatakan bahwa stasiun tujuannya sudah dekat. Akhirnya kereta berhenti, dan Minho pun keluar dengan langkah bergegas.

***

Key memicingkan mata saat hendak memasukkan kunci ke dalam gembok pagar. Sesosok lelaki bertubuh tinggi, memakai kaos warna biru laut yang dilapisi dengan hoodie warna biru gelap, dan sebuah skinny hitam dengan sneakers putih tampak berlari mendekatinya. Rambutnya yang ikal hasil salon, matanya yang lebar dan senyumnya yang merekah membuatnya yakin siapa sosok ini sebenarnya—

“Kau baru datang?” tanya Minho, menghentikan larinya. Key mengangguk. “Uh-uh. Kau juga? Bukannya katamu kau akan terlambat pulang? Kalau aku sih…” dirinya mengangkat sekeresek penuh bahan makanan yang ia beli tadi di perjalanan menuju stasiun. Minho menggeleng. “Kau tahu, entah kenapa aku merasa harus pulang cepat,” ia terdiam sejenak, “…Kangen.”

Key tersenyum penuh arti. “Should we go on, then?

Minho mengangguk pasti.

***

Jonghyun mendengar sebuah ketukan di jendela. Taemin menoleh. Mereka masih berkutat dengan tugas matematika ‘sialan’ itu rupanya.

“Kami pulaaang…” Key dan Minho muncul dari balik pintu, lengkap dengan senyum. Jonghyun dan Taemin berpandangan—kemudian tersenyum. “Selamat dataaaaaang!”

“Kalian barengan pulangnya?” tanya Jonghyun sambil membuka keresek yang dibawa Key. “Ah, rupanya hari ini kita akan makan miyeok guk—sup rumput laut—ya… kalau tidak salah makanan ini buat mengembalikan stamina kan?”

Key mengangguk. “Ne, besok kan kita bakal kerja terus, jadi… kita harus mengembalikan energi kita sebelum besok.” Taemin manggut-manggut. “Terus, kita besok juga bawa roti ke kantor… lumayan buat isi tenaga, karena karbohidratnya sama dengan nasi meskipun kemasannya lebih ringan.”

Terdengar suara pintu terbuka. Jonghyun, Taemin, Key, dan Minho menoleh.

“Hei… kalian sudah pulang?”

Empat senyum menyambut ucapannya itu. “Sudah, Onew-hyung.”

***

“Kalian tahu, tadi aku mimpi tentang kita berlima, lho.”

“Oh ya? Ngomong-ngomong, bagaimana masakanku?”

“Tugas dari sekolahku tadi susah sekali, lho. Untung Jonghyun-hyung membantu.”

“Jonghyun-hyung? Hahahahahaha.”

Jonghyun tersenyum… ia tersenyum. Rasanya begitu bahagia melihat keempat rekannya duduk di meja makan, bersama dengan dirinya, saling bercanda dan tertawa. Hujan masih turun di luar. Tadi sempat mereda, namun rupanya langit masih ingin bermain-main dengan air. Tapi ia kini tidak memermasalahkan hal itu lagi… ia tidak peduli…

Salah satu harta karunnya yang berharga,

Karena ia memiliki teman-temannya di sini….

“Tanpa hujan, langit takkan menghasilkan pelangi.”

***

OWARI : FINITO : END

***

End at 22:38 PM according to my laptop. 🙂 Thank you so much for reading it till the end. Sorry for my terrible translation!! I’ll see you again in the next fic~ Annyeong!! 😀

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^.^

SHINee Hello Dongsaeng – Part 2

SHINee: Hello Dongsaeng~! (Part 1)

Title: SHINee: Hello Dongsaeng~!

Author : Cynthia a.k.a Han Ha Joon

Casts: Han Ha Joon, SHINee, KBS TV crews

Genre: Romantic, Family, Friendship, Humor

Rating: Err… PG-13 to PG-15? :/

Length: Series ~ 😀

Summary: SHINee got a new program where they have to take care of 13-going-to-14 girl named Han Ha Joon. Ha Joon was a fan to Minho, but silently Jonghyun loved her…

***

“Leader Onew.”

“Bling Bling Jonghyun.”

“Almighty Key.”

“Flaming charisma Minho.”

“Maknae Taemin.”

“Nggak usah dijelasin, aku udah tau,” kata Ha Joon sambil memandangi member SHINee satu per satu.

Tampan.

Oke, sangat tampan.

“Dan… kau?” tanya Jonghyun sambil menatap Ha Joon.

“Ha Joon… Han Ha Joon…”

“Nickname, please?” tanya Key, disusul senggolan lengan Minho.

“Emangnya dia artis? -__-“ kata Minho.

Wait. This is wrong. Detak jantung Ha Joon saat melihat Minho… Beda. Tidak, ini pasti salah.

“Err… Hime?” gumam Ha Joon.

“Hime!?” Key mengulang lagi.

“Hime… Princess?” ulang Ha Joon sekali lagi.

Semua member SHINee saling menatap, dan tak lama kemudian tertawa terbahak-bahak.

“BHAHAHAHA! Kau lebih pantas dipanggil ‘Little Girl Ha Joon’ atau ‘Childish Ha Joon’… Hahaha!!” kata sang leader disambut anggukan yang lain dan wajah cemberut Ha Joon.

“Aish! Terserahlah itu!” kata Ha Joon kesal lalu pergi ke kamarnya.

“Dia marah?” tanya Jonghyun.

“Nggak tau,” jawab Onew sambil menghentikan tawanya.

“Kamu sih hyung,” sang maknae mulai menyalahkan leader.

“Kok aku?” leadernya tak mau kalah.

“Haaaaah! Udah, malah jadi nyalah-nyalahin!” Minho mulai frustasi, lalu menyusul Ha Joon yang berlari ke kamarnya.

***

“Ponselku mana?” Ha Joon mengacak-acak seluruh kamarnya ketika Minho mengetuk pintu kamarnya.

“Siapa?” tanya Ha Joon sedikit emosi.

“Flaming charisma Minho,” jawab Minho halus.

“Nggak usah pakai embel-embel ‘Flaming charisma’ bisa?”

“Ini aku oppa-mu, Minho,” ralat Minho sekali lagi.

“Aku nggak kenal!”

“Tadi kan udah kenalan?”

“Anggap aja nggak terjadi!”

“Aku mau ngembaliin ponselmu…”

BRAAAK!!

Pintu dibuka dengan kasarnya.

“Mana? Mana ponselku?” tanya Ha Joon tidak sabar.

“Ini,” kata Minho sambil memegang ponsel Ha Joon di tangan kanannya.

“Kembalikan, apa saja yang sudah kalian liat tadi?” tanya Ha Joon sinis.

“Foto… Gambar… Sedikit SMS…”

“AAAAH!! DASAR NGGAK TAU SOPAN SANTUN!!!”

***

“Hai flaming charisma Minho, gimana itu anak?” tanya Jonghyun pada Minho.

“Manis, tapi kasar,” jawab Minho sekenanya.

“AKU TAU KALIAN BICARA APAAAA!!” teriak Ha Joon dari kamarnya.

“Oops~” kata Key sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

“Bling bling handsome Jonghyun pasti bisa!” kata Jonghyun percaya diri.

“Sejak kapan ada embel-embel ‘handsome’ nya?” tanya Taemin polos.

“Sejak ia tidak menemukan kaca yang mau memantulkan bayangan wajahnya,” sahut Key asal, disambut jitakan Jonghyun.

“Aku mau ngomong bentar,” kata Jonghyun sambil mengisyaratkan agar kamera PD tidak masuk.

***

“Annyeong haseyo…” ucap Jonghyun sambil membuka pintu kamar Ha Joon.

“Siapa suruh masuk?” sahut Ha Joon dingin.

“Princess Ha Joon…”

“Idih.”

“Tadi katanya mau dipanggil ‘Princess’?”

“Itu kan tadi.”

“Ya sudah, sekarang maunya dipanggil apa?”

“…Nggak tau.”

“Talking machine Han Ha Joon?”

“Nggak lucuuuu!”

“Haha lucu sekali caramu tertawa~ Gimana kalau smiling Ha Joon?”

Ha Joon mengernyitkan dahi. Tak cukup buruk.

“Gimana? Mau?” tanya Jonghyun.

“…Nggak.”

“Lah?”

“Aku bukan anak kecil bodoh yang mudah saja melupakan hal-hal penting begitu saja.”

Pinter juga nih anak, batin Jonghyun.

“Oke, oke. Kamu maunya gimana sekarang?” Jonghyun menahan emosinya.

“Hmm… Nggak tau…”

“Jalan-jalan?”

“Malam-malam begini? Ogah.”

“Sama SHINee Jonghyun ogah? Baru kali ini liat ada Shawol kayak kamu,” kata Jonghyun sambil tertawa kecil. Ha Joon mengernyitkan dahi.

“Ponselmu,” kata Jonghyun sambil melirik ke arah ponsel Ha Joon.

“Wow, ternyata bukan cuma Minho oppa yang liat, kau juga? How great,” omel Ha Joon lagi.

“Semuanya, kok…” Jonghyun menambahkan. Ha Joon menatap Jonghyun kesal, lalu melempar bantal ke arah Jonghyun

***

Ha Joon’s POV

Masuk ke rumah orang sembarangan, buka-buka ponsel orang tanpa ijin, menyebalkan! Aku tau mereka SHINee, aku juga termasuk SHINee World tapi kenapa pertemuan pertama menyebalkan seperti ini? 😥

Aku juga sedikit ‘kecewa’ melihat Minho yang sebenarnya… Ah! Menyebalkan! Hari ini buruk sekali…

“Ha Joon-ah?”

Suara khas itu membangunkanku dari lamunanku. Bling bling Jonghyun SHINee.

“Jadi?” tawarnya sekali lagi.

“Jadi, tapi nggak mau kalau cuma berdua,” jawab Ha Joon.

“Berenam? Boleh, tapi nggak ada ngambek kayak tadi, arasseo?” kata Jonghyun.

“Ne, ne arasseo. Khaja! :D” jawabku sambil menunggingkan senyumanku, dan SHINee Jonghyun itu pun ikut tersenyum.

***

“Hoaaaahmm… Ngantuk aku. Ha Joon, bentar lagi udah mau tutup taman rianya, ayo pulang…” kata Key oppa padaku.

“Ah, sekali lagi aja! Aku mau boneka yang di sana,” rengekku sambil menunjuk-nunjuk boneka teddy bear besar yang terpampang di salah satu ‘counter’ permainan tembak-menembak.

“Ya ampun Ha Joon-ah, kamu udah dapet lollipop sama boneka teddy bear yang ini, masa mau lagi?” tanya Taemin oppa sambil menunjuk ke arah teddy bear coklat yang aku pegang.

“Ah, tapi aku mau yang lebih besar…” kataku sambil menarik-narik baju Taemin oppa.

“Ne, ne! Ayo kita kesana, tapi kalau nanti nggak dapet nggak apa-apa, ya?” ajak Minho oppa. Aku setuju, lalu dengan digenggam tangan Minho oppa di samping kiri dan Jonghyun oppa di samping kananku, kami berenam pergi ke sana.

“Dasar kau ini, tadinya cemberut dan mukamu mendung, tiba-tiba saja berubah jadi pelangi saat Jonghyun ajak ke sini,” ucap Key oppa padaku. Aku menjulurkan lidahku padanya seperti mengatakan: “Biarin! Weee :P”

Mungkin memang benar, aku si Childish Ha Joon O:)

***

Jonghyun’s POV

Dasar anak ini, banyak maunya. Tapi kalau sudah tersenyum manis juga 😛 Haha, hey Kim Jonghyun! Apa yang kau pikirikan? Dia ini anak kecil, dia masih sangat muda… Dasar otak laki-laki!

Minho selesai menembak, dan kami mendapatkan satu teddy bear besar berwarna putih dengan syal biru di lehernya, dan ia tertawa cukup senang. Aku merasakan detak jantungku dua kali lebih besar, tapi… Ah mana mungkin, kan?

“Ayo naik bianglala!” ajak Onew hyung dengan semangatnya, sementara Key langsung menghentikan langkahnya.

“Tidak, tidak akan pernah. Kau mau aku mati ketakutan, hyung?” tanya Key pada Onew. Oh iya, dia kan phobia ketinggian .__.

“Aku mau!!” teriak Taemin dan Ha Joon kompak. Dasar mereka ini, walaupun age gap mereka 3 tahun tetap saja masih seperti anak kecil.

“Aku juga mau, sih,” ungkapku akhirnya. 4 lawan 1 suara, kurang Minho.

“Aku… Aku mayoritas deh,” kata Minho. Sekarang raut muka Key amat sangat pucat.

“Nggak usah naik kalau takut, Key,” kataku pada Key. Dia menggeleng.

“Masa’ cuma sendirian aku nungguin kalian tertawa pada dongsaeng baru kita ini? Tidak akan, aku juga ikut deh!” katanya. Dasar kunci -_-

“Ayo~~! XD” ucap Ha Joon senang.

***

Author’s POV

“Ha Joon, ayo turun…” kata Jonghyun sambil menepuk pundak Ha Joon yang tengah tidur sambil memeluk bonekanya.

“Hmm…” jawab Ha Joon sekenanya.

“Mas, cepetan dong, mau tutup nih,” omel penjaga bianglala, sementara Key dan Taemin sibuk bawa barang-barang yang didapat di taman ria tersebut.

“Gendong Jong,” usul Onew. Jonghyun menatap hyung-nya tajam.

“Mau bikin skandal, hah?” tanya Jonghyun, masih menepuk pundak Ha Joon.

“Mas, cepetan dong!” omel penjaga bianglala lagi.

“Iya mas, maaf! Ini juga berusaha cepet,” kata Jonghyun. Karena tak ada pilihan lain, ia menggendong Ha Joon yang sedang tidur.

“Minho, bawa gih teddy bearnya dia!” perintah Jonghyun sambil menggendong Ha Joon di punggungnya.

“Eh? Aku?” tanya Minho pada Jonghyun.

“Iya, cepetan deh keburu dimarahin nanti,” kata Jonghyun, “ayo pulang! Khaja!”

Minho memungut teddy bear besar yang terjatuh itu, lalu menatap Jonghyun yang sedang menggendong Ha Joon.

Ini tidak mungkin, tapi Minho tau.

Ia cemburu.

To be continued 🙂

P.S : Hwuaaa.. mian mian mian… *bow 460 derajat* Beneran deh.. sebuah kesalahan teknis… harusnya ini FF udah keluar pas aku cek di LIBRARY belom ada.. terus aku cek di draft ternyata erorrrrr… hwueee… jadi timing nya gak jalan… miaaaannn… pada kelamaan gak nunggunya?? Maaf banget yah ^.^


-Lana-

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^.^

SHINee CRAZY FAMILY

Author : Wiga

SHINee “ CRAZY “FAMILY

Annyeong… HiHiiihiiii ^^

Kali ini saya mencoba untuk membuat FF komedii.. agak garing memang, karena sebagai amatiran saya tak ada bakat untuk bikin FF komedii. oia, karena kekurangan ide, ada beberapa bagian dari cerita ini, saya copas dari blog lain,,

ok deeehhh.. happiii reading…

************************

Disuatu rumah tinggal lah suatu keluarga yang aneh, sangat-sangat aneh..

namun mereka saling menyayangi, keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu dan tiga anak mereka yang beranjak dewasa.

Sang ayah bernama Lee Jinki, adalah sosok ayah yang kurang berwibawa, sehingga istri maupun anak-anaknya kurang menghormatinya sebagai kepala keluarga. dia punya hoby nonton bola dan sabung ayam dan kerap bermain dengan eunyuk tetangganya.

kemudian sang istri tercinta, bernama Kim Kibum, ia berperan layak nya seorang ibu rumah tangga, hoby masak, cerewet, suka marah-marah jika ketiga anak-anaknya melakukan sesuatu yang ia larang.

Lalu mereka berdua mempunyai 3 orang anak laki-laki yang tampan.

Anak pertama mereka bernama Kim Jonghyun, ia anakya  agak agak alay, ( sumpah bahasanya enggak banget deh ) *plakkkkk* Sangat up to date untuk masalah fashion, trend, dan kosakata gaul terbaru.

Karena Jonghyun adalah anak pertama, ia biasanya agak sombong kepada kedua adiknya, selalu berbicara yang berlebihan, sok tau istilahnya.

Anak kedua adalah Choi Minho, ia anak yang pendiam cool, serta menyenangi olah raga. ia suka membela adiknya saat Jonghyun membully adiknya. ( disini yang normal, alias tidak gila hanya minho)

Dan yang terakhir adalah taemin, karena ia paling muda, ia adalah sasaran empuk jonghyun dalam hal menyombongkan diri, dan tampak nya hanya taemin yang mewarisi sifat tulalit dari ayahnya.

Suatu hari hari, sang istri menyuruh Jinki, untuk membelikan vitamin untuk anaknya, Taemin yang sedang masa pertumbuhan.

Kibum  : Abaaang…..

Jinki     : Iyeee Darling…

Kibum  : Tolong beliin pitamin dong buat si taemin.

Jinki     : Ogah!! aye lagi nonton bola..

Kibum  : ABANG!!!! ABANG TEGA BANGET SIH SAMA ANAK!!

Abang kaga liat apa?? anak kite kagak nambah-nambah tingginyeee baaannggg.. segitu-gitu ajeeee. otak nye juga bebel kaya abang…Udeh buruan beliii..

Karena tidak tahan dengan ocehan kibum, maka dengan malas-malasan si Abang Jinki pergi juga ke warung seberang jalan untuk membeli vitamin untuk taemin.

Di Apotik…


Jinki                 : Mpok, aye mo beli vitamin buat anak aye.
Apoteker          : Vitamin A, B atau C, pak?
Jinki                 : Ape aje deh mpok, anak aye blon ngerti hurup kok…!!

Apoteker          : ??@$^&&*^

***************

Suatu hari taemin pulang sekolah dengan muka cemberut. karena penasaran, sang Appa bertanya kepada anaknya tercinta.

Jinki     : Eee, Buset dah ntu bibir…

Taemin: Appa.. garing deh..

Jinki     : Kenape lu ntong.. pulang sekolah manyun…

Taemin: Aye malu Appa..

Jinki     : Malu kenapa si lu ntoooong, pan lu pake baju..

Taemin: Appa!! Appa nih.. geje banget seeeeh, orang anaknya lagi serius ditanggepin becanda mulu!!

Jinki     : Iyeee, iyeee.. Maap, jadi nye kenapa lu ntong, ampe cemberut begini, cerita dong sama appa..

Taemin: Jadi gini appa.. aye maluuu, maluuuu banget appa.. aye diketawain sama temen-temen aye.

Jinki     : Diketawain kenape emangnya ntong.. pan bagus lu bikin orang ketawa, pahala ntong…

Taemin: Bukan begitu Appa, aye malu waktu bu guru nanya sama aye Paris itu letaknye dimane, aye jawabnya salah Appa..

Jinki     : (Serius)Yaelaah begitu doang ntong,,, makanye kalo naroh barang lu kudu inget-inget letaknye dimane.. Ya udeh sini appa bantuin nyari..

Taemin: !$#$%^$&^*^*@$$^

*****************

Suatu hari Jinki sedang asik menonton bola,, Korea lawan Indonesia, disaat lagi seru-serunya Jinki menonton bola, istri nya Kibum berteriak-teriak memanggilnya.

Jinki     : YYAAAAAAA!! GOOOOOLLLLLL…. Aaaaaaaaah pake off side lagi..

Kibum  : ABAAAANGGGG!!!!!

Jinki     : Apeeh

Kibum  : Tulungin aye dong baaang…

Jinki     : Ogah!! Aye lagi sibuk!!

Kibum  : YYeee Abang sibuk ngapain siih emangnye..

Jinki     : …………

Kibum  :ABANG!! Lampu teras mati, bohlam nya putus, tolong gantiin sama yang baru dong bang…!

Jinki     : Masang Lampuuuuuu…??? Lu kira Aye PLN apah?? OGAH!!

Dengan cemberut kibum pergi meninggalkan Jinki yang masih asik menonton bola..

5 menit kemudian….

Kibum  : AABBAAAANNG!!

Jimki    : Ape lagi siih!! Lu ganggu aje aye lagi nonton bola..

Kibum  : Kalo abang kagak mau masang bohlam, tolong deh benerin keran aer!! Noh aer luber-luber sampe banjir dikamar mandi!!!

Jinki     : Benerriiinnn Kerrraaaan??? Lu kira gue PAM apeee?? OGAHH!!!

Kibum kembali pergi meninggalkan Jinki dengan muka kesal menahan emosi.

5 Menit kemudian…..

Kibum  : AABBBAAAAANGG!!!!

Jinki     : EEttt dah ni bini satu!! ganggu aja sih!!

Kibum  : Tolongin beli minyak dong ke warung.. Minyak tanah abis, aye mau masak buat anak-anak, bentar lagi mereka pulang sekola..

Jinki     : Beelii Miiiinyyaaak??? Emang Lu kira gue PERTAMINEEE apaaa?? OGAH!!!

Kibum  : AABBBAAAAAANGGG!!!!!

karena tidak tahan dengan ocehan istrinya, Jinki segera pergi kerumah eunyuk, tetangganya untuk menonton bola disana.

Dua jam kemudian, Jinki pulang.

Ia heran ketika pulang, lampu bohlam yang mati sudah digantikan dengan yang baru, keran air rumah  sudah berhenti sehingga air tidak luber kemana-mana, dan makanan sudah siap, ketika ia ke dapur mengecek kompor, kompornya juga sudah penuh minyak tanah full tank.

Karena heran ia bertanya kepada istrinya yang sedang asik mencari kutu dirambut taemin.. * PLAKKKKKKK *

Jinki     : Darliinggg…

Kibum  : Ape bang..

Jinki     : Lu minta tolong sama siape.. semuanye udah bener, udeh rapih..

Kibum  : ( Dengan suara kegenitan ) Gini loh bang.. tadi pas abang minggat kerumah si kunyuk, Abang HeeChul lewat, pan aye lagi nangis ngeraung-raung di teras noh, trus dia dateeng nyamperin aye bang.. aye bilang aje abang minggat pas aye lagi minta tolong sama abang. Trus abang heechul nawarin mau di tolongin ga?? tapi ade syaratnye..

Jinki     : HAAHHH??? Kok pake syarat segala?? emang apaan dar syarat nyee..

Kibum  : Syarat nya bisa pilih, mau bikinin dia roti, ape kasih si jalu, ayam abang..

Jinki     : TRUS?? LU BIKININ DIA ROTI KAAAAN DAAARRR???

Kibum  : BIIKIIIN ROOTIIIII ???? Emang abang kira aye HOLLAND BAKERY appeeeeeee????????

Jinki     : !@#$%^*&(*%^#$^#$^#^$@&

********************

Suatu hari, Jonghyun baru pulang dari liburan ke Korea, dengan pongah ia menyombong kepada taemin.

Taemin : Hyung!!Itu rambut hyung kenapa??Kok depannya ada warna kuning nya??

Jonghyun          : Aduh Taem, PLISS DECHHH.. ini tuuu dikorea lagi trendd..udik banget sih..

Taemin : Ohhh.. Gitu.. Cerita dong hyung tentang korea, aye kan penasaran..

Jonghyun          : Korea tuh DAEBAK taem!! semuanya bersih, rapih, orangnya keren-keren. Indonesia mah kaallaaaaaaaaaaaaaah jauuuuuuuuuuhhh….

Taemin : Wahh keren hyung!! DEBAK itu artinya apa hyung??

Jonghyun          : Daebak taem, bukan debak!! Daebak artinya tuh The best!!

Taemin : OOOOhhhh yaaa yaaa… Waaahh hyung hebat.. hyung bisa bahasa korea apa lagi hyung?? (Polos)

Jonghyun          : Yaaiiyaaalaaaah hyung bisa, nih contohnya:

(Apa Kabar = Annyeong Haseyo)        (Sampai jumpa = annyeong)

(Kurang ajar= Mon Nyong)                  (Enggak Lurus= Men Chong)

(Pria dandan= Bhen Chong)                  ( Tiba-tiba= She Khonyong-khonyong)

(Ga Punya Duit= Nho Dhong)   (Pengangguran= Nhong Krong)

(Belanja= Bao Rong)                            (Merampok= Cho Long)

(Saringan Botol= Chooo Rong) (Jual Mahal= Gheng Xi Dong)

(Ngelamun= Bae Ngong)

Taemin : ( Mengangguk-angguk ) Wahhh hyung Hebaaattttt….

Jonghyun          : Masih ada lagi nih…

(Mobil Mogok = Dho Rong Dhong)      (Lapangan Luas= Park King Lot)

(Pantat gatal-gatal=Che Bok Dong)      (Nasi dibungkus daun pisang = Lon Thong)

(Masih muda=Bae Rhon Dhong)           (Pantat gatal= Gha Ruk Dhong)

(Sendok gede= Chen Thong)                (Celana Sobek=Boo Long)

(Kepala Botak= Kin Clong)                  (Lagi menyanyi= Mhe Loo Lhong)

(Orang hitam= Gho Syong)                   (Bibir Lu=Moo Nyong)

(Berbulu= Ghe Ran Dhong)                  (Jongkok dipinggir kali= Bhe ol dhong)

Taemin : Waaaaahhh Hyung… HEBATTTT

!!#$!%&^*#^*$@*$@*$^*^*

**********************

Suatu Hari di sekolah Taemin…

Lee Teuk adalah wali kelas Taemin, orang nya sangat mata duitan, Suatu hari Lee Teuk memaksa seluruh muridnya untuk melakukan foto bersama. Keesokan harinya, Lee Teuk membujuk seluruh muridnya untuk membeli foto yang telah ia cetak, tiap anak satu foto.

Lee Teuk          : Anak-anak.. ini fotonya wajib beli ya.. satu anak satu foto.. satu fotonya 25.000.. Murah kan..

Murid               : Enggaaak Pak guru…

Lee Teuk          : Kenapa enggak.. Kemurahan yaa?? Ya sudah.. Bapak naikin jadi 50.000 yaaaaa..

Murid               : Kok malah makin mahal pak??

Lee Teuk          : Kalian seharusnya membeli foto ini, mumpung seluruh teman kalian disini lengkap..

Murid               : (Diam)

Lee Teuk          : (Berpikir keras membujuk murid-muridnya agar mau membeli foto)

Lee Teuk          : Foto ini akan memeberikan kenangan yang manis.. Suatu hari.. 20 tahun kemudian, ketika kalian sudah besar-besar dan melihat foto ini, saya yakin kalian akan senang..

Murid               : (Diam)

Lee Teuk          : Coba bayangkan.. 20 tahun lagi saat kalian melihat foto ini, pasti kalian berkata,,, “ Oh ini si ucup.. Sekarang dia udah jadi dokter”,, “ Ya Ampuun.. ini kan si Lana.. Sekarang dia jadi Artis sinetron”,,,,, “ Waahh.. ini si Zika sekarang jadi novelis”,,,, “ ini kan Taemin.. Sekarang dia jadi sopir kopaja…”

Merasa tidak terima dengan perkataan gurunya Taemin pun nyeletuk keras.

Taemin : WAAHHH.. YANG INI PAK GURU LEE TEUK.. SEKARANG SUDAH MENINGGAL..

Murid               : INNALILLAHII………..

!@#$$%^&*(^&*$^*

*********************

Suatu hari dirumah eunyuk,,

Karena istrinya sedang arisan, iseng-iseng Jinki main ke rumah sobatnya, eunyuk..

Saat itu eunyuk sedang memandikan ayam nya. Si Koneng.

Jinki     : Waah.. makin hari si koneng makin cakep ya nyuk…

Eunyuk: YYOOII BRAYY.. Ayam gue gitu lohh..

Jinki     : Gileee….

Tiba-tiba ayam eunyuk, Si Koneng Berkokok..

Eunyuk: Jinki..  Lu liat deehh matanye…

Jinki     : Matanye merem.. kenape bang?? Biasa kali bang begitu..

Eunyuk: Aye tau Matanye merem… Cuma heran aje, kenapa kalo ayam bekokok kok matanye merem..

Jinki     : Yaaa terang aje tuh ayam mereeemmm.. pan die udah apal teks nye…

Eunyuk: !@#$%%^%&%@$%@!#$

********************

Suatu hari..

Makanan ayam  dirumah jinki sudah habis.. Si Jinki kebingungan karena warung langganan tempat ia biasa membeli makanan ayam tutup.

di daerahnya ada satu warung lagi, namun karena yang punya warung orang nya galak, Jinki enggan membeli diwarung tersebut.

Jinki     : NTOOONGGGGG!!!!!!!

Taemin: Apaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!

Jinki     : Kemari buruan..

Taemin: Ade ape sih.. aye kan lagi maen PS ma abang Minho, Appaaa..

Jinki     : Yaeelaaah ntong.. Gih lu ke warung beli makanan ayam..

Taemin: OGAH AH.. Appa ajee..

Jinki     : Ettt dah ni bocah satu.. ntar duit kembaliannya buat lu ntong..

Taemin: Bener ni appa??

Jinki     : Iyeee buruan cepet, ntar ayam gue keburu matiiiii…

Taemin berjalan ke warungnya mpok mincha, tapi berhubung warung mpok mincha tutup, taemin akhirnya pergi ke warung bang Kang In (orang batak ).

Taemin: Misi bang… Jual makanan ayam kagak bang..??

Kang in: Tidak.. awak tak jual barang-barang macam itu dek…

Taemin: oh iye bang.. makasih yee bang..

5 Menit kemudian..

Taemin: Maap bang.. Jual makanan ayam kagak bang..??

Kang in: Macam mana!! udah awak bilang, awak tak jual barang macam begituan dek!!!

Taemin: Ohh iya bang.. makasih yeee bang..

10 menit kemudian..

Taemin: Bang.. aye mau beli makanan ayam, ade kagak bang??

Kang in: SUDAH AWAK BILANG AWAK TAK JUAL MAKANAN AYAM DI WARUNG AWAK…!! AWAK TAK JUAL!! DAN TAK AKAN PERNAH JUAL!! SEKALI LAGI KAU TANYA MACAM ITU,, AWAK PAKU KAKI KAU KE LANTAI..!!!!

1 jam kemudian ( Taemin belum kapok juga, ia masih datang..)

Taemin: Bang ade martil kagak bang..??

Kang in: KAGAK!!

Taemin: Kalo paku ade kagak bang..??

Kang in: KAGAK!!

Hening sejenak….

Taemin: Ada makanan ayam ga bang??

!@#$%^%$@#$@!#$!@#$@

**********************

(bagian  ini terinspirasi dari lana)

^^

karena taemin gagal mendapatkan makanan ayam, esoknya ayam jinki yang bernama Bejo hilang entah kemana, si jinki stress lantaran udah gak punya ayam lagi.

Kibum  : Abang.. udeh bang.. ikhlasin aje.. pan Cuma ayam..

Jinki     : Lu enak ngomong ” kan Cuma ayam..”  kagak ngetiin banget sih perasaan aye..

Kibum  : yeee abang sewot.. udeh ahh aye mau nyuci baju dulu.. aye sumpahin biar ayam abang kagak balik!!!

Jinki     : Darling, lu jangan begitu dong sama aye.. waktu si Jalu lu kasih ke heechul gue udah ikhlas.. udeh ikhlas banget malah dar, gw tau itu salah gw kagak mau bantuin lu.. jangan disumpahin dong si bejonya.. kasian kan dia luntang lantung di jalan..

Kibum  : Ikhlas apanye yang ikhlas, orang besoknye abang curi lagi tuh si Jalu, iye kan!! Subuh-subuh abang ngendap-ngendap ke rumah nya hee chul ber dua sama si kunyuk pake sarung, trus ke gep sama hansip, diteriakin maling ayam, dikejar warga sekampung, ngumpet di comberan, pulang-pulang badan pade panuan… siapa yang malu bang?? aye! siapa yang susah bang?? aye! pokoknya aye sumpahin tuh ayam kagak balik.

Jinki     : Darling.. Lu tega banget dar,, sama gueeeeeee….. BEJOOOOO balik napa lu..

Kibum  : Bejo lagi, bejo lagi.. ni bang denger ye,, ampe tuh ayam balik, bakalan aye goreng tuh ayam buat makan malem..

Jinki     : Darling.. emang lu yee kejem banget..

Kibum  : I don’t care ee ee eee… I don’t care ee..ee..ee…..

setengah jam kemudian..

Jinki masih terbengong-bengong meratapi ayam nya yang hilang tiba-tiba jonghyun datang.

Jonghyun : BOS.. BOS.. BOS.. BOS… BOSAAAAN…..

Jinki : Eh.. Ntong.. ngapain lu ngomong kepotong-kepotong gitu?? Kesambet lu ntong???

Jonghyun : YO,, YO,, YO,, What’s up DAD??

Jinki : Wah ni anak beneran kesambet..

Jonghyun: K to the E to the N to the A To the PA DADDY?? Kenapa Daddy your face begitu murung??

Jinki : Dedi?? lu ngomong apa si ntong?? kagak ade bahasa lu yang gw ngerti?? Busett jangan- jangan beneran lu kesambet..

Jonghyun: YO.. Dad, Listen.. Ke ke kenapa D,d,dDaddy.. Mur mur mur Murung.. Ha Ha Habis Berantem Yee Sa sa sama mommy..

Jinki : * berpikir ( ya ampun beneran nih anak aye kesambet..  kayanye kesambet setannye si  Dedi, Oh iye.. Pan si Dedi belum empat puluh hari matinye.. pantesan masih gentayangan,, mana si dedi mau berantem lagi sama mumi mesir.. aduh kasian anak gw..)

Tiba-tiba Jinki berdiri dan langsung menyiram Jonghyun dengan segelas kopi yang ada di depan nya.

BYURRRRRRRRRRRRRRR….

Jinki : PERGI LU DEDI!!! Jangan ganggu anak gue!! ( sambil komat-kamit baca doa)

Jonghyun : AAIIIISSHHHH!!! APPA!! Apa-apan sih nyiram aye??

Jinki : Alhamdulilleeeee.. akhirnya si dedi pergi juga.. Ntong.. Lu kagak nape-nape kan ntong?? tadi lu kemasukan setan nye si dedi ntong..

Jonghyun : KEMASUKAN APE?? SI DEDI?? KEMASUKAN AER IYEEE!!! ( sambil mengusap-usap mukanya yang basah kena air kopi )

Jinki : Kemasukan setan nye si dedi.. lu emang kagak ngerasa ntong?? tadi lu ngomong megap- megap ntong kaya orang kesurupan, appa dengernye si dedi mau tawuran sama mumi..

Jonghyun : AAHHH!! Itu bukan kesurupan Appa!! Aye lagi belajar NGE RAP!! NGE RAP..!! Ahh Appa kalo stress gara-gara si bejo ilang, jangan bawa-bawa aye donk!!

Mana pake nyiram kopi lagi.. untung kagak panas coba kalo panas!!

Jinki : Apee.. belajar nge rap.. Maap ntong.. appa kagak tau lo belajar nge rap..

Jonghyun : AU AHHHHHH!!!

kemudian jonghyun pergi meninggalkan jinki yang masih kebingungan.

Tiga puluh menit kemudian..

Taemin datang..

Taemin : Appa.. Bagi duit dong..

Jinki : Kagak ade..

Taemin : Appaaaaaaaaa…. Pelit banget siiiii!!! Bagi duit..!!! ( merengek )

Jinki : Kagak ade.. dibilangin kagak ade juga!!

Taemin : AAAHHHH Appa Boong.. Yaudeh nanti aye bilangin umma, kalo appa punya rencana maling ayam lagi.

Jinki : Eehhhh, Dasar lu yee kecil-kecil pengeretan.. mirip banget sama umma lo ntoooong..

Taemin : Makanye bagi duit!!

Jinki : Nih…!!!

Taemin : YAELLAAAAAAH Cuma lima rebu.. Kagak mau!! ni aye balikin.. Biar aye ngomong aje sama umma..

Jinki : Emang dasar lu ye.. ( Akhirnya jinki memeberi taemin uang 50.000 )

Taemin : Nah gitu donk.. by the way, anyway, busway, … alaaah… appa kenape sih murung ajeeee??

Jinki : Gara-gara lu nih semuanya ntong.. hidup gue jadi begini..

Taemin : Kok gara-gara aye si appa?? orang aye baru dateng..

Jinki : Iye.. gara-gara lu kagak beliin makanan ayam buat si bejo makanya sekarang si bejo pergi.. OOAALLLAAAHH BEJOOOO….

Taemin : Yeee jadi aye yang disalahin.. ( sambil diam-diam pergi meninggalkan appa nya..)

Tinggalah jinki sendiri meratapi nasibnya..

Jinki : Hey.. my BEJO..        Love.. Yes BEJO     Stay…. Mwol Jalmotaenni I I was blind

Yo.. so many nights i wonder why, what can i do to make it right, everything will be allright, so BEJO plis tell me why…

BBEEEEEEEEEJJJJJJJJOOOOOOOOOOOOO

********************

OK sekian cerita dari saya.. kalo garing.. mohon maaf..hihihihihiiiiiiii… ^^

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For Namja Shawol.. Don’t be shy or lazy to write a comment please
  • BUAT YANG PUNYA WORDPRESS… LIHAT DI PALING ATAS ADA BUTTON LIKE SAMA LAMBANG BINTANG… TOLONG DI KLIK KALAU KALIAN SUKA SAMA FF NYA ^.^.. SUPAYA AUTHORNYA TAHU SEBERAPA BANYAK YANG SUKA FF MEREKA.. GOMAWO

SHINee Hello Dongsaeng – Part 1

SHINee: Hello Dongsaeng~! (Part 1)

Title: SHINee: Hello Dongsaeng~!

Author: Cythia a.k.a Han Ha Joon

Casts: Han Ha Joon, SHINee, KBS TV crews

Genre: Romantic, Family, Friendship, Humor

Rating: Err… PG-13 to PG-15? :/

Length: Series ~ 😀

Summary: SHINee got a new program where they have to take care of 13-going-to-14 girl named Han Ha Joon. Ha Joon was a fan to Minho, but silently Jonghyun loved her…

***

KBS TV, 10 Juni 2010—04.00 KST

“Akhirnya~ Akhirnya kita selesai juga! Ah aku rindu dorm~” teriak Taemin di luar KBS TV.

“Ya! Jangan teriak-teriak Taem… Malu tau, norak!” Key mulai ngomel-ngomel, sementara Taemin cuma manyun.

“Ne, hyung~” jawab Taemin.

“Lah? Kok…” tiba-tiba Jonghyun menghentikan langkahnya sambil menunjuk-nunjuk tempat parkir.

“Apa Jong?” tanya Onew heran.

“Kok mobil kita nggak ada hyung!?” tanya Jonghyun panik. Semua member SHINee langsung kelabakan nelpon manajernya.

“Halo? Hyung, manajer hyung? Ya ampun hyung… Di mana kamu? Eh? Apa? Program baru? Bis? Apa sih? Hyung, aku nggak ngerti… Halo? Hyung!? HALO!?” Onew teriak-teriak sendiri di teleponnya.

“Gimana hyung?” tanya Minho sambil menghampiri Onew, disusul yang lain.

“Jadi tuh kita ada program baru…”

“Heeee?”

“Kok aku nggak tau?” tanya Key, disusul yang lainnya.

“Terus, hyung?” tanya Minho lagi.

“Katanya bentar lagi ada bis yang mau jemput kita…” lanjut Onew lemas.

“Ya ampun, serius nih?” tanya Jonghyun lagi.

“Serius, duarius malah,” sahut Onew.

Dan saat itulah sebuah bis melaju menghampiri mereka…

***

“Aku pulang!” teriak seorang gadis sambil mencopot sepatunya sambil melempar rompi seragam sekolahnya, lalu meletakkan tasnya sembarangan dan kemudian mencari sesuatu di lemari es.

“Pesan? Dari… Eomma?” gumam gadis itu sambil menarik selembar kertas yang tertempel pada pintu lemari es.

Ha Joon-ah…

Eomma dan appa pergi bulan madu sebulan ke Eropa, dan kami telah mengutus beberapa pengasuhmu… Yah, anggap saja sebagai kakakmu.

Untuk makanan belanja sendiri di supermarket ya? Bawa saja kartu kredit eomma, ada di tempat biasa. Patuhi kakakmu yang baru, jangan membantah, jangan online malam-malam dan jangan lupa sikat gigi sebelum tidur. Arasseo?

Eomma ^^

“ANDWAEEE!! EOMMA! AAAARRGGH!!” teriak gadis yang bernama Ha Joon itu, lalu segera pergi ke kamarnya sebelum ia menemukan catatan lain di bawahnya: ‘Jangan terkejut melihat pengasuhmu!! Kau perempuan.’

***

“Keluarga Han?” gumam Jonghyun sambil menunjuk papan nama dari sebuah rumah yang terlihat berkecukupan, kemudian salah seorang kru TV memberikan sebuah kunci kepada Jonghyun.

“Darimana kau mendapatkan ini?” tanya Jonghyun heran, dan kru tersebut cuma mengangkat tangannya.

“Ah, terserahlah itu!” Key mulai emosi dan menyambar kembarannya (baca: kunci -_-) lalu membuka pintu dari rumah tersebut.

“Selamat siang~” teriak SHINee begitu masuk ke dalam rumah.

“Kok nggak ada jawaban?” tanya Taemin.

“Masuk aja deh!” Minho mulai masuk ke dalam rumah.

“AH! YA AMPUN!!” teriak Key tiba-tiba sampai Onew ikutan menjerit karena kaget.

“Apaan sih!” omel Jonghyun pada Key.

“Liat nih, berantakan banget! Ya ampun, ini kan rompi cewek? Jorok banget!!” kata Key sambil mengangkat rompi tersebut, sementara yang lain sibuk melihat-lihat ruangan lainnya.

“Ponsel?” gumam Minho tiba-tiba, lalu mengambil ponsel tersebut.

“Mana, mana?” tanya Taemin antusias. Minho mulai mengutak-atik ponsel tersebut, lalu masuk ke dalam folder gambar, album kamera dan musik sampai mereka menyadari…

“WHOAAAA!!” teriak Minho dan Taemin bersamaan.

“Apa, ada apa? Ada bom? Ada gambar 17+?” tanya Jonghyun sambil menghampiri Taemin dan Minho.

“Hush! Ngawur!” sahut Onew, dan sekarang 5 member SHINee mengerubungi ponsel yang dipegang Minho. Mereka semua terkejut melihat gambar-gambar dari ponsel tersebut.

“Astaga, ya ampun, demi Tuhan!” sebut Key, disusul Jonghyun.

“Waaish! Jiplak aja!” amuk Key, dan Jonghyun cuma tersenyum jahil.

“Ya ampun, dia…” kata Onew tertahan.

“SHINee World!! Dan… FLAMES!?”

“Liat album kameranya! Aku mau tau orangnya!” sahut Jonghyun, dan Minho pun mulai mengutak-atik ponsel tersebut kembali.

“Whoa…” gumam mereka setelah melihat-lihat foto dari si empunya ponsel.

“Lumayan, umurnya berapa sih? 15?” tanya Onew (author narsis)

“Haaa? 13!? Oh, bulan Juli 14? Ya,ya, ya…” sahut Taemin setelah mendengar penjelasan dari kru TV.

“Rambutnya ikal, lumayan juga. Wajahnya imut kok, terus juga selera fashionnya lumayan,” komentar Key (author lagi kumat, maaf ya)

“Kayaknya Minho shock, ya?” tanya Taemin pada Minho.

“Emm… Begitulah ._.” jawab Minho singkat.

“Lumayan loh Ho~~~” goda Jonghyun.

“Hyung, apaan sih?” sahut Minho kesal.

***

“Aku pulang~ Hujannya turun deras…” gumam Ha Joon sendiri sambil mengusap-usap tangannya yang kedinginan, dan tiba-tiba ia mendengar suara berisik dari ruang tengah. Seingatnya, ia tak mengundang seorangpun di sana, kecuali…

Maling.

Dengan payung yang ada di tangannya, ia mengendap-endap menuju ruang tengah dan…

“MALIIIING!!”

“AAAAAHH!!”

“Loh? Kamu siapa?” tanya Key sambil menunjuk Ha Joon.

“Kamu yang siapa! Eh…? SHINee!?” jerit Ha Joon, dan payung yang digenggamnya terlepas begitu saja.

“Ekspresimu kenapa sih? Kayak baru liat hantu, kita kan ganteng,” ucap Jonghyun pede.

“EOMMA~~!!!”

To be continued~

Maaf ini FF pertama saya, maaf kalo jelek *bowed*

Sebenernya sih ini terinspirasi dari SHINee Hello Baby sama Infinite yang You’re My Oppa~

Hahaha fail banget ini, maaf kalo kurang ngena ya~! u.u *bowed again*

Kamsahamnida buat admin yang mau publish sama yang mau baca 😀