Category Archives: Thriller

Untuk jenis ini lebih focus pada emosi para pembaca, beda dari mystery yang lebih focus pada pemecahan masalah. Biasanya adegannya di penuhi kejutan dengan alur cepat dan melibatkan ancaman fisik karakter. Beda juga dari angst yang lebih focus pada siksaan, alur ini lebih focus dengan bagaimana cara karakter melalui berbagai ancaman tersbeut.

Hellowen’s Show – Chapter 2

Tittle : Hellowen’s Show

Author : Sacreta [karenagatha (Chapter 1), yessicamariesta (Chapter 2), Ayu Wandira ♥ (Chapter 3)]

Rating : NC 17+

Genre : Comedy, Romance, Horror/Thriller

Length : Chapters/Parts

Main Cast : Onew (SHINee) as Sutradara, Key (SHINee) as Penulis Skenario, Taemin (SHINee) as Fotografer/Kameramen, Han Yeon Rin (Karen), Park Seo Yeon (Yessica), Lee Mu Shi (Ayu)

Support Cast / Other Cast : Minho (SHINee) as Produsen, Jonghyun (SHINee) as Penata Rias/Tukang Make Up, Hero (TVXQ) as Asisten Produser, Eunhyuk (Super Junior) as Editor, Heechul (Super Junior) as Perancang Pakaian, Shindong (Super Junior) as Asisten Kameramen, Ryeowook (Super Junior) as Penata Musik, Kim Se Ra as Asisten Sutradara, Choi Min Na as Desainer Produksi

Disclaimer : We don’t own Korean Artist, they belong to their artist management. We just own Han Yeon Rin, Park Seo Yeon, Lee Mu Shi, Kim Se Ra (request) and Choi Min Na (request). Everything that happens in this story is just fanfiction. If there is equality of names and events, is just a coincidence. (Kami tidak memiliki Artis Korea, mereka milik manajemen artis mereka. Kami hanya membuat Han Yeon Rin, Park Seo Yeon, Jung Eun Ah, Kim Se Ra (permintaan) and Choi Min Na (permintaan). Segala sesuatu yang terjadi dalam cerita ini hanya Fanfiction. Jika ada kesamaan nama dan peristiwa, hanyalah kebetulan.)

Publish : SF3SI  and Wonder Fanfiction

Author’s Note : Annyeong Haseyo, chingu, kembali dengan saya Karen si petualang FF *gk nyambung?* Kalian tau kan? Sapa diriku? *sapa? Gk kenal..* Saya ini ya orang lah, masa setan *plak*, ok kembali utk nyambung, saya ini menulis ff biasanya sendiri, tp skrg berkolaborasi dgn beda 1 tahun semua, ada yg lebih tua (eonni Yessica), ada yg lebih muda (dongsaeng Ayu), hoho.. dan nama kelompok kita adalah Sacreta (ShAwol CREaTive and Active).. jd skrg, mohon di baca ff pertama dari kami, gamsahamnida.. 😀 (from : karenagatha)

baiklah, aku kembali dengan new ff. hehehehehe. Oya, Ini pertama kalinya aku buat ff horror & thriller lo. Sebelumnya aku belum pernah buat ff genre kayak gini. Oya, partner aku Karen sama Ayu. Si ayu rencananya buat part terakhirnya. Oke, disini aku buat prolognya dulu. Biar tahu pendapat para reader. Oya, satu lagi, ff ini juga bakal di publish di sf3si dan wonderfanfiction.

HAPPY READING^^

JANGAN LUPA COMMENT !! (from : yessicamariesta)

Jangan buang2 wkt untk bca, ini, tp gak komen! (from : Ayu Wandira ♥)

Hellowen’s Show

Chapter 2 Continue reading Hellowen’s Show – Chapter 2

Hellowen’s Show – Part 1

Tittle : Hellowen’s Show
Author : Sacreta [karenagatha (Chapter 1), yessicamariesta (Chapter 2), Ayu Wandira ♥ (Chapter 3)]
Rating : NC 17+
Genre : Comedy, Romance, Horror/Thriller
Length : Chapters/Parts
Main Cast : Onew (SHINee) as Sutradara, Key (SHINee) as Penulis Skenario, Taemin (SHINee) as Fotografer/Kameramen, Han Yeon Rin (Karen), Park Seo Yeon (Yessica), Lee Mu Shi (Ayu)
Support Cast / Other Cast : Minho (SHINee) as Produsen, Jonghyun (SHINee) as Penata Rias/Tukang Make Up, Hero (TVXQ) as Asisten Produser, Eunhyuk (Super Junior) as Editor, Heechul (Super Junior) as Perancang Pakaian, Shindong (Super Junior) as Asisten Kameramen, Ryeowook (Super Junior) as Penata Musik, Kim Se Ra as Asisten Sutradara, Choi Min Na as Desainer Produksi
Disclaimer : We don’t own Korean Artist, they belong to their artist management. We just own Han Yeon Rin, Park Seo Yeon, Lee Mu Shi, Kim Se Ra (request) and Choi Min Na (request). Everything that happens in this story is just fanfiction. If there is equality of names and events, is just a coincidence. (Kami tidak memiliki Artis Korea, mereka milik manajemen artis mereka. Kami hanya membuat Han Yeon Rin, Park Seo Yeon, Jung Eun Ah, Kim Se Ra (permintaan) and Choi Min Na (permintaan). Segala sesuatu yang terjadi dalam cerita ini hanya Fanfiction. Jika ada kesamaan nama dan peristiwa, hanyalah kebetulan.)
Publish : SF3SI (https://shiningstory.wordpress.com) and Wonder Fanfiction (http://wonderfanfiction.wordpress.com)
Author’s Note : Annyeong Haseyo, chingu, kembali dengan saya Karen si petualang FF *gk nyambung?* Kalian tau kan? Sapa diriku? *sapa? Gk kenal..* Saya ini ya orang lah, masa setan *plak*, ok kembali utk nyambung, saya ini menulis ff biasanya sendiri, tp skrg berkolaborasi dgn beda 1 tahun semua, ada yg lebih tua (eonni Yessica), ada yg lebih muda (dongsaeng Ayu), hoho.. dan nama kelompok kita adalah Sacreta (ShAwol CREaTive and Active).. jd skrg, mohon di baca ff pertama dari kami, gamsahamnida.. 😀 (from : karenagatha)
baiklah, aku kembali dengan new ff. hehehehehe. Oya, Ini pertama kalinya aku buat ff horror & thriller lo. Sebelumnya aku belum pernah buat ff genre kayak gini. Oya, partner aku Karen sama Ayu. Si ayu rencananya buat part terakhirnya. Oke, disini aku buat prolognya dulu. Biar tahu pendapat para reader. Oya, satu lagi, ff ini juga bakal di publish di sf3si dan wonderfanfiction.
HAPPY READING^^
JANGAN LUPA COMMENT !! (from : yessicamariesta)
Jangan buang2 wkt untk bca, ini, tp gak komen! (from : Ayu Wandira ♥)

Hellowen’s Show
Chapter 1 Continue reading Hellowen’s Show – Part 1

Hellowen’s Show Prolog

Tittle : Hellowen’s Show

Author : Sacreta [karenagatha (Chapter 1), yessicamariesta (Chapter 2), Ayu Wandira ♥ (Chapter 3)]

Rating : NC 17+

Genre : Comedy, Romance, Horror/Thriller

Length : Chapters/Parts

Main Cast : Onew (SHINee) as Sutradara, Key (SHINee) as Penulis Skenario, Taemin (SHINee) as Fotografer/Kameramen, Han Yeon Rin (Karen), Park Seo Yeon (Yessica), Lee Mu Shi (Ayu)

Support Cast / Other Cast : Minho (SHINee) as Produsen, Jonghyun (SHINee) as Penata Rias/Tukang Make Up, Hero (TVXQ) as Asisten Produser, Eunhyuk (Super Junior) as Editor, Heechul (Super Junior) as Perancang Pakaian, Shindong (Super Junior) as Asisten Kameramen, Ryeowook (Super Junior) as Penata Musik, Kim Se Ra as Asisten Sutradara, Choi Min Na as Desainer Produksi

Disclaimer : We don’t own Korean Artist, they belong to their artist management. We just own Han Yeon Rin, Park Seo Yeon, Lee Mu Shi, Kim Se Ra (request) and Choi Min Na (request). Everything that happens in this story is just fanfiction. If there is equality of names and events, is just a coincidence. (Kami tidak memiliki Artis Korea, mereka milik manajemen artis mereka. Kami hanya membuat Han Yeon Rin, Park Seo Yeon, Jung Eun Ah, Kim Se Ra (permintaan) and Choi Min Na (permintaan). Segala sesuatu yang terjadi dalam cerita ini hanya Fanfiction. Jika ada kesamaan nama dan peristiwa, hanyalah kebetulan.)

Publish : SF3SI (https://shiningstory.wordpress.com) , wonderfanficion (http://wonderfanfiction.wordpress.com)

Author’s Note : Annyeong Haseyo, chingu, kembali dengan saya Karen si petualang FF *gk nyambung?* Kalian tau kan? Sapa diriku? *sapa? Gk kenal..* Saya ini ya orang lah, masa setan *plak*, ok kembali utk nyambung, saya ini menulis ff biasanya sendiri, tp skrg berkolaborasi dgn beda 1 tahun semua, ada yg lebih tua (eonni Yessica), ada yg lebih muda (dongsaeng Ayu), hoho.. dan nama kelompok kita adalah Sacreta (ShAwol CREaTive and Active).. jd skrg, mohon di baca ff pertama dari kami, gamsahamnida.. 😀 (from : karenagatha)

baiklah, aku kembali dengan new ff. hehehehehe. Oya, Ini pertama kalinya aku buat ff horror & thriller lo. Sebelumnya aku belum pernah buat ff genre kayak gini. Oya, partner aku Karen sama Ayu. Si ayu rencananya buat part terakhirnya. Oke, disini aku buat prolognya dulu. Biar tahu pendapat para reader. Oya, satu lagi, ff ini juga bakal di publish di sf3si dan wonderfanfiction.

HAPPY READING^^

JANGAN LUPA COMMENT !! (from : yessicamariesta)

Jangan buang2 wkt untk bca, ini, tp gak komen! (from : Ayu Wandira ♥)

©2010 SF3SI, Freelance Author.

Onew P.O.V

Kegagalan bukanlah dari segalanya..

Tetapi mengapa dia selalu memperolokku, bahwa aku ini tak sepantasnya menjadi seorang sutradara? Tak semestinya dia sebagai produser bersikap ketus terhadapku.

Ya, kuakui aku Onew, sutradara yang hampir gagal alias bangkrut. Tetapi, aku masih memiliki kesempatan untuk mewujudkan keberhasilanku. Setelah aku mengatakan itu, akhirnya aku diberi kesempatan selama satu bulan harus berhasil. Kalau tidak, aku bakal dinyatakan sutradara yang gagal. Dalam hitungan detik, sangat berarti buatku. Selalu aku memikirkan bagaimana cara aku menjadi sukses besar. Hingga akhirnya, Key – temanku yang seorang penulis skenario, memberikan ide bahwa, aku diminta untuk membuat sebuah acara reality show (karena katanya, akhir-akhir ini acara reality show sedang laris) yang berbeda dari yang lain.

 

Han Yeon Rin P.O.V

Kehidupan ini selalu diliputi dengan penderitaan. Aku Han Yeon Rin, seorang mahasiswa yang juga bercita-cita menjadi seorang penyanyi. Keluargaku selalu ditimpa masalah. Entah umma yang suka mabuk-mabukan ataupun appa yang selalu menghabiskan uang untuk berjudi. Kehidupanku seperti diambang kehancuran. Akhirnya,  aku memutuskan untuk tetap melanjutkan hidup ini. Untung ada kedua sahabatku yang selalu mendampingiku dikala aku sedang rapuh. Ya. Mereka adalah Park Seo Yeon dan Lee Mu Shi.

Suatu hari, ketika kami bertiga sedang bermain di taman kota. Tiba-tiba datanglah seseorang yang tidak kami kenal. Ia menawarkan kami untuk bermain di sebuah acara reality show. Akhirnya, aku bersama temanku memutuskan untuk bermain di acara reality show tersebut. Apakah kehidupanku akan berubah jika aku bermain di acara tersebut?

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

L.O.V.E Make You Crazy and Killing You, BUT….

L.O.V.E Make You Crazy and  Killing You, BUT….

Author : Ia-chan a.k.a Eun Hee a.k.a Eunbling-bling, Lynda aka Hea Min a.k.a lynmvpshyni, SHyning SoHee a.k.a dHaa-liedHa, Hye In

Cast : Kim Hye Min, Choi Minho, Kim Ji Sun, Choi Eun Hee, Kim Jerim, Choi Minseok, Choi Hea Min, Lee Taesung

Main Cast : Kim Hye Min, Choi Minho

Genre : Romance, AU, a bit Thriller

Length : Oneshoot

Rating : PG 16 – NC 17

Hoy! Para bocah! Jangan iseng-iseng berhadiah deh -.-” walaupun kalian kagak komen kita tau kok pasti salah satu dari kalian ada yang suka iseng2 berhadian begitu ngeliat rating NC-17. Ya kan?? Sono sono, jangan nekat! Nenek bilang itu berbahaya (?)

©2010 SF3SI, Freelance Author.

 

-Hye Min POV-

Hari ini aku akan berkencan dengannya. Hah~ malas rasanya bertemu dengan namja itu. Kubaringkan badanku diatas ranjangku dan menutup seluruh tubuhku dengan selimut berwarna biruku.

Ketika kuhampir terlelap, sebuah suara membangunkanku.

“ya! Hye min ah~ bangun!” ucap Jerim unnie seraya menguncang-guncang bahuku.

“aaa….. wae!” ucapku seraya bangun dengan malas.

“namjachingumu sudah menunggu diluar!”

“aku sedang malas bertemu dengannya! Bilang saja aku sedang sakit!”

“aku sudah bilang! Kau sedang bersiap-siap!” ucapnya seraya melenggang keluar dari kamarku.

“issshhhhh….” desahku seraya bangkit dari tempat tidurku dan segera mengganti bajuku.

Beberapa menit kemudian aku sudah siap dengan T-shirt polos berwarna putih dan celana jeans biru panjang.  Kumelangkah malas keluar kamar dan menghampiri seorang namja yang sedang duduk diteras rumahku.

“apa kau sudah siap?” tanyanya heran melihat penampilanku ya… yang bisa dilihat terlalu biasa!

Aku mengangguk cepat seraya melangkah menuju sebuah mobil yang terparkir didepan rumahku.

****************************************************************************************

Cittt… decit rem mobilnya berhenti didepan rumahku. Yah seperti biasa, kencan kami berjalan lancar. Hanya makan, nonton dan pergi ketaman. Sungguh membosankan. Sampai kapan aku harus seperti ini?

Kulepas sabuk pengaman yang melilit tubuhku dan membuka pintu mobil. Namun sebuah tangan kekar yang tidak lain dan tidak bukan adalah milik namja disebelahku… Choi Minho menahanku untuk keluar .

“mwo?” ucapku seraya melihat kearahnya.

Ia mendekatkan wajahnya padaku. Heh??? Apa yang ia lakukan. Ia mencengkram tanganku kuat, wajahnya semakin dekat kearahku dan semakin dekat. Ketika bibirnya hendak mencapai bibirku.

“ah! Sudah malam!” ucapku seraya keluar dari mobilnya.

Ia hanya diam.

“hemm…. good night!” ucapku seraya melenggang menuju rumahku.

****************************************************************************************

Tiba-tiba kurasakan sentuhan tangan namja, tangannya menutupi kedua mataku.. rasanya hangat… Kurasakan badanku sedikit memanas.. Sesuatu mendekat kearahku… erm.. lebih tepatnya kearah telinga kananku…

Deg…

Apa ini.. desahan nafasnya menghembus pelan ditelingaku… Siapa?? Kedua tangannya masih menutupi kedua mataku, aku dengan ragu memegang tangannya, berusaha sedikit mengendurkan dekapan tangannya dari mataku…

“Jagi…” desahnya ditelingaku…

Aku sedikit bergeming, rasanya sungguh geli.. Tangannya sedikit demi sedikit mengendurkan dekapannya dari mataku dan kini tangannya sudah berpindah memeluk leher dan pundakku… Aku menolehkan kepalaku mencari sosok namja itu, saat aku menoleh ternyata dia, Choi Minho… erm maksudku namjachinguku.. kepalanya sudah sukses berada disamping kepalaku err lebih tepatnya sisi sampingnya atau bisa dibilang pipiku saat aku menoleh itu, mata kami bertemu.. Ia memandangku, aku cepat-cepat memalingkan wajahku, arrghhh… kenapa aku jadi salting…

Tett…

“ah.. Minho-ah.. Bel masuk.. aku ke kelas duluan ya”

Ia tidak menjawab, tapi sepertinya dia mengerti, sehingga melepaskan pelukannya dariku.. Cepat-cepat aku bangkit dari kursi dan berjalan tergesa-gesa menuju kekelasku..

****************************************************************************************

Ketika pelajaran sudah dimulai, aku merasa mengantuk, karena malam tadi aku begadang untuk memikirkan bagaimana caranya untuk menyakiti perasaan Minho.

“Hooaamm…”

“Ya! Hye min!” Senggol Eun hee padaku.

“Mwo?” Tanyaku dengan mata mengantuk.

“Bagaimana hubunganmu dengan Minho? Baik? Bagus? Apa buruk? Atau… kalian akan putus?”

“Jezz… dia? Siapa dia?” Batinku.

“Ahahaha… na gwanchana, hubungan kami maksudnya. Ya sudah tak usah pedulikan aku.”

“Huh! Kau ini. Selama kau berhubungan dengan Minho oppa, kau begitu pelit sekarang.”

“Ah~~… I don’t care. Sana, go away… aku mau tidur!”

“Jezz… dasar kau ini” ucapnya kesal.

****************************************************************************************

Sepulang dari sekolah, seperti biasanya aku diantar pulang oleh Minho. Aku tahu, semua yeoja-yeoja yang ada di sekolahku begitu iri karena aku bisa mendapatkan Minho. Ia begitu kaya, dan tampan.*Sigh… tapi asal kalian tahu saja, aku sebenarnya  tidak mencintainya. Karena aku hanya ingin memanfaatkannya saja.

Yah… memang ini sadis, tetapi ini pembalasan dendamku terhadapnya, karena ia telah menyakiti cinta sepupuku hingga sekarang ia menderita penyakit Anorexia, selalu saja ia memikirkan Minho, hingga lupa makan. Setiap kali kubawakan makanan untuknya ia selalu meminta sebuah kapas untuk melengkapi makanannya. Setiap kali aku melihat kondisi  sepupuku aku juga ikut menderita. Well… waktu kecil kami sangat dekat. Hobi kami juga sama. Rasanya, aku telah kehilangan separuh hidupku karena penyakitnya.

“Ya! Hye min. Gwanchanayo?” Tanya minho  tiba-tiba.

“Erm… Gwanchana.”

“Erm—aku tahu kau pasti sedang memikirkan sesuatu. Ppali, beritahu aku.”

“Na, gwanchana.”

“Kau jangan berdalih.” Ia tetap memaksaku. Ishhhh,,,, menyebalkan sekali.

“Na, GWANCHANA, MINHO!” Teriakku.

Hingga ekspresi wajah Minho  heran melihatku.

“Apa kau sakit?” Ucapnya sambil mengelus rambutku yang panjang.

“Aniyo… aku masuk rumah dulu, besok kita ketemu lagi.”

“Erm—Ya! Kau melupakan sesuatu!”

Ketika aku mencoba memegang gagang pintu mobil.

“Mwo?”

“Popo!”

“Aish… minho, kau seperti anak kecil saja.”

Tanpa sengaja, mataku beralih pada bangunan rumahku yang bertingkat, yaitu kamarku. Tampak sebuah bayangan, bayangan itu begitu kurus. Jangan-jangan itu Ji sun. Ia pasti sudah menunggu lama.

“Mianhae, minho. Poponya nanti saja. Aku sedang bergegas. Annyoeng!”

“Ha.. hajiman… aish!!!”

****************************************************************************************

Kuacuhkan dirinya yang terlihat kesal. Segera kumembuka pintu kamarku dan mendapati Ji sun sedang menari-nari sendiri (baca: dansa).

“ya! Hye min!! lihat aku sedang berdansa dengan minho oppa!” ucapnya seraya menari-nari sendiri.

Aku miris melihat kondisinya seperti ini. Mengapa ia harus mencintai namja brengsek seperti itu sich!

Aku segera menghampirinya dan menepis tangannya yang seperti memengang sesuatu.

“YA!!! JI SUN!! SADARLAH!!!” teriakku seraya menguncang-guncang bahunya.

“apa sih kau hye min!! menganggu kami saja! Minggir sana! Aku mau melanjutkan dansaku dengan minho oppa!” ucapnya seraya menepis tanganku yang memegang bahunya.

Plaakkkkkk…. Sebuah tamparan keras tepat mendarat dipipinya dan menimbulkan bekas merah. Kurasa tamparanku tadi sangat keras, tanganku terasa panas karnanya.

“SADARLAH!!! BERHENTI MENCINTAI NAMJA BASTRAD SEPERTINYA!!!”

Ia diam dan terduduk diatas ranjangku. Ia menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Kudengar ia terisak dan menangis.

Kududuk disampingnya seraya menyandarkan kepalanya pada bahuku. Kubelai lembut rambutnya yang tergerai panjang.

“ya! Ji sun ah~ lupakan lah dia!” ucapku lembut.

“ani! Aku tidak bisa!” ia mengelengkan kepalanya.

Aku segera bangkit berdiri dan keluar dari kamar. Kubuka pintu depan dan menengok kearah teras rumah.  Kulihat minho yang duduk santai seraya bermain dengan poncel blackberry-nya.

“emm…… Minho!”

Ia menengadahkan kepalanya kearahku. “ne!”

“apa kau bisa melakukan sesuatu untukku?”

“apapun akan kulakukan untukmu!” cih… kata-katanya ingin membuatku muntah.

“jangan bicara disini!”

Ia mengerti perkataanku dan segera berjalan kearah mobilnya. Dibukakannya pintu mobilnya untukku. Kusegera masuk kedalamnya.

****************************************************************************************

Hemm…. Tempat yang tepat. Ia membawaku ke sebuah danau yang dikelilingi pohon-pohon pinus yang tinggi tumbuh menjulang keatas. Well…. dia memang sangat pintar memilih tempat.

“So…. Apa yang mau kau bicarakan? Apa kau mau aku melamarmu?” ishhh… ini orang pedenya sudah sampai tingkat tertinggi.

“ani!” tersirat wajah kecewa dari raut wajahnya.

“hemmm…. Kau kenal kan yang namanya Ji sun?” ucapku lagi.

“siapa ya?” tanyanya dengan muka sok polosnya. Ishhhh… kalau aku tidak ada keperluan dengan namja ini sudah dari tadi kuberikan bogemku pada wajahnya itu.

Aku menghela nafas sebentar. “yeoja yang pernah kau…. Ah lupakan! Aku minta kau menjadi pacarnya!”

Kuyakin dia takkan bisa menyanggupi permintaanku ini. Tapi kuharap ia bisa.

“MWO??? Untuk apa aku berpacaran dengan yeoja yang tidak kukenal!!”

“bukankah dia mantanmu?

“siapa ya??? Mantanku banyak!” ishhh… aku tidak tahan lagi untuk memukulnya.

Huff….. aku menghela nafas lagi.

“Kalau kau benar-benar menyukaiku seharusnya kau mau melakukannya” Pekikku Tajam

“Kau salah.. Aku tidak menyukaimu Hye Min-ah”

“Oooh.. Jadi selama ini kau menganggapku sebuah boneka, sama seperti ex yeojachingumu yg lain hah?? KAU KIRA AKU MAINAN APA!! KAU TIDAK PERNAH MERASAKAN SAKIT YANG MEREKA RASAKAN… JANGAN SEENAKMU SAJA..” Bentakku padanya.. aku sudah tidak bisa lagi menahan emosiku.

“Aku tidak menyukaimu.. Aku Mencintaimu Hye Min… Aku Mencintaimu sangat… Aku juga tidak tahu kenapa bisa mencintaimu seperti ini Hye Min.. Jebal.. kau adalah segalanya untukku.. Jangan memintaku melakukan hal itu.. Jebal” Ucapnya sambil menggenggam kedua tanganku..

“Lepas” Pekikku sambil menghentakkan tangan Minho secara kasar..

Minho menatapku tajam.. Ia mengeleng-gelengkan kepalanya.. Ia maju mendekati tubuhku dan langsung memelukku dengan sangat erat.. sampai aku tidak bisa bernafas…

“uhuk.. uhuk.. uhuk.. Mi..n..ho.. Le..pa..sk..an.. A..k..u ti..dak bi..sa ber…na..fas..”

Minho melepaskan pelukannya dariku dan sekarang kedua tangannya sudah berada di masing-masing sudut pipiku… Badannya sedikit menunduk.. Hingga kusadari, sesuatu yang hangat menyentuh dahiku.. Minho.. ya.. Minho menempelkan dahinya kedahiku.. Entah apa yang diinginkannya.. Aku tidak tahu.. Kurasakan deburan nafasnya yang hangat di wajahku, nafasnya berat.. Kurasakan cairan bening telah sukses keluar dari mataku.. perlahan turun kebawah.. Tangan Minho yang besar mengusap air mataku itu..

“Sekarang aku semakin yakin kalau kau tidak benar-benar mencintaiku.. kau..”

“Mwo? Hah? Kau sedang sakit yah? Tadi barusan kau bicara apa?”

“Aku ragu, kalau kau tidak benar-benar mencintaiku.”

“Seenaknya kau bicara seperti itu? Aku sudah setia menemanimu selama 1 tahun, apakah itu yang kau namakan tidak-benar-benar-mencintaimu?”

“O.k! Aku percaya padamu, berjanjilah padaku bahwa kau tidak akan meninggalkan diriku. Kau adalah milikku untuk selamanya!”

“Aku adalah milikmu untuk selamanya!”

Sekali lagi ia memelukku dengan erat, begitu erat…

“Berjanjilah padaku Hye Min~…” Ucapnya yang masih memelukku.

Ia melepaskan pelukannya yang begitu erat. Sesuatu yang hangat menyentuh bibirku.. awalnya aku agak kaget, hingga mataku terbelalak. Tetapi aku tidak bisa menghindari ini, ini demi Jisun. Mataku terpejam, dan mulai mencoba menikmati hal  ini. Well…ini pertama kalinya aku berciuman, beginikah rasanya? Begitu menggebu-gebu, dan membuat jantungku berdegup kencang. Aish… tetap berpikir positif, aku tidak mungkin benar-benar mencintainya, dan sekarang ia masuk dalam perangkapku. Ini begitu mudah. Bodohnya namja ini. Apa kau tahu aku TIDAK BENAR-BENAR MENCINTAIMU?

****************************************************************************************

Setelah kejadian itu berlalu. Aku sudah tidak sabar ingin mennghancurkannya berkeping-keping, layaknya Jisun yang begitu menderita karnanya. INI SALAHNYA! NAMJA INI BEGITU BRENGSEK! Ia sudah banyak mengencani yeoja-yeoja, tetapi setelah ia menikmati semua dari yeoja-yeoja itu, ia meninggalkan mereka pergi. SUNGGUH BRENGSEK! Apakah aku ditakdirkan sebagai yeoja yang akan mengakhiri semua KEBRENGSEKANNYA ITU?

“Ya… jagiya!” Bisiknya padaku dan membelai rambutku.

“Ya… kalau kau menyetir mobil tidak usah sambil  menggodaku.”

“Ada apa dengan mood-mu hari ini? Sepertinya kau mudah marah.”

Aku memberikan senyuman terbaikku padanya, untuk menandakan bahwa aku baik-baik saja.

“Aku turun disini saja, yah! Annyoeng….”

“Ne, annyoeng!”

****************************************************************************************

“Ukhh… Benar-benar menjijikan”

Aku menatap nanar wajahku pada sebuah cermin yang tergantung diatas wastafel di kamar mandi rumahku.. Kuputar keran air dengan kasar, dan langsung mengambil air yang keluar dengan tanganku dan mendekatkannya ke bibirku… Kugosok bibirku dengan amat sangat kasar sampai agak terlihat sedikit membengkak…

“DAMN.. CHOI MINHO!!”

****************************************************************************************

Diperjalanan menuju sekolah, aku berpikir keras bagaimana caranya untuk menghancurkannya. Ini saatnya untuk mengakhirinya, aku yakin bukan hanya aku saja yang sedang ia kencani saat ini. Aku, benar-benar yakin.

“Ya! Apa kau pernah dengar sekarang ini ada kejadian aneh, gara-gara mimpi buruk saja, setengah jiwa mereka akan dihisap oleh seorang makhluk yang katanya agak membingungkan, dan akhirnya lama kelamaan orang itu meninggal.” Ucap seorang yeoja berambut pendek kepada temannya yang agak gendut, mereka tak sengaja berpapasan denganku.

“Jinja? Woah, itu sungguh mengerikan!” Seru temannya.

“Tetanggaku pernah bilang, mudah saja membuat seseorang erm—misalnya seseorang yang tidak kau suka, atau kau benci seperti itu! ”

“Woah? Memangnya bagaimana?”

“Sebenarnya aku tidak boleh memberitahukannya. Tapi karena kau penasaran apa boleh buat. Dengan cara mengakses sebuah situs yang bernama xxx.”

Aku tersenyum puas mendengar hal ini. Sesegera mungkin aku berlari menuju sekolah. Mungkin aku agak sedikit terlambat.

****************************************************************************************

“Hampir saja terlambat. Hosh..hosh…!” Dengusku, yang bergegas dan berlari kearah laboratorium IPA, yang tidak begitu jauh dengan kelasku. Aku memilih laboratorium IPA karena disana aku bisa bebas, lagipula disana juga tersedia komputer yang sudah terkoneksikan internet. Aku bisa mengakses situs yang dikatakan oleh anak tadi.

Kubuka pintu laboratorium itu, aku beruntung, ruangannya sepi. Kukunci ruangan itu, dan menuju sebuah komputer berlayar LCD. Sepertinya sebelum aku datang, ada seseorang dalam ruangan ini, tapi masa bodoh. Kuketik alamat yang dikatakan oleh anak gadis tadi.

Setelah itu muncul sebuah page. “Selamat datang di site ini, mohon terlebih dahulu anda me-Register.” Begitulah awal tampilan page itu. Kuketikkan nama lengkapku dan semua data-data yang page itu minta. Setelah kuklik O.K! Muncullah sebuah kalimat “Hai!! Silahkan Anda menulis data-data seseorang yang anda benci.” Kuketik semua data-data yang telah disediakan oleh page ini. Kemudian kuklik tombol O.K yang berada di pinggir sebelah kanan di page itu. Sekali lagi muncul sebuah pesan. “Terima kasih, telah mendaftarkan seseorang yang anda benci. Malam ini, mimpi-mimpi buruk akan bereaksi terhadap orang yang anda daftarkan dalam page ini. PS : Anda dapat mengganti korban yang akan anda bunuh, asalkan, orang yang menggantikan bersedia, dan rela demi orang yang sudah anda daftarkan.” (Author 3 : Hahahaha…kayak pendaftaran apa aja yea?)

Tiba-tiba ada sebuah bunyi benda yang terjatuh. Nampaknya ada seseorang didalam laboratorium ini. Reflek ku close page tersebut, kemudian aku meninggalkan ruangan itu. “di mana dia??ini sudah jam berapa??kenapa dia belum datang??”tanya ku dalam hati “ya!!kenapa kau belum berangkat?? Tanya Jisun dari atas…

“Minho belum menjemputku..”jawabku seraya mendonggakkan kepalaku ke atas

“sebaiknya kau naik taxi saja….kalau kau terus menunggunya! Bisa-bisa kau nanti terlambat sekolah”

“baiklah…baik-baik ya di rumah…annyeong!!”

“ne…josimhae..”

Ku berjalan menuju jalan besar…melewati rumah-rumah bertingkat…setelah sampai di pinggir jalan,cepat-cepat ku mencari taxi….ku lambai-lambaikan tanganku….dan akhirnya aku mendapatkan taxi itu…

“ke High School Paran ajjusshi”ucapku pada supir taxi yang kutumpangi.

Ada apa dengan Minho??kenapa dia tidak menjemputku??apa situs itu benar-benar sudah bekerja??kalau benar situs itu sudah bekerja baguslah!!semakin cepat situs itu bekerja semakin cepat juga dia mati…hahaha…ccciittt….decit rem taxi yang kutumpangi berdecit…rupanya sudah sampai…

“Untunglah aku tidak terlambat..”ucapku setelah turun dari taxi yang sebelumnya telah kubayar dan berjalan menuju sekolah.

“ya!!Hye Min!!tunggu aku”ucap seseorang seraya memegang pundakku

“mwo??Eun Hee??”ucapku setelah menoleh padanya

“kenapa kau naik taxi??Minho mana??”

“molla…dia tidak  menjemputku”

“guere??tumben sekali Minho tidak menjemputmu??”

“molla…mungkin dia sudah bosan dengan ku”

“Hye Min-ssi…Minho Oppa.. Dia sakit.. Jadi tidak bisa menjemputmu..” Ucap seorang yeoja bernama Hea Min, yang kuketahui sebagai sepupunya Minho (author 2: bwahahaha.. heh, author pertama.. ane perbaikin nih scene dikit.. kagak apa kan… bwahaha)

Mwo??Sakit??hahaha…berarti situs itu tidak bohong!!kerjanya begitu cepat!!betapa senang nya aku saat mendengar minho sakit tapi anehnya ada sesuatu yang membuat hatiku sedikit sakit..

“ya!!kau kenapa melamun…apa kau sedih mendengar berita itu??”tanya Eun Hee

“ne..kenapa dia tidak mengirim pesan kepadaku??”ucapku, padahal aku sangat senang bahwa dia sedang sakit

“sebaiknya  kau kerumahnya untuk menjenguknya”

“ne…seusai sekolah aku akan menjenguknya”

****************************************************************************************

“aigo!!apa aku harus menjenguknya??”gumamku dalam hati

“Hye Min??”panggil Eun Hee

“mwo??”

“ajaklah aku menjenguk Minho..”

“ne..ne..aku tau kau naksir dengan teman minho kan??yang bernama Jonghyun itu??”

“hahaha…kau tau saja!!ajak aku ya??”

“ne…kajja kita cari taxi”

“aigo…kau tau taxi itu terlalu mahal…bagaimana kalau kita naik bus saja??”

“eemm..boleh…”

Malas rasanya kalau harus kerumahnya…dasar namja merepotkan…bersabarlah sedikit Hye Min, sebentar lagi pasti dia akan mati…aku tidak sabar melihatnya menderita….

Hem, tapi kenapa aku agak merasa aneh ya? Molla mungkin aku hanya terlalu senang.

“ya!!kau dari tadi bengong saja!!kita sudah sampai..kajja turun..!” ucap eun hee membuyarkan lamunanku.

“ah! Ne!” ucapku seraya mengikutinya dari belakang.

Kami berjalan beberapa meter dari halte bus tempat kami turun. Kami berbelok kearah kiri dan terlihat sebuah rumah besar dengan taman yang luas, kami berjalan mendekatinya. segera kutekan bel yang tertempel pada pagar rumah besar itu.

“wahhhh….. rumahnya besar sekali!” gumam Eun Hee seraya matanya menyapu seluruh bagian rumah itu.

Hem…. aku jadi canggung, ini baru pertama kalinya aku kerumahnya. Memang aneh… selama 1 tahun kami pacaran, aku baru kali ini kerumahnya. Bukan karna dia tidak mengajakku kerumahnya Cuma… aku malas… bila aku mau diajak kerumahnya nanti bisa-bisa dia melakukan hal yang aneh padaku lagi… ishhhh…. player sepertinya apalagi yang ada dipikirannya selain…. ‘itu’ ihh…. jijik aku memikirkannya.

Tak lama kemudian, muncul seseorang dari layar monitor didepan kami.

“nugu seoyo?” tanya namja didalam monitor itu.

“aku….” belum sempat aku berkata, namja itu sudah memotongnya.

“ah! Bukankah kau Hye Min? Masuklah!”

Tak berapa lama kemudian gerbang didepan sebelah kanan kami terbuka secara otomatis.

Wow…. aku sedikit terkejut. Benarkah aku berpacaran dengan namja sekaya ini. Aihsss… bukan saatnya aku memikirkan hal itu. Sekarang yang harus kupikirkan hanyalah ‘menghancurkannya’.

Kami segera masuk melewati pagar besar tadi, tapi terlalu jauh jarak gerbang dan bangunan rumah itu apakah tidak ada kendaraan yang bisa dipakai. Seperti membaca pikiran ku sebuah mobil em…. kurasa bukan mobil karna bentuknya yang mini dan tidak memiliki pintu ya lebih mirip kendaraan yang dipakai dilapangan golf,  begitu.

“naiklah! Kalian tidak mungkin kan berjalan sampai kesana!” ucap seorang namja yang mengendarai mobil mini itu.

Kami mengangguk cepat dan naik keatas mobil mini itu. “kalau boleh tau kau siapa ya?” tanya eun hee tiba-tiba. Aku segera menyenggol lengannya. Dan memberinya tatapan kenapa-kau-bertanya-seperti-itu-tidak-sopan-tau. Ia lalu terdiam.

“pegawai disini!” jawab namja itu.

“tapi kenapa kau mengenal Hye Min?” tanya eun hee lagi. Ish… sahabatku yang satu ini tidak bisa membungkam mulutnya sebentar ya?

“kita sudah sampai!” ucap namja itu seraya menyilakan kami.

Kami turun dari mobil mini itu dan mengikutinya dari belakang.

Cekleekkk…….. pintu besar didepan kami terbuka. sekarang kami bisa melihat isi dari rumah besar itu. Wahh…. benar-benar penuh kemewahan. Coba saja kau bayangkan berada didalam sebuah rumah yang besarnya hampir sama seperti sekolahku. (author 1 : ngaco banget degh gua!)

kami lalu melewati sebuah ruang tamu yang megah dan mewah, ruang tamunya saja seluas rumahku. Eun Hee disebelahku takjub dengan kemegahan rumah ini. Namja itu lalu membawa kami kelantai dua yang tak kalah megah dan akhirnya kami sampai pada sebuah ruangan yang bisa kutebak itu kamar Minho.

Namja itu membuka pintu ruangan itu dan terlihat Minho sedang berbaring disebuah ranjang besar, layaknya seorang pangeran. Ah! Apakah benar ia sakit! Jangan-jangan ini cuma trik nya saja. Aku harus berhati-hati jangan sampai aku termakan jebakannya.

“Hyung ada apa?” suara parau minho terdengar.

Hah? Hyung…. jadi ini hyungnya?? Kenapa mereka tidak mirip sama sekali. Lagi pula tadi dia juga mengaku sebagai pegawai. Aneh!

“Ini yeojachingumu menjengukmu!” ucap namja itu.

“kau hyungnya?” tanya Eun Hee. Ini orang,  dasar! Dari tadi bertanya saja.

“hyung! apa kau mengaku sebagai pegawai lagi!” minho menatap kesal kearah hyungnya itu.

“hahahhahaa… mianhae… aku hanya suka melakukan hal itu! Oh ya janeun Minseok imnida! Emm… aku tak bisa menemani kalian lama-lama! Kalian bersenang senanglah disini! Jangan sungkan!” ucap namja yang mengaku Minseok itu dan berlalu pergi.

“ya! Minho! Tumben sekali kau sakit?” tanya eun hee. Isshhh… apa sich golongan darah yeoja ini! Dari tadi kerjaannya tanya mulu. (author 1 : emang aku gitu ya?? *Garuk-garuk kepala)

“mollayo! Tiba-tiba saja! Aku jatuh sakit seperti ini!”

“ya! Minho! Ah! Ada tamu rupanya!” ucap seorang namja yang tiba-tiba masuk kedalam kamar Minho.

“wae?” tanya Minho parau.

“kudengar kau sakit!” namja itu melangkah masuk menghampiri minho.

“seperti yang kau lihat!”

“ya! Hye min ah~ siapa yeoja manis disebelah mu itu?” tanya namja yang kutau bernama Jonghyun itu.

“em.. dia…”

“janeun Eun Hee imnida!” ucap Eun Hee menyambar kalimatku.

“bagaimana kalau kita makan siang?” tawar Jonghyun pada Eun Hee.

Ah! Bila Eun Hee pergi berarti aku dan Minho hanya berdua saja! Andwae… terlalu berbahaya. Aku segera menatap Eun Hee dengan tatapan Jangan-tinggalkan-aku-berdua-disini-temani-aku.

“ne!” ishhh… yeoja ini benar-benar.

Mereka berdua meninggalkan kami berdua. Aigoo.. bagaimana ini…. kenapa aku jadi canggung seperti ini.

“ya! Hye Min! Wae? Dari tadi kau hanya diam?” ia menatapku heran. Bagaimana tidak aku masih mematung berdiri. Yah bayangkan saja aku berjarak hampir 3 meter dari tempat tidurnya dan berdiri bengong.

“em… “

“ayolah! Kau tidak usah canggung seperti itu!” ucapnya yang diikuti dengan tawa.

Aku melangkah kearah kursi disebelah kananku, yang berjarak beberapa meter dari tempat tidurnya. Haissh… kenapa perasaanku seperti ini. Ada yang aneh dalam diriku. Ada apa?

“ya! Kenapa kau sejauh itu! Kesini! Kau kemari untuk menjengukku kan?” ucapnya seraya melambaikan tangannya menyuruhku untuk mendekatinya.

Cih… dasar otak mesum. Kau pikir aku mau terjebak perangkapmu apa? Tidak akan. Aku tidak bergeming dari tempatku.

“baiklah aku yang kesana!” ucapnya seraya bangkit untuk berdiri. Tapi tubuhnya terlalu lemah untuk menompang beban tubuhnya hingga ia terjatuh dari tempat tidurnya. Aku segera menghampirinya dan membantunya kembali ketempat tidurnya.

“kau…. jangan memaksakan dirimu!” ucapku khawatir. Mwo?? Khawatir?? Apa yang kupikirkan sich! Aigoo… aku sudah terjebak perangkapnya. Ish…. DAMN.

Ia tersenyum. “Aku tau kau bisa perhatian kepadaku!” heh! Benarkan dia sengaja melakukannya. DAMN. Biarlah kali ini dia kubiarkan untuk bahagia mungkin ini hari terakhirnya. Kuselimuti badannya dan kembali kekursi tadi. Tapi tangannya menahanku dan segera menarikku kearahnya hingga aku terjatuh keatasnya.

“Apa sih yang kau lakukan!” ucapku seraya bangkit. Tapi ia malah memelukku erat.

“Minho! Lepaskan aku!” ucapku memberontak. Tapi ia tetap tak melepaskanku.

“wae kau selalu bersikap seperti ini padaku! Jebal sekali ini perbolehkan aku memelukmu!” ucapnya parau.

Apa kau sudah sadar bahwa kau akan mati hah? Baiklah kali ini aku akan memperbolehkan mu memelukku sebelum kematianmu. Aku berhenti memberontak. Ia melonggarkan pelukannya dan mengelus rambutku lembut. Ia mengecup keningku lalu mencium bibirku dan memainkan lidahnya didalam mulutku. Entah apa yang kupikirkan saat ini tapi aku menikmati ciumannya dan membalasnya tanpa kusadari.

Hemm… hangat sekali berada didalam pelukannya. Entah mengapa aku merasa nyaman berada dalam pelukannya. Aku.. apa aku menyukainya…. ani… aku tidak boleh… tapi tidak bisakah untuk kali ini saja aku menikmatinya, melupakan sejenak dendamku padanya. Mungkin aku bisa… yah… untuk kali ini saja.

“Hye Min saranghae!” ucapnya tepat ditelingaku dan membuat jantungku berdegub kencang. Kenapa? ada apa denganku? Sudah ratusan kali aku mendengar kata itu dari mulutnya, tapi mengapa? Mengapa kali ini terasa berbeda, jantungku berdegub kencang dan telingaku terasa panas saat mendengarnya. Apakah aku akan mendengar kata-kata ini lagi besok? Bagaimana kalau ini adalah terakhir kalinya ia mengucapkannya. Tapi.. kenapa aku malah sedih akan hal itu? Bukankah aku yang mengirim iblis itu untuk membunuhnya, tapi kenapa ada rasa penyesalan dalam hatiku. Apa.. apa … aku menc…anigoya! bukan ‘tidak mungkin’  tapi aku tidak boleh! Andwae… andwae… hye min kau tidak boleh menyukainya. Bertahanlah sebentar lagi. Karna cepat atau lambat ia akan mati juga.

Ia berhenti mengelus rambutku, bukan berhenti tapi memang tidak mengelus rambutku lagi karna tangannya sudah lemas terjatuh disampingku. Apakah? Apakah ia sudah!

Aku segera bangkit dari atas tubuhnya. “Minho! Minho!” kuguncang-guncang bahunya. Tapi ia tak merespon aku mulai panik… ya… panik.. entah mengapa aku melakukannya tapi aku benar-benar panik sekarang.

“Minho! Ya! Minho! Bangun! Jebal….” kuterus menguncang-guncang bahunya tapi tetap tak ada respon.

Ya tuhan.. jebal… jangan sekarang. Aku… aku….

“Minho! Minho! Jebal jangan tinggalkan aku!” kuterus menguncang-guncang bahunya, dan tak terasa air mataku mengalir deras membasahi pipiku.

“Minho….” aku putus asa. Ya tuhan ada apa denganku. Kenapa aku merasa sangat sedih, padahal ini yang kuinginkan. Tapi … tapi mengapa… mengapa hatiku sangat sakit akan kepergiannya. Apa aku benar-benar mencintainya. Ya tuhan jebal… hidupkan dia kembali… aku ingin dia hidup kembali… kenapa… kenapa aku melakukan hal itu….. aku tidak seharusnya mengirimkan iblis itu padanya. Apakah ini yang dinamakan penyesalan? Aku tidak ingin… aku tidak ingin kehilangan dia… tuhan kumohon…. hidupkan dia kembali…. aku…. aku benar….

“Minho… jebal hiduplah kembali! Aku….sa-ra-ng-e…..” titik air mataku terus mengalir entah mengapa aku mengatakan hal itu, aku Cuma ingin dia tahu, walaupun kutau ia takkan bisa mendengarnya.

“aku tau kau mencintaiku!” sebuah suara parau mengejutkanku.

“Min…Minho!”

Ia membuka matanya dan menoleh kearahku seraya tersenyum puas. Dia… DAMN… kenapa… SHIT… aku terjebak… yah… kau Hye Min sukses terjebak dalam perangkapnya.. lalu bagaimana sekarang… apa kau sudah bahwa sadar dia sudah mempermainkan mu! Heh! Sekarang tanggunglah sendiri resikonya. Kau terlalu tolol Hye Min. Kau pabo sudah percaya padanya.

“KAU! PUAS KAU SEKARANG!” bentakku padanya.

“Hye Min! Wae?”  Tanyanya bingung.

“PUAS KAU SUDAH MEMPERMAINKAN AKU? PUASS KAU SEKARANG! AKU….. AKU …. AKU BENAR-BENAR MEMBENCIMU!” teriakku keras didepannya. Aku segera berlari menyambar tasku dan keluar dari kamarnya.

“ya! Hye Min! Ada apa denganmu?” teriaknya.

Aku berbalik kearahnya. “AKU MEMBENCIMU CHOI MINHO!” teriakanku menggema diseluruh ruang kamarnya yang besar.

Aku terus berlari seraya menahan tangisku. Tidak …. aku tidak bisa menahannya. Aku tidak tau apa yang kurasakan… perasaanku campur aduk. Aku merasa kesal padanya yang telah mengerjaiku, aku benci padanya yang telah membohongiku, aku muak dengan diriku sendiri yang begitu mudahnya percaya padanya,aku  jijik pada diriku sendiri yang telah menjilat ludahku sendiri dan…. ada perasaan senang karna ia tak jadi meninggalkanku. Entahlah aku bingung, aku benar-benar tidak tau apa yang harus kulakukan dan apa yang aku pikirkan. Yang harus kulakukan sekarang adalah pergi dari rumah ini dan pergi kesuatu tempat untuk menjernihkan pikiranku.

****************************************************************************************

Hhhhh…Hhhhhhh…

DAMN

SIALAN KAU CHOI MINHO

Aku terus memaki kebodohan diriku sendiri… Ya.. Hye Min PABO!! Tidak!! Kau tidak boleh jatuh cinta dengan NAMJA BRENGSEK sepertinya… Aku terus berlari, berlari sekencang-kencangnya agar tidak ada yang menyadari aku menangis.. Hhhhh.. Aku.. akhirnya sampai disebuah kafe kecil… Hhh… kenapa aku kesini?? Bukankah ini tempat aku dan Minho pertama kali berkencan.. SHIT… kenapa wajahnya tidak bisa musnah dari otakku… AAAARGHHH.. Aku benci diriku sendiri… Saat aku berbalik untuk pergi dari depan kafe itu, seorang yeoja memakai dress putih selutut sudah berdiri dihadapanku… Ia tersenyum kearahku, manampakan gigi kelincinya… manis.. tapi aku kan benci CHOI LINE…

“Hye Min-ssi.. kenapa berdiri diluar ayo masuk” Ucap Hea Min sembari tersenyum kearahku…

“A..A… An….-“

“Sudahlah, tidak apa.. ayo masuk… oke..”

Hea Min menarik tanganku masuk ke café tersebut.. Hhhh.. aku paling tidak suka berada di dekat CHOI LINE… Mengingatkanku dengan si BRENGSEK itu!!

“Hye Min-ssi kau habis dari rumah Minho Oppa??” Ucap Hea Min sambil mengaduk-aduk Milkshakenya

“Ne…” Jawabku asal…

“Ohh… ya Hye Min-ssi!! Kau kan sudah lama pacaran dengan Minho Oppa… Kau bisa membantuku…”

“Hah??”

“Ne.. Aku ingin minta bantuanmu.. bolehkan.. boleh yaa.. Kamu tau nggak sekarang aku sedang menunggu seseorang.. errr.. maksudku Namjachinguku..”

“Lalu…”

“Ne.. aku..aku.. Terlalu Nervous Hye Min-ssi.. Ini kencan pertamaku… Aduh.. aku tidak tahu harus berbuat apa”

“Bersikaplah biasa saja”

“haah??” Tanya Hea Min heran

“Ne, jadilah dirimu sendiri.. Jangan takut.. Percayalah”

“Aaaaaaaaaa….. gomawo Hye Min-ssi”

“Ne..Ne..”

“Aaaa… itu dia… Taesung Oppa…” Ucap Hye Min sambil melambaikan tangannya kearah seorang namja…

Namja tampan bernama Taesung itu duduk disebelah Hea Min.. hhh.. entah kenapa melihat mereka aku jadi merindukan Minho… Minho… Minho… MINHO… ANDWAE!! Apa yang kau pikirkan Hye Min… ANDWAE!!

****************************************************************************************

Hhhhh… kenapa rumah begitu sepi… kemana Jerim eonni, Amma dan Appa…

KRIETT

Apa itu?? Suaranya berasal dari kamarku?? Ada seseorang dikamarku?? Hhh… Jangan-jangan maling.. OMIGOSH.. Aku berlari menaiki anak tangga..

DBRAKKKK

Kubanting pintu kamarku.. ASTAGA!! APA YANG KULIHAT!!

“JISUN!! YA!! JISUN!!” Teriakku sambil menggoncang-goncang tubuhnya yang tergeletak dilantai kamarku.. mukanya pucat sekali, bibirnya membiru…

“JISUN!! JISUN!!”

Aku panik… apa yang harus kulakukan.. kuperiksa denyut nadinya.. lemas… ASTAGA JISUN!! APA YANG KAU LAKUKAN HAH!! Aku mengedarkan pandanganku mencari sesuatu yang bisa kupakai untuk menolong Ji Sun.. hhhh.. percuma… TIDAK ADA… TUNGGU… Apa itu!! Laptopku… Seseorang habis memakai Laptopku… Tunggu!! Sepertinya aku familiar dengan situs itu!! ITU KAN!! ARGGGH… Jangan Katakan Ji Sun…

“JI SUN YA!! BANGUN!! BANGUN!!” Isakku, sambil mengoncang-goncang tubuhnya lagi, sekarang makin kuat..

“JI SUN YA!!”

“H…Hy..Hye.. M..Mi..Min”

“JI SUN!!” Seruku kaget

“APA YANG KAU LAKUKAN HAH!! APA KAU SUDAH GILA!! KENAPA KAU BERBUAT SEPERTI INI HAH!!” Teriakku padanya..

“H..Hye Mi..Min.. Sudahlah…. Aku tidak ingin melihat Minho Oppa meninggal.. Aku rela memberikan nyawaku ini untuknya…” Ucap Ji Sun lemah

“TIDAK!! TIDAK!! TIDAK BOLEH!! SEHARUSNYA AKU SAJA!! AKU YANG MEMULAINYA JI SUN!!”

“Kalau kau yang melakukannya.. Minho Oppa pasti sedih.. Jadi biarlah aku saja.. Aku rasa hidupku juga tidak berguna.. cuma menyusahkan saja..”

“ANDWAE!! KAU TIDAK BOLEH BICARA SEPERTI ITU JISUN!!”

“sssstttt.. Hye Min… dia datang.. aku.. ingin kau berjanji untukku.. satu hal.. Bahagiakan Minho.. aku tahu kau mencintainya.. dan dia juga mencintaimu… hhhhh… Hye Min… aku tidak bisa…– dia semakin deka……..—“

Tubuh Ji Sun menegang.. Sedetik kemudian, tubuhnya terkulai… Matanya tertutup.. Denyut nadinya menghilang…….

“ANDWAE!!!!!! JI SUN YA!!!! JANGAN PERGI!!!!!!!!”

-Hye Min POV End-

****************************************************************************************

-Minho POV-

ARGGHHHHHHH.. ADA APA DENGAN DIRIKU

SESAK… HHHHH…HHHHHHHHHHH

SESAK……… A..AKU….. TIDAK BISA BERNAFAS……………

K..KE..KENAPA……..SEMUANYA GELAP………..

HHHHHHHHHHHHHHH…………………..

ARRRRRGGGGHHHHHH…

DIMANA INI??

“CHOI MINHO!!!!!!!”

“S..SIAPA KAU!!”

“HHHHHHHH.. KAU TAK PERLU TAU SIAPA AKU!!”

“APA YANG KAU INGINKAN HHH…”

“NYAWAMU”

“HHHHHHHH… APA SALAHKU PADAMU!!”

“KAU TIDAK ADA SALAH DENGANKU… TAPI CLIENTKU DENDAM DENGANMU TUAN!!”

“HHHHH… APA-APAAN INI!! PERGI KAU!!”

“AKU TIDAK AKAN PERGI SEBELUM KAU IKUT DENGANKU…”

“KEMANA KAU AKAN MEMBAWAKU HAH??”

“HAHAHAHA… KE NERAKA!!!”

****************************************************************************************

“Sa-ra-ng-e….”

Sebuah suara yang lembut, yang paling kukenal dari orang yang paling aku cintai melebihi diriku sendiri menyadarkanku dari semua hal itu.. hhhh…

“Aku tau kau mencintaiku!” Ucapku

“Min…Minho!”

Kubuka mataku perlahan… rasanya silau.. hhh… aku mendapati sesosok yeoja yang paling kusayangi.. sedang menangis sambil memelukku erat.. hhh… aku tersenyum.. sekarang aku tahu dan yakin serta percaya bahwa dia sangat mencintaiku sama seperti aku mencintainya..

“KAU! PUAS KAU SEKARANG!” bentaknya padaku.

“Hye Min! Wae?”  Tanyaku bingung.

“PUAS KAU SUDAH MEMPERMAINKAN AKU? PUASS KAU SEKARANG! AKU….. AKU …. AKU BENAR-BENAR MEMBENCIMU!” teriaknya keras didepanku. Hye Min segera berlari menyambar tasnya dan keluar dari kamarku.

“ya! Hye Min! Ada apa denganmu?” teriakku.

Hye Min membalikan badannya kearahku. “AKU MEMBENCIMU CHOI MINHO!” teriakanku menggema diseluruh ruang kamarnya yang besar.

Hye Min… hhhh… Kenapa?? Kenapa?? Kenapa kau membenciku?? Jeongmal Sarangeyo Hye Min…

****************************************************************************************

Ting Tong

JKREKK

“Nuuna.. Hye Min ada??” Tanyaku pada Jerim Nuuna, eonninya Hye Min.. yeojachinguku

“Min…Minho-ssi” Ucapnya kaget

“Aku ingin bertemu dengan Hye Min, Nuuna.. Jebal… Jebal” Pintaku pada Jerim Nuuna

“T..Ta..Tapi.. aaah.. yasudahlah… tapi Nuuna tidak bertanggung jawab kalau dia membentakmu”

“Ne.. arraso…”

“Naik keatas… kamarnya ada dilantai dua.. kamar paling pojok disebelah vas bunga mawar.. itu kamar Hye Min”

“Gomawo Nuuna”

Tok Tok

Kuketuk pintu kamar Hye Min perlahan… Aku tidak mau mengejutkannya.. Ia pasti masih shock dengan kematian sepupunya itu…

“Siapa??”

“Aku…”

“Kau… mau apa kau kesini hah..” Teriak Hye Min

“Aku cuma ingin bertemu denganmu Hye Min.. apa aku salah”

“SALAH BESAR!! PERGI!! AKU BILANG PERGI!!” Teriaknya

“Tapi ak….-“

“PERGI!! AKU BENCI KAU CHOI MINHO!!”

****************************************************************************************

ARGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHH

Aku mengacak-ngacak rambutku kasar… Frustasi… Hye Min… arrggh… kenapa kau membenciku………

“Ya.. ada apa denganmu Minho” Ucap Minseok hyung yang tiba-tiba sudah ada dikamarku…

“Ngapain hyung kemari??”

“Emang salah yaa…”

“Hahhh.. Terserahlah…”

“Ya.. kau tahu Minho.. Hea Min sudah punya namjachingu”

“HAH!! OMO!! JINJA!!”

“Ne”

“Si Kecil itu… Dimana dia sekarang….”

“Dibawah dengan Taesung” Ucap Minseok Hyung

“Siapa Taesung” Tanyaku

“Pabo… namjachingunyalah”

“Hhhh.. dia itu.. diakan masih kecil.. kenapa hyung biarkan saja heh”

“Kau juga masih kecil.. Pabo…”

“Hhh.. aku males berdebat dengan hyung… Nggak Penting”

“Kau bertengkar dengan Hye Min??” Tanya Minseok hyung

……………………………………………………………………………………

“Apa kau mau kuberitahu sesuatu” Ucapnya sambil tersenyum licik…

***********************************************************

“Ya!! Min Min.. Mau kemana??” Teriak Hea Min

Aku tersenyum sekilas kearahnya sambil menaikan sebelah alisku… huuh.. Jadi itu yang namanya Lee Taesung.. Kupandangi namja itu lekat-lekat.. hhh.. untuk sementara kubiarkan sajalah…

“Kau jangan memanggilku Min Min.. Kecil!!” Balasku padanya…

“Iiihh.. Min Min.. nyebelin.. aku bukan anak kecil lagi tau!!”

“Aku mau pergi.. kau jangan macam-macam.. ingat disini ada puluhan pelayan dan Minseok hyung”

“Huh.. bawel…”

Hahaha.. dasar kecil.. sudah lama aku tidak mengejeknya… rasanya menyenangkan juga… Aku berjalan kearah garasi yang super duper jumbo… dan mengambil motor Harley Davidsonku.. Hhhh… sudah lama aku tidak mencobanya… Aku tersenyum..

“Ayo kita jalan-jalan!!”

-Minho POV End-

*************************************************************

-Author POV-

“Yeoboseyo…” Ucap Hye Min

“Hye Min-ssi??” Ucap seseorang dibalik telepon

“Ne.. nugu??”

“Aku Taesung.. masih ingat??”

“Oh.. ne… wae??

“Minho kecelakaan…”

“APA!!”

“Ne… kondisinya kritis… dia hampir meninggal”

“APAAAAAAAAAAAA!! DIMANA DIA SEKARANG!!”

“SEOUL HOSPITAL.. Room VVIP.. A”

******************************************************

Hye Min berjalan tergopoh-gopoh menuju Seoul Hospital… Wajahnya terlihat khawatir sekali.. Keringat dingin mengucur di tubuhnya…

“Hye Min” Ucap Hea Min

“Bagaimana Minho” Ucap Hye Min panik

“Kau bisa lihat sendiri…”

Hye Min berjalan kearah tempat tidur Minho… Hye Min memandang sosok Minho nanar.. Minseok, Hea Min, dan Taesung keluar ruangan meninggalkan Hye Min dan sosok Minho berdua…

“Minho… Bangun!!” Isak Hye Min…

Tangannya erat mendekap tangan Minho… Hye Min terus menerus menangis.. Ia miris melihat Minho terbujur kaku.. kedua kakinya digisp dan sekarang dia tampak benar-benar seperti mumi mesir.. (author 2: hahahaha… gg bisa bayangin Mino jadi mumi… PLAKK)…

“Minho.. sadarlah…. Jebal”

“Minho… yang kukatakan waktu itu bohong.. A…Aku.. Ti..Tidak membencimu Choi Minho”

“Awalnya memang aku benci padamu… karena kau sudah menyakiti perasaan Ji Sun…

Hhhhhhhhh…”

“Tapi… Aku… Benar-benar…………….”

“Minho.. Sarange… Sarangeyo… Jeongmal Sarangeyo Choi Minho”

“Aku tidak ingin kehilanganmu Minho…………….”

TEEEEEEEEEEEEEETTTTTTTTT

Hye Min kaget, tiba-tiba alat pengukur detak jantung mengeluarkan bunyi yang biasa terdengar sewaktu pasien yang memakai alat itu sudah kehilangan nyawanya… Grafik yang muncul datar……..

“HAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHH…………. MINHOOOOOOOOOOOOOOOO”

“JANGAN TINGGALKAN AKU SENDIRI………….”

“MINHO”

“Ya.. Kim Hye Min” Ucap seorang namja

“Mi…Minho… Bagaimana bisa… Hah.. Lalu ini siapa??” Tanya Hye Min

“Mana aku tahu, Kau sedang dikerjai oleh mereka bertiga tahu…” Jawab Minho sambil mendekat ke arah Hye Min

“Aku senang kau mengkhawatirkanku.. Hye Min” Ucap Minho sambil memeluk sosok mungil Hye Min

Hye Min tidak tahu harus berbuat apa.. Ia menangis di pelukan Minho.. Bukan menangis sedih, tapi menangis bahagia.. Tiba-tiba tubuhnya merosot dan pandangannya gelap…

“YA!! HYE MIN!!” Teriak Minho

-Author POV End-

*******************************************************************

-Hye Min POV-

“Ukhh.. Silau.. dimana ini?? Ini bukan kamarku… kamar ini kan…”

“Jagi… kau sudah sadar” Ucap seorang namja yang duduk disebuah kursi kecil tangannya mendekap erat tanganku

“Minho….”

“Aku sangat mengkhawatirkanmu Hye Min…”

Aku cuma bisa tersenyum…  Ia menatapku, dan kemudian tangannya beralih mengacak rambutku…

“Hye Min… Sarangeyo…” Bisiknya lembut ditelingaku

“Nado.. Sarangeyo Minho”

Dia memelukku erat.. rasanya sangat hangat…

*****************************************************************

Tiga tahun kemudian

“Yes!! AKU MENANG!!” Teriak Hye Min

“Gitu aja bangga” Tukas Minho

“Biarin.. yang penting menang…”

“Dasar” Ucap Minho

Minho mengambil keripik kentang yang kami letakan ditengah tengah tadi.. tapi sepertinya dia kurang beruntung… hahaha…. Kasihan… Dia melirikku tajam.. Aku cuma bisa nyengir…

“Nggak baik kalau yeoja kebanyakan makan.. sini.. bagi keripiknya”

“Nggak!! Ini yang terakhir”

Hup… kumasukan keripik itu kedalam mulutku…

“Kalau bisa kau ambil sendiri… hahaha”

Minho tersenyum.. Ia mendekat kearahku… Tangannya yang besar mencengkram tanganku.. DAMN.. Aku kalah kuat dari dia… ARGHH.. Bete… Kini sekarang wajahnya yang semakin dekat… A.. Andwae… Bibirnya melumat bibirku perlahan.. awalnya aku cuma diam.. karena dia terus memancingku akhirnya aku tersulut juga.. kubalas ciumannya…  Kami sempat menghentikan ciuman kami selama sedetik, kemudian dia kembali melumat bibirku secara kasar..  sekarang lidahnya menjelajahi kerongkonganku.. Ia memainkan lidahnya dirongga mulutku.. ARGHHH.. Choi Minho!! Awas kau… Kulakukan hal yang Minho lakukan padaku… kubalas kau.. Bukannya menyerah dia semakin bernafsu… Gawat… aku membangunkan singa tidur!!

Sekarang ciumannya tidak terfokus dibibirku lagi.. tapi turun kebawah.. tepatnya dileher jenjangku… hhhhhhhhhhhh…. Choi Minho.. Dia terus bermain dengan leherku, sampai menimbulkan bekas kemerahan.. Tiba-tiba kurasakan tangannya menyentuh kemeja tidurku….. tangannya bergerak melepas kancingnya…. ANDWAE… CHOI MINHO!! (Author 2: Astagfirullah… Setan apa yang ada di otakku ini… Noh hutang ane lunas ama lu Author 1… hahaha… PLAKK… )

“Minho… hentikan!!”

“Minho………………..”

“Tidak akan… dua hari lagi kita akan menikah.. Jadi apa salahnya”

“HAAAAAAAAAAAAH”

TIDAK…TIDAK…TIDAK… AKU TIDAK MAU!!

“ASTAGA!!” teriak Hea Min…

Buru-buru Minseok yang ada disebelahnya menutupi mata Hea Min

“Heh.. kalian… kalau mau gituan jangan disini… DASAR PABO!!” Teriak Minseok Oppa

ARGGHHHH………… Betapa malunya akuu… Umma Tolong >/////////////////////////<

*****************************************************

“Kau terlihat sangat cantik Hye Min” Ucap Hea Min

“Aaaah… gomawo Hea Min” Ucapku sambil tersenyum simpul

“Aku juga ingin cepat menikah dengan Taesung Oppa… agar aku bisa mengenakan gaun secantik ini” Ucapnya polos…

Aku berjalan dialtar didampingi oleh Appaku… sesampainya didepan Pak Penghulu… (author2: hahaha… salah…) ralat maksudnya Pendeta… dan didepan pendeta itu berdiri sosok namja yang sangat tampan yang paling kucintai… Ia tersenyum padaku… dan mengulurkan tanganya kearahku.. aku menerimanya…

“CHOI MINHO… BERSEDIAKAN KAMU MENERIMA KIM HYE MIN SEBAGAI ISTRIMU BAIK SUKA MAUPUN DUKA.. DALAM SUSAH MAUPUN SENANG… BERSEDIA”

“SAYA BERSEDIA”

“APAKAH KAU KIM HYE MIN… BERSEDIA MENERIMA CHOI MINHO, PRIA DISEBELAHMU INI SEBAGAI SUAMIMU DAN AKAN SELALU MENDAMPINGINYA BAIK SUKA MAUPUN DUKA ATAU DALAM SUSAH MAUPUN SENANG… BERSEDIA…”

“SAYA BERSEDIA”

Ia menggenggam tanganku erat seolah tidak ingin aku menjauh darinya… sekarang kami berhadapan… Tentu saja karena ini saatnya adegan kissingnyaa… hhhh… menyebalkan sekali… dia membuka tirai yang menyelimuti wajahku….. Wajahnya mendekat dan ia menciumku lembut…

“Waaaaaaaaa… Keren” Teriak Eun Hee

“Bener banget… Aku juga kepengen!!” Sambung Hea Min

Semua orang ditempat itu menatap mereka berdua… hahaha… dasar dua yeoja pabo… ada-ada saja…

“Hye Min..” Bisik Minho ditelingaku

“Your Mine.. Now and Forever!!” Bisiknya lagi

“Kim Hye Min is Choi Minho.. aaaah.. Choi Hye Min is Choi Minho.. Now and Forever!! Sarangeyo….” Ucapku lembut

“Nado… sarangeyo Choi Hye Min” Ucapnya sambil tersenyum, senyum yang sangat indah

——————-THE END——————-

Argggggghhhhhhh… Akhirnya… Selesai juga nih FFnya…

Aduh capek gue ngetiknya… *reader: itu mah DERITA ELU!!.. :D*

Selamat membaca… INGAT!!

AUTHOR DI FF INI ADA EMPAT JADI JANGAN HERAN GAYA BAHASA BERUBAH DAN CERITA MENJADI ANEH… HAHAHA.. PLAKK

FF INI BERAKHIR DI KEGILAAN AUHTOR DUA NOH… HAHAHA…

YA UDAH DIMOHON KRITIK DAN SARAN

JANGAN LUPA COMMENT KARENA ITU WAJIB… KALAU GG TAK PANGGILIN EMMA AI… HAHAHA…

*dibonyokin reader*

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

My Place In The World

DIBAWAH 15 PLEASE BACK OFF… FF INI MENGANDUNG KEKERASAN DAN CUKUP BERAT BAGI YANG BELUM CUKUP UMUR. DARI PADA SALAH KAPRAH MENDINGAN JANGAN BACA. OKE? ^^ .. KARENA GAK MENUTUP KEMUNGKINAN YANG DI BAWAH 15 BISA NGELAKUIN HAL YANG SAMA, SIAPA YANG TAHU PIKIRAN ORANG? OKE? SO PLEASE… BACK OFF. THANKS

Title : My Place In The World

Author : Rara (Cute Pixie) & Nisa (Keyholic)

Casts : Lee Taemin & Other SHINee Member

Genre : Thriller/Suspence, Dark

Length : Oneshot

Rate : PG+16 (Banyak adegan kekerasannya)

Disclaimer : Mereka bukan punyaku.. kecuali Taemin. He’s mine!*digeplak taemints* XD

Continue reading My Place In The World

RAINBOW – PART 11

RAINBOW PART 11

Author            : Wiga

Rating             : PG 13

Cast                : Onew, Kim Kibum, Choi Minho, Kim Jonghyun, Lee Taemin, Shim Yui, dan Park Nada

Genre             : Friendship, Romance, Sekuel, Action

miaann.. kelamaan nunggu.. sebenernya part ini udah bener-bener udah masuk NC 17, tapi berhubung banyak reader sf3si yang masih dibawah umur, maka part ini aku rombak abis-abisan biar jadi PG 13. miaan kalo ceritanya gak begitu bagus, soalnya jalan ceritanya berubah total, dan juga karena aku bikin part ini agak terburu-buru, sekali lagi miaan.. oia kalo kalian agak bingung dengan part ini, kalian bisa baca part 4. eh satu lagi.. coba dengerin lagu LIFE by SHINee yaa, sambil baca ff ini.. hehehee

happiiii reading..^^

Mereka berenam terdiam di meja makan. Kibum, Onew, Minho, Jonghyun, Taemin, dan Yui. Hanya Nada yang tak tampak.

“ Selama ini aku diam, bukan berarti aku tak peduli kalian. Aku adalah pengawas disini, tugasku adalah memantau dan mengawasi kalian. Tapi mengapa kalian tidak mengerti?? aku diam karena aku mau kalian menyelesaikan masalah kalian secara dewasa!! bukan dengan cara ini!! Sekarang kalian lihat kan?? Nada sakit!! Nada tertekan!! dan apa yang kalian dapat?? hanya luka lebam!! aiisshhh..” kata jonghyun tajam sambil memandang kelima teman-temannya.

Minho dan Onew sama-sama menunduk.

“ Dari awal sudah kubilang pada kalian, Beri dia waktu!! Jangan memaksanya!! jangan menekannya!! kalian seperti anak kecil saja!!” kembali jonghyun berujar galak kepada teman-temannya.

“ Sudahlah oppa.. jangan menyudutkan mereka lagi.. pokoknya, sekarang Minho oppa dan Onew oppa harus mengerti keadaan Nada, jangan pernah mendesaknya lagi, jangan bertengkar di depannya.. Arassoo??” Kata Yui berusaha menengahi.

Tiba-tiba terdengar pintu terbuka, dan Nada keluar dari kamarnya berjalan menunduk menuju pintu depan.

“ Nada.. kamu mau kemana..??” tanya Kibum sambil berdiri menghampirinya.

“ nggh.. aku mau ke KARA, oppa…” kata Nada pelan, Ia masih tetap menunduk.

Kibum melihat Nada sekilas, wajahnya sungguh pucat dan kelopak matanya merah, pertanda Ia habis menangis lama.

Kibum segera memegang kening Nada dengan telapak tangannya,

“ Nada.. Badanmu masih panas begini, ak…” belum sempat Kibum selesai bicara, Nada berkata pelan.

“ gwencana oppa, aku hari ini ada shift di KARA..  kemarin aku sudah tidak masuk, jadi hari ini aku harus masuk oppa..”

“ Tapi Nada…” Kibum berusaha menahannya.

“ Gwenchana Oppa..” Kata Nada.

“ Kalau begitu biar ku antar, “ bujuk Kibum dengan nada khawatir.

Tapi Nada menggeleng lemah.

***************

Nada berjalan pelan, cuaca hari ini sangat panas namun entah kenapa nada merasa kedinginan. kepalanya masih terasa sangat berat, namun Ia memaksa pergi ke KARA, karena hanya di KARA lah tempat Ia bisa menyibukkan diri sehingga dapat melupakan sementara masalah yang ada di pikirannya.

beberapa puluh meter lagi, Ia akan sampai di KARA.

Tiba-tiba ada mobil alphard hitam berhenti tepat disampingnya, Nada menghentikan langkahnya. Tampak dua namja keluar dari mobil tersebut dan menghampirinya, mereka memegang tangan Nada dengan sangat erat dan memaksanya masuk kedalam mobil.

“ Masuk!!” kata kedua namja tersebut bersamaan.

“ Apa yang kalian lakukan?? lepass..” jerit Nada kencang, sekuat tenaga Ia berontak melepaskan diri dari cengkeraman kedua namja tersebut.

“ TOLOONGG!!!!” Nada berteriak, namun kedua namja itu lebih kuat darinya, mereka berhasil menyeret Nada masuk hanya dalam beberapa detik. Setelah mereka masuk ke dalam mobil tersebut, pintu langsung ditutup dan mobil itu segera melaju dengan kecepatan tinggi.

“ Lepass.. TOLONG!! TOLONG!!” Teriak Nada sambil menendang ke segala arah, satu tendangan nya tepat mengenai wajah salah satu namja tersebut.

“ aaiisshh muka ku..!! Hyung!! cepat pingsankan dia!! merepotkan saja!!” teriak namja tersebut sambil berusaha memegang kedua kaki nada yang terus menendang kepalanya.

“ BBUUKKK!!!!”

Tiba-tiba Nada merasakan sakit yang luar biasa di tengkuknya dan seketika itu juga pandangannya gelap.

*************

“ Jika tertidur seperti ini wajahnya sungguh manis ya hyung,,” kata seorang namja bermuka baby face.

“ YAAA!!! ryowook!! kalau gadis ini jelek, pastinya ia bukan target kita.. kau ini bagaimana!! DASAR MAGNAE!!” ujar namja yang satunya lagi.

“ eunyuk hyung..!! aku kan hanya bilang dia manis..” ryowook berkata gusar.

“ ya.. ku akui, dia memang sangat manis, tak heran minho memilihnya, bagus juga selera minho itu!!” kata eunyuk sambil terus memandang wajah Nada.

“ HAA.. mengapa kau memandanginya terus?? kau suka ya hyung..??” ledek si magnae.

Tiba-tiba terdengar gertakan dari bangku depan.

“ DIAM.. !!! sekarang bukan waktunya bercanda!! kalian membuatku pusing!! sebentar lagi kita sampai di tempat tujuan.. setelah itu kita pikirkan rencana berikutnya!!” Teriak namja yang sedang menyetir, raut mukanya lebih berkharisma dibanding dua namja sebelumnya.

“ Nee Donghae hyung!!” kata ryowook dan eunyuk berbarengan.

*************

Setelah mereka sampai di suatu bangunan tua di pinggir kota, eunyuk menggendong Nada lalu berjalan mengikuti donghae dan ryowook yang berjalan lebih dahulu.

“ jadi, apa rencana kita boss?? “ tanya eunyuk tak sabar.

“ belum ku pikirkan..” gumam donghae pelan.

“ aku punya rencana hebat, kita perkosa saja gadis ini di depan minho.. pasti dia tak berkutik..” kata eunyuk nyaring.

“ Aaiisshh.. kau ini!! otak yadong mu itu seharusnya kau hilangkan!!” bentak donghae.

“ kita tak akan menyakiti gadis ini, arasso!! satu-satunya orang yang akan kita sakiti adalah minho!! pantang bagiku melukai seorang gadis..” timpalnya lagi.

Eunyuk hanya cemberut sambil memasang muka tak puas.

“ Sial!! Cukup sudah kau bertingkah seperti seorang pemimpin Lee Donghae!! aku muak kau suruh-suruh terus!! hari ini aku akan melakukan apa yang ku mau!! tak ada satupun yang bisa menghalangiku, termasuk kamu , bastard!!” umpat eunyuk dalam hati.

“ Ikan tangan nya.. Duduk kan dibangku.., Ryowook kau ambil fotonya dan kirimkan ke Minho, dan kau Eunyuk, jaga dia baik-baik, dan jangan macam-macam!! aku pergi sebentar..” kata donghae tegas, setelah itu ia kelur dari ruangan besar tersebut.

Eunyuk mengamati Dongsaengnya yang sedang mengambil beberapa foto Nada dengan hp nya, kemudian ia mengutak utik hp nya sebentar.

“ Ahh.. terkirim.. selesai sudah.. hyung!! aku tinggal sebentar ya, perutku sakit..” gumam ryowook kemudian ia segera menghilang dari pandangan eunyuk.

**********

Minho mencoba mengalihkan pikirannya dari Nada, entah kenapa semenjak Nada pergi ke KARA pikirannya merasa tidak enak, dadanya tidak berhenti berdebar, rasa-rasanya ada yang salah dengan kepergian Nada.

Ia mengajak Taemin bertanding Winning Eleven dengan nya, Namun rupanya Winning Eleven pun tak bisa mengalihkan perhatiannya dari yeoja yang sangat disayanginya itu.

“ Hyung!! yang serius dong mainnya!!! sudah tiga kali kamu kalah tanpa perlawanan, ga seru kaann..” gerutu Taemin kesal.

minho akhirnya menyerah, ia melemparkan stick PS nya dan berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum.

“ PRRAANNGG…” tiba-tiba gelas yang dipegangnya terjatuh dan pecah.

“ Oppa, mengapa kau memecahkan gelas ungu itu?? itu kan gelas kesayangan Nada..” kata Yui seraya menghampiri Minho yang kini terdiam menatap pecahan gelas tersebut.

“ Haah..? ngg, aku tidak tau, tiba-tiba saja gelasnya terlepas dari tangan ku..” kata Minho sambil memungut pecahan gelas tersebut dan membuangnya ketempat sampah.

Ia duduk dimeja makan dan merenung..

***********

Onew mencoba menghubungi hp Nada berkali-kali namun tidak ada jawaban. hatinya mulai tidak tenang, satu jam lalu Ia mengirimkan sms ke Nada, Namun nada tidak membalasnya kemudian Ia mencoba menelpon KARA namun manager kyuhyun bilang Nada belum tiba di sana. entah sudah keberapa kalinya Onew mencoba menghubungi Nada selalu tidak diangkat.

“ Nada… Angkat Teleponnnya.. kamu dimana..” Kata onew pelan.

beberapa menit kemudian, akhirnya Onew memutuskan untuk menyusul Nada ke KARA.

Ketika Ia membuka pintu kamarnya dilihatnya Minho sedang tergesa-gesa memakai jaket dan helm lalu berlari ke arah motor balapnya dan dalam hitungan detik sudah melaju kencang dengan kecepatan tinggi.

Onew menghela napas.

“ tampaknya Minho bergerak lebih cepat dari pada aku..” desah onew pelan.

Ia berjalan ke arah meja makan dan menarik kursi untuk ia duduki.

“ Apa ini?? HP minho?? dia lupa membawa HP nya??” desah Onew pelan.

rasa penasaran merasuki dirinya. Ia mulai mengutak atik HP minho alangkah terkejutnya ketika Ia membaca pesan MMS dari nomor yang tak dikenal.

Isi MMS itu adalah 3 buah foto Nada dalam keadaan terikat, hampir sama kondisinya seperti pada waktu Jessica menculik Nada beberapa bulan yang lalu.

“ Jl. XXX no16.”

hanya itu saja keterangan yang ada.

“ Yaa Tuhan.. pantas tadi Minho berjalan terburu-buru. apa ini ulah Jessica lagi?? siaaalll!!! Nada dalam bahaya..!!!”

Onew segera berlari mengambil kunci mobilnya di kamar dan memakai hoodie nya dengan terburu-buru.

“ JJONG!!! JONGHYUN..!!!!!!!” Ia berteriak memanggil Jonghyun yang tengah bermain PS dengan Key.

“ ada apa sih teriak-teriak??” sahut Jonghyun ketus.

“ Dengar.. Jika sampai satu jam aku, minho, maupun Nada tidak kembali, kau lacak hp ku dan hp minho lewat GPS, kemudian panggil polisi, arasso!!” Jinki segera berlari menuju mobilnya.

“ Hey..!! apa yang terjadi? ada apa dengan kalian bertiga?? jangan macam-macam.. kasihan Nada.. dengar se..” belum selesai Jonghyun berbicara, Onew segera memotongnya.

“ tak ada waktu lagi!! aku harus pergi.. INGAT PESANKU!!”

********************

Nada terbangun dari tidurnya, tengkuknya terasa sakit. Ia mencoba menggerakkan tangan nya, Namun tangan nya terikat kuat di belakang.

“ Sudah bangun kau sweety..” tanya Eunyuk sambil berjalan mendekat kearah Nada.

“ Siapa kamu?? Lepaskan aku…” pinta Nada sambil menatap namja itu.

“ aku ga akan melepaskan mu sebelum aku mendapatkan apa yang ku ingin kan sweety..” eunyuk mengeluarkan sebilah pisau dari kantong celananya.

Nada menahan napasnya, jantung nya berdetak cepat ketika namja itu mengelus pipi Nada dengan ujung pisaunya.

“ kamu mau apa..” bisiknya lemah, ia menyadari kini air matanya sudah menetes.

“ aku mau kamu.. sweety..”

***********

Minho mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi, hampir 2 kali ia hampir menabrak pejalan kaki yang sedang menyeberang jalan, karena ia melewati lampu merah. Namun Ia benar-benar tidak perduli, kini hanya Nada yang ada dikepalanya.

“ Nada.. kumohon bertahanlah..” desisnya pelan sambil terus menambah laju motornya.

***********

“ ada apa dengan onew oppa??” tanya yui khawatir.

“ Entahlah, mungkin Ia ingin menyusul Minho yang ingin menjemput Nada dari KARA.” kata Jonghyun santai.

“ mengapa oppa bisa sesantai itu sih ngomongnya?? bagaimana jika mereka bertengkar lagi seperti kemarin?? Nada kan sedang sakit oppa..” kata yui setengah merajuk kepada jonghyun.
” Yui benar hyung, Nada sedang sakit.. jika onew dan jonghyun berkelahi lagi Nada pasti akan makin sakit. sebaiknya kita susul mereka” kata Key sambil meletakkan stick PS nya.

“ Yaaa!!! kalian ini..!! biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri!! jika mereka ingin berkelahi atau saling membunuh, biarkan saja!! mereka bertiga tidak akan pernah dewasa, jika kita selalu mencampuri urusan mereka!!” bentak Jonghyun kesal.

“ Tapi oppa…”

“ Yui dengarkan aku!! percaya padaku, mereka pasti bisa menyelesaikan masalah mereka.. kita tunggu saja mereka disini.. aku janji, jika dalam waktu satu jam mereka belum kembali, kita akan cari mereka..” jonghyun menggenggam tangan yui erat, berusaha menenangkan gadis itu.

**************

“ Tiiinn.. Tiiiinnn……!!!!”

Onew meneka klakson berkali-kali pada mobil yang ada didepannya.

“ Tiiinnn… Tiiiinnnn…. Tiiiiinnnnn!!!!!!!”

mobil yang ada di depannya berhenti mendadak, sehingga menimbulkan kemacetan di sepanjang jalan.

“ aaaaiiissshhhh… cepat jalan.. mengapa berhenti ditengah-tengah siiiiii…” umpat onew kesal.

“ Tiiinnn… Tiiinn…Tiiinnnnn!!!!” onew terus menekan-nekan klakson mobilnya frustasi.

karena tidak sabar, onew segera keluar dari mobilnya menghampiri mobil yang ada di depannya.

Ia melihat sekilas dari kaca mobil, ternyata sepasang kekasih yang sedang bertengkar.

“ YAAA!!! MOBIL KALIAN MENGHALANGI JALAN!!!! PINGGIRKAN SEKARANG ATAU KUPECAHKAN KACA MOBIL KALIAN DENGAN BATU!!!”  teriak onew kesal, ia menggebrak kap depan mobil tersebut.

**************

“ Kumohon lepaskan aku..” isak Nada pelan, dirinya sangat ketakutan ketika namja didepannya terus bermain dengan pisaunya.

“ tak usah takut, sweety.. aku ga akan menyakitimu dengan pisau ini..” kata eunyuk santai.

“ tolong.. aku ga kenal siapa kamu.. tolong lepaskan aku..”

“ ga semudah itu..” lanjut eunyuk, kini matanya menatap Nada serius.

“ Kau tau sweety, kau sangat cantik jika sedang menangis…” desah eunyuk perlahan.

Nada menundukkan kepalanya menghindari wajah eunyuk yang kini sangat dekat dengan wajahnya.

“ kumohon.. jangan..” bisik nada gemetar.

“ Tolong aku.. tolong aku.. kumohon.. siapapun tolong aku.. siapapun tolong aku.. kumohon!!!”

“BRAAAAAKKK”

Tiba-tiba pintu menjeblak terbuka seorang namja berlari menghampiri eunyuk. Dengan cepat Ia menarik kerah baju eunyuk dan mendorongnya ke sudut ruangan.

“ DAMN!!! APA YANG KAU LAKUKAN!! SUDAH KUBILANG JANGAN MACAM-MACAM DENGAN YEOJA ITU!!”.

“ Mianhae, donghae hyung.. aku.. aku hanya bermain-main sebentar dengannya, aku tidak serius..” eunyuk berkelit.

“ TERSERAH APA KATAMU!! MANA WOOKIE!!” donghae bertanya masih dengan nada emosi.

Sementara itu, ryowook yang mendengar ada keributan segera berlari menuju ruangan.

“ hhhh..hhh… aku disini hyung, tadi aku habis ke toilet sebentar!! Yeoja ini kau apakan hyung?? Mengapa dia menangis??” tanya ryowook terengah-engah.

“ tanyakan saja pada monyet sialan itu!! “ jawab donghae ketus sambil menunjuk eunyuk.

Eunyuk hanya terdiam tanpa berani membantah, sementara itu ryowook tidak bertanya apapun lagi. Ia sadar jika kedua hyungnya sama-sama gampang tersulut emosi, maka rencana mereka untuk balas dendam bisa gagal.

“ dengar, tamu yang kita tunggu sudah datang.. ryowook, lepaskan ikatan pada yeoja itu dan bawa yeoja itu ke depan, eunyuk buang pisau itu, kita tidak akan membunuh orang!! Ikut aku kedepan.. PALI!! Semuanya bergerak cepat” gertak donghae cepat kemudian ia langsung keluar ruangan disusul dengan eunyuk. Tanpa ada menyadari, eunyuk tidak membuang pisau lipatnya, ia memasukkan kembali ke kantung celananya.

“ Bastard!! Hanya sampai disini kau bertingkah sebagai pemimpin Lee Donghae!!” umpat eunyuk dalam hati.

Sementara itu, ryowook pelan-pelan membuka ikatan yang ada ditangan Nada.

Terlihat guratan-guratan merah disekeliling tangan Nada.

“ lepaskan aku..” bisik Nada pelan, ia masih bisa merasakan tangannya sedikit bergetar karena ketakutan.

“ sorry aku ga bisa, tapi aku janji setelah ini selesai kau bisa pulang..” jawab ryowook tenang.

“ kalian mau apa?? Aku tidak mengenal kalian..”

“ nanti kau juga tahu.. sekarang mana kedua tanganmu?? Aku harus mengikatnya lagi biar kau ga kemana-mana..” ryowook berkata tegas, sambil mengikat kembali tangan Nada, Namun ikatannya tidak sekencang tadi.

“ kita susul kedua hyungku sekarang, pali..” ryowook menarik tangan Nada dan berjalan cepat keluar ruangan menuju ruangan lain.

Alangkah terkejutnya Nada melihat namja yang ada diruangan tersebut.

“ Minho Oppa??” kata nada hampir tanpa suara.

“ NADA!!! ” Minho berteriak keras, tangannya mengepal kencang, ia menatap ketiga namja didepannya satu persatu.

“ AKU TIDAK MENGENAL KALIAN?? MENGAPA KALIAN MENCULIK NADA DAN MENYURUHKU DATANG KEMARI?? APA MAKSUD KALIAN??”

“ kau tidak mengenalku?? Tidak ingat apa yang dulu pernah kau lakukan terhadapku?? Baiklah jika kau mau, kita coba kembali mengingatnya..” donghae berkata pelan sambil melangkah menghampiri Minho, pemukul baseball logam mengayun ditangannya.

Sementara eunyuk dan ryowook berdiri mengapit Nada.

Donghae mengayunkan pemukul baseball itu tepat kearah kepala Minho, namun dengan sigap minho menghindar, saat  ada kesempatan Minho menyerang bagian perut donghae dengan kakinya, mengakibatkan donghae terpental 3 meter ke belakang.

“ YAA!! Berani-beraninya kau!!!” eunyuk  berteriak, segera ia mengeluarkan pisau disaku celananya dan mengarahkan keleher Nada.

Minho berdiri membeku, melihat apa yang dilakukan namja itu terhadap Nada. Ia sadar ia tak punya pilihan, selain tidak melawan apa yang dilakukan namja didepannya. Kemungkinan besar, jika ia terus melawan maka Nadalah yang akan menjadi sasaran mereka.

“ ternyata kau tidak bodoh..!!” donghae berdiri dan segera berjalan kembali kearah Minho, dan mengayunkan pemukul baseball ke arah perutnya.

“ BUKKK!!!” Minho terjatuh berlutut, Namun Ia tidak melakukan apapun untuk membalasnya.

“ Andwae.. berhenti.. jebal..” Nada terisak memohon kepada namja yang berada disebelahnya.

“ BUKKK!!!” kali ini Donghae menghantam punggung Minho keras, membuat Minho kembali terjatuh.

“  MASIH TIDAK INGAT APA YANG PERNAH KAU LAKUKAN KEPADAKU!!!”

“ BUUUKK” Donghae menghantam punggung Minho bertubi-tubi.

“ ANDWEEEE!!!!! ANDWAEEEEE!!!! TOLONG BERHENTII!!! KUMOHON!!! MINHO OPPA..CEPAT PERGI DARI SINIII” Nada berteriak histeris ketika melihat Minho  mengeluarkan darah dari hidung dan mulutnya.

Nada terus berontak, namun ryowook makin mempererat cengkeraman di lengan nya.

“ MASIH TIDAK INGAT??” kali ini Donghae menghantamkan pemukul baseball tepat dikepala minho.

“ HENTIKAAAAANNN.. KUMOHON HENTIKAN… KUMOHOON.. KAU BISA MEMBUNUHNYAAAA…” Nada kembali berteriak.

Darah mengucur dari kepala Minho, terlihat Minho masih berusaha berdiri, Namun akhirnya Ia terjatuh lagi.

“ hentikkaaaaaan.. minho oppaaa.. cepat pergi..  jebaal..” kaki Nada tidak kuat berdiri, Ia jatuh berlutut, bibirnya terus memanggil nama namja yang kini tergeletak tidak berdaya dihadapannya.

Eunyuk berlari menghampiri  Donghae, Ia mengambil pemukul baseball yang berada di tangan donghae, dan mengambil ancang-ancang untuk kembali memukul kepala Minho.

“  tolong hentikaaan.. Minho oppa sudah tidak bergerak.. kumohon.. jangan menyiksanya lagiii.. jebal..” bisik Nada terisak.

“ hyung!! Sini kuajari bagaimana caranya.. buat dia lumpuh seumur hidup.. kupastikan Ia menyesal telah cari masalah dengan kita..” eunyuk tersenyum licik dan mulai mengayunkan pemukul basebal logam itu ke arah kepala Minho.

Mata Nada memandang nanar pemandangan didepannya.

“ AANNDDWAEEEEEEEEEE!!!!!!!!!”

***************************

“Oppaaa.. perasaanku tidak enak niiih.. kita susul mereka yaaa…” yui merengek kepada Jonghyun yang sedang menikmati ramen buatan key disebelahnya.

“ perasaanku juga tidak enak, entah mengapa dadaku dari tadi berdebar kencang,, “ sambung key.

“ Yui, Key Hyung, Jjong Hyung!! Aku baru saja menelpon manager kyu, katanya Nada hari ini tidak datang ke KARA!!” tiba-tiba Taemin berteriak keluar dari kamarnya.

Jonghyun terdiam sebentar, kemudian Ia merogoh kantungnya untuk mengambil handphonenya.

“ Apa yang kau lakukan hyung?? “ tanya Key pelan.

“ aku mencoba melacak posisi handphone mereka bertiga lewat GPS..” gumam Jonghyun, matanya masih serius menatap layar Handphonenya.

“ Ketemu.. “

“ Kita kesana sekarang..”

**************************

“ ANDWAAAAAEEEEEEEEEEEE….” Nada berteriak histeris, matanya terpejam, tak sanggup melihat  hal yang sedang berlangsung dihadapannya.

“ BUUUUUUKKKK!!!!” terdengar suara pemukul baseball menghantam sesuatu.

“ DONGHAE HYUNG!!!!! YAAA!!! BASTARD!!! WHAT THE HELL…”

“ BUUUUUUUKKK!!!!!!!” terdengar lagi bunyi satu pukulan.

Nada memberanikan diri untuk membuka matanya.

“ ONEW OPPA???” isak Nada pelan, Ia berusaha berdiri dan menghampiri Onew, Namun lagi-lagi Ryowook mencengkeram lengannya erat.

Onew terlihat memegang pemukul baseball dan mengayunkannya kearah Eunyuk dengan keras. Wajah Onew terlihat sangat marah, dan nafasnya terengah-engah

“ BUUUKKKKK!!!”

Eunyuk terjatuh seketika, sementara Donghae berusaha untuk berdiri dan menyerang Onew dari belakang.

“ Aarrgghhh…” Pukulan Donghae telak mengenai kepala bagian belakang Onew, dan onew pun hampir terjatuh, Ia mencoba untuk berkelit dari pukulan kedua Donghae.

“ BUUUKKKK!!!!” tendangan Onew tepat sasaran di perut Donghae, begitu kerasnya hingga Donghae mengeluarkan darah.

“ APAYANG KAU LAKUKAN PADA TEMAN-TEMANKU!!! BRENGSEK!!!” Onew berteriak kencang tepat dimuka Donghae. Ia mendaratkan satu pukulan lagi tepat di wajah Donghae.

“ BERDIRI KAU!!!”

Onew menarik kerah baju donghae, dan kini meninju perutnya dengan keras.

“ hentikan..” bisik Donghae hampir menyerah.

Sementara itu eunyuk mencoba bangun perlahan-lahan, Ia mengeluarkan pisaunya dari dalam kantung celananya, dan berlari kearah Onew yang saat itu perhatiannya teralih ke Donghae.

“ RASAKAN INI BASTARD” teriak Eunyuk menghunuskan pisau itu kearah perut Onew.

Nada berteriak kencang, tanpa berpikir panjang Ia segera berlari ke arah Eunyuk , beruntung saat itu ryowook lengah sehingga Nada dengan mudah melepaskan diri dari cengkeraman ryowook.

“ ONEW OPPAAAAA!!!!!! AWASSSSS!!!!!!!”

Namun terlambat..

darah pekat menetes deras..

*********************

Onew POV :

“ ONEW OPPAAAAA!!!!!! AWASSSSS!!!!!!!”

saat aku menghajar namja yang sudah kepayahan di hadapanku ini, Aku mendengar jeritan Nada,. segera aku berbalik kebelakang, kulihat namja yang satu lagi berlari kearahku dengan pisau ditangannya.

Sial!!!

Tak ada waktu untuk menghindar, dia sudah berada tepat di depanku.

“ eeenngggghhhh…”

Kulihat Nada berlari kearahku tepat saat namja itu menghunuskan pisaunya ke arahku, namun Nada lebih cepat, ia melindungiku dengan tubuhnya dan pisau itu tertancap di perutnya.

Ya Tuhan!! Tolong katakan ini tidak benar terjadi!! Andwae!! Andwae!!

“ NADA!!! ANDWAEEEEEEE!!!!.” aku menangkap tubuh Nada yang perlahan mulai ambruk.

“ Nadaa.. Andwaee.. ya tuhaan..nada, mengapa kau lakukan ini..” aku tak bisa menahan tangisku, berusaha pelan-pelan mencabut pisau yang tertancap dalam diperutnya.

“ sakit oppa..” bisiknya pelan air matanya menetes jatuh, kini kurasakan napasnya mulai tidak teratur.

“ Nada… Yaa Tuhaann.. bertahanlah..” aku terisak memeluknya.

Setelah pisau itu berhasil ku cabut segera kuletakkan tanganku diatas perutnya untuk menghalangi keluarnya lebih banyak darah.

“ TOLOOONGGGG!!! SIAPA PUN  TOLONG AKUUU!!! PANGGIL AMBULANS!!!!!” aku berteriak-teriak kepada tiga namja yang hanya berdiri membeku melihat keadaan Nada.

“Yaa Tuhaan.. Tolong aku.. tolongg.. siapa pun tolong aku…” aku terus menangis sambil memeluknya.  Darahnya mengalir banyak sekali membasahi bagian depan bajuku. Namun aku sama sekali tak perduli, ya tuhaan.. tolong selamatkan diaaa..

Badan Nada mulai bergetar, matanya sedikit-sedikit mulai menutup.

“ Nada.. bangun!! Jangan!!! Jangan tidurr!! Kumohon.. tetap lah sadar.. Nada jebaaalll…” aku mengguncangkan pelan tubuhnya, mencoba membuat Nada tetap sadar.

“ Nada… Nada… tolong.. jangan tinggalkan aku… bertahanlah…” aku tak kuasa melihat wajahnya yang semakin lama semakin pucat.

“ oppa..” bisiknya lemah.

Matanya dengan lembut menatap mataku.

“saranghae oppa..”

Kemudian matanya tertutup.

“ Andwaeeee!!! Andwaeee Nadaaa!!! Bangun!! Bangun!! Nada…. kumohon.. bangun.. bangun… jangan tinggalkan aku.. ya tuhaaann.. tolong jangan ambil dia tuhaaan… Nadaaa.. bangun.. kumohon buka matamu.. jebal… jebal.. jebal….”

**********************

Kim Kibum, Kim Jonghyun, Shim Yui, dan Lee Taemin berlari-lari disepanjang lorong rumah sakit menuju Unit Gawat Darurat. Setibanya disana mereka melihat onew yang menangis sambil menundukkan kepala. Jonghyun menghampiri Onew, Ia duduk disampingnya.

“ Onew, aku sudah dengar semua keterangan dari inspektur siwon..  bagaimana keadaan Nada dan Minho??” kata jonghyun pelan sambil menepuk lembut pundak onew.

Onew menggelengkan kepalanya lemah, saat Ia mengangkat kepalanya, terlihat wajah dan matanya sangat merah.

“ aku yang salah.. harusnya aku lebih cepat datang kesana.. gara-gara aku, minho dan nada.. semuanya salahku.. semuanya salahku.. ya tuhaan.. semuanya salahku…” kembali onew menunduk dan terisak.

“ hyung, jangan menyalahkan dirimu..  “ kata kibum pelan.

Tiba-tiba seorang perawat keluar dari ruangan UGD dengan raut wajah yang letih, segera mereka berlima menghampiri perawat tersebut.

“ BAGAIMANA KEADAAN NADA DAN MINHO??” teriak mereka berlima hampir berbarengan.

Perawat itu menghela napasnya dalam-dalam, sebelum akhirnya Ia berbicara.

“ namja yang mendapat pukulan dikepalanya koma, ia mengalami pendarahan yang serius dikepalanya, kita menunggu persetujuan pihak keluarganya untuk melakukan operasi. Sedangkan yeoja yang mendapatkan luka tusukan itu,,,, hhhh… dokter tidak dapat berbuat banyak, tusukan itu berakibat fatal padanya, selain mengenai organ vitalnya, Ia mengeluarkan sangat banyak darah dan tubuhnya menolak darah yang masuk lewat transfusi.. kalian banyak-banyak lah berdoa.. permisi..”

Yui tidak dapat menahan tangisnya, Ia masih belum bisa menerima kedua temannya dalam keadaan yang begitu kritis saat ini. Jonghyun segera memeluk yui dan mengusap kepalanya.

“ tenanglah.. percaya padaku.. Nada dan Minho pasti akan selamat.. uljimaa yui.. uljimaa..” bisik jonghyun pelan, ia mendekap yui lebih erat.

Sementara itu onew langsung limbung, matanya terasa berkunang-kunang dan pandangannya pun berputar, beruntung Kibum dengan sigap menahan onew agar onew tidak terjatuh, dan memapahnya duduk disebelah jonghyun dan yui.

“ onew hyung!! Kau kenapa!!” seru Taemin, namun onew hanya menggeleng  lemah bagaikan kehilangan nyawa, onew hanya terdiam duduk dan menunduk menghindari tatapan keempat  temannya.

Hampir dua jam berlalu, Kibum, Jonghyun, Yui, Taemin dan onew masih terdiam menunggu, tak ada satu pun yang berbicara, kepala mereka dipenuhi pikiran masing-masing.

Tiba-tiba terjadi sedikit keributan diruang UGD tempat Nada dirawat, beberapa dokter dan perawat keluar masuk dengan wajah pucat, beberapa diantara mereka berteriak saat memberi perintah.

“ apa yang terjadi oppaa..” bisik yui, air matanya kembali turun.

“ molla.. kita doakan saja yang terbaik buat mereka..” bisik jonghyun pelan, menggengam tangan yui.

********************

( when I get on my knees, and cry before the world..

whwn I stop my tracks inside the storm..

if you alone standing..

I can suppress whatever pain and tears..

all I want is you.. Only one is you.. in my life..)

ONEW POV :

“ Ya tuhaaan…

ku mohon.. ku mohon padamu tuhan.. tolong jangan ambil dia dariku tuhan.. ambilah nyawaku sebagai gantinya..aku membutuhkannya.. aku benar-benar membutuhkannya.. hidupku berubah saat aku mengenalnya, sikapnya yang dingin membuatku benar-benar jatuh mencintainya. Nada adalah satu-satunya yeoja yang membuat hidupku sempurna, membuatku tahu apa itu cinta dan pengorbanan.. kumohon.. jangan ambil dia tuhaan.. kumohon.. jebal.. dia cinta pertamaku.. dan satu-satunya orang yang kucintai hingga akhir hidupku.. ku mohon.. tolong jangan ambil dia.. jangan ambil diaa..”

YUI POV :

“Ya Tuhan..

Nada adalah sahabat terbaikku, satu-satunya sahabatku yang tidak pernah mempermasalahkan perubahan diriku. satu-satunya sahabat yang rela berbagi makanan padaku, padahal saat itu dia kelaparan, satu-satunya sahabat yang menyelimuti diriku dengan selimutnya, padahal aku tau dia menggigil lebih hebat dari padaku.. tuhan.. kumohon biarkan dia tetap hidup.. aku menyayangi dia seperti aku menyayangi saudaraku sendiri tuhaan.. tolong, jangan ambil diaa.. dia sahabatku satu-satunya.. tolong jangan ambil dia tuhaaan…”

TAEMIN POV :

“ Yaa Tuhaan..

Ku mohon dengarkan doa ku.. jangan biarkan Nada pergi saat ini, Tuhaan.. tolong selamatkan dia, buat dia bertahan.. dia gadis yang baik.. satu-satunya orang yang menyadarkanku bahwa aku masih mencintai umma dan appaku.. satu-satunya yeoja yang tidak mengejekku saat aku menangis, satu-satunya orang yang menolongku saat aku kesusahan di KARA.. Tuhan.. Nada gadis yang baik.. hatinya bersih.. tolong tuhan.. kumohon.. jangan ambil dia sekarang tuhan.. jebal.. jebal.. jebal.. jangan ambil diaa..”

KIBUM POV :

“ Yaa tuhan..

jangan ambil Nada tuhan.. aku memohon padamu.. biarkan dia hidup lebih lama lagi.. ku mohon tuhaan.. dia satu-satunya yeoja yang menyadariku akan arti sebuah komitment.. saat aku belum mengenalnya, aku banyak menyakiti hati wanita.. namun kini aku tahu, bahwa semua yang kulakukan salah.. ya tuhaaan… jebal.. selamatkan dia tuhaan.. sembuhkan lah dia.. jangan ambil dia sekarang…”

JONGHYUN POV:

“ Yaa Tuhaan.. kita semua membutuhkannya.. tolong jangan ambil dia.. dia gadis yang baik.. jangan ambil dia tuhan…”

********************

NADA POV:

Dimana aku..?

Mengapa semuanya terasa gelap dan dingin..??

Aku tak bisa melihat apa-apa, disini sama sekali tak ada cahaya…

Aku harus bagaimana..?? aku takut sendirian..

kurasakan air mataku mulai jatuh, ya tuhaan.. ini dimana?? aku takut sendiri.. disini gelap dan dingin..

siapa pun tolong aku..

“ Nada…”

Aku mendengar suara yang sangat lembut memanggilku, dan tiba-tiba dikejauhan ada setitik cahaya.

“ Nada…”

Suara itu memanggilku lagi.

Suaranya begitu lembut menenangkan. suara siapa kah itu?? Umma?? Appa?? Onew Oppa?? aku tidak bisa memastikannya.. kuputuskan untuk berjalan mengikuti arah sumber cahaya.

“ Nada.. kemarilah..”

aku makin mempercepat langkahku..  setitik cahaya itu semakin lama semakin jelas.. makin terang menyilaukan, ada seseorang yang berdiri disana menungguku.. tapi siapa?? aku masih belum bisa melihat jelas..

“ Nada.. “

sedikit lagi aku sampai.. kupercepat langkahku..

ini sedikit membingungkan, bahwa aku sama sekali tidak merasa letih, padahal aku sudah berlari cukup lama.

sedikit lagi.. tinggal beberapa langkah lagi..

“ Nada..”

Aku menghentikan langkahku ketika aku dapat melihat jelas siapa yang ada dihadapanku.

“ Changmin Oppa??” bisik ku pelan.

Kulihat Changmin oppa berdiri, mengulurkan tangannya kepadaku.. wajahnya terang bersinar dengan setelan putih-putih.. aku langsung merasakan kedamaian saat melihatnya.

“Nada.. kemarilah.. ikutlah bersamaku..” dia berkata lembut. kedua tangan nya terbuka, seakan ingin memelukku.

Namun kakiku tak bisa melangkah, seketika aku merasakan tubuhku dingin, kaki dan tangan ku membeku..

“ Changmin oppa.. aku.. apakah aku sudah.. meninggal..??” bisikku pelan, tangisku kembali terdengar.

Changmin oppa hanya tersenyum memandangku.. apa artinya ini aku benar-benar telah mati??

“ Oppa.. jawab aku..” kataku terisak.

“ Nada.. uljimaa.. kemarilah.. maafkan aku, karena aku meninggalkan mu lebih dulu.. mianhae.. aku berjanji, mulai saat ini.. tak kan ada yang menyakitimu lagi.. aku akan terus bersamamu.. segala penderitaan mu sudah berakhir, Nada.. kita akan terus bersama selamanya disini.. kemarilah jagia..” kulihat changmin oppa semakin melebarkan rentangan tangan nya.

berarti benar..

aku telah mati..

aku berjalan perlahan kearah changmin oppa..

jauh didalam hatiku.. sebenarnya bukan ini yang kuinginkan.. mengapa aku harus pergi disaat aku belum menyampaikan perasaan ku pada orang yang kucintai.. aku pun belum berpamitan kepada sahabat-sahabatku.. bahkan pada ummaku.. mengapa aku harus pergi secepat ini..??

beberapa langkah lagi aku sampai di tempat changmin oppa..

“ NADA…”

aku menghentikan langkahku,saat ku dengar ada suara lain yang memanggil namaku.

“ Nada.. please don’t go.. jebal..”

perlahan aku membalikkan tubuhku untuk melihat siapa yang memanggilku.

“ Onew oppa..?” bisikku pelan.

“ I need you.. please stay..” Onew oppa meneteskan air matanya.

Eotteoke?? aku harus bagaimana??

“ Nada.. kemarilah.. ikutlah dengan ku, kau akan bahagia disini..” Kata changmin oppa lembut.

“ Nada..” aku berbalik lagi, kini Yui sudah ada disamping onew oppa mengulurkan tangannya kepadaku.

“ Nada, sahabatku.. jangan pergi..” Yui terisak mengatakannya.

aku pun ikut menangis.

sungguh aku tak ingin pergi..

“ Nada.. jangan pergi.. kami semua membutuhkanmu..”

Satu persatu Kim Kibum, Lee Taemin, dan Kim Jonghyun datang, mereka semua mengulurkan tangan nya kearahku..

“ Nada.. tetaplah tinggal..”

“ Jangan pergi..”

“ jebal..”

aku menangis terisak, aku tak tahu mana yang harus kupilih.

“ Changmin oppa.. mianhae..” aku berbisik pelan pada changmin oppa yang kini berdiri didepanku.

Dia terdiam sejenak kemudian tersenyum..

“ Nada.. uljima.. pergilah..”

“ Mianhae oppaa..”

“ Gwenchana.. pergilah..” katanya lembut, kemudian berbalik dan melangkah pergi.. menghilang dari pandanganku..

“ Nada.. kemarilah.. “ kudengar suara Onew oppa memanggilku lagi.

aku berlari sekuat tenaga kearah sahabat-sahabatku.. langkahku terasa sangat ringan, lebih ringan dari sebelumnya.

tiga langkah.. dua langkah.. selangkah lagi..

aku membuka kedua mataku..

kudengar hiruk pikuk orang bersorak, aku mengerjapkan mataku beberapa kali, cahaya lampu sungguh menyilaukan mataku.

“ Nada.. welcome back..” bisik suara lembut ditelingaku, perlahan aku menengok kesamping, aduuhh.. mengapa perutku terasa sakit sekali??

“ Onew oppa??” aku berkata tanpa mengeluarkan suara.

“ hey..jangan terlalu banyak bergerak.. jahitanmu belum kering benar.. bagaimana perasaanmu, Nada.. kau  tau?? tadi jantungmu sempat berhenti beberapa saat, dokter sudah angkat tangan menanganimu.. kukira kau akan pergi.. aku benar-benar takut jika kau tak kembali.. Nada.. ak”

“ Yaaa!!! kau tidak melihat Nada baru bangun?? mengapa kau merocos terus Onew hyung.. lihat, dia kebingungan,,” kali ini kudengar suara Kibum.

Kibum menghampiriku, disusul Yui yang masih berpelukan dengan jonghyun, dan taemin. semuanya berkumpul disamping tempat tidurku

“ Nada.. selamat datang kembali..” yui berkata pelan, matanya memerah dan bengkak, apakah dia habis menangis?? namun wajahnya terlihat berseri-seri, tangan nya menggenggam erat tangan jonghyun oppa.. kurasa memang benar ada sesuatu diantara mereka.

“ Nada kau ini!! aiisshh.. kau hampir membuat semua orang jadi gila!! kau tahu.. apalagi Onew, dia terus menangis meraung-raung menyebut namamu.. memukul dinding, menjambak rambutnya,berlutut dilantai, dan terus menyalahkan dirinya sendiri saat dokter menyatakan kau sudah tak tertolong lagi..” jonghyun oppa berbicara penuh semangat membuatku ingin tertawa.. namun lagi-lagi perutku terasa sangat sakit..

“ Yaa!! jangan berlebihan jjong!! aku tidak seperti itu!!” Onew Oppa membantah.

“ Haaa!! yang ku katakan semua benar!! kalau kau tidak percaya, mereka saksinya..” tukas jonghyun oppa nyaring, Onew oppa hanya menunduk, mukanya tiba-tiba memerah..

“ Nada.. kau tahu.. tadi itu saat-saat yang paling menegangkan seumur hidupku.. ya tuhaan.. aku sungguh sangat senang kau kembali..” kini taemin berkata pelan.. aku hanya bisa tersenyum.

“ ngomong sesuatu dong Nada!! masa kamu speechless gitu siih.. kita udah ngomong panjang lebar nih..” seru Kibum.

“ Yaaa!!! jangan memaksanya.. dia kan baru bangun..” Onew berkata pelan pada Kibum.

aku menghela nafas pelan, sebenarnya banyak yang ingin kusampaikan pada mereka.. namun aku tidak tahu kata-kata apa yang bisa mengungkapkan saat ini.

“ mmm.. aku senang.. mmm bisa bertemu dengan kalian lagi.. mmm.. aku.. mungkin terdengar sangat aneh.. aku merasa habis berpergian lama, jauh sekali.. aku.. sungguh-sungguh merindukan kalian..” aku berkata sedikit tersendat-sendat.

“ Ciieee… sebenarnya yang kamu rindukan itu siapa Nada?? kami atau hanya Onew hyung??” ledek Taemin, membuat aku merasakan wajahku sedikit panas.

tiba-tiba aku merasakan sebuah tangan hangat menggenggam tangan ku erat..

“ Seperti nya mereka berdua tidak mau diganggu.. lihat.. diam-diam Onew sudah mencuri-curi kesempatan menggenggam tangan Nada..” kata Jonghyun oppa bersemangat.

“ Alaaaah.. kau sama sepertinya hyung!! bukankah kau juga mencuri-curi kesempatan menggenggam tangan yui!!!” kibum oppa berkata tepat sasaran membuat jonghyun oppa tak bisa berkelit.

“ Haa Haa Haa..”

“ mmmhh.. ngomong-ngomong.. minho oppa mana?? kok ga kelihatan..?” aku bertanya pelan kepada Onew oppa.

mereka semua langsung terdiam.

“ Nada.. Minho koma, sampai sekarang belum sadar.. ada pendarahan serius diotaknya..”

************

TBC

Wiga

This post/FF has written by Wiga, and has claim by Wiga signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

OBSESSION – PART 1

OBSESSION PART 1

Author: Wiga

Cast    : Lee Jinki, Kim Kibum, Kim Jonghyun, Lee Taemin, Choi Minho, Shim Yui, Park Nada

Genre : Sekuel, Friendship, Romance, Mistery, Angst

Rating : NC 17 ( aku sengaja ngasih rated NC17 buat ff ku yang ini.. bukan.. bukan karena ada unsur seksualitas.. enggak sama sekali.. hehe.. hanya saja.. ada beberapa adegan yg mengandung kekerasan yg tidak baik untuk dibaca reader di bawah umur.. )

Happi reading ^^

“ hhh… hhh.. aku selalu berharap dia akan menjadi milikku..”

“ aku tak rela jika orang lain menyentuhnya selain aku..”

“ hhh…. hhh… apapun caranya, dia harus menjadi milikku..”

“ aku harus mendapatkan nya, bagaimanapun juga..”

“ dia tercipta hanya untukku..”

“ Park Nada… mengapa kau buat aku jadi gila..”

“ hhh… hhh…”

***********

Bel sekolah berbunyi, jam sudah menunjukkan pukul jam 6 sore. Seluruh murid dari Seoul High School satu persatu meninggalkan kelasnya dan bergegas untuk pulang kerumah. kecuali 7 siswa yang masih bertahan di ruang kelas untuk mengikuti kelas intensif yang diadakan 3 kali seminggu.

Kelas intensif bukan lah kelas yang ditujukan untuk orang-orang bodoh, sama sekali bukan. mereka diwajibkan ikut kelas ini, karena mereka harus mengejar kurikulum mereka yang tertinggal agar bisa setara dengan siswa lain.

siswa-siswa tersebut adalah, Lee Jinki, Kim Kibum, Kim Jong Hyun, Lee Taemin, Choi Minho, Shim Yui dan Park Nada.

Lee Jinki adalah seorang namja yang paling pintar diangkatannya, Ia juga merupakan Ketua Badan Kesiswaan. 3 bulan belakangan ini ia hanya belajar mata pelajaran fisika dan matematika di sekolah, karena harus mempersiapkan diri untuk mengikuti Olimpiade Fisika di Aussie. Dan tidak sia-sia perjuangan nya selama ini, karena ia berhasil mengharumkan negara Korea dengan memperoleh medali emas untuk olimpiade yang diikutinya. Namun pasca olimpiade, Ia merasa ketinggalan di berbagai pelajaran. terutama bahasa inggris. maka dari itu, gurunya menyarankan agar ia mengikuti kelas intensif dimalam hari untuk mengejar ketertinggalannya.

Lalu ada Kim Kibum, calon artis  yang sedang mengikuti  training di SM entertainment. Selain bersekolah, setiap hari Ia harus latihan vocal, dance, dan attitude sebagai artis. Jadwal trainingnya sangat padat. Karena kesibukannya itu, Kim Kibum banyak tertinggal pelajaran. sehingga disela-sela waktunya, Ia menyempatkan diri untuk mengikuti kelas intensif.

Berikutnya Kim Jonghyun, Ia adalah murid pindahan dari amerika, warna rambutnya separuh hitam dan separuh dicat pirang, walau pun lama diamerika, Jonghyun fasih berbicara Korea karena umma dan appanya adalah orang korea asli. Kurikulum pelajaran di Amerika sangat lah berbeda dengan kurikulum dikorea, sehingga jonghyun mengalami banyak masalah untuk menyesuaikan diri dengan pelajaran di korea. terutama pelajaran Sastra Korea dan Sejarah.

Kemudian ada Park Nada. Di sekolah, Nada termasuk anak yang aktif. Selain ia adalah wakil ketua badan kesiswaan, Ia juga menjabat sebagai anggota club memasak  dan juga ketua club jurnalistik,  dua eskul ini diikutinya karena memasak dan menulis adalah hal yang paling disukai Nada. Karena terlalu lelah akhirnya kondisi badannya drop dan Ia harus dirawat selama satu bulan dirumah sakit, karena itu Ia ketinggalan banyak pelajaran dan prestasinya menjadi jauh menurun.

Sedangkan Choi Minho adalah ketua club Taekwondo, sekaligus idola sekolah. Postur badannya tinggi atletis, dengan hidung mancung dan tatapan tajam, mampu menaklukan hati seluruh yeoja yang ada di sekolah ini. Ia dikenal sebagai pria yang dingin, jarang tersenyum, apalagi berbicara kepada yeoja, Namun itu yang membuatnya makin digila-gilai oleh wanita. Ia mengikuti kelas intensif karena selama 2 bulan belakangan ini dia tidak masuk sekolah, karena mempersiapkan diri untuk mengikuti kejurnas.

Yeoja satu lagi adalah Shim Yui. Shim Yui adalah gadis yang luar biasa cantik. Tubuhnya tinggi langsing, kulitnya putih susu terawat, rambutnya panjang tergerai sepinggang. hanya ada satu kata yang bisa menggambarkan kecantikkan yui ‘ Sempurna’. Walaupun yui cantik, namun Ia tidak sombong, dan mau berteman dengan siapa saja. Orangnya sungguh ramah. Ia mengikuti kelas intensif karena akhir-akhir ini nilai pelajarannya menurun. entah apa sebabnya. maka dari itu sebelum nilainya turun terlalu jauh, ia berinisiatif untuk mengikuti kelas intensif.

Siswa terakhir adalah Lee Taemin. Lee Taemin adalah ketua club dancer disekolahnya. Ia termasuk orang yang susah bergaul, temannya hanya teman satu club dance nya . karena terlalu fokus dengan Asian Dance Festival yang akan diadakan di Jepang, Taemin terancam tinggal kelas dan di drop out dari sekolah. maka itu wali kelasnya memaksanya untuk mengikuti kelas intensif sepulang sekolah.

Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, raut muka lelah sudah tampak di wajah mereka, terlihat Kibum dan Taemin sudah mulai menguap. Sementara Yui mengutak-utik hpnya, jonghyun sudah menelungkupkan kepalanya di meja pertanda sudah mulai tertidur, sementara Minho menutup bukunya, Ia menyerah, tak ada yang bisa diserap otaknya lagi, ia hanya duduk terdiam. Hanya Lee Jinki dan Park Nada yang masih serius menyelesaikan soal-soal yang terpampang di papan tulis.

“ Yaa!! Park Nada!! sebaiknya kamu pulang.. Wajah mu sudah pucat, Jangan sampai pingsan lagi seperti kemarin,, “ Tiba-tiba Kim Kibum berkata nyaring.

“ Iya, Nada..yuk, kuantarkan.. aku juga mau pulang, umma sudah menjemputku..kajja..” kata Shim Yui.

“ Eemmm, gomawo.. tapi aku bisa pulang sendiri Yui.. rumah ku dekat, berjalan kaki sebentar juga sampai..” tolak Nada halus, Ia tidak mau merepotkan teman nya.

Yui berdiri dan berjalan menghampirinya, “ sudahlah, tak usah sungkan.. bereskan barang-barang mu.. palliii..” katanya sambil menarik lengan Nada.

Saat Nada berdiri tak sengaja sapu tangannya terjatuh, namun Ia tidak sadar dan terus berjalan bersama Yui. Seorang Namja mengambilnya cepat dan memasukkannya kedalam sakunya. Continue reading OBSESSION – PART 1

RAINBOW – Part 1

Author: Wiga

Main Cast : SHINee

Choi Minho :

“ya..!! serang yang disana!!” teriak nya.

Tangan nya mengacungkan pemukul base ball ke arah lawan nya. Teman-teman nya sudah terjatuh tidak berdaya di belakangnya hanya dia yang masih berdiri, tak tanggung-tanggung, ia mengayunkan pemukul baseball ke 3 orang lawannya.

Brukkk.. akhirnya mereka terjatuh, 1 orang yang tersisa melarikan diri..

Minho ingin mengejarnya namun teman temannya menahan nya.

“sudah lah hyung.. kita sudah menang.. buat apa kau kejar..”

Minho diam, ia mengusap darah yang ada di sudut bibirnya.. ia tersenyum.

“ aku pulang duluan.. “ kata minho

Ia berjalan menuju motor balap 150 cc nya..

Tiba-tiba ia teringat surat yang tadi pagi dikasih appanya, ia segera membukanya.

Dengan tergesa ia membacanya. Ia terdiam dan menghela nafas..

“aisshh.. tua bangka itu..!!!”

Tergesa ia pulang, dan langsung menemui appa nya

“ yaa!! Mengapa kau lakukan ini !!! “ teriak nya pada appa nya.

“ Demi masa depan mu minho, semua yang kulakukan hanya demi masa depan kamu!!”

“ Tapi bukan ini yang ku mau, dan tolong berhenti bersikap seperti ayah ku, Kau bukan ayahku!!”

“Minho.. kau kira kau aku akan diam saja, melihatmu setiap hari hanya berkelahi, tolong bersikap dewasa, kau hanya membuat umma mu cemas jika kau bersikap seperti itu”

Minho diam.. ia tidak habis pikir appa nya melakukan itu, menyogok komite sekolah, hanya agar ia mendapat kan beasiswa.. ia kecewa dengan appa nya.

“minho.. tolong dengarkan aku sekali ini saja, ibumu sedang sakit, kau tau ia stress memikirkan mu..”

Minho tidak ingin mendengar kan penjelasan appa tirinya Ia segera berlari menuju kamarnya..

*************

Park Nada:

Nada keluar dari ruang komite dengan dada berdebar, dipegangnya sebuah surat  yang masih tersegel. Didalam surat itu ada seluruh masa depannya..

Dengan sangat perlahan ia membukanya, matanya menyapu kata demi kata yang ada didalam surat itu. Setelah selesai ia mengembangkan senyumnya dalam-dalam.

“aku berhasil oppa..”  batin nya..

Segera ia mengeluarkan HP nya dan mulai mengetik sms.

“ dear changmin oppa.. aku berhasil.. !!! terima kasih ya, semua berkat kamu.. sepuluh menit lagi aku tunggu di tempat biasa..  luv you my honey ^^…”

Dengan senyum terkembang ia menuju halte bis di depan sekolahnya wajah nya berseri-seri, ia ingin bercerita banyak kepada changmin, orang yang sangat ia sayangi..

Terlihat diseberang jalan changmin melambaikan tangan kanan nya, sedangkan tangan kirinya membawa seikat bunga, ia menunggu lampu merah untuk menyebrang jalan.

Nada merasa sangat bahagia, senyumnya terkembang.

Lampu sudah merah, nada melihat changmin menyebrang. Tiba tiba ada mobil sedan menerobos lampu merah, nada berdiri membeku, pandangan nya tiba-tiba gelap. Dunianya seketika hancur..

*************

Lee Jinki / Onew :

Tangan nya menggenggam surat yang segelnya telah terbuka..

Ia bermaksud untuk memberitahukan orang tua nya tapi sepertinya mereka pergi entah kemana.

Sudah hampir 5 jam ia menunggu di ruang tamu menunggu kedua orangtuanya pulang,

Sampai hampir tengah malam ia belum beranjak,

pikirannya tertuju pada masa lalu nya dimana ia sudah melakukan segalanya hanya untuk mendapatkan perhatian dari orang tuanya. Murid teladan, juara olah raga, terampil bermain musik, ketua badan kesiswaan,,

Apalagi yang kurang.. hatinya bertanya-tanya.

“tuan dan nyonya tidak bisa pulang malam ini, mereka langsung menuju Singapore”

Lamunan onew terputus oleh kata-kata dari salah satu pelayan nya.

Ia berdiri dan langsung menuju kamarnya.

*****************

Shim Yui:

Tangan nya memerah, ia meringis. “Mengapa selalu berakhir seperti ini” gerutu nya.

Ini sudah ketujuh kalinya ia menampar semua pacarnya sebelum memutuskan nya.


wajahnya sangat cantik, dan badanya tinggi ideal, namun semua laki-laki yang mendekatinya hanya sekedar menginginkan itu saja, ia berpikir kembali tentang masa lalunya, terlahir sebagai gadis yang menurut nya buruk rupa, hampir tidak ada yang mau mendekatinya.

Sampai suatu saat ia nekat menyatakan cintanya kepada orang yang sangat disukainya seorang idola sekolah, namun yang diterima hanya cemooh.

beruntung orang tuanya kaya sehingga ia bisa operasi plastik. Ia berubah dari itik buruk rupa menjadi angsa yang cantik jelita.

Belum puas dengan operasi plastic, ia ingin badanya pun menjadi indah dipandang, ia melakukan diet yang sangat ketat, minum obat pelangsing, suntik putih, sampai akhirnya badannya menjadi langsing dan mempesona,

Jika dulu ia tidak pernah memakai rok, maka kini ia selalu memakai rok mini atau hot pants menjadi pilihan utamanya

Ia merenung, kapan ia bisa mendapatkan laki-laki yang bisa mencintainya apa adanya..

Ia mulai menyulut rokok yang sedari tadi dipegangnya.

Ia teringat surat yang diberikan oleh gurunya tadi pagi. Perlahan ia membukanya.

Senyumnya mengembang.

****************

Lee Taemin:

PLAAKK!!!

Tangan umma nya menamparnya dengan sangat keras.

Taemin terjatuh, ia menunduk dan menangis, sedangkan umma nya menghancurkan piala yang ia bawa, ia memukul-mukulkanya ke tembok. Dalam beberapa detik pialanya hancur.

Air matanya menetes.

“Yaa!! Bangun kamu !! mengapa kamu menangis!! Dasar banci !! apa kamu ingin seperti appamu Haa!! Bangun cepat!!” teriak  umma nya.

“ummaa…” taemin menangis.

“ kamu memang seperti appa kamu, tidak berguna.. Haaa!! Jangan menangis ku bilang, atau aku pukul kamu lagi!!! “

Dengan sekuat tenaga taemin menahan tangisnya, ia memandang appa nya , namun appa nya hanya menunduk tak berdaya,

“umma.. miaan..”

“ aku tidak perlu anak laki-laki seperti kamu taemin!!!  Harus nya kamu menjadi anak perempuan saja !! kerjamu hanya menari seperti perempuan.!! Bikin malu saja..haa!! “ umma nya berteriak seperti orang kesetanan lalu umma nya mulai menenggak alkohol lagi.

Temin tidak tahan, ia berlari masuk ke kamarnya dan mengunci kamarnya.

Ia menangis, betapa ia sangat membenci ummanya, bukan salahnya jika ia terlahir dengan watak dan wajah yang seperti perempuan. Dan piala itu, bukan hanya sekali umma nya menghancurkan piala nya..

Ia teringat surat yang belum dibukanya di dalam tas, dengan bibir bergetar menahan tangis ia mulai membaca suratnya.

Ia tersenyum, lalu tertawa keras-keras. Akhirnya ia bisa jauh dari umma nya..

*****************

Kim Kibum:

“ miann.. aku masih sayang kamu.. tapi maav, kita ga bisa sama-sama lagi..”

Kibum mengelus rambut wanita yang menangis di dadanya..

“miaan.. aku harus pergi..” kata kibum, lalu ia berjalan sambil memasang  raut muka yang paling sedih.

Kibum berpikir, bulan ini sudah yang kelima kali nya ia memutuskan pacar-pacar nya,

Huff.. masih ada empat lagi yang belum.. fighting!! Serunya dalam hati.

Kibum sangat tampan, mempunyai daya pikat tinggi terhadap wanita, namun hubungan nya tidak pernah bertahan lama, ia dikenal sebagai playboy disekolahnya hampir seluruh wanita disekolahnya pernah ia buat patah hati.

Namun entah kenapa, belum ada satu wanita pun yang bisa membuat dadanya berdebar, ia mudah sekali bosan,

Tiba-tiba ia teringat surat dari sekolah nya yang belum ia buka,

Perlahan ia tersenyum,,,

TBC

***************

Signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF