Category Archives: NO CHILDREN ! (17+)

No One 17 and Under Admitted. berarti yang belum masuk kategori remaja ke atas di larang untuk membaca apalagi tanpa bimbingan orangtua. Kadang FF yang berating NC membuat seseorang jadi dewasa sebelum waktunya tapi kadang juga membawa efek negative yaitu mengetahui sesuatu hal yang harusnya di ketahui beberapa tahun lagi. Biasanya yang mulai masuk rating ini 17 – 21 tergantung berat FF tersebut, kalau ratingnya NC – 17 berarti gak boleh ada anak di bawah 17 tahun yang baca, apalagi kalau 21. Walaupun umurnya udah 20 tapi dalam peringatan HARUS 21 jadi sabar aja ya kalau umur kalian baru 21 tahun depan atau bulan depan hohoho. Oh iya, rating NC paling rendah 17. Gak ada ya rating 16 apalagi 15, apalagi kalau mengandung kekerasan dan adegan s***. Minimal harus 17 tahun.

{NC 17} OBSESSION – PART 3

{NC 17} OBSESSION PART 3

Author: Wiga

Cast    : Lee Jinki, Kim Kibum, Kim Jonghyun, Lee Taemin, Choi Minho, Shim Yui, Park Nada

Genre : Sekuel, Friendship, Romance, Mistery, Angst

Rating : NC 17 WARNING!!!

Princess…

Saranghae..

Kita hanya tinggal menunggu waktu..

Sebentar lagi kita tak akan terpisahkan..

Saranghae..

Jagiyaa..

************ Continue reading {NC 17} OBSESSION – PART 3

{PG 16}VENUSTRAPHOBIA – PART 3

VENUSTRAPHOBIA

PART 3

Eeeeiiitttssss…. udah aku ingetin kan dari part 1???? Yang merasa di bawah 17 hush hush.. masuk ke kamar giiihhh jangan ikut-ikut kakak-kakaknya yang rada mesum ini. Ok??  Kalau tetep mau baca.. bacanya bareng mama kalian yaaa… ekekekeke ~

Author            : Wiga

Editor : Lana

Genre             : Comedy, Romance, family

Rating             : NC 17

Cast                : Lee Jinki, Park Nada, Lee Taemin, Lee Donghae

Venustraphobia ( disebut juga caligynephobia ) adalah rasa takut yang berlebihan dan tidak rasional terhadap perempuan. sama halnya dengan phobia jenis lain, phobia ini disebabkan stimulant yang tidak wajar dan tidak membahayakan jiwa. biasanya penyebabnya adalah kejadian atau pengalaman buruk dimasa lalu yang berkaitan dengan perempuan yang menyebabkan trauma psikologis pada penderitanya. penderita venustraphobia biasanya takut dan sensitive terhadap perempuan, sehingga menghindari kontak fisik terhadap perempuan-perempuan disekitarnya. jika penderita venustraphobia berada diantara perempuan maka secara tidak wajar ia akan mulai mengeluarkan keringat dingin, tubuh gemetar, dan sesak nafas.

( source : Ika Nurul Syifaa/ Majalah CHIC)

Pagi ini aku menikmati sarapanku bersama dengannya. dia memasakkan nasi tim ayam dengan bumbu hainan yang membuatku menghabiskan 2 porsi. Continue reading {PG 16}VENUSTRAPHOBIA – PART 3

OBSESSION – PART 2

OBSESSION

PART 2

Author: Wiga

Cast    : Lee Jinki, Kim Kibum, Kim Jonghyun, Lee Taemin, Choi Minho, Shim Yui, Park Nada

Genre  : Sekuel, Friendship, Romance, Mistery, Angst

Rating : NC 17

seoul high school 05.00 pagi..

“ clik.. clik.. clik..”

aku berusaha sekuat tenaga membuka pintu ini dengan kawat kecil di tangan ku. aiisshh, rasanya begitu sulit, namun ini tetap harus aku lakukan.

“ clik.. clik.. clik”

ku putar beberapa kali kearah kanan dan kiri, namun kawat yang kupegang kini macet.

aku paksa putar ke kiri dua kali dan.. Klik!!

pintu nya terbuka.

perlahan aku masuk dan menutup pintunya, kunyalakan sakelar lampu dan seketika ruangan yang gelap menjadi terang benderang.

kuarahkan pandanganku ke sekeliling ruangan ini.

ditengah ruangan, ada sebuah meja besar dengan 8 kursi yang mengelilinginya, kemudian 1 buah rak buku besar dengan susunan buku yang rapi dan teratur di pojok kiri ruangan, lemari besar di pojok kanan. schedule harian yang ditempel manis pada karton berwarna-warni tergantung di dinding, dispenser kecil di sudut, dua buah komputer beserta printernya, dan satu tempat sampah mungil di belakang pintu.

Ruangan ini sangat tertata dengan baik dan juga bersih, pantas saja Nada ku sering menghabiskan waktunya disini.

jam dinding sudah menunjukkan pukul 05.10. aku tidak boleh membuang-buang waktu ku. ku keluarkan kamera video mini dari tasku. ku pasang tombol on dan ku letakkan diatas lemari. Appa ku pernah bilang, video recorder ini bisa merekam gambar dan suara dengan kualitas yang bagus selama lebih dari 30 jam.

“ hhh.. hhh…hhh..”

selesai sudah…

**************

Hari ini Nada memaksakan diri untuk tetap masuk sekolah walaupun kondisinya masih sangat lemah. Perutnya masih terasa sangat sakit jika Ia bergerak. terkadang ia meringis pelan ketika seseorang menyenggolnya.

Nada berjalan tertatih-tatih menuju locker, untuk mengambil laptop dan bekal makan siangnya. hari ini Ia berencana menghabiskan waktu istirahat di ruang club jurnalisnya ketimbang berdesak-desakkan di kantin.

saat Nada membuka pintu locker,Ia terkejut saat menemukan surat yang tergeletak di dalamnya. perlahan Ia mengambil surat itu dan membaca isinya pelan-pelan.

Dear Park Nada..

Aku hanya ingin kau tahu..

Bahwa sakit harus dibalas dengan sakit..

darah harus digantikan dengan darah..

aku pastikan..

lukamu, darahmu dan rasa sakitmu..

mereka pasti akan membayarnya..

saranghae..

baby..

Lagi-lagi Nada terhenyak membaca surat ditangan nya. cepat-cepat Ia buang surat itu ke tempat sampah. Ia buru-buru mengambil laptop dan bekal makan siangnya, lalu berjalan secepat mungkin ke ruang club jurnalistik.

“ Yaa Tuhan, siapa yang terus-terusan mengirimiku surat seperti ini..? dan mengapa orang ini tahu bahwa aku terluka bukan karena terjatuh?? apakah orang ini melihat ku saat hye jun dan kawan-kawannya memukuli aku dibelakang gedung?? tapi mengapa orang ini berbicara tentang balas dendam.. siapa orang ini sebenarnya..” gumam Nada dalam hati.

*****************

di club jurnalistik.

Nada sedang menikmati makan siangnya sambil sesekali mengedit artikel tentang “wawancara singkat dengan Kim Kibum” di laptop nya.

“ ooohhh….” tiba-tiba Nada merintih pelan. perutnya yang memar kembali terasa sangat sakit. Nada menyandarkan punggungya ke kursi, mengusap-usap perutnya agar rasa sakitnya berkurang. Ia mengeluarkan salep penghilang rasa sakit dari kantongnya.

Dengan ragu-ragu Ia menoleh ke kanan dan ke kiri.

“ Pintu dan jendela tertutup rapat..” gumamnya.

Perlahan tangan kirinya membuka kancing seragamnya satu demi satu. sedang tangan kanannya membuka tutup salep itu dengan cepat.

sesekali Ia merintih menahan rasa sakit yang semakin menjadi-jadi.

Nada baru berhasil membuka tiga kancing teratas nya.. tiba-tiba..

“ BRRAAKK…!! “ Pintu menjeblak terbuka.

“ YAAA!!! BITCH!!! Sudah ku peringatkan kau agar tidak dekat-dekat dengan Lee Jinki, mengapa kamu masih nekat!!” Hye Jun mendadak masuk kedalam ruangan bersama kedua teman yeojanya. berteriak sambil menjambak rambut nada dan menariknya ke belakang.

Nada tidak sempat mengancingkan kembali kemejanya ia hanya menggenggam erat kemejanya agar bagian dadanya tertutup.

“ aahhh… sakit Hye Jun.. ku mohon lepaskan…” rintihnya, air matanya menetes karena tak kuat menahan rasa sakit.

“ Aku tak segan – segan menyiksamu jika kau terus-terusan mendekati Lee Jinki!!” bentak Hye Jin.

“ aku tidak pernah mendekatinya.. aku bersumpah…” kata Nada terisak pelan.

Tiba-tiba Hye Jun mengepalkan tangan nya dan menekan perut Nada dengan tangannya.

“ Ya.. Tuhann.. Hye Jun.. apa yang kamu lakukan?? sakiiiiiiiiit Hye Jun-aa…” Nada menjerit pelan saat Hye Jun menekan tepat di bagian perutnya yang sakit.

“ bagaimana rasanya?? “ kata hye jun sinis.

“ kumohon hye jun.. ss ssakit ss ssekali.. kumohon lepaskan tangan mu,,” kata Nada lemah, tangan nya mulai gemetar.

“ TING.. TONG.. TING.. TONG.. TING..”

tak lama kemudian, bel sekolah berbunyi tanda pelajaran akan segera dimulai.

“ sial…” kata seorang teman hye jun melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya.

“ Dengar gadis bodoh!! sekali lagi aku melihatmu dekat-dekat dengan Lee Jinki.. kupastikan kau akan berakhir dirumah sakit!! ARASSO!!” Hye Jun menyentakkan kepala Nada kasar, dan langsung berbalik keluar ruangan, diikuti oleh kedua temannya.

Nada mengatupkan kedua tangan di wajahnya, dan mulai menangis, Ia memutuskan untuk tidak mengikuti pelajaran dikelas, Ia memilih untuk menenangkan dirinya di ruangan ini.

Tak seorang pun menyadari bahwa kejadian tersebut telah terekam dengan sempurna di video recorder.

**************

“ hhh… hhh… kamu cantik sekali jagia…”

aku menatap layar komputerku dalam-dalam.

terlihat baby ku sedang menikmati makan siangnya sambil sesekali menatap layar laptopnya.

“ hhh.. hhh.. hhh.. baby…”aku mendekatkan wajahku ke arah layar untuk menegaskan dengan seksama apa yang kulihat.

Nada kembali merintih pelan dan memegangi perutnya.

“ hhh.. hhh… baby, sakitkah rasanya…?? bertahanlah sayang.. “ aku mengusap wajah nada  yang tertera pada layar komputer.

tiba-tiba kulihat Nada mulai membuka kancing kemejanya yang paling atas..

“ baby, apa yang kamu lakukann…”

satu kancing lagi..

“ enggghhhh baby…” aku dapat mendengar dengan jelas, kini suaraku berubah menjadi erangan.

satu kancing lagi, terlihat jelas bra berwarna merah muda yang menutupi kulit putihnya,

“ baby.. don’t stop baby… “

“ hhh.. hhh… hhh..”

aku tak berkedip melihat baby ku.. ..

““ BRRAAKK…!! “

“ YAAA!!! BITCH!!! Sudah ku peringatkan kau agar tidak dekat-dekat dengan Lee Jinki, mengapa kamu masih nekat!!”

tiba-tiba masuk lah tiga yeoja berbadan besar yang tak ku kenal.

salah satu dari mereka mulai berteriak-teriak dan menyiksa Nada dengan kejam.

“ hhh baby.. akhirnya kutemukan mereka yang menyakitimu..”

***************

“ hhh… hhh… hhh…”

“ Pisau, sarung tangan, lakban, tali, dan obat tidur..”

aku memasukkan semua perlengkapan yang ku butuhkan ke dalam tas sekolah ku. akan ku buat mereka menyesal telah menyakiti Nada ku..

“ baby… ini hadiah untuk mu…”

aku mengecup foto nada sekilas sebelum berangkat ke sekolah.

***************

06.00 Seoul High School

“Park Nada..

walaupun aku tahu ini bukan ulang tahun mu..

tapi aku ingin memberimu sebuah kejutan..

aku hanya ingin kau tahu…

aku sangat mencintaimu…

saranghae Park Nada…”

Nada terdiam membaca surat tanpa nama di tangannya.

Ia menghela nafasnya dan kemudian membuang surat itu ketempat sampah.

****************

19.10 Sore..

Atap sekolah..

“ LEPASSSSS!!!!! LEPASKAN AKU!!!!!!” yeoja itu meronta sambil menangis.

“ Tangan ku sakit.. tolong lepaskan aku…” Dia merintih lagi.

aku mengunci kedua tangan nya dibelakang punggungnya, dia tidak bisa berontak lagi..

“ hhh… hhh… Apa saat Nada memohon.. kau melepaskannya..” bisikku ketus. selangkah demi selangkah kuarahkan kaki ku ke tepi gedung ini, sangat menguntungkan, atap gedung ini tidak ada  pembatasnya.

“ tolong.. jangan.. ku mohon.. aku tidak menyakiti Nada, Hye Jun yang melakukannya..” dia mulai menangis.

“ tapi kau tidak menghentikan apa yang dilakukan hye jun kan??” aku sudah tiba di tepian.

“ aku menyesaaaalll.. ku mohon,,,” dia merengek seperti anak kecil.

“ penyesalan mu terlambat.. goodbye..” aku mendorongnya keras.

Kulihat ia terjatuh dan kemudian menghantam tanah.

Darah merembes dari kepalanya..

“ hhh… hhh… selesai satu baby,,”

*****************

19.25 Sore..

Belakang gedung sekolah.

perlahan yeoja itu membuka kedua matanya.

“ mmmmhhh mmmppphhh mmppphhhhh…..” dia berusaha menjerit namun tak ada suara yang keluar karena mulutnya sudah ku plester dengan lakban.

“ Hye Jun…. nama mu tak sebagus sikapmu pada baby ku..” aku mendekatinya.

dia mulai meronta berusaha untuk melepaskan diri, namun sia-sia karena kedua tangan dan kakinya sudah kuikat erat.

“ mmmmppphhhh… mmmppphhhh..” air matanya mengalir keluar.

aku mengusapkan ujung pisau ke pipinya..

“ mengapa menangis.. hhh.. hhh.. hhh..apakah kamu takut kematian??” bisikku pelan.

dia mengangguk pelan.. matanya memohon padaku untuk tidak berbuat macam-macam dengan pisau yang saat ini sedang ku pegang.

“ hhh.. hhh.. hhh..saat Nada menangis, apakah kamu berhenti menyakitinya?? kurasa tidak.. aku tahu semuanya…” kini aku mengarahkan pisau itu ke perutnya.

“ mmmpppphhhh…. mmppphhhhh…. mmmmpppphhhhh” dia mulai menjerit dan meronta-ronta lagi.

“ hhh.. hhh… hhh..sekarang kau harus merasakan apa yang Nada rasakan..” aku berkata dingin.

“ mmmmppphhhh… mmmppphhhh”

“ terima lah BITCH!!!” aku menghunuskan pisau ini di perutnya dan tidak sampai disitu.

ku tarik perlahan pisau itu hingga semua organ dalam perutnya keluar..

gadis itu berhenti bergerak.

tinggal satu lagi, baby..

****************

19.40 sore..

di Toilet Yeoja..

“ apa yang telah kau lakukan pada teman-temanku…tolong lepaskan aku… aku mohon,,,” yeoja itu menangis tersedu-sedu memohon untuk dilepaskan.

“hhh.. hhh.. hhh… apa saat Nada ku memohon pada kalian, kalian mendengarnya?? kalian melepaskannya??” aku berbisik kejam, kemudian tersenyum sinis melihat yeoja itu yang berdiri ketakutan. kakinya berpijak diatas sebuah bangku kecil. sementara itu tangan nya terikat ke belakang.

“ tolong aku.. aku belum mau mati…..” tangisnya makin kencang, kulihat kakinya gemetaran.

“ tapi sayangnya, aku menginginkanmu mati…” aku berkata sambil menendang keras bangku tempat dia berpijak.

bangku itu terjatuh, sehingga yeoja itu tidak punya tempat untuk berpijak. tali yang terjerat dilehernya tertarik erat,kakinya meronta-ronta mencari pijakan.

“ kkkkhhh….” kulihat yeoja itu berusaha berbicara, namun ajal sudah lebih dulu menjemputnya..

“ hhh… hhh… hhh…. selesai sudah..” bisikku tajam. aku memotong tali yang mengikat pergelangan tangannya, lalu kuselipkan bungkusan plastik yang telah kupersiapkan ditangannya dan kuletakkan pisau yang berlumuran darah tepat dibawah kakinya.

**************

Keesokan harinya seluruh surat kabar lokal, menyiarkan berita yang sama:

“ DITEMUKAN TEWAS!! 3 SISWI SEOUL HIGH SCHOOL”

pada jam 22.00 waktu korea , penjaga sekolah telah menemukan jenazah 3 siswi dari sekolah elit SEOUL HIGH SCHOOL (SHS). jenazah pertama teridentifikasi sebagai siswi bernama Kim Sangra , ditemukan di samping gedung dengan kondisi mengenaskan. tulang tengkorak retak dan tulang leher patah, diduga korban dijatuhkan dengan sengaja dari lantai 8 SHS. Kemudian Jenazah kedua yang di identifikasi sebagai Lee Hye Jun di temukan tewas di belakang gedung SHS dengan luka sayatan panjang di sepanjang perutnya. dan siswi terakhir adalah Kang Ri Jin ditemukan tewas bunuh diri ditoilet wanita.

Dugaan sementara dari Kepala Unit Kriminal Seoul Utara adalah adanya motif jual beli kokain. beberapa bukti menyebutkan terdapat beberapa gram kokain yang ditemukan di tangan Kang Ri Jin. Polisi menduga Kang Ri Jin menghabisi nyawa kedua temannya sebelum akhirnya menghabisi nyawanya sendiri… (bersambung ke hal 18)

Nada menjatuhkan koran yang sedang dibacanya. Ia sama sekali tidak percaya bahwa kata-kata yang tertulis disurat tersebut menjadi kenyataan. sambil menahan rasa sakit di perutnya Ia berjalan tergesa-gesa menuju lockernya.

Ia menabrak beberapa siswa yang berjalan berlawanan arah dengan nya, berkali-kali Ia mengucapkan mianhaeyo dengan pelan kepada orang-orang yang ditabraknya.

Kini Ia sudah berada di depan lockernya, dengan sangat perlahan Ia membuka pintu lockernya.

ada satu surat di dalamnya..

Dear Nada…

Bagaimana??

Kamu senang melihat mereka semua mati mengenaskan??

tidak usah berterimakasih kepadaku..

aku seperti ini karena aku ingin selalu melindungimu..

ku harap tak kan ada lagi yang menyakitimu..

Saranghae Jagia..

Saranghae..

ps: aku tahu kau selalu membuang surat dariku, Nada..

“Orang ini benar-benar psycho.. . eotteoke??” bisik Nada cemas.

***********

“ hhh.. hhh… hhh…”

Kulihat Nada terbaring di ruang UKS.

dia tidak bergerak, kurasa dia tertidur..

tanpa menimbulkan suara, ku langkahkan kakiku menuju sisi tempat tidurnya. Ia terlihat sangat cantik saat ia tertidur.

“ hhh.. hhh.. hhh..”

kusibakkan sedikit rambutnya pelan, lalu aku menundukkan kepalaku untuk mengecup keningnya.

“ mmmhhhh…. baby..” bisikku pelan.

aku mulai tidak bisa menahan diriku untuk melakukan hal yang lebih jauh padanya. kurasakan jantungku berdetak lebih cepat dari sebelumnya.

“ hhh.. hhh.. hhh..”

ini adalah saat-saat yang ku nantikan seumur hidupku, berada disatu ruangan dengan Nada. dengan gadis yang sangat kucintai.

aku bersumpah, aku tidak akan menyia-nyiakan moment ini.

perlahan aku mengusap pipinya dengan ujung jari ku..

“ hhh.. hhh..hhh..”

lalu jari ku turun ke bibir mungilnya, terlintas hasratku untuk menciumnya, melumatnya dan memasukkan lidahku ke dalam nya. namun aku harus sedikit bersabar,,

jika terlalu terburu-buru pasti dia akan terbangun dan berteriak.

aku melanjutkan aktivitas tangan ku, dari bibir Nada, jari-jari ku kini beralih ke lehernya.

ku usap pelan tengkuknya beberapa kali, dan makin lama semakin turun ke dadanya.

“ nnggg…” Baby ku mengerang pelan. wajahnya tampak menikmati semua perlakuanku.

“ hhh.. hhh..hhh..”

aku tidak bisa menahan diriku lagi, kurasakan tubuhku mulai menegang.

aku melepaskan kemeja yang ku kenakan dan membuangnya kesembarang tempat.

udara siang hari yang begitu panas membuat tubuhku berkeringat di beberapa bagian.

kemudian aku mengarahkan tanganku ke kancing kemejanya. dengan sangat perlahan aku membuka kancing kemejanya satu persatu.

“ hhh… baby…” aku mendesah hebat saat aku berhasil membuka seluruh kancing kemejanya. terlihat sebuah bra berwarna biru muda berenda yang menutupi dadanya.

bentuk dada yang sangat indah, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, sangat serasi dengan bentuk badannya yang mungil.

perlahan aku mulai naik keatas tempat tidur, mendekap erat tubuhnya. bibirku bergerak disekitar lehernya, menciumi setiap inchi kulit putihnya. semakin lama semakin turun kedadanya. dan..

“ KRIIIIIINNNGGG”

“ hhh… hhh… hhh…”

aku terbangun dari mimpi ku.. mimpi yang sama setiap hari..

“ enngg…” aku mengerang pelan.

tubuhku basah bermandikan keringat,, entahlah.. walaupun hanya mimpi, namun bagiku terasa sangat nyata.

***********

Keesokan harinya Nada tidak menemukan selembar surat pun dilockernya. Ia merasa sedikit lega. ia berjalan pelan menuju ruangan favoritenya, perutnya kini sudah tidak sesakit kemarin.

Ia mengeluarkan kunci ruangan itu dari kantung blazernya, namun alangkah terkejutnya Ia ketika pintu itu langsung terbuka ketika Ia memegang kenopnya.

“ aneh.. mengapa pintunya terbuka, kurasa aku mengunci pintunya kemarin..” desah Nada dalam hatinya.

Perlahan Ia masuk ke dalam,

tak ada yang berubah..

keadaan ruangan itu masih sama seperti saat terakhir kali Ia meninggalkannya.

namun ada satu yang berbeda..

diatas meja terdapat sebuah surat..

Nada membuka surat itu dan membaca isinya.

Dear Park Nada..

aku bisa melihat wajahmu dari tempat dimana aku berada..

aku pun bisa mencium harum tubuhmu..

merasakan lembutnya tangan mu..

aku begitu menginginkan dirimu..

Seutuhnya…

tidak lama lagi Nada…

bersabarlah sebentar lagi..

Saranghae baby..

“ Andwaeeeeeeeee!!!!!!” jerit Nada keras.

*************

19.30 sore

Kelas Intensif

“ Nada.. akhir-akhir ini kulihat kamu banyak melamun.. kamu kenapa?? sakit??” tanya Yui pelan.

“ ngg.. Anniyo.. aku tidak apa-apa..” jawab Nada pelan, Ia terus berusaha mengerjakan soal dibukunya untuk mengalihkan pikirannya tentang surat-surat terror itu.

“ deg”

Tiba-tiba Nada merasakan perasaan aneh yang sering melandanya akhir-akhir ini.

Ia menengok ke belakangnya, Ia merasa seseorang terus memperhatikannya.

Namun dibelakangnya hanya ada Jinki, Taemin, Jonghyun, Kibum dan Minho.

“ Tidak.. tidak mungkin orang yang menerorku adalah salah satu dari mereka.. tak mungkin salah satu dari mereka menyukai ku..” gumamnya pelan.

“ Heyy.. Kamu ngomong apa??” tanya Yui heran melihat Nada menggumam sendiri.

“ eehh.. Anni.. aku.. ngg… tidak ngomong apa-apa…” Nada berusaha mengelak.

“ nada.. kurasa kamu agak kurusan..” kali ini terdengar suara Kibum berujar kencang dari belakang.

“ Mungkin kamu stress, kamu terlalu banyak megambil kegiatan.. anggota klub memasak, ketua klub jurnalistik, belum lagi wakil BK yang kerjaanya sangat banyak..” Jinki ikut bersuara.

“ Hey.. Aku ada ide.. bagaimana kalau minggu depan kita liburan ke paradise island?? appaku punya satu villa disana, letaknya persis di belakang pantai.. bagaimana.. kita bertujuh refreshing??” seru Yui girang.

“ Ide bagus Yui, aku juga lama-lama jenuh dengan aktivitas sekolah..” kata Taemin pelan.

“ ok.. aku ikut..” Minho menimpali.

“ aku sih ayo aja..” kata Jinki.

“ cool, kamu bagaimana nada??” tanya Kibum kepada Nada.

Nada terdiam, Ia berpikir sejenak mungkin dirinya memang butuh refreshing.

“ aku.. ngg.. ikut..” kata nada pada akhirnya.

****************

Nada memasukkan buku-bukunya kedalam tasnya. Ia bergegas untuk pulang. Jam menunjukkan pukul 24.00 malam. Ia berjalan perlahan menyusuri koridor yang gelap menuju toilet yeoja yang berada di sebelah tangga.

“ kreeek..”

Nada menuju wastafel untuk membasuh mukanya.

“ tok.. tok.. tokk…” terdengar bunyi suara langkah kaki menuju kearahnya. Nada segera membalikkan badannya.

tak ada siapa-siapa disana.

“ hhh, mungkin hanya perasaan ku saja..” bisiknya pelan. kembali ia menunduk untuk membasuh mukanya kembali dengan air yang mengalir dari wastafel.

“ tok.. tok.. tok…” suara langkah itu terdengar lagi, semakin lama semakin jelas.

Nada menoleh kebelakang, namun tak ada sia-siapa.

tiba-tiba tengkuknya terasa dingin..

Nada buru buru memakai tasnya dan segera berjalan keluar.

“ krreeek”

ketika Ia membuka pintu, tiba-tiba muncul sesosok yeoja berwajah pucat, dengan rambut terurai kusut menutupi sebagian wajahnya dan tali melingkar dilehernya, matanya memandang mata Nada nanar. seragam yeoja itu sama seperti seragamnya hanya lebih lusuh.

“ Nadaa.. “ yeoja itu berbisik sambil mengarahkan tangan nya ke arah Nada.

“ Kyaaaaaaaaaaaaa!!!!” Nada berteriak kencang, Ia melangkah mundur menjauhi yeoja itu.

“ kau yang membuat aku mati…” yeoja itu bergerak perlahan mendekati Nada, kedua tangannya mengarah keleher nada.

“ Andwae… bukan aku yang membunuhmu…” bisik Nada pelan, air matanya tumpah, tangan dan kaki nya gemetaran. ia mundur selangkah demi selangkah.

yeoja itu terus bergerak, Ia semakin dekat dengan nada yang kini sudah terpojok di sudut toilet.

“ kau tau..? toilet ini adalah tempat dia membunuhku.. dan sekarang.. kau harus mati disini Nada.. hiii.. hiii.. hiiii…” yeoja itu tertawa melengking, membuat bulu kuduk Nada kembali meremang. Suara lengkingan nya begitu menyeramkan.

“ Dia?? Dia siapa?? siapa yang membunuhmu..” kata Nada terisak, tangan yeoja itu kini sudah berada di depannya. Nada tidak bisa bergerak kemana-mana lagi, tak ada ruang baginya untuk melarikan diri.

“ kau harus mati…!!!!” tangan yeoja itu mencengkeram erat sekeliling leher Nada.

“ Andwaeeeeeeee!!! Andwaeeeeee!!” jerit Nada, Ia berusaha berontak namun yeoja didepannya makin mencengkram erat lehernya.

Nada mulai kehabisan napas.

“ andhhhh…anndhhh…”

“ Kau harus mati bitch…”

“ ANDWAAEEEEEEEE!!!!!!!!”

*************

“ ANDWAAEEEEEEEE!!!!!!!!” Nada menjerit, Ia terbangun dari tidurnya” kedua tangan nya memegangi lehernya, nafasnya terengah-engah, dan air mata mengalir dipipinya.

Ia melihat kesekeliling ruangan, memastikan bahwa ruangan ini adalah kamarnya, bukan toilet yeoja.

“ Ya Tuhaaann.. aku takut.. mimpi itu menyeramkan sekali..” bisik nada sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangan nya dan mulai menangis. Ia dapat merasakan kedua tangan nya bergetar hebat.

jam di dinding kamarnya menunjukkan pukul 01.30 pagi, Namun Nada tak berani untuk memejamkan kedua matanya. Ia takut mimpi buruk itu akan datang lagi jika Ia tertidur.

Perlahan Nada berjalan kemeja belajarnya, Ia menyalakan laptopnya dan mulai mengetik hingga pagi hari.

***************

“ hhh… hhh… hhh…

sebentar lagi baby…

sebentar lagi kau akan menjadi milikku..

utuh…”

***************

TBC

P.S: Adakah yang kaget??? Ada? Ada?? Pasti ada… terkesan buru-buru gak??? Kalo iya.. anda salah ^^

Kan sebentar lagi kita masuk ke bulan Ramadhan, bulan di mana kita harus menahan segala nafsu. Walaupun aku gak ikut menjalankan bulan Ramadhan mohon doakan agar nafsu saia bisa berkurang(?)

Nah.. untuk itu maka FF ini niiihhh.. yang udah masuk ke NC-17 *kayaknya Wiga onn lagi pengen* *Plaakk!!!!!* terpaksa harus berada di dua pilihan.. out sebelum bulan ramadhan atau sesudah lebaran. Kalau out sesudah lebaran kelamaan kalo sebelum ramadhan kecepetan. Tapi cepat lebih baik dari pada kelamaan ^^. Maka dari itu.. dengan ini kami menyatakan bahwa kemerdekaan indonesia (?)

*ralat* Maka dari itu… part ini out sebelum ramadhan.. dan nanti pada hari rabu tanggal 11 Agustus semua FF NC yang ada di sini akan di tiadakan selama satu bulan. Begitu ramadhan barulah semua FF NC ataupun PG 15 kita munculkan kembali daaan… xixixi.. yang merasa ‘doyan’ baca itu pasti sangat bahagia karena eh karena…. Wiga onn bakal publish FF NC setelah lebaran *plakk* wkwkwk.. masih belom yakin juga siihhhh… tapiiiii.. silahkan menunggu saja yak.. kkkk

Sekian dari Ashyta ^o^

Signature

This post/FF has written by Wiga, and has claim by Wiga signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

OBSESSION – PART 1

OBSESSION PART 1

Author: Wiga

Cast    : Lee Jinki, Kim Kibum, Kim Jonghyun, Lee Taemin, Choi Minho, Shim Yui, Park Nada

Genre : Sekuel, Friendship, Romance, Mistery, Angst

Rating : NC 17 ( aku sengaja ngasih rated NC17 buat ff ku yang ini.. bukan.. bukan karena ada unsur seksualitas.. enggak sama sekali.. hehe.. hanya saja.. ada beberapa adegan yg mengandung kekerasan yg tidak baik untuk dibaca reader di bawah umur.. )

Happi reading ^^

“ hhh… hhh.. aku selalu berharap dia akan menjadi milikku..”

“ aku tak rela jika orang lain menyentuhnya selain aku..”

“ hhh…. hhh… apapun caranya, dia harus menjadi milikku..”

“ aku harus mendapatkan nya, bagaimanapun juga..”

“ dia tercipta hanya untukku..”

“ Park Nada… mengapa kau buat aku jadi gila..”

“ hhh… hhh…”

***********

Bel sekolah berbunyi, jam sudah menunjukkan pukul jam 6 sore. Seluruh murid dari Seoul High School satu persatu meninggalkan kelasnya dan bergegas untuk pulang kerumah. kecuali 7 siswa yang masih bertahan di ruang kelas untuk mengikuti kelas intensif yang diadakan 3 kali seminggu.

Kelas intensif bukan lah kelas yang ditujukan untuk orang-orang bodoh, sama sekali bukan. mereka diwajibkan ikut kelas ini, karena mereka harus mengejar kurikulum mereka yang tertinggal agar bisa setara dengan siswa lain.

siswa-siswa tersebut adalah, Lee Jinki, Kim Kibum, Kim Jong Hyun, Lee Taemin, Choi Minho, Shim Yui dan Park Nada.

Lee Jinki adalah seorang namja yang paling pintar diangkatannya, Ia juga merupakan Ketua Badan Kesiswaan. 3 bulan belakangan ini ia hanya belajar mata pelajaran fisika dan matematika di sekolah, karena harus mempersiapkan diri untuk mengikuti Olimpiade Fisika di Aussie. Dan tidak sia-sia perjuangan nya selama ini, karena ia berhasil mengharumkan negara Korea dengan memperoleh medali emas untuk olimpiade yang diikutinya. Namun pasca olimpiade, Ia merasa ketinggalan di berbagai pelajaran. terutama bahasa inggris. maka dari itu, gurunya menyarankan agar ia mengikuti kelas intensif dimalam hari untuk mengejar ketertinggalannya.

Lalu ada Kim Kibum, calon artis  yang sedang mengikuti  training di SM entertainment. Selain bersekolah, setiap hari Ia harus latihan vocal, dance, dan attitude sebagai artis. Jadwal trainingnya sangat padat. Karena kesibukannya itu, Kim Kibum banyak tertinggal pelajaran. sehingga disela-sela waktunya, Ia menyempatkan diri untuk mengikuti kelas intensif.

Berikutnya Kim Jonghyun, Ia adalah murid pindahan dari amerika, warna rambutnya separuh hitam dan separuh dicat pirang, walau pun lama diamerika, Jonghyun fasih berbicara Korea karena umma dan appanya adalah orang korea asli. Kurikulum pelajaran di Amerika sangat lah berbeda dengan kurikulum dikorea, sehingga jonghyun mengalami banyak masalah untuk menyesuaikan diri dengan pelajaran di korea. terutama pelajaran Sastra Korea dan Sejarah.

Kemudian ada Park Nada. Di sekolah, Nada termasuk anak yang aktif. Selain ia adalah wakil ketua badan kesiswaan, Ia juga menjabat sebagai anggota club memasak  dan juga ketua club jurnalistik,  dua eskul ini diikutinya karena memasak dan menulis adalah hal yang paling disukai Nada. Karena terlalu lelah akhirnya kondisi badannya drop dan Ia harus dirawat selama satu bulan dirumah sakit, karena itu Ia ketinggalan banyak pelajaran dan prestasinya menjadi jauh menurun.

Sedangkan Choi Minho adalah ketua club Taekwondo, sekaligus idola sekolah. Postur badannya tinggi atletis, dengan hidung mancung dan tatapan tajam, mampu menaklukan hati seluruh yeoja yang ada di sekolah ini. Ia dikenal sebagai pria yang dingin, jarang tersenyum, apalagi berbicara kepada yeoja, Namun itu yang membuatnya makin digila-gilai oleh wanita. Ia mengikuti kelas intensif karena selama 2 bulan belakangan ini dia tidak masuk sekolah, karena mempersiapkan diri untuk mengikuti kejurnas.

Yeoja satu lagi adalah Shim Yui. Shim Yui adalah gadis yang luar biasa cantik. Tubuhnya tinggi langsing, kulitnya putih susu terawat, rambutnya panjang tergerai sepinggang. hanya ada satu kata yang bisa menggambarkan kecantikkan yui ‘ Sempurna’. Walaupun yui cantik, namun Ia tidak sombong, dan mau berteman dengan siapa saja. Orangnya sungguh ramah. Ia mengikuti kelas intensif karena akhir-akhir ini nilai pelajarannya menurun. entah apa sebabnya. maka dari itu sebelum nilainya turun terlalu jauh, ia berinisiatif untuk mengikuti kelas intensif.

Siswa terakhir adalah Lee Taemin. Lee Taemin adalah ketua club dancer disekolahnya. Ia termasuk orang yang susah bergaul, temannya hanya teman satu club dance nya . karena terlalu fokus dengan Asian Dance Festival yang akan diadakan di Jepang, Taemin terancam tinggal kelas dan di drop out dari sekolah. maka itu wali kelasnya memaksanya untuk mengikuti kelas intensif sepulang sekolah.

Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, raut muka lelah sudah tampak di wajah mereka, terlihat Kibum dan Taemin sudah mulai menguap. Sementara Yui mengutak-utik hpnya, jonghyun sudah menelungkupkan kepalanya di meja pertanda sudah mulai tertidur, sementara Minho menutup bukunya, Ia menyerah, tak ada yang bisa diserap otaknya lagi, ia hanya duduk terdiam. Hanya Lee Jinki dan Park Nada yang masih serius menyelesaikan soal-soal yang terpampang di papan tulis.

“ Yaa!! Park Nada!! sebaiknya kamu pulang.. Wajah mu sudah pucat, Jangan sampai pingsan lagi seperti kemarin,, “ Tiba-tiba Kim Kibum berkata nyaring.

“ Iya, Nada..yuk, kuantarkan.. aku juga mau pulang, umma sudah menjemputku..kajja..” kata Shim Yui.

“ Eemmm, gomawo.. tapi aku bisa pulang sendiri Yui.. rumah ku dekat, berjalan kaki sebentar juga sampai..” tolak Nada halus, Ia tidak mau merepotkan teman nya.

Yui berdiri dan berjalan menghampirinya, “ sudahlah, tak usah sungkan.. bereskan barang-barang mu.. palliii..” katanya sambil menarik lengan Nada.

Saat Nada berdiri tak sengaja sapu tangannya terjatuh, namun Ia tidak sadar dan terus berjalan bersama Yui. Seorang Namja mengambilnya cepat dan memasukkannya kedalam sakunya. Continue reading OBSESSION – PART 1

{NC-17}Love You Forever – Part 5

Love You Forever

[part 05]

By: Park Young Mincha a.k.a Annisa Mira

Rate: PG15 *Lana: No no no… ini NC 17 Mincha Onn… ckckckck*

Casts:

-Lee Hyojin

-Kim Sora

-Young Mincha

-SHINee

Still Hyojin POV~

“Ayo, makan bareng. Tante, udah masak banyak tadi. Kirain Sora diajak juga, ternyata lagi sakit toh.” ajak mama pada Key. “Pokoknya kalo kamu nggak mau, kamu nggak boleh main ke sini lagi,” ancam Mama mengetahui Key akan menolak.

Kami berempat makan sambil berbincang tentang segala hal. Tiba-tiba pembicaraan kami diputus oleh dering telepon di rumahku. Mama buru-buru mengangkat telepon itu. Begitu kembali ke ruang makan, wajah beliau tampak sendu.

“Ada apa, Ma?” tanya Papa. Bukannya menjawab, mama malah menghambur ke arah papa dan menangis tersedu-sedu. Kami yang melihatnya semakin bingung. “Ibu masuk rumah sakit, Pa!” kata Mama yang kemudian pingsan. Kami yang mendengarnya sangat kaget. Papa segera membopong Mama ke kamar kemudian menidurkannya. Key sibuk menenangkanku yang terus menangis.

Lebih kurang setengah jam kemudian, Mama akhirnya sadar. Beliau menangis mengingat nenek masuk rumah sakit. Papa segera mengemasi barang-barang untuk dibawa ke tempat nenek. Papa menuntun Mama ke dalam mobil. Karena lusa aku harus sekolah, Papa melarangku untuk ikut. Padahal aku juga ingin menjenguk nenek. Tapi Papa tetap pada pendiriannya. “Kalo mau nginep di rumah temen, rumah dikunci. Kami seminggu di sana,” pesan Mama sebelum Papa melajukan mobilnya.

“Ayo, kita masuk aja! Udara malam nggak baik buat kesehatanmu,” ajak Key sambil menuntunku masuk.

“Kamu nggak pulang? Ntar kalo Sora bangun dan kamu nggak ada di rumah gimana? Dia kan lagi sakit,” tanyaku ketika kami sudah duduk di sofa ruang tamu.

“Mana tega aku ninggalin pacarku dalam keadaan berduka begini?!” jawabnya, “lagipula di rumah ada ayah dan ibu, Sora aman di rumah. Kamu kalo masih mau nangis, nggak apa. Menangislah di pundakku,” lanjutnya. Mendengar itu, air mata yang sudah kutahan dari tadi akhirnya mendesak keluar dengan deras. Key mengusap rambutku dengan lembut. Hingga akhirnya aku tertidur dalam pelukannya.

***

Key POV~

Kupandangi raut wajah Hyo yang masih menampakkan kesedihan yang amat sangat. Aku benar-benar tidak tega melihat orang-orang yang sangat kusayangi menangis. Kuangkat dia, lalu kubawa ke kamarnya. Kurebahkan badannya di atas ranjang yang dilapisi seprai bergambar manga miliknya. Kuselimuti tubuhnya.

Baru saja aku akan beranjak keluar, sesuatu menahan tanganku.

“Key.. Temani aku.. Aku nggak mau ditinggal sendiri,” kulihat dia mengucapkan itu dengan mata tetap terpejam. Tampaknya dia mengigau. Kucoba untuk melepaskan genggamannya pada pergelangan tanganku. Tapi dia malah semakin menguatkan genggamannya, sehingga aku tertarik hingga terjatuh hampir menimpa tubuhnya. Untung saja aku berhasil menahan tubuhku dengan bertumpu pada tanganku yang satunya.

Aku menghela napas lega. Setidaknya aku tidak membangunkannya. Ketika aku menoleh ke arahnya, dapat kurasakan jantungku berdegup cepat. Wajahnya terasa sangat dekat. Nafasnya terasa hangat menerpa wajahku. Aku semakin tidak dapat menahan diri. Perlahan, aku semakin memperkecil jarak kami. Hingga akhirnya bibirku menyentuh bibirnya. Kulumat bibirnya dengan lembut pada awalnya. Lama kelamaan menjadi panas karena nafsu yang telah membakar diriku.

Tanpa kusadari, Hyojin terbangun karena tindakanku. Dia pun berusaha membebaskan diri dari himpitanku. Tapi tenagaku lebih kuat dari tenaganya.

Kini ciumanku telah turun ke lehernya membuatnya mendesis. Entah setan apa yang merasukiku hingga aku tega melakukan ini pada pacarku di hari ulang tahunnya. Kugigit pelan lehernya kemudian kujilat dan kuhisap bekas gigitanku tadi hingga dia merintih. Aku sudah tidak peduli lagi sekarang, kucoba membuka kancing bajunya tapi tangannya segera menahan tanganku. Kutatap matanya tajam. Tampak dia ketakutan dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.

“Key, kumohon.. Jangan.. Jangan kau hancurkan hal yang sudah kupertahankan ini. Tidak sebelum kita … hmpph,” sebelum dia berbicara lebih jauh, kubungkam mulutnya dengan bibirku. Kuciumi dengan penuh nafsu, kelopak matanya, hidungnya, pipinya, telinganya pun kuciumi sambil sesekali kujilat lubang telinganya hingga dia mendesah kegelian.

“Key, jangan lakukan ini padaku,” ucapnya lirih memohon padaku.

“Mian, Hyo!” ucapku sambil menghapus air mata yang mengalir di pipinya dengan lidahku.

Ting Tong

Aku tersentak kaget. Ah, bunyi bel itu mengganggu kegiatanku saja. Kuhentikan tindakanku tadi. Kubelai wajahnya, lalu kupeluk dengan erat.

“Maafkan aku, Hyo! Entah tadi mengapa aku bisa bersikap seperti itu! Aku janji nggak akan mengulanginya lagi,” pintaku sambil menatap wajahnya.

“Aaa… pa aku bi…sa mem..percaya..iimu?” pastinya terbata-bata.

“Promise! Aku janji!” ucapku yakin.

Ting Tong Ting Tong

Suara bel menjadi semakin tidak sabar. Aku pun beranjak keluar dari kamar kekasihku ini, untuk melihat siapa yang bertamu malam-malam begini.

Kulihat seseorang berdiri membelakangi pintu.

“Maaf, Anda siapa ya? Ada perlu apa?” tanyaku pelan.

“Ah, maaf mengganggu tengah malam begini! Apakah pemilik rumah ini ada?” ucapnya setelah membalikkan tubuhnya..

“Ah, ya! Tapi hanya anaknya saja. Orang tuanya sedang pergi ke rumah sakit. Anda siapa ya?” tanyaku lagi.

“Ah, saya Jonghyun. Kim Jonghyun. Maaf telat memperkenalkan diri,” jawabnya sambil menjabat tanganku. “Saya sudah bilang pada orang tuanya bahwa akan menginap di sini beberapa hari,” lanjutnya lagi.

“Tapi mengapa mereka tidak mengatakan apa-apa ya sebelum berangkat tadi? Silakan masuk, saya akan memanggilkan pacar saya dulu. Silakan duduk,” ucapku sambil melangkah menuju kamar Hyojin dan membuka pintu kamar Hyojin perlahan.

“Hyojin, ada tamu. Katanya sih sudah bilang pada orang tuamu kalo dia mau nginep di sini. Namanya Kim Jonghyun,” jelasku padanya.

***

Hyojin POV~

“Hyojin, ada tamu. Katanya sih sudah bilang pada orang tuamu kalo dia mau nginep di sini. Namanya Kim Jonghyun,” jelasnya begitu dia membuka pintu kamarku. Jujur saja aku masih shock dengan semua perlakuannya tadi.

Mendengar kata-katanya, aku beranjak dari ranjangku. Kulangkahkan kakiku menuju ruang tamu diikuti dengan dirinya. Begitu melihat siapa yang menunggu di situ, aku langsung menghambur ke dalam pelukannya.

“Kakak?! Kapan datang? Kangennyaaaa….. Rambutmu kenapa jadi aneh gini, Kak?” berondongku membuatnya bingung.

“Hei, hei… Kakak harus menjawab yang mana dulu ini?” balasnya sambil mengacak-acak rambutku.

“Aissh! Rambutku udah berantakan, jangan tambah diacak-acak!” teriakku kesal sambil merapikan rambutku.

“Wah, adikku udah besar rupanya ya! Udah punya pacar,” ucapnya menggodaku.

Waduh, aku lupa kalo ada Key tadi. Segera mataku mencari-cari keberadaannya di ruang ini. Begitu menemukannya, aku segera melayangkan tatapan maafkan-aku-melupakanmu-barusan.

“Oh, iya! Kak, kenalkan ini Kim Kibum, pacarku! Key, ini Kim Jonghyun, temen mainku dari kecil dulu. Baru balik dari Seoul dia!” ucapku memperkenalkan mereka berdua setelah menarik Key mendekat.

“Salam kenal,” ucap Key sambil membungkukkan badan.”Wah, dari Seoul? Sama seperti Onew dong berarti?” lanjutnya lagi.

“Onew? Lee Jinki, maksudmu? Tentu saja! Kudengar dia pindah ke sini ya? Apa satu kelas dengan kalian?” tanya Jonghyun.

“Ya. Dia satu kelas dengan kami. Kalo boleh tau, seperti apa dia di sana, kak?” tanyaku penasaran.

“Dia baik, ramah, mudah bergaul. Tapi sikapnya terhadap cewek-cewek terkesan sama seperti dia memperlakukan teman-temannya yang cowok. Tidak mengistimewakan mereka. Maksudku, tidak seperti kami yang mencoba mencari perhatian cewek-cewek,” jelas Jonghyun panjang lebar.

“Serius, kak? Berarti dia bener-bener balik ke sini cuma buat Mincha. Onew bener-bener sayang ama Mincha. Sekarang aku lega, berarti Onew nggak akan bikin Mincha nangis lagi,” ucapku lega.

“Hah? Mincha? Siapa itu?” tanyanya bingung.

Baru saja aku akan menjelaskannya, Key ijin untuk menerima telepon di belakang. Katanya, Sora yang menelepon.

“Mincha itu sahabatku. Katanya, saat dia menyatakan perasaannya beberapa tahun yang lalu, Onew yang selalu memberikan harapan, menolaknya dan mengatakan bahwa dia akan pergi ke Seoul hari itu juga. Tapi kemarin, tiba-tiba saja dia datang di sekolah kami sebagai siswa baru. Dan itu membuat Mincha shock. Dan ketika istirahat, Onew mengajak Mincha keluar, ingin menyelesaikan masalah katanya. Saat kembali, mereka seperti pasangan yang baru rujuk. Mungkin kakak bisa lihat sendiri besok. Kami berempat, aku, Key, Sora, dan Mincha, biasanya kumpul tiap hari Minggu. Besok giliran di sini. Mungkin Onew bakal ikut,” jelasku panjang lebar.

“Hmmm…. Sikapnya terhadap siswi-siswi gimana?” tanya pria ini lagi. Aissh, udah semalam ini, baru datang, banyak nanya pula.

“Terkesan dingin. Yah, sama seperti sikap Key pada cewek-cewek selain aku, Mincha, dan Sora, adiknya! Hanya bicara jika ditanya. Kak, sudah malam! Menginap di sini, kan? Tidur di kamar tamu sana!” jawabku.

“Ah, iya! Baiklah! Good night, my sister!” ucapnya.

“Selamat malam. Nggak usah sok nginggris,” ujarku sambil beranjak mengunci semua pintu dan jendela. Lalu mematikan lampu di ruang yang tak dipakai.

“Key? Kamu tidur sama aku atau sama Jonghyun. Kalo tidur sama aku, jangan macam-macam,” kataku saat melihat sesosok pria yang sedang berdiri di dekat dapur.

“Hmmm….” gumam sosok tersebut.

“Key? Ada apa?” tanyaku hati-hati.

***

Key POV~

“Key? Ada apa?” tanya kekasihku.

“Nggak ada apa-apa,” jawabku sambil membalikkan badanku menghadap ke arahnya dan tersenyum tipis. Aku nggak mau membuatnya khawatir dengan menceritakan masalah ini padanya.

“Yakin?” tanyanya lagi. Dan hanya kujawab dengan anggukkan.

“Kamu nggak ngantuk? Udah jam 11 malam nih!” ucap Hyojin sambil menunjuk jam dinding yang terpasang di dapur.

“Oh, iya! Maafin aku atas kelakuanku tadi ya, tadi bener-bener nggak tahu kenapa aku bersikap seperti itu,” ucapku memohon padanya.

“Janji kan, nggak ngulangin lagi?” pastinya padaku. Kujawab dengan anggukan mantap dariku. “Aku nggak bisa marah berlebihan sama kamu meskipun jujur aku masih agak takut. Tapi aku udah janji ama Sora nggak akan ninggalin kamu,” lanjutnya sambil menggenggam tanganku.

“Oh, iya! Sepertinya besok Sora nggak bisa ikut pertemuan rutin kita. Katanya tadi dia ada perlu. Dan aku juga nggak ikut, aku akan mengikuti dia. Aku takut terjadi apa-apa pada adikku itu,” kataku dengan cemas.

“Kamu beneran nggak kenapa-napa? Sora ada perlu apa sih sebenarnya ampe kamu cemas berlebihan kayak gitu? Biasanya kamu kayak gitu kalo Sora mo ketemuan ama cowok. Bener?” tebak Hyojin. Aduh, kok dia bisa tahu sih? Gawat. Kalo kayak gini, ntar dia bakal ngotot buat ikut.

“Ah, mmm…. Siapa bilang gitu? Aku cuma khawatir aja kok,” sangkalku.

“Bilang Sora, besok dia harus tetep dateng. Meski cuma bentar. Pokoknya dia harus nongol. Awas aja kalo nggak,” ucapnya mengancamku. Aku hanya bisa mengangguk pasrah kalo dia udah bilang gitu.

“Ayo, tidur! Tapi jangan macam-macam lagi! Kulaporin Sora habis kamu,” ancamnya lagi lalu beranjak menuju kamarnya.

Aduuuuh, punya pacar perhatian sih perhatian.. Tapi ganasnyaaa.. *ditabok Hyo*

Ketika aku masuk ke dalam kamarnya, kulihat dia sedang meletakkan guling di tengah ranjangnya. Katanya untuk pembatas agar aku tidak menyentuhnya. Hhhh……

“Selamat tidur, Hyojin! Have a nice dream,” ucapku lalu mengecup keningnya sebelum memejamkan kedua mataku.

TBC

Miaaaan part 5 kelamaan…. Karena berbagai hal part ini selalu tertunda.. part 6 diusahakan secepatnya.. maaf kalo part ini mengecewakan.. Bungkukin badan 90 derajat.

Wajib comment…. Nggak comment, aku ngambek! *reader: bodo amat lu mo ngambek ape kagak!!**author: huwee…*

Freelance author

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF