Category Archives: Rating

Pemberitahuan pada pembaca, tahap umur mana yang sesuai untuk membaca tulisan tersebut. Biasanya sesuai dengan MPAA (Motion Picture Association of America) atau dengan FictionPress

KISS…. ANDWAE !!!

Tittle    : KISS…??? ANDWAE..!!!

Author : Wiga

Rating : PG-15

Cast     : Choi Minho, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Lee Taemin, Lee Jinki, Park Nada, Shim yui

Haaiii.. Haaiii (dadah dadah geje..) ^^ Ini dia satu lagi ff geje saya.. ^^ ( karena tidak ada ff saya yang tidak geje.. alias semuaanya geje) (>.<). hohoho…

cast disini, adalah cast rainbow, namun cerita ini tak ada hub nya dengan sekuel rainbow..

ok.. happii reading.. ^^

***

“ Annyeong haseyo, nama saya Park Nada, senang berkenalan dengan kalian semua..”

terlihat seorang anak perempuan berambut sebahu,  dengan gugup mengucapkan salam dan memperkenalkan diri.

“ Park Nada, kamu duduk di bangku kosong baris belakang” kata Pak guru Lee Teuk menunjuk bangku kosong di dekat jendela..

“ Ne..” jawab Nada pelan.

Nada segera melangkahkan kaki nya ke tempat ditunjukkan oleh leeteuk.

“ Annyeong Nada.. I’m Shim yui.. Nice to meet you..” bisik seorang yeoja berambut panjang yang luar biasa cantik duduk disamping Nada.

Nada memandangnya sebentar kemudian tersenyum, “ nice to meet you too..” bisiknya.

“ kalau kamu butuh apa-apa, jangan sungkan minta tolong padaku ya.. aku ketua kelas disini..” kata yeoja itu  sambil mengedipkan sebelah matanya.

“ ne..” jawab Nada pelan.

kemudian ia segera mengeluarkan bukunya, dan memperhatikan Pak guru Lee teuk yang sedang menerangkan pelajaran, tanpa Ia sadari Shim yui  terus mengamatinya.

***

Saat waktu istirahat tiba, Nada menyempatkan diri untuk mengelilingi sekolah, ia berjalan pelan pelan menyusuri lapangan basket, perpustakaan, kantin sekolah, ruang audio visual, kolam renang indoor, ruang seni, ruang computer, ruang badan kesiswaan, dan laboratorium.

bel berbunyi, tanda pelajaran akan dimulai. Nada masih berada di luar perpustakaan, tampak nya Ia tersesat karena sekolah ini sangatlah luas dan ia tidak ingat arah untuk kembali ke kelasnya.

“ Adduuuh, pelajaran sebentar lagi dimulai.. dan aku masih tersesat disini.. ya tuhan.. aku harus bagaimana?? harus nya tadi aku tidak menolak ajakan yui untuk menemaniku berkeliling sekolah.. dasar Nada Pabbo!!” umpatnya dalam hati.

“ Bruukk…”

“ AAhhhhh….”

karena menunduk saat berlari, Nada tak sengaja menabrak seorang namja berambut kuning mencolok yang kebetulan sedang lewat dikoridor itu. Nada menabrak Namja itu dengan keras sehingga namja itu terjatuh kebelakang dan Nada pun ikut terjatuh tepat diatas nya.

“ Mianhae..” kata nada pelan sambil berusaha berdiri, kini ia merasakan muka nya memerah.

Namun namja itu memegang punggung Nada dengan erat, sehingga Nada tidak bisa berdiri.

Namja itu terus melihat Nada..

“ Lepaskan!! mengapa kamu menahanku..!! aku mau  ber..”

“ CUP..”

Kini namja itu dengan sengaja menarik leher nada kearahnya sehingga bibir mereka berdua pun saling menempel.

“ mmmhhh hhpppsss…” jerit nada kencang, namun tidak ada satu pun yang mendengar karena dikoridor itu hanya mereka berdua.

“ mmmhhh..  ku bilang lepaass!!” kini Nada bisa melepaskan bibirnya dari namja itu, ia berontak sampai akhirnya namja itu melepaskannya.

Nada cepat-cepat berdiri, begitu pun namja itu.

“ PLAAKK!!!”Nada menamparnya kencang.

Namja itu memegang pipinya yang kini kemerahan dan meringis.

“ DASAR MESUM!!! “ Teriaknya kencang.

Tapi namja itu hanya tersenyum dan memandangnya.

Nada segera berlari meninggalkan nya, Ia berjalan menunduk dan memegang bibirnya.

“ Oh Tuhan .. First Kiss ku….. Dia sudah mengambilnya..” desahnya perlahan.

Tiba-tiba namja berambut kuning itu sudah berada dihadapannya.

“ Jadi ini juga First kiss mu?? “ tanya nya kepada nada.

Nada hanya memandangnya dengan tatapan sebal, kemudian membalikan badannya dan berlari lagi.

“ Heey!! Tunggu!! Kau belum jawab pertanyaan ku!! Ini First Kiss mu juga??”

Namja itu itu berlari dan memegang lengan Nada.

“ Lepaskan aku!!”.

“ Tidak!! sebelum kau jawab pertanyaanku”

Nada diam saja, ia membuang mukanya menghindari tatapan namja itu.

“ Mengapa kau diam saja?? jadi benar, yang tadi itu ciuman pertama mu??” tanya namja itu penasaran.

“ Yang tadi itu kecelakaan!! bukan ciuman!! sekarang lepaskan aku!!” kata Nada galak.

“ Tapi tadi kau bilang itu first kiss mu?? aku mendengarnya kok!!” kata namja itu lagi.

“ First Kiss ku atau bukan, itu bukan urusan mu!! Sekarang lepaskasn aku!!” jerit Nada pelan.

“ Yaa jelas itu urusan ku!! karena itu juga First Kiss ku!! Kau harus bertanggung jawab !! aku mau sekarang kau jadi pacarku!!”

“ Apa kau gila?? kau yang menarikku saat aku ingin berdiri!! itu semua salah mu!!”

“ Tapi Kau yang menubrukku hingga aku terjatuh!! kau harus jadi pacarku!! aku Kim Jonghyun Kelas 3-B, Siapa namamu? kelas berapa?” tanya namja itu.

Nada kehilangan kesabarannya, ia segera menendang tulang kering namja itu dan menghentakkan tangan nya hingga terlepas dari genggaman tangannya  kemudian segera berlari sekencang-kencangnya.

“ Awwwww…Kenapa kau me… YAAAA!! JANGAN KABUR!! KAU HARUS TANGGUNG JAWAB!!!”

***

“ Ya tuhaann.. namja itu!! namja berambut kuning norak itu!! ya Tuhann aku benci, aku benci, aku benci,aku benci diaaaa…” kata Nada dalam hati sambil terus berlari.

ia berlari menyusuri lapangan basket, tiba-tiba ada bola basket melayang ke arahnya..

“ JDAAKKK”

pandangan nya langsung gelap.

***

Namja itu memperhatikan Nada yang sedang tertidur. “ Gadis ini….mirip sekali dengan Hyeo Jun….” gumam namja itu dengan suara beratnya. Ia merogoh kantongnya dan mengambil dompetnya, kemudian mengeluarkan selembar foto dari dalam dompetnya.

“ Mirip sekali….” bisiknya, sembari membandingkan wajah Nada dengan wajah yeoja yang ada di foto tersebut. Entah mengapa ada perasaan rindu yang amat besar yang dirasakan oleh namja tersebut saat memandang Nada.

Ia mendekatkan wajahnya ke wajah nada perlahan. Nada terbangun, ia merasakan sesuatu yang basah menyentuh bibirnya.  Perlahan-lahan ia membuka matanya, tampak wajah seorang namja yang hanya terpaut beberapa cm dari wajahnya, sedang mencium bibirnya.

“ TIDAAAKK” teriaknya kencang.

namja itu terkejut, ia segera membekap mulut nada.

“ mmmphhh.. mpphhh..” nada berusaha berteriak.

“ ssstt… jangan teriak… ssstttt… kumohon jangan teriak..” kata namja itu panik.

“ mmmpphhhhhh.. mmpppsssss..”

“ sstt.. aku janji akan melepaskanmu, tapi kumohon tenang.. jangan teriak..” bisik namja itu menenangkan nada.

Nada berhenti teriak, ia menatap namja itu tajam.

Namja itu sangat tinggi, dengan muka tirus dan hidung sangat mancung sangat serasi dengan kedua matanya yang besar.

“ Kau sudah tenang sekarang??” bisiknya.

Nada mengangguk pelan, kemudian namja itu melepaskan tangan nya dari mulut Nada.

Nada berusaha berdiri namun kepalanya terasa berat, Namja itu membantunya berdiri.

“ PLAAAAAKKK”

Nada menamparnya keras, namja itu kelihatan kaget.

“ KAU!!! BERANI-BERANINYA KAU MELAKUKAN INI PADAKU!! DASAR MESUM!! “ Teriak nada, air matanya mulai mengalir. perasaannya campur aduk kini, marah, takut, kesal, semua bercampur jadi satu.

“ mianhae, aku..” namja itu berusaha menjelaskan pada nada, namun nada segera berlari meninggalkan UKS tersebut.

“ Tunggu sebentar!! hey!! ini tidak seperti yang kau pikirkan!!”

***

Ia berlari cepat, sambil menghapus air matanya.

“ Pabbo!! namja itu!! Tidak sengaja!! Apanya yang tidak sengaja!! sudah jelas-jelas dia… AAissshh aku benci,aku benci,aku benci… apakah semua namja disini mesum semua?? ya tuhaann…

ngomong-ngomong Ini dimana?? .. aku tersesat lagi.. sudah 2 jam aku tidak masuk kelas tanpa keterangan,, aku harus bagaimana..?” kata Nada dalam hati.

ia melihat kesekelilingnya, ia benar-benar tidak tahu sekarang ia ada dimana.

“ ruang auditorium..” gumamnya pelan.

Nada berjalan perlahan-lahan menyusuri ruang auditorium, perutnya terasa sangat lapar, ia melihat ada toilet disebelah ruang auditorium, segera ia memasuki toilet itu.

“Aku mau kita putus!!”

“ ANDWAE!!”

Ia melihat seorang yeoja dan seorang namja sedang bertengkar di dalam toilet.

“ Ooooh mianhae….” kata nada pelan sambil membalikkan badan hendak keluar dari toilet.

“ Tunggu Jagia..” Namja itu memegang tangan Nada dan menariknya.

“ Lihat!! aku sudah punya pacar lagi!!” Kata namja itu kepada yeoja di depannya.

“ eehh??” nada merasa bingung ketika namja itu mengakui nada sebagai pacarnya.

“ Kau tega, Kibum” Kata yeoja itu dengan mata berkaca-kaca.

Nada melihat mereka berdua dengan pandangan bingung.

“ mmmm…” ia hendak bicara namun yeoja itu berbicara terlebih dahulu.

“ Apa benar kau pacarnya Kim Kibum??”

“ mmmm Ann..” nada ingin menjawad ‘Anni..’ Namun namja itu memotongnya.

“ Tentu saja ia pacarku!! jika tidak, tidak mungkin mungkin aku memanggilnya jagia!!” kata namja itu keras.

“ Iya kan jagia??” tanyanya lembut kepada nada sambil menatapnya tajam, mata tersebut bagaikan bicara ‘awas jika kau bilang tidak! aku akan membunuhmu!!’

“ Ne.. “ jawab nada dengan suara yang sangat pelan. bahkan ia sendiri hampir tidak bisa mendengarnya.

“ AKU TAK PERCAYA..!!!” kini yeoja itu berteriak.

“ KAU HARUS PERCAYA!!! KALAU DIA ADALAH JAGIA KU !!!” namja itu tak mau kalah, ia juga berteriak.

Nada terkejut, ia memandang namja disebelahnya.

“ Orang ini.. kurang ajar sekali dia, berani membentak seorang wanita.. dasar tidak punya perasaan, aiishh.. aku harus ke kelas sekarang, tapi gara-gara namja ga jelas ini aku jadi terlibat dalam masalahnya..” sungut nya dalam hati. perlahan ia berusaha melepaskan tangan nya dari genggaman tangan namja itu, namun namja itu malah semakin mengeratkan genggamannya.

“ KALAU BEGITU BUKTIKAN!!!!!!” jerit yeoja itu.

“ Baik jika itu maumu..” desis namja itu pelan. Ia langsung menarik paksa Nada kedalam pelukannya, dan menahan kuat kepala Nada. bibirnya mengarah ke bibir Nada.

“ CUP..”

Namja itu mencium Nada kuat-kuat.

“ mmmhhhhhsss” Nada berusaha melepaskan diri darinya.

“ KAU JAHAT SEKALI KIM KIBUM!!!!” Teriak yeoja itu sambil berlari keluar toilet.

“ mmmhhhssss” kini nada mencoba berteriak sambil memukul-mukul dada namja tersebut.

Namja tersebut akhirnya melepaskan nada dari pelukannya.

Nada mundur beberapa langkah, tangan nya refleks menutup bibirnya.

“ Hey.. Kau tidak apa-apa??” tanya namja itu kepada Nada.

“ Kau…” bisik nada pelan. ia kehilangan kata-kata ia merasakan kini kedua lututnya gemetar.

“ gomawo.. kau sudah menyelamatkan ku dari gadis gila itu, yah.. kau tau sendiri kan resiko orang tampan selalu menjadi..”

“ keluar..” bisik Nada pelan.

“ wae??”

“ keluar..”

“ Kau mengusir ku??” tanya namja itu tak percaya.

“ AKU BILANG KELUAR!!!” teriak Nada histeris, ia tak habis pikir namja didepannya bahkan tidak mengucapkan ‘maav’ untuk apa yang diperbuatnya barusan.

“ Yaa!! kau pikir siapa dirimu berani mengusirku!!!! kau tak kenal aku?? aku Kim Kibum, Kim Heechul adalah ayahku!! ia pemilik sekolah ini, Kau tau!! dan harusnya kau bersyukur karena  aku adalah satu-satunya orang yang tampan..”

“ PLAAKKK!!!!”

Nada menamparnya keras, saking keras nya ia bisa merasakan telapak tangan nya panas.

“ Kau!!!” Namja itu melangkah mundur sambil menatap nada marah.

“ Ku bi lang ke lu ar se ka rang kau mem bu at ku MUAK!!!!!!!!!!” kali ini Nada sudah tidak bisa mengendalikan emosi yang sedari tadi di pendamnya.

Ia menangis tanpa mengeluarkan suara. matanya merah dan bibirnya bergetar, ia terus memandang namja dihadapannya.

“ dengar!! tak semudah ini aku melepaskan mu.. lihat saja nanti..!!” ancam namja itu, kemudian ia segera keluar dari toilet dan membanting pintunya.

***

Nada melihat wajahnya di cermin besar.

“ ya Tuhan, kacau sekali..” desisnya pelan.

Rambutnya yang tadi pagi masih rapi sudah kusut tidak karuan, jepitan bintang yang ia pakai tadi pagi juga hilang entah kemana.

Nada membasuh mukannya dan merapikan rambutnya dengan tangan.

hari ini adalah hari pertamanya bersekolah di sma elit ini, namun entah kenapa, hari ini seperti nya dewa kesialan sedang senang bersamanya.

ia memandang bibirnya yang kini kemerahan.

“ Yaa tuhaaaann…. mengapa nasibku seperti ini..” desahnya sambil terus membasuh bibirnya dengan air, sesekali ia menggosoknya dengan tangan nya.

ia bermaksud untuk membersihkan bibirnya, karena ia merasa sangaaat kotor akibat ciuman  yang terakhir, namun akibatnya malah bibirnya semakin merah karena ia terlalu lama menggosoknya.

“ Namja berambut kuning itu, kemudian namja bermata besar, dan yang terakhir namja berwajah devil kurang ajar itu.. tidak,tidak,tidak bukan hanya dia, semuanya kurang ajar.. dan menyebalkan!! aku benci sekolah disini!!”

***

Sekitar setengah jam mengurung dirinya di toilet, Nada melangkah pelan keluar. ia berjalan menyusuri ruang musik, ruang laboratorium, dan perpustakaan.

Namun tetap ia tak berhasil menemukan ruang kelasnya.

terdengar suara derap kaki seseorang, nada membalikkan badannya kearah suara itu berasal. dilihatnya seorang namja berlari cepat kearahnya, kedua tangan nya memegang setumpukkan buku yang kini hampir jatuh.

“ AWWAAAASSS MINGGIIIRR!!!!!!!” Namja itu berteriak padanya.

Tiba-tiba..

BRUKKK..

Nada terlambat menghindar, ia terjatuh, dan namja itu juga terjatuh menindihnya.

Nada memejamkan matanya, ia merasakan rasa sesak yang luar biasa di dadanya.

“ CUP..”

Nada merasakan bibirnya menyentuh sesuatu yang hangat dan lembut..

Ia membuka matanya,

“ Mmmmmppphhhh….TIDAAAKKK!!!!” teriaknya kencang.

Namja itu kaget dan langsung berdiri, ia mengarahkan tangan nya kepada nada dengan maksud untuk membantu Nada berdiri. namun nada mengabaikannya.

“ Mianhae..” kata namja itu sambil menatap nada gugup.

Nada memandang namja itu dengan tatapan tidak percaya.

“ Bagaimana mungkin.. empat kali..” desahnya pelan.

“ Mianhae.. aku benar-benar tidak sengaja melakukan itu..” lanjut namja itu  dengan muka innocent.

Nada bingung pikirannya kacau, ia tidak tau harus berkata apa. ia berbalik dan melangkah pelan.

“ Tunggu, mmmm tunggu…..” kata namja itu memegang tangan nya.

nada berhenti berjalan.

“ Aku Lee Taemin, siapa namamu??” kata namja itu kemudian.

“ Yaaa Tuhan.. Ini pasti mimpi.. Tolong bangunkan aku..” bisik Nada lemah.

Seseorang yang bernama Taemin itu memandangnya heran.

“ Maaf??  tadi kau ngomong apa??” tanya nya.

Nada tak ingin menjawabnya, ia menarik tangan nya dari tangan Taemin dan langsung berlari menjauhinya.

“ TUNGGU YAA!!! JANGAN PERGI!!!”

***

Nada berjalan lemah entah menuju kemana. pandangan nya tidak focus,

“ Yaa Tuhaaaannn.. bagaimana ini… bagaimana aku dapat menjalani hari-hari ku disini?? bagaimana jika aku bertemu mereka lagi?? tolong buat aku hilang ingatan Tuhaaann.. ku mohon..” bisiknya lemah.

Kini ia berjalan lagi menyusuri ruang musik, tiba-tiba ada seseorang menepuk bahunya.

“ heyy.. kau bolos dari kelas ya??” kata seorang namja yang seragamnya sama seperti dia, namun di dada kirinya ada name tag yang bertuliskan ‘Lee Jinki :ketua OSIS’.

“ Andwae.. aku hanya tersesat.. aku tidak tau jalan ke kelasku..” Nada menjawab terbata-bata.

“ Bohong!! ayo ikut aku!!” kata namja itu tajam kemudian memegang tangan nada dan menariknya.

“ aku tidak bohong, tolong lepaskan aku!! aku bersumpah aku tidak bohong” kata nada pelan,

“ Jangan kira aku percaya padamu..” kata namja itu tegas.

Mereka berdua berjalan entah kemana, tiba-tiba di ujung jalan terlihat Pak guru Leeteuk.

Namja itu menghentikan langkahnya tiba-tiba, kemudian ia berbalik arah dan berlari kencang.

“ Heey.. Lepas.. mengapa kau berlari..” kata nada terengah-engah, namja itu masih memegang erat tangannya sehingga mau tak mau Nada mengikutinya berlari.

“ Berhenti!! Kalian berdua membolos ya!!” teriak Pak guru Leeteuk dari kejauhan.

Namja itu makin mempercepat larinya, sementara Nada sudah tak sanggup berlari lagi.

“ aku…..hhhhh… aku.. punya.. asma… hhhhh.. aku… hhhh… ga kuat… hhh…”

Nada mulai kehabisan napas, ia sudah tidak sanggup berlari lagi.

Namja itu terlihat bingung kemudian ia melihat ada lemari tempat menyimpan sapu dan alat-alat kebersihan lainnya, ia bergegas membuka pintu lemarinya.

“ Untung tidak terkunci.. Masuk!!” perintah namja itu kepada Nada.

Nada melihat lemari itu, lemari itu sangat kecil, tidak cukup untuk 2 orang, ia menggeleng tajam.

‘MASUK!! CEPAT!! NANTI LEETEUK MENEMUKAN KITA!!” bentaknya kepada Nada.

“ hhhh… aku.. hhh.. tidaakk.. hhhh” nada memegang dadanya yang mulai sesak.

“ AAAHH Kamu terlalu lama berpikir!!”

kini namja itu menyeret Nada kedalam lemari dan ia pun juga masuk dalam lemari itu, dan langsung menutup pintunya.

Kini Nada dan Namja itu berdiri berhadapan, mereka sangat dekat, hingga Nada dapat mencium bau parfum namja itu.

“ hhhhh…hhhhh….hhh aku.. ga.. hhh bisa.. nafas.. hh disini.. pengap” bisik Nada.

Namja itu segera membekap lembut mulut Nada dengan tangannya.

“ sstt.. jangan berisik, atur napasmu pelan pelan” namja itu mendekatkan wajahnya pada Nada.

“ Siall.. dimana mereka..!!” terdengar suara Pak guru Leeteuk dari luar lemari.

Nada menahan napasnya, hatinya berdebar kencang. seumur hidupnya baru kali ini ia merasa sangat takut tertangkap oleh gurunya sendiri.

Namja itu menempelkan telunjuknya dibibirnya, sebuah isyarat agar nada tidak membuat suara. nada mengangguk pelan tangan kirinya memegang tangan namja itu yang dari tadi membekap mulutnya.

namja itu menggeleng, kemudian berbisik ditelinganya “ andwae..ga akan ku lepaskan, aku ga mau kamu membuat suara yang bikin leeteuk menemukan kita..”

Nada menunduk, ia lelah berdebat dengan namja ini. Ia mulai mengatur napasnya pelan-pelan, namja itu terus memperhatikannya.

hampir 10 menit mereka terdiam di dalam lemari, suara Pak Guru Leeteuk pun sudah tak terdengar lagi.

“ mmuukkaaannggannmmuu” kata nada pelan.

namja itu melihatnya bingung, kemudian melepaskan tangannya dari mulut nada.

“ buka pintu nya..” kata nada memohon.

“ andwae..” namja itu menolak untuk membukakan pintu.

“ Wae?? pak guru Leeteuk sudah tidak ada..” bisik Nada heran.

“ Tidak mau, sebelum kau berterima kasih padaku..” kata namja itu lagi.

“ Terima kasih untuk apa??” tanya Nada tak mengerti.

“ Terima kasih karena aku telah menyelamatkan mu dari Leeteuk”

“ HAAA?? menyelamatkan ku?? kau yang menarikku ke sini!! harusnya kau yang minta maaf padaku!!” bisik Nada ketus.

“ Kalau kau tidak bilang terimakasih, pintu lemari ini tidak akan ku buka, biar kita terkunci disini sampai malam.” Ancam Namja itu.

Nada melihat kedua mata Namja itu, tampak nya ia serius.

“ Baiklah.. Gomawo..” kata Nada pelan.

“ Gomawo saja tak cukup..” katanya.

“ Lalu kau mau apa lagi??” tanya nada tidak sabar, kakinya sudah sangat pegal karena berdiri terlalu lama.

“ CUP”

Tiba-tiba namja itu menciumnya dalam, kemudian ia membuka pintu lemari dan langsung berlari keluar.

Nada berdiri membeku.

***

“ Kau habis dari mana Nada??” Kata Yui ketika Nada sudah berhasil masuk ke kelasnya.

“ Molla” Jawabnya lemah.

“ Heyy.. Kau kenapa?? Kau sakit??” Tanya yui lagi sambil memegang kening Nada dengan telapak tangannya.

“ Anni..”  kata nada sambil menggeleng.

“ Btw, tadi kamu direkomendasikan oleh teman sekelas untuk mengikuti paduan suara, kamu ikut yaa.. latihannya nanti sehabis pulang sekolah, kamu satu tim dengan ku Nada..” kata Yui bersemangat.

Nada terdiam sejenak..

“ Mianhae.. Aku tidak bisa yui, aku lelah sekali hari ini..” tolak Nada halus.

“ Ayolah Nada, Tidak akan lama kok, paling hanya satu jam, nanti pulangnya aku antar sampai rumah.. yaa..” kata yui memohon.

“ Jangan menolak ya..” kata yui sambil menepuk pelan pundak Nada.

Nada tidak mempunyai pilihan lain.

***

Sepulang sekolah,

Yui dan Nada berjalan bersama ke ruang musik, tampak beberapa anak sudah berkumpul diruang tersebut.

“ Nada, semangat dong jangan lesu begini..” kata Yui sambil membuka pintu.

Nada tersenyum lemah, ia mengikuti temannya memasuki ruang musik tersebut.

“ HAAII… “ Terdengar suara beberapa namja menyapa yui dan menghampirinya.

Nada diam membeku saat melihat lima orang namja dengan wajah yang sudah tidak asing, menghampirinya.

keringat dingin nya menetes.

“ Nada kenalkan, ini teman-temanku..

Yang berambut pirang ini, namanya Jonghyun, dia anak club drama..

Yang tinggi, namanya Minho, ia dari club basket..

Yang tampan ini, ehm anak pemilik sekolah..

Yang membawa buku, Lee Taemin.. Ia anak science club..

Dan yang ini, ketua osis kita, Lee Jinki..”

Pandangan Nada lansung gelap..

“ Nada.. Yaa!! Nada..! Kamu kenapa??”

FIN

Hahahahaha….

Miaann kalo ff saya kali ini sedikit ehm…. ^^ (alias GEJE)

gomawo udah baca..

P.S: INET KU EROR.. OTAKKU EROR.. DAN PAS AKU MASUKIN FF INI UDAH MALEM… JADI GAK SEMPET POST LAGI…

UNTUK SEMENTARA INI DULU.. NANTI KALO AKU UDAH PULANG SKUL BARU AKU PUBLISH FF LAGI ^.^

MAAF YAH KALO BIKIN KALIAN MENUNGGU… HOHOHOHO

Signature

This post/FF has written by Wiga, and has claim by Wiga signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

Rainbow – Part 9

Tittle               : RAINBOW  PART 9

Author : Wiga

Rating             : PG 15

Casts               : Lee Taemin, Lee Jinki, Kim Kibum, Kim Jonghyun, Choi Minho, Park Nada, Shim Yui, Cho Kyuhyun, Taemin’s Umma, Taemin’s Appa, and other cast.

******************

Taemin tak dapat memejamkan matanya, tubuhnya benar-benar lelah akibat ativitasnya yang sangat padat akhir-akhir ini. Pagi hari ia kuliah, siang hari ia bekerja di bakery dan malam nya ia latihan dance bersama teman-teman dancenya. ia memaksakan diri untuk segera tidur, karena esok hari aktivitasnya sama padatnya dengan hari ini.

perlahan-lahan ia mulai memejamkan mata…

sepertinya baru beberapa menit ia tidur terdengar suara ribut-ribut diluar, taemin berusaha membuka matanya.

“ berisik sekali,, aku tak bisa tidur…” katanya menggumam.

“ YAA!!! TAEMIN!! kau tidak kuliah?? jam segini masih tidur “ Terdengar suara Minho.

taemin hanya menggeliat di tempat tidurnya, tanpa membuka matanya “ memang nya sekarang jam berapa, hyung… alarm ku belum bunyi.. nanti saja..”

“ YAAA!! sekarang jam 8!! Kau tidak ada kuliah apa?” kata minho sambil mengambil tas nya dan berjalan keluar kamar.

Temin membuka matanya dan berusaha mengumpulkan nyawanya yang masih berceceran* alaaaahh…

“ MWO!! SUDAH JAM 8!! AAISSHH.. MENGAPA ALARMKU TAK BERBUNYI..” katanya sambil turun dari tempat tidur, dan berlari menuju kamar mandi.

ia mandi dengan tergesa-gesa “ asal saja, yang penting kena air” pikirnya.

sehabis mandi, ia berpakaian, dan tak lupa menyemprotkan banyak-banyak parfum ketubuhnya.

“ Minho hyung, mengapa kau tak bangunkan aku…” gerutunya sambil berjalan menuju meja makan.

“ sudah ku bangunkan, namun kau tidur seperti orang mati, jadi ku biarkan saja..” jawab minho enteng sambil mengunyah nasi gorengnya.

Taemin duduk disamping yui, “ nasi goreng untukku mana??” tanya nya kepada Nada.

“ ini… habiskan ya..” kata nada menyerahkan sepiring nasi goreng kepada taemin.

Nasi goreng buatan Nada sangat menggugah selera, saat taemin mencium aromanya, air liurnya terasa menetes.

“ aku makan ya.. itadakimasuu!!” seru taemin sambil menyendokkan nasi goreng ke mulutnya.

“ ya tuhaaann, mengapa rasanya tak karuan seperti ini..” batin taemin dalam hati sambil berusaha menelan nasi goreng “ yang kelihatannya enak “ dengan susah payah. Ia buru-buru menenggak air putih untuk menetralisir berbagai macam rasa yang ada di lidahnya  saat ini.

Tiba-tiba Taemin teringat masakan Jonghyun beberapa minggu yang lalu, ia memasak sayur tumis tofu, dan rasanya mirip sekali dengan rasa nasi goreng ini,, rasa neraka.. -_-

“ Jonghyun hyung, nasi goreng ini apa kamu yang masak?? “ Taemin bertanya pada jonghyun yang sedang asik mengunyah.

“ Anni.. kenapa??” jawabnya cepat.

“ itu Nada yang masak..” timpal onew.

“ aku yang memasak taem.. ada apa?? apa kau mau tambah lagi.. ??” tanya Nada lembut.

“Nada yang memasaknya?? tak mungkin!! masakan nya selalu enak, kurasa tak mungkin Nada yang memasak nasi goreng ini.” batin taemin.

“ anni.. Nada, menurut mu nasi goreng ini apa tidak terlalu asin?? apakan kau memasukkan banyak garam dan merica??” tanyanya perlahan, taemin takut jika ia menyinggung perasaan Nada.

“ Tidak taem, memang kenapa?? apa keasinan??” tanya Nada dengan raut muka kecewa.

“ YAAA!! Nasi goreng nada, adalah nasi goreng yang paling enak!! lidah mu saja yang tidak beres!!” tukas minho ketus.

“kurasa ia marah karena aku bilang nasi goreng Nada keasinan, atau ia hanya cari muka saja, supaya kelihatan bagus dimata Nada” keluh Taemin dalam hati

“ betul!! lidah mu saja yang tidak beres taem!! Lihat!! Kibum, Jonghyun, Yui, Minho, dan aku, semua menghabiskan nasi goreng ini, hanya kau yang masih utuh, sudah cepat habiskan!! sebentar lagi kita mau berangkat nihh!!” kini giliran onew yang cari muka di depan nada.

Taemin terpaksa makan nasi goreng rasa neraka ini sesuap demi sesuap, itu pun harus dibantu dengan air putih, agar dia bisa menelannya.

*****************

Taemin berjalan gontai menuju halte bus, perutnya sangat mual karena makan nasi goreng buatan Nada. perlahan ia merasakan sesuatu berbulu mengendus-endus kakinya.

ia melihat ke bawah, ternyata si Kuro, anjing tetangga sebelah rumah.

“ Heii kuro..  mengapa kau menarik-narik celana jeans ku.. ayoo lepass..” kata Taemin sambil menghentakkan kakinya pelan. Namun si Kuro tidak mengerti apa yang diucapkan taemin, ia tetap menarik-narik celana taemin dengan taringnya.

“ Kuroo!! aku tak ada waktu untuk bermain-main.. “ teriak taemin kini mulai mempercepat langkahnya sesekali ia menendang pelan kuro. si Kuro tetap saja mengikuti Taemin sambil terus menggigit ujung celana jeansnya.

“ KURO!! KUBILANG BERHENTI!! AAIISSHHH…!!!” kini Taemin berlari sekencang-kencangnya untuk kabur dari si Kuro. Si Kuro tidak melepaskan taringnya dari celana Taemin, sehingga saat Taemin berlari si Kuro ikut melayang-layang di celananya.

Tba-tiba.. “ KREEEEKKK”

celana jeans taemin robek parah di bagian betis, si Kuro langsung berlari membawa sebagian besar potongan jeans nya..

Taemin melongo melihat nasib celana jeansnya, kini celana jeans nya terdapat bolongan besar dari betis hingga kebawah dan disekelilingnya ada benang-benang yang menjuntai.

“ Siaaaaaaaaaalllllll…..” kata taemin geram, melihat celana jeans kesayangan nya menjadi tidak karuan seperti ini..

*****************

Semua mata menatap heran ke arah taemin saat berjalan menuju gerbang kampus.

“ APA LIAT-LIAT?? INI TREND TERBARU TAU!! STYLE GEMBEL 2011!!” bentaknya pada setiap orang yang tertawa melihatnya.

“ yaa tuhannn!! aku malu, aku malu, aku malu.. harus ditaruh dimana muka ku ini tuhaaann.. lihat saja nanti kau Kuro, aku bersumpah umur mu tak akan lama lagi!! Kuro siaaalll….!!!” Taemin terus memaki kuro dalam hati, ia berjalan menunduk menghindari pandangan orang di sekelilingnya.

“ TIIINN… TIIINNN… “

“ BYUUUUURRRR!!!!”

sebuah motor berkecepatan tinggi melintas tepat di atas genangan air kotor. Taemin yang saat itu tepat berada di samping genangan air kotor langsung terkena, seluruh muka, baju, dan celananya basah.

“ YAAAAAAAA!!!!!” teriaknya.

namun motor itu keburu kabur sebelum taemin sempat melihat platnya.

kini taemin dalam keadaan basah kuyup dan kotor, ia mendesah pelan dan meneruskan jalannya sambil menunduk. “ lengkaplah sudah,,, bangun kesiangan, terlambat masuk kampus, tidak ikut ujian, makan nasi goreng setan, sakit perut, celanaku robek, dan kecipratan air kotor, hari ini adalah hari sial untukku…”

*******************

“ Kau kenapa Taeminie.. Wajahmu kusut sekali..” kata Nada pelan saat ia sampai di KARA.

“ Bad Day..” gumamnya pelan, taemin segera berjalan menuju locker untuk mengganti bajunya dengan baju seragam KARA.

“ Yaaa!!! Taemin!! mengapa kau kotor sekali!! cepat mandi dan ganti seragam!! bisa-bisa pelangganku kabur melihatmu.. Palliii!!!!” teriak manager kyuhyun saat berpapasan dengan Taemin di depan locker.

“ Ne.. manager hyung..” jawab taemin pelan.

segera ia menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya disana.

15 menit kemudian, taemin sudah mandi dan rapi, ia berusaha tersenyum kepada setiap pelanggan.

“ ssttt.. taeminie, manager kyuhyun sedang bad mood hari ini, dari pagi ia marah-marah terus, usahakan jangan banyak membuat kesalahan..” bisik nada saat taemin sedang membawa gelas kotor ke dishwasher.

“ Ne..” jawabnya pelan.

********************

“ Annyeong haseyo..” ada seorang pemuda berkaca mata masuk KARA, ia menghampiri taemin yang saat itu sedang berdiri di depan display roti.

“ Annyeong haseyo ajjushi, selamat datang di KARA, ada yang bisa saya bantu??” tanya taemin ramah.

“ Ajjusshi..?? apa kamu pikir saya sudah ajjusshi??” bentaknya kepada taemin.

“ Oh, Mianhamnida.. Mianhamnida Tuan.. saya tidak sengaja..” kata taemin pelan sembari membungkukkan badannya.

“ Tuan..?? kamu panggil saya TUAN??” bentaknya lagi, kali ini suaranya lebih kencang.

“ Mianhamnida Pak..” lanjut taemin

“ BAPAK KATAMU?? KAPAN SAYA MENIKAH DENGAN IBUMU??” kali ini seperti nya laki-laki itu marah.

“ Mianhae.. saya tak tau harus panggil anda apa.. sekali lagi mianhae..” kata taemin pelan sambil membungkukkan badannya lagi.

“ AAiissshhh.. orang ini.. sabar.. sabar.. taem,” ucapnya dalam hati.

“ Aahh,, saya tidak jadi beli disini..!!!” setelah berkata itu kemudian ia pergi.

taemin sekilas melihat ke arah ruangan manager, tampak manager kyuhyun sedang mengamatinya.

********************

“ Ada yang bisa saya bantu..” ucapnya sambil memaksakan diri untuk tersenyum, kepada seorang laki-laki yang ada di depannya.

“ yang ini apa? berapa harganya??” tanya orang itu sambil menunjuk roti yang paling ujung, padahal jelas-jelas di setiap roti ada keterangan jenis dan harganya.

“ oh, yang ini strawberry bun, harganya 5000 won.” jawab taemin.

“ kalau yang ini??” laki-laki itu menunjuk ke roti yang disebelahnya.

“ ini chocolate muffin, 4500 won..” jawab taemin lagi.

“ yang ini?”

“ ini capuchino roll, 7000 won.. itu didepan roti nya ada keterangan harganya ajjusshi..” jawab taemin lembut.

“ kamu ngeledek?? saya buta huruf tau!!!” kata orang itu ketus.

“ ohh.. maaf.. ajjushi, saya tidak tau..” kata taemin sambil membungkukkan badannya.

“ Yang ini??” kemudian orang itu kembali bertanya seluruh roti yang ada di display tersebut, sekitar 30 jenis roti.

“ yang ini apa??”

“ yang ini roti perancis, 7500 won..” kata taemin menunjuk roti yang terakhir.

“ Jadi anda mau beli yang mana tuan??” kata taemin dengan suara di baik-baikan.

“ ohh.. apa kalian jual sesuatu selain roti disini?? nasi?? atau mie..? saya lapar soalnya belum makan nasi..” tanya orang itu santai.

“ YAA JELAS TIDAK ADA PABBO!! INI KAN BAKERY!! B-A-K-E-R-Y!! Pabbboooooo!!!” teriaknya dalam hati namun bibirnya tetap menyunggingkan senyum.

“ maaf, yang seperti itu kita tidak ada, kita hanya menjual cake, pastry, dan roti saja..”

kata taemin sambil tersenyum.

“ ohh ya sudah.. saya ke restoran sebelah saja..” kata orang itu sambil ngeleyor pergi.

***************

“ jadi berapa semuanya??” kata seorang pelanggan.

“ satu hot cappuchino, 2 buah muffin chocolate, dan 2 buah chesse bread, semuanya 22.000 won..” kata taemin sambil menyerahkan struknya.

“ ARE YOU OUT OF YOU MIND?? coba hitung sekali lagi??” teriaknya kasar.

“ satu hot capuchino harganya 3000 won, satu buah muffin harganya 4500, jadi kalau 2 menjadi 9000 won, dan 1 buah chesse bread harganya 5000 won, anda membeli 2 buah maka harganya menjadi 10.000 won, sehingga 3000 ditambah 9000 ditambah 10.000 menjadi 22.000 tuan..” kata taemin menjelaskan dengan detail.

“ Kamu gila ya!! saya tidak akan bayar semahal itu untuk makanan ini!!” teriak pelanggan tersebut.

“ tapi tuan..”

“ Managermu.. Panggil kesini!!!” bentak temannya.

Tak lama kemudian, kyuhyun manager keluar, taemin dengan pelan menjelaskan apa yang terjadi kepada manager kyuhyun.

“ SEMUANYA 22.000?? SAYA TIDAK MAU BAYAR SEGITU UNTUK MAKANAN INI!!”

“ Sudah taemin, kamu pergi kedalam, biar saya yang urus..” kata manager kyuhyun dingin.

***********************

KARA sudah mau tutup, Manager kyuhyun memanggil Taemin ke dalam ruangan nya.

“ Ini, Surat Peringatan.. Gajimu dipotong 30% karena hari ini kelakuan mu sangat buruk Taemin.”

“ Tapi Manager…?” Taemin berusaha membela diri.

“ Keluar sekarang atau kamu saya pecat!!” kata manager kyuhyun tegas.

Taemin keluar dari ruangan, nada langsung menghampirinya.

“ Taem.. Kamu tidak apa-apa?? Omongan manager kyuhyun jangan diambil hati.. “ kata Nada berusaha menenangkan Taemin.

“ tapi gajiku dipotong 30% nada…” desah taemin perlahan.

Ring Ding Dong..

Terdengar bunyi sms dari HP taemin.. Teryata ada 4 pesan yang belum ia baca..

From    : D’ENCORE Yeosob

To        : D’ENCORE  Taemin

Hey!! bro.. kita tunggu di tempat latihan, jangan telat!!

From    : D’ENCORE Junho

To        : D’ENCORE Taemin

Taemin, latihan untuk kompetisi hari ini di tempat biasa.. bawa makanan yang banyak yoooo!!!

From    : D’ENCORE MIR

To        : D’ENCORE Taemin

Latihan.. Latihan, Latihan.. Jangan telat, Jangan lupa bawa makanan.

PS: salam buat Nada, bilang padanya Junho merindukannya..

wkwkwkwkwkk..

From    : D’ENCORE Dongho

To        : D’ENCORE Taemin

Taem, Latihan… ditempat biasa.. ga pake telat.

Ternyata semua pesannya dari anak-anak D’ENCORE grup dance yang ia bentuk bersama teman-teman kampusnya.

“ Nada, aku duluan ya,, aku ada latihan dance, kamu pulang sendiri gak apa-apa kan??” tanya nya kepada nada.

“ mmm, iya,, ga apa-apa kok, taem..” kata Nada sambil tersenyum.

“ Apa perlu ku tlp Minho hyung agar dia menjemputmu??” Lanjut Taemin.

“ Ga usah Taem, aku pulang sendiri ga apa-apa kok..” kata nada meyakinkan.

“ Ok.. aku berangkat ya!! hati-hati dijalan!! oh ya, ada salam dari Junho..”

********************

“ Aiissssshhhh… bagaimana sii mereka!!! kenapa jam segini belum pada datang??” gerutu taemin sambil bolak-balik di depan studio tempat latihan dancenya.

Ia mencoba menelpon teman nya satu persatu, namun entah disengaja atau kebetulan, semua hp temannya tidak ada yang aktif.

satu jam….

dua jam…

tiga jam…

From    : D’ENCORE Taemin

To        : D’ ENCORE Junho D’ ENCORE Yeosob D’ ENCORE MIR D’ENCORE Dongho

ALL!!! PABBO!! 3 JAM AKU MENUNGGU!!!! KALIAN DIMANA SEEH!!! AKU PULANG!!!!!!

Sampai jam 9 malam, tak satu orang pun yang terlihat, segera taemin mengambil tasnya dan melangkah pulang.

*******************

Taemin merasa sangat lapar, ia baru ingat terakhir ia makan hanya pas waktu sarapan saja, ia melihat ada gerobak yang menjual kebab turki, ia merogoh-rogoh tasnya untuk mencari dompet..  ia menuangkan isi tasnya ke jalanan, namun tetap saja dompetnya tidak ada.

“ Siaaaal.. kemana dompetku?? hilangkah?? Dicopetkah?? Ketinggalan kah?? ya tuhaaannn… mengapa hari ini begitu banyak masalah buatku…” Keluh Taemin dalam hati.

ia melangkah dengan gontai menuju dormnya.

“ Annyeong Haseyo..” katanya lemah sambil melepas sepatunya.

dorm tampak begitu gelap dan sepi, seperti tidak ada orang..

“ Anyyeong haseyo…” ucap taemin sekali lagi, kali ini suaranya agak nyaring.

Namun tetap tidak ada jawaban dari dalam.

“ Apa  mereka sudah pada tidur..” bisiknya pelan.

perlahan Tamin melangkah kan kakinya masuk dan membuka kenop pintu.

ternyata pintunya tidak dikunci, ia memutarnya pelan-pelan..

Kreeeeekkk.

“ mereka kemana sih!! pintu tidak dikunci.. nanti kalau maling masuk bagaimana??” sungutnya pelan, sambil kembali menutup pintu.

kemudian ia meraba-raba tembok disampingnya untuk mencari saklar lampu,

Klik..

******************

“ HAPPIIIIIIIII BIRTHDAAAAAAY TAEMINIIEEEEEEE!!!!”

“ SAENGIL CUKHA HAMNIDA……

SAENGIL CUKHA HAMNIDA…..

SARANGHANEUN LEE TAEMIN……

SANGIL CUKHA HAMNIDA……

SAENGIL CUKHAE TAEMINNIIEEEEE!!!!!”

terdengar suara teriakan banyak orang di dalam, taemin menatap sekelilingnya, ia hampir tidak mengenali ruangan utama di dorm ini, ruang utama yang biasanya sepi, kini menjadi meriah, puluhan balon warna-warni melayang dilangit-langit dormnya, seluruh dinding juga penuh dengan kertas ucapan happy birthday dan juga kertas krep warna-warni, di meja makan terdapat berbagai macam hidangan, dari kue, snack, buah, hingga makanan besar, kemudian ia menatap teman-temannya satu persatu, Jonghyun, dan key yang paling mencolok, mereka meniupkan terompet kencang-kencang sambil melompat-lompat, nada dan onew masing-masing membawa kue ulang tahun besar, kue ulang tahun Nada ada lilinnya sedangkan kue ulang tahun yang dipegang onew tidak ada lilinya, kemudian minho dan yui, yang membawa sebuah bungkusan besar, yang Taemin yakin pasti isinya adalah hadiah, kemudian disamping minho dan yui, ada teman-temannya dari D’ENCORE. ada yoseob dan junho yang meniup-niupkan terompet dan membawa banyak balon, serta MIR dan Dongho yang membawa setumpukkan kado-kado kecil, kemudian dipojok ruangan berdiri manager KARA, Cho kyuhyun yang tersenyum melihat taemin.

Taemin tercengang, ia masih belum sadar apa yang terjadi.

Nada menghampiri taemin, ia membawa sebuah kue ulang tahun besar, dengan 18 lilin diatasnya. kue dengan lelehan dark chocolate dan white chocolate kesukaan  taemin,

“ make a wish taeminnie…” ucap nada sambil menyodorkan kue nya ke hadapan taemin.

Taemin memejamkan matanya, ia berkata dalam hati,

“ Ya, tuhan.. terima kasih karena engkau telah memberiku sahabat-sahabat terbaik dalam hidupku, terima kasih karena aku masih bisa merasakan hidup dan bernafas hingga usiaku kini, kumohon berikan lah aku umur yang panjang, agar aku bisa membahagiakan orang-orang yang aku cintai, bahagiakan lah selalu kedua orangtuaku, aku berharap mereka ada disini agar mereka bisa merasakan betapa bahagianya aku saat ini..”

Taemin membuka matanya dan segera meniup lilinnya,

PROK.. PROK.. PROK..

terdengar suara tepuk tangan dan bunyi terompet yang nyaring..

“ taemin, ada dua kejutan lagi untuk mu..” kata onew yang kini sudah berdiri disamping nada.

“ masih ada kejutan lagi hyung..???” kata Taemin setengah tak percaya.

onew mengangguk, kemudian..

“ Naa.. Duull.. Seett.. “ teriak teman-teman D’ENCORE nya..

kemudian, ada dua orang sosok yang ia sangat rindukan datang.

“ UMMA.. APPAAAA!!!” seru taemin

“ BAGAIMANA KALIAN ADA DISINI??” seru taemin tak percaya, ia memeluk kedua orang tuanya erat.

“ nak Minho dan nak Yui tadi yang menjemput kita..” kata Ummanya pelan.

Taemin terharu, ia sungguh sangat berterima kasih kepada teman-temannya yang sudah bersusah payah mempersiapkan ini semua untuk dirinya.

“ tahan tangismu taemin, masih ada satu lagi kejutan untuk mu..” kata onew sambil tersenyum (evil smile tepatnya..)

“ masih ada hyung??.. aku ..” belum sempat taemin selesai berbicara, onew tiba-tiba menangkupkan cake yang dipegangnya dari tadi ke muka Taemin. kini muka taemin penuh dengan lumuran cream.

“ HAHAAA… HAPPIII BIRTHDAY MAGNAE!!!!!!” seru onew sambil mengedipkan mata,

Taemin tak terima, ia segera melumurkan cream yang tersisa dari cake tersebut ke muka onew, onew tidak sempat mengelak, kini wajahnya penuh dengan lumuran cream.

kemudian sasaran Taemin beralih kepada Nada, ia mengambil sisa cakenya dan hendak melumurkannya ke arah Nada, Nada segera menghindar, Namun terlambat, onew menangkapnya lebih dulu, ia menahannya sehingga nada tidak bisa lari kemana-mana.

“ Taemin.. Jangan..!! Onew OPPAAAAA….!!!” jeritnya kencang kini mukanya juga penuh dengan lumuran cream,

Tak hanya onew dan Nada, kini taemin bergegas menuju ke teman teman D’ ENCORE nya dan mulai mengejar mereka satu persatu untuk melumurkan cream di wajah mereka.

suasana langsung menjadi kacau,  ada yang teriak, menjerit, berlari, mengejar, menghindar, tepuk tangan, meniup terompet, loncat-loncat..

taemin merasa ulang tahunnya kali ini adalah ulang tahun yang tidak terlupakan untuknya..

***************

Behind The Scene of Making Taeminnie’s Birthday Party:

heheheee…

ada yang penasaran kenapa hari ini Taemin terus-terusan ditimpa kesialan??

Reader : Enggaaaaaaaak!!!

* Plaakkkk…

yaaahhh kok enggak siih.. ^ ^ penasaran donnggg…

heheheee…

buat yang penasaran,,

chek this out..

Malam hari saat taemin tertidur..

Kibum : Pokoknya rencana kita harus berjalan sempurna!! jangan sampe ada yang gagal!!

Jjong    : Weeess siapa dulu otaknya..!

Kibum  : Nada, Onew, Yui, Minho, sudah tahu tugas kalian masing-masing kan??

Nada    : apa tidak terlalu kejam?? kasihan Taemin..

Onew   : Nada, rencana ini sudah Kibum dan Jonghyun pikirkan matang2, tenang lah..

Minho  : EEHHMMM….!!!

Kibum  : Pabo!! jangan mendehem terlalu kencang, nanti si kecil bangun..

Jjong    : Kita jalankan rencana malam ini, semua siap!!

**************

Plan 1

Minho mengendap-ngendap ke kamarnya, ia melihat Taemin sedang tertidur pulas, diam-diam minho mengambil hp Taemin dan mematikan alarm nya..

“ so easy.. mianhae Taem…” bisiknya sambil mengacungkan jari telunjuk dan tengahnya bersamaan. ^^v.

Plan 2

Jonghyun dan Kibum sedang sibuk di pekarangan rumah tetangga.

“ Kaiing.. Kaaiing..”

“ Cepat bungkam mulutnya, Kibum..”

“ AAhh.. sial, dia menggigitku..”

“ Kaiiing.. Kaiing..”

“ Aiishhh… begini saja tidak becus.. Pegang kakinya!! Palli!!”

akhirnya setelah pergulatan yang cukup lama antara Kibum dan Jonghyun melawan Kuro, si Kuro dapat diatasi.

Kibum membebat mulut Kuro dengan kain erat sekali.

“ Apa ia tidak mati kau ikat seperti itu mulutnya?” tanya Jonghyun.

“ Anni, hanya semalam, aku hanya ingin membuatnya sangat kelaparan besok..”

“ ok. Rencana kedua sukses!!” ^^v

Plan 4

Minho bangun pagi-pagi sekali, ia mengambil celana jeans taemin yang tergantung di belakang pintu, kemudian ia membawanya ke dapur.

“ Sini.. bawa sini..” kata yui yang sudah stand by di dapur.

yui mengambil celana Jeans taemin dari minho kemudian ia mengambil daging segar dari kulkas, lalu menempelkannya di bagian bawah celana taemin.

“ Kurang lama.. lebih lama lagi, biar bau amisnya tercium..” bisik minho nakal. ^^v

Plan 3

Nada sedang membuat nasi goreng untuk sarapan,

“ Harum sekali nada..” bisik onew menghampiri nada yang sedang memasak.

“ Gomawoo, oppa mau coba..??” tanya nada.

“ Ne..” kata onew sambil mengambil sesendok nasi goreng dan menyuapkan nya ke dalam mulutnya.

“ WAAAAHH jjinja massista..” kata onew.

Nada tersenyum, ia segera membagi nasi goreng itu menjadi 7 bagian, meletakkanya di piring dan Onew yang menatanya di meja makan. tiba-tiba jonghyun datang.

“ Nasi goreng bagian Taemin mana??” tanya jonghyun.

Onew menyerahkan piring pororo favorit taemin kepada jonghyun.

“ untuk apa oppa??” tanya Nada curiga.

Namun jonghyun tidak menjawab, ia memasukkan nasi goreng taemin ke dalam penggorengan dan menyalakan kompornya, kemudian ia mulai memasukkan garam, gula, merica, kecap asin, bubuk kare, vetsin, penyedap rasa, kaldu ayam bubuk, kaldu sapi bubuk, kaldu udang bubuk kedalam nasi goreng taemin,

“ hehehee.. special untuk mu taem..” ^^v

Plan 4

Tak jauh setelah taemin berjalan meninggalkan dorm, kibum mengendap-endap ke pekarangan sebelah, ia melepaskan tali yang mengikat Kuro,, dan melepaskan lilitan dimulutnya.

“ haha.. kamu sangat laparkan kuro.. ayo cium.. disana ada bau daging kesukaanmu..” ^^v

Plan 5

Yui dan Minho memakai mantel hujan, muka mereka sengaja ditutupi masker dan mereka memakai helm.

“ itu dia taemin sedang berjalan..” bisik yui.

“ pegangan yang erat!! jangan sampai kamu terlempar. hitungan ke tiga aku jalan.” kata minho sambil meng gas motornya.

Ia melihat beberapa langkah lagi taemin berjalan melewati kubangan air.

“ Naa, dul.. SET!!!!!”

minho mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi, ia sengaja melewati kubangan air, menyebabkan kubangan air tersebut muncrat ke segala arah..

“ Plan 5 done!!” seru yui dari kejauhan. ^^v

Plan 6

“ Mianhae jika kami merepotkan..” kata Nada dan onew sambil membungkuk.

“ Gpp Nada, aku akan berusaha membuat moodnya turun hari ini..” kata manager kyuhyun kalem.

“ Jangan lupa Surat Peringatanya..” kata onew sambil menyerahkan Surat Peringatan palsu yang ia ketik kemarin.

“ ohh.. ok.. tampaknya kalian sungguh niat sekali mengerjainya..” kata manager kyuhyun sambil tertawa.

“ ne.. Gomawo manager.. Nada, aku pergi dulu ya, jam 7 aku jemput, oh ya nanti ada orang suruhanku datang dan berpura-pura menjadi pelanggan..” kata onew sambil berjalan ke luar. ^^v

Plan 7

Minho dan Yui mengendarai mobil onew ke soul, mereka berniat untuk menjemput kedua orang tua taemin.

Plan 8

Kibum dan Jonghyun sudah ada janji dengan anak-anak D’ENCORE di taman belakang kampus.

“ ingat, jam 5 sore semuanya harus sms taemin, kalian bilang taemin harus datang ke tempat taemin biasa latihan untuk dance.. ok” kata Kibum.

“ ok..” kata MIR tanda setuju.

“ Lalu jangan lupa jam 7 teng kalian harus ke dorm kami untuk membantu menghias dorm, meniup balon dan membungkus kado.” kali ini jonghyun yang berbicara.

“ Trus untungnya buat kita apa?” kali ini junho yang berbicara.

“ YAA!!! kalian dapat makanan gratis disana!!” tukas Kibum.

“ ok ok.. kita bikin party untuk taemin.. “ kata dongho menutup pembicaraan ^^v

Plan 9

Saat Taemin ada diruangan Manager kyuhyun. Nada diam-diam membuka tas taemin dan mengambil dompetnya.

“ Mianhae taeminnie.. mianhae…” bisik nada. ^^v

Plan 10

Jam 8 malam Nada, Onew, Manager Kyuhyun, bergabung bersama anak-anak D’ENCORE, Kibum, Jonghyun, Yui, dan orang tuanya Taemin.

Mereka semua bekerja keras menghias dorm mereka agar tampak meriah, Dongho, Mir, dan Jonghyun mengisi balon dengan gas, sehingga balonnya bisa melayang di langit-langit, Kibum, Taemin’s Appa, dan Minho memasang kertas krep warna-warni di sudut-sudut rumah, junho dan yoseob menempelkan berbagai kartu ucapan di dinding, Yui dan Taemin’s Umma sedang membungkus kado-kado, dan Nada dan onew (ehm) mereka berdua menata makanan, snack, cake, buah-buahan dan minuman di meja makan.. ^^v

FIN

******************

* nama D’ENCORE saya ambil dari nama sebuah group yang covering lagu-lagu korea dan pernah menjadi bintang tamu di rokaradiao. saya juga sudah minta izin ke salah satu membernya untuk penggunaan nama D’ENCORE di ff saya.

Mianhae kalo part ini ga nyambung dengan part RAINBOW sebelumnya,,

karena part ini khusus saya bikin buat ulang tahunnya Taemin. ^^v

gomawo udah baca..

“ this part is dedicated to YOU and D’ENCORE members..Thank you so much for being my inspiration..

gomawooooo.. ^^v

Wiga

This post/FF has written by Wiga, and has claim by Wiga signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

{NC-17}Love You Forever – Part 5

Love You Forever

[part 05]

By: Park Young Mincha a.k.a Annisa Mira

Rate: PG15 *Lana: No no no… ini NC 17 Mincha Onn… ckckckck*

Casts:

-Lee Hyojin

-Kim Sora

-Young Mincha

-SHINee

Still Hyojin POV~

“Ayo, makan bareng. Tante, udah masak banyak tadi. Kirain Sora diajak juga, ternyata lagi sakit toh.” ajak mama pada Key. “Pokoknya kalo kamu nggak mau, kamu nggak boleh main ke sini lagi,” ancam Mama mengetahui Key akan menolak.

Kami berempat makan sambil berbincang tentang segala hal. Tiba-tiba pembicaraan kami diputus oleh dering telepon di rumahku. Mama buru-buru mengangkat telepon itu. Begitu kembali ke ruang makan, wajah beliau tampak sendu.

“Ada apa, Ma?” tanya Papa. Bukannya menjawab, mama malah menghambur ke arah papa dan menangis tersedu-sedu. Kami yang melihatnya semakin bingung. “Ibu masuk rumah sakit, Pa!” kata Mama yang kemudian pingsan. Kami yang mendengarnya sangat kaget. Papa segera membopong Mama ke kamar kemudian menidurkannya. Key sibuk menenangkanku yang terus menangis.

Lebih kurang setengah jam kemudian, Mama akhirnya sadar. Beliau menangis mengingat nenek masuk rumah sakit. Papa segera mengemasi barang-barang untuk dibawa ke tempat nenek. Papa menuntun Mama ke dalam mobil. Karena lusa aku harus sekolah, Papa melarangku untuk ikut. Padahal aku juga ingin menjenguk nenek. Tapi Papa tetap pada pendiriannya. “Kalo mau nginep di rumah temen, rumah dikunci. Kami seminggu di sana,” pesan Mama sebelum Papa melajukan mobilnya.

“Ayo, kita masuk aja! Udara malam nggak baik buat kesehatanmu,” ajak Key sambil menuntunku masuk.

“Kamu nggak pulang? Ntar kalo Sora bangun dan kamu nggak ada di rumah gimana? Dia kan lagi sakit,” tanyaku ketika kami sudah duduk di sofa ruang tamu.

“Mana tega aku ninggalin pacarku dalam keadaan berduka begini?!” jawabnya, “lagipula di rumah ada ayah dan ibu, Sora aman di rumah. Kamu kalo masih mau nangis, nggak apa. Menangislah di pundakku,” lanjutnya. Mendengar itu, air mata yang sudah kutahan dari tadi akhirnya mendesak keluar dengan deras. Key mengusap rambutku dengan lembut. Hingga akhirnya aku tertidur dalam pelukannya.

***

Key POV~

Kupandangi raut wajah Hyo yang masih menampakkan kesedihan yang amat sangat. Aku benar-benar tidak tega melihat orang-orang yang sangat kusayangi menangis. Kuangkat dia, lalu kubawa ke kamarnya. Kurebahkan badannya di atas ranjang yang dilapisi seprai bergambar manga miliknya. Kuselimuti tubuhnya.

Baru saja aku akan beranjak keluar, sesuatu menahan tanganku.

“Key.. Temani aku.. Aku nggak mau ditinggal sendiri,” kulihat dia mengucapkan itu dengan mata tetap terpejam. Tampaknya dia mengigau. Kucoba untuk melepaskan genggamannya pada pergelangan tanganku. Tapi dia malah semakin menguatkan genggamannya, sehingga aku tertarik hingga terjatuh hampir menimpa tubuhnya. Untung saja aku berhasil menahan tubuhku dengan bertumpu pada tanganku yang satunya.

Aku menghela napas lega. Setidaknya aku tidak membangunkannya. Ketika aku menoleh ke arahnya, dapat kurasakan jantungku berdegup cepat. Wajahnya terasa sangat dekat. Nafasnya terasa hangat menerpa wajahku. Aku semakin tidak dapat menahan diri. Perlahan, aku semakin memperkecil jarak kami. Hingga akhirnya bibirku menyentuh bibirnya. Kulumat bibirnya dengan lembut pada awalnya. Lama kelamaan menjadi panas karena nafsu yang telah membakar diriku.

Tanpa kusadari, Hyojin terbangun karena tindakanku. Dia pun berusaha membebaskan diri dari himpitanku. Tapi tenagaku lebih kuat dari tenaganya.

Kini ciumanku telah turun ke lehernya membuatnya mendesis. Entah setan apa yang merasukiku hingga aku tega melakukan ini pada pacarku di hari ulang tahunnya. Kugigit pelan lehernya kemudian kujilat dan kuhisap bekas gigitanku tadi hingga dia merintih. Aku sudah tidak peduli lagi sekarang, kucoba membuka kancing bajunya tapi tangannya segera menahan tanganku. Kutatap matanya tajam. Tampak dia ketakutan dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.

“Key, kumohon.. Jangan.. Jangan kau hancurkan hal yang sudah kupertahankan ini. Tidak sebelum kita … hmpph,” sebelum dia berbicara lebih jauh, kubungkam mulutnya dengan bibirku. Kuciumi dengan penuh nafsu, kelopak matanya, hidungnya, pipinya, telinganya pun kuciumi sambil sesekali kujilat lubang telinganya hingga dia mendesah kegelian.

“Key, jangan lakukan ini padaku,” ucapnya lirih memohon padaku.

“Mian, Hyo!” ucapku sambil menghapus air mata yang mengalir di pipinya dengan lidahku.

Ting Tong

Aku tersentak kaget. Ah, bunyi bel itu mengganggu kegiatanku saja. Kuhentikan tindakanku tadi. Kubelai wajahnya, lalu kupeluk dengan erat.

“Maafkan aku, Hyo! Entah tadi mengapa aku bisa bersikap seperti itu! Aku janji nggak akan mengulanginya lagi,” pintaku sambil menatap wajahnya.

“Aaa… pa aku bi…sa mem..percaya..iimu?” pastinya terbata-bata.

“Promise! Aku janji!” ucapku yakin.

Ting Tong Ting Tong

Suara bel menjadi semakin tidak sabar. Aku pun beranjak keluar dari kamar kekasihku ini, untuk melihat siapa yang bertamu malam-malam begini.

Kulihat seseorang berdiri membelakangi pintu.

“Maaf, Anda siapa ya? Ada perlu apa?” tanyaku pelan.

“Ah, maaf mengganggu tengah malam begini! Apakah pemilik rumah ini ada?” ucapnya setelah membalikkan tubuhnya..

“Ah, ya! Tapi hanya anaknya saja. Orang tuanya sedang pergi ke rumah sakit. Anda siapa ya?” tanyaku lagi.

“Ah, saya Jonghyun. Kim Jonghyun. Maaf telat memperkenalkan diri,” jawabnya sambil menjabat tanganku. “Saya sudah bilang pada orang tuanya bahwa akan menginap di sini beberapa hari,” lanjutnya lagi.

“Tapi mengapa mereka tidak mengatakan apa-apa ya sebelum berangkat tadi? Silakan masuk, saya akan memanggilkan pacar saya dulu. Silakan duduk,” ucapku sambil melangkah menuju kamar Hyojin dan membuka pintu kamar Hyojin perlahan.

“Hyojin, ada tamu. Katanya sih sudah bilang pada orang tuamu kalo dia mau nginep di sini. Namanya Kim Jonghyun,” jelasku padanya.

***

Hyojin POV~

“Hyojin, ada tamu. Katanya sih sudah bilang pada orang tuamu kalo dia mau nginep di sini. Namanya Kim Jonghyun,” jelasnya begitu dia membuka pintu kamarku. Jujur saja aku masih shock dengan semua perlakuannya tadi.

Mendengar kata-katanya, aku beranjak dari ranjangku. Kulangkahkan kakiku menuju ruang tamu diikuti dengan dirinya. Begitu melihat siapa yang menunggu di situ, aku langsung menghambur ke dalam pelukannya.

“Kakak?! Kapan datang? Kangennyaaaa….. Rambutmu kenapa jadi aneh gini, Kak?” berondongku membuatnya bingung.

“Hei, hei… Kakak harus menjawab yang mana dulu ini?” balasnya sambil mengacak-acak rambutku.

“Aissh! Rambutku udah berantakan, jangan tambah diacak-acak!” teriakku kesal sambil merapikan rambutku.

“Wah, adikku udah besar rupanya ya! Udah punya pacar,” ucapnya menggodaku.

Waduh, aku lupa kalo ada Key tadi. Segera mataku mencari-cari keberadaannya di ruang ini. Begitu menemukannya, aku segera melayangkan tatapan maafkan-aku-melupakanmu-barusan.

“Oh, iya! Kak, kenalkan ini Kim Kibum, pacarku! Key, ini Kim Jonghyun, temen mainku dari kecil dulu. Baru balik dari Seoul dia!” ucapku memperkenalkan mereka berdua setelah menarik Key mendekat.

“Salam kenal,” ucap Key sambil membungkukkan badan.”Wah, dari Seoul? Sama seperti Onew dong berarti?” lanjutnya lagi.

“Onew? Lee Jinki, maksudmu? Tentu saja! Kudengar dia pindah ke sini ya? Apa satu kelas dengan kalian?” tanya Jonghyun.

“Ya. Dia satu kelas dengan kami. Kalo boleh tau, seperti apa dia di sana, kak?” tanyaku penasaran.

“Dia baik, ramah, mudah bergaul. Tapi sikapnya terhadap cewek-cewek terkesan sama seperti dia memperlakukan teman-temannya yang cowok. Tidak mengistimewakan mereka. Maksudku, tidak seperti kami yang mencoba mencari perhatian cewek-cewek,” jelas Jonghyun panjang lebar.

“Serius, kak? Berarti dia bener-bener balik ke sini cuma buat Mincha. Onew bener-bener sayang ama Mincha. Sekarang aku lega, berarti Onew nggak akan bikin Mincha nangis lagi,” ucapku lega.

“Hah? Mincha? Siapa itu?” tanyanya bingung.

Baru saja aku akan menjelaskannya, Key ijin untuk menerima telepon di belakang. Katanya, Sora yang menelepon.

“Mincha itu sahabatku. Katanya, saat dia menyatakan perasaannya beberapa tahun yang lalu, Onew yang selalu memberikan harapan, menolaknya dan mengatakan bahwa dia akan pergi ke Seoul hari itu juga. Tapi kemarin, tiba-tiba saja dia datang di sekolah kami sebagai siswa baru. Dan itu membuat Mincha shock. Dan ketika istirahat, Onew mengajak Mincha keluar, ingin menyelesaikan masalah katanya. Saat kembali, mereka seperti pasangan yang baru rujuk. Mungkin kakak bisa lihat sendiri besok. Kami berempat, aku, Key, Sora, dan Mincha, biasanya kumpul tiap hari Minggu. Besok giliran di sini. Mungkin Onew bakal ikut,” jelasku panjang lebar.

“Hmmm…. Sikapnya terhadap siswi-siswi gimana?” tanya pria ini lagi. Aissh, udah semalam ini, baru datang, banyak nanya pula.

“Terkesan dingin. Yah, sama seperti sikap Key pada cewek-cewek selain aku, Mincha, dan Sora, adiknya! Hanya bicara jika ditanya. Kak, sudah malam! Menginap di sini, kan? Tidur di kamar tamu sana!” jawabku.

“Ah, iya! Baiklah! Good night, my sister!” ucapnya.

“Selamat malam. Nggak usah sok nginggris,” ujarku sambil beranjak mengunci semua pintu dan jendela. Lalu mematikan lampu di ruang yang tak dipakai.

“Key? Kamu tidur sama aku atau sama Jonghyun. Kalo tidur sama aku, jangan macam-macam,” kataku saat melihat sesosok pria yang sedang berdiri di dekat dapur.

“Hmmm….” gumam sosok tersebut.

“Key? Ada apa?” tanyaku hati-hati.

***

Key POV~

“Key? Ada apa?” tanya kekasihku.

“Nggak ada apa-apa,” jawabku sambil membalikkan badanku menghadap ke arahnya dan tersenyum tipis. Aku nggak mau membuatnya khawatir dengan menceritakan masalah ini padanya.

“Yakin?” tanyanya lagi. Dan hanya kujawab dengan anggukkan.

“Kamu nggak ngantuk? Udah jam 11 malam nih!” ucap Hyojin sambil menunjuk jam dinding yang terpasang di dapur.

“Oh, iya! Maafin aku atas kelakuanku tadi ya, tadi bener-bener nggak tahu kenapa aku bersikap seperti itu,” ucapku memohon padanya.

“Janji kan, nggak ngulangin lagi?” pastinya padaku. Kujawab dengan anggukan mantap dariku. “Aku nggak bisa marah berlebihan sama kamu meskipun jujur aku masih agak takut. Tapi aku udah janji ama Sora nggak akan ninggalin kamu,” lanjutnya sambil menggenggam tanganku.

“Oh, iya! Sepertinya besok Sora nggak bisa ikut pertemuan rutin kita. Katanya tadi dia ada perlu. Dan aku juga nggak ikut, aku akan mengikuti dia. Aku takut terjadi apa-apa pada adikku itu,” kataku dengan cemas.

“Kamu beneran nggak kenapa-napa? Sora ada perlu apa sih sebenarnya ampe kamu cemas berlebihan kayak gitu? Biasanya kamu kayak gitu kalo Sora mo ketemuan ama cowok. Bener?” tebak Hyojin. Aduh, kok dia bisa tahu sih? Gawat. Kalo kayak gini, ntar dia bakal ngotot buat ikut.

“Ah, mmm…. Siapa bilang gitu? Aku cuma khawatir aja kok,” sangkalku.

“Bilang Sora, besok dia harus tetep dateng. Meski cuma bentar. Pokoknya dia harus nongol. Awas aja kalo nggak,” ucapnya mengancamku. Aku hanya bisa mengangguk pasrah kalo dia udah bilang gitu.

“Ayo, tidur! Tapi jangan macam-macam lagi! Kulaporin Sora habis kamu,” ancamnya lagi lalu beranjak menuju kamarnya.

Aduuuuh, punya pacar perhatian sih perhatian.. Tapi ganasnyaaa.. *ditabok Hyo*

Ketika aku masuk ke dalam kamarnya, kulihat dia sedang meletakkan guling di tengah ranjangnya. Katanya untuk pembatas agar aku tidak menyentuhnya. Hhhh……

“Selamat tidur, Hyojin! Have a nice dream,” ucapku lalu mengecup keningnya sebelum memejamkan kedua mataku.

TBC

Miaaaan part 5 kelamaan…. Karena berbagai hal part ini selalu tertunda.. part 6 diusahakan secepatnya.. maaf kalo part ini mengecewakan.. Bungkukin badan 90 derajat.

Wajib comment…. Nggak comment, aku ngambek! *reader: bodo amat lu mo ngambek ape kagak!!**author: huwee…*

Freelance author

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

I Hate The Distance Between Us

I Hate The Distance Between Us (Taemin’s 1shoot)
read and listen to this song => the named I love, one for me, why did I end up fallin for you (dbsk), romantic, You, and loves way!^^

Author : Han Dhaehee

-I meet you in a chaotic time-

taemin berjalan ke kelasnya dengan membawa setumpuk kertas di kedua tangannya. saat dia masuk ke kelas, dia menabrak seseorang dan membuat kertas-kertas yang di pegangnya terjatuh berserakan di lantai.

“ah! Mianhae taemin-ah!”. Kata orang yang di tabrak taemin, dia lalu membantu taemin memunguti kertas-kertasnya yang berserakan.

“kau tidak apa-apa?”. Tanya orang itu lagi. taemin akhirnya mengangkat wajahnya untuk melihat orang di depannya. Saat tau siapa yang di tabraknya taemin tersenyum.

“ne, gwencana ji young-ah”. Kata taemin tersenyum pada gadis di depannya.

Ji young melihat lembaran kertas-kertas yang di bawa taemin dan membacanya. “kau yang membuat naskah drama minggu depan?”. Tanya ji young bingung. Taemin hanya tersenyum sambil mengambil kertas di tangan ji young.

“yup!”. Kata taemin singkat. ji young menatapnya bingung.

“kau mau kemana? Bukannya habis ini kita mulai belajar?!”. Tanya taemin. ji young tersentak dari lamunannya.

“oh! Iya…”. Kata ji young gugup. Mereka lalu berjalan ke arah tempat duduk mereka di belakang.

Ji young duduk di sebelah taemin. “taemin…”. panggilnya lirih. taemin yang sedang mengambil buku di tasnya hanya menjawab dengan mengangkat wajahnya.

“kemarin… apa yang terjadi?”. Tanya ji young hati-hati. Dia menggigit bibirnya karna gugup.

Taemin terlihat bingung dengan pertanyaan ji young. “kemarin?”. Tanya taemin.

“emm… apa yang kau katakan pada hyorin? Saat… dia…”.

“aku menolaknya”. Kata Taemin memotong pembicaraan ji young. Wajah ji young terlihat kaget awalnya. tapi hanya sebentar karna setelah itu dia tersenyum.

Ji young menarik nafas lega. Senyum tipis mengembang di bibirnya. untung saja taemin tidak menyadari keanehan di diri sahabatnya itu.

‘that’s meant… I still have a chance?’. Batin Ji young senang.

5 menit kemudian songsaengnim masuk ke kelas dengan membawa tas hitam di tangannya.

“duduk anak-anak!”. Suruh songsaengnim. Murid-murid langsung duduk di tempat duduk mereka masing-masing. Setelah duduk di kursi masing-masing, mereka langsung sibuk mengeluarkan buku mereka dari tas.

“Kalian akan mempunyai teman baru hari ini!”. kata songsaengnim tiba-tiba. Seisi kelas melihatnya dengan pandangan bingung.

“lee youngran!”. panggil songsaengnim sambil melihat ke arah pintu kelas. Diikuti mata seluruh murid.
Beberapa menit kemudian, masuklah seorang gadis cantik berambut panjang. Warna rambut gadis itu pirang. Dia membiarkan rambutnya tidak diikat dan terurai dengan indah. Semua mata tertuju padanya. Gadis itu tersenyum lalu berdiri di tengah kelas.

“annyeong haseyo! Chonun Lee youngran imnida”. Kata gadis itu lembut. Youngran melihat seisi kelas yang masih terpesona melihatnya. Tapi tiba-tiba dia terdiam saat matanya menangkap sosok di tempat duduk belakang. Mata mereka bertemu.

“youngran, kau bisa duduk di depan taemin!”. suruh songsaengnim. Youngran langsung mengalihkan pandangannya ke songsaengnim. “ah… nugu?”. Tanya youngran, dia bingung karna dia tidak tau siapa yang bernama taemin.

“taemin…?”. tanyanya bingung. Songsaengnim tertawa mendengar youngran. Dia lupa kalau youngran pasti tidak tau yang mana yang taemin.

“di sini youngran”. Youngran menoleh ke arah suara. ternyata itu cowok yang tadi sempat eye contact dengannya.

Youngran berjalan ke arah tempat duduk di depan taemin. youngran memberi salam pada taemin sebelum duduk di kursinya.

-met her, fell for her, I’ve fallen for her.. the sexy girl I’m seeing for the first time-
———————————
“taemin!”. taemin menoleh dan tersenyum saat tau siapa yang memanggilnya.

“youngran? Kenapa?”. Tanya taemin. youngran tidak menjawab. Nafasnya tidak beraturan karna habis berlari.

“tidak apa-apa! Aku hanya ingin masuk kelas bersama!”. Kata youngran tertawa kecil. taemin tersenyum lalu menarik tangan youngran dan menggenggamnya.

“ah… taemin..”. youngran terlihat kaget saat melihat taemin menggenggam tangannya tiba-tiba. Tapi taemin tidak berbicara apa-apa dan mulai berjalan ke kelas mereka sambil menggenggam tangan youngran erat. Wajah youngran memerah saat dia melihat tangan taemin dan tangannya bersatu. Youngran lalu memalingkan pandangannya ke wajah taemin yang berjalan di sampingnya.

‘Mereka baru kenal 2 bulan, tapi mereka sudah sedekat ini. bahkan banyak yang menanyakan apa kami berpacaran atau tidak! Tentu saja aku menjawab tidak! Karna memang itu yang sebenarnya terjadi! Taemin hanya baik padaku karna dia pikir aku gadis lemah yang butuh perlindungan! Tapi aku tidak peduli dengan apa yang dia pikirkan tentang aku! Yang lebih penting adalah.. aku senang saat berada di sampingnya…’. Batin youngran sambil tersenyum.

“stop staring at me like that! Am I that handsome so you can’t take your eyes off of me?”. Tanya taemin tiba-tiba. Youngran langsung memalingkan wajahnya dan menatap lurus kedepan.

“hahaha.. aku hanya bercanda!”. Kata taemin sambil menahan tawanya agar tidak terlalu keras.

Youngran tidak memperdulikan ucapan taemin. dia terus melihat ke depan sambil menyembunyikan wajahnya yang memerah.

Mereka akhirnya sampai di kelas. Saat mereka masuk, semuanya langsung mendekati mereka dan menanyakan soal kenapa mereka berpegangan tangan. Tapi taemin hanya tersenyum tanpa melepas tangan youngran sedikitpun.

‘YA! taemin!! lepaskan tanganku’. Bisik youngran di telinga taemin. tapi itu malah membuat yang lain semakin heboh. Dan taemin sama sekali tidak memperdulikan ucapan youngran. Dia hanya tersenyum dan sesekali menjawab pertanyaan yang lain. Tangannya masih menggenggam tangan youngran dengan erat.

‘AISH!!’. Batin youngran kesal. Tiba-tiba dia melihat Ji young duduk sendirian di tempat duduknya. Matanya terus tertuju pada buku di mejanya. Tidak memperdulikan sekeliling.

-in love there must have someone being heart broken-
———————————*Ji Young’s Pov*
-and I’m so sick of love song, so tired of tears, so done with wishing you were still here-

Yang lain terus bertanya tentang hubungan taemin dan youngran. Aku tidak peduli! Aku sungguh tidak peduli! Tapi kenapa rasa sakit di hatiku semakin besar saat mendengar nama youngran dan taemin bersamaan?

“Ji Young-ah! Kau tidak apa-apa?”. Tanya daehee. Aku hanya menangguk pelan. dari semua orang yang mengetahui tentang segala sifatku atau apa yang terjadi padaku.. daeheelah yang paling tau. Aku tau dia pasti akan bertanya lagi karna dia tau aku berborong.

“apa kau tidak mau bilang padanya?”. Aku menggeleng cepat saat tau maksud daehee.

“lalu? Kau akan diam saja seperti sekarang? memaksakan tersenyum saat melihat dia bersama youngran, berpura-pura tidak terjadi apa-apa saat mereka bercanda di depanmu? Selalu menahan pedih saat kau mendukung taemin untuk menyatakan perasaannya pada youngran! Terus mendengarkan….”. daehee berhenti berbicara saat melihat Ji Young menutup telinganya dengan kedua tangannya.

“cukup… enough… I can’t stand it anymore…”. Suara Ji Young semakin kecil. Daehee hanya terdiam sambil melihat tubuh sahabatnya itu bergetar karna menangis.

Itu adalah kejadian seminggu yang lalu. Setelah itu daehee tidak pernah lagi menemuiku. Mungkin karna kita beda kelas dan dia sibuk dengan kegiatan clubnya. Tapi aku terus berpikir apakah aku telah berbuat salah?

“Ya!! itu taemin dan youngran! Omo! Mereka bergandengan!”. Terdengar suara teriakan di belakangku. Aku meloncat kaget awalnya saat mendengar teriakan tepat di belakangku. Tapi saat aku berbalik dan melihat ke arah pintu… hatiku bergetar lagi. aku langsung mengambil buku di tasku dan pura-pura membacanya. Tapi percuma, aku sama sekali tidak bisa membacanya. Tangan kananku terus memegang dadaku. Menahan agar rasa sakit di hatiku berkurang. Sedangkan tangan kiriku memegang kening untuk menutupi wajahku yang memerah karna menahan tangis.

‘sampai kapan ini akan berakhir? Kapan aku bisa melupakannya dan tidak merasakan sakit ini lagi?’. batinku.
———————————*Taemin’s Pov*
-thanks god I found you… –

Aku berlari dengan nafas tidak beraturan. Aku sudah 30 menit berlari dan belum juga menemukan Ji Young. Aigoo, kemana anak itu? aku tidak sabar ingin memberitahukan kabar gembira ini padanya. Apalagi sudah 3 bulan kita jarang berbicara berdua karna aku sibuk bersama Youngran. Aku terus berlari sampai akhirnya aku melewati lapangan tennis. Dan disitu aku melihat Ji Young dan daehee sedang duduk berdua sambil tertawa bersama.

“Ji Young!!”. Panggilku. Dia menoleh saat mendengar suaraku. Aku tersenyum lalu berlari ke arahnya. dia berdiri ingin menyambutku, tapi saat dia baru membuka mulut ingin menanyakan sesuatu aku langsung memeluknya erat. Aku merasakan tubuhnya yang tegang. Mungkin karna kaget. Lalu aku melepas pelukkanku.

Aku melihat wajahnya yang masih terdiam karna shock. Lalu aku melihat kesamping dan mendapati wajah daehee yang juga shock. Aku pertamanya heran kenapa. Ini bukan kali pertamanya aku memeluk Ji Young. Dia kan sahabatku sejak kecil. “Ji Young”. Panggilku lembut. Dia sepertinya telah kembali sadar. Dia melihat ke arahku.

“waeyo?”. Tanyanya lembut. Aku sempat terpaku dengan wajahnya barusan. Wajahnya terlihat manis dan lembut. Seketika aku lupa dengan tujuanku yang sebenarnya.

“ah.. anniyo!”. Kataku gugup. Eh tunggu, sejak kapan aku jadi gugup di depan Ji Young?

“mwo? Kau pasti bohong! Tidak mungkin kau ke sini hanya untuk memelukku!”. Kata Ji Young. Ah, apa mataku tidak salah? Barusan aku lihat wajahnya memerah.

“Taemin!”. aku menoleh ke arah suara. Youngran sedang berdiri tidak jauh di belakangku. Aku tersenyum padanya dan menyuruhnya mendekat.

“waeyo? Miss me already?”. Tanyaku sambil memeluknya dari samping saat dia sudah berada di sampingku. Dia lalu memukul tanganku pelan. aku baru sadar kalau masih ada Ji Young dan yang lain disini. Aku tertawa pelan lalu menatap Ji Young yang sepertinya sudah menunggu sesuatu keluar dari mulutku sebagai penjelasan.

“kita jadian”. Kata ku singkat. Aku melihat ekspresi yang lain satu persatu. kebanyakan hanya tertawa jahil sambil menggodaku. Aku melihat wajah daehee. Dia hanya terdiam sambil melihat ke arah lain. Aku sungguh tidak bisa menangkap apa yang dipikirkan gadis ini. lalu Ji Young… dia tersenyum padaku. Tapi kenapa aku merasakan kepedihan dalam senyum itu?

“udah ya! aku mau pulang dulu sambil mengantar tuan putriku!”. Kataku sambil mengeratkan pelukkanku. Youngran hanya terdiam. Aku tau dia sedang sebisa mungkin menahan malu.

-the named I loved once in this life has becoming further and further away from me-
———————————*Youngran Pov*
Aku tau Ji young menyukai taemin. tapi aku juga tidak bisa menyerahkan taemin aku tau ini egois. Tapi aku juga menyukai taemin. aku tidak bisa kehilangan dia.

“Youngran… kau sedang memikirkan apa?”. Tanya Taemin yang sedang duduk di sebelahku.

“aniyo!”. Kataku pelan. taemin akhirnya diam saja sambil melanjutkan apa yang sedang dikerjakannya tadi.

“apa yang kau lakukan?”. Tanyaku. Dia tersenyum lalu menunjukkan kertas yang dari tadi di pegangnya. Aku melihatnya dengan bingung.

“kau membuat lagu?”. Tanyaku kaget. Aku sama sekali tidak tau soal dia bisa membuat lagu.

“tidak! Aku hanya iseng menulisnya! Hyungku sangat pintar menulis lagu, karna itu aku ingin menulis juga sepertinya”. Kata taemin tersenyum.

“Hyungmu? JongHyun oppa bisa menulis lagu?”. Tanyaku kaget. Aku tidak pernah menyangka bahwa JongHyun oppa bisa menulis lagu. Karna saat pertama aku melihatnya, aku terpesona dengan wajahnya yang tampan. Dan dia tidak terlihat seperti cowok yang suka menulis lagu. dan sepertinya playboy.
“meskipun playboy, JongHyun hyung tidak pernah menyakiti hati sorang gadis!”. Kata taemin. bisa ya? batinku.

“taemin~ kau berjanji tidak akan pernah meninggalkanku kan?”. Aku mendekatkan tubuhku padanya dan menyandarkan kepalaku di pundaknya.

“never….”. katanya setelah terdiam beberapa menit. Aku tersenyum dan setelah itu aku merasakan bibirnya di keningku.

Can I be a little selfish to have you forever?
———————————*Taemin Pov* #4 years later#
“never…”. Itulah yang aku katakan padanya saat itu. apakah itu salah? Karna itu adalah terakhir kalinya aku berbicara padanya. Terakhir kali pula aku melihat wajahnya.

“taemin-ah…”. Aku menoleh ke arah ji young yang berada di sebelahku. Aku hanya tersenyum tipis padanya. Aku sedang duduk di perpustakaan kampus seperti biasanya.

Lulus SMA aku dan ji young masuk ke universitas yang sama. Salah satu universitas ternama di seoul. Ji young adalah sahabat terbaik yang pernah kumiliki. Dia selalu ada di sampingku. Bahkan saat aku menangis histeris sebulan setelah youngran menghilang. Dia lah yang meminjamkanku bahu untuk menangis saat mengetahui youngran telah pergi ke London. Aku tau ji young adalah orang yang sangat penting di hidupku. Tapi aku juga tau bahwa sampai kapanpun youngran akan selalu menempati posisi pertama dalam hatiku.

“besok… apa kau datang ke acara pernikahan youngran?”. Tanyanya hati-hati. Aku tau bahwa dia tidak ingin menanyakan hal ini padaku.

“tentu saja! Dia mantan teman kita sewaktu SMA kan? Tidak sopan sekali kalau kita tidak pergi!”. Kataku sambil tersenyum. tapi kita berdua tau bahwa senyumku penuh dengan kepedihan.

“sekarang sudah malam! Aku akan mengantarmu pulang!”. Kataku. Ji young melihat jam tangannya dan terkejut saat melihat jam berapa.

“jam 8? Omma pasti akan membunuhku!! Kenapa kau tidak mengingatkanku taemin?!”. dia berdiri dan mengambil tasnya lalu menarik tanganku dan kami berlari keluar kampus. Aku hanya tertawa pelan melihatnya panic seperti itu.

“kau tau? Omma akhir-akhir ini cerewet sekali! Dia selalu menanyakan tentang kehidupan percintaanku?! Dan dia selalu menyuruhku membawa teman cowok ke rumah! AKKHH..”. dia berteriak sambil menendang batu di depannya.

“aah!! Sakit!!”. Teriaknya setelah itu. aku hanya tertawa melihat kelakuannya yang tidak berubah semenjak dulu.

“apa ommamu menganggapku seorang gadis?”. Tanyaku berpura-pura marah. Dia hanya tersenyum lalu memukul lenganku pelan.

“dia tau kalau kita tidak memiliki hubungan apa-apa! Dan tidak akan pernah! Karna itu dia selalu kesal kalau aku bilang aku tidak mempunyai kekasih! Dia bahkan menanyakan tentang kenormalanku! Aish!”. Katanya kesal. Aku tersenyum membayangkan dia dan ommanya bertengkar setiap hari hanya karna dia tidak memiliki kekasih. Tapi aku tidak menyalahkan ommanya. Ji young memang harus dipertanyakan kenapa tidak pernah menerima cowok yang menembaknya. Semua orang tau bahwa ji young memiliki banyak admire, tapi satupun tidak ada yang diterimanya.

“makanya! Mulailah menerima setiap cowok yang menembakmu! Setidaknya buatlah ommamu percaya bahwa kau normal dan masih menyukai cowok! Lagian daripada kau sibuk mengikutiku, lebih baik ku menembak orang yang kau suka!”. Kataku sambil tertawa. dia tiba-tiba berhenti berjalan. Aku menoleh ke arahnya dengan bingung. Dia hanya terdiam sambil melihatku dengan mata berkaca-kaca. Aku mendekatinya dengan bingung.

“ji young-ah? Waeyo? Apa kau marah?”. Tanyaku sambil memegang pundaknya. Tapi dia menghempaskan tanganku dengan kasar. Aku baru ingin menucapkan sesuatu saat ji young memotongnya.

“kau tau siapa yang aku suka selama ini! jangan bersikap seakan-akan kau tidak tau! Aku tidak butuh nasihatmu soal mencari pacar!”. air mata mulai turun dari matanya. “yang aku butuhkan hanya kunci ….untuk membuka hatimu… yang tertutup…”. Sambungnya di sela tangisnya. Aku hanya terdiam terpaku di depannya. Aku tidak tau harus bagaimana.

“apakah aku harus bersikap manis? apakah aku harus mengubah wajahku seperti youngran? Apakah aku harus mempunyai suara seperti youngran? Agar… kau melihatku… agar kau mencintaiku sama seperti pada youngran?”. Katanya lagi. aku terdiam sejenak sambil menarik nafas.

“aku membencimu, dan asal kau tau! sampai kapanpun posisi youngran tidak akan ada yang bisa menggantikan”. Itulah kata-kata yang keluar dari mulutku saat itu. dia melihatku dengan kaget saat itu, sebelum air mata semakin deras mengalir di pipinya. Aku langsung berbalik dan berjalan meninggalkannya sendiri.

Saat sampai dirumah. Aku langsung berlari ke kamarku dan membanting pintu. Aku tidak peduli dengan panggilan kedua orang tua ku di bawah. Jonghyun hyung terus mengetok pintu kamarku sambil menanyakan keadaanku, tapi aku tidak peduli, aku melempar perlengkapan yang aku bawa di lantai dan langsung duduk di tempat tidurku. Aku memegang kepalaku yang terasa sakit sebelum air mata turun dan membasahi wajahku. Aku terus memegang kepalaku tanpa memperdulikan air mataku yang terus mengalir. Wajah sedih Ji young tadi, peristiwa yang ku lalui bersama youngran, semua kembali memenuhi pikiranku. Membuat sakit di kepalaku semakin parah. Aku tau selama ini tentang perasaan Ji young padaku. tapi aku tetap berpura-pura tidak menyadarinya karna aku tidak mau merusak persahabatan kami selama ini.

“apakah aku harus bersikap manis? apakah aku harus mengubah wajahku seperti youngran? Apakah aku harus mempunyai suara seperti youngran? Agar… kau melihatku… agar kau mencintaiku sama seperti pada youngran?”. Saat dia berbicara seperti itu. entah kenapa aku merasa kesal padanya. Aku tidak mau dia menyama-nyamakan dirinya dengan youngran hanya untuk memikatku. Aku lebih menyukainya apa adanya. Aku sadar bahwa sikap Ji young padaku selama ini telah membuat dia mempunyai tempat istimewa di hatiku. Bahkan mungkin lebih besar dari pada youngran. Tapi aku selalu menyangkalnya. Karna di dalam aku percaya suatu saat youngran akan kembali dalam pelukkanku. Apa itu salah? Tiba-tiba Aku merasakan handphoneku bergetar. Dan saat kubuka, ternyata ada nomor tidak kukenal yang menelpon. Karna terus bergetar akhirnya aku mengangkatnya.

“yoboseyo?”. Jawabku. Tapi tidak ada jawaban sama sekali. “yoboseyo?”. Tanyaku lagi. tapi tetap tidak ada jawaban. Aku hampir menekan tombol off saat tiba-tiba sebuah suara membuatku membeku di tempat.

“taemin-ah…”.

-I was afraid that if I love you, I’m going to lose you-
———————————
Taemin berlari sekencang mungkin sampai akhirnya dia sampai di tempat yang di tujunya. Taemin berhenti berlari dan berjalan ke arah seseorang yang sudah menunggunya. Mereka berdua sekarang berdiri bersebelahan di samping jalan. Mereka berdua berdiri agak berjauhan. Youngran berdiri sambil menghadap ke arah sungai di seberang jalan itu.

“kau…. Akan datang ke acara pernikahanku besok kan?”. Tanya youngran gugup. Taemin hanya terdiam tidak membalas.

“aku benar-benar berharap kau akan datang… ”. kata youngran lagi. taemin merasakan sakit di hatinya lagi. tapi dia mencoba menutupinya.

“calon suamimu…. Apakah dia baik?”. Tanya taemin. youngran menoleh ke arah taemin. dia terlihat susah menjawabnya. Karna dia tau bahwa ini semua hanya menambah sakit di hati masing-masing.

“taecyeon… dia cowok yang baik… dan dia setia! Dia tidak akan menyakitiku”. Kata youngran lagi. taemin merasakan hatinya dipukul oleh batu terbesar yang pernah ada.

“taemin-ah…. Mianhae…”. Kata youngran tiba-tiba. Taemin terdiam sebentar lalu tersenyum.

“aniyo… ini bukan salah siapa-siapa! Hmm… sepertinya akan hujan… aku harus pulang! Kau juga harus cepat pulang! Jangan sampai sakit besok!”. Kata taemin sambil tersenyum.

Youngran hanya mengangguk lemah. Taemin lalu berjalan melewati youngran. Setelah lama youngran menoleh ke arah taemin, hanya punggung taemin saja yang terlihat. Dari hari ini, keduanya harus mengubur masa lalu masing-masing.

-Why did I end up fallin for you?
———————————*Taemin pov*
“sang pengantin boleh mencium pasangannya”. Taecyeon menarik tubuh youngran lalu menciumnya dengan lembut. Aku hanya tersenyum sambil bertepuk tangan seperti yang lainnya. Youngran terlihat sangat cantik dengan baju pengantin itu.

bagaimana jadinya kalau orang yang ada di sebelahnya itu aku? Bukanlah taec hyung? Aku melihat sekeliling dan menyadari Ji young sedang melihat ke arahku dengan tatapan sedih dan cemas. Tapi dia langsung berpaling saat menyadari aku melihatnya juga. dia memakai gaun pink pendek.

Dia terlihat sangat manis hari ini. kecuali wajahnya yang belum tersenyum padaku sejak kejadian malam kemarin.

“selamat youngran!”. Aku melihat Ji young memberikan selamat pada youngran. Lalu youngran membisikkan sesuatu padanya yang aku juga tidak tau apa.

Saat pesta selesai, aku pulang ke rumah dengan lemas. Sepertinya kehidupanku sangat tidak berarti sejak hari ini. kehilangan youngran sudah membuatku terpuruk. Dan sekarang aku kehilangan Ji young… satu-satunya gadis yang masih mewarnai hariku setelah kehilangan youngran. Tapi apa yang aku lakukan? Menyakitinya.. apakah ini yang aku inginkan? Apa aku akan bertahan seperti sekarang saat nanti datang ke acara pernikahannya? Tiba-tiba handphoneku berbunyi. Aku mengangkatnya dengan cepat saat tau siapa yang menelpon.

“tunggu aku! Aku akan kesana secepatnya!”. Aku menutup handphoneku dan langsung berlari keluar rumah. Ji young mengajakku bertemu! Hal apa lagi yang bisa lebih membahagiakan?

“Ji young!”. Aku berteriak saat melihatnya di seberang jalan. Aku tersenyum sambil melambai-lambaikan tanganku. Dia masih terdiam sambil menunggu lampu merah agar bisa menyebrang. Aku menarik nafas panjang lalu berteriak.

“Ji Young!! Saranghae!!”. Aku melihat ekspresinya berubah kaget. Aku hanya terseyum lalu mengulang ucapanku tadi. Aku tidak peduli dengan pandangan orang-orang disekeliling. Ji young akhirnya tersenyum. lampu akhirnya merah. Aku langsung berjalan ke arah Ji young. Begitu juga dengannya. Senyum mengembang di bibir kami.

Entah ini yang terbaik atau memang ini nasip yang sudah ditentukan untukku? Tiba-tiba sebuah mobil melaju ke arah Ji young dan menabraknya. Tubuhnya terpelanting sebelum akhirnya tergeletak di tanah. Darah keluar dari kepalanya.

“JI YOUNG!!!”. Aku berteriak sekencang mungkin hingga aku yakin urat tenggorokanku akan putus saat itu juga. tapi aku tidak peduli, aku langsung berlari ke arahnya dan menggoyang-goyang tubuhnya.

“JI YOUNG!! BANGUN!! DON’T LEAVE ME!! I DON’T WANT TO LOSE YOU! JI YOUNG WAKE UP!!”. Aku terus berteriak meminta bantuan dan berteriak memanggil-manggil namanya. Tapi semua percuma. Tubuhnya sudah tidak bergerak lagi. aku memeluknya erat. Wajahku panas dan basah dengan air mataku sendiri. Bajuku merah karna darahnya. Tapi aku tidak peduli. Oh God! Kalau kau harus mengambil nyawa seseorang… ambilah nyawaku! Aku tidak bisa melewati hidup tanpanya. Aku terus menangis hingga ambulance datang dan membawa tubuh Ji young yang sudah tidak bergerak.

-people who really mattered in my life-


———————————*6 mounth later*
“taemin-ah!”. Panggil ibuku dari bawah. aku menutup buku yang sedang kubaca lalu berjalan ke bawah.

“ne omma?”. Tanyaku. “belanjalah untuk keperluan makan malam hari ini! ibu mau pergi!”. Katanya.

Aku mengambil daftar belanja yang harus kubeli lalu keluar dari rumah. Aku berjalan dengan santai sambil mendengarkan Ipod ku. Sekarang aku sudah berumur 23… omma menyuruhku segera menikah. Tapi aku belum siap. 6 bulan berlalu sejak kejadian itu, aku masih sering menangis kalau mengingat bagaimana lemahnya aku karna tidak bisa melindungi orang yang paling penting dalam hidupku.

“guess who!”. Aku berhenti berjalan saat merasakan sepasang tangan menutup mataku dari belakang. Aku tersenyum lalu meraba tangan itu dengan lembut. Orang itu hanya tertawa pelan melihatku. Aku tersenyum lalu menarik tangan itu dan meciumnya.

“of course the love of my life! If it’s not! She probably will regret it!”. Kataku lalu berbalik. Ji young tersenyum mencium bibirku dengan lembut. Tapi aku menarik tubuhnya agar lebih dekat dan mempererat ciuman kami. Setelah beberapa lama akhirnya dia mendorong tubuhku dan bernafas.

“untuk apa kau mengikutiku? Kau baru pulang dari rumah sakit! Jangan sampai membuatku cemas seperti kemarin karna kau tiba-tiba sakit kepala!”. Kataku mengingatkan.

“aku bosan di rumah! I miss my boyfriend! Ottokke?”. Rengeknya. Aku paling tidak bisa menolak rengekannya. Akhirnya aku hanya tersenyum lalu menggandeng tangannya.

“you know… my mom keep asking me when I’m going to propose you!”. Kataku sambil melihat ke arah wajahnya yang mulai memerah.

“then do it!”. Katanya sambil menunduk. Aku tertawa melihat tingkahnya.

“how about tonight?”. Bisikku. Dia tetap mununduk tapi mempererat genggaman tangannya di lenganku. Tapi Aku tau dia tersenyum.


*****************************************************************************

End
P.S : KALAU KALIAN LIAN KOMEN YANG BASH.. TOLONG DI RATE DOWN.. CONTOH KOMEN BASH PERTAMA DI BLOG INI ADA DI FF “WHEN JONGHYUN GET AMNESIA” USERNAME LEE … TOLONG RATE DOWN… GOMAWO ^^

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^


I Don’t Mean To [2.2]

Author : Wiga

JINKI POV :

“ BERDIRI KAU JINKI!!!!!!!!!!” seseorang membentakku dan menarik kerah kemejaku, memaksaku untuk berdiri.

“ Kibum..” aku berkata pelan.

“ JELASKAN PADAKU MENGAPA KAU MELAKUKAN INI PADANYA!!! “ teriak dia lagi.

namun aku hanya menatapnya, setelah itu kucoba menepis kedua tangan nya.

“ YAAA!!! BASTARD!!! JAWAB PERTANYAANKU!!!” kulihat Kibum mulai kehilangan kendali.

“ Kenapa memangnya?? Kau mau memukul ku lagi jika aku tidak menjawab??” aku berusaha mengalihkan pembicaraaannya.

“ KAU..” kulihat kepalan tangan nya mengarah kepadaku. rupanya ia hendak memukulku lagi, namun aku pasrah, aku tak akan melawannya,aku memejamkan kedua mataku.

KIBUM POV:.

Siall!!! orang ini benar-benar menguji kesabaran ku!!

“ KAU..” kuarah kan tangan ku ke wajahnya, namun sewaktu pukulan ku tinggal beberapa jarak lagi dari wajahnya, ku lihat darah menetes dari kedua hidungnya.

segera ku hentikan pukulan ku.

“ Mengapa berhenti.. ayo cepat pukul aku..” katanya.

“ Jinki.. mengapa…”

Kemudian kulihat Jinki menunduk sambil memegang kedua tangan nya.

“ Jinki, Kamu kenapa?? “ aku bertanya padanya namun ia hanya menjawab dengan erangan.

Ia mulai berlutut di tanah , kedua tangan nya tetap memegangi kepalanya.

“ AARRGGHH..  Yaa Tuhaaannn” ia berteriak kencang, kulihat raut mukanya seperti menahan rasa sakit. kenapa dia sebenarnya??

“ YAA!! JINKI!!! kau kenapa?? “ aku berlutut disampingnya dan  mengguncangkan bahunya,

“ Agghh… sakit sekali…” suaranya terdengar makin lama makin pelan.

“ Huweeee”

kulihat jinki memuntahkan banyak darah.

Ya Tuhann?? Apa yang terjadi dengan nya?? dadaku mulai berdetak tak karuan.

“ Jinki, Kamu kenapa?? Demi Tuhan jangan membuatku takut”

aku mencoba mengangkat tubuhnya, namun ia bergeming.

“ Sakiittt ……!!” kulihat ia menangis menahan sakit, dan memukul-mukul kepalanya.

“ Jinki!! Hentikan Pabbo!! jangan menyakiti dirimu sendiri !!!” dengan sekuat tenaga aku menahan kedua tangan nya agar berhenti memukul-mukul kepalanya.

“ Huweeee”

kembali ia memuntahkan banyak darah, namun kini seperti kehabisan tenaga, ia langsung ambruk, aku menahannya agar tidak terjatuh.

“ Jinki, bertahan lah.. aku akan memanggil ambulans..” kataku panik, sambil merogoh-rogoh jaketku mencari handphone.

“ Jangan.. tolong…. bawa aku pulang.. aku ..tak ingin kerumah sakit… kumohonn..”

“ tapi kau HARUS kerumah sakit!!” aku memaksanya.

“ Kumohon.. kibum.. ada sesuatu …. yang … ingin .. aku .. katakan… tolong bawa aku.. pulang..”

aku bingung.. apa yang harus aku lakukan?? dengan kondisinya seperti ini harusnya aku membawa kerumah sakit.

“ Kumohon Kibum…” bisiknya lagi.

“ Jinki.. kau habis muntah darah, dan hidungmu…” dia memotong ucapanku saat aku menjelaskan keadaannya.

“ Kumohon..”

akhirnya aku mengalah, ku papah dia menuju mobilku.

*****************

Perlahan kulihat jinki membuka kedua matanya, wajahnya luar biasa pucat.

“ Mengapa mukamu kelihatan tegang begitu, Kibum??” bisiknya sambil tersenyum.

Sahabatku ini… ingin sekali aku menjitak kepalanya,, tipikal jinki,,, ia selalu bercanda disaat yang tidak tepat..

“ Jangan bercanda jinki.. sudah berapa lama kau sembunyikan ini?? mengapa kau tidak pernah memberitahukan padaku?? kau anggap aku ini apa?? aku sahabatmu, jinki??” aku mencecarnya dengan berbagai macam pertanyaan.

Dia terdiam sejenak.

“ Dari mana kau tahu.. Kibum??” katanya sambil berusaha duduk.

aku melemparkan surat keterangan dokter dan beberapa resep obat yang harus ditebus ke arah jinki.

“ Ohh.. Harusnya kubakar saja kemarin..”

“ Jangan bercanda!!!” aku membentaknya lagi,

Pikiran ku sudah cukup kacau akibat kejadian dirumah Nada, dan kini ditambah penyakit Jinki.. Ya tuhaan..

“ Nada tahu tentang ini??” kemudian aku berkata padanya dengan suara yang lebih pelan.

Dia hanya menggeleng.

“ Yaaa!! Dia pacarmu!! bagaimana mungkin…”

“ Aku akan mati kibum…”

aku terdiam melihat air matanya menetes, saat mengatakan ini.

******************

JINKI POV:

“ aku akan mati kibum..”

aku merasakan sesuatau yang hangat mengalir di kedua pipiku, ahh aku laki-laki, tak seharusnya aku lemah seperti ini.

“ Dengar!! kau bisa mengikuti kemoterapy untuk mengobati penyakitmu, ataupun pengobatan alternative, atau apapun lee jinki!! semua penyakit pasti ada obatnya!!”

“ Tidak… jika ini masih stadium satu, ataupun dua, kurasa aku masih bisa bertahan , tapi ini…”

“ Mengapa sekarang kau jadi pesimis seperti itu!!! apa kau tidak berpikir tentang nada?? pikirkan perasaannya!!”

“ mengapa kau sangat perduli padanya, Kibum??”

dia sedikit terkejut ketika aku bertanya kepadanya tentang nada.

“ Dia….”

“ Tak perlu kau jelaskan aku sudah tau..” aku berkata pelan.

aku menghela nafas.. perlahan tapi pasti, kurasakan sakit di kepalaku.

“ Jinki… ini bukan seperti yang kau pikirkan, kau sahabat terbaikku, dan nada pacarmu.. aku.. aku menganggapnya sebagai… temanku.. “ matanya tak jujur saat ia berkata itu.

“ Maav, aku bertanya sesuatu yang bukan urusanku, Jinki.. mengapa tadi kau memperlakukan Nada seperti itu??” Ia berkata dengan suara yang sangat pelan.

“ aku sengaja..” kataku tak kalah pelan.

“ YAA!!! Apa kau sudah gila!! Dia pacarmu Jinki!!!!” kulihat Kibum mulai berteriak-teriak lagi.

Ya tuhan, rasa sakit ini…. kumohon Tuhan, ambil nyawaku sekarang, aku sungguh tak kuat menahan rasa sakit ini…

“ Jinki Jawab..” katanya mendesakku.

“ Aku harus melakukan nya Kibum!! Aku harus membuatnya membenci ku!! aku ingin dia pergi meninggalkanku, sebelum aku mati!! Aku tak ingin membuatnya menangis karenaku..”

“ Aku tak mengerti jinki..”

“ Kau tahu apa yang terjadi jika Nada mengetahui penyakitku ini?? Dia akan menangis Kibum… Lalu dia akan menangis jika dia tahu umurku tinggal menghitung hari.., Kemudian dia akan terus menangis di saat-saat terakhirku, juga dipemakamanku.. belum lagi jika dia…” aku terdiam sebentar, membayangkan nada menangis, membuatku makin sakit.

“ Aku tak ingin membuatnya menangis.. Aku sengaja membuatnya membenciku, aku berharap dia akan meninggalkan ku karena sikapku..”

“ Tapi kau sudah membuatnya menangis sekarang jinki, lalu apa bedanya??”

“ Aku..”

“ nada akhir-akhir ini sering menangis jinki!!! SADARKAH KAU DIA MENANGIS KARENA MU???”

“ Aku hanya ingin dia..”

“ Alasan mu tidak masuk akal..!!!” Kibum memandangku tajam.

Tuhan, mengapa harus aku yang mengalami penyakit ini..

“ Kau menyukai nya Kibum??” aku bertanya kepadanya, namun ia menghindari tatapanku.

“ TATAP MATAKU KIBUM!!!”

“ Yaaa… Maaf..”

********************

KIBUM POV:

Aku tau, tak ada celah dihati nya untuk ku.. hanya jinki yang ia cintai..

tapi rasa cintaku juga begitu besar untuk nya..

apa yang harus kulakukan..

To: PARK NADA ❤ ❤ ❤

From: Almighty KIBUM

Hai, Nada..

Bagaimana keadaanmu??

Sudah baikkan..??

Kejadian kemarin jangan terlalu dipikirkan..

Oh Ya!! Jangan lupa makan..

Smileee!!!☺☺

From: PARK NADA ❤ ❤ ❤

To: Almighty KIBUM

Aku baik-baik saja oppa, gomawo..

To: PARK NADA ❤ ❤ ❤

From: Almighty KIBUM

Ada something yang ingin ku katakan..

Aku ingin mengatakannya langsung padamu..

bisa kita ketemu??

Besok??

Mana senyumnya???

From: PARK NADA ❤ ❤ ❤

To: Almighty KIBUM

Aku tak bisa besok oppa,

kepalaku masih sakit..

Mianhae..

To: PARK NADA ❤ ❤ ❤

From: Almighty KIBUM

Masih sakit??

Kalau begitu besok aku ke rumahmu..

Bagaimana??

Kau sudah makan malam ini??

From: PARK NADA ❤ ❤ ❤

To: Almighty KIBUM

Mianhae, besok aku mau ke dokter dengan umma..

To: PARK NADA ❤ ❤ ❤

From: Almighty KIBUM

Bagaimana kalau lusa??

Tolonglah kali ini jangan menolak..T_T

Aku tunggu kamu di halte bis..

Jam 3 Sore..

Aku akan menunggumu sampai kamu datang..

Nada..

Mana senyumnya??

From: PARK NADA ❤ ❤ ❤

To: Almighty KIBUM

Aku ga janji ya oppa..

tapi ku usahakan..

☺☺☺☺☺

“ Selesai sudah” gumamku,

aku sudah berpikir matang-matang, kurasa memang inilah yang terbaik …

********************

JINKI POV:

aku termenung sambil menatap langit-langit kamarku, sekali lagi ku baca sms yang tertera di layar handphone ku.

From: KIM KIBUM

To: LEE JINKI

Hey!! ada yang ingin kukatakan penting!!!

Lusa, Jam 3, Di halte bis!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

ahh… untuk apa, kibum mengajakku bertemu?? aku sama sekali tak bisa menebak jalan pikirannya..

***************

NADA POV:

aku menyisir rambutku pelan, masih terbayang jelas kejadian 3 hari yang lalu, dimana Jinki oppa mencoba untuk….

Tidak.. Tidak.. Tidak….

Aku tak boleh memikirkan nya lagi..

Namun semakin aku berusaha untuk melupakan Jinki oppa, malah semakin sulit melenyapkan dia dari pikiranku.

Ya tuhan.. ingin sekali aku hilang ingatan…

Selalu itu yang terlintas dikepalaku, Dia tak datang saat aku menunggunya, dia bersama wanita lain, dia memaksa untuk mencium ku..

Setelah semua yang ia lakukan kepadaku, mengapa aku masih tidak dapat membencinya??

Hari ini Kibum oppa mengajakku bertemu, katanya ada yang mau dia bicarakan,

Jujur aku sedang malas keluar rumah, kepalaku masih terasa sakit karena terlalu banyak menangis, Namun lagi-lagi aku tidak dapat menolak ajakan Kibum oppa, karena selama ini ia sudah terlalu baik terhadapku.

Sudah Jam 3!!

Aku terlambat..!!!

JINKI POV :

“ Jinki hyung, Kamu sakit?? Mengapa pucat sekali wajahmu??” tanya Taemin saat aku bersiap-siap untuk pergi menemui Kibum.

“ Anni.. Wae??”

“ Hyung pucat sekali..” katanya.

“ Sudah lah, aku tidak apa-apa..” kupakai topi ku segera ku berjalan menuju halte bus.

KIBUM POV :

Sudah setengah jam aku menunggu di kafe ini, kafe di depan halte bus,  jika aku duduk disini, aku bisa melihat keadaan diluar.

Aku tak melepaskan pandangan ku dari Halte itu. sudah Jam 3 lewat 5 menit namun baik Jinki maupun Nada tak kulihat ada yang datang.

Yaa, akhirnya ini yang kulakukan..

Mempertemukan mereka berdua..

Karena aku tau, tidak ada tempat untukku di hati Nada, hatinya telah terisi penuh oleh Jinki, begitu juga dengan Jinki, Ia melakukan ini semua karena ia sangat mencintai Nada.

Ia mencintai Nada melebihi siapapun, termasuk aku.

Sakit memang, Tapi memang begitulah cinta.. tak pernah ada tempat untuk orang ketiga..

Aku bahagia jika Nada bahagia, Aku pun bahagia jika melihat sahabatku bahagia..

Jadi, tak ada alasan untuk bersedih bukan??

Kulihat seorang laki-laki sedang berdiri di halte bus, memakai sweater putih dan topi, Tapi apakah benar itu jinki?? Mengapa ia sangat kurus sekali?? tiga hari yang lalu badannya tak sekurus ini..

Dan diseberang jalan kulihat Nada dengan baju terusan warna putih, aku tersenyum memandangnya, ia sungguh kelihatan seperti malaikat, cantik sekali, meskipun mukanya masih agak pucat.

Hey,, aku baru sadar kalau Jinki dan Nada sama-sama memakai baju warna putih??

Apa mereka janjian?? aku tak bisa menahan senyumku..

Suatu saat mereka harus berterima kasih kepadaku,

Pelan tapi pasti kulihat Nada melangkah ke arah Jinki.

**************

JINKI POV:

Aku tak percaya melihat sosok di depan ku.

Nada??

Mengapa ia disini?? Kibum kah yang menyuruhnya..

Ya tuhan.. Ia sangat kurus, dan pucat..

Oh Tidak.. Dia berjalan kearahku..

“ TIN..TIN..TIIIIIINNNNN!!!!”

aku melihat kearah sumber suara, ternyata ada truk besar dengan kecepatan tinggi melintas,

aku melihat Nada, Ia memakai earphone!!! Ia tidak mendengar suara klakson!!!

“ NADA!!!!!!!”

Aku berteriak, dan segera berlari kearahnya..

“ TIN.. TIN..TIIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNNNNN..!!!!!”

***************

KIBUM POV :

Aku menyeruput kopi ku, hampir saja aku tersedak ketika ada truk besar melintas dengan kecepatan tinggi ke arah Nada.

Yaa Tuhan… “ NADAA!!” aku berteriak dari dalam kafe, kopi yang ku minum terjatuh ke lantai,

Sedetik kemudian kulihat Jinki berlari kearah Nada. Namun truk itu mengurangi kecepatannya.

“ TIN.. TIN.. TTIIIIIIIIIIIIIIIINNNNNN..!!!!”

“ TIDAAAAKKK” Aku berteriak.

aku tidak dapat mempercayai pengelihatanku, Truk itu menabrak seseorang!!!

seseorang berbaju putih, aku tidak tahu jelas Jinki atau Nada, Karena mereka berdua mengenakan baju putih.

orang-orang segera mengerumuni mereka.

Aku berlari keluar kafe tersebut, dan menyeruak diantara kerumunan orang-orang yang mengelilingi Jinki dan Nada.

Lututku lemas melihat pemandangan di hadapanku,

****************

Kulihat Jinki sedang memeluk Nada yang bersimbah darah, ia menangis dan berteriak-teriak .

“ TOLONG!! PANGGIL AMBULANS!!”

baru kali ini aku melihatnya berteriak-teriak seperti orang gila.

“ NADA!!! BERTAHANLAH, KUMOHON” ia menyandarkan kepala Nada di bahunya, dan terus memeluknya.

“ NADA.. Kumohon jangan tinggalkan aku..” katanya sambil terisak.

“ Jinki..” aku memanggilnya dan menepuk bahunya pelan, namun ia mengacuhkan ku, ia terus menyebut nama Nada.

Kulihat mata nada perlahan-lahan mulai menutup.

*****************

JINKI POV:

“ ANDWAEE!!!!” aku berteriak kencang saat kulihat ia terkapar di jalanan, baju terusan putihnya kini berwarna merah akibat darah yang keluar dari tubuhnya.

aku segera memeluknya dan menyandarkannya dibahuku,

Yaaa Tuhaaaaan tolong jangan ambil dia..

“ TOLONG!! PANGGIL AMBULANS!!” aku berteriak-teriak entah kepada siapa.

kulihat matanya masih terbuka, dia masih bisa diselamatkan.

“ NADA!!! BERTAHANLAH, KUMOHON” aku memegang erat kepalanya,

kudengar teriakan ku berubah menjadi isakkan, namun aku tak peduli, aku harus membuatnya tetap sadar.

“Nada.. Jagia.. tolong jangan pergi, kumohon.. aku minta maaf.. aku minta maaf.. aku minta maaf, ku mohon jangan tinggalkan aku seperti ini.. Nada.. jagia, aku membutuhkan mu.. aku membutuhkan mu.. kumohon jangan tinggalkan aku…”

aku terus membisikkan kata-kata ditelinganya.

Yaaa Tuhaaaaan, tolong jangan ambil diaa…

Kulihat matanya perlahan mulai menutup.

“ ANDWAEEEEE!!!!!”

******************

KIBUM POV:

Aku ikut dengan Jinki saat ambulans datang, didalam ambulans, jinki tak henti-hentinya menangis dan membisikkan kata-kata ditelinga Nada.

aku memanjatkan doa berkali-kali, berharap Nada bisa bertahan, berharap dia bisa selamat..

Aku yang salah!!

Harusnya aku tak memaksanya untuk bertemu hari ini!!

Aku memang bodoh!!

Aku berharap akulah yang berada di posisi Nada sekarang!!

“ Maaf, sebentar lagi sampai..” suara seorang petugas menyadarkan ku dari lamunanku.

“ Jinki, Lepaskan nada sebentar, sudah hampir sampai..” aku berkata pelan.

Ia tidak mendengarku, ia tetap memeluk Nada erat

“ Jinki.. sudah hampir sampai..” aku menggoyang-goyang kan badan nya.

Namun ia tak berggerak,

Petugas ambulans membuka pintu, ia menarik tempat tidur Nada dari dalam mobil.

“ Jinki.. Bangun..”

aku mengguncang-guncang kan tubuh Jinki,

Tiba-tiba jinki terjatuh, hidungnya berdarah.

*****************

Nada dan Jinki.. Keduanya berada di ruang UGD, aku hanya bisa melihat keduanya dari kaca besar.

Kulihat selang-selang mulai dipasang di tubuh Nada, alat pacu jantung,alat bantu pernafasan, infuse, transfusi darah, entah apalagi yang mereka pasangkan disana.

Sedang kan jinki hanya alat bantu pernafasan saja yang dipasang ditubuhnya.

Kini beberapa dokter mengelilingi nada, Mereka memegang dua buah alat untuk mengejutkan jantung. mereka menempelkan alat itu di dada nada,

satu kali, dua kali.. tiga kali… empat kali….

Para dokter itu menyerah..

“ Andwae.. Tuhan tolong jangan ambil dia…. “ aku berbisik, kurasakan airmataku jatuh.

Kulihat alat yang menunjukkan detak jantung nada hanya beripa garis hijau.

aku terus mengucap doa, berharap ada keajaiban yang bisa membuat jantung Nada kembali berdetak..

Tiba-tiba kulihat dokter melakukan hal yang sama pada Jinki..

Satu kali… Dua kali… Tiga kali.. empat kali….

*******************

JINKI POV :

Kulihat seorang gadis bergaun putih sedang mengatupkan kedua tangan diwajahnya, terdengar isakan kecil dari bibirnya.

aku menghampirinya,

“ Hey..” aku menepuk lembut bahunya, namun ia menangis lebih keras.

“ Hey.. Jangan menangis..” aku berkata padanya,

Perlahan ia membuka kedua tangan nya..

“ Jinki oppa….” ia langsung memelukku erat.

“ Hhuuussshhh.. cup.. cup..” aku mengusap rambutnya.

“ Jinki oppa…” ia terus memelukku tanpa menghentikan tangisannya.

“ Jagiaa, mengapa kau menangis??” aku mengusap air matanya.

“ Oppa.. aku takut.. aku sendirian.. aku tak tau ini tempat apa…aku takut oppa…” katanya sambil sesenggukan.

aku tersenyum, ini memang bukan tempatnya.

“ Oppa.. kau akan menemaniku kan disini?? berjanjilah jangan pergi kemana-mana..” ucapnya manja.

aku mengangkat dagunya dengan tangan ku, dan mengecup lembut keningnya.

“ Nada, Disini bukan tempatmu, pulanglah..” aku berbisik ditelinganya.

“ Pulang?? dengan oppa??

“ Tidak dengan ku,,”

“ tapi aku tidak mau kalau tidak dengan oppa”

“ Nada, waktuku sudah habis, sedangkan kau masih punya banyak waktu.. bahagiakan lah orang-orang yang mencintaimu, ku mohon tetaplah hidup untukku..”

“ Oppa….” kulihat matanya kembali berkaca-kaca.

“ Nada.. Satu hal yang harus kamu tahu, aku sungguh-sungguh sangat mencintaimu, walaupun aku tak bisa terus disampingmu, tapi aku akan terus menjagamu dari sini..”

“ Oppa..”

“ sstttt… jangan menangis, , , hatiku sakit melihatmu menangis… Nada, kau harus kembali..”

Perlahan aku mengecup bibirnya, pelan dan dalam…

“ saranghae..”

***************

KIBUM POV:

Nada sedikit-sedikit mulai membuka matanya, aku mengeratkan genggaman ditanganku, kulihat air matanya jatuh..

“ Kamu sudah bangun Nada,” aku berbisik pelan.

namun ia hanya tersenyum memandangku.

Suatu keajaiban, ketika dokter menyatakan detak jantung nada muncul lagi, dan semakin lama kondisi Nada semakain stabil.

“ mengapa menangis Nada??” kataku sambil mengusap air matanya.

“ Jinki oppa…” katanya sendu.

“ Nada,, jangan menangis…” aku menggenggam erat tangan nya.

mencoba menceritakan padanya apa yang terjadi.

*********************

tiga bulan bulan kemudian:

“ Oppa.. Jangan meletakkan gula halus diatas strawberrynya.. selainya sudah cukup manis..” kata Nada kepada ku.

“ Tapi aku suka makanan manis, bagaimana dong..” Kataku meledeknya.

ia memandangku dan tersenyum,

ini saat yang tepat untukku mengutarakan isi hatiku.

“ Nada..”

“ Ya oppa…” katanya sambil menaburkan gula halus diatas buah strawberry segar.

“ Saranghae..” bisikku lembut, sambil terus menatap mata indahnya.

FIN

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^.^

I Don’t Mean To (Let’s Not edited) – [1.2]

Tittle               : I Don’t Mean To (tadi ada kekurangan POV ternyata, dan setelah lengkap sepertinya judul ini lumayan cocok.. kekeke)

Author           : Wiga

Rating             : PG 15

Cast                  : Lee Jinki, Kim Kibum, Park Nada

Annyeong.. kali ini saya mengeluarkan ff geje yang terbaru.. untuk yang berusia dibawah 15 tahun bacanya harus didampingi orang tua ya.. hehehe…

Oia, berhubung saya tidak bisa menemukan judul yang pas untuk ff ini, maukah para reader setia SF3SI memberi masukan tentang judul yang tepat untuk ff ini??

Hihihii…. Gomawo.. Happi reading.. ^^

KIBUM POV:

“Jagia.. Kenalkan ini Kibum.. teman ku..”

Gadis itu..

matanya terlihat sembab seperti habis menangis dan saat tersenyum seperti agak dipaksakan. padahal jika tersenyum dia cukup manis dimataku.

“ Annyeong haseyo, My name is Kim Kibum.. Nice to meet you” aku menyapanya.

“Annyeong, I’m Park Nada.. Nice to meet you too Kibum ssi” ucapnya pelan sambil menunduk, matanya menghindari tatapanku.

“ Kibum,  Nada ini pacarku.. manis kan?? hehe.. Jagia, ini Kibum teman SMP ku yang pernah ku ceritakan padamu.. dia baru kembali dari amerika..” kata Lee Jinki sahabatku, ia berusaha mencairkan suasana.

aku melihatnya tersenyum, entah kenapa dadaku bergetar.

*************

Seminggu kemudian aku melihat Nada sedang berjalan disebuah pertokoan, karena penasaran aku menghampirinya,

“ Hiii Nada…!!! Still remember me??” aku menyapanya

“ Ohh.. Hii.. Kibum ssi”  dia menjawab pelan.

“ kamu sedang apa disini..? Jinki mana??”

“ ooh, aku sedang mencari sesuatu Kibum ssi..” jawabnya, aku baru sadar kalau ia mempunyai mata yang sangat indah.

“ Heeyy, Just call me Kibum, OK.. jangan gunakan ssi kepadaku, itu terlalu formal.. By the way kamu sedang mencari apa ??” kini aku tidak bisa melepaskan tatapan ku dari matanya.

“ Kado untuk Jinki Oppa, minggu depan ia berulang tahun..” jawabnya.

“ oohh. cool.. aku juga ingin mencari sesuatu disini, kau mau menemaniku??”

tentu saja aku berbohong.. aku hanya ingin berlama-lama dengan nya, ku lihat ia menunduk, agak ragu, namun akhirnya ia mengangguk.

Walaupun singkat, berjalan bersamanya sungguh menyenangkan,ia banyak tertawa saat menceritakan tentang Jinki, saat aku menyadari beberapa kali saat ia menyebut nama Jinki, matanya selalu berbinar.

Tidak.. Aku tidak boleh menyukainya!! Ia pacar sahabatku!!

**************

Hari ini aku mencoba menelpon Nada, aku mendapatkan no tlpnya dari Jinki, tentu saja. Aku heran Jinki dengan mudah memberikan no tlp pacar nya kepadaku tanpa bertanya macam-macam.

“ Annyeong Haseyo..” terdengar suara lembut yang menjawab panggilanku

“ Annyeong.. May I speak with Nada??”

“ Yes This is Nada’s speaking..”

“ Haay Nada…!!!! it’s Me Kibum…”

Hampir 15 menit aku mengobrol dengan nya, suaranya ketika ditelepon begitu… aaahhhh.. aku tidak bisa menggambarkannya, yang aku tahu aku merasa sangat senang setelah mendengar suaranya.

***************

Malam ini aku tidak bisa tidur, dan aku bosan dirumah, aku memutuskan untuk berjalan-jalan di taman. aku melihat sosok yang tidak asing dimataku,

Nada…. Ia menangis sendirian..

Haruskah aku menghampiri nya??

Yaa.. Kurasa aku harus menghampirinya.

“ Nada….” aku menepuk lembut bahunya dan menyapanya pelan.

“ Kibum Oppa..” ia terlihat terkejut, lalu cepat-cepat menghapus air matanya, dan menunduk.

Segera aku duduk disampingnya.

“ Kamu tidak apa-apa Nada?? Mengapa kamu menangis?” tanya ku.

“ Tidak apa-apa oppa..mataku kemasukkan debu jadi terlihat seperti menangis ,oppa..” jawabnya perlahan, namun wajahnya masih menunduk.

“ Jinki mana??” aku bertanya padanya

dia menunduk, agak lama terdiam namun akhirnya menjawab.

“ Mmmm, aku tak tau oppa, aku mmmm… aku tak tau..”

“ Kamu sendirian?? Malam-malam begini??”

Dia tidak menjawab, hanya menunduk, kulihat tangan nya sedikit bergetar,

Segera ku lepaskan jaketku dan langsung ku selimuti punggungnya.

“ Oppa..”

“ Jangan menolak, aku tak ingin kamu sakit.. kamu masih tak mau cerita kepadaku, mengapa kau menangis, Nada??”  aku kembali bertanya kepadanya, Namun ia hanya terus menunduk.

aku tidak memaksanya untuk bercerita, karena aku tidak mau ikut campur tentang masalahnya.

Aku duduk menemaninya sebentar, lalu ia berkata bahwa dia ingin pulang. aku menawarkan untuk mengantarkan nya sampai rumah, namun ia menolaknya.

********************

Dirumah, aku terus memikirkan nya.. aku berusaha mengalihkan pikiranku darinya, namun tetap tidak bisa, aku sadar, aku menyukainya, aku menyukai pacar sahabatku sendiri.. AAIISSSSHHH.. jika sudah begini apa yang harus ku lakukan??

harus kah aku memilih??

Persahabatan ku dengan jinki, atau memperjuangkan cintaku dengan Nada.?

God, Please help me..

Aku tergoda untuk menelponnya, menanyakan keadaanya.

“ Annyeong haseyo..”

“ Annyeong.. Ini aku Kibum..”

“ Oh.. Kibum oppa.. ada apa??”

“ mmmm, tidak apa-apa, kamu belum tidur ??”

“ Oh, sebentar lagi oppa, ini juga sudah mengantuk..” Dia menjawab jujur

“ mmm, tadi kenapa menangis, Nada…” aku mengulur waktu, aku sungguh masih ingin mendengar suaranya.

“ Gwencana.. aku hanya kelilipan oppa,” setelah itu ku dengar ia menguap.

“ OOhh.. Ok.. Kamu benar-benar sudah mau tidur ?” tanya ku kemudian

“ iya oppa.. mianhae..”

“ OK.. Gwencana.. Good Nite Nada..”

********************

Seminggu ini, sepertinya Nada menghindari ku, ia tidak pernah mengangkat tlp ku, dan jika aku sms ia tidak pernah membalasnya. ahh.. dia benar-benar membuatku serba salah.

*********************

Hari ini aku ingin membeli sesuatu untuk ummaku, karena lusa ia berulang tahun. aku memutuskan untuk mencarinya di mall tempat dulu aku berbelanja dengan Nada.

Entah karena kebetulan, ataukah ini rencana Tuhan, tiba-tiba ada seorang gadis menabrakku.

ternyata Nada, ia menangis.. Wajah nya merah dan basah karena air mata.

“ Mianhae..” katanya cepat tanpa memandangku, kemudian ia berlari ke arah pintu keluar.

refleks aku mengejarnya, aku menahan tangan nya..

“ NADAA… TUNGGU!! Heeyy…. Kamu kenapa..??”

ia terkejut saat menyadari ku memegang lengan nya.

“ Kamu kenapa.. Mengapa kamu menangis ??” tanya ku kepadanya.

Namun ia hanya menunduk dan menggeleng. ia terlihat sangat cantik dengan wajah memerah seperti ini.

“ Siapa yang membuatmu menangis..?” aku bertanya sekali lagi kepadanya.

lagi-lagi ia hanya menggeleng pelan, namun kini air matanya tumpah.

tanpa bertanya padanya, aku segera merangkulnya dan membanya ke mobil ku.

“Kenapa kau menangis??” tanya ku setelah berada di dalam mobil.

kulihat ia menunduk, bibirnya bergetar, ia berusaha mengucapkan sesuatu namun sepertinya ditahannya.

“ aku ,,,” hanya itu yang dapat ia katakan, kemudian ia mulai menangis, bahunya bergetar.

Oh Tuhaann.. ingin sekali aku memeluknya, menenangkannya.. hatiku sakit, saat melihatnya menangis seperti ini.

“ Nada…” hanya itu yang terucap dari bibirku.

Perlahan tangan ku menggenggamnya,,

“ Jangan menangis.. semua akan baik-baik saja..” kata ku pelan..

*********************

Aku benar-benar penasaran, apa yang terjadi pada Nada, mengapa ia menangis seperti itu, aku sudah bertanya padanya, namun ia tidak menjawab.. ia hanya menggelengkan kepalanya.

Semakin aku mendesaknya, semakin ia tak mau berbicara.

Karena Jinki kah ia menangis?? atau karena sesuatu yang lain..

Ya Tuhaaann.. mengapa hanya Nada yang ada di kepalaku saat ini..

Nada.. Nada.. Nada..

Aku mencintainya..

Aku mencintainya dari pertama kali aku melihatnya, aku tau ini salah, karena bagaimana pun juga ia adalah pacar sahabatku, namun perasaan ku ini tak bisa ku kendalikan,

Ku tetapkan untuk menyampaikan perasaan ku padanya.

*********************

Hari ini jinki mengajakku untuk battle PS dirumahnya, namun begitu aku ke rumahnya jinki tak ada disana, adik nya Lee Taemin bilang jika ia ke rumah Nada, mungkin Jinki ingin battle di rumah pacarnya, segera aku meluncur ke rumah Nada.

Sesampainya dirumah Nada, kulihat mobil Jinki ada di depan rumahnya, segera ku parkir mobilku dibelakang mobil Jinki.

ketika aku mengetuk pintu, kudengar samar-samar Nada berteriak.

“ Jangaaan Oppaa….”

“ Toloooonng “

Segera aku berlari masuk kedalam rumahnya, namun sial.. pintu rumahnya terkunci..

“ Kumohon Jangaaaann….” terdengar teriakan nya lagi.

Ya Tuhan..! apa yang terjadi di dalam?? mengapa Nada menangis dan berteriak?? aku sangat khawatir ia kenapa-kenapa.

Aku berusaha membuka paksa pintunya, kutendang sekuat tenaga.. aku menggunakan seluruh tubuh ku untuk mendobraknya..

BRAAAKKKK….

Akhirnya pintu berhasil terbuka, kulihat Nada tergeletak di lantai dan Jinki berada diatasnya , tangan Jinki memegang kedua tangan Nada, berusaha mencium nya sedangkan Nada menangis dan memberontak.

Tanpa berpikir panjang aku segera berlari ke arah mereka.

Kutarik Jinki, dan dengan sekuat tenaga aku melayangkan tinjuku ke rahangnya,

“BBUUKKK”

Aku tidak bisa menahan emosiku melihat Nada diperlakukan seperti itu, sekali lagi aku melayangkan tinjuku kearahnya.

“ APA YANG KAU LAKUKAN, BASTARD!! “ teriak ku kencang.

namun Jinki hanya menunduk, ia bahkan tidak melawanku, aku memukulnya lagi, kali ini ke arah perutnya.

“ BUUUKK”

Aku meraih kerah bajunya, dan ku tarik Jinki ke arah ku.

“ DENGAR!! AKU BERSUMPAH!! AKU BERSUMPAH AKAN MEMBUNUH MU JIKA SESUATU TERJADI PADANYA, LEE JINKI “

aku tak tau apa yang terjadi dengan ku sampai aku berteriak seperti itu pada sahabatku, kemudian aku menariknya keluar dari rumah Nada, dan saat Jinki keluar, aku segera mengunci pintunya.

aku berjalan perlahan ke sudut ruangan, kulihat Nada menangis disana. ia duduk dan kedua tangan nya menutupi wajahnya.

aku berlutut disebelahnya dan memeluknya erat. tubuhnya bergetar hebat, aku mengelus kepalanya, berusaha untuk menenangkannya.

“ Nada.. jangan menangis.” bisikku perlahan ditelinganya.

Namun ia terus menangis…

“ Jinki sudah pergi..” bisikku lagi, sambil mengeratkan pelukan ku.

Yaaa.. Tuhan.. mengapa hati ku sakit sekali…

aku tak bisa melihatnya menangis seperti ini.. apapun akan kulakukan, agar dia tidak menangis..

“ Nada.. Kumohon, jangan menangis, ..” aku mendekatkan wajahku kepadanya, dia hanya menggeleng perlahan.

aku mencoba untuk melepaskan tangan yang menutupi mukanya, awalnya dia bergeming, namun setelah ku bisikkan bahwa semua akan baik-baik saja, akhirnya ia melepaskan tangan yang menutupi wajahnya.

“ Oppa….” ia berbisik.

“ aku takut..”

aku tak tau harus berkata apa-apa lagi..aku memeluknya, menyandarkan kepalanya di dada ku, dan mengusap lembut bahunya.

tak lama kemudian ia tertidur dipelukan ku.

****************

aku membaringkan nya di sofa, wajahnya merah dan sembab karena terlalu lama menangis.

Mengapa Jinki tega memperlakukan Nada seperti ini??

Apa yang ada di otaknya?

Harusnya Ia melindunginya, bukan membuatnya menangis..

aku tak tahan lagi, aku harus segera mencari Jinki,

aku akan membuat perhitungan dengan nya!!!!

****************

NADA POV :

Hari ini aku diajak pacarku, Lee Jinki, untuk menjemput teman nya yang baru pulang dari Amerika, kulihat Jinki oppa agak pucat, kupegang dahinya “ Oppa.. wajahmu pucat sekali..” . Namun ia menepis tangan ku kasar .

“ Yaa!! Lepaskan tanganmu!! aku malu dilihat orang!!” ia membentakku.

“ Oppa.. mengapa kau membentakku seperti itu??” aku berkata pelan, aku sungguh terkejut ia berkata sekasar itu padaku, padahal selama 3 tahun kita berpacaran, tak pernah sekalipun ia membentakku..

“ Oppa, aku ke toilet dulu..” aku berlari ke arah toilet, karena aku tak bisa lagi menahan air mataku, Aku berharap Jinki oppa akan mengejarku. Namun ternyata tidak.

Aku menangis di toilet, hatiku sungguh sakit.

Sekitar 10 menitan, aku keluar dari toilet, kulihat Jinki oppa berjalan kearahku bersama seseorang yang tidak ku kenal.

“Jagia.. Kenalkan ini Kibum.. teman ku..” kata Jinki oppa kepadaku, bersikap seolah-olah tidak ada apa-apa.

“ Annyeong haseyo My name is Kim Kibum.. Nice to meet you”.

“ Annyeong, I’m Nada.. Nice to meet you too Kibum ssi” ucapku pelan.

****************

Minggu depan Jinki Oppa berulang tahun, aku berencana untuk memberinya kejutan kecil. Aku berkeliling di suatu mall untuk mencari Jam tangan. Jam tangan Casio model terbaru, memang jam itu sangat mahal, dan aku harus menguras hampir seluruh tabunganku hanya untuk membeli jam tangan ini. T_T.

“ Hiii Nada…!!! Still remember me??” Terdengar suara orang memanggilku

“ Ohh.. Hii.. Kibum ssi”  Ternyata KimKibum teman nya Jinki Oppa.

“ kamu sedang apa disini..? Jinki mana??” Tanyanya.

“ ooh, aku sedang mencari sesuatu Kibum ssi..” aku menjawabnya,

“ Heeyy, Just call me Kibum, OK.. jangan gunakan ssi kepadaku, itu terlalu formal.. By the way kamu sedang mencari apa ??” Katanya Ramah

“ Kado untuk Jinki Oppa, minggu depan ia berulang tahun..” aku menjelaskan.

“ oohh. cool.. aku juga ingin mencari sesuatu disini, kau mau menemaniku??”

Aku terdiam sejenak, sebenarnya aku ingin sendirian saat ini, namun aku tak bisa menolak permintaan Kibum oppa, karena Kibum oppa, adalah sahabat Jinki oppa..

Namun akhirnya aku menganggukan kepala ku tanda setuju,

Sejujurnya aku sangat risih berjalan dengan nya, karena aku belum pernah berjalan berdua dengan laki-laki selain Jinki oppa..

****************

Hari yang kutunggu-tunggu tiba juga,

Aku berencana membuat strawberry chesse cake kesukaaan Jinki oppa. Pagi-pagi sekali aku berbelanja ke supermarket, mencari buah strawberry segar. setelah mendapatkan semua bahan-bahan yang ku butuhkan, aku cepat-cepat pulang ke rumah.

“ Ooohh.. Sudah jam 11 siang.. “ aku menggerutu, waktuku tak banyak.

aku segera mencuci tangan dan mulai membuat chesse cake.

Aku mengocok telur, gula, susu, vanilla, dalam satu wadah dengan mikser, setelah mengembang, kutambahkan mentega cair, chesse cream dan terigu yang sudah ku ayak.

kutuangkan ke loyang berbentuk hati, setelah itu ku masukkan kedalam oven yang telah ku set 170° selama 45 menit.

Tak terasa sudah jam 2 siang, kini aku mulai untuk menghias cake tersebut, aku mengoleskan banyak whipped cream di seluruh bagian cake, karena aku tau jinki oppa sangat suka cake yang banyak creamnya. kemudian kutata potongan strawberry segar diatasnya, tak lupa ku oleskan selai keseluruh permukaan strawberry agar mengkilap.

“ Perfect” seruku mantap

From : PARK NADA

To : DE_LIEFSTE

“ Dear, Jinki Oppa..

Sudah 1 minggu kita tak bertemu,

Apa kau merindukan ku Oppa..??

=)

Oppa, kutunggu kau di taman, tempat kita biasa bertemu,

Jam 5 sore, jangan telat ya..

I Miss You..

^^”

Aku dengan cepat mengetikkan sms nya, kemudian aku bergegas mandi.

****************

Jam 5 kurang 30 menit, aku sudah sampai di taman, kotak pink yang berisi cake kuletakkan di sebelahku, sedangkan jam tangan casio masih tersimpan di tasku.

aku sengaja memakai baju terusan warna ungu yang ku kenakan sewaktu kencan pertamaku dengan jinki oppa.

sudah jam 5 pas, aku merapikan rambutku dan tak lupa tersenyum, pasti sebentar lagi jinki oppa datang.

5 menit, 30 menit, 1 jam, 2 jam, 3 jam..

Tak terasa sekarang sudah jam 10 malam dan aku masih disini, sendirian menunggu jinki oppa, kulihat handphone ku tak ada satu pun pesan dari nya, ku tlp handphonenya, namun tidak aktif, ku tlp rumahnya adiknya Lee Taemin bilang ia pergi dari jam setengah 5 sore.

Perasaanku campur aduk, kesal, marah sedih, khawatir, takut, bingung, semua bercampur jadi satu, aku menutup kedua wajahku dengan telapak tangan dan mulai menangis.

Aku harus bagaimana?? God.. Please help me..

“ Nada..”

seseorang menepuk bahu ku lembut, aku sunguh berharap yang datang adalah jinki oppa, namun ternyata aku salah, yang datang adalah Kibum oppa.

*****************

Saat kubuka mataku ku lihat jinki oppa duduk di samping tempat tidurku.

“ Kau sudah bangun Nada..”  Katanya pelan.

“ Jinki oppa..” aku terkejut, melihat ia ada disampingku, aku berusaha duduk, namun kepalaku berat sekali.

“ Sudah.. Kamu tidur saja,, jangan dipaksakan duduk jika tak bisa..” kata Jinki oppa menahan ku agar aku tidak bangun.

“ kenapa oppa ada disini..” bisikku.

“ Umma mu menelpon, katanya kau sakit, sampai jam 3 sore belum bangun-bangun, ia bertanya padaku kemarin kita habis dari mana, mengapa kau pulang nya sangat larut..”

“ Memang sekarang jam berapa oppa..?” aku bertanya padanya.

“ jam 5 sore” ia menjawab singkat.

Entah ini perasaan ku saja atau memang benar kurasa sikap jinki oppa terhadapku sangat berbeda sekarang, sepertinya ia sangat dingin.

5 bulan lalu saat aku sakit seperti ini, Jinki oppa kelihatan sangat khawatir, sebentar-sebentar dia menanyakan keadaanku, apakah aku lapar? apakah aku haus? apakah aku pusing? atau apapun tentang keadaan ku.

tak terasa air mataku menetes.

“ Mengapa kau menangis Nada?” tanya nya, tangan kanan nya mengusap air mataku.

“ Oppa.. aku menunggu mu sampai jam sepuluh malam, mengapa kau tidak datang??” aku berkata sambil terisak.

Perlahan Jinki oppa mengelus kepalaku,

“ Mianhae, aku ketiduran dari sore, aku terbangun jam 9 malam  kemudian membaca sms mu, kupikir jam segitu pasti kau sudah pulang”

aku terdiam, mengapa berbeda sekali dengan apa yang taemin katakan? taemin bilang dari jam setengah 5 jinki oppa pergi, namun sekarang jinki oppa bilang, ia ketiduran.

Yaa Tuhaann.. siapa yang harus ku percaya..?

“ Mengapa kau tidak menelponku saat kau membaca sms dari ku oppa..” aku bertanya padanya.

sesaat ia terdiam.

“ Aku lupa.. Mianhae..” katanya pelan.

“ Kau percaya padaku kan Nada..?” ia melanjutkan.

aku mengangguk, ya.. bagaimanapun juga ia pacarku, aku harus percaya padanya..

******************

Hari ini aku sangat bosan dirumah, tak ada yang bisa ku kerjakan, iseng-iseng aku menelpon ke rumah Jinki oppa, aku ingin mengajaknya keluar jalan-jalan.

“ Annyeong haseyo..” terdengar suara imut Taemin.

“ Annyeong Taemin, Ini Nada Nuna.. Jinki oppa ada??” kata ku

“ Nada Nuna.. Bukan kah hyung pergi dengan mu, Nuna?? barusan ia pergi dengan mobilnya, katanya akan menjemputmu, kalau tidak salah dengar kalian akan pergi ke mall kan??” jelas Taemin panjang lebar.

otak ku berpikir keras, jinki pergi?? tapi tadi malam saat ia menelponku ia berkata bahwa hari ini dia tidak kemana-mana.

“ Nuna, kau masih disana..?” tanya taemin kemudian

“ Ohh yaa, yaa Taeminie.. Nuna lupa hari ini nuna ada janji dengan hyung mu.. ok Nuna tutup ya tlpnya.. daaaaa teminie…”

aku buru-buru mengganti baju rumahku dengan celana jeans, dan kemeja kotak2 merah favoriteku, berlari ke arah halte bus.

*****************

Sampai di mall, aku hanya berputar-putar sambil mencari-cari sosok Jinki oppa.

Tak ku temukan dimana pun. aku sangat lelah berputar-putar, ku langkah kan kaki ku menuju toko buku, ku lihat seseorang yang mirip jinki oppa dari belakang, ia menghampiri seorang wanita dan merangkulnya.

aku sungguh penasaran, ku dekati mereka, kira-kira tiga langkah dibelakangnya aku berucap. “ Jinki Oppa..”

Mereka berdua membalikkan badan, dalam hati aku terus berharap kalau itu bukan jinki oppa.

“ Nada..” jinki oppa terlihat kaget dan buru-buru melepaskan rangkulan nya dari wanita itu.

“ Jagia, siapa dia??” Wanita itu berkata manja sambil tersenyum kepadaku.

Aku tidak tahan lagi, aku segera berbalik, dan berlari, aku tak perduli orang-orang melihatku menangis.

Yaaa Tuhaan.. Hati ku sungguh sakit, Jinki oppa bahkan tidak mengejarku untuk memberikan penjelasan.

BRRUKKK..

Aku menabrak seseorang, Namun pikiran ku begitu kacau, aku meminta maaf  tanpa melihat kearahnya.

“ NADAA… TUNGGU!! Heeyy…. Kamu kenapa..??”

aku mendengar seseorang memanggil namaku, namun itu bukan suara Jinki oppa.

Kemudian ada yang memegang kuat lengan ku, ternyata Kibum oppa.

Ia merangkulku, dan membawaku ke mobilnya, disana ia menenangkan ku.

dan akhirnya mengantarku pulang.

****************

Sudah seminggu ini aku tidak bertemu jinki oppa, tidak mengangkat tlpnya atau pun membalas sms nya. entah bagaimana hubungan kita selanjutnya, aku tak tau..

hari ini umma, dan appa ku pergi menengok nenekku yang sedang sakit, mungkin mereka menginap disana, karena rumah nenekku jauh sekali,, seharian ini aku hanya tidur-tiduran disofa dan menonton tivi,,

Ring.. Ding..Dong..

terdengar bunyi dering sms di hp ku. dengan malas aku membacanya.

From: ..DE_LIEFSTE..

To: PARK NADA

“ Nada, aku sudah di depan.

Buka pintunya,

Kita harus bicara”

Jinki oppa di depan rumah?? aku buru-buru terbangun, benarkah jinki oppa ada di depan rumahku, rasanya aku tak percaya.

“ TOK.. TOK.. TOK..”

Perlahan aku menuju ke pintu, dan membukakan nya.

“ Nada..”

Yaa.. Tuhan.. ingin sekali aku memeluknya erat, aku sungguh sangat merindukannya.

“ Ada apa oppa..” aku berkata pelan sambil mempersilahkan dia masuk.

Jinki oppa masuk dan kemudian menutup pintu.

“ Aku ingin kita putus, Nada” katanya pelan.

lututku terasa lemas mendengar kata-kata itu dari mulutnya.

“ Ke Kenapa oppa..” aku berusaha bicara.

“Karena ku rasa, aku sudah mmm.. maksudku, kita sudah tak ada kecocokan lagi” katanya enteng.

Sebegitu gampangnya kah dia mengucap kata putus?? apakah dia tidak berpikir bagaimana perasaan ku saat dia bilang ini semua?? Yaa Tuhan.. Aku mau Jinki Oppa yang dulu, bukan Jinki oppa yang seperti ini..

“ Itukah sebabnya sebulan ini kau menghindariku oppa, kau sering mematikan hp mu, jarang  membalas smsku, kau tak datang ke taman saat aku bilang aku menunggumu, bahkan kau tidak pernah memanggilku jagia lagi..” aku terisak mengatakan semuanya.

“ Dimana salah ku oppa..” aku menutup kedua wajahku dengan tangan ku.

Kurasakan jinki oppa memelukku, namun aku menolaknya.

“ Nada..” ia berbisik ditelingaku.

aku mendorong tubuhnya, namun pelukan nya begitu erat.

“ Nada.. Kau mencintaiku kan..??” bisiknya ditelingaku, bibirnya mulai mengarah ke bibirku.

“ Oppa lepaskan!!” Jeritku sambil mendorong tubuhnya.

ketika pelukannya terlepas, aku segera berlari kearah pintu, Namun ia meraihku lebih cepat, dengan satu tangan nya ia menarikku ke arahnya, dan tangan yang satunya lagi mengunci pintunya.

“ Oppa.. Lepas!!!! Oppa mau apa??” aku dengan sekuat tenaga berontak namun tenaganya lebih kuat.

“ TOLONGG…” aku berteriak sambil menangis, aku sangat ketakutan,

Yaa tuhann, tolong aku!!

Kurasakan seseorang menarik Jinki oppa, aku tak tau siapa dia, aku segera merangkak ke sudut ruangan, aku benar-benar sangat takut, lutut ku gemetar, aku menutupi kedua wajahku dengan tangan, dan menangis sepuasnya.

Tak lama kemudian, ada seseorang yang datang dan memelukku,

“ Nada.. jangan menangis.” bisiknya  perlahan.

Aku mengenal suaranya, itu suara Kibum oppa.

Namun aku tak bisa mengendalikan emosi ku, aku takut, aku kecewa, aku marah, aku ingin mati saja rasanya.

“ Jinki sudah pergi..” bisiknya lembut, kurasakan pelukan nya begitu hangat.

“ Nada.. Kumohon, jangan menangis.

aku merasakan tangannya memegang kedua tangan ku dan berusaha menariknya dari wajahku, namun aku bertahan, aku tak ingin saat aku membuka kedua mataku, bukan Kibum oppa yang kulihat, melainkan jinki oppa. aku sungguh takut..

“ ssssttt… Ini aku, Kibum.. Jangan takut Nada.. Semuanya pasti akan baik-baik saja” katanya lembut.

Perlahan aku melepaskan tangan dari wajahku, kulihat kibum oppa didepanku.

“ Oppa…. Aku takut…” Hanya itu yang bisa ku katakan.

Aku hanya bisa menangis dipelukan nya, aku tau mungkin memang jinki oppa bukan yang terbaik untukku..

*********************

JINKI POV

“ Brain Cancer??”

aku tidak percaya saat aku mengetahui aku menderita kanker otak stadium akhir. Leluconkah ini??

dan puncaknya saat dokter mengatakan umurku kurang dari 4 bulan..

Bagaimana aku memberitahukan ini pada keluargaku??

Dan yang lebih parah lagi,, bagaimana aku harus memberitahukan hal ini pada orang yang paling penting didalam hidupku, yang selama 3 tahun ini selalu mendampingiku.

Yaaa.. Tuhan.. aku tidak bisa membayangkan nya,,

Ia pasti akan menangis saat mengetahui penyakitku, menangis saat mengetahui hidupku sangat singkat, menangis ketika aku pergi , menangis di pemakamanku, dan terus menangis saat dia merindukan aku..

Tidak..

Aku tidak bisa melihatnya menangis karenaku.. bagaimana mungkin aku membuat orang yang kusayangi menangis.

Sudah kupikirkan baik-baik..

aku harus membuatnya membenciku,,

aku harus membuatnya meninggalkan ku..

*****************

Hari ini temanku Kibum, pulang dari amerika. aku dan pacarku menjemputnya di bandara.

“ Oppa.. wajahmu pucat sekali..” katanya sambil memegang dahiku, dia kelihatan sangat khawatir.

“ Yaa!! Lepaskan tanganmu!! aku malu dilihat orang!!” aku membentaknya dengan sengaja.

“ Oppa.. mengapa kau membentakku seperti itu??” dia menatapku, matanya berkaca-kaca.

aku tidak sanggup melihat air mata di matanya, aku mengalihkan pandangan ku darinya.

“ Sudah lah!! Jangan perlakukan aku seperti anak kecil!!” kembali aku berkata ketus.

dia menatapku tajam, kemudian berkata “ Oppa, aku ke toilet dulu..” setelah itu dia langsung berlari ke arah toilet.

aku tahu, ia menangis disana…

hati ku sakit karena aku membuatnya menangis…

namun semua ini harus ku lakukan,,

Mianhae..

Tak lama kemudian, kulihat Kibum datang.

“ Hey Whats Up!!!” sapanya sambil meninju bahuku.

“ Yaaa!! Jangan mentang-mentang kau lama di amerika sekarang kau lupa bahasa korea..” gerutu ku.

“ HAHAHAHA…” ia tertawa.

Kulihat pacarku keluar dari toilet,

“ Kibum, kukenalkan kau pada pacarku. Kajja..” aku menariknya ke arah pacarku.

“Jagia.. Kenalkan ini Kibum.. teman ku..” kataku kepadanya, bersikap seolah-olah tidak ada apa-apa.

“ Annyeong haseyo My name is Kim Kibum.. Nice to meet you”.

“ Annyeong, I’m Park Nada.. Nice to meet you too Kibum ssi” ucapnya pelan..

*****************

Akhir-akhir ini rasa sakit dikepalaku sering muncul..

AAAAAGGGGRRRRHHHH…. rasanya sungguh menyiksaku.

dokter sudah menyuruhku untuk mengikuti kemoterapy, namun aku menolaknya. Kemoterapy hanya membuat keadaanku lebih menyedihkan dari pada ini. dan jika aku menjalani kemoterapy, pasti keluargaku dan Nada lambat laun akan tau kalau aku mengidap brain cancer..

sudah seminggu ini aku tidak bertemu Nada, aku sengaja menghindar dariinya, aku tidak mengangkat tlpnya, dan juga tidak membalas sms nya.

sungguh sangat berat bagi ku melakukan ini semua,

Ring.. Ding.. Dong..

Terdengar nada sms dari hp ku..

From : DE_LIEFSTE

To : LEE JINKI

“ Dear, Jinki Oppa..

Sudah 1 minggu kita tak bertemu,

Apa kau merindukan ku Oppa..??

=)

Oppa, kutunggu kau di taman, tempat kita biasa bertemu,

Jam 5 sore, jangan telat ya..

I Miss You..

Mengapa tiba-tiba Nada mendadak ingin bertemu denganku?? aku bingung, apa yang harus ku lakukan? Namun akhirnya kupaksakan diri untuk pergi.

Aku berangkat dari rumah jam setengah lima sore, sengaja tak ku gunakan mobilku, karena tak mungkin aku menyetir mobil dalam kondisi seperti ini.

*************

Jam 5 lewat 10 aku sampai di taman, sengaja aku tidak lewat gerbang depan, melainkan lewat gerbang belakang.

Kulihat dia duduk di bangku taman seorang diri, ia mengenakan baju terusan ungu yang dulu dipakainya pada kencan pertama. Ya tuhan, harus kah aku mendatanginya sekarang??

Aku putuskan untuk tetap disini, aku tidak boleh menghampirinya, ia harus membenci ku..

30 menit berlalu, ia masih sabar menunggu ku..

1 jam berlalu.. Ia belum beranjak dari tempat duduknya..

2 jam berlalu..

Mengapa kau masih disana Nada??

3 Jam..

Cepatlah pulang..!!!!

4 Jam..

Yaa Tuhan, aku tak tega melihatnya.. ia masih menungguku di bangku itu, dan sekarang ia mengatupkan kedua tangan di wajahnya, pertanda kalau ia menangis. kurasakan sakit di hati ku.. aku membuatnya menangis lagi..  tapi aku tak punya pilihan, hanya ini yang bisa kulakukan.

sampai kini, jam 10 malam, ia masih menungguku..

Sebegitu jahatnya kah aku??

aku tak bisa menyakitinya lebih dalam lagi, ku langkah kan kaki ku kearah Nada, Namun tiba-tiba aku melihat ada seorang pria yang menghampiri nya.

Kim Kibum!!!

Mengapa dia ada disini?? Nada kah yang menyuruhnya datang ke taman ini.

Pikiranku mulai kacau karena cemburu.

aku teringat seminggu yang lalu Kibum meminta no tlp Nada kepadaku, aku tak curiga terhadapnya karena ia sahabatku, maka ku berikan no tlp Nada padanya.

Kulihat Kibum mulai berbicara padanya, kemudian memakaikan jaketnya di punggung Nada. tangan ku gemetar menahan marah.

Harusnya aku yang berada disamping Nada saat ini!!

Haruskah ku datangi mereka berdua??

Tak lama kemudian ku lihat Nada dan Kibum berdiri, mungkin mereka akan pulang bersama. Namun dugaan ku salah, Mereka berpisah di gerbang utama, Nada berjalan kearah rumahnya, dan kibum berjalan kearah yang berlawanan.

Kulangkah kan kaki ku gontai menuju bangku panjang yang barusan di duduki Nada,

Apa ini?? Kotak besar berwarna pink.. Apakah Nada sengaja meninggalkan kotak ini disini?? kubuka tutup kotak itu perlahan-lahan.

Sebuah cake berbentuk hati, dengan limpahan buah strawberry favorite ku.. ada kartu kecil diatasnya.

Happy birthday oppa..

wish you all the best

I love you and I will never stop  loving you.

Saranghae..

Dan sebuah ada sebuah foto diriku bersama Nada di taman ini, yang diambil saat kencan pertama kami, 3 tahun lalu, tepat dihari ulang tahun ku..

aku tersenyum, aku mencolek sedikit creamnya, dan kumakan satu strawberry yang paling besar. Rasanya sungguh manis. Kurasakan air mata ku jatuh.

Apa yang terjadi dengan ku?? Aku laki-laki, tak sepantasnya aku menangis..

Namun entah mengapa air mata ini terus jatuh..

*****************

Ring.. Ding..Dong..

terdengar bunyi sms dari hp ku, aku segera membacanya.

From : Lee Hyeo Jun

To : LEE JINKI

“ OPPA!!!!!!!! KAMU DIMANA???

AKU SUDAH HAMPIR BERJAMUR

MENUNGGUMU!!!

DALAM 1 JAM JIKA KAU TIDAK

SAMPAI DI MALL, KAU AKAN TAU AKIBATNYA!!”

Ya Tuhan!!! aku hampir lupa!!! Hari ini aku ada janji dengan sepupuku yang baru datang dari Indonesia, aku janjian dengan nya di Mall.

aku mengambil jaketku dan kunci mobilku, dan segera berlari ke luar.

Ku dengar Taemin berteriak “ Hyung, mau kemana”

“ Mall.” Jawabku singkat.

“ Dengan Nada Nuna??” katanya lagi.

“ Ya” kataku menggumam.

“ Aku nitip komik Yakitake Japan terbaru ya hyung!!” teriaknya.

“ Ya”

Segera ku kemudikan mobilku dengan kecepatan tinggi menuju arah mall.

***************

“ YAAA!!! Mengapa kau lama sekali Jinki!!!” kulihat mukanya cemberut.

“ Mianhae, aku lupa.. EH!! tadi kau panggil aku apa?? coba aku mau dengar lagi” aku menjitak kepalanya.

“ AWW..SAKIT!! awas ya!! ku adukan ke appa mu!!” dia berkata mengancamku.

“ Kau ini.. tidak berubah sama sekali..kau harusnya memanggilku oppa, bagaimana pun juga aku lebih tua dari mu walaupun hanya beberapa bulan” gerutuku pelan.

namun dia hanya memakan ice creamnya.

“ Yaaa!! Kau dengar aku tidak!!” sekali lagi aku menjitak kepalanya,

“ OK!! OK!! OK!! aku panggil kau oppa, Puas!! dasar gila hormat!!” dia menjulurkan lidahnya.

aku memaksanya untuk masuk ke toko buku, untuk membeli komik titipan taemin.

“ Hyeo Jun” kataku.

“ Iya, Jagia..” katanya manja.

“ APA?? “ Aku menjitak kepalanya lagi.

“ YAAA!!! mengapa kau hobi sekali menjitak kepalaku, Jinki!! “ Hyeo Jun berteriak keras.

“ Kau panggil aku apa tadi?? Jagia??? Andwae.. Hanya Nada yang boleh memanggilku seperti itu!!” Bentakku keras.

“ Nada siapa?? HaaaHHaaa Jagia mu yaaa??” Katanya meledeku.

“ Kau ini..” aku merangkulnya.

“Jinki Oppa..” terdengar suara yang sangat ku kenal memanggilku dari belakang.

“ Nada.. “ Aku sangat terkejut melihatnya ada disini, segera ku lepaskan tangan ku dari Hyeo Jun.

“ Jagia, siapa dia” kudengar  Hyeo jun berkata. AHH!! mengapa dia malah memperkeruh suasana.

Tiba-tiba nada berbalik dan berlari. ingin sekali aku mengejarnya namun entah mengapa kaki ku seperti tertancap di lantai, aku tak bisa melangkah.

“ OOYYY!!! siapa dia!!” Hyeo jun berteriak kepadaku.

“ Dia Nada, Jagia ku.” kataku pelan.

“ YA tuhaannn, pasti dia salah paham. Jinki!! kenapa kau tak kejar!! Cepat kejar..!! Jelaskan padanya kalo aku ini sepupumu!! “ teriak hyeo jun tak sabar.

akhirnya aku berlari mengejarnya, kuarah kan mataku kesekitar mall ini..

Itu dia!! dia menuju ke pintu ke luar!!

Aku tak percaya dengan apa yang ku lihat..

Nada dan Kibum???

Aku melihat Nada menangis di pelukan Kibum, lalu Kibum membawanya menuju parkiran mobil.

Kebetulankah ini?? atau memang disengaja?? mengapa Nada dan Kibum

berjalan bersama??

Seribu satu pertanyaan terus menggema di kepalaku.

**************

Malamnya.. sakit dikepalaku kambuh lagi..  aku sudah minum 9 macam obat yang dokter berikan kepadaku untuk mengurangi rasa sakitnya.

ku lihat hp ku bergetar.

==> KIM KIBUM calling..

Dengan malas, ku angkat hp ku.

“ YAA!!Brother whats up” seru kibum

“ Hay Kibum.. ada apa?? tumben malam-malam begini menelpon ku” kata ku berusaha santai.

“ Kau ada masalah dengan Nada?”

“ anni.. kenapa..??”

“ sebenarnya bukan hak ku untuk ikut campur urusan kalian berdua,,, tapi aku merasa..

mmm… Apa kau tak tau akhir-akhir ini Nada sering menangis??”

“ Anni..” aku menjaga suara ku agar tetap terdengar biasa.

“ Seminggu yang lalu kulihat Nada sendirian di taman, jam sepuluh malam, ia menangis..

dan hari ini, aku tidak sengaja bertabrakan dengan nya di mall, dan dia menangis..

Jika kau ada masalah, dengan nya tolong diselesaikan, jangan membuatnya menangis”

aku tak mendengarkan suara Kibum lagi, kulihat darah menetes dari hidungku dan seketika pandanganku gelap.

***********

aku merasakan dingin nya lantai saat aku terbangun, kulihat jam sudah jam sepuluh pagi.

aku berusaha mengingat apa yang kibum katakan tadi malam.

Dadaku kembali sakit, mungkin kah Kibum menyukai Nada??

Mengapa ia sangat perhatian dengan Nada??

Sadar kah Kibum, kalau Nada itu pacarku??

Air mataku kembali jatuh, aku tau waktu ku tak banyak..

Sebentar lagi pasti aku akan mati,

*************

Semuanya harus berakhir hari ini.

Aku mengemudikan mobilku kerumah Nada,

sampai disana ku kirimkan sms agar dia membuka pintu.

ia tampak sangat kurus dan pucat, padahal baru seminggu kita tidak bertemu.

aku menahan sakit yang mulai menjadi-jadi dikepalaku.

“ Aku ingin kita putus, Nada” aku berkata pelan.

“ Ke Kenapa oppa..”

“Karena ku rasa, aku sudah mmm.. maksudku, kita sudah tak ada kecocokan lagi” Yaa Tuhan, aku tak kuat menahan rasa sakit ini.

Kulihat matanya mulai berkaca-kaca,

“ Itukah sebabnya sebulan ini kau menghindariku oppa, kau sering mematikan hp mu, jarang  membalas smsku, kau tak datang ke taman saat aku bilang aku menunggumu, bahkan kau tidak pernah memanggilku jagia lagi..” Dia terisak mengatakan semua itu.

“ Dimana salah ku oppa..” Ya Tuhan entah sudah berapa kali aku membuatnya menangis.

Jagia.. Mianhae..

Mianhae..

Aku berjanji, ini terakhir kalinya kamu menangis.. setelah ini berakhir, kupastikan tak ada lagi air mata dimatamu.

aku mengabaikan rasa sakit dikepalaku, aku memeluknya erat, sangat erat.

“ Nada..” aku berbisik ditelinganya.

“ Nada.. Kau mencintaiku kan..??”  bibirku mulai mengarah ke bibirnya.

“ Oppa lepaskan!!” Jeritnya sambil mendorong tubuhku.

Dia berlari kearah pintu, segera aku meraihnya kembali dia berada di dalam pelukanku, kini kurasakan badanya gemetar ketakutan, ia menangis dan mulai berteriak-teriak

“ Oppa.. Lepas!!!! Oppa mau apa??”

“ TOLONGG…”

Ya tuhann, sungguh menyakitkan bagiku melihatnya ketakutan seperti ini.. aku bisa gila!! aku bisa gila!! aku tak kuat lagi, aku merasakan rasa sakit luar biasa dikepalaku,,

Tiba-tiba kurasakan seseorang menarikku,

“BBUUKKK”

aku merasa nyeri yang amat sangat di rahang ku.

“ APA YANG KAU LAKUKAN, BASTARD!! “.

“ BUUUKK”

Saat ku membuka kedua mataku, kulihat Kibum bersiap-siap untuk meninjuku lagi, kali ini perut ku adalah sasarannya.

“ DENGAR!! AKU BERSUMPAH!! AKU BERSUMPAH AKAN MEMBUNUH MU JIKA SESUATU TERJADI PADANYA, LEE JINKI “

ia menyeretku keluar rumah Nada, dan seketika itu juga menutup pintunya.

*************

Aku mengendarai mobilku kearah taman..

Sesampainya disana, aku duduk di bangku panjang tempat nada menungguku.

aku menangis sepuas-puasnya disana,

************

TBC

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^.^

My Lovely Servant – Part 4

My Lovely servant (part 4)

Author  : Dhy

Cast     : Kim keybum

Yoon eun hye

Lee jinki

Shinee

and the other cast

A/N : mav ya kalo yang ini agak berantakan ceritanya (mungkin bukan agak tapi berantakan) Cz gk tw kenpa lagi gk mood, ow ya kayanya udah mulai PG 13 atau 15 gitu

Eun hye Side

“ya ….kenapa kau melepaskanku???????” tanyaku sambil membersihkan bajuku yang sedikit kotor “sakit tau”

“aku tidak berniat melepaskanmu, itukan kau yang minta” ucap key cuek.

Akupun kembali duduk  saat dosen masuk ke kelas. Aku melihat kearah key yang sedang mendengarakan musik dari ipod. Dia duduk tepat disebelahku harusnya jinki yang duduk disitu gerutuku dalam hati.

“dasar, buat apa dia ke kampus kalau Cuma ngedengerin musik”

“kau ini kenapa sich” Tanya  eunsung

“aku kesal, lihat saja tingkahnya, dia pikir masuk ke kampus ini murah apa” aku mengarahkan pandanganku pada key.

“eun hye untuk orang sekelas key uang sebesar itu gak ada apa-apanya”

Aku hanya mengangguk menyetujui. Tak lama kemudian dosen mulai terganggu dengan ulah key yang mengetuk-ngetuk meja dengan pulpen.

“Tuan kim, bisa kau hentikan itu”

“apa kau bicara padaku??? Aku tidak mendengar, bisa ulangi lagi???” key berkata tanpa rasa bersalah sama sekali sambil melepas salah satu earphonennya

“Tuan kim, lebih baik anda keluar dari kelas saya!”

“kau mengusirku????” Tanya key sambil menunjuk dirinya sendiri.

“saya tidak mengusir, tapi sepertinya anda lebih menyukai berada diluar kelas dari pada di kelas saya”

Key menghelankan nafas “ bagus, kau berani mengusirku”

“kenapa tidak????”

“araso, araso. Aku juga tidak menyukai cara mengajarmu, membuatku pusing, asal kau tau, aku sudah mempelajari apa yang kau ajarkan berulang-ulang kali” key pun berjalan meninnggalkan kelas.

Apa lagi sich yang dipikirkan si bodoh itu????

Membuatku tambah pusing….

Aku kejar atau tidak ya???? Ah lebih baik aku mengejarnya.

Akupun bangkit dari dudukku meminta izin keluar kelas kepada dosen dengan alasan ke toilet sebentar.

“heh park eunsung, apalagi yang akan dilakukan sahabatmu yang bodoh itu??? Tidak ada jinki sekarang dia beralih ke anak baru itu”  ucap han yojo

“apa kau bilang, aku tau kau Cuma sirik karena selama ini jinki tidak pernah melihatmu, iya kan” balas eunsung.

***

Key Side

“dasar menyebalkan, kenapa aku harus ada ditempat menyebalkan ini” aku bergumam sepanjang kakiku melangkah.

Aku merasa seseorang berlari mengikutiku, akupun menghentikan langkahku tiba-tiba.

“ya~~~~~” teriak gadis itu “ sakit tau, kenapa berenti mendadak sich???” tanyanya lagi sambil mengelus-elus kepalanya.

“heh kau menyalahkan aku? Bukannya kau yang menabrakku”

“aku tidak akan menabrakmu kalau kau tidak berhenti tiba-tiba”

“kau tidak akan menabrakku kalau saja kau tidak berlari-lari seperti anak berusia 7 tahun, araso???”

“harusnya kau sadar, yang seperti anak berusia 7 tahun itu kau, gampang marah, suka berteriak-teriak tidak jelas, egois, selalu saja menyakiti perasaan orang lain dan tidak pernah meminta ……..”

Aku menarik tangan eun hye, kemudian menciumnya, aku tahu eun hye sangat kaget karena dia sekarang hanya melihat kerahku, aku pun sedikit menjauhkan bibirku dari bibir eun hye.

“kau terlalu cerewet eun hye dan harusnya kau tutup matamu” bisikku.

Akupun meninggalkan eun hye dalam kebingungannya.

“bodoh kenapa aku mencium gadis seperti dia, aaaaah dasar pabo, selama inikan kau tidak pernah membiarkan seorangpun menciummu” ucapku pada diri sendiri sambil menggaruk-garuk kepalku yang tak gatal.

End of Key Side

Eun hye Side

Aku mencuci mukaku, berharap tadi aku hanya bermimpi. Aku melihat kearah cermin dihadapanku, aku melihat pantulan diriku, entah kenapa aku hanya focus kesatu titik, itu adalah bibirku sendiri.

“HAAAAAAA” teriakku sambil mengacak-acak rambutku karena kesal “ Kim Keybum mati kau, KAU KIRA KAU SIAPA BERANI MELAKUKAN HAL ITU PADAKU HA????” sekarang aku hanya bisa menumpahkan kekesalanku.

“woow eun hye, ternyata selain aneh, kau juga gila” ucap yojo yang tiba-tiba masuk ke toilet.

“ya han yojo, aku sedang malas mendengarkan ucapanmu, tabung saja ucapanmu untuk besok, araso??” ucapku kesal kemudian aku berjalan meninggalkan toilet dengan sengaja aku juga menabrak bahu yojo.

“YA YOON EUN HYE”

Dari luar aku bisa mendengar yojo berteriak.

“dasar nenek sihir menyebalkan” ucapku

***

“eun hye, dari mana saja, kenapa tiba-tiba menghilang?” Tanya  eun sung saat kami berpapasan di lorong gedung.

“aku????”

“ea siapa lagi???”

“tadi aku ke ruang kesehatan, aku tidak enak badan, oya sepertinya aku tidak akan ikut kelas selanjutnya, aku akan beristirahat di rumah” aku terpaksa berbohong.

“eun hye, kincana???

“aku baik-baik saja” ucapku dengan senyum yang kupaksakan. Setelah mengambil tasku yang ada di kelas, aku memutuskan untuk pulang lebih awal. Pulang???? Kurasa tidak, kalau aku pulang sekarang, pasti aku akan bertemu dengan Key.

Aku memutuskan untuk menghirup udara segar ditaman.

“mmmm sepertinya  sudah lama sekali tidak menghirup udara segar” ucapku sambil menikmati cuaca cerah hari ini.

“Jinki, apa kau baik-baik saja???”

“kenapa kau tidak mengabariku????” sebenarnya aku sendiri bingung harus bertanya pada siapa.

Aku pun memejamkan mata dan merentangkan kedua tanganku, menikmati angin yang berhembus, mencoba  merasakan kehadiran jinki. Sepertinya jinki sudah menjadi oxygen untukku (author: ayo tebak inspirasi dari manakah itu????).

Saat aku melihat jam di tanganku, aku baru sadar bahwa aku sudah berada di taman ini kira-kira 3 jam.

“aigoo, aku bisa di marahi kepala pelayan han”

Aku pun berlari menuju halte bus yang tidak jauh dari taman.

End of Eun hye side

***

Key hanya memandang kosong keluar jendela. Memikirkan apa yang telah dia lakukan pada Eun hye.

“pabo, apa yang kau lakukan sich???” pikirnya dalam hati.

Tiba-tiba pintu kamar key diketuk.

“siapa???” Tanya key tanpa beralih dari tempatnya berdiri.

“tuan muda, boleh saya masuk???” Tanya  kepala pelayan han.

“ada apa???” Tanya key saat kepala pelayan han masuk ke dalam kamarnya.

“tuan muda, saya perhatikan semenjak anda datang dirumah, ada hal yang sepertinya tuan pikirkan”

“benarkah??? Aku tidak memikirkan apa-apa” key sengaja berbohong.

“saya sudah mengenal tuan muda cukup lama”

“benar tidak ada apa-apa, aku baik-baik saja”

“kalau tuan tidak mau menceritakannnya saya tidak akan memaksa, kalau begitu  permisi” ucap kepala pelayan han, kemudian pergi keluar kamar.

Tak lama key ingat dengan undangan pesta dari jonghyun. Key segara merapihkan penampilannya, sedikit menata rambutnya.

Saat key berjalan menuruni tangga dia melihat eun hye dan kepala pelayan han.

apa lagi yang dilakukannya???” pikir key.

“ ada apa ini???” Tanya key saat medengar suara kepala pelayan han terdengar sedikit marah.

Eun hye pun membungkungkan badannya memberi salam pada key, tapi eun hye mencoba untuk tidak melihat mata key.

“menyebalkan kenapa dia tiba-tiba muncul” gerutu eun hye dalam hati.

“tidak ada apa-apa tuan, hanya hari ini eun hye datang terlambat tampa alasan yang jelas” jelas kepala pelayan han.

“ow jadi dia pulang terlambat, dari mana saja dia”pikir key

“ini semua gara-gara kau” gerutu enh hye dalam hati.

“heh eun hye, kenapa kau tidak langsung kekamarku??? “

“we????” Tanya eun hye heran

“kau lupa ya?? Aku kan sudah bilang, kalau kau sudah menemukan bukunya langsung antarkan kekamarku” ucap key lagi.

“ O.O” eun hye

“ ???” kepala pelayan han

“sekarang aku satu kampus dengan  eun hye” jelas key pada kepala pelayan han yang terlihat bingung dan bertanya-tanya.

“ kau sudah mencarinya di perpus kampuskan???” Tanya key lagi yang membuat eun hye tambah bingung.

“???????”

“kau sudah menemukannya atau belum”

Eun hye menggelengkankepalanya, bukan bermasuk mengatakan belum, eun hye menggelenngkan kepalaya karena bingung dengan tingkah key.

“aaah kau ini, baikalah sekarang kau temani aku mencarinya di toko, itukan untuk tugas besok” ucap key  sambil menarik tangan eun hye. “ow ya, eun hye akan pergi membantuku jadi tak perlu mencarinya” tambah key pada kepala pelayan han.

***

“mau kemana kita???” Tanya eun hye saat key mulai menstater mobilnya.

“sudah jangan banyak Tanya, harusnya kau berterima kasih padaku karena sudah menolongmu”

“untuk apa aku berterima kasih padamu, aku terlambatkan gara-gara kau” ucap eun hye pelan.

“apa yang kau ucapkan??? Aku tidak dengar”

“aku bilang, AKU TERLAMBAT GARA-GARA KAU” teriak eun hye di telinga key.

“ya~~~~~~~ kau pikir aku tuli apa”  ucap key sambil memukul pelan telinganya.

Untuk beberapa saat kedaan menjadi hening kembali, key hanya focus menyetir. Sedangkan eun hye tidak tau apa yang harus ia katakan.

“soal tadi” ucap eun hye dan key berbarengan.

“kau saja duluan” ucap keduanya lagi

“kalau begitu…..” untuk ketiga kalinya mereka mengatakan hal yang sama.

“ehm, kalau begitu aku yang mulai duluan” ucap key mencoba merubah suasana. “aku mau bilang, aku menciummu tidak sengaja” tambah key dengan nada datar.

“tidak sengaja kau bilang, jelas-jelas kau menariku” protes eun hye

“aku tidak menarikmu” ucap key mengelak

“kau menarik tanganku kemudian menciumku tau”

“ya terserah apa yang kau pikirkan, yang pasti aku tidak menciummu dengan sengaja  mengerti” ucap key, kemudian menginjak rem mobil secara mendadak.

“kenapa kau berhenti tiba-tiba sich???”

Key tidak menjawab, pandangannya jauh kedepan. “kita berhenti disini” ucap key setelah diam beberapa lama.

“aku tidak pernah ke club, aku tidak mau”

“karna kau pelayanku jadi kau harus mematuhi semua perintahku”

“tapi….”

“tidak ada kata tapi”

“aku tidak mungkin turun dengan seragam ini, orang lain akan menganggapku sebagai pelayan”

“kau memang pelayan”

“tapi bukan ditempat ini” ucap eun hye kesal. Kemudian key turun dari mobil dan mengambil sebuah bungkusan di bagasi mobil, lalu memberikannya pada eun hye.

“pakai itu” ucap key yang lebih terdengar seperti perintah.

“kau menyuruhku memakai ini” ucap eun hey sambil mengangkat sebuah gaun yang memperlihatkan bagian punggung kalau eun hye memakainya.

“ea, pakai itu”

“kau gila ya, kenapa aku harus menggunakan pakaian seperti ini ke club, walaupun aku tidak pernah ke club tapi aku pernah melihatnya di TV”

“hufh… hari ini temanku membooking club ini untuk pesta, dan pesta ini untuk kalangan atas, kau pikir meraka semua akan memakai hot pants, sudah cepat ganti bajumu!!!!” ucap key kemudian menutup pintu mobil.

“Key, apa aku juga harus ganti baju dimobil???” Tanya eun hye setelah menurunkan kaca mobil.

“apa kau mau aku membantumu mengganti pakaian???” key bertanya dengan sedikit kesal “ sudah cepat ganti bajumu”

“ea ea, kenapa kau harus marah seperti itu” balas eun hye kemudian menutup kembali kaca mobil.

Saat eun hye akan membuka kancing kemejanya, tiba-tiba key mengetuk-ngetuk kaca jendela.

“we???” Tanya eun hye, eun hye tidak bisa mendengar key berkata apa, eun hye hanya melihat key menunjuk-nunjuk langit. Eun hye pun mengacuhkan key dan mulai membuka kancing bajunya. Kemmudian key mengetuk kaca mobil lebih keras.

“ada apa lagi???” Tanya eun hye tapi kali ini sedikit membuka kaca mobil.

“dasar bodoh, matiakan lampu mobilnya, kalau kau tidak mau semua orang melihatmu berganti pakaian”

“A A APPPPAAAAAA”.

TBC


Signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^ (SHINee Toplist)
  • Open page Talk Talk Talk if you want to talk out of topic

She’s My (EX)Wife – Part 12

Main Cast: Kim KeyBum, Hyeo So, Choi Minho

Support Cast: SHINee & Super Junior

Rating: PG

Mian.. mian… hohoho… berhubung saia lagi PMS… otaknya jadi rada-rada nih… kkk… maaf yah.. tapi gak parah kok.. masih bisa di tangkep akal sehat karena saia juga bikinnya berusah nahan supaya gak sampe PG 16 bahkan NC… kalo sampe begitu kan gawat.. hohoho…

So all… Happy reading ^o^.. komen masih di butuhkan loh… like our motto.. Comment Like Oxygen! Ciyaaattt!!!!


Minho memandangi kekasihnya yang masih tidak sadarkan diri, terbaring lemah di rumah sakit. Hari ini gilirannya menjaga Hyeo So, Eunhyuk yang tidak ada jadwal menemaninya. “Sudahlah Minho.. Hyeo So akan baik-baik saja.” Eunhyuk menyodorkan selembar tisu. “Mau sampai kapan kau menangis. Lagi pula kau berhasil mengeluarkannya dari kerumunan reporter tersebut.” Ponsel Eunhyuk bergetar membuatnya meloncat kaget.

“Yeoboseyo hyung!… oh ne… ya sudah aku tunggu di bawah. Berapa orang?… aigoo.. berisik sekali!… ya sudah kalau begitu.”

“Aku akan menunggu Eeteuk hyung dan yang lain di bawah, ingat! Jangan sampai Kangin hyung dan Eeteuk hyung tahu rahasia ini… jadi orang yang pertama aku ajak masuk Donghae, Siwon, Ryeowook, Sungmin hyung dan Heechul hyung. Kalau langsung aku bawa masuk semua pasti berisik. Aku turun.” Eunhyuk menepuk bahu Minho lalu keluar. 15 menit berlalu, Minho tetap tidak melepaskan genggaman tangannya karena entah mengapa tangan Hyeo So terasa semakin dingin.

“Aku mohon jangan mati sekarang, jangan tinggalkan aku. Hyeo So bangun lah, aku berjanji aku akan melakukan apapun yang kau minta. Hyeo So bangun lah, aku mohon. Maafkan segala kesalahanku, aku rela menukar nyawaku dengan nyawamu… bahkan kalaupun suatu saat nanti kau menyukai Key.. membalas perasaan Key lalu kau memintaku untuk pergi aku akan pergi. Kau bahagia jika kau bahagia, walaupun sulit melepaskanmu tapi demi kebahagiaanmu aku rela. Jadi kumohon bangunlah… jangan tinggalkan aku sekarang.”

“Minho tidak..,-“ Minho tersentak kaget, Hyeo So bergerak memeluk Minho. “Terserah perasaan Key padaku seperti apa, tapi perasaanku pada Minho akan tetap sama. Hanya itu yang akan selalu aku ucapkan… perasaanku tidak akan pernah berubah.” Hyeo So melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Minho.

“Rasa sakitku masih belum seberapa jika di banding rasa sakitmu. Biarkan tuhan membalas perbuatanku padamu, jangan menangis jika Minho tidak mau melihatku tersakiti.” Minho menatap kekasihnya itu lekat-lekat lalu dengan perlahan menarik wajah Hyeo So mendekati wajahnya.

“ANNYEONG!!!!” seruan itu membuat keduanya tersentak dan reflek menjauh. “Ahahahahaha! Rupanya ada yang sedang mencari kesempatan?” ledek Donghae. “Minho-ah…” Eunhyuk memegangi pipi Donghae. “Hyeo So-ah…” Donghae balas memegangi pipi Eunhyuk. “Salanghaeyo.” Ucap keduanya serempak dengan lirih, lalu mendekatkan wajah mereka berdua. Tawa Yesung yang menyeramkan langsung meledak dan membuat yang lain ikut tertawa kecuali Hyeo So dan Minho.

“Hyung bilang tidak semua langsung di bawa ke sini.”

“Memang tidak semua.. Leeteuk hyung dan Kangin hyung ke toilet.. jadi tidak semuakan.. hanya ada kami di sini. Cuma… 10 orang apa salahnya?”

“Ya.. 10 orang tapi ramainya melebihi 100 orang.”

“Tablo oppa?” Minho menoleh pada Hyeo So dengan terkejut. “Hey.. ini aku Eunhyuk. Kami berdua tidak semirip itu.” Seperti di sihir Hyeo So mengerjapkan matanya. “Loh? Leeteuk oppa dan Kangin oppa kemana?”

“Kau tidak mendengar? Tadi Eunhyuk bilang mereka berdua di toilet.” Hyeo So menggembungkan pipinya mendengar penjelasan Donghae. “Apa kau sudah lebih baik?” tanya Sungmin yang langsung duduk di kursi, membuat yang lain jadi rebutan sisa kursi.

“Ya! Sil Shindong (Shindong gendut)! Lebih baik kau berdiri!” seru Heechul. “Aku kan dapat kursinya duluan hyung.” Keduanya mulai membuat keributan. “Heechul oppa! Kau kan bisa duduk bersama Hangkyung oppa!” dengan kesal Heechul menurut, dengan suka rela Hangkyung memangku Heechul. “Donghae oppa… Eunhyuk oppa! Kalian berduakan bisa duduk seperti Heechul oppa, kenapa harus bertengkar segala sih? Kalian berdua juga biasa tidur bersama saja!”

“Apa tidak ada yang terluka?” tanya Sungmin lagi. “Anio oppa… kincanayo.” Hyeo So tersenyum lemah. “Terima kasih tuhan, atas nama Jesus kau sudah selamat. Kau harusnya berterima kasih pada tuhan karena ia masih…-“ Heechul langsung membekap mulut Siwon. “Kau membuat aku merasa seperti di bakar.” Omel Heechul. “Itu berarti tuhan ingin memberikanmu…-“ Heechul kembali membekap mulut Siwon. “Diam!” Hyeo So terkekeh melihat Heechul yang selalu seperti itu dengan Siwon. “Heechul oppa, kau tidak mau mencoba percaya pada satu tuhan?” tanya Hyeo So akhirnya. “Untuk apa?! Aku hanya percaya pada Zika.. *maunya author XD.. kyaaa~! ralat yah.. hhehehe.* Itu hanya buang-buang waktu. Beribadah… dapat apa?”

“Nanti oppa akan tahu.”

“Hyeo So.. apa kau tahu. Ayahmu itu hampir saja menuntut SM, untungnya aku dan Minho berhasil ke kantor ayahmu tepat waktu. Kalau tidak kau tahu bagaimana kisahmu akan berakhir.”

“Kamsahamnida Eunhyuk oppa, lagi pula tidak seharusnya appa menuntun SM. Memangnya SM ada sangkut pautnya dengan masalahku? SM sama sekali tidak bersalah, kalau appa berani menuntut SM maka aku akan menuntut balik appa! ”

“Oh ya.. tadi manager bilang pemeran yang satu lagi di ganti Minho karena kejadian ini.” mata Hyeo So mendelik mendengar penjelasan Heechul. “MWO?!! Kenapa harus di ganti?!” Heechul mengangkat bahu. “Kata sutradara supaya ceritanya lebih keren, untungnya Jonghyun belum tampil di drama kalian kan. Tapi katanya Jonghyun berperan sebagai penengah.” Sambung Shindong. “Ya tuhan.”

“Permisi… apa aku mengganggu kalian?” seorang suster masuk dengan hati-hati. “Wah.. sudah sadar rupanya. Maaf ya Hyeo So, kamu harus di kasih obat penenang dulu.” Suster tersebut mengambil suntik dari nampan alumunium yang ia bawa. “Permisi.” Suster tersebut terlihat agak terkejut melihat beberapa dari tamu Hyeo So duduk saling memangku. “Tenang suster. Mereka bukan homo, karena kebanyakan jadi gak cukup kursinya.” Suster tersebut mangut-mangut lalu menyuntikkan obat ke selang yang di tusukkan ke tangan Hyeo So.

“Kau akan merasa megantuk setelah ini, jadi lebih baik sekarang berbaring.” Suster tersebut membantu Hyeo So untuk kembali berbaring. “Terima kasih.. silahkan lanjutkan mengobrolnya.”

“Ada yang berfikiran sama denganku?” Sungmin angkat bicara begitu suster tersebut keluar. Semuanya kecuali Minho dan Ryeowook mengangkat tangan lalu tertawa licik. “Cantik sekaliiiiii!!!!!” seru mereka serempak. “Dasar laki-laki!” seru Hyeo So sebelum ia menguap. “Aku mau sering-sering ke sini ah supaya bisa ketemu suster itu.” Hyeo So tersenyum geli mendengar usul Shindong. “Aku juga!” lalu mereka tertawa *ketawa ala Bonamana yaaaa, tapi kan ceritanya belon keluar.. bodo amat!* perlahan Hyeo So merasa semakin mengantuk dan matanya mulai tertutup.

“HYEO SO!!!” Hyeo So tidak terbangun mendengar seruan keras dari Heechul. “Wah.. kebo nih anak!” Heechul menepuk kaki Hyeo So. “Kenapa hyung?”

“Aku mau minta buahnya satu.”

“Ambil aja.” Minho memberikan satu bucket buah pada Heechul. “Annyeong semuaaa!!!” seru Eeteuk yang baru masuk. “Lho?! Kata Eunhyuk, Hyeo So udah sadar.” Eeteuk meletakkan tasnya di atas meja sambil memandangi wajah innocent Hyeo So yang tertidur dengan pulas. “Uhah hahi… sssppp*nyaris nge-ces*…ahi…*Heechul ngomong dengan buah di mulut* emm*buahnya udah di telen*… tidur lagi. Kalian berdua telat!” ucap Heechul. (Maksudnya.. Udah tadi, tapi tidur lagi. Kalian berdua telat!)

“Gak apa-apa deh…” Kangin menarik Ryeowook, duduk di kursi yang tadi di duduki Ryeowook lalu memangku Ryeowook. “Oh ya hyung… tadi ada suster cantikkk banget!” Eunhyuk pamer ke Eeteuk. “Iya? Kayaknya cantikan Hyeo So kalau lagi tidur deh.” Eeteuk terkekeh membuat yang lain jadi memandangi Hyeo So yang sedang tertidur. Minho berdehem… anggota Suju yang tahu rahasianya sih bisa baca tulisan di jidat Minho yang bilang

“DANGER!!! Mandangin lebih lama di gorok, di bakar, di cuci!”

sedangkan Eeteuk sama Kangin yang gak tahu rahasianya sih biasa aja.

“Beruntung banget Key bisa dapet istri kayak gini, kita aja yang udah tua belom dapet calon. Dasar anak muda!”

“Ya itu sih hyung.. kalau aku sih udah dapet.” Elak Shindong tidak terima di samain sama Eeteuk. *emang aslinya udah dapet kok.. bakal ada private marriage, lebih private dari pernikahan Tablo, Epik high*

“Iya.. itukan hyung doang yang belom dapet calon. Kalau kita sih udah.” Sambung Donghae. Eeteuk mengendus kesal.

***

Hari ini Hyeo So sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah, jadi sekarang ia sibuk merapihkan pakaian-pakaian nya. “Annyeong haseoyo.” Hyeo So menoleh. “Oh ne.. annyeong haseoyo.” Hyeo So tersenyum canggung. “Kau sudah boleh pulang ya hari ini?” Hyeo So mengangguk. “Aku ingin memberikanmu ini, ibuku bilang bubur ini bisa membuat orang merasa lebih baik dan akan membuat perut terasa hangat. Aku juga membawa tanaman mint agar kau merasa lebih segar.”

“Kamsahamnida. Terima kasih karena sudah mau repot-repot kemari.” Hyeo So berusaha seramah mungkin sambil mengambil tanaman mint dan tempat buburnya. “Tidak apa-apa, istri Key adalah temanku. Kebetulan juga hari ini aku tidak sekolah karena sedang ada rapat.” Tiba-tiba ponsel keduanya berbunyi serempak dengan ringtone yang sama. “Sepertinya selera kita sama… atau yang mengirim sms sama?” Hyeo So tersenyum mendengar ucapan Shina yang memang bernada bercanda. “SHINee sedang di MBC.” Ucap keduanya serempak. “Kau bisa pulang denganku.” Shina menawarkan dengan nada seramah mungkin. “Aku pasti merepotkan.”

“Oh ayolah…” Shina terkekeh lalu membantu Hyeo So mengemasi barang-barangnya dan membawa barang-barangnya ke dalam mobil Shina. “Pak supir.. kerumah keluarga Kim yah.”

“Siap agassi.”

“Hyeo So-ah.. sepertinya kau sangat berarti bagi SHINee. Sewaktu kau di rawat di rumah sakit mereka seperti kehilangan orang tua.”

“Oh sincayo?”

“Ne… aku ke rumah kalian beberapa kali karena Key bilang mereka bingung mau makan apa, jadi dia memintaku untuk datang dan memasak untuk mereka.”

“Kalau begitu bagaimana kalau kita berdua masak untuk mereka?” usul Hyeo So. “Setuju! Pak.. kita ke fresh market.”

“Masak apa ya kira-kira…”

“Pertama harus ada sup, agar mereka hangat.”

“Setuju! Sup ikan.”

“Dan sup ayam… harus ada!”

~ ~ ~

“Padahal hanya 1 minggu di rumah sakit tapi rasanya seperti 1 tahun. Ya ampun.. rumah ini berantakan sekali.” Hyeo So meletakan belanjaan yang ia bawa di atas meja dapur. “Iya.. waktu itu aku ingin merapihkan tapi gak sempet.”

“Gak usah, biar aku aja yang beresin.”

“Kalau gitu aku bersihin bahan-bahannya ya.” Keduanya saling tersenyum lalu mulai berkerja. “Gak percaya deh sekarang kita udah ngomong informal.” Hyeo So mengerutkan alis. “Kayaknya waktu baru ketemu kita formal banget bahasanya, tiba-tiba sekarang udah biasa aja. Mudah-mudahan kita bisa jadi temen.”

“Of course. Kenapa kita gak jadi temen aja?”

“Aku pikir kamu gak mau jadi temen aku.”

“Kenapa aku harus gak mau? Takut kamu ngambil Key dari aku? Ya enggak lah.. aku gak pernah kepikiran kalau kamu bakal ngambil Key dari aku. Aku maklum kalau kamu deket sama Key.”

“Friends?”

“Friend.” Keduanya saling mengaitkan kelingking mereka. Setelah rumah terlihat agak bersih Hyeo So berjalan menyalakan tape dan memutar lagu keras-keras. “Let’s start cooking!” keduanya mulai asik menggeluti hobi mereka, memasak dengan penuh harapan, kebahagian dan cinta. Bahagia karena ini hobi mereka, berharap SHINee akan menyukai masakan mereka dan Hyeo So menuangkan cintanya untuk Minho sebagai salah stau bumbu agar masakannya terasa lebih enak sedangkan Shina menuangkan cintanya terhadap Key.

“Jam 5?!” pekik Hyeo So. “Wah… udah sore. Coba telpon anak-anak SHINee deh, mereka pulang jam berapa.” Hyeo So mengambil telepon yang berada di sebelah sofa. “Yeoboseyo manager oppa. Ne.. ahahaha… oh?…-“

Sembari Hyeo So menghubungi manager Shina berjalan berkeliling ruangan sambil memandangi setiap foto yang di pajang. Mayoritas foto yang di gantung adalah foto-foto yang di ambil di studio untuk CF, sedangkan foto-foto dengan figura kecil adalah foto-foto kelimanya yang sedang berada di kehidupan asli, foto di rumah, kaamr, taman, pantai dan semua tempat yang pernah mereka kunjungi berlima.

“Shina.. manager bilang mereka akan tiba satu jam lagi.” Shina mendesah. “Sayang sekali aku tidak bisa menunggu sampai selama itu. Aku harus pulang sekarang.”

“Masa tidak bisa?”

“Tidak bisa.. maaf ya Hyeo So, sampai jumpa. Terima kasih untuk hari ini.”

“Ya, aku juga berterima kasih untuk hari ini. Annyeong.”

“Annyeong.” Shina masuk ke dalam mobilnya dan berlalu begitu saja. Hyeo So kembali masuk ke dalam. Setengah jam sendirian di rumah membuatnya bosan bukan main, jadi ia memilih untuk mandi karena ia baru sadar kalau ia belum mandi sore.

Setelah mandi Hyeo So mengenakan setelan piyamanya yang berwarna putih, ia mengancing piyamanya dari bawah ke atas. Hyeo So terhenti begitu mendengar seseorang memukul kasar pintu kamar mandi.

“Key?!” pekik Hyeo So begitu ke terhuyung jatuh menimpanya. “Auw…” Key memegangi keningnya yang terbentur lantai. “Aghh.. K..Key, b..berat… uhuk… ba..ngun!” Hyeo So berusaha mendorong Key karena dadanya mulai sesak karena di timpa Key. Hyeo So berusaha mendorong Key lalu menyandarkannya di pintu. “Kamu kenapa sih?” belum sempat menjawab Key merasa sesuatu akan segera keluar dari mulutnya, dengan limbung Key bergegas memanjat westafel dan… HUEKK…

“Iwyuhhh Key!!! Kamu makan apa sih?” Hyeo So menepuk-nepuk punggung Key, sedangkan Key terus memuntahkan semua yang masuk ke dalam perutnya. Hyeo So mengambil handuk kecil lalu sedikit membasahinya dan menggunakan handuk kecil basah itu untuk membersihkan mulut Key. “Kamu minum?” tanya Hyeo So sambil berusaha mengangkat Key berdiri. “Untuk CF.” jawab Key lemas dan langsung kembali jatuh menimpa Hyeo So. “AAAHHH!!!…. sakit.” Pekik Hyeo So, kali ini keduanya masuk ke dalam shower room dan kepala Hyeo So yang kali ini terbentur.

“KYAAA~~ KEEYYY~!!!!” jerit Hyeo So karena Key bersandar di dadanya lalu dengan reflek Hyeo So mendorong Key sekeras mungkin hingga kepalanya membentuk tembok kacanya. “Aghh…” Key mengerang kesakitan sambil memegangi tengkoraknya belakangnya. “Ya ampun… maaf, aku gak sengaja. Tadi reflek, maaf.” Hyeo So mengusap-usap tengkorak belakang Key. Ia teringat sebuah teori, orang mabuk harus di guyur air. Hyeo So langsung menggeser pintu kacanya sehingga airnya tidak menciprat keluar, lalu ia menekan tombol dan keluarlah air dari shower membasahi keduanya.

“Egh! Bodo.. kenapa aku gak keluar tadi.” Ujar Hyeo So lalu membenarkan posisi Key, menyandarkannya ke dinding kaca. Key kembali memegangi kepalanya yang pusing di tambah lagi tadi terbentur. “Aduh.. maaf Key, aku bener-bener gak sengaja.” Hyeo So mengusap-usap lagi kepala Key lalu mengusapkan rambutnya di bagian kepala Key yang terbentur. Berharap hal yang biasa di lakukan ibunya pada Hyeo So jika kepalanya sakit bisa berhasil. Hyeo So terbatuk karena air yang terus menyiramnya masuk ke dalam kerongkongannya saat ia mengambil nafas.

“Hyeo So…-“ Key berusaha membuka matanya, kepalanya terasa berputar. “Masih sakit?” Key mengangguk lemah, lalu terbatuk dan kembali memegangi kepalanya yang benar-benar terasa sakit. “Dingin…” jemari Key mulai mengeriput dan memucat. “Dingin?” Hyeo So memegangi jemari Key, bingung apa yang harus ia lakukan… berdua dengan Key di dalam shower room membuatnya salah tingkah. “Tunggu…” Hyeo So menekan tombol untuk mengatur temperature air. “Aku ambilin handuk ya.” Ucap Hyeo So begitu selesai mengatur temperature air nya. “Hyeo So…” Key menarik siku Hyeo So. Dalam hitungan detik Key sudah merengkuh Hyeo So dalam dekapanya dan mecium bibir Hyeo So yang basah karena keduanya berciuman di bawah guyuran air shower.

Hyeo So merasa seakan dirinya membeku, matanya membelalak tapi ia tidak bisa bergerak melawan. Padahal Key menciumnya dengan lemah dan dekapannya pun tidak kuat, semestinya Hyeo So bisa dengan mudah melepaskan diri. Jantung Hyeo So berdetak lebih cepat, ia dilemma… dan tiba-tiba seolah ia melihat sosok Minho sedang memperhatikan keduanya. Hyeo So tersentak dan ia berhasil lepas begitu saja, Hyeo So terbatuk sedangkan Key jatuh begitu saja karena ternyata Key sudah kehilangan kesadarannya.

“Key.. bangun!” Hyeo So mematikan shower dan buru-buru keluar dari shower box untuk mengambil handuk. Ternyata ada orang yang sejak tadi menggedor pintu kamar mereka. Cepat-cepat Hyeo So membuka pintu, dan matanya terbelalak begitu melihat Onew, Taemin dan Jonghyun kini berdiri di depannya.

“H..hh.. Hyeo So…k.. kau t..idak apa-apa?” tanya Jonghyun terbata-bata, alis Hyeo So mengerut melihat Onew, Taemin dan Jonghyun menelan ludah. Perlahan Hyeo So menunduk dan ia baru sadar bahwa piyama putihnya kini menjadi transparent karena terguyur air dan sialnyaaa… ia mengenakan bra warna hitam.

“HWUAAAAA!!!” Hyeo So buru-buru menutupi tubuhnya dengan handuk sedangkan ketiganya memiringkan kepala dengan dengan mata terbelalak. Hyeo So menoleh dan mendapati Key berusaha berdiri tegap sambil berpegangan pada gagang pintu. Tubuhnya basah kuyup, sama sepertinya.

“ANDWAE!!!” Hyeo So buru-buru berlari masuk ke kamar mandi dan menarik Key masuk lalu membanting pintu kamar mandi. Jonghyun dan Onew masih tidak bergerak. Sejurus kemudian pintu kamar mandi terbuka dan Key terlempar keluar kamar mandi.

“OPPPAAA!!!! JANGAN BERFIKIR MESUM!!!” Hyeo So keluar dengan piyama biru dan langsung menarik ketiganya masuk ke dalam kamar, lalu cepat-cepat menutup pintu.

~ ~ ~

Hyeo So masih tidak bisa tidur… antara tidak bisa tidur karena Minho belum pulang dengan tidak bisa tidur karena kejadian tadi. Orang mabuk bisa melakukan apapun yang tidak biasanya ia lakukan, bahkan bisa mengakui segala rahasia yang terkunci di dalam hati kecilnya sekalipun.

“Minho?”

“Eh.. kau belum tidur Hyeo So?” tanya Minho sambil berjalan ke arah Hyeo So dan menjatuhkan tubuhnya di atas sofa tepat di sebelah tubuh Hyeo So. “Belum.. aku menunggumu. Pasti sangat lelah, aku sudah menyiapkan makan malam.” Hyeo So bangkit dan mulai menyiapkan makanannya di atas meja.

Tiba-tiba dua buah lengan menutupi sisi kanan dan kiri Hyeo So, dan ia bisa merasakan hembusan nafas di tengkuknya. Tangan itu bertumpu pada meja makan, sehingga Hyeo So tidak bisa bergerak.

“Sabtu ini kita jalan-jalan.” Minho menumpukan dagunya tepat di atas kepala Hyeo So. “Baiklah. Tapi sekarang kau harus makan dan menyingkirlah!”

“Bagaimana jika aku tidak mau?” bisik Minho di telinga kiri Hyeo So, hal itu membuat Hyeo So merinding. Dengan tubuhnya yang slim Hyeo So bisa dengan mudah meloloskan diri dengan cara melewati bawah lengan kanan Minho. “Kurang rapat untuk menahanku.” Hyeo So terkekeh, “Lain kali pasti berhasil.” Gumam Minho lalu memegangi kepala Hyeo So. “Sekarang makan saja, lalu seperti biasa…-“

“Jangan lupa mandi sebelum tidur dan minum susumu.” Sambung Minho yang sudah hafal betul dengan kalimat tersebut. “Anak pintar. Aku tidur sekarang.” Tiba-tiba Minho menarik lengan Hyeo So tapi Hyeo So berhasil menahan tubuhnya. “Tidak berhasil dan tidak sekarang… aku tidak mau ada yang memergoki kita.” Hyeo So menjinjit agar bisa mengusak rambut Minho. “Hyeo So…” rengek Minho.

“Aigoo.. sepertinya bayiku yang satu ini semakin hari jadi semakin manja.” Hyeo So menepuk pelan pipi Minho. “Sudah malam, cepat makan. Makanan ini aku masak khusus untukmu dengan penuh cinta… ehehehe… selamat malam. Mimpi indah!” Hyeo So mengecup pipi Minho dan dengan cepat melesat menaiki tangga.

“Aku akan memimpikanmu.” Hyeo So berhenti lalu terkekeh sambil memandangi Minho yang melambai padanya. “Tidur yang nyenyak!”

“Pasti!” Hyeo So kembali menyusuri tangga. Hyeo So menarik nafas dalam-dalam sebelum membuka pintu kamar. “Key?” ucap Hyeo So setengah berbisik lalu menutup pintu dengan perlahan. “Kincanayo?” Hyeo So menghampiri Key yang terduduk bersandar pada tembok, Key membenamkan wajahnya di antara dengkulnya. “Key?” perlahan Hyeo So mendengar Key terisak. “Hey… ada apa Key?” Hyeo So menyentuh lengan Key dengan lembut. “Ya ampun… biar aku ambil obat dulu.” Hyeo So berjalan mengambil obat dan segelas air. Perlahan Hyeo So mengangkat wajah Key yang memerah karena terlalu sakit.

“Kau ini laki-laki.. jangan menangis kalau hanya sakit seperti ini. Ayo minum obat.” Key mengambil obat dari tangan hangat Hyeo So dengan lemah, tapi kepalanya terasa semakin sakit.. pening sekali. Ia tidak ingin menangis hanya karena hal ini, tapi rasa sakit di kepalanya benar-benar menyiksa. Belum pernah ia merasakan sakit yang seperti ini. Key memasukan obat tersebut ke dalam mulutnya sambil menahan rasa sakit ia meneguk air, tapi ia langsung terbatuk dan memuncratkan lagi obat tersebut.

“Aghhh…” Key mengerang kesakitan sambil memegangi kepalanya, Hyeo So meletakkan gelasnya di meja. “Tenang… tenang… tahan sedikit, kamu harus minum obat dulu baru nanti rasa sakitnya hilang.” Hyeo So mendekap Key, berusaha membuatnya merasa lebih nyaman. ‘Aduh.. gimana yah supaya Key minum obatnya.’ Batin Hyeo So. Ia berusaha mengingat apa yang sering di lakukan ibunya jika ia sedang sakit. Key masih terisak, tapi tubuhnya sudah tidak berguncang lagi seperti tadi… ia sudah lebih tenang.

‘Andwae! Mana mungkin aku melakukan itu!’ sergah Hyeo So pada batinnya. Satu yang pernah di lakukan ibunya saat Hyeo So tidak bisa meminum obat, ibunya mengoper obat tersebut dari mulutnya ke mulut Hyeo So. Hyeo So menelan ludah, jantungnya berdegub lebih kencang. “Hyeo So…”

“N..ne?” sahut Hyeo So gugup. “Bisa kau hentikan itu?” alis Hyeo So mengerut. “Apa?”

“Detak jantungmu membuat kepalaku semakin pusing.” Muka Hyeo So langsung memerah dan memanas. “Kamu mau aku mati ya?!” sahut Hyeo So berusaha santai tapi terdengar kaku. “Bukan gitu… uhuk.. aww.” Key memegangi kepalanya yang sakit karena terbatuk. “Minum obat yah?” Hyeo So mengambil gelas dan obat masih dalam keadaan Key bersandar padanya. “Gak usah deh.. uhuk.. aw.. uhuk.. aww.. uhuk uhuk.. aaawwww!!!” Hyeo So ingin tertawa tapi tidak bisa… jantungnya berdegub semakin cepat dan kencang. “Harus minum!”

“Gak usah deh… aku males gerak.” Hyeo So mengambil nafas panjang.. “Ok kalau kamu masih gak mau juga. Jangan mikir yang aneh-aneh yah habis ini!” Hyeo So memilih untuk melakukan hal itu, walaupun ragu tapi ia berusaha yakin bahwa ia melakukan ini hanya untuk membuat Key bisa meminum obatnya tidak lebih!

Key tersentak begitu bibir Hyeo So menyentuh bibirnya, Hyeo So membuka mulutnya mengoper obat tersebut. Cara ini berhasil membuat Key menelan obatnya, dan cara ini berhasil membuat Key mencium Hyeo So untuk yang kedua kalinya.

Key menahan wajah Hyeo So, menariknya agar keduanya tetap seperti ini. tapi sejurus kemudian Hyeo So mendorong tubuh Key, ia tersedak karena tidak sempat menelan ludah dan saat akan menelan ludah ia malah batuk karena terkejut dengan tangan Key yang menahannya.

TBC

***

P.S: Gak parah-parah amat kan?? Ehehehe.. tapi pasti kalian gak kebayang Minho tiba-tiba jadi gitu… kkk.. maaf yaa -__-‘

{Shounen-Ai} The Lingery Misery

Title: The Lingering Misery
Author: F
Length: Around 1000 words
Status: One-shot
Genre: Angst What would I write beside angst anyway?
Rating: PG For the concept of love, I guess
Pairing: Broken MinKey, crossed by Taemin
Warning: None
Author’s Note: So I wrote ten (seemingly quite) random drabbles for the iTunes Drabble Meme the other day. You can read it here if you want. A few readers wanted me to continue the 2MinKey drabbles, and here is the result. I’ve written their story in a thousand-word fic. I hope you can enjoy this. I put quite a lot of myself in it. Love does nothing but breaking my heart. And why the hell did I suddenly go emo in this blog?
To those who requested the 2MinKey, this is for you :)

“I hate it, Minho. I hate it,” Key exploded in the bedroom.

“I know, Kibum. I know. Will you please sit down?” Minho told Key soothingly. However, Key kept ranting, as though he wasn’t listening to Minho. Suddenly, a pair of strong arms pulled Key to Minho’s bed. He wrapped an arm around Key’s shoulders.

“How about this?” Minho whispered in Key’s ears. “Everytime you’re doing those girl groups’ dance, think about me. Think about how you’re only doing it for me. Can you do it?”

Key pouted.

“I guess I can,” Key said before Minho enveloped his lips in a kiss.

Right then, Taemin chose to step into SHINee’s shared bedroom. He stopped in his step once he saw the couple in front of him.

“Oh, I’m sorry,” he said. He was about to turn away when Key stopped him.

“It’s okay, Taeminnie. I have to make dinner anyway,” chimed Key. Then, he turned again to Minho. “We’ll continue this tonight,” he promised.

————————–

“Hyung,” Taemin started in the middle of cooking dinner with Key.

“Yes, Taemin?”

“Do you love, Minho hyung?”

Key laughed.

“Of course I do, silly.”

Taemin could see stars in Key’s eyes when he said those words.

“Why the sudden question?” Key asked Taemin in return. The magnae shrugged.

“Curiosity, I guess. I was just wondering how it felt.”

“How what felt? Love?”

Taemin gave Key another shrug.

“It feels wonderful. You’ll know when you fall in love.”

“How do you know that you’re in love?”

Key thought about the question for a while.

“I guess you’ll know when you can’t stop smiling like an idiot everytime you think about that loved one of yours. Now get away from the kitchen, you’re ruining my dinner.”

“Thank God! I thought you’re gonna make me stay here for hours!”

Key slapped Taemin’s back playfully before the younger left the kitchen only to join Minho in the living room.

“Where’s Jinki and Jonghyun hyung?” Taemin asked the tallest member of SHINee who was watching the TV.

“Schedule,” Minho answered shortly. Taemin sat down beside him, trying to gain his attention, but he didn’t look at him once. Not even a glance.

“What are you watching?” Taemin tried again.

“Nothing interesting.”

Silence.

“I’m gonna help Kibum in the kitchen.”

Then, Minho left Taemin without saying another word. From where he was sitting, Taemin could see Minho circled his arms around Key’s waist. Taemin felt like screaming in anger, but he knew he couldn’t. So he crushed the cushions instead.

————————–

That night, when everyone was already asleep, Taemin got out of his bed and walked towards Minho’s bed. He just stood there, staring at the flawlessness of Minho’s features. His closed eyes, his nose, his lips, Taemin wanted to touch them all. He wanted to touch everything that was Minho. He wanted to hug him. But he never dared. He could just look at Minho from afar with longing, desire, and lust building up in his chest. He didn’t know when it began. He only knew that he loved Minho at this exact moment. He loved him yesterday, he loved him now, and he would still love him tomorrow. If only his hyung knew how Taemin held back the ache in his heart everytime he saw him liplocking with Key. Even a single eye-communication between Minho and Key could already make Taemin felt like being stabbed right through the heart. How he longed for Minho to be his. But that would mean Key being furious out of his wits.

With the dawning realization that he would never be with Minho, Taemin sat on the edge of his hyung’s bed. Right that moment, Minho turned in his sleep and found Taemin’s fingers.

“Kibum…” Minho said deliriously.

And Taemin cried.

————————–

“Taeminnie, are you okay?” Key asked his beloved son in a worrisome tone. Taemin was sitting alone in the computer room. He was staring at something outside the window, but then again, he could be staring into nothing at all.

“Fine,” Taemin answered lifelessly.

“You know you can confide in me.”

Key pulled another chair to accompany Taemin who was still staring at velvet sky. Silence built up between them, for Key didn’t want to push Taemin even further if the boy really didn’t want to talk. But the magnae talked eventually.

“I think I have to disagree with you, hyung.”

The older of the two didn’t answer, waiting for the lead dancer to continue his sentence.

“Feeling wonderful when thinking about your loved ones doesn’t necessarily mean that you’re in love. You could just be happy over the idea of being in love.”

Taemin’s ‘umma’ laughed softly.

“What do you know about love, Taemin? You’re still too young.”

Taemin turned his head and looked straight into Key’s eyes.

“I know enough that most of the time, the pain of being unable to be with someone is the sole indicator that tells you that you’re in love with that someone.”

Then both of them could hear the leader calling for a band meeting. They both left the computer room with Key patting Taemin’s back softly.

“You know, Taemin, if you really love someone, then go for it.”

————————–

“What is it, Minho?” Key asked Minho accusingly.

“Nothing.”

“I don’t believe it. You’ve been avoiding me for weeks!”

“So what? I’m busy.”

“No way. You got no schedule at all!”

“I’ve been busy with my personal life, okay?”

Key’s lips quivered.

“Am I not a part of your personal life anymore?”

Minho couldn’t say anything.

“There’s someone else, isn’t it?”

Minho could hear Key choked as he held back his tears.

“I’m sorry, Kibum.”

That was all Minho could say. That was all Key needed to leave the room with tears streaming down his face.

————————–

It was a quiet day in SHINee’s dorm. Everyone was on their schedule, except for Minho and Taemin. They used the best of their stolen minutes, considering Key hadn’t known about their newly-made relationship yet.

The TV was on. Minho laughed everytime he heard the jokes the gagmen were throwing. Taemin was on his side, staring at him lovingly. He was finally his. Minho was finally his to hug, to kiss, to love.

Taemin nudged closer to his gangly lover, pouting, asking for a hug, which Minho gave the boy ever so willingly. Taemin rested his chest on Minho’s well-built chest, watching the TV along with him.

Seconds later, Taemin’s thoughts were up in the clouds. He could still feel Minho’s warm chest. He could still see the pictures moving on the TV. But he could no longer hear anything, except one thing. The sound of Key silently crying since the night Minho left him for Taemin.

fin

(Shounen-AI) Let Me Show You How

Warning buat yang masih di bawah umur!!! Ini salah satu alasan kenapa pake english.. lumayan aman! Jangan bandel yah yang masih di bawah umur!!! >.<

Title: Let Me Show You How
Author: F
Pairing: Onew/Key
Genre: Fluff
Rating: PG
Warning: Guy kissing a guy
Disclaimer: NO! THESE BOYS AREN’T MINE! HOW MANY TIMES DO I HAVE TO TELL YOU THIS?? *CRIES*

Summary: Key wanted to help Onew practice his kissing scene.
Author’s Note: This fic is an expression of my frustration upon Onew’s kissing scene in his upcoming musical. Yes, I’m a desperately jealous and heart-broken fangirl. I’d rather you kiss Key all your life, Dubu! >.<
This is my first attempt at fluff and male-male relationship fic. IT FAILS! IT FAILS! I KNOW IT FAILS!
And why the hell did I write an OnKey anyway? They’re not even my OTP! But they’re just too sweet to resist! Noo I’m turning into an OnKey-shipper!

Onew was whacking his head with his script when Key appeared in the room.

“What are you doing? Trying to make yourself sane?” Key asked. Onew stared at him helplessly.

“Why did I say yes? Why, Kibum, Why?”

Onew looked like he was about to cry.

“Say yes to what? What’s that you’ve been hitting your head with?”

Key took the script from Onew’s hand without bothering for his reply. He read the writing on the cover of the script, “Brothers Were Brave”.

“Ya! This is your musical script! How come you didn’t show me this earlier?” Key shouted excitedly.

“Forget it. I’m gonna resign. I can’t do this musical,” Onew chickened out, but Key didn’t listen, because he was too engrossed in quick-scanning Onew’s script.

“What? There’s a kissing scene? Hyung, are you seriously gonna kiss a girl?” Key questioned joyfully, there were sparkles in his eyes. Onew groaned and his face turned red.

“I was really hoping you wouldn’t bring that up,” Onew said as Key laughed hard in his face.

“Hyung! The only thing you’ve ever kissed is a lamb! How in the world are you gonna kiss a real living and breathing girl?

“That’s exactly why I’m gonna fail this musical. Oh, Kibum, what am I supposed to do?” Onew buried his head in his hands.

“Aw, Jinki hyung, don’t be so upset. I’ll help you practice your lines,” Key said brightly.

“You can’t by any chance help me in the kissing department, can you?” Onew asked rhetorically.

“Oh, yes, definitely!”

Silence.

“What did you just say?” Onew asked in disbelief.

“Kissing practice, right? No problem.”

Onew nervously laughed.

“You’re not serious, are you?”

“Ya! Are you doubting my kissing skill?”

Onew’s face violently blushed again.

“No, no, it’s not that, but – but – you’re a.. guy?” Onew said uncertainly.

“So what? It’s acting, right? If you kiss me, then you’ll get a double combo: kissing and acting practice. Sounds fair, right?”

He didn’t know why, but Onew’s heartbeat just increased ten folds.

“I gotta go to the musical rehearsal,” Onew told Kibum hastily and left the room.

———————————-

In the rehearsal room, waiting for the rehearsal to start, Onew unconsciously thought about Key’s offer. Well, for one thing, it would be a shame for SME, SHINee, and himself if his kissing scene failed. To tell you the truth, he really needed that kissing practice. But not with Key, surely? But which girl in her right mind would want to practice kissing with him anyway? But then again, how would it feel it to kiss Key’s lips? Those thin, perfect lips. Those bitchy lips that always said sassy things and…

Onew shook his head. Why was he thinking about Key’s lips anyway?

————————————

“So? How did the practice go?” Key asked Onew when he was back in the dorm.

“Fail,” Onew sighed only to make Key laughed his ass off.

“I knew it!”

“But I managed to kiss the floor,” Onew tried to joke.

“That’s probably because you tripped.”

“Aw, Kibum, why do you always have to be so bitchy?”

Wae? That’s how I am, take it or leave it,” Key said much to his chagrin.

“Come on, I was just kidding. Why aren’t you asleep like the others anyway?”

“Who’s gonna cook you dinner if I were asleep? Here.”

Key shoved a plate of warm dinner to Onew’s lap. Onew ate it eagerly. He was hungry, especially after all those failure in kissing scenes. Onew was too lost in eating dinner, he didn’t realize it when Key nudged closer to him.

“So… Have you reconsidered my offer this afternoon?”

Onew coughed as a spoonful of food got stuck in his throat. Key slapped Onew’s back and hurriedly gave him a glass of water, which Onew drank completely in one go.

“Are you okay?”

Onew was still too shocked to answer Key’s question.

“Gosh, Jinki hyung, relax, it’s just kissing.”

Onew looked at Key in wide eyes.

“Just kissing for you, you kissing expert!”

Key laughed hearing Onew’s reaction everytime he mentioned the word ‘kissing’. Onew couldn’t help thinking how Key’s laugh sounded like a ring of bells.

But then, Key moved forward to him slowly.. slowly.. slowly.. and the next thing he knew, they were face to face. Onew could feel cold sweat was starting to collect on his palms.

“It’s not hard, hyung,” Key whispered.

“Kibum-ah, what are you doing?”

Onew wanted to push Key away, but his hands weren’t listening to him. He was trapped at the corner of the living room couch, desperately looking for somewhere to run to, but his eyes were locked onto Key’s cat-like ones.

“Relax” was the last thing Onew heard when Key put his lips on his. Onew felt a sudden jolt of electricity flowed through his body as Key pushed his lips to his. He felt so helpless, giving in to Key’s rhythm as he nibbled and kissed Onew’s lips softly. Key went to his full lips, then moved to his upper lip, before finally settling down on his lower lip.

For something so soft, Key’s lips were amazingly leading Onew’s ones. Onew could feel his jaw moving in harmony to complete Key’s lips. So this is how it felt like. It was true when people said that kissing was a natural born skill, because even a kissing virgin like Onew could do it in five seconds. Or had it been a minute already?

Onew gasped when Key suddenly opened his mouth and darted his tongue across Onew’s tongue. Key’s tongue kept pushing and pushing, brushing Onew’s lips teasingly and all of it just blew Onew’s mind away. Onew gave in, and now he wanted more.

Key was now the one who gasped as he felt Onew grabbed his cheek and pulled him closer to himself. Onew’s tongue moved hungrily for his tongue and soon their tongues were fighting and clashing passionately. At that second, both of them just lost their minds and they wanted nothing more than to kiss each other all night. But that would mean dying from out of breath. So they eventually stopped and stared at each other while gasping for air. The only sound they could hear was that of them panting and breathing.

“You’re right,” Onew said. “That wasn’t hard. Thank you, expert.”

Key smiled.

“I lied. That was my first kiss too.”

It was Onew’s turn to smile.

“Even better. We can practice kissing together.”

Key was about to reply when Onew sealed his lips again. And they both kissed the night away.

——————————

And now tell me how much I failed!

P.S: This is the first PG FF that published in this blog. Please don’t misunderstand. Onew and Key.. both of them is not a gay. It’s just a fiction story, just for fun. We using English cause of SHINee image.. you know it’s just… aghh.. just read and comment please..

We are shared this, someone send it to us.