Tag Archives: 2Min

Crescendo – Part 2

Crescendo – Part 2

Title                 : Crescendo – Part 2

Author             : Choi Eunri a.k.a Miki

Main Cast        : Pairing 2Min (Minho,Taemin)

Support Cast    : Lee Jinki,Kim Kibum,Kim Jonghyun,Jessica,and other cast.

Length             : Series

Genre              : Shounen Ai,Life,Romance

Rating              : PG – 16

Summary         : Apa yang akan terjadi jika seorang pianis muda berbakat yang tak tahu tujuanya bermain   musik bertemu dengan seorang pianis buta yang jenius dan memiliki kepekaan yang tajam terhadap nada – nada dengan pendengarannya.Akankah mereka bisa menemukan jati diri dan arti musik untuk mereka

Note                : Miann ini Flatt abizz..**sembunyi d balik punggung kak chiaki

#NP                  : Chopin Piano Concerto no 1 in E Minor..

                         1st Movement ~Allegro Maestoso~

                         2nd Movement ~ Romance Larghetto~

Continue reading Crescendo – Part 2

[SA] Cresscendo – Part 1

Crescendo – Part 1

Title                 : Crescendo – Part 1

Author             : Choi Eunri a.k.a Miki

Main Cast        : Pairing 2Min (Minho,Taemin)

Support Cast    : Lee Jinki,Kim Kibum,Kim Jonghyun,Jessica,and other cast.

Length             : Series

Genre              : Shounen Ai,Life,Romance

Rating              : PG – 16

Summary         : Apa yang akan terjadi jika seorang pianis muda berbakat yang tak tahu tujuanya bermain   musik  bertemu dengan seorang pianis buta yang jenius dan memiliki kepekaan yang tajam terhadap nada – nada dengan pendengarannya.Akankah mereka bisa menemukan jati diri dan arti musik untuk mereka

  Continue reading [SA] Cresscendo – Part 1

[SA] Why Should I Regret?

[Shounen-ai] Why Should I Regret?

Author: Ree

Title: Why Should I Regret?

Cast: Choi Minho, Lee Taemin, 2Min

Rating: PG-13

Length: Ficlet

Genre: fluff

Disclaimer: I just own this story. Lee Taemin and Choi Minho belong to their self and their agency..

a/n: Ide cerita ini tiba-tiba muncul setelah nonton video 2MIN salsa-dance.. ^___^ Continue reading [SA] Why Should I Regret?

Omo!!! Omooo!!!

Omo!!! Omooo!!! [Drabble]

Title : Omo!! Omoo!!

Author : Han Sang Ra (Kalian boleh memanggilku Riri) *teu nyambung pisan

Genre : *tebak sendiri yah cingu,*

Rating : G  *hahahha.. yang berpikir kejauhan akan berpikir NC*

Main Cast : 2Min (Taemin Minho)

Support Cast : OnJonKey (Onew Jonghyun Key)

Leght  : OneShot

Credit Song  : *cari sendiri yah,*

Ket.  : Mencoba membuat.


Annyeong. Ini FF pertama Drabble ku. Aku harap bisa di post sama admin 🙂 kalau ku buka rahasiaku, sebenarnya aku silent readers di SHINee Fan Fiction From SHAWOLINDO!! dan aku buka aib lagi.. aku suka ngambil FF aku kopi dan aku masukin MS. Word untuk aku baca. Karena aku jarang ada waktu. jadi aku kopi FF yang mau aku baca lalu aku baca di kom. tanpa internet. Adikku suka pakai internetnya jadi aku susah kalau ingin baca di blog. *Mianhe para Author*

Seringnya sih aku ngambil FF YAOI.. karena aku suka ^^~ *bow* Mianhe lagi author. Aku harap FF ku ini di post. Apakah di Post? Ya? jeongmal gomawo admin ^^ aku senang sekali. Aku harap FF ini banyak peminat. GOMAWO !!

Continue reading Omo!!! Omooo!!!

{Shounen-Ai}I Decided To Believe You

Title : I decided to believe you …

Author : Sanniiew

Main Cast : 2MIN, onew, key, jonghyun

Genre : one shoot, yaoi, romantic, SHINee

Rating : PG-15 (maybe… hahahah (^O^))

A/N : HAI,THIS IS MY FIRST FANFIC. I wtote this b’cos I LOVE 2MIN COUPLE MORE THAN I CAN IMAGINE, hohohohho J. Oke, kali ini aku bakal buat sedikit berbeda, well… terlepas mereka adalah para lelaki yang digandrungi para shawol didunia, its oke right? Ini terinspirasi dari komik,tapi gue rubah sedikit”lah… such a combination of 2 stories lah 😀

So, leave a comment for me, I need you comment,be a good reader. POPPO :* Continue reading {Shounen-Ai}I Decided To Believe You

{Shounen Ai(?)} Question: What? Why? . Answer: You – Part 2

question? what, why. answer? you [chapter 2]

title : question, what? why? answer, you  2/?
author : chassbenatriks
genre  : pg
pairing: 2min, onkey, jjongtae (taesun) =D

Hari ini, seperti hari-hari biasanya. Aku masih berangkat ke sekolah,
masih dikerumuni para gadis mengerikan, masih dilempari kertas robekan
dari buku pelajaran yang dibasahi air liur, semuanya masih normal. Dan
tentu saja, aku masih dengan keras memikirkan dan bertanya-tanya siapa
pemuda tinggi itu. Aku benar-benar tak suka padanya. Hmm… aku
melangkah ke depan kelas dan meminta izin kepada guru kelas untuk
pergi ke ruang kesehatan. Lebih baik aku tidur untuk mencari inspirasi
untuk berpikir lebih jernih.

Aku memandangi langit-langit ruangan kesehatan sementara kedua
tanganku menopang kepalaku diatas bantal. Ini benar-benar
membingungkan, hingga ponselku bergetar. Ah, ternyata dari Taesun
hyung. Dia hanya menyuruhku untuk pulang tepat waktu dan tak
menghabiskan uang bersama Key noona dan Jinki hyung.

Sekali lagi aku larut dalam lamunan. Pemuda itu, tinggi, besar,
berkulit gelap dengan topi yang selalu ia gunakan selama dua kali itu
aku bertemu dengannya. Wajahnya tak begitu jelas terlihat, namun dapat
kulihat senyuman liciknya yang khas. Suaranya dalam dan penuh dengan
kejahatan. Mungkin dia orang jahat yang sengaja ingin mengerjaiku.
Huh…

Tiba-tiba sesuatu menghancurkan lamunanku, aku mendengar sesuatu dari
balik tirai dimana aku sedang berbaring. Suara gumaman? OH TIDAK,
jangan-jangan ini… hantu?!!!!!!

“Taemin… euh, hai, Taemin…” Oh, tidak. Ini benar-benar hantu. Apa yang
harus kulakukan?! Selama ini aku tak pernah bertemu dengan hantu
kecuali di film horor. Apa yang harus kulakukan?!!!!

Perlahan kugeser tirai tersebut, penasaran tentu saja. Mengapa hantu
itu memanggilku? Seingatku aku tak pernah mengganggu bahkan bertemu
dengan sesuatu yang bernama hantu. Aduh, aku benar-benar dalam
masalah. Aku menutup mataku sambil tetap menyibakkan tirai tersebut.
Tuan hantu, maafkan aku… X(

Apa yang kutemukan selanjutnya benar-benar mengejutkan, terlalu
mengejutkan. Seorang gadis. Mulutku terbuka lebar dan mataku
terbelalak. Gadis ini… hantu? Tapi dia menggunakan seragam yang sama
denganku. Karena dia duduk menghadap arah yang berlawanan denganku,
dia tak melihatku. Aku mengumpulkan keberanian untuk mendekatinya,
perlahan dan dengan antisipasi besar menepuk pundaknya. Aku menutup
sebelah mataku agar tak terlalu terkejut apabila ketika dia menoleh
ternyata wajahnya rata, persis seperti film horor yang kutonton
bersama Taesun hyung.

“M—maaf, nona hantu?” Aku mengepalkan kedua tanganku didepan dada,
tidak, aku tidak jadi menyentuh pundaknya. Khawatir dia akan langsung
menerkam dan memakanku. Gadis itu tersentak dan meloncat dengan masih
menghadap arah yang berlawanan denganku. Seketika dia menjerit,
membuatku terkejut dan juga ikut berteriak.

“Tae… Taemin?!” Aku membuka mataku, gadis itu terbelalak ketika
melihat wajahku. Syukurlah dia bukan seekor hantu, fiuh… -.-

“Euh, kau mengenalku?” gadis tersebut semakin terlihat ketakutan
setelah aku bertanya padanya. Apa aku pernah berbuat salah padanya?
Mengapa dia begitu terlihat aneh? Aku saja tidak mengenalnya. Huh.

“Ma… maaf…” Dia masih terlihat tegang dan berbicara tanpa memandang
wajahku, tangannya mencengkram erat rok seragamnya dan tubuhnya
bergetar. Mungkin Taesun hyung benar, wajahku terlalu aneh.

Aku tersenyum, berharap dia tak takut lagi padaku. Hmm.. namun siapa
dia? Aku tak pernah melihatnya di kelas. Mungkin dia anak kelas lain,
dan tentu saja bukan hantu. Aku memperhatikannya, wajahnya terlihat
sangat merah seperti udang rebus. Ah, aku jadi lapar.

..

Ternyata gadis itu bernama Jiyoung, anak kelas sebelah dan terkenal
paling cantik diseluruh sekolah setelah Key noona… itu menurut Key
noona. Key noona masih menyuapiku nasi yang dibentuk bulat-bulat kecil
berisi telur dadar dan kimchi sambil terus bicara, hingga tak
menyadari bahwa mulutku sudah sangat penuh dengan makanan. Seperti
biasa, sambil mendengarkannya berbicara, aku sibuk dengan sesuatu yang
kutemukan dan kurasa harus kubongkar; kali ini mesin penyerut pensil
yang kutemukan di kamar mandi tadi. Entah darimana dan sedang apa
penyerut pensil itu di kamar mandi. Mesin kan tidak buang air kecil…

“Mungkin gadis itu suka padamu, Minnie… dan dia itu bukan tipe gadis
yang agresif seperti gadis-gadis lain yang meneriaki namamu pambil
mengambil foto. Hmm, bayi kecilku akhirnya sebentar lagi mempunyai
kekasih!! Muhahahaha!!” Wajahku memerah seketika, persis seperti gadis
tadi… maksudku Jiyoung. Mungkin dia memang suka padaku, tapi
gadis-gadis yang sedang merekamku sambil berteriak kegirangan itu juga
suka padaku. Tapi mengapa Jiyoung tidak membawa kameranya untuk
memotretku? Mungkin benar, dia takut padaku. Tapi apa yang kuperbuat?

Oke, kembali lagi ke pemuda tadi. Sepulang sekolah aku langsung
meluncur ke rumah dan melihat keadaan. Bagus, Taesun hyung dan Jjong
hyung sedang tak ada dirumah, mungkin mereka sedang berjalan-jalan
seperti biasa. Aku kembali melihat-lihat, Key noona dan Jinki hyung
sepertinya masih dalam perjalanan pulang atau mungkin pergi juga.
Keadaan aman.

Aku mengambil baju terusan pendek yang sudah tak terpakai milik Key
noona diam-diam dari lemarinya, tetap melihat kiri-kanan untuk
berjaga-jaga. Aku berlari ke kamar ibu dan mengambil salah satu
tasnya, memasukkan sebuah kaos dan celana jeans untuk ku ganti pada
saat pulang nanti. Kulepas ikatan rambutku yang selama ini ku
pertahankan sebagai trade mark setiap keluar rumah, perlahan helaian
rambutku yang panjang menyentuh bahuku dan menampilkan pemandangan
memalukan. Wajahku benar-benar terlihat seperti perempuan.

Kujepit pinggir rambutku dengan jepitan rambut imut yang dibelikan Key
noona untukku beberapa bulan yang lalu. Pakaian yang biasanya terlihat
pendek dan kekecilan ketika dikenakan Key noona kini sungguh terlihat
pas di tubuhku, dengan ujung rok menyentuh lututku dan renda yang
indah di kerahnya. Aku bercermin, menatap dengan setengah tak percaya.
Apa ini aku? Tatapanku seketika tertuju pada kakiku yang ternyata
sangat kecil dan ramping tanpa bulu, aku mengangkat tanganku,
memperlihatkan ketiakku yang mulus dan juga tak berbulu, ditambah
tubuhku yang kecil dan tak berotot. Aku menghela nafas keluh. Mengapa
aku dilahirkan seperti ini? Hm, baiklah, setidaknya ada gunanya juga
disaat-saat seperti ini. Aku siap berangkat.

Aku berjalan dengan santai… tidak, aku berbohong, benar-benar
kebohongan! Aku benar-benar malu, menjaga cara jalan dan tata
kelakuanku didepan publik. Kutundukkan wajahku, ini benar-benar
memalukan. Beruntung Taesun hyung dan Key noona mengirimiku pesan dan
mengatakan bahwa mereka masing-masing sedang pergi ke restoran dan
hotel. Walaupun aku sedikit memutar otak ketika Taesun hyung
mengatakan dia menyewa kamar hotel mewah untuk bermalam dengan Jjong
hyung, tapi biarlah. Dan Key noona sedang melakukan kencan dengan
Jinki hyung untuk merayakan hari jadi mereka. Sekali lagi, aku aman.
Untung sudah kutempelkan pesan di kulkas bahwa aku sedang berlatih
drama dirumah seorang teman dan akan pulang sedikit terlambat,
kalau-kalau mereka pulang lebih awal dariku.

Aku berjalan perlahan ke toko mainan, dengan bedak tipis dan sedikit
lip balm yang berada didalam tas ibu, aku benar-benar transparan.
Pemuda itu tak mungkin mengenaliku. Aku berpura-pura melihat-lihat di
barisan rak Barbie, tentu saja sambil melihat sekeliling.

YAP, TARGET TERKUNCI.

Persis seperti sebelumnya, dia menggunakan jaket yang sama, topi yang
sama, namun celana dan sepatunya berbeda. Perlahan kuikuti dia, tentu
saja dengan hati-hati. Dia berhenti di rak Power Ranger, mengambil
satu set mainan yang sepertinya terlihat langka. Hmm… pemuda ini
benar-benar membuatku bingung, kalau tidak salah… dua tahun yang lalu,
ketika ayah dan ibu masih ada, aku juga menginginkan dan merenge—…
PRIA INI BENAR-BENAR MENGERIKAN. DIA BISA MEMBACA PIKIRANKU!!!!

Aku memperhatikannya berjalan ke meja kasir dan membayar mainan
tersebut. Dia membayrnya dengan kartu. Bisa saja itu kartu ATM atau
kartu kredit. Kesimpulan awal, dia pasti anak orang kaya. Hmm… oh,
tidak! Dia sudah selesai membayar dan sedang berjalan kearahku. Aku
segera mengambil langkah cepat namun berusaha agar tak terlihat
mencurigakan.

..

Kemungkinan pertama, pemuda itu adalah anak orang kaya. Kemungkinan
kedua, dia dapat membaca pikiranku. Kemungkinan ketiga, mungkin dia
adalah seorang mata-mata yang sengaja menyelidiki keluargaku.
Kemungkinan keempat, ini kebetulan. Namun hanya beberapa persen bukti
yang menyatakan ini kebetulan, ini terlalu kebetulan. Aku kembali
memutar otak sambil melayangkan sesuap es krim kedalam mulutku,
berpikir keras dan berusaha untuk tidak melakukan kesalahan. Mencari
sesuatu dan mengingat-ingat.

“Hai, dik. Kita bertemu lagi. Ternyata kau seorang perempuan. Hahaha.”
Aku terkejut dan hampir melompat ketika sebuah suara menghentikan
semua pemikiranku. Tidak mungkin, dia mengenaliku!!! Aku harus mencari
cara… berpikir, berpikir, berpikir, Taemin!!!

“Maaf, apa kita pernah bertemu?” Aku menatapnya dengan penuh
kesombongan dan mata yang sedikit disipitkan. Yak, brilian, Taeminnie.
Sekali lagi aku mengikuti metode drama Key noona. Namun pemuda itu
seketika terbahak-bahak. Membuatku saaaangaaaaat…. Kesal dan kehabisan
akal.

“Sudahlah, dik. Apa yang kau lakukan sendirian disini? Kemana
kakak-kakakmu? Bahaya kalau anak sekolah dasar keluar setelah matahari
sudah terbenam. Apalagi kau seorang gadis, kau bisa dijahati dijalan.
Ayo, aku antar kau kerumahmu.” Apa-apaan ini?! Dia meremehkanku?!!!

“Aku bukan seorang gadis!!!!” Ups, tidak… aku segera menutup mulutku
karena ucapan spontan. Pemuda tersebut menyeringai dan menahan tawa,
sekali lagi aku menunjukkan tatapan mengancam yang kutunjukkan padanya
waktu itu. Namun seketika tawanya lepas dan tak terkendali. Orang ini
benar-benar menjengkelkan!!! X((

Aku melahap es krim ku yang kini sudah tinggal setengah porsi sedikit
demi sedikit, menikmati sensasi dingin dan manis yang bercampur di
lidahku. DAN PEMUDA ITU MASIH DUDUK DIHADAPANKU!!!!! Sekali lagi aku menatapnya dengan tatapan sadis, aku sangat merasa terganggu dengan
wajahnya yang tersenyum sambil menopang dagu dengan tangan diatas meja
dan bungkusan mainan yang baru saja dia beli terletak rapi diatas
kursi disebelahnya.

“Kau benar-benar manis, dik. Kau bersekolah dimana? Hmm… apa
orangtuamu tau kau bepergian malam-malam begini? Mereka pasti
khawatir.” Ugh, aku benar-benar tak tahan lagi.

“Aku murid sekolah menengah! Tak ada yang akan mengkhawatirkanku! Aku
sudah dewasa! Aku bisa menjaga diriku sendiri!” aku berteriak begitu
kencang hingga mungkin seluruh isi toko dapat mendengar suaraku.
Pemuda itu tampak terkejut, huh, sudah kubilang dia sangat mengganggu.

“Kau… murid sekolah menengah?” Lalu dia tertawa terbahak-bahak,
sialan. Sekali lagi dia meremehkanku. Aku menggembungkan pipi,
menunjukkan bahwa aku tidak suka dengannya dan segala apapun yang
berhubungan dengannya. Namun dia tetap menertawakanku, apa ada yang
lucu dengan wajahku? Lalu dia terdiam, dengan dalam menatapku.
Jantungku terasa sangat cepat memompa setiap oksigen yang masuk ke
tubuhku melalui organ pernafasanku. Pemuda tersebut mengulurkan
tangannya mendekati wajahku, dadaku semakin terasa sesak. Aku menutup
mata rapat-rapat, menggertakkan gigi sama rapatnya.

“Nah, sekarang sempurna.” Aku perlahan membuka mata, jarinya yang
panjang masih berada di pipiku… sebentar, pipiku?

“Ada sedikit cokelat di pipimu, dik.” Lalu dia kembali tertawa. Aku
berdecak mengeluh, mengkerutkan bibirku karena kesal. Namun saat
kulihat lagi wajahnya, dia masih tersenyum menatapku. Apa-apaan orang
ini?!!!!!

Kemana anak itu?! Sebentar saja aku lengah, ah… ini benar-benar
membuatku panik! Tentu saja! Ini hampir jam 10 malam!!!! Sebuah
teriakan yang lebih terdengar seperti keluhan terdengar dari arah
dapur. Aku segera berlari dan meninggalkan kamar bayiku yang penuh
dengan eksperimennya.

“He’s practicing drama, baby. Here, I found it attached on the fridge.
Calm down okay?” Jinki memelukku dan menenangkanku, membawaku ke ruang tamu dengan segelas teh hangat yang dia buatkan untukku. Aku masih
terdiam, menggenggam pesan yang ditinggalkannya pada saat Jinki
mengelus rambutku yang halus dan mengecupi kepalaku.

“Taemin tidak pernah mengerjakan tugas apapun bersama salah satu
temannya. Dan setahuku dia tak membicarakan drama di sekolah tadi,
atau tadi pagi, atau semalam, atau kemarin. Kemana bayiku?!!!!!” Jinki
terlihat sangat lelah, hari ini dia mendapatkan banyak tugas dari
kelas maupun organisasi yang dia kepalai. Namun dia tetap
menenangkanku dan berkali-kali berkata ‘kau tenang saja, dia sudah
dewasa. Kau tak perlu khawatir.’ Mataku berkaca-kaca seiring dengan
Jinki yang memijat-mijat kepalanya dan berulang-ulang melepas
kacamatanya lalu memakainya lagi. Dia tersenyum kearahku ketika
menyadari tatapanku yang terfokus kepadanya.

“Kau lebih baik tidur, Jinki. Kau terlihat pucat.” Aku mengelus
pipinya dengan lembut seiring dengan gelengan kepalanya. Seharusnya
aku tidak mengajaknya pergi hari ini… walaupun hari ini adalah hari
jadi kami.

“You’re my drugs, baby. I won’t sick if there’s someone named Key
beside me. We’d rather call him again. I don’t want to see your pretty
face interrupted by a big worry.” Aku mengangguk, mengecup keningnya
sekali dan mengambil ponselku yang terlinggal di kamar Taemin. Namun
ketika aku baru saja akan melangkah, ketukan pintu terdengar. Aku
segera berlari, menghapus air mataku dan bersiap untuk memarahi anakku
satu-satunya yang mulai nakal ini. Dia harus diberi teguran agar tak
membuatku dan Jinki khawatir.

“Euh… maaf.” amarahku terlupakan begitu saja ketika tanganku menarik
gagang pintu dan kini berganti dengan sebuah tanda tanya besar di
kepalaku. Seorang pemuda tinggi besar dengan jaket kulit dan
mengenakan topi berdiri dihadapanku.

TBC

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

Question, What? Why? Answer, You !/? [1]

title : question, what? why? answer, you  1/?
author : Monda a.k.a chassbenatriks
genre  : pg
pairing: 2min, onkey, jjongtae (taesun) =D

Hai, namaku Taemin. Aku adalah siswa kelas dua sekolah menengah
pertama di Seoul. Dan tidak seperti anak seusiaku lainnya, ibuku
bilang, aku mempunyai rasa ingin tau yang saaaangaaaat….. besar.
Ayahku bilang mungkin aku bisa menjadi seorang profesor di masa depan
nanti. Aku sangat senang mendengar hal itu.

Sedari kecil, aku selalu bertanya mengapa cegukan itu bisa ada,
mengapa jari-jari tanganku bisa bergerak dengan mekanisme yang
sedemikian rupa, mengapa kuku berbeda dengan bagian kulit yang lain
dan bagaimana sel-sel dalam tubuh dapat membentuknya, mengapa,
mengapa, mengapa, aku selalu ingin tau. Kutanyakan kepada ayah, ibu,
kakakku, hingga diriku sendiri. Ya, aku selalu mencaritahu segala hal
yang menarik untuk dipertanyakan. Dan aku selalu berusaha mencari
sendiri jawabannya. Hingga pada saat itu kakakku, Taesun hyung,
menempeleng kepalaku karena aku bertanya mengapa dia bisa menyukai
laki-laki. Apa yang salah dengan pertanyaan itu?

Kehidupanku sama saja dengan anak-anak lain, duduk dikelas sambil
memperhatikan pelajaran, berangkat dan pulang sekolah sekolah dan
membawa buku pelajaran yang begitu banyak didalam tas, semuanya.
Kecuali tubuhku yang kecil dan wajahku yang tetap seperti ini sejak
bayi, seperti tak pernah tumbuh dewasa. Ini benar-benar tidak logis
dan tidak adil!

Kehidupan sekolahku sangat menjengkelkan, selalu diejek dan dicemooh,
bahkan dijahili. ‘Mickey mouse’ hal itu yang selalu diucapkan
teman-teman sekelasku setiap aku memasuki kelas. Dan satu hal yang
sangat menggangguku, gadis-gadis itu selalu mengarahkan kamera ponsel
mereka kearahku. Memotretku sesuka hati sambil berteriak histeris.
Namun aku merasa sangat tertolong, aku memiliki seorang sahabat baik
yang selalu menemaniku dan menjauhkanku dari orang-orang aneh itu. Dia
adalah seorang senior yang saaaaangaaaat…. Baik. Key, Key noona.

“Taeminnie!! Kemari! Aku membawakan sesuatu untukmu!!” panggilnya
ketika aku baru saja ingin memasuki gerbang sekolah. Aku segera
menoleh dan berlari menghampirinya.

“Wah! Ensiklopedi!!!” aku meloncat-loncat kegirangan. Oh, tuhan! Ini
adalah buku yang sangat kuinginkan! Key noona benar-benar seorang
malaikat!

“Anak baik. Hm, kau tau siapa yang membelikannya?” aku menggeleng,
memeluk ensiklopedi yang baru saja kudapatkan sementara Key noona
membuat ekspresi bagaikan dia juga tak mengetahuinya lalu seketika
berteriak keras, hampir membuat jantungku lepas.

“Jinki yang membelikannya! Wah!!!! Ayahmu itu memang baik, iya kan,
Minnie?!! Ouh, Jinki memang ayah yang baik.” Key noona menggumam
dengan ekspresi bangga dengan senyuman dan tawa yang sangat khas.

Jinki hyung, adalah salah satu sahabat Taesun hyung dan adalah kekasih
dari Key noona. Sejak orang tua kami meninggal dunia dua tahun yang
lalu, Key noona, dan Jinki hyung juga Jonghyun hyung, kekasih Taesun
hyung; yang laki-laki itu, tinggal dirumah kami untuk menemaniku. Dan
Key noona, dia sudah kuanggap seperti ibuku sendiri, dan aku sangat
bahagia memiliki sahabat sekaligus orang tua yang sangat baik seperti
Key noona dan Jinki hyung. ^^

Bel istirahat berbunyi, seperti biasanya, Key noona selalu
menghampiriku ke kelas dan membawakan bekal untukku. Walaupun kadang
aku suka protes mengapa dia tidak memberikannya saja dirumah agar
praktis, namun tak apa, aku akan dengan senang hati menerima bekal
darinya. Masakan Key noona terlalu enak! ^^

Kali ini Key noona mengajak Jinki hyung ikut ke kelasku karena Jinki
hyung tak ada tugas ataupun rapat. Ya, dia adalah ketua organisasi
siswa di SMA. Aku memperhatikannya. Memperhatikan mereka berdua.
Terlihat bahagia, wah, mungkin Jinki hyung memang menyukai Key noona
yang notabene lebih tinggi darinya, itu yang ada dipikiranku setelah
dua tahun meneliti mereka berdua.

Mereka berdua bergantian menyuapiku dan menjauhkan kerumunan gadis
yang mengelilingiku hanya untuk mengambil gambarku pada saat sedang
makan, walaupun mereka tak berhenti menekan tombol kamera mereka dan
mengambil setiap momen yang bisa mereka memorikan.

Kini aku mengerti prinsip lalat; selalu mengerumuni hal yang membuat
mereka tertarik walaupun sudah berkali-kali diusir dengan pemukul yang
mengerikan itu.

“Taeminnie, nanti sepulang sekolah kau ada acara atau kegiatan yang
menyibukkan?” Tanya Key noona sambil mengambil sesendok nasi dan
meletakkan rumput laut diatasnya.

“Aku belum tau, noona. Memang ada apa?” Balasku sebelum membuka mulut
untuk menerima suapan dari Key noona. ‘aam’ Key noona mengikuti
gerakan mulutku dan bertepuk tangan setiap makanan sudah masuk dan
kukunyah, diikuti pula oleh Jinki hyung.

“Taemin, pulang sekolah nanti kau mau tidak ikut kami? Kami ingin
pergi ke mall untuk berbelanja.” Tawar Jinki hyung sambil mengunyah
sandwich buatan Key noona. Butuh 5.05 detik untuk aku mengerti apa
yang dia ucapkan. Aku mengangguk dengan senyuman lebar. Aku suka mall!
^^

“Baby, you want this cute ribbon or that? Or… this?” Jinki hyung
memeluk Key noona dan mengecup pipinya. Key noona tertawa dan mencubit
pipi Jinki hyung dengan lembut. Eukhh… sedikit menjijikkan, pikirku.

Aku merogoh saku, oh tidak! Hanya tersisa dua lembar ratusan won. Aku
sangat menginginkan benda itu. Lumba-lumba yang dapat menyala dan
berbicara itu. Aku ingin membongkarnya dan mencari tau bagaimana benda
itu dapat bekerja. Wah, ini sangat menarik. Tapi… uangku… T__T

“Kalau kau ingin sesuatu, kau ambil saja Taeminnie! Aku dan Jinki akan
memberikannya sebagai hadiah!” Key noona tersenyum dari seberang
etalase tempat dimana aku sedang berdiri menatap lumba-lumba tersebut.
Aku tersenyum dan mengangguk. Wah! Key noona memang sangat baik! XD

Aku mengepalkan tangan dan tersenyum lebar, saaaangat lebar. Akhirnya
aku bisa membuka rahasia lumba-lumba ini, uwah! Namun pada saat
tanganku baru saja akan meraih benda menyala tersebut, sebuah tangan
muncul dan terlebih dahulu mengambilnya. Alisku mengkerut karena
kecewa.

“Maaf, dik. Tapi aku sudah mengincar ini sejak sebulan yang lalu, dan
aku sudah mengumpulkan uang jajanku untuk membeli ini.” Seorang pemuda
yang sangat tinggi tersenyum getir kearahku, sepertinya dia sedikit
merasa kasihan padaku. Aku hanya tersenyum dan menatapnya menuju meja
kasir untuk membayar. Perlahan aku merasakan sesuatu yang hangat
mengalir ke pipiku. Key noona segera menghampiriku dan memelukku.

“Uhahahahahha! Astaga, Taemin?! Kau menangis hanya karena sebuah
mainan? Kau ini sungguh aneh!” Taesun hyung tertawa terbahak-bahak
sepanjang lorong kamar sambil membawa sebuah gelas dan sekotak besar
jus ke kamarnya.

“Taesun, kau bisa diam tidak?!!!! Oh god. Please don’t cry, Taeminnie.
We’ll certainly search the same thing until we get it, right Jinki?”
Key noona mengelus rambutku yang panjang sambil menepuk-nepuk
punggungku.

“Tapi, noona. Euh, aku mungkin hanya punya waktu beberapa hari untuk
mengingat bagaimana aku bisa tertarik dengan lumba-lumba itu. Euh,
huweee…!!!!” Aku menangis begitu keras, saking kerasnya hingga kurasa
Taesun hyung sudah tak tahan ingin meninjuku dari ruangan sebelah
karena mengganggu waktunya bersama kekasihnya.

“TAEMIIIIINN!!!!!! SHIKKUREOOOOOOOO!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Satu bulan berlalu, dan benar saja, ketertarikanku kepada benda
menyala itu sudah musnah hanya dalam tiga hari. Dan akhirnya Taesun
hyung dapat tidur nyenyak tanpa mendengarkan isakanku selama tiga hari
itu.

Hari ini Key noona kembali mengajakku untuk pergi ke mall, sejak Jinki
hyung mendapatkan kerja paruh waktu, Key noona selalu mengajakku untuk
pergi ke mall walaupun sekedar makan es krim atau bermain di pusat
game. Namun sebelum Jinki hyung mendapatkan pekerjaannya, satu hal
yang selalu mengganjal di pikiranku. Dari mana uang untuk membiayai
kami sehari-hari? Aku dan keingintahuanku, Key noona dan Jinki hyung
yang gemar belanja, Taesun hyung dan Jonghyun hyung yang selalu
bersenang-senang dan membeli barang-barang kesayangan mereka yang aku
sendiri tak tau untuk apa dan bagaimana caranya mereka menggunakan
benda itu.

Ya, hal ini sudah berlangsung selama setahun belakangan. Sejak Taesun
hyung bilang aku harus membuang semua penemuanku dan menghemat uang
untuk tidak membeli sesuatu untuk diteliti lagi karena katanya warisan
harta dari ayah dan ibu sudah menipis, sejak beberapa minggu setelah
itu, secara misterius satu amplop besar berisi uang sering kali kami
temukan didalam kotak pos didepan rumah. Aku sangat penasaran dengan
hal ini, namun hyung-hyung dan noona melarangku untuk mencampurinya.
Hmm…

Dan kembali, kali ini aku menemukan sesuatu yang menarik perhatianku
di toko mainan. Sebuah rubik yang terpisah sendiri dari kawanannya
didalam kaca etalase, bagaimana hal ini dan ini bisa seperti ini dan…
aku harus membelinya. Sebuah rubik berbentuk segitiga yang sangat
menarik ini. Kali ini aku tak bisa mengorbankannya seperti lumba-lumba
waktu itu. Aku segera mengambilnya dan menghampiri Key noona. Namun
pada saat aku mencarinya ke tempat boneka; dimana tadi Key noona dan
Jinki hyung berada, seseorang menepuk pundakku.

“Hei, dik. Kita bertemu lagi. Dan, rubik itu. Sudah kupesan kepada
toko ini dan baru saja akan kuambil, maaf aku harus mengambilnya lagi
darimu.” Aku menoleh keatas. Oh, tidak. Dia lagi. Pemuda ini lagi!!!!
Huh, aku tidak akan mengalah kali ini. Aku memelototinya sambil
mencengkram rubik tersebut, berharap pemuda ini akan pergi setelah
melihat ekspresiku yang mengancam. Itu yang kuteliti sejak menonton
drama-drama milik Key noona, kuharap ini berhasil.

“Maaf, dik. Maaf sekali, aku juga tak akan mengalah.” Pemuda tersebut
merebut rubik tersebut dari genggamanku, dengan mudah. Dan sekali
lagi, dia melangkah pergi ke meja kasir dengan santai. Kurasa uratku
sebentar lagi akan putus karena peredaran darah dari jantungku melaju
begitu keras.

Pemuda ini, siapa dia?! Aku tak bisa kalah darinya. Aku harus
mencarinya, mencaritahu strategi untuk mengalahkannya.

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

Hyung….. I LOVE YOU

Hyung … I Love U

annyong!!!! sbnr’a ni bkan FF q tpi FF tmen q dy yg sruh q bwt krim. jujur FF ini gaje abis dah. Enjoy read it’s chingu

Author : Umah Thu Umu a.k.a Umu KyunniElf TripleShawol

Title : Hyung … I Love U

Genre : g tau apa *hhe*

Cast : Choi Minho x Lee Taemin

Check it out

“Minho Hyuuuuuuuuuung…” Panggil TaeMin berteriak padaku… Asssshhh… sampai kapan iia akan terus begitu…
“Taemin………. g usah teriak bisa g siii ????” tanyaku padanya…
“tak bisa hyung…. Minho hyung… ayo temenin aku… cepet….” ujar’a buru mpe kaga sadar d’depan’a ada kulit pisang dan

BUUK…..
nah jatoh kan Lho….
“Hha….” aku tertawa keras
“asshhh… sakit… hyung kok malah ketawa sii…” ujar’a
“Habis kau ceroboh sekali… ayo cepat pegang tanganku..” ujarku
“Hyung kau jahat….” ujar’a sambil menerima uluran tanganku
“Jahat kenapa Min ????” ujarku
“habis Hyung menertawaiku….” ujar’a
“Ya Elah Min… gitu doank… lagian kau ada2 aja sii pake jatoh segala… maka’a kalo jalan tuh liat-liat Lee Taemin…..” ujarku
” Ye Hyung….” ujar’a
“Apa lagi….. ???” tanyaku
“Itu Hyung…. Ada pesawat terbang….” ujar’a

Gubrak….
taemin taemin…. polos’a kelewatan… mana ada pesawat lewat…. nii tu d’koridor sekolah tau… aduhh…..
PLTAK *aku menjitak Tae*

“mana pesawat’a…??” tanyaku….
“itu tu… yang lagi d’mainin ma Wookie Hyung….” ujar’a pke muka innocenet
“tau ahhh… tae taemin… itu cuma pesawat kertas sayang….” ujarku gemes…
“iia sayang… aku juga sayang hyung…. hyung mau g jadi paca aku…” ujar’a

Gubrak….
apaan… dia bilang apaan… jadi pacar’a…
Omo ?????????????????????????????????
“Lee Taemiiiiiiiiiiiiiiiin….” ujarku berteriak
“hahhhh… apaan Hyung… Hyung mau iia… ???? tanya’a
PLETAK *1 jitakan lagi d’kepala’a…*
“Kau gila Taemiiiiiin… aku masih normal tau…. saraph kau…” ujarku berteriak
“Hiks… Hyung… Hiks… Jahat… Hiks… Hyung… Jahaaaaaaaaat….” ujar’a meninggalkanku
“Woiiiiiiiiiii Min…. tunggu dulu…. woiiiii….” panggilku teriak….

PLUK
ada yang menepuk pundakku…
“Woiii MinHo… dedegku kau apakan haahhhh ???” tanya Onew Hyung padaku
“ahhhhh itu Hyung… Anuuu… g kok Hyung…. Hmmmm…” ujarku ketakutan karna Onew Hyung dah keliatan banget Aura Setan’a…..
“Minhoooooooooo…. jangan lari…… Key Sayang….. kejarin Dedegku Taemin iia….” ujarku pada Key Pacarku…
“Ne Hyung…..” ujar’a padaku…

balik kemisi awal….
Woiiiiiiii Minho…… kembali kau…. MinHo……
Hosh Hosh…. aku barlari terus tapi Minho kaga ketemu2…. dimana tu orang ngumpat…
“Minho… keluar kaga Lo…. cepet…” ujarku
“Hyung… ampun Hyung… aku kaga ngapa2in Taemin… beneran dah… Sumpah tekewer2…” ujar’a
“Minta maaf cepet sana kau…..” ujarku…
“ne Hyung…….” ujar’a
“Onew Hyung…. Nii taemin’a…. tadi aku nemuin dia lagi maen pasir d’taman….” ujar Key padaku…
“Sinii Taeminnie Sayangku….” ujarku pada taemin yang lagi ngemut permen…
“Hyung…. ada apa ???” tanya Taemin padaku pake tampang kaga berdosa…
“Nii Minho mau minta maaf…” ujarku

“Min Taemin.. Taeminnie… maafkan daku iia… daku tak bermaksud kayak gitu…” ujar Minho
“Iia Hyung kaga ngapa… tp Hyung mau kan jadi pacarku…
Gubrak….
Minho jatoh k’tanah…. *ialah masa k’langit*
terus dia bangun…..
“Kaga bisa….. aku masih normal…. aku bukaaan Gay….” ujarku
“Keundae…. Hyung … I Love U….” ujar Taemin pada Minho…
Tp…… BUUK…
Minho jatoh tak sadarkan diri… dengan Mulut yang berbusa….
kasihan Minho…

——————————THE END———————————-

pendek ya mian nnti q sampein ma author’a dh. mian klo gaje ya *DIGETOK AUTHOR*

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^.^

{Shounen-Ai} The Lingery Misery

Title: The Lingering Misery
Author: F
Length: Around 1000 words
Status: One-shot
Genre: Angst What would I write beside angst anyway?
Rating: PG For the concept of love, I guess
Pairing: Broken MinKey, crossed by Taemin
Warning: None
Author’s Note: So I wrote ten (seemingly quite) random drabbles for the iTunes Drabble Meme the other day. You can read it here if you want. A few readers wanted me to continue the 2MinKey drabbles, and here is the result. I’ve written their story in a thousand-word fic. I hope you can enjoy this. I put quite a lot of myself in it. Love does nothing but breaking my heart. And why the hell did I suddenly go emo in this blog?
To those who requested the 2MinKey, this is for you :)

“I hate it, Minho. I hate it,” Key exploded in the bedroom.

“I know, Kibum. I know. Will you please sit down?” Minho told Key soothingly. However, Key kept ranting, as though he wasn’t listening to Minho. Suddenly, a pair of strong arms pulled Key to Minho’s bed. He wrapped an arm around Key’s shoulders.

“How about this?” Minho whispered in Key’s ears. “Everytime you’re doing those girl groups’ dance, think about me. Think about how you’re only doing it for me. Can you do it?”

Key pouted.

“I guess I can,” Key said before Minho enveloped his lips in a kiss.

Right then, Taemin chose to step into SHINee’s shared bedroom. He stopped in his step once he saw the couple in front of him.

“Oh, I’m sorry,” he said. He was about to turn away when Key stopped him.

“It’s okay, Taeminnie. I have to make dinner anyway,” chimed Key. Then, he turned again to Minho. “We’ll continue this tonight,” he promised.

————————–

“Hyung,” Taemin started in the middle of cooking dinner with Key.

“Yes, Taemin?”

“Do you love, Minho hyung?”

Key laughed.

“Of course I do, silly.”

Taemin could see stars in Key’s eyes when he said those words.

“Why the sudden question?” Key asked Taemin in return. The magnae shrugged.

“Curiosity, I guess. I was just wondering how it felt.”

“How what felt? Love?”

Taemin gave Key another shrug.

“It feels wonderful. You’ll know when you fall in love.”

“How do you know that you’re in love?”

Key thought about the question for a while.

“I guess you’ll know when you can’t stop smiling like an idiot everytime you think about that loved one of yours. Now get away from the kitchen, you’re ruining my dinner.”

“Thank God! I thought you’re gonna make me stay here for hours!”

Key slapped Taemin’s back playfully before the younger left the kitchen only to join Minho in the living room.

“Where’s Jinki and Jonghyun hyung?” Taemin asked the tallest member of SHINee who was watching the TV.

“Schedule,” Minho answered shortly. Taemin sat down beside him, trying to gain his attention, but he didn’t look at him once. Not even a glance.

“What are you watching?” Taemin tried again.

“Nothing interesting.”

Silence.

“I’m gonna help Kibum in the kitchen.”

Then, Minho left Taemin without saying another word. From where he was sitting, Taemin could see Minho circled his arms around Key’s waist. Taemin felt like screaming in anger, but he knew he couldn’t. So he crushed the cushions instead.

————————–

That night, when everyone was already asleep, Taemin got out of his bed and walked towards Minho’s bed. He just stood there, staring at the flawlessness of Minho’s features. His closed eyes, his nose, his lips, Taemin wanted to touch them all. He wanted to touch everything that was Minho. He wanted to hug him. But he never dared. He could just look at Minho from afar with longing, desire, and lust building up in his chest. He didn’t know when it began. He only knew that he loved Minho at this exact moment. He loved him yesterday, he loved him now, and he would still love him tomorrow. If only his hyung knew how Taemin held back the ache in his heart everytime he saw him liplocking with Key. Even a single eye-communication between Minho and Key could already make Taemin felt like being stabbed right through the heart. How he longed for Minho to be his. But that would mean Key being furious out of his wits.

With the dawning realization that he would never be with Minho, Taemin sat on the edge of his hyung’s bed. Right that moment, Minho turned in his sleep and found Taemin’s fingers.

“Kibum…” Minho said deliriously.

And Taemin cried.

————————–

“Taeminnie, are you okay?” Key asked his beloved son in a worrisome tone. Taemin was sitting alone in the computer room. He was staring at something outside the window, but then again, he could be staring into nothing at all.

“Fine,” Taemin answered lifelessly.

“You know you can confide in me.”

Key pulled another chair to accompany Taemin who was still staring at velvet sky. Silence built up between them, for Key didn’t want to push Taemin even further if the boy really didn’t want to talk. But the magnae talked eventually.

“I think I have to disagree with you, hyung.”

The older of the two didn’t answer, waiting for the lead dancer to continue his sentence.

“Feeling wonderful when thinking about your loved ones doesn’t necessarily mean that you’re in love. You could just be happy over the idea of being in love.”

Taemin’s ‘umma’ laughed softly.

“What do you know about love, Taemin? You’re still too young.”

Taemin turned his head and looked straight into Key’s eyes.

“I know enough that most of the time, the pain of being unable to be with someone is the sole indicator that tells you that you’re in love with that someone.”

Then both of them could hear the leader calling for a band meeting. They both left the computer room with Key patting Taemin’s back softly.

“You know, Taemin, if you really love someone, then go for it.”

————————–

“What is it, Minho?” Key asked Minho accusingly.

“Nothing.”

“I don’t believe it. You’ve been avoiding me for weeks!”

“So what? I’m busy.”

“No way. You got no schedule at all!”

“I’ve been busy with my personal life, okay?”

Key’s lips quivered.

“Am I not a part of your personal life anymore?”

Minho couldn’t say anything.

“There’s someone else, isn’t it?”

Minho could hear Key choked as he held back his tears.

“I’m sorry, Kibum.”

That was all Minho could say. That was all Key needed to leave the room with tears streaming down his face.

————————–

It was a quiet day in SHINee’s dorm. Everyone was on their schedule, except for Minho and Taemin. They used the best of their stolen minutes, considering Key hadn’t known about their newly-made relationship yet.

The TV was on. Minho laughed everytime he heard the jokes the gagmen were throwing. Taemin was on his side, staring at him lovingly. He was finally his. Minho was finally his to hug, to kiss, to love.

Taemin nudged closer to his gangly lover, pouting, asking for a hug, which Minho gave the boy ever so willingly. Taemin rested his chest on Minho’s well-built chest, watching the TV along with him.

Seconds later, Taemin’s thoughts were up in the clouds. He could still feel Minho’s warm chest. He could still see the pictures moving on the TV. But he could no longer hear anything, except one thing. The sound of Key silently crying since the night Minho left him for Taemin.

fin