Tag Archives: Choi Siwon

LOVE’S WAY – A NEW BEGINNING

A New Beginning

 

Author : Novi

Main Cast : Lee Taemin, Choi Hye Jin, Shin Hyo Jin

Support Cast : SHINee and Super Junior

Length :Sequel

Genre :Romance, Friendship

Rating : General

Disini POV nya Siwon semua ya ^^ Continue reading LOVE’S WAY – A NEW BEGINNING

LOVE’S WAY – COAGULATION

Coagulation

Author : Novi

Main Cast : Lee Taemin, Choi Hye Jin, Shin Hyo Jin

Support Cast : SHINee and Super Junior

Length :Sequel

Genre :Romance, Friendship

Rating : General

Minggu depan Hyo Jin sudah ujian akhir dan sekarang dia sibuk belajar untuk mempersiapkan ujiannya itu. Dia sedang belajar di kamar ketika aku masuk, sepulangku dari bekerja. Aku menatapnya sekilas, sepertinya dia sedang serius belajar sampai-sampai tidak melihatku masuk. Bagaimana jadinya sekolah tanpa mereka lagi? Tidak ada lagi Hyo Jin, Donghae Oppa, Changmin sunbae, Heechul sunbae, Eunhyuk sunbae, Leeteuk sunbae dan juga Siwon Oppa, aku pasti akan kangen sekali dengan mereka. Tahun depan aku sudah menjadi murid senior dan aku pun juga harus mulai fokus tentang masa depanku. Kemana aku akan melanjutkan.

Hubunganku dengan Siwon Oppa tetap sama malah semakin memburuk, apalagi sampai sekarang kami jarang bertemu, aku terkadang berpikir apakah aku akan seperti ini terus dengannya. Sebentar lagi dia akan pergi ke Jepang, apakah kami harus berakhir seperti ini? Apakah dia akan tetap tidak mau mengakui aku sebagai adikknya dan ibu sebagai ibunya?. Aku memandang langit-langit dengap pikiran menerawang.

”Sudah cepat mandi sana…”seru Hyo Jin tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang sedang di bacanya lalu dia menulis sesuatu di buku tulisnya. Aku pikir dia tidak sadar aku sudah pulang.

Aku pun bangkit dari tidurku dan berjalan ke kamar mandi. Rasanya lelah sekali hari ini. Untunglah hari ini tidak turun salju. Keberuntungan sekali untukku. Aku sudah kembali lagi ke kamar begitu selesai mandi dan kulihat Hyo Jin masih serius menekuni bukunya. Aku duduk di tepi tempat tidurnya memperhatikannya yang sedang belajar.

”Hyo Jin-ah…aku pasti akan kangen sekali denganmu…”seruku padanya.

Dia menoleh dan tersenyum padaku.

”Kita kan masih bisa bertemu…”serunya sambil berjalan menghampiriku.

”Sebentar lagi kan aku akan pindah dari sini…”seruku.

Ya sebentar lagi kami akan pindah, seperti yang ibu bilang dulu, kami disini hanya sampai ibu mampu membeli sebuah rumah dan sekarang sepertinya dengan kerja keras ibu selama setahun ini, ibu sudah bisa membeli rumah, meski tidak besar, begitu kata ibu saat bilang padaku bahwa kami harus pindah. Tahun baru di rumah baru begitu kata ibu. Kalau aku pindah pasti aku akan semakin jarang bertemu dengan Hyo Jin, apalagi sebentar lagi di akan kuliah dan tentu saja dia akan semakin sibuk. Hufft aku akan kehilangan seorang kakak perempuan.

Dia mengusap kepalaku dan mendekapku.

”Tenang saja…kita akan selalu bertemu…”katanya sambil mengecup keningku.

Aku hanya mengangguk di dalam pelukannya.

”Sudah…tidur sana…”serunya sambil melepaskan pelukannya dan menatapku.

Aku tersenyum padanya dan naik ke atas tempat tidurku dan berusaha memejamkan mataku.

Aku sedang menyiapkan bekal ketika Hyo Jin berjalan menghampiriku dan mengambil telur gulung yang sudah aku masukkan ke dalam tempat makan.

”Ya!Hyo Jin!”seruku padanya dan dia hanya tersenyum.

”Memangnya buat siapa sih?”tanyanya sambil berusaha kembali mengambil telur gulung itu namun sehera kututup tempat makanku itu.

”Buat Donghae Oppa…”jawabku dan memasukkan bekalku itu ke dalam tas.

”Donghae lagi…Donghae lagi…kau ini sudah punya namjachingu masih saja dekat-dekat Donghae…”seru Hyo Jin.

”Dia kan Oppa ku…beda dong…”seruku membela diri.

”Sudahlah…ayo cepat berangkat…bukannya kau ada pelajaran tambahan…”seruku lagi.

Dia hanya menepuk jidatnya dan ingat kalau hari ini ada pelajaran tambahan. Dia pun segera menarik tanganku dan menyambar tasnya. Jadilah kami berdua pergi ke sekolah dengan berlari di cuaca dingin seperti ini harus berkeringat karena berlari. Sangat tidak enak. Kami sampai di sekolah dengan terengah-engah dan Hyo Jin langsung menuju kelasnya. Aku pun berjalan menuju kelasku. Disana aku melihat Key sudah datang. Pagi sekali anak ini. Semenjak kejadian di ruang UKS kemarin aku agak sedikit canggung dengannya dan kami hanya ngobrol seperlunya memang sih sudah lebih baik dibanding saat dia mendiamkanku, tapi entah kenapa setelah mendengar dia mengakui perasaannya padaku, seperti ada suatu perasaan yang muncul dalam hatiku. Aku jadi mengingat-ingat setiap yang dia lakukan padaku. Seperti saat dia menolongku dan juga saat dia memberikanku boneka beruang, semua itu dia lakukan karena menyukaiku, aku sama sekali sulit mempercayai itu karena memang sikapnya yang terkadang aneh padaku. Aku masuk dan tersenyum sekilas padanya karena kebetulan dia juga sedang melirik ke arahku lalu tersenyum. Ok suasananya menjadi tidak enak.

Aku duduk di kursiku dan menatapnya yang kembali asyik dengan buku bacannya.

”Kau datang pagi sekali?”tanyanya tiba-tiba dan membuatku terkejut.

”Ne…aku berangkat dengan Hyo Jin dan dia ada pelajaran tambahan hari ini…”jawabku.

Tiba-tiba di menoleh padaku dan mentapku. Saat itu entah kenapa jantungku malah berdegeup kencang. Aigoo pasti ini gara-gara kemarin dia menyatakan perasaannya padaku, kenapa aku jadi salah tingkah begini ya? Aku segera memalingkan wajahku, aku tidak sanggup melihat matanya karena itu hanya akan membuatku semakin salah tingkah. Tiba-tiba dia terkekeh pelan.

”Kenapa kau jadi seperti itu?”serunya dengan gaya bicaranya yang seperti biasa.

”Ah…andwe…”jawabku buru-buru.

”Cewek aneh!”serunya lagi.

”Ya!kau yang aneh!”seruku membelas ledekannya dan kudengar dia hanya mendengus kesal dan kembali asyik membaca sehingga kami pun terdiam, asyik dengan kegiatan kami masing-masing. Dia membaca dan aku melamun, entah apa yang aku pikirkan.

Sepertinya dia telah kembali seperti Key yang dulu, aneh sekali dia, gampang sekali baginya untuk mengubah perasaanya dalam sekejap, kemarin dia bisa begitu berbeda dari dirinya yang dulu sekarang dia sudah kembali menjadi Key yang menyebalkan yang tidak ada habisnya meledekku. Key yang sangat aku rindu sejak dia mulai mendiamkanku. Mungkin dengan begini akan lebih baik, aku juga tidak mau terus menyakitinya, mungkin dia sedang melaksanakan janjinya untuk melupakan perasaanya padaku. Mianhe Key aku tidak bisa membalas perasaanmu padaku.

Key POV

Sebenarnya sulit buatku harus berpura-pura menjadi diriku yang dulu, yang sering meledeknya tapi kalau aku tidak menjadi diriku yang dulu dia akan semakin canggung padaku. Buktinya dia selalu mengalihkan pandangannya setiap aku menatapnya, seperti takut. Aku tidak ingin dia seperti itu, aku masih ingin dia sahabatku. Oleh sebab itu mungkin sikapku yang seperti ini mampu membuatnya tidak terlalu mengingat kejadian kemarin saat aku menyatakan perasaanku padanya. Ya seperti janjiku padanya, aku akan berusaha melupakan perasaanku padanya.

Hye Jin POV

Bel istirahat sudah berbunyi, aku segera bergegas menuju ruang teater aku tahu Donghae Oppa pasti sudah disana, aku ingin memberikan bekal ini padanya karena aku yakin hari ini dia juga pasti akan pulang sore. Belum sampai di depan ruang teater aku melihat Dongahe Oppa sedang berbicara dengan Siwon Oppa tapi sepertinya bukan obrolan biasa karena mereka terlihat sangat serius dan aku bisa melihat wajah Siwon Oppa seperti sangat marah. Apa mereka berdua bertengkar? Aku bersembunyi di balik dinding dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan.

Siwon POV

”Kenapa kau terus menghindariku selama ini?”tanyaku pada Donghae.

Sejak kejadian itu Donghae seperti terus menghindariku dan tidak mau lagi bertemu denganku. Jujur aku merasa bersalah karena telah menuduhnya seperti waktu itu dan aku ingin minta maaf padanya. Aku tidak mungkin marah dengan sahabat terbaikku ini. Aku melihat dia hanya diam.

”Mianhe…aku telah berbicara kasar padamu…”seruku.

”Seharusnya aku yang minta maaf karena telah memukulmu dan Aku tidak menghindarimu…”serunya sinis.

”Lalu kenapa kau selama ini tidak pernah bicara denganku lagi?”tanyaku lagi.

”Memangnya aku harus selalu bicara denganmu…bukankah kau bilang aku terlalu ikut campur dalam urusanmu…apa yang aku lakukan kurasa benar…aku menghindarimu karena aku tidak mau ikut campur dengan urusanmu…”serunya semakin sinis.

Aigoo, apa hanya gara-gara Hye Jin dia sampai seperti itu?

”Kenapa kau begitu peduli padanya? Sampai-sampai kau mau mengorbankan persahabatan kita…”seruku lagi, semakin tidak suka dengan apa yang dia katakan.

Dia menaikkan sebelah alisnya seperti heran mendengar perkataanku.

”Siwon-ah…dia itu adikmu…kau masih belum sadar juga rupanya…”seru Donghae lagi.

Aku benci setiap dia bilang seperti itu, seakan aku benar-benar menjadi pihak yang paling salah disini, apa dia tidak bisa sedikit saja mengerti perasaanku mengenai hal ini.

Hye Jin POV

Aku menutup mulutku dengan tanganku begitu aku mendengar apa yang mereka bicarakan. Donghae Oppa bertengkar dengan Siwon Oppa dan memukulnya hanya gara-gara aku. Tidak, aku sudah menghancurkan persahabatan mereka. Aku melihat Siwon Oppa sangat kesal dengan Donghae Oppa. Jangan sampai mereka bertengkar lagi. Aku pun keluar dari persembunyiannku dan memanggil Donghae Oppa.

”Oppa…”seruku.

Dan mereka berdua menoleh ke arahku. Aku bisa melihat Siwon Oppa hanya melihatku sinis kemudian berjalan meninggalakan Donghae Oppa, dia berjalan melewatiku dan kembali menatapku sinis. Rasanya saat itu aku ingin sekali menangis. Aku melihatnya berjalan semakin menjauh. Aku seperti ingin memanggilnya kembali. Aku terdiam di tempatku melihat Siwon Oppa yang berjalan semakin menjauh sampai Donghae Oppa menyentuh pundakku.

”Gwenchanayo?”tanyanya.

”Ne gwenchana….”jawabku sambil tersenyum.

Kemudian aku memberikan kotak makan itu padanya.

”Ini bekal untuk Oppa…”seruku.

”Gumawoyo Hye Jin-ah….”jawab Donghae Oppa sambil tersenyum.

”Oppa…kenapa harus bertengkar dengan Siwon Oppa?”tanyaku hati-hati, aku melihat perubahan ekpresi di wajahnya dan kulihat dia menghela nafas perlahan.

”Kau mendengarnya?”tanyanya.

Dan aku hanya bisa mengangguk tanpa memandangnya.

”Aku tidak mau Oppa bertengkar dengan Siwon Oppa hanya gara-gara aku…”seruku lagi.

Donghae Oppa kemudian menyentuh wajahku dan mengangkatnya untuk menatapnya langsung.

”Aku sudah bilang akan membantumu…Hye Jin-ah kau adalah dongsaengku…”serunya sambil menatapku lekat-lekat.

Sungguh aku memiliki Oppa yang sangat baik. Aku segera memeluknya dan dia mengusap punggungku pelan.

”Saranghae Oppa…”seruku sambil terus memeluknya.

”Nado saranghae…Hye Jin-ah…”jawabnya sambil terus mengusap-usap punggungku.

Aku pun melepaskan pelukanku dan menatapnya.

”Gumawo…tapi aku tidak mau Oppa terus-terusan marah seperti itu pada Siwon Oppa…dia juga Oppa ku…”seruku padanya sambil berusaha tersenyum saat mengatakan Siwon Oppa adalah Oppaku, sangat berat mengatakan itu karena apakah dia menganggapku dongsaengnya.

”Ne..arasso…kau tahu Hye Jin…kau itu mirip sekali dengan dongsaengku…”seru Donghae Oppa.

”Oppa.. aku kan dongsaengmu…memangnya kau punya donsaeng lain?”tanyaku padanya.

Dia hanya tersenyum tipis.

”Ne…aku punya tapi dia sudah meninggal saat umurnya 5 tahun…kalau dia msih hidup pasti dia sudah sebesar dirimu…makanya aku senang kau memanggilku Oppa…karena aku memang ingin punya seorang adik…”ceritanya.

Ya ampun jadi ternyata Oppa punya seorang adik dulu, kasihan sekali adiknya sudah meninggal. Tiba-tiba HP ku berbunyi dan ada pesan masuk, ternyata itu dari Taemin, dia sudah ada di kantin sekarang. Sepertinya aku harus segera ke kantin.

”Taemin?”tanya Donghae Oppa.

Aku hanya mengangguk dan tersenyum.

”Ya sudah sana…dia pasti sudah menunggumu…nanti dia cemburu lagi…kau lebih memilih Oppamu di banding dengannya…yah memang sih aku lebih tampan…”seru Donghae Oppa.

Ini yang aku tidak suka darinya. Donghae Oppa terlalu narsis dan sangat menyebalkan jika sifat narsisnya sudah kambuh seperti ini. Aku hanya mengerucutkan bibirku.

”Sampai kapan sifat narsismu akan hilang Oppa?”seruku menyindirnya.

Dia hanya tertawa dan mengacak-acak rambutku sehingga membuatnya berantakan. Aishh, Oppa ku ini memang sangat menyebalkan. Aku pun berusaha merapihkan rambutku kembali dan berjalan meninggalakannya sambil menjulurkan lidahku. Aku melihat dia hanya tertawa dan masuk ke ruang teater tempat kesukaannya. Terkadang aku berpikir, bagaiamana kalau dia sudah lulus nanti pasti ruang teater itu akan sangat sepi karena tidak akan ada lagi Dongahe Oppa yang selalu makan siang dengan bekalmya disana, dan satu hal yang pasti, aku akan sangat merindukannya, mungkin aku akan sering ke ruang teater untuk mengingatnya. Belum pergi saja aku sudah merindukanmu Oppa. Seruku dalam hati.

Aku bergegas memasukan bukuku ke dalam tas,hari ini Lee seonsangnim keluar lebih lama sehingga sekarang sudah jam 3 kurang 10 yang berarti sebentar lagi aku harus masuk kerja.

”Aku duluan ya…”seru Rae Na sambil menepuk bahuku dan bergegas segera keluar kelas.

Burur-buru sekali, pikirku. Mungkin dia sudah di tunggu supirnya. Aku hanya tersenyum sekilas padanya dan kembali memasukan bukuku secara asal lalu menutup tas ku dan menyampirkannya ke bahuku. Baru aku mau melangkah keluar kelas tiba-tiba seseorang menepuk bahuku.

”Ya!buru-buru sekali kau ini…”serunya membuatku berhenti dan menoleh.

”Ini…kau mau dihukum besok karena tidak mengerjakan PR hah!”serunya lagi sambil menyodorkan buku sastra korea ku yang tadi di pinjamnya.

Kenapa aku bisa lupa mengambi bukuku sendiri? Asihh untung saja Key mengembalikannya, kalau tidak bisa-bisa aku tidak mengerjakan PR ku besok. Aku pun mengambil bukuku dari tangannya dan memasukannya ke dalam tas. Namun saat aku mendongakkan wajahku mata Key langsung menatap mataku lekat-lekat. Tiba-tiba sebuah memori terlintas dalam pikiranku. Kenapa kejadiannya sama persis seperti waktu itu?

Dia terus mendekatkan wajahnya ke wajahku. Jantungku menjadi berdebar-debar dan entah kenapa aku hanya bisa terpaku di tempatku. Memori itu kembali terlintas di pikiran kami. Kini wajahnya sangat dekat sekali, dia masih terus menatap lekat-lekat mataku. Apa dia akan melakukan itu lagi padaku? Tidak…tidak…itu tidak boleh terjadi, seharusnya aku pergi darisini tapi entah kenapa aku malah terpaku disini. Dia sudah begitu dekat denganku dan aku bisa merasakan hembusan nafas yang hangat, aigoo, apa yang harus aku lakukan, kenapa aku malah terpaku disini dan kenapa jantungku sangat berdebar-debar begini. Saat jarak kami sudah begitu dekat, aku pun langsung menutup mulutku dengan tanganku dan memejamkan mataku, aku tidak mauu tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Dan tiba-tiba saja dia langsung tertawa terbahak-bahak.

”Babo sekali kau!mana mungkin aku mau menciummu!”serunya sambil menaruh telunjuknya di keningku.

Aishh, dia mengerjaiku saja, sepertinya dia ingin membunuhku, hampir saja jantungku copot gara-gara dia.

”Aku senang melihat mukamu yang merah seperti tomat!kau lucu sekali!”serunya kemudian kembali tertawa terbahak-bahak.

Aku hanya bisa memanyunkan bibirku dan mendengus kesal melihat kelakuan anehnya itu. Aku pun langsung meninggalkannya yang masih tertawa.

Aishh, dia memang sangat menyebalkan, tapi kenapa ya semenjak dia menyatakan perasaanya padaku, setiap apapun yang di lakukan padaku selalu membuatku jantungku berdegup kencang. Ah mungkin karena aku tidak ingin dia punya perasaan seperti itu dan berharap dia melupakannya.

Sampai di depan gerbang sekolah seperti biasanya Taemin sudah menungguku dengan motornya. Aku pun berjalan mendekatinya dan menyapanya.

”Annyeong…”seruku smabil tersenyum.

Dia hanya membalasnya dengan seyumannya yang khas, aku sekali senyumnya yang itu.

”Palli…nanti kau terlambat…”serunya lagi.

Aku pun segera mengenakan helm yang dia kenakan dan naik ke motornya.

Siwon POV

Aku mengendarai mobilku berjalan tak menentu sepanjang kota. Aishh, pikiranku sedang tidak menentu saat ini. Aku mengingat kejadian kemarin saat aku sedang berbicara dengan Donghae dan ada Hye Jin disana. Entah kenapa aku jadi malah mengingat matanya yang sangat sedih sekali. Dia seperti akan memangis saat itu, Ya Tuhan apa aku salah selama ini?

Aku benar-benar bingung bagiamana kau harus bersikap saat ini, aku sudah berusaha menghindari Hye Jin selama ini dan belajar untuk menerima semua kenyataan ini, tapi jujur itu sulit sekali, aku sebenarnya tidak ingin seperti ini tapi entahlah aku benar-benar merasa bimbang. Jujur waktu kemarin aku melihat tatapan matanya yang sangat sedih, hatiku pun ikut sedih karenanya tapi…aishhh, aku bingung.

Saat aku sedang melewati sebuah toko aku melihat Hye Jin. Sedang apa dia disana? Aku ingat, Donghae pernah bilang kalau Hye Jin bekerja di sebuah toko jajangmyeon. Jadi dia bekerja disini. aku memberhentikan mobilku tak jauh dari toko itu dan mengamatinya dari jauh.

Hye Jin POV

Sudah semua, saatnya pulang. Seruku dalam hati. Begitu aku selesai membersihkan meja terakhir. Seperti biasa ahjumma selalu memaksaku untuk membawa jajangmyeon.

”Ahjumma…tidak usah…aku tidak enak jika seperti ini terus…”seruku padanya.

”Sudah..ambil…cepat pulang nanti kemalaman…”serunya sambil mengembalikan bungkusan itu ke tanganku lagi.

Aku pun hanya bisa menerimanya.

”Gamsahamnida ahjumma…aku pulang dulu ya..annyeong…”seruku berpamitan padanya.

Aku keluar dari toko itu dan menunggu Taemin menjemputku tapi kenapa dia tidak sms kalau akan datang telat ya. Tiba-tiba HP ku berbunyi dan itu Taemin.

”Hye Jin-ah…mian…hari ini aku tidak bisa menjemputmu…Jin Ki hyung memintaku mengantarnya…padahal aku sudah menolak..tapi dia terus memaksaku…”serunya di telepon.

”Ne…tidak apa-apa..aku bisa pulang sendiri kok…tenanglah…”seruku.

”Tapi…”serunya lagi.

”Taemin-ah…tenang saja…aku baik-baik saja…arasso?”seruku lagi.

”Ne..josimhe…jeongmal mianhe…”serunya.

”Saranghae…”seruku kemudian menutup teleponnya.

Yah hari ini pulang sendiri deh, ya sudah tidak apa-apa. Aku bisa menikmati malam yang tidak terlalu dingin ini. Untunglah seharian ini hanya mendung saja dan tidak turun salju. Aku memandang jalan yang masih ramai oleh orang-orang yang lewat. Aku pun berjalan menuju halte bus.

Siwon POV

Aku melihat dia keluar dari toko itu, wajahnya terlihat lelah meski senyum masih tersungging di bibirnya. Dia pulang sendiri setiap hari. Apa dia tidak takut? Kalau terjadi sesuatu bagaimana? Aishh kenapa aku jadi begitu khawatir padanya. Aku pun menjalanakan mobilku mengerjarnya. Tiba-tiba aku melihat dia terduduk di halte bus. Namun anehnya kenapa dia hanya duduk termenung. Lima menit kemudian bus sudah datang tapi dia tetap saja diam bukannya naik ke bus. Asihh, dia ini sedang melamunkan apa sih? Sudah malam bukannya pulang. Gerutuku.

Aku pun menjadi tidak sabar melihatnya dan berniat keluar dari mobil mengajaknya pulang, tapi kemudian aku berpikir kembali dan tidak jadi menghampirinya tetap memilih duduk di mobilku dan mengawasinya.

Hye Jin POV

Aku menatap jalanan yang semakin sepi, entah kenapa perasaanku sangat tidak enak hari ini. Kenapa aku jadi teringat Siwon Oppa ya? Gara-gara kejadian tadi siang. Ya Tuhan apakah Siwon Oppa akan seperti selamanya. Aku ingin dia bisa menjadi Oppaku seutuhnya. Aku sangat menyayanginya Tuhan. Seruku dalam hati.

Bus berhenti di depanku tapi entah kenapa aku tidak mau melangkahkan kakiku dari tempat ini. Aku seperti ingin melewati malam ini dengan duduk berlama-lama di halte ini. Aku melihat jam masih jam 8.15. sebaiknya aku pulang nanti saja jika sudah jam setengah 9. aku kembali asyik dengan lamunanku. Entah kenapa aku jadi mengingat Siwon Oppa, tatapan matanya yang sinis silih berganti dengan seyumanya yang manis setiap kalai menatapku. Tak terasa air mataku malah turun, aku pun berusaha menghapusnya. Siwon Oppa tahukah kau kalau aku dan ibu sangat merindukanmu. Ibu selalu memangis setiap malam dan menyebut namamu. Aku tidak tega Oppa, aku tidak tahu harus berbuat apa? Aku hanya ingin Oppa bisa menerima ibu, kalau Oppa belum bisa menerimaku tidak apa-apa? Asal Oppa mau menerima ibu. Aku ingin sekali membantu ibu tapi bagaimana caranya? Siwon Oppa saja sama sekali tidak mau berbicara padaku. Bahkan sangat membenciku. Air mataku kembali turun dan aku pun berusaha menghapusnya.

Siwon POV

Dia menangis? Kenapa dia menangis? Kenapa wajahnya begitu menderita. Ya Tuhan, aku tidak tega melihatnya memangis seperti  itu. Tuhan, apa aku salah selama ini berbuat seperti itu padanya?. Ya aku akui, aku menyayanginya. Aku tidak sanggup melihatnya menangis seperti itu. Aku ingin keluar menghapus air matanya dan mendekapnya dalam pelukanku. Aku hendak keluar dari mobil begitu aku melihat seorang pria menghampirinya. Aku tidak terlalu jelas melihat siapa itu, namun aku terus memperhatikan ternyata itu Key.

Key POV

Dasar Minho! Dia malah menyruhku membeli makanan malam-malam begini. Seharusnya sekarang aku sudah pergi tidur. Kemarin malam aku tidak bisa tidur dan baru tidur jam 2 pagi, padahal aku senang hari ini tidak ada kegiatan sepulang sekolah dan berniat hendak tidur, tapi dia malah menyuruhku membeli makanan. Sial, kenapa ayah dan ibu pergi di waktu yang tidak tepat sih! Aku seperti pembantunya saja. Memang sih dia itu adikku tapi dia lebih berkuasa dibanding aku jika dirumah. Aku meleawti sebuah halte begitu aku menangkap sosok wajah yang tidak asing lagi bagiku. Hye Jin, kenapa dia menangis di halte ini? Kenapa dia sendirian disini. aku pun kemudian memberhentikan mobilku di depan halte tersebut dan menghampirinya.

”Hye Jin-ah…”sapaku.

Dan kulihat dia mendongak dan segera menghapus air matanya.

”Key-ah..”serunya dengan wajah yang sangat terkejut melihatku.

”Gwencanayo?”tanyaku kemudian duduk diampingnya.

”Ne…gwencahana…”jawabnya dengan lirih.

Aishh, apa yang terjadi padanyanya. Kenapa dia menangis seperti itu? Aku pun langsung mendekapnya dalam pelukanku. Dia sangat terkejut namun kemudian dia malah membenamkan mukanya di dalam pelukanku dan mula memangis. Aku menepuk-nepuk punggungnya sama seperti waktu dia memnagis dulu.

”Hye Jin-ah…kau bisa cerita padaku kalau kau ada masalah…”seruku lagi sambil terus menepuk-nepuk punggungnya.

”Siwon Oppa…”lirihnya.

Siwon Oppa? Kenapa dengan Siwon hyung? Apa ada yang salah? Kemudian dia melepaskan pelukannku dan menatapku dengan mata penuh air mata dan dia mulai bercerita.

Ya Tuhan, benarkah itu? Siwon hyung adalah kakak kandung Hye Jin. Aku tidak habis pikir. Panta selama ini Hye Jin selalu sedih ternyata dia punya masalah sepelik ini. Aku pun menyentuh pipinya dan mengusap air matanya yang masih turun.

”Tenanglah…semua pasti akan kembali seperti semula…percayalah…”seruku padanya.

Dia pun hanya mengangguk lemah.

”Ok..aku antarkan kau pulang….sudah malam…”seruku dan langsung menarik tangannya.

Siwon POV

Aku melihatnya diantar oleh Key pulang. Kini aku ada tidak jauh dari rumahnya memperhatikannya yang masuk ke dalam rumah, kemudian Key berlalu. Aku masih terus memperhatikan rumah itu.

Kenapa aku harus mengalami hal seperti ini?seruku dalam hati. Aku menutup wajahku dengan kedua tanganku. Hatiku sungguh sakit melihatnya seperti itu. Aku pun mulai merasakan air mataku menetes perlahan.

Hye Jin POV

”Sudah siap?”tanya ibuku yang sedang berdiri di ambang pintu menatapku yang sedang membereskan barang-barang terakhirku.

Ya hari ini aku akan pindah ke rumah yang baru. Aku belum tahu itu dimana, karena selama ini aku sibuk sehingga tidak bisa menemani ibuku menengok rumah baru itu. Hanya ibu yang kesana setiap hari membereskan rumah itu, mencicil membawa barang-barang. Sehingga hari ini hanya sedikit barang saja yang kami bawa. Kebanyakan adalah barang-barangku yang memang belum dibawa karena aku tidak sempat memgemasinya kemarin-kemarin. Sungguh aku merasa berat meningalkan rumah ini. Aku mengalihkan pandanganku ke jendela dan menatap halaman belakang, menatap pohon plum favoritku. Ah, aku pasti akan sangat merindukannya. Untung saja rumahku yang baru tidak terlalu jauh dari sini jadi aku bisa sering kembali kesini. Hyo Jin hari ini pun akan ikut ke rumah baruku. Senangnya.

Aku mengambil tas terakhir dan berjalan keluar rumah lalu memasukannya ke dalam taksi. Tak lama kemudian kami sudah sampai di sebuah rumah yang sederhana tapi dari kesan pertama yang aku lihat aku suka rumah ini, sederhana namun entah kenapa aku merasa nyaman. Aku mengambil barang-barangku dan mengikuti ibu berjalan masuk ke dalam rumah.

Rumah ini tidak terlalu besar seperti rumah nenek. Warna dindingnya krem dan terasa sangat hangat. Ruang tamunya juga tidak terlalu besar hanya ada sebuah meja disana, ada tv. Sangat sederhana kan. Tentu saja belum banyak yang kami punya. Ibu mengantarku menuju kamarku. Kamarku itu berwarna biru laut. Sudah ada tempat tidur disana meja belajar dan komputer yang dibawa dari rumah nenek. Kamarku tepat menghadap halaman belakang, meski tidak terlalu luas tapi banyak sekali bunga disana. Dari kamarku aku bisa melihat matahari terbit. Sungguh sangat indah. Aku menaruh barang-barangku di lantai.

”Kamarmu…indah sekali…”seru Hyo Jin masih mengagumi kamarku, dia pun berjalan dan duduk di tepi tempat tidurku.

”Aku harus tidur sendiri malam ini…”seru Hyo Jin dengan wajah sedih.

”Bagaimana kalau malam ini kau menginap disini?”usulku.

Dia sedikit mempertimbangkan usulku namun kemudian dia tersenyum dan mengangguk.

”Asyik..malam ini kita pesta piyama…”seruku sambil memasukan bajuku ke dalam lemari yang ada disamping tempat tidurku.

Hyo Jin kemudian membatuku memebereskan barang-barangku.

Ternyata butuh satu hari penuh untuk membereskan barang-barangku, sebenarnya barang-barangku itu tidak banyak tapi karena kami lebih banyak bercanda dibanding menyelesaikan pekerjaan jadinya kami baru selesai ketika hari mulai beranjak sore.

”Hye Jin-ah…ibu belum sempat membeli minuman…kau beli dulu di minimarket di ujung jalan sana ya…”seru ibu padaku.

”Ne..”jawabku dan berjalan keluar kamar.

”Kau mau aku menemanimu?”tanya Hyo Jin.

”Andwe…kau disini saja…aku Cuma sebentar kok…”seruku padanya dan segera pergi menuju mini market itu.

Sesampainya disana aku mengambil beberapa botol air mineral setelah itu aku langsung pergi ke kasir untuk membayar.

”Hye Jin-ah..”seru sebuah suara yang sangat kukenal.

”Oppa…kenapa ada disini?”tanyaku begitu mengetahui siapa yang tadi menyapaku ternyata itu Donghae Oppa.

”Apartemenku tidak jauh darisini…apa yang kau lakukan disini?”tanyanya.

”Rumahku di ujung jalan sana…”jawabku.

”Bukannya rumahmu…”seru Donghae Oppa lagi terlihat sedikit bingung.

Aku hanya tersenyum.

”Aku baru pindah hari ini…”jawabku.

”Wah…kita sangat dekat sekarang…”serunya dengan wajah riang seperti anak kecil mendapat permen.

Kalau rumahku dekat dengan apartemen Donghae Oppa berarti dekat juga dengan Siwon Oppa, kalau tidak salah apartemen Siwon Oppa itu dekat dengan Donghae Oppa. Apa ibu sengaja membeli rumah disini? Pikirku.

”Hye Jin-ah…kenapa kau melamun?”tanya Donghae Oppa sambil menepuk bahuku.

”Ah…anni Oppa…mau main ke rumah tidak?”tanyaku.

”Hemm…boleh…boleh…”serunya lagi.

Kami pun akhirnya berjalan ke rumah kami. Di sepanjang jalan aku lebih banyak diam, entahlah aku sendiri bingung aku sedang memikirkan apa, yang jelas entah kenapa aku merasa senang sekaligus sedih mendengar  bahwa ternyata aku sekarang begitu dekat dengan Siwon Oppa, ibu pasti sayang sekali padanya, sampai-sampai dia sengaja membeli rumah dekat dengan apartemen Siwon Oppa. Bagaimana kalau Siwon Oppa tahu kalau kami tinggal dekat dengannya? Apa dia akan marah?

”Hye Jin-ah…rumahmu yang mana?”tanya Donghae Oppa membuyarkan lamunanku.

Aku segera tersdar dari lamunanku dan menunjuk sebuah rumah warna coklat di ujung jalan.

”Yang itu…”seruku.

Kami pun sampai di depan rumahku, aku pun segera masuk sedangkan Donghae Oppa berjalan di belakangku, begitu aku masuk Hyo Jin langsung menghampiriku.

”Kau lama sekali sih?aku kira kau tersesat…”serunya.

Aishh, memangnya aku anak kecil apa, minimarket itu Cuma ada di ujung jalan saja, masa aku tersesat.

”Tadi aku ketemu Donghae Oppa…ternyata apartemennya dekat dari sini…”seruku.

Kemudian Donghae Oppa muncul dari belakangku.

”Annyeonghaseo…Hyo Jin…”seru Donghae Oppa

”Ayo masuk Oppa…”seruku sambil menarik tangannya. Sementara Hyo Jin hanya menaikkan sebelah alisnya,sedikit bingung.

Aku melihat ibu sedang memeprsiapkan makan malam dan sepertinya dia seikir trekejut melihat aku datang membawa seseorang.

”Annyeonghaseo ahjumma…Lee Donghae-imnida…”serunya sambil membungkuk.

”Oh…Donghae…Oppanya Hye Jin…”seru Ibu sambil melirik kearahku dan aku pun hanya bisa tersenyum menanggapinya.

”Ne ahjumma…”seru Donghae Oppa sambil tersenyum.

”Ayo duduk..kita makan malam bersama…oh ya rumahmu dimana?”tanya ibu.

”Di apartemen di seberang mini market itu ahjumma…”jawabnya.

Aku bisa melihat wajah ibu sedikit berubah saat mendengar dimana Donghae Oppa tinggal, mungkin dia merasa Donghae Oppa juga kenal dengan Siwon Oppa. Tentu ibu, mereka saling kenal, bahkan sahabat dekat, seruku dalam hati. Hyo Jin kemudian ikut bergabung bersama kami untuk makan malam.

”Donghae-ya…kau tinggal sendiri?”Tanya ibu lagi.

”Ne..orang tuaku ada di luar negeri…”jawab Donghae Oppa.

”Oh ya umma…Donghae Oppa ini pintar memasak loh…”seruku dan kulihat Donghae Oppa hanya tertawa sementara Hyo Jin sepertinya dia tidak terlalu suka Donghae Oppa datang.

”Oh…benarkah…Hye Jin sering sekali cerita tentangmu…gumawo karena sudah sering membantunya…”seru Ibu lagi.

”Ne…tidak apa-apa ahjumma…aku senang sekali..aku sudah menganggapnya dongsaengku sendiri…”jawab Donghae Oppa.

”Dia memang Oppa terbaikku…beda dengan Hyo Jin yang tidak mau membantuku belajar…”seruku smabil memanyunkan bibirku ke arah Hyo Jin dan dia hanya bisa membalasnya dengan tatapan tajam.

”Heh..aku kan tidak pintar matematika…Donghae tuh yang paling pintar…”seru Hyo Jin.

Dan kami bertiga hanya bisa tertawa melihatnya.

”Gamsahamnida ahjumma…makanannya enak sekali…”seru Donghae Oppa ketika ingin berpamitan pulang karena sudah malam.

Sepanjang makan malam tadi ibu banyak sekali bertanya pada Donghae Oppa, segala macam ditanyakan, dari mulai sejak kapan tinggal sendiri? Mau melanjutkan kemana? Dan banyak lagi,  tapi untung ibu tidak bertanya tentang Siwon Oppa.

”Jangan sungkan…sering-seringlah main kesini….”seru ibu.

”Ne..ahjumma…aku pamit dulu…annyeong…”seru Donghae Oppa.

Aku mengantarkan Oppa sampai ke depan pagar rumahku.

”Besok pagi berangkat bersama ya dongsaeng…”seru Donghae Oppa.

”Ne…”jawabku sambil tersenyum.

”Aku senang sekali sekarang kita bisa dekat…”serunya lagi sambil tersenyum.

”Oppa seperti anak kecil saja…”seruku.

”Dengan Siwon juga…ibumu sepertinya begitu menyayanginya….”seru Donghae Oppa dengan wajah serius.

Aku hanya bisa mengangguk lemah, yah ibu begitu menyayangi Siwon Oppa sampai seperti ini. Harusnya Siwon Oppa tahu. Seruku dalam hati.

”Bersabarlah..aku yakin sebentar lagi pasti kalian akan berkumpul…”seru Donghae Oppa sambil mengelus kepalaku lembut.

Aku kembali hanya mengangguk lemah, saat aku mendongakkan wajahku menata Donghae Oppa aku melihat mobil Siwon Oppa melintas di depan rumahku dan aku melihat dia menatap ke arahku dari dalam mobilnya, sepertinya dia sangat terkejut. Sampai kapan ini akan berakhir.

TBC

©2010 SF3SI, Novi.

This post/FF has written by Novi, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

qtl { position: absolute; border: 1px solid #cccccc; -moz-border-radius: 5px; opacity: 0.2; line-height: 100%; z-index: 999; direction: ltr; } qtl:hover,qtl.open { opacity: 1; } qtl,qtlbar { height: 22px; } qtlbar { display: block; width: 100%; background-color: #cccccc; cursor: move; } qtlbar img { border: 0; padding: 3px; height: 16px; width: 16px; cursor: pointer; } qtlbar img:hover { background-color: #aaaaff; } qtl>iframe { border: 0; height: 0; width: 0; } qtl.open { height: auto; } qtl.open>iframe { height: 200px; width: 300px; }

LOVE’S WAY – LISTEN TO YOU [2.2]

LISTEN TO YOU [2.2]

Author : Novi

Main Cast : Lee Taemin, Choi Hye Jin, Shin Hyo Jin

Support Cast : SHINee and Super Junior

Length :Sequel

Genre :Romance, Friendship

Rating : General

©2010 SF3SI, Novi. Continue reading LOVE’S WAY – LISTEN TO YOU [2.2]

LOVE’S WAY – LISTEN TO YOU [1.2]

LISTEN TO YOU [1.2]

Author : Novi

Main Cast : Lee Taemin, Choi Hye Jin, Shin Hyo Jin

Support Cast : SHINee and Super Junior

Length :Sequel

Genre :Romance, Friendship

Rating : General

©2010 SF3SI, Novi. Continue reading LOVE’S WAY – LISTEN TO YOU [1.2]

LOVE’S WAY – BECAUSE I’M WEARY

BECAUSE I’M WEARY

Main Cast : SHINee, Choi Hye Jin, Shin Hyo Jin
Support Cast : Super Junior

Aku sama sekali tidak bisa berkonsentrasi sekarang pikiranku melayang entah kemana, aku hanya mendengar Lee seonsangnim menjelaskan pelajaran tapi jujur apa yang diajarkan sama sekali tidak masuk ke dalam otakku. Aku hanya menunduk melihat bukuku yang kosong tanpa ada catatan sekalipun karena memang aku tidak mendengarkan apa yang Lee seonsangnim ajarkan. Aku memegang pensilku dan mulai mencoret-coret tidak jelas di buku. Sungguh aku tidak ingin hal ini adalah kenyataan. Aku begitu sakit menerima kenyataan ini.

Continue reading LOVE’S WAY – BECAUSE I’M WEARY

LOVE’S WAY – WHY [1.2]

WHY

Main Cast : SHINee, Choi Hye Jin, Shin Hyo Jin
Support Cast : Super Junior

Hufft sudah seminggu ini Key mendiamkanku ternyata dia benar menepati omongannya waktu itu yang tidak akan pernah bicara denganku lagi. Entah kenapa semuanya seperti kembali ke awal lagi. Key, semenjak kejadian itu selalu menghindariku dalam berbagai hal, dia pun kini datang paling akhir seperti waktu pertama kali aku pindah ke sini. Aku memandang kelasku masih sepi hanya ada aku, biasanya Key pasti sudah datang dan duduk di depan sambil membaca buku yang sampai sekarang membuatku pensaran apa buku itu? Padahal aku ingin sekali meminjam buku itu tapi dia keburu marah padaku. Aku terus saja memandang tempat duduk Key dari tempat dudukku, aku bosan, tidak ada yang bisa kuajak bicara, tidak ada yang bisa bertengkar denganku lagi dan tidak ada yang selalu meledekku dalam setiap hal. Harus kuakui aku rindu Key yang dulu. Aku ingin sekali bisa memperbaiki hubungan kami tapi sepertinya dia begitu marah padaku sampai-sampai dia selalu menghindar dariku. Aku berdiri dan beranjak keluar kelas, mungkin ke taman lebih baik. Aku berjalan melewati koridor sekolah yang masih sepi belum begitu banyak murid yang datang. Tenang sekali. Karena taman sekolah itu melewati kelasnya Taemin tak pelak lagi aku pun mencuri-curi kesempatan untuk melihatnya. Ternyata dia belum datang. Tentu saja dia kan selalu datang bersama Jin Ki Oppa dan Jin Ki Oppa tidak pernah datang sepagi ini. Aku pun terus berjalan sambil menunduk terlalu banyak yang aku pikirkan sampai-sampai aku tidak sadar hampir menabrak seseorang.

”Mianhe…”seruku pada orang itu yang sepertinya satu angkatan. Aku pun berjalan kembali tanpa melihat siapa itu.

”Hye Jin-ah…”serunya menghentikan langkah kakiku.

Aku pun menoleh melihat siapa yang memanggilku dan ternyata itu Kyu, sudah sembuhkah dia.

Dia melambaikan tangannya dan tersenyum padaku.

”Kau tidak menyambutku apa? Aku kan sudah sembuh…”serunya.

Aku hanya tersenyum melihatnya.

”Ne…selamat datang di sekolah lagi….”seruku padanya dan hendak berjalan lagi, entahlah aku sedang malas berbicara dengan orang lain saat ini.

”Gumawo ya sudah mau menjengukku…”serunya lagi sambil melambai dan memberikan senyumnya yang polos itu.

Aku berbalik dan tersenyum kemudian berjalan kembali. Sampai di taman aku melihat sesorang yang sudah tidak asing lagi bagiku, yang sudah seminggu ini aku jarang sekali melihatnya. Siwon Oppa, kulihat dia sedang duduk di sebuah bangku di bawah pohon sambil membaca buku. Aigoo, Oppa ku ini sangat tampan sekali pantas saja digilai banyak gadis, sedang membaca buku saja dia tampak sangat tampan. Aku pun memutuskan berjalan menghampirinya perlahan-lahan aku berniat untuk mengejutkannya. Aku berjalan mengendap-endap di belakngaya. Lalu kututp matanya. Dia pun sedikit terkejut dan menjatuhkan bukunya. Aku terkekeh pelan dan terus menutup matanya dengan tanganku.

”Hye Jin-ah…”seru Siwon Oppa.

Ah,kenapa dia bisa tahu itu aku. Aku pun akhirnya melepaskan tanganku dari matanya dan duduk disampingnya.

”Ah…tidak seru masa Oppa bisa tahu itu aku…”seruku dengan memanyunkan bibirku.

Siwon Oppa tersenyum manis sekali.

”Aku tahu itu pasti kau…siapa lagi yang punya ide seperti itu padaku…”serunya sambil mengambil buku yang jatuh.

Tiba-tiba kami hanya terdiam. Kenapa aku jadi bingung harus berkata apa padanya. Kami sudah lama sekali tidak berbicara jadi canggung seperti ini. Entah kenapa aku merasa Siwon Oppa agak sedikit menghindariku. Memang sih dia masih baik padaku dan selalu membantuku tapi entah kenapa dia seperti menghindar dariku kalau tidak aku yang cari pasti aku tidak akan menemukannya seperti biasa.

”Oppa akan melanjutkan kemana?”tanyaku memecahkan keheningan diantara kami.

Siwon Oppa yang asyik melamun tiba-tiba seperti tersentak mendengar pertanyaanku.

”Ah…aku mau melanjutkan ke Jepang…”serunya sambil menatapku.

Tentu saja Siwon Oppa pasti akan melanjutkan ke luar negeri, aku dengan keluarga Siwon Oppa termasuk orang yang cukup berada pasti dia bisa kuliah di luar negeri. Sepertinya aku tidak akan bisa bertemu dengan Oppa ku ini. Akhir-akhir ini aku jadi takut kehilangan orang-orang yang aku sayangi seperti Donghae Oppa, Hyo Jin dan Siwon Oppa yang akan lulus sebentar lagi dan mereka sudah memiliki impian masing-masing. Seperti Donghae Oppa yang akan mendalami kemampuan ajaibnya di bidang matematika atau Hyo Jin yang akan mengambil jurusan musik nantinya. Sepertinya aku akan kehilangan mereka semua.

Aku menghela nafas.

”Kenapa?”tanya Siwon Oppa.

”Andwe…hanya saja aku pasti akan sangat kangen dengan Oppa nanti kalau Oppa sudah pergi dari sekolah ini…sekolah ini pasti sepi tanpa Oppa dan Donghae Oppa…”seruku sambil menunduk.

Siwon Oppa mengusap kepalaku perlahan.

”Tenang saja…Oppa tidak akan pernah melupakanmu…aku janji setiap kali aku pulang ke Korea..kaulah orang pertama yang akan kucari…”seru Siwon Oppa.

Aku mendongak dan melihatnya menatapku lembut. Aku ingin menangis jadinya. Aku sayang sekali Siwon Oppa. Seruku dalam hati.

Donghae POV

”Leeteuk-ah…Siwon mana?”tanyaku pada Leeteuk yang sekelas dengan Siwon begitu aku menghampiri kelasnya dan melihat mejanya kosong. Kemana anak ini? Bisanya dia datang sangat pagi.

”Tadi aku lihat dia di taman…”serunya.

”Oh….gumawo…”seruku dan langsung berjalan menuju taman.

Begitu sampai taman aku melihat Siwon bersama dengan Hye Jin. Aku mengamati mereka dari jauh. Mereka bersaudara tapi tidak saling kenal. Kadang aku kasihan sekali pada Hye Jin apakah dia tidak tahu kalau Siwon adalah kakak kandungnya, bagaimana kalau dia tahu?apa reaksinya? Sebenarnya aku ingin sekali mengatakan kalau Siwon adalah kakaknya habisnya sepertinya akhir-akhir ini dia merasa bahwa Siwon menghindarinya dan dia sering menanyakan itu padaku tapi sayang aku masih setia pada temanku dan sudah berjanji untuk tidak meceritakannya pada siapa-siapa. Aishh, sampai kapan kau siap menerima dia sebagai adikmu. Kulihat juga kau sayang padanya.

Hye Jin POV

”Oppa saranghae…”seruku padanya.

Dia pun hanya tersenyum dan berdiri dan mengacak-acak rambutku lalu berjalan pergi

”Sudah kembali ke kelasmu….nanti kau terlambat…”serunya.

Aku pun berdiri dan melihat Siwon Oppa sudah berjalan pergi. Kenapa ya akhir-akhir ini dia terlihat aneh sekali padaku? Aku masih menatapnya yang sudah semakin menjauh. Tiba-tiba aku merasakan mataku di tutup oleh sebuah tangan dan aku tahu itu siapa, kebiasaan dialah yang jadi aku tiru sekarang.

”Donghae Oppa!lepaskan!tidak bisa melihat tau!!!”teriakku dan kudengar dia terkekeh perlahan dan masih saja menutup mataku.

”Oppa!!akan kubunuh kau!!”ancamku padanya masih dengan berteriak.

”Aigoo…dongasaengku jahat sekali…”serunya sambil melepaskan tangannya.

Aku hanya memanyunkan bibirku melihatnya.

”Ya! Sepertinya bibirmu bertambah panjang 5 cm setiap kau cemberut…”serunya lalu tertawa terbahak-bahak.

Aku pun langusng meninju lengannya berkali-kali.

”Dongsaeng sakit tau…aishh tanganmu itu tangan pria apa…sakit sekali di pukul olehmu…”serunya lagi.

Aku pun berhenti memukulnya. Lagian dia senang sekali meledekku.

”Ada perlu apa?”tanyaku langsung tanpa basa-basi.

”Memangnya harus ada sesuatu dulu baru aku boleh menemui dongsaengku yang lucu ini…”serunya sambil mendekatkan wajahnya ke pipiku. Aku pun langsung mendorong wajahnya menjauh.

”Oppa!!”teriakku.

Dia terkekeh kembali dan sepertinya puas sekali.

”Ada apa sih?”tanyaku lagi.

”Yang serius!”bentakku.

Aku yakin pasti kalau tidak dibilang seperti itu dia akan terus saja bercanda.

”Begini…hari sabtu besok ada waktu tidak?”tanyanya.

”Kenapa? Mau mengajakku kencan…Oppa aku dongsaengmu…lagian siapa juga yang menyukaimu…aishh..jangan…jangan Oppa menyuakiku lagi…”seruku padanya dan langsung mendapat jitakan darinya. Aku pun mengerang sakit. Ya ampun jitakannya sakit sekali.

”Kau ini!” serunya.

”Ya sudah ajak saja Onnie…”seruku lagi dengan wajah cemberut habisnya berani-beraninya dia menjitakku.

”Ya! Aku sudah mengajak dia tapi dia tidak bisa!aku sudah beli tiket nih…sayang…ayo ikut saja ke Lotte World…”serunya.

Aku terdiam berpikir, sebenarnya pura-pura sih habisnya aku jelas mau saja pergi tapi gengsi lah masa langsung bilang mau apalagi dengan Oppa ku yang jahilnya minta ampun ini. Harus jaga image dulu.

”Ayolah dongsaengku yang cantik…kita belum pernah jalan-jalan berdua kan?”serunya sedikit memohon.

Huh dasar Oppa bilang saja memang ingin jalan-jalan denganku dari tadi tidak usah harus menjitakku segala.

”Ne…baiklah…lumayan gratis…”seruku kemudian tertawa.

”Aishh…dasar dongsaengku ini…”serunya.

”Aku jemput di rumah ya?”tanyanya.

”Andwe…nanti dikira Hyo Jin aku mau pergi kencan lagi dengan Oppa…Oppa jemput aku di halte bus yang tidak jauh dari rumah ku itu…arasso?”jawabku.

”Ne..ara..aku jemput disitu saja jam 11..”serunya.

Aku pun menganguk mengiyakan.

”Hari ini sepulang drama antar aku ke toko buku ya…”seru Donghae Oppa.

”Anni….aku tidak bisa Oppa..”seruku.

Aduh harus jawab apa? Aku kan tidak mungkin bilang kalau aku ada kerja part time. Itu rahasia.

”Kenapa?”tanyanya.

Berpikir Hye Jin! Kau harus menemukan alasan yang tepat kau tahu!jangan sampai ketahuan! Tapi apa ya? Tanyaku pada diriku sendiri. Aku berpikir alasan yang tepat. Ya itu, tapi itu sangat beresiko tapi itu paling ampuh, tapi aku berani bilang alasan itu. Oppa semoga kau tidak akan meledekku tapi kalaupun meledekku itu sudah resiko di bandingkan harus bilang kalau aku part time lebih baik menanggung ledekan selama seminggu pasti setelah itu Oppa sudah lupa. Yah hanya alasan itu yang bisa menyelamatkanku karena ku yakin Oppa pasti akan terus memintaku.

”Ah….aku pulang dengan Taemin….”seruku.

Dia sedikit terkejut mendengar jawabanku.

”Mwo? Kalian sudah pacaran? Ya dongsaeng…kenapa kau tidak bilang pada Oppa mu ini…kau seharusnya bilang dulu padaku…”serunya langsung menanyakanku dengan ribuan pertanyaan hanya dari satu pernyataanku saja.

”Stop Oppa!”seruku sambil membekap mulutnya.

”Aku tidak pacaran dengannya…aku sudah janjian dengannya hari ini…”seruku. Berbohong lagi. Ternyata benarnya kata orang kalau kita sudah berbohong sekali pasti kita akan terus-terusan berbohong. Tapi sebenranya ini bisa dikategorikan berbohong atau tidak ya. Soalnya memang benar hari ini aku akan pulang dengan Taemin, sudah seminggu ini dia terus mengantarku kerja dan terkadang dia juga menjemputku. Sebenarnya aku merasa tidak enak terus-terusan diantar olehnya tapi dia selalu beralasan sekalian pulang ke rumah, memang tempatku bekerja itu searah dengan rumah Taemin tapi tetap saja aku merasa tidak enak. Dia selalu menungguku di depan gerbang, bagaimana aku bisa menolak.

”Hye Jin-ah..kau yakin tidak pacaran dengannya?”tanyanya lagi.

”Ne Oppa…aku tidak pacaran dengannya…tenang saja tidak usah cemburu seperti itu…”seruku.

”Bukannya cemburu…aku hanya senang kalau memang itu terjadi…”serunya sambil tertawa terbahak-bahak.

Ternyata Oppa ku ini malah senang jika itu terjadi kupikir dia cemburu padaku. Dasar Oppaku ini!

”Oppa..terus saja meledekku…”seruku sambil memukul lengannya namun sebelum itu dia sudah berlari menghindariku dan aku pun berlari mengejarnya.

Aku berjalan menuju kelasku setelah puas membalas Donghae Oppa belum samapi di depan kelasku tampak dari jauh Rae Na berlari menghampiriku. Ada apa dengan dia?

”Hye Jin-ah…akhirnya aku menemukanmu…”serunya begitu sampai di depanku dengan nafas terengah-engah.

Ada perlu apa dia denganku sampai harus mencariku segala.

”Ada apa?”tanyaku padanya.

Tanpa menjawab dia langsung menarik tanganku dan menyeretku. Mau kemana dia? Tiba-tiba di berhenti di depan kelas 11 A. Hah sepertinya aku tau apa yang ingin dia lakukan, pasti ada hubungannya dengan Minho.

”Hye Jin-ah…berikan ini pada Minho ya….”serunya sambil memberikan sebuah kotak padaku.

Aku menatap kotak itu lalu berlaih menatapnya. Kenapa harus aku yang menyampaikannya.

”Ayolah….kau kan dekat dengan Minho..aku malu…jebal…”serunya memohon sambil mengatupkan kedua tangannya di depanku.

Aishh, kenapa harus aku yang menyampaikan pada Minho, nanti anak-anak dikelas ini salah paham lagi. Mana aku tidak pernah bergaul dengan kelas yang isinya orang-orang ber IQ tinggi ini. Aku melihat ke dalam kelas dan kulihat Minho asyik membaca buku. Aku beralih menatap Rae Na yang masih memasang tampang memohon.

”OK…”jawabku dan aku pun mengambil kotak itu.

Kulihat Rae Na berjalan pergi dan bersembunyi di balik dinding tak jauh dari kelas itu.

Aku berjalan sedikit ke depan pintu kelas itu. Untunglah Minho duduk tidak jauh dari pintu aku pun berusaha memanggilnya.

”Minho-ya…”seruku.

Dia tidak bergeming dan masih terus menatap buku bacaannya. Aku berusaha sekali lagi memanggilnya.

”Minho-ya…”seruku lagi dengan nada yang lebih tinggi.

Dia tetap diam. Aishh, apa dia tuli? Baru aku mau memanggilnya untuk yang ketiga kali seseorang menepuk bahuku.

”Taemin-ah…”seruku kaget melihat siapa yang menepuk bahuku.

”Ada apa?”tanyanya.

Aku punya ide kenapa tidak minta tolong panggilkan Taemin saja.

”Taemin-ah…bisa panggilkan Minho tidak…”seruku padanya.

”Kenapa tidak masuk saja?”tanyanya.

Aku pun menggeleng dan tersenyum sekilas.

”Hyung…dipanggil Hye Jin!” teriak Taemin dari luar kelas.

Kulihat Minho langsung melepaskan earphonenya dan melihat ke arahku. Pantas saja daritadi tidak terdengar, dia sedang mendengarkan musik. Minho pun berjalan menghampiri kami.

”Ada apa?”tanyanya pada Taemin, Taemin langsung menatap ke arahku memberitahu Minho bahwa akulah yang mencarinya.

Aku pun segera menarik tangannya dan membawanya menjauh dari Taemin, kulihat Taemin hanya menatapku dengan bingung. Begitu sampai di tempat yang sepi aku langsung menyodorkan kotak itu padanya.

”Aku tidak tahu kau menyukaiku Hye Jin…”serunya sambil mengambil kotak itu.

”Aissh…seperti tidak ada orang lain saja yang bisa aku sukai…ini bukan dariku tapi dari Rae Na…”seruku.

Dia mengerutkan keningnya, bingung sepertinya.

”Sudahlah ambil saja…jangan bertanya yang macam-macam…aku pun tidak tahu isinya apa…sudah aku duluan…”seruku padanya tanpa basi-basi dan segera beralalu dari hadapannya. Aku masih melihat Minho mematung di tempat tadi dan menatap kotak itu bingung. Dasar babo!seruku dalam hati.

Aku pun masuk ke kelas dan kulihat Rae Na langsung menghampiriku dengan wajah penuh harap. Aku pun tersenyum dan mengacungkan jempolku tanda bahwa aku sudah menyerahkan kotak itu. Aku melihat Key menatapku namun saat aku ingin menatapnya balik dia buru-buru mengalihkan padangannya. Key.

”Hari sabtu jadi ya?”seru Donghae Oppa saat aku hendak pulang.

Aku bertemu dengannya di depan gerbang sekolah.

”Tenang saja Oppa…”seruku padanya sambil tersenyum.

Kenapa dia begitu ingin aku pergi dengannya? Sudahlah akhir pekan ini akan sangat menyenangkan, bisa pergi dengan Oppa ku tersayang.

”Ayo naik…”seru Taemin yang sudah ada di hadapanku sekarang.

Aku pun segera memakai helm dan naik ke motornya. Sampai kapan aku harus selalu begini? Aku tidak enak padanya tapi dia terlihat biasa saja.

Akhir pekan ini akan sangat menyenangkan. Ah aku tidak sabar menunggu akhir pekan.

Aku bangun pagi-pagi di hari sabtu ini bukan tanpa alasan aku akan pergi jalan-jalan dengan Donghae Oppa. Pagi-pagi sekali aku sudah membuat bekal untuk aku bawa. Hyo Jin merasa aneh aku memasak pagi-pagi.

”Untuk apa kau membuat bekal?”tanyanya.

”Aku mau pergi hari ini”seruku tanpa menatapnya karena aku sibuk dengan memasukan makanan ke tempat makan.

”Dengan siapa?”tanyanya.

”Tidak dengan siapa-siapa…” seruku dan segera memasukan bekalku ke dalam tas yang sudah aku siapkan.

Aku melihat jam, masih pukul 10 bererti masih satu jama lagi sebelum Donghae Oppa menjemputku. Sebaiknya aku pergi sekarang saja, sebelumnya aku mau ke toko buku dulu di sampaing halte bus itu.

”Hye Jin-ah…sibuk sekali sih? Kau mau pergi kencan?”tanyanya.

”Tidak…”seruku cuek.

”Hye Jin-ah..kau mau kemana?!”tanyanya dengan kesal.

Aishh, anak ini banyak sekali pertanyaannya.

”Aku mau pergi dengan Donghae Oppa…”jawabku. Akhirnya aku menjawab juga habis kalau tidak dijawab dia pasti akan terus menanyaiku dan itu sangat menyebalkan. Aku pun segera mengambil tas selempangku dan berjalan menuju pintu.

”Kalian kencan?”tanyanya dengan nada sedikit terkejut.

”Aishh..aku kan sudah bilang aku tidak pergi kencan…sudahlah nanti aku terlambat…”seruku sambil memakai sepatuku asal dan bergegas keluar rumah.

”Hye Jin-ah…”teriak Hyo Jin dari dalam rumah.

Aku menuju toko buku tempat biasa aku membeli buku. Aku ingin membeli sebuah buku yang sangat aku inginkan sejak bulan kemarin. Akhirnya aku mendapatkannya. Aku berjalan menuju halte busa dan duduk menunggu Donghae Oppa datang. Sambil menunggu aku membuka buku yang tadi baru aku beli. Tidak sampai 15 menit membaca sebuah mobil berhenti di depanku.

”Ayo…”seru Donghae Oppa keluar dari mobilnya.

Aku terkejut begitu melihat sesorang juga keluar dari mobil itu dan ternyata itu Siwon Oppa, aku bisa melihat Siwon Oppa juga terkejut melihatku dan kami malah bengong sendiri.

”Hey…kenapa pada bengong..ayo naik…kita jalan-jalan…”seru Donghae Oppa sambil menarik tanganku masuk ke mobilnya.

Selama perjalanan kami terdiam. Aneh sekali. Sesekali aku melihat Siwon Oppa yang asyik dengan buku bacaannya.

”Kau membawa bekal Hye Jin?”tanya Donghae Oppa.

”Ne…”seruku.

”Asyik…”jawabnya.

Akhirnya kami pun sampai di Lotte World. Wow sepertinya aku baru pertama kali kesini. Ya benar ini pertama kalinya aku kesini.

”Kau baru pertama kali kesini ya?”tanya Siwon Oppa sambil merangkul bahuku yang membuatku sedikit terkejut karena selama perjalanan tadi dia sama sekali tidak berbicara padaku bahakan menyapaku. Dia bukan seperti Siwon Oppa yang biasanya tapi aneh sekarang dia sudah kembali seperti Siwon Oppa yang sebelumnya.

”Naik apa dulu nih?”tanya Donghae Oppa pada kami berdua.

”Bagaimana kalau roller coaster saja…”seru kami bersamaan.

Kami pun tertawa mendengar kami mengucapkan kata yang sama.

”Hah…kalian ini kompak sekali…kajja…”seru Donghae Oppa.

Permainan pertama roller coaster. Aku duduk dengan Siwon Oppa sementara Donghae Oppa duduk di belakang sendirian. Ternyata naik roller coaster belum terasa sensasinya kalau hanya sekali naik maka kami pun naik sampai 3 kali. Setelah cukup puas naik roller coaster kami berjalan ke permainan yang lain. Dan seharian itu kami habiskan untuk mejelajahi seluruh lotte world. Sampai akhirnya kami merasa lapar.

”Kita makan dulu…”seru Siwon Oppa yang sepertinya sudah sangat kelaparan sejak tadi karena dia lebih memilih duduk menunggu ketika kami ingin naik permainan. Dia sudah menyerah karena kelaparan.

Kami pun mencari tenpat yang enak untuk memakan bekal kamki. Begitu kami menemukam tempat kosong di bawah pohon kami segera beranjak kesana. Aku pun mengambil bekalku dan membukanya. Kulihat dua pasanga mata yang kelaparan sangat terpesona melihat makanan yang kuhidangkan padahal hanya bibimbap, karena hanya masakan itu yang mahir aku buat berkat Donghae Oppa. Siwon Oppa langsung menyumpit salah satu bibimbapnya dan tak lama kemudian dia menyumpit lagi. Aku dan Donghae Oppa hanya terbengong-bengong melihat Siwon Oppa yang hampir melahap seluruh bekal kami. Aishh, begitu laparnyakah dia.

”Ya!Oppa jatahku dan Donghae Oppa mana!”seruku sambil mentup bekalku.

Siwon Oppa hanya tersenyum dengan mulut penuh makanan. Donghae Oppa langaung menjitak kepala Siwon Oppa.

”Babo kau!memangnya aku tidak lapar apa!”seru Donghae Oppa.

”Mianhe…habis aku sangat lapar dan makanannya sangat enak…”seru Siwon Oppa begitui dia selesai memasukan semua makannya.

Aku hanya mengerucutkan bibirku melihat Siwon Oppa yang makan sangat banyak. Untung belum sampai habis bagaimana nasibku dan Donghae Oppa.

”Mianhe Hye Jin-ah…ayo makan…”seru Siwon Oppa sambil menyumpit bibimbap itu dan menyuapiku dan aku pun langsung memakannya dengan lahap.

”Ya!Siwon…aku yang menyuapi Hye Jin!”seru Donghae Oppa sambil mengambil sumpit dan menyumpit bibimbapnya.

”Aishh…bertengkar lagi deh…sudah aku makan sendiri…”seruku sambil membawa pergi bekal makanan itu.

”Hye Jin-ah!”teriak mereka bersamaan.

”Aku belum makan…”seru Donghae Oppa lagi.

Hah rasakan kalian. Oppa-oppa ku ini memang tidak ada yang waras. Yang satu makan tanpa mempedulikan yang lain yang satu lagi bertengkar karena masalah sepele. Aigoo!

Kami terduduk di bangku di luar Lotte World. Ya kami sudah selesa bermain hari ini.lelah sekali rasanya. Aku menlonjorkan kakiku yang pegal dan menatap langit yang sudah mulai gelap. Kami terdiam asyik dengan lamunan kami masing-masing.

”Ya!bagaimana kalau kita masuk ke photo box itu…”seru Donghae Oppa sambil menunjuk sebuah photo box yang tak jauh dari tempat duduk kami.

Tanpa mendengar jawabn kami. Donghae Oppa langsung menarik tangan kami menuju tempat itu. Dan ternyata mereka kembali bertengkar.

”Aku duluan dengan Hye Jin!”seru Donghae Oppa.

”Aku duluan!”seru Siwon Oppa tak mau kalah.

”Aku kan yang mengusulkan kesini…jadi aku dulu!”seru Donghae Oppa semakin tidak mau kalah.

Aishh, pusing sekali hanya ingin foto saja sampai seperti itu. Aku pun akhirnya menarik mereka berdua masuk. Yah meski harus berdesak-desakan di dalam tapi lebih baik daripada harus mendengar mereka bertengkar mending sekalin bertiga masuk ke dalam. Kami mulai berfoto dari gaya yang manis, lucu, sampai gaya yang aneh. Dan terakhir tiba-tiba kedua Oppa ku ini mengecup pipiku dari sebelah kanan dan sebelah kiri. Itu membuatku terkejut. Saat melihat hasilnya ternyata tidak jelek yang jelek hanya bagian terakhir dimana kedua Oppa ku ini mengecup pipiku dan aku hanya bisa berekspresi terkejut. Mereka tertawa melihat foto terakhir itu sepertinya sangat puas. Aku hanya mengerucutkan bibirku. Tiba-tiba aku merasa di foto oleh seseorang dan kulihat Donghae Oppa sudah memegang kameraku. Aishh, aku kan sedang manyun.

”Oppa!!”teriakku.

Dia hanya tertawa.

”Ya!kita belum banyak berfoto di kamera itu dari tadi hanya kita saja yang di foto tidak ada Hye Jinnya…”seru Siwon Oppa.

”Ayo kita foto bertiga!!”seru Donghae Oppa semangat sekali.

Akhirnya sisa hari itu kami habiskan untuk berfoto bersama. Di mulai dengan aku dan Siwon Oppa lalu dengan Donghae Oppa kemudian aku memotret mereka berdua dan terkahir kami berfoto bersama dengan berbagai ekspresi. Orang-orang disekitar kami pasti mengira kami sudah gila, narsis mungkin lebih tepatnya. Aku tidak peduli yang penting aku senang hari ini mengahbiskan waktu bersama Oppa-oppaku. Terakhir aku minta di foto dengan Siwon Oppa dan aku pun memberanikan diri mengecup pipinya. Pembalasan dendam. Hahaha!

Kulihat Siwon Oppa sangat terkejut, senang sekali melihat ekspresinya seperti itu setelah membuatku juga seperti itu kini aku membalasnya. Aku pun segera menarik Donghae Oppa untuk berfoto bersama dengan gaya tadi sambil menyerahkan kameraku ke tangan Siwon Oppa yang masih tertegun.

”Oppa…Gwenchanayo?”tanyaku padanya karena kulihat Siwon Oppa hayan terdiam.

”Ah…gwenchana…”jawabnya.

”Siap….”serunya lagi.

Kulihat Donghae Oppa sudah bersiap-siap dengan menunjuk pipinya. Dasar Oppaku ini! Dia malah berharap. Tidak jadi ah!

”Aishh…Oppa tidak jadi…”seruku pada Siwon Oppa yang sudah siap memotret kami.

”Kenapa tidak jadi?Siwon dapat ciuman darimu kenapa aku tidak…”seru Donghae Oppa.

”Habis kau terlalu percaya diri….”seruku padanya.

Dia hanya memanyunkan bibirnya dan saat itu aku langsung mengecup pipinya. Kena kau! Donghae Oppa langsung terkejut.

”Ya!Siwon hapus yang itu aku sedang manyun tahu…”seru Donghae Oppa.

Aku pun segera mengambil kameraku dan memasukannya ke dalam tas.

”Tidak ada yang boleh dihapus!!”seruku.

”Sudah malam…ayo pulang…”seru Siwon Oppa kembali dingin. Kenapa dengan dia ya? Tadi dia masih ceria kenapa tiba-tiba jadi aneh lagi.

Kami pun akhirnya pulang. Aku meminta berhenti di tempat tadi Donghae Oppa menjemputku.

”Annyeong Oppa…”Seruku sambil melambai pada mereka berdua.

Donghae Oppa tersenyum namun Siwon Oppa hanya tersenyum tipis. Hufft, ada apa dengan dia?

Aku menatap hasil foto-foto tadi baik hasil jepretan kameraku ataupun hasil foto box yang telah kami bagi, aku mendapat bagian foto dimana Oppa-oppaku itu mencium pipiku. Hari ini aku senang sekali. Menghabiskan waktu bersama orang-orang yang aku sayangi yang mungkin tidak akan bisa aku lihat lagi setelah musim dingin ini karena mereka akan segera lulus. Begitu aku pulang Hyo Jin langsung memberondongiku dengan berbagai macam pertanyaan dan akhirnya aku terpaksa bercerita semuanya. Untunglah dia tidak bertanya apa-apa lagi setelah itu. Aku menatap lagi foto itu dan kemudian memejamkan mataku. Siwon Oppa, Donghae Oppa saranghe.

TBC

©2010 SF3SI, Novi.

This post/FF has written by Novi, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

LOVE’S WAY – DO YOU KNOW

Do You Know

Main Cast : SHINee, Choi Hye Jin, Shin Hyo Jin
Support Cast : Super Junior

 

Semoga hari ini Key sudah tidak marah padaku dan sudah menyapaku seperti biasa lagi. Aku pun berjalan masuk menuju gedung sekolahku di musim gugur ini. Sekarang setiap hari aku harus selalu membawa syal atau sweaterku karena udara sudah mulai dingin. Daun-daunpun sudah mulai berguguran. Itu yang tampak di sekolahku. Sekolahku yang biasanya hijau kini daun-daunnya sudah berubah warna menjadi coklat dan sudah mulai berguguran dan menyebabkan banyaknya tummpukan daun itu dimana-mana.

”Hye Jin-ah…”seru seseorang menghampiriku.

”Taemin-ah…”seruku padanya.

Seperti biasa dia akan selalu tersenyum seperti itu. Senangnya melihat dia tersenyum.

”Pagi sekali…”seruku padanya.

”Ne…ada latihan basket dulu…akan ada pertandingan minggu besok…”serunya.

”Ya ampun sibuk sekali dirimu…baru selesai pentas drama sekarang sudah mau ikut basket lagi…”kataku sambil menatapnya.

Dia balas menatapku dan tersenyum. Aigoo, kenapa aku harus selalu terjebak dengan tatapan matanya yang hangat dan lembut itu.

Key POV

Semoga hari ini Hye Jin sudah tidak marah padaku. Seruku dalam hati. Aku pun berjalan dari lapangan parkir menuju kelasku. Namun tiba-tiba aku melihat Hye Jin dan Taemin berjalan bersama. Kenapa sih dia bisa begitu dekat dengan Hye Jin? Dan Hye Jin pun terlihat selalu tersenyum jika bersamanya. Aishh! Aku mengacak-acak rambutku sendiri.

”Key..kau kenapa?” tanya Jonghyun yang entah dari kapan sudah berada di sampingku yang masih melihat dua orang itu tertawa bersama.

”Jonghyun-ah…”Seruku padanya.

”Ara…kau cemburu melihatnya ya?”tanya Jonghyun padaku dengan senyuman.

”Andwe..untuk apa aku cemburu pada mereka…”seruku sambil berjalan meninggalkan Jonghyun yang masih bingung kenapa aku menatap mereka dengan seksama.

Yah, aku memang cemburu pada mereka. Setiap melihat mereka berdua pasti hatiku akan sakit. Hye Jin-ah apa kau lebih menyukainya dibanding aku?

Hye Jin POV

Aku masuk ke kelasku perlahan-lahan. Aku melihat Key sedang asyik membaca buku. Kenapa suasanya seperti waktu itu. Saat aku sedang tidak bicara  juga dengannya dan aku juga harus berjalan perlahan-lahan seperti ini. Kejadian itu seperti terulang kembali seperti saat itu. Tapi saat itu aku kepentok meja dan menyebabkan kakiku luka namun kali ini aku tidak mau seperti itu. Aku berjalan sangat hati-hati menuju mejaku. Dia menegokan kepalanya dan menatapku sekilas dengan tatapan dingin dan kembali membaca bukunya. Ternyata dia masih marah padaku. Huh. Tak sengaja aku malah menendang salah satu bangku dan itu malah membuat kakiku sakit.

”Aduh!”teriakku.

Namun dia tetap dengan bacaannya. Kenapa dia tidak merespon sama sekali, padahal waktu dulu, dia langsung menghampiriku. Sepertinya dia benar-benar sangat marah padaku. Bagaimana ini?

Aku menaruh tasku dengan kasar ke atas meja sengaja agar dia menoleh. Ternyata dia tetap asyik dengan bacaannya. Menyebalkan sekali dia. Aku sengaja menghela nafas dengan kencang agar dia menoleh dan tetap saja dia asyik dengan bacaannya. Kenapa dengan anak ini? Apa dia benar-benar kesal denganku? Harusnyakan aku yang lebih kesal padanya kenapa dia harus tiba-tiba marah padaku hanya karena adegan itu. Seruku dalam hati sudah mulai kesal dengan orang ini.

Baiklah aku yang salah aku akan minta maaf. Aku pun berdiri dan beranjak menuju  mejanya.

”Key..”seruku padanya.

Dia masih diam saja, aku masih menunggu dnegan tetap berdiri di depan mejanya. Tak lama kemudian dia menutup bukunya dan berdiri dan berjalan keluar kelas.

Apa! Dasar keras kepala sekali anak ini!

Aku pun segera berjalan mengejarnya dan mendapatinya berdiri di depan pohon di taman sekolah. Aku berusaha menghampirinya namun sebuah tangan menarikku.

”Aku sudah bilang…jangan dekat-dekat dengan Key…dia milikku….”seru suara yang sudah aku kenal. Aku pikir cewek ini tidak akan kembali lagi dari pekerjaannya sebagai model di Jepang.

Aku pun hanya memandang Yu Ri sinis.

”Kau telah menjadikan Key-ku jadi seperti itu…”serunya lagi.

Aku malas berdebat dengannya dan berusaha melewatinya karena aku ingin bicara dengan Key dan ingin menyelesaikan masalah kami, itu saja. Aku tidak akan mengambil Key dari dia.

Namun Yu Ri terus menghalangiku dan itu membuatku semakin kesal padanya.

”Aku hanya ingin bicara dengan Key”seruku dengan setengah berteriak.

Aku kesal sekali pada cewek ini. Mau apa sih dia? Aku hanya ingin bicara saja sulit sekali. Key juga, kaupikir ini semua salahku. Aku sudah baik-baik ingin meminta maaf padamu kau malah mengacuhkanku.gerutuku dalam hati.

Aku melihat Key berbalik dan berjalan menghmapiri kami, dia menatapku sekilas dan langsung menarik tangan Yu Ri.

”Jangn buat masalah…ayo pergi…”Serunya pada Yu Ri lalu menatapku dingin.

Kenapa Key jadi seperti itu?kenapa dia membela Yu Ri. Aku kan hanya ingin bicara padanya. Key kau jahat sekali. Aku menatpanya yang berjalan sambil menarik Yu Ri. Dan itu mengigatkanku pada kebiasaanya untuk menarikku juga. Apa dia sudah tidak mau berteman denganku lagi. Aku berjalan kembali ke kelas dengan perasaan sangat sedih, aku pun berhenti di depan lokerku dan membukanya. Disana ada boneka beruang yang Key berikan padaku. Aku jadi mengingat saat dia memberikannya padaku. Aku mengelus boneka itu lalu memukulnya.

”Memangnya aku yang salah…kau bodoh Key…kenapa aku harus minta maaf padamu…baiklah aku tidak akan bicara lagi denganmu…”Seruku pada boneka itu.

”Hye Jin-ah…kau sudah gila ya…”seru sebuah suara.

Aku segera menutup lokerku dan berbalik melihat orang itu.

”Yesung-ah…”seruku padanya yang berdiri tepat di depanku sambil menatapku dengan tatapn bingung.

”Kau berbicara dengan lokermu sendiri?”tanyanya dengan tatapn bingung.

”Babo kau! Mana mungkin aku bicara dengan lokerku sendiri…”jawabku.

”Syukurlah….kau masih waras….”serunya dengan wajah penuh kelegaan.

Dasar Yesung aneh, mana mungkin aku bicara dengan lokerku sendiri, aku masih waras tahu. Seruku dalam hati.

”Mana Kyu?”tanyaku begitu melihat dia hanya sendiri biasanya dia selalu bersama Kyu kemana-mana.

”Dia sedang dirawat di rumah sakit….gara-gara sakit di perutnya itu…”jawab Yesung dengan wajah agak sedih.

Tentu saja Kyu adalah teman baiknya pasti dia sedih melihat Kyu terbaring di rumah sakit. Aku malah ingin tertawa mendengar Kyu di rawat di rumah sakit. Anak itu memang ngeyel sudah aku bilang suruh ke rumah sakit dia malah bilang akan baik kalau sudah main game. Dasar babo mana ada game yang bisa menyembuhkan, baru tahu rasa kau sekarang. Seruku dalam hati. Aku jadi ingin melihat wajahnya di rumah sakit. Pasti sangat menyedihkan.

”Aku jadi ingin mengunjunginya…”seruku pada Yesung.

”Besok saja…aku besok mau kesana..”seru Yesung riang, sepertinya dia senang sekali aku mau menjenguk Kyu.

”Bagaimana ya…nanti aku kabarin lagi deh…”seruku padanya.

”Hye Jin-ah…”teriak Wookie dari depan pintu kelasku yang tidak jauh dari lokerku.

”Ne…”jawabku.

Huh pasti anak itu ingin meminjam bukuku. Kebiasaan selalu menyamakan PR nya dengan PR ku.

”OK…kalau besok kau mau ikut…sms aku saja…arasso?”seru Yesung padaku.

”Ne…”jawabku

Dia pun segera berlalu menuju kelasnya dan aku pun berjalan menghampiri Wookie yang dari tadi sudah cerewet sekali menyuruhku masuk. Seperti cewek saja dia mana suaranya cempreng sekali.

”Lama sekali kau…mana…aku pinjam…”serunya padaku.

”Aku kan sudah sering bilang ambil saja di tasku…”jawabku sambil berjalan ke mejaku.

”Tidak…nanti dikira aku mau mencuri lagi…”serunya.

Aku pun tertawa mendengarnya. Lagian apa yang mau dicuri dari dalam tasku. Aku pun mengambil bukuku dan menyerahkannya pada Wookie.

”Hye Jin-ah…..jebal…”seru Rae Na memohon padaku.

Daritadi dia terus saja berdiri di depanku sambil memohon agar aku ikut menemaninya menonton pertandingan basket besok. Apalagi yang ingin dia lihat kalau bukan Minho. Dasar anak itu.

”Besok pertandingan pertama Minho sebagai ketua klub basket…jebal…temani aku…”serunya lagi masih sambil memohon.

Aku menimbang permintaan itu, kalau aku ikut tentu aku bisa melihat Taemin tapi pasti disitu ada Key juga, aku kan sedang bertengkar dengannya dan menjauhinya adalah hal yang baik sekarang tapi aku juga tidak enak pada Rae Na, besok juga aku ingin pergi menjenguk Kyu, aishh, aku bingung!

”Hye Jin-ah..”seru Rae Na lagi dengan semakin memohon.

Aku menghela nafas.

”Ne..aku ikut…”seruku padanya dengan wajah yang agak sedikit kupaksakan.

”Memangnya kau begitu sukanya pada Minho..kenapa tidak bilang padanya?”tanyaku padanya.

Aku sudah tahu Rae Na sangat menyukain Minho sejak mereka masih SMP tapi sepertinya Minho sama sekali tidak tahu, tentu saja bagaimana dia bisa tahu sedangkan dia hanya sibuk dengan kegiatan basketnya itu terlebih lagi dia adalah orang yang sangat dingin meskipun denganku dia tidak seperti itu malah lebih mirip tukang gosip, aku masih kesal dengan dia yang selalu mengira aku adalah yeohachingunya Taemin dan menyebarkan itu keseluruh anak basket.

Aku melihat Key masuk ke kelas dengan gayanya yang biasa dia menatapku sekilas dengan tatapan yang sangat sinis. Membuatku merinding. Aku jadi ingat dia juga pertma kali seperti itu padaku. Kenapa jadi seperti deja vu begini? Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal.

”Kenapa Hye Jin-ah?” tanya Rae Na.

”Ah andwe…”seruku dan masih terus memikirkan kenapa bisa sampai jadi seperti ini.

Makan sendiri memang tidak enak sekali. Kenapa sih Rae Na bela-belaiin melihat Minho berlatih dibanding menemaniku makan siang. Hyo Jin juga tidak ada. Siwon Oppa, Donghae Oppa kemana mereka semua. Aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling dan tidak melihat wajah orang-orang itu. Aku terus saja melanjutkan makan siangku dalam diam.

”Hye Jin-ah…kau sendirian?”tanyanya seseorang yang langsung meletakkan nampannya di mejaku.

Aku mendongak untuk melihat dan ternyata itu Taemin. Aku pun mengangguk dan tersenyum padanya.

”Bukannya kau sedang latihan?”tanyaku begitu aku meminum susuku.

”Sudah selesai…jadi aku langsung buru-buru kesini…aku sangat lapar…minho hyung itu selalu saja seperti itu…menyuruh kami latihan meski di jam istirahat…”terang Taemin dan langsung menyendok nasinya. Sepertinya dia sangat kelaparan karena dia makan sangat terburu-buru. Aku hanya memperhatikannya makan sementara makananku sudah habis.

”Kau sudah selesai ya?” tanya Taemin begitu melihatku sudah tidak makan lagi dan menjauhkan nampan dari hadapanku.

”Ne..aku kan sudah daritadi…”jawabku.

”Oh ya…besok kau datang?” tanyanya padaku.

”Ne…Rae Na memintaku menemaninya…”seruku padanya.

”Padahal tadinya aku mau mengajakmu tapi ternyata kau sudah di ajak oleh Rae Na duluan…..tidak apalah…aku senang kau mau datang…”katanya.

Ternyata dia mengharapkanku untuk datang. Aigoo!

Aku melihat segerombolan anak basket masuk ke kantin. Semua mata langsung tertuju pada mereka. Yah tentu saja siapa yang tidak tahu kalau mereka itu adalah kumpulan orang-orang keren. Aku akui itu. Mereka semua keren. Disana ada Minho, Yesung, Sungmin, Siwon Oppa, dan Changmin sunbae. Jadi Siwon Oppa juga ikut melatih hobae-hobaenya pantas daritadi aku tidak melihatnya. Siwon Oppa melihat ke arahku sekilas namun langsung memalingkan wajahnya padahal aku baru saja akan tersenyum padanya. Kenapa dengan dia? Mereka duduk dalam satu meja dan langsung asyik mengobrol. Tak lama kemudian Key masuk ke kantin dan melihat ke arahku sekilas kembali dengan pandangan sangat menakutkan.

”Kalian masih bertengkar?” tanya Taemin begitu melihatku terus memperhatikan Key.

”Ne…sudahlah…aku tidak peduli…”seruku.

Minho kemudian berjalan ke arah kami.

”Ya! Taemin-ah kau malah makan duluan…”serunya pada Taemin.

”Mian hyung….aku sangat lapar…”seru Taemin dengan wajah meminta maaf.

Ternyata dia kabur dari latihan. Kemudian Minho mengalihkan pandangannya padaku lalu tersenyum. Aiggo, dimulai lagi.

”Arasso…kau mau makan dengan Hye Jin ya…romantis sekali…”serunya sambil menatapku dan mengedipkan sebelah matanya.

”Andwe…”seru kami bersamaan.

Aku langsung mengalihkan padanganku darinya karena aku merasakan mukaku sudah merah, Taemin pun begitu bisa kulihat wajahnya juga memerah. Aku malu sekali. Bagaiamana ini. Minho malah tertawa terbahak-bahak melihat tingkah kami.

”Ya sudah dilanjutkan saja makannya…”seru Minho.

”Andwe…aku pindah hyung…” seru Taemin sambil membawa nampannya dan berdiri.

”Ne…aku juga sudah selesai mau ke kelas…”seruku dengan terburu-buru dan langsung berjalan meninggalkan mereka. Aku bisa melihat begitu Taemin sampai di meja mereka. Anak-anak itu langsung tertawa terbahak-bahak. Dasar Minho! Tapi ada satu orang yang aku lihat. Itu Key. Dia tetap makan tanpa mempedulikan yang lain. Apakah dia membenci Taemin karena hal itu?

Pulang sekolah aku masih duduk di bangku melihat anak-anak sudah mulai keluar kelas. Aku ingin sekali bicara dengan Key untuk meluruskan masalah ini. Habisnya aku jadi tidak enak jika seperti ini terus. Aku menunggu hingga semua orang keluar kelas.

”Hye Jin-ah…kau tidak pulang?”seru Rae Na sambil menepuk bahuku.

”Ne….aku kan kerja dulu…”jawabku.

”Arasso…aku duluan ya..hati-hati…”serunya sambil tersenyum dan berlalu pergi.

Aku masih menunggu hingga semua orang benar-benar sudah pulang semua. Setelah kelas menjadi sepi aku melihat Key juga sudah berdiri dari tempat duduknya dan hendak berjalan keluar. Aku berusaha mengejarnya dan memanggilnya.

”Key!”teriakku.

Aku melihat dia berhenti berjalan namun tanpa menoleh sedikitpun maka aku pun berjalan menghampirinya.

”Jangan bicara denganku lagi!”serunya dengan tetap membelakangiku.

Apa maksudnya jangan bicara lagi dengannya? Apa dia sebegitu marahnya? Memang aku sangat bersalah atas kejadian itu?

Dia berjalan pergi meninggalkanku. Aku menarik tangannya dan dia pun menoleh melihatku tapi dengan tatapan yang sangat menyeramkan. Dia mentapku sangat tajam.

”Key..”lirihku karena takut melihat matanya maka aku pun menunduk.

”Sudah kubilang jangan pernah bicara denganku lagi!”serunya sambil menyentakkan tanganku dan langsung berjalan pergi.

Aku hanya bisa menatapnya semakin menjauh, kenapa dia begitu jahat. Aku merasakan mataku mulai memanas, sudah kuduga pasti aku akan menangis, aku memang tidak bisa mengontrol emosiku jika sedang kesal atau marah pasti menangis. Aku berbalik dan berjalan keluar sekolah berusaha menahan tangisanku. Aku berjalan menuju tempat aku bekerja. Di jalan aku masih terus berusaha menahan tangisanku. Baru beberapa meter dari gerbang sekolah, sebuah motor berhenti di depanku.

”Hye Jin-ah…ayo aku antar…”seru Taemin.

Aku menatap Taemin dan tanpa terasa air mataku sudah mulai mengalir.

”Hye Jin-ah… gwenchanayo?”tanyanya khawatir.

”Ne…gwenchana…”seruku sambil berusaha tersenyum namun ternyata air mataku malah terus turun.

Taemin langsung merengkuhku ke dalam pelukannya.

”Sudah baikan….”seru Taemin sambil memberikan es krim padaku dan aku pun mengambilnya.

”Mianhe…kau pasti mengira aku cengeng sekali…hanya karena masalah seperti itu menangis…aku sendiri heran dengan diriku kenapa aku begitu mudah untuk menangis…”seruku sambil menjilat es krim yang dia berikan.

Kami sedang duduk di taman dekat sekolahku gara-gara tadi aku menangis, ya ampun sudah berapa kali aku memangis di depannya.

Dia hanya tersenyum menanggapi perkataanku dan malah mengacak-acak rambutku lembut.

”Lebih baik daripada tidak bisa menangis….”serunya.

”Aku benci sekali dengan makhluk yang bernama Key itu…”seruku.

Kulihat Taemin hanya terkekeh pelan, ya aku sudah menceritakan semuanya pada Taemin tentu dengan beberapa bagian yang tidak aku ceritakan secara detail seperti pertanyaa Key padaku kenapa aku mau melakukan adegan itu dengan Taemin.

”Ne…mungkin dia butuh waktu…tapi sebaiknya kau minta maaf saja padanya…jangan jadi malah membencinya…”serunya lagi.

Aku pun tersenyum menanggapinya. Yah mungkin aku harus langsung minta maaf saja padanya, tidak peduli sebenarnya siapa yang salah. Tidak ada salahnya aku minta maaf duluan.

Aku baru ingat aku harus pergi bekerja. Jam berapa sekarang? Aigoo, bisa telat aku.

”Taemin-ah..jam berapa sekarang? Aku lupa harus pergi kerja..”seruku padanya dan langsung berdiri.

”Sudah jam 3 kurang 10 menit…memangnya kau masuk jam berapa?”tanyanya.

Aigoo, 10 menit lagi.

”Jam 3..aissh..bagaimana ini…”seruku.

”Ayo aku antar…”serunya sambil menarik tanganku.

”Gamsahamnida ahjumma…annyeong…”seruku dengan melambai lalu berjalan keluar toko itu. Untunglah tadi diantar Taemin jadi aku tidak telat. Jam sudah menunjukan pukul 8 malam. Aku mengatupkan kedua tanganku dan meniupnya untuk memberikan kehangatan pada kedua tanganku yang sangat dingin. Oh ya sebentar lagi akan masuk musim dingin. Musim dingin pertamaku di Korea. Apakah akan berbeda? Dulu aku sering pergi snowboarding jika musim dingin tiba. Aku berpikir apakah disini juga ada tempat seperti itu ya? Aku kangen Amerika. Seruku dalam hati. Aku mengedarkan pandangan kesekeliling jalan di depan toko jajangmyeon itu dan menagkap sebuah pandangan yang tidak asing lagi. Bukankah itu Taemin. Dia melambaikan tangannya dan menyuruhku mendekat. Aku pun berjalan menuju ke arahnya.

”Ayo pulang…”serunya sambil memberikan helmnya padaku.

Aku hanya terpaku di tempatku bertanya-tanya kenapa dia ada disini? apa dia sengaja menjemputku?aisshh kau narsis sekali Hye Jin, mungkin dia hanya sedang lewat saja.

”Ayo pulang…sudah dingin…”serunya lagi.

Aku tersentak dari lamunanku dan langsung mengambil helm yang dia sodorkan padaku.

Setiap hari dia seperti ini malah membuatku semakin menyukainya. Aigoo.

”Hye Jin-ah….ayo cepat…”seru Rae Na sambil terus menarik tanganku.

”Ya! Rae Na pertandingannya tuh masih satu jam lagi…”seruku sambil berusaha melepaskan tarikan tangannya.

”Ne…arasso…tapi aku mau melihat mereka dulu…”serunya dengan wajah memohonnya yang khas.

Sungguh aku sangat tidak suka melihatnya memohon seperti itu. Akhirnya aku pun luluh juga dan segera berjalan keluar kelas menemaninya menuju lapangan basket. Hari ini pertandingannya diadakan di sekolah kami. Di lapangan hanya tampak beberapa anak basket sekolah kami yang sedang bersiap-siap dan saat aku melihat di kursi penonton. Wow, hanya satu kata itu saja yang terucap dari mulutku. Ramai sekali padahal baru satu jam lagi pertandingannya di mulai tapi para penonton sudah ramai disini. Saat aku hendak duduk salah satu tempat duduk Rae Na malah menarik tangaku menuju ke pinggir lapangan yang ramai dengan anak basket yang sedang bersiap-siap.

”Ya! Aku tidak mau kesitu….”seruku namun tanganku terus ditarik sampai ke pinggir lapangan dan disana sudah ada Minho, Yesung, Sungmin, Key, Siwon Oppa juga Changmin sunbae yang sepertinya ingin memberi semangat pada hobae-hobaenya ini dan sisanya ada hobae kami yang aku tidak tahu siapa mereka. Salah satu dari mereka matanya sangat sipit kurasa dia bukan orang Korea kalau dilihat dari wajahnya.

”Hye Jin..Rae Na…”Seru Yesung dengan senyumnya yang seperti biasa begitu melihat kami menuju ke arah mereka.

Aku menaggapinya dengan membalas senyumnya namun begitu aku sampai di depan mereka kulihat Key pergi menjauh dengan tatapannya yang sangat tajam itu. Hufft, dia sangat membenciku sepertinya.

”Yeojachingu Taemin..annyeong…”seru Changmin sunbae dengan senyumnya yang khas itu.

Dasar Changmin sunbae, aku punya nama tahu, kenapa dia selalu memanggilku dengan nama-nama yang aneh kalau bukan Choi pasti yeojachingu Taemin. Dasar sunbae yang aneh!

Aku pura-pura tidak mendengarnya dan beralih menatap Siwon Oppa dan tersenyum namun Siwon Oppa hanya tersenyum tipis. Ada apa dengan dia akhir-akhir ini? Dia sangat aneh padaku. Aku pun jarang sekali bertemu dengannya di sekolah, kalaupun aku melakukan kegiatanku yang biasa dengan Donghae Oppa pasti dia tidak ada dan setiap aku bertanya Donghae Oppa, dia selalu bilang Siwon Oppa sekarang sedang sibuk dan dia baik-baik saja tapi aku penasaran ada apa?

”Minho-ya…hwaiting!” seru Rae Na sambil tersenyum pada Minho dan Minho hanya mengangguk dengan wajah tetap datar.

Aishh, apa-apaan anak ini? Ada yang memberinya semangat malah seperti itu tanggapannya. Oh ya tumben sekali anak ini diam saja. Apa dia gugup?bisa juga si jago basket ini gugup.

”Rae Na-ah….masa Cuma Minho saja yang kau beri semangat…”seru Yesung dengan wajah cemberut.

”Yesung-ah hwaiting!”seruku.

Yah aku kan juga bisa memberinya semangat.

”Aishh…bukan kau Hye Jin…”Serunya lagi masih dengan wajah cemberut sedangkan yang lain hanya tertawa melihat tingkah Yesung sementara Minho tetap diam. Sebegitu gugupkah dia. Oh ya aku tidak melihat Taemin, kemana dia?

”Dia masih di ruang ganti…”seru Changmin sunbae sambil tersenyum jahil.

”Siapa yang di ruang ganti?”tanyaku pura-pura tidak tahu walaupun sebenarnya aku tahu siapa yang dia maksud.

”Ya..kau pura-pura…”serunya dan kini dia tertawa.

Aku hanya menanggapinya dengan memanyunkan bibirku. Aku melihat Rae Na terus saja berbicara pada Minho menanyakan apa saja walaupun hanya ditanggapi dengan anggukan atau senyum tipis tapi sepertinya Rae Na begitu senang. Dia benar-benar sudah jatuh cinta pada Minho. Tumben sekali Minho tidak ikut-ikutan meledekku seperti Changmin sunbae. Aku melihat Yesung yang sepertinya sangat tidak suka melihat Rae Na dekat dengan Minho, jangan-jangan Yesung menyukai Rae Na. Aigoo.

”Nah itu dia…”teriak Changmin sunbae sambil mengedipkan sebelah matanya padaku.

Taemin berjalan menghampiri kami dan tersenyum.

”Ya! Hye Jin-ah kau tidak mau memberi semangat pada dia…”seru Changmin sunbae lagi.

Taemin langsung tersentak kaget begitu mendengar perkataan Changmin sunbae dan kulihat dia hanya menunduk. Begitu pun aku. Apa-apaan sih Changmin sunbae ini.

”Ne…Hye Jin-ah masa Cuma Yesung saja…”seru Sungmin yang dari tadi diam kini angkat suara juga. Sudah tidak orang yang beres di klub basket ini, semuanya tukang gosip. Aku hanya melirik ke arahnya tajan dan dia bersembunyi di balik tubuh Yesung seperti anak kecil.

Entah kenapa mata Taemin dan mataku saling bertatapan dan itu membuat kami salah tingkah. Aku yakin mukaku pasti sudah sangat merah sekarang. Semuanya tertawa melihat tingkahku bahkan Minho yang sedang gugup ikut menyunggingkan senyum di bibirnya.

”Rae Na…ayo kembali ke tempat duduk…”seruku sambil menarik tangan.

”Ya! Kau harus memberi semangat dulu pada Taemin…”seru Rae Ne melepaskan tangaku.

Semua orang kini menatapku menungguku mengucapkan kata-kata itu.

”Ne…sudahlah hyung….”seru Taemin membantuku.

Semua orang masih saja menatapku tanpa mempedulikan Taemin. Baiklah kalau itu memang membuat kalian puas.

”Taemin-ah…hwaiting!”seruku padanya.

Dan bisa kulihat dia sangat terkejut dan hanya bisa mengangguk dan mengalihkan padangannya dari tatapanku. Semua orang malah tertawa melihat kami.

”Ayo…”seruku dengan menarik tangan Rae Na, tentu saja kini dia tidak menolak karena aku sudah mengabulkan keinginannya.

Pertandingan berjalan sangat sengit tapi untunglah ada Minho. Ternyata dia memang sangat jago. Sebenarnya aku sedikit tidak konsentrasi melihat pertandingan itu karena Rae Na disampingku terus saja berteriak memanggil nama Minho, membuatku pusing saja.

”Ya!kenapa kau tidak meneriakkan nama Taemin!”seru Rae Na di sela-sela teriakkannya memanggil nama Minho.

”Untuk apa?jawabku enteng.

Dan kulihat Rae Na hanya menggeleng-gelengkan kepalanya lalu melanjutkan meneriakkan nama Minho.

Aku bukan tipe cewek seperti itu yang histeris, aku lebih suka menonton pertandingan dengan diam. Aku lebih melihat teknik dibanding pemainnya mungkin gara-gara aku pernah ikut tim basket waktu di Amerika dulu jadi mau setampan apa orang yang bermain aku sudah biasa. Yah bagaimana aku tidak biasa, basket merupakan olahraga favorit di Amerika dan melihat pemain keren-keren sudah menjadi hal yang selalu aku lihat. Tapi jujur sebenarnya aku tetap tidak bisa mengalihkan pandangku dari Taemin. OMO dia sangat keren saat bermain basket. Aku belum pernah melihatnya bermain basket seperti ini sebelumnya yang benar-benar pertandingan. Aku memperhatikan dia saat mendribble bola atau saat dia melakukan Lay Up.

Akhirnya Tim basket kami pun menang meski dengan skor yang tipis 56-58.

”Minho memang sangat keren…”serunya begitu pertandingan selesai.

Yah kuakui Minho sangat keren 30 angka berhasil dia cetak.

”Ayo pulang…”seruku padanya.

”Nanti dulu aku mau bertemu mereka dulu…”seru Rae Na sambil menarik tanganku.

”Ya..nanti saja diluar…kita tunggu diluar saja ya…”seruku padanya.

Rae Na pun akhirnya menurut dan berjalan mengikuti keluar lapangan basket dan berjalan menuju gerbang sekolah dan menunggu anak-anak klub basket keluar. Tak lama kemudian aku melihat Key berjalan menuju lapangan parkir sendiri. Tumben sekali biasanya dengan Minho. Aku pun berinisiatif mungkin saat yang tepat untukku meminta maaf padanya. Aku menghela nafas.

”Rae Na…aku kesana dulu ya…sebentar saja…”seruku padanya.

Dia pun hanya mengangguk dan terus menatap pintu masuk. Aku berjalan mengejar Key.

”Key!”teriakku.

Dia berhenti beberapa meter dariku, aku pun berjalan menghmapirinya.

”Sudah kubilang berapa kali!jangan pernah bicara denganku lagi!”serunya dan langsung berjalan pergi tanpa menoleh ke belakang. Kenapa dia tidak pernah memeberikanku kesempatan untuk berbicara sedikit saja, hanya untuk bilang maaf, dasar pria egois!gerutuku dalam hati.

Aku masih berdiri di lapangan parkir yang sudah sangat sepi dan kulihat Key pulang dengan mobilnya. Dasar pria egois!ok kalau kau tidak mau bicara denganku lagi, aku juga tidak akan pernah bicara denganmu lagi!seruku dalam hati kesal dengan kelakuaannya. Aku masih berdiri mematung di lapangan parkir itu sampai sesorang menyentuh pundakku. Aku langsung menoleh dan ternyata itu Taemin.

”Hye Jin-ah…kenapa kau disini?”tanyanya.

”Ah…andwe…kau belum pulang?”tanyaku.

”Ne…ini aku baru mau pulang..”jawabnya sambil tersenyum.

Kenapa suasananya jadi seperti ini? Hey untuk apa juga aku masih disini…oh ya pasti Rae Na sudah kesal menungguku, aku harus segera menemuinya.

”Taemin-ah…aku harus bertemu Rae Na…annyeong…”seruku padanya dan berjalan meningglakannya.

”Hye Jin-ah…”seru Taemin memanggilku, aku pun berhenti berjalan dan berbalik.

”Ne…ada apa?”seruku.

Dia berjalan menghampiriku dan menatapku dalam-dalam. Aigoo, kenapa dia menatapku seperti itu? Jantungku berdetak sangat kencang melihatnya terus menatapku tepat di mataku. Aishh, kenapa aku ini?

Dia terus menatapku dan menggenggam tanganku. Aigoo, pasti mukaku sudah sangat merah sekarang.

”Gumawo Hye Jin-ah…sudah memberiku semangat…”serunya.

Aku hanya bisa mengangguk dan terus menatap matanya. Aishh!!

”Hye Jin-ah…”serunya lagi.

”Taemin-ah!”teriak seseorang memanggil namanya dan dia pun langsung melepaskan genggaman tangannya begitu melihat Minho cs datang menghampiri kami bersama Rae Na.

”Ya! Taemin ayo ikut kami merayakan kemenangan kita hari ini!”seru Changmin sunbae sambil merangkul Taemin.

Aku pun segera menarik tangan Rae Na untuk pulang.

”Annyeong…”seruku pada semua orang disitu.

Aku harus segera pergi darisini sebelum mereka semua bertanya yang macam-macam kenapa aku dan Taemin bisa ada disini bersama dan kuharap mereka tidak melihat Taemin menggenggam tanganku. Bisa gawat!

TBC

2010 SF3SI ©Novi

This post/FF has written by Novi, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF